• Tidak ada hasil yang ditemukan

Research & Daily Content

Dalam dokumen BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG (Halaman 25-39)

Jurnalis mengumpulkan informasi faktual berdasarkan kombinasi logika induktif dan daya tarik otoritas. Sikap keingintahuan dan skeptisme juga penting ditanamkan saat melakukan kerja jurnalistik. Parsigian (dalam Elliot, 2008, pp. 108-109) menjabarkan langkah-langkah ideal dalam melakukan riset jurnalistik yang mengacu pada penelitian ilmu sosial, sebagai

berikut.

1. Membuat pernyataan yang jelas tentang masalah tersebut. 2. Melakukan penelitian pendahuluan tentang masalah

tersebut.

3. Merancang strategi pengumpulan data. 4. Mengumpulkan data.

5. Kode data.

6. Menganalisis data. 7. Menarik kesimpulan. 8. Menulis laporan.

Penulis mengambil contoh uraian kerja magang di Research

& Daily Content untuk program Mata Najwa edisi “PSBB Rasa

Kompromi”. Alurnya dimulai dengan Produser menentukan list topik-topik yang akan diangkat dan data-data pendukung yang perlu diriset lebih lanjut. Kemudian, daftar usulan tersebut disampaikan dalam rapat reguler tim Mata Najwa yang diadakan pada Jumat, 11 September 2020, pukul 10.00 WIB. Namun, sayangnya, dalam edisi “PSBB Rasa Kompromi” ini, penulis dan pemagang lainnya tidak diikutsertakan dalam rapat reguler.

Penulis tidak dapat menjabarkan topik-topik usulan dan berbagai pertimbangan dalam rapat tersebut karena ketidakhadiran dalam rapat. Penulis menilai, edisi tersebut cukup sensitif sehingga hanya melibatkan internal. Singkatnya, topik mengenai PSBB yang kurang ketat akan menjadi agenda Mata Najwa pada Rabu, 16 September 2020. Setelah sepakat akan mengangkat topik tersebut, tim riset khusus program Mata Najwa, yakni Husein, Gita, dan Dewi mulai bergerak menghubungi narasumber, mencari data informasi pendukung, dan melakukan pre-interview dengan calon narasumber, di antaranya Anissa sebagai Karyawan MNC, Junaedi sebagai PJLP TPU Pondok Rangon, Syam selaku Pemulasara Jenazah DKI, dan lainnya. Pre-interview dilakukan tim riset untuk mendapatkan informasi awal, verifikasi data informasi, ataupun untuk melihat apakah informan tersebut cukup vokal untuk tampil

di Mata Najwa. Setelah itu, tim riset akan memberi penugasan riset dan transkrip kepada penulis dan pemagang lainnya.

Pemberian tugas dilakukan melalui grup Whatsapp “Mata

Najwa + Magang” ataupun langsung melalui japri kepada penulis.

Dalam edisi “PSBB Rasa Kompromi”, penulis ditugasi oleh Senior

Researcher, Husein Susilo untuk melakukan beberapa transkrip

demi keperluan data informasi pendukung Mata Najwa.

“Steffani, tolong transkrip ya.”

*mengirimkan rekaman suara pre-interview* *penulis menyelesaikan transkrip dan memberikan hasil salinannya kepada Husein*

“Lanjut transkrip lagi yah. Aku ada pre-int lagi nih.” *mengirimkan rekaman suara pre-interview (2)* “(Namanya) Syam (sebagai) Pemulasara Jenazah DKI. Bagian-bagian yang nggak terkait pre-int di-skip aja yah. Makasih.”

*penulis menyelesaikan transkrip dan memberikan hasil salinannya kepada Husein (2)*

“Https://www.youtube.com/watch?v=jaWwylMrz-8.Tolong transkrip ini yah, dari menit 13:45 sampai 23:00 an.”

*penulis telah menyelesaikan transkrip dan memberikan hasil salinannya kepada Husein (3)*

“Stefff… Tolong hold dulu yg transkrip. Aku minta tolong kamu ketik ulang IG Story orang ini https://www.instagram.com/galihwicaksono / yang cerita dia soal tertular covid. Thx.”

*penulis telah menyelesaikan transkrip dan memberikan hasil salinannya kepada Husein (4)* “Aku lagi pre-interview. Kalau udah nanti kamu transkrip lagi yah…

Steff tolong transkrip ini yak. Galih pasien wisma atlet.”

*penulis telah menyelesaikan transkrip dan memberikan hasil salinannya kepada Husein (5)* “Yah, beginilah. Jam segini (di hari tayang) nambah narsum dadakan. (Sudah) biasa sih, pernah kok jam 4 sore (di hari tayang)* ganti tema.”

