TINJAUAN PUSTAKA
C. Peringkat Obligasi
5. Reputasi Auditor
Audit laporan keuangan menurut Boynton et al., (2001:6) adalah audit yang berkaitan dengan kegiatan memperoleh dan mengevaluasi bukti tentang laporan-laporan entitas dengan maksud agar dapat memberikan pendapat apakah laporan-laporan tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Audit laporan keuangan merupakan audit
eksternal yang hanya dapat dilakukan oleh auditor eksternal, yaitu auditor independen yang telah lulus sertifikasi sebagai akuntan publik bersertifikat (Certified Public Accountant-CPA).
Auditor eksternal dapat menjadi mekanisme pengendalian terhadap manajemen agar dapat menyajikan informasi keuangan secara andal dan terbebas dari praktek kecurangan akuntansi. Allen (1994:6) menyatakan bahwa pengguna informasi keuangan merasa bahwa auditor Big Eight memberikan kualitas audit yang lebih baik bagi perusahaan dan pemerintah daerah. Reputasi auditor yang baik adalah auditor yang berafiliasi dengan kantor akuntan publik (KAP) besar yang berlaku universal yang dikenal dengan Big Four Worldwide Accounting Firm (Ikhsan dkk., 2012:5). Berdasarkan reputasinya KAP dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu:
a. KAP yang berafiliasi dengan The Big Four :
1) KAP Purwantono, Sarwoko & Surja afililiasi dengan Ernst & Young
2) KAP Osman Bing Satrio & Eny afiliasi dengan Deloitte Touche Tohmatsu
3) KAP Siddharta & Widjaja afiliasi dengan KPMG
4) KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan afiliasi dengan Price Waterhouse Coopers
35 E. Penelitian Sebelumnya
Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi prediksi peringkat obligasi sudah pernah dilakukan sebelumnya. Rika dkk., (2011:17) melakukan penelitian mengenai faktor akuntansi dan non akuntansi yang mempengaruhi prediksi peringkat obligasi. Penelitian tersebut menggunakan analisis regresi berganda dengan perusahaan keuangan sebagai populasinya. Hasilnya adalah size, profitabilitas, jaminan, dan reputasi auditor secara parsial berpengaruh terhadap prediksi peringkat obligasi.
Kemudian Nurmayanti dan Magreta (2009:11) melakukan penelitian yang menggunakan variabel size, leverage, profitabilitas, jaminan, maturity, dan reputasi auditor dalam memprediksi peringkat obligasi. Pada penelitian ini regresi logistik digunakan sebagai metode analisis. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa hanya profitabilitas dan jaminan yang berpengaruh dalam prediksi peringkat obligasi.
Irma dkk., (2013:7) menggunakan analisis faktor dan analisis regresi logistik dalam penelitian mengenai faktor yang mempengaruhi prediksi peringkat obligasi. Variabel yang diteliti adalah size, likuiditas, jaminan, maturity, dan reputasi auditor. Hasil penelitian dengan analisis faktor menunjukkan bahwa variabel growth, size, likuiditas, dan reputasi auditor merupakan faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi lembaga keuangan bank. Sementara itu variabel secure dan maturity tidak termasuk ke dalam faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi dikarenakan nilai MSA yang tidak memenuhi syarat pengujian. Kemudian dengan menggunakan analisis
regresi logistik ditemukan bahwa hanya ukuran perusahaan yang mempengaruhi prediksi peringkat obligasi.
Penelitian Burton et al. (2000:27) meneliti mengenai faktor yang menentukan credit rating pada industri asuransi di Inggris Raya. Variabel yang dimasukkan dalam penelitian adalah ukuran perusahaan, leverage, dan profitabilitas. Pada penelitian ini Burton et al. (2000:27) menggunakan analisis regresi probit untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi credit rating. Credit rating yang digunakan adalah peringkat yang diterbitkan oleh A.M. Best dan S&P. Untuk credit rating yang diterbitkan oleh A.M. Best, faktor yang berpengaruh adalah likuiditas dan profitabilitas. Sedangkan untuk credit rating yang diterbitkan oleh S&P adalah likuiditas berpengaruh positif signifikan dan leverage berpengaruh negatif signifikan.
Selanjutnya pada penelitian Kors et al. (2012:13) menunjukkan bahwa analisis regresi logistik ordinal memiliki tingkat akurasi yang lebih baik daripada multiple discriminant analysis (MDA) dan analisis regresi probit. Penelitian ini menggunakan data keuangan yang berupa angka absolut seperti penjualan bersih, dan rasio-rasio keuangan. Hasil penelitian menunjukkan Long-term liabilities/total asset, trade payable, dan net profit margin berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi serta Operating income dan return on equity berpengaruh positif terhadap prediksi peringkat obligasi.