*Mata Najwa tayang jam 8 malam.

Gambar 3.4 Penugasan Transkrip di Divisi Research & Daily

Content

Dalam edisi Mata Najwa ini, penulis cukup banyak melakukan transkrip dikarenakan jumlah narasumber dan

interview yang dilakukan tim riset cukup banyak. Transkrip pre-interview sudah dilakukan dari 15 September 2020 sampai di hari

tayang, 16 September 2020, pukul 17.00 WIB. Selain itu, pada edisi ini, ada pula hal-hal tak terduga yang terjadi, seperti penambahan narasumber mendadak. Salah satu narasumber tersebut adalah Galih Wicaksono, pasien covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet. Galih sempat viral di media sosial pada hari tayang Mata

Najwa, 16 September 2020 karena menceritakan pengalaman

dirinya terpapar virus covid-19 sampai akhirnya dibawa dan dikarantina di Wisma Atlet.

Dengan penambahan narasumber pada edisi tersebut, tim riset harus bekerja lebih cepat untuk mengejar waktu tayang. Maka dari itu, setelah Husein selaku Senior Researcher melakukan pre-interview, ia langsung mengirimkan hasil audionya kepada penulis untuk ditranskrip. Penulis harus dapat menyelesaikan hasil salinan secepatnya karena sangat mungkin akan ada penugasan-penugasan lain yang akan diberikan. Melihat alur kerja yang begitu cepat dan sigap, penulis memandang pentingnya ketangkasan dan ketekunan bagi tim riset dalam mengumpulkan data informasi. Penulis dan pemagang lainnya juga turut membantu dan menjalankan peran penting dalam proses pengumpulan data sehingga secara implisit, khususnya dalam kasus penugasan ini, penulis belajar bekerja di bawah tekanan dengan tenggat waktu yang sangat ketat karena harus menyusul penugasan berikutnya dan mengejar waktu tayang.

Dalam melakukan semua transkrip yang ditugaskan, kemampuan menulis juga dilatih. Penulis harus dapat menangkap maksud dari narasumber untuk ditranskrip (salin) dan selanjutnya diserahkan kepada produser dan pembawa acara. Selain itu, penulis

tidak semata-mata menyalin apa yang dikatakan oleh narasumber, tetapi mengubah diksi dan mengefektifkan kalimat agar lebih mudah dipahami. Salah satu contohnya, yaitu saat melakukan transkrip pre-interview Syam, pemulasara jenazah DKI Jakarta. Ia mengatakan,

“Dalam satu hari itu saya bisa angkut jenazah 60 orang. 60 itu kita bagi masukkan ke 1 mobil 4-6 jenazah. Jadi memang pertamanya itu saya terima laporan dari Rumah Sakit, terus dikirimkan peti, dan saya berangkat ke RS. Dari Rumah Sakit saya bawa ke pemakaman, habis itu kembali lagi ke Rumah Sakit dan bolak balik angkut jenazah.”

Menurut penulis, kata-kata tersebut masih sulit dipahami dan terlalu panjang (tidak efektif) sebab merupakan bahasa tutur. Agar salinan pre- interview yang penulis kerjakan ini dapat dipahami oleh produser dan pembawa acara, maka penulis mengubah diksi, mempersingkat, dan memperjelas maksud dari perkataan Syam dengan menunjukkan alur kerja dengan lebih jelas, sebagai berikut.

“Sehari saya bisa mengangkut 60 jenazah. Per 1 mobil berisi 4-5 jenazah. Alurnya, kami semua menerima laporan jenazah dari RS > dikirimkan peti > berangkat ke RS > bawa ke pemakaman > kembali ke RS > bawa ke pemakaman dst. bolak-balik.”

Setelah selesai mentranskrip, penulis juga membaca kembali hasil salinan secara keseluruhan untuk memastikan tulisan dapat dipahami dengan baik.

Contoh lain kerja riset yang penulis lakukan, yaitu

monitoring & tracking capaian kerja Luhut Panjaitan. Materi ini

digunakan sebagai bahan riset Mata Najwa edisi “Pilah-Pilih Urus Pandemi” yang tayang pada 18 November 2020. Dalam

pengerjaannya, Coordinator of Research, Frendy mengarahkan penulis untuk membagi tiga bagian pembahasan: Eksekusi 4 Langkah oleh Luhut Panjaitan dan Doni Monardo, Rekap Data Kasus Perhari sejak Luhut Ditugaskan, dan Tracking Kegiatan Luhut. Agenda yang hendak dibangun dalam riset ini adalah ingin membuktikan kinerja Luhut dalam penanganan covid-19, termasuk apa saja yang telah dilakukannya dan apakah terbukti dengan angka kenaikan atau penurunan kasus per hari di provinsi-provinsi yang ditangani.

Untuk pengumpulan data-data di atas, penulis melakukan riset secara daring dan mengambil informasi dari berbagai sumber kredibel. Sumber kredibel yang dijelaskan tim riset merujuk pada media-media ternama, baik dalam maupun luar negeri, laman resmi, dokumen resmi, media sosial resmi, dan lain-lain. Misalnya, untuk informasi eksekusi empat langkah yang dilakukan Luhut Panjaitan dalam menangani covid, penulis memperoleh informasi dari media lain, yaitu Tempo, Kompas.com, Antaranews, Kontan,

Republika, dan Katadata.

Sebagai contoh, dari dua sumber di bawah ini (lihat gambar 3.6), penulis memetakan hasil riset ke dalam dua bagian, yaitu “Langkah/Strategi” dan “Eksekusi”. “Langkah atau Strategi” adalah tujuan yang ingin dicapai Luhut, sedangkan “Eksekusi” merujuk pada upaya- upaya yang telah Luhut lakukan untuk mencapai strateginya. Kemudian, penulis diarahkan untuk mengelola hasil riset dalam bentuk tabel dan poin agar lebih mudah dibaca dan terfokus.

Gambar 3.5 Hasil Riset Eksekusi Strategi Luhut Panjaitan Tangani Covid

Sumber: Dokumentasi Penulis

Untuk data kasus covid-19, sesuai arahan Frendy, penulis harus mengumpulkan data kasus covid-19 sejak Luhut ditunjuk. Rekap data tersebut dikumpulkan per hari termasuk data kasus positif, kematian, dan sembuh di 9 provinsi tempat Luhut ditugaskan: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, dan Bali. Oleh karena itu, dengan kebutuhan data demikian, penulis sepenuhnya merekap data kasus dari sumber Lapor Covid-19

(https://peta.laporcovid19.org/). Pemilihan sumber Lapor Covid-19 ini didasari oleh pertimbangan penulis dalam hal kelengkapan

data yang sesuai dengan permintaan riset dan tampilan visualisasi yang tidak rumit dan membingungkan agar penulis dapat membaca dan mengumpulkan data dengan baik. Berikut adalah contoh tampilan laman Lapor Covid-19 di provinsi Jawa Barat yang menampilkan angka kasus positif, meninggal, dan sembuh per harinya.

Gambar 3.6 Contoh Data Kasus Covid-19 Per Hari di Jawa Barat

Sumber: Lapor Covid-19

Kemudian, dari tampilan data di atas, penulis melihat data per hari yang letaknya di sebelah kanan bawah dan fokus pada angka kasus positif, kematian, dan sembuh. Setelah itu, penulis memasukkan data-data tersebut ke excel sebagai berikut.

Gambar 3.7 Hasil Riset Rekap Data Kasus Covid Per Hari Sejak Luhut Bertugas

Sementara untuk tracking kegiatan Luhut, cara pengumpulan data yang dilakukan sama seperti pengumpulan data “Strategi” dan “Eksekusi” yang dilakukan Luhut Panjaitan. Penulis mengambil data informasi dari berbagai sumber media lain dan juga media pemerintah https://maritim.go.id/, kemudian diolah dengan menyajikan data per poin, beserta penjelasan detailnya agar memudahkan pembaca untuk langsung menemukan inti informasi. Salah satu poinnya, penulis peroleh informasi dari laman

maritim.go.id dengan informasi lengkap sebagai berikut.

Presiden Perintahkan Menko Luhut Kawal Ketat Penanganan Pandemi di 9 Provinsi Utama

Marves—Jakarta, Presiden Joko Widodo

memerintahkan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan dan Kepala Badan Nasional Pengendalian Bencana (BNPB) Doni Monardo bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk fokus menangani Kasus Covid19 di sembilan Provinsi pada Hari Senin (14-9- 2020). Kesembilan provinsi yang memiliki kontribusi terbesar terhadap total nasional tersebut adalah DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalsel, Sulsel, Bali, Sumut dan ditambah Papua.

Menko Marves yang juga Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional segera mengundang kepala daerah serta pimpinan TNI/Polri di kesembilan provinsi tersebut untuk melakukan rapat koordinasi secara virtual. “Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate dan penurunan mortality

rate,” tegas Menko Luhut. Hadir pula dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menkopolhukam Mahfud

MD., Menko PMK Muhadjir Effendi, Menko

Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Kepala BNPB Doni Monardo. Sementara itu, kepalq daerah yang hadir dalam pertemuan virtual tersebut yakni Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Mengenai perintah presiden untuk berkonsetrasi lebih dahulu kesembilan provinsi tersebut adalah karena kedelapan provinsi itu berkontribusi terhadap 75% dari total kasus atau 68% dari total kasus yang masih aktif. Diluar 8 provinsi tersebut ditambahkan juga Provinsi Papua.

Lebih jauh, Menko Luhut menyebutkan bahwa untuk mencapai tiga sasaran penanganan penularan Covid 19 di kesembilan provinsi utama itu pihaknya telah menyusun tiga strategi.

“Operasi yustisi untuk penegakan disiplin protokol Kesehatan, peningkatan manajemen perawatan pasien Covid19 untuk menurunkan mortality rate dan meningkatkan recovery rate serta penanganan secara spesifik kluster-kluster Covid19 di setiap provinsi,”jelas dia.

“Kita harus melakukan operasi yustisi untuk

menegakkan pelaksanaan protokol kesehatan

maka mau PSBB sampai 10 kali juga kondisi tidak akan segera membaik,”tegasnya kepada para kepada para Kepala Daerah serta pimpinan TNI/Polri di kesembilan provinsi utama yang mengikuti konferensi virtual.

Dalam kesempatan yang sama, kepada para kepala

daerah, Menkopolhukam Mahfud MD

mengingatkan perlunya perubahan Peraturan Gubernur (Pergub), Peraturan Bupati (Perbub) atau Peraturan Walikota (Perwali) menjadi Peraturan Daerah (Perda) agar polisi dapat menerapkan aturan pidana pada operasi yustisi. “Operasi yustisi itu kaitannya dengan penegakan hukum pidana, sementara menurut Undang-Undang (UU) Pergub atau Perbub atau Perwali tidak boleh memuat sanksi Pidana,”jelas dia.

Diapun menyarankan agar para kepala daerah segera memproses perubahan Pergub, Perbub atau Perwali tersebut menjadi Perda ke DPRD. Sementara itu, lanjut Menkopolhukam Mahfud MD, saat ini diseluruh Indonesia hanya 2 Pergub yang telah menjadi Perda. “Tetapi seumpama polisi mau melakukan hukuman pidana itu diluar Pergub masih memungkinkan, misalnya pakai UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular,” saran dia.

Dengan memakai UU tersebut, imbuh

Menkopolhukam, polisi dapat menuntut pelanggar dengan ancaman hukuman pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000.

Sebagai informasi, per hari ini operasi yustisi telah diterapkan secara serentak di kesembilan provinsi. Namun demikian, ada beberapa provinsi yang sebelumnya juga telah menerapkan operasi yustisi untuk menindak tegas pelanggar protokol Covid 19 sebelum keluar perintah Presiden Joko Widodo hari ini. Provinsi tersebut antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara.

Terakhir, Menko Marves Luhut menegaskan dalam dua hari mendatang rapat-rapat teknis dengan semua provinsi akan digelar secara intensif. “Saya minta masing-masing provinsi untuk menajamkan strateginya, harus jelas pembagian tugasnya siapa berbuat apa dan kita deploy semua sumber daya yang kita miliki,” tegas Menko dengan mimik serius. Terpenting, semua pihak terkait harus bekerja sama baik pemerintah pusat maupun daerah. (**)

Bagian teks dalam kotak merah adalah bagian yang penulis ambil untuk dimasukkan dalam data riset tracking kegiatan Luhut. Penulis ringkas dengan mengambil poin inti, sebagai berikut.

Operasi yustisi diterapkan secara serentak di kesembilan provinsi.

Per 14/9/2020, operasi yustisi telah diterapkan secara serentak di sembilan provinsi. Namun demikian, ada beberapa provinsi yang sebelumnya juga telah menerapkan operasi yustisi untuk menindak tegas pelanggar protokol Covid 19 sebelum keluar perintah Presiden Joko Widodo hari ini. Provinsi tersebut antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sumatera Utara.

Gambar 3.8 Hasil Riset Tracking Kegiatan Luhut Panjaitan

Sumber: Dokumentasi Penulis

Setelah semua data terkumpul, hasil riset akan diteruskan ke penanggung jawab atau periset yang memberi penugasan. Dalam kasus ini, yang memberi penugasan adalah Coordinator of

Research Frendy Kurniawan. Tahapan berikutnya, yaitu kode data,

analisis data, penarikan kesimpulan, dan penulisan laporan dilakukan oleh tim internal Narasi.tv dan sayangnya, penulis tidak terlibat sama sekali dalam proses tersebut.

Dalam dokumen BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG (Halaman 25-39)

Dokumen terkait