Tabel 2.2
Ringkasan Penelitian Sebelumnya
No. Peneliti Metode Variabel Hasil
1. Rika dkk., 2011. Analisis regresi berganda.
Size, leverage, profitabilitas, jaminan, maturity dan reputasi auditor.
Size, profitabilitas, jaminan dan reputasi auditor berpengaruh secara signifikan terhadap peringkat obligasi.
2. Magreta dan
Nurmayanti., 2009.
Analisis regresi logistik. Size, rasio keuangan, jaminan, maturity, dan reputasi auditor.
Profitabilitas dan jaminan dapat digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi.
3. Susilowati dan Sumarto., 2010.
Analisis regresi logistik. Size, rasio keuangan, dan maturity.
Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi.
4. Irma dkk., 2013. Factor analysis dan analisis regresi logistik.
Size, likuiditas, jaminan, maturity, reputasi auditor dan peringkat obligasi.
Hasil dari analisis faktor adalah Size, likuiditas dan
reputasi auditor merupakan faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi. sedangkan hasil dari analisis logistik menunjukkan bahwa size berpengaruh terhadap peringkat obligasi.
5. Burton et al., 2000. Penelitian ini
menggunakan ordered probit model.
Size, likuiditas, leverage, dan profitabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap peringkat obligasi dari A.M. Best. Sedangkan peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh S&P, likuiditas berpengaruh positif signifikan dan leverage berpengaruh negatif signifikan.
Tabel 2.2 (Lanjutan)
No. Judul, Peneliti Metode Variabel Hasil
6. Kors et al., 2012 Multiple Discriminant Analysis (MDA), ordered logistics regression, dan ordered probit regression
Data keuangan (angka absolut dan rasio).
Analisis regresi logistik merupakan model terbaik dari ketiga metode analisis yang digunakan. Long-term liabilities/total asset, trade payable, dan net profit margin berpengaruh negatif terhadap peringkat obligasi. Operating income dan return on equity berpengaruh positif terhadap prediksi peringkat obligasi.
39 F. Kerangka Berpikir
Obligasi merupakan salah satu instrumen keuangan yang diperjualbelikan di pasar modal. Perusahaan maupun pemerintah menerbitkan obligasi sebagai surat tanda kontrak hutang jangka panjang kepada pembeli atau pemilik obligasi (investor). Sebelum membeli obligasi, seorang investor tentunya harus memperhatikan risiko yang terkandung dalam suatu obligasi. Investor dapat menilai risiko obligasi dari peringkatnya. Peringkat obligasi merupakan sebuah pernyataan tentang keadaan pengutang dan kemungkinan apa yang bisa dan akan dilakukan sehubungan dengan utang yang dimiliki.
Peringkat obligasi diberikan oleh agen pemeringkat obligasi (rating agency) yang sudah mendapatkan izin dari Bapepam selaku lembaga pengawas pasar modal. Agen pemeringkat obligasi itu sendiri adalah lembaga independen yang memberikan informasi pemeringkatan skala risiko, dimana salah satunya adalah sekuritas obligasi sebagai petunjuk sejauh mana keamanan suatu obligasi bagi investor. Untuk menilai keamanan suatu obligasi, agen pemeringkat obligasi menilai risiko industri, risiko keuangan dan risiko bisnis yang dihadapi oleh penerbit obligasi.
Penelitian ini hendak menganalisis apakah faktor akuntansi dan faktor non akuntansi dapat memprediksi peringkat obligasi. Faktor akuntansi dalam penelitian ini diwakili oleh ukuran perusahaan, likuiditas perusahaan, leverage perusahaan, profitabilitas perusahaan, dan aktivitas perusahaan. Sedangkan faktor non akuntansi yang digunakan adalah jaminan obligasi, umur obligasi, dan reputasi auditor.
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Perusahaan Menerbitkan Obligasi
Obligasi yang diterbitkan diberi peringkat oleh lembaga pemeringkat obligasi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peringkat Obligasi
Basis Teori: Teori Sinyal
Metode Analisis: Ordinal Regression
Hasil pengujian dan pembahasan
Kesimpulan dan Saran Ukuran perusahaan Leverage perusahaan Profitabilitas perusahaan Jaminan obligasi Umur obligasi Peringkat Obligasi Reputasi auditor
41 G. Keterkaitan Antar Variabel dan Perumusan Hipotesis
Hubungan atau keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen dalam penelitian ini, dapat dijabarkan sebagai berikut: