• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Hasil Temuan

3. Respon Afektif

Respon afektif yaitu pengetahuan yang meliputi segala macam perasaan marah, gembira, sedih, kecewa, senang takut dan lain sebagainya. Pada pengetahuan afektif inilah yang nantinya proses penghayatan terjadi, baik ketika sedang menerima rangsangan maupun setelah menerima rangsangan.

Pada bagian pengetahuan afektif pertanyaan terbagi menjadi tujuh. untuk mengetahui sejauh mana respon siswa SDN Cipayung 1 Ciputat terhadap iklan kejujuran dan es krim, maka terlebih dulu responden diberikan pertanyaan mengenai apakah kamu suka iklan kejujuran dan es krim, karena

untuk mendapatkan respon atau tanggapan yang baik iklan “kejujuran dan es

krim” harus mendapatkan perhatian dari responden, kemudian penerimaan dan tahap berikutnya baru kemudian pengertian lalu tanggapan. untuk mendapat perhatian iklan tersebut harus memiliki daya tarik tertentu terhadap responden.

Untuk mengetahui persentase responden yang menyukai iklan kejujuran dan es krim dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 17

Apakah kamu suka iklan “kejujuran dan es krim”

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sangat Suka 7 14

2. Suka 21 42

3. Kurang Suka 12 24

4. Tidak Suka 10 20

Jumlah 50 100

Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden yang menjawab sangat suka terhadap iklan “kejujuran dan es krim” berjumlah 14% terdiri dari persentase laki-laki 8% dan perempuan 6%, menjawab suka 42% terdiri dari persentase laki-laki 28% dan perempuan 14%, menjawab kurang suka 24% terdiri dari persentase laki-laki 4% dan perempuan 20%, dan persentase responden yang menjawab tidak suka berjumlah 20% terdiri dari persentase laki-laki 8% dan perempuan 12%.

dari hasil temuan pada data tabel di atas diketahui bahwa frekuensi responden perempuan sebagian besar menyatakan tidak suka terhadap iklan kejujuran dan es krim, terlihat pada jumlah persentase perempuan yang menjawab kurang suka sebesar 20% dan tidak suka sebesar 12% sementara persentase perempuan yang menjawab sangat suka sebesar 6% dan suka sebesar 14%, dibandingkan dengan jumlah frekuensi reponden laki-laki yang sebagain besar menyatakan sangat kesukaannya terhadap iklan “kejujuran dan

es krim,” terlihat pada jumlah persentase responden laki-laki yang menyatakan sangat suka sebesar 8% dan suka sebesar 28%.

Berdasarkan hasil temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagain besar responden laki-laki menyatakan suka dan sebaliknya responden perempuan menyatakan tidak suka. kesimpulan tersebut dapat dipahami karena perasaan suka merupakan efek yang muncul karena adanya daya tarik tertentu pada iklan kejujuran dan es krim selaku objek yang diamati. Pada umumnya objek memiliki daya tarik disebabkan karena adanya persesuaian atau keselarasan antara objek dengan responden selaku subjek. Iklan kejujuran dan es krim cenderung menampilkan gambaran perilaku anak laki-laki.

Pertanyaan selanjutnya berkenaan dengan bagaimana perasaan responden setelah menyaksikan iklan kejujuran dan es krim, adapun fungsi dari pada informasi tersebut ialah untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi antara frekuensi responden yang suka iklan tersebut dengan frekuensi responden yang merasa senang dengan iklan tersebut. Untuk dapat mengetahui korelasi tersebut, responden diajukan satu pertanyaan dengan beberapa alternatif jawaban yang dikategorikan melalui perasaan sangat senang hingga tidak senang. Apakah perasaan suka dapat memunculkan perasaan baru berupa sangat senang atau tidak senang. Untuk lebih jelasnya dapat diketahui pada tabel di bawah ini.

Tabel 18

Perasaan siswa setelah menonton iklan “kejujuran dan es krim” No. Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sangat Senang 7 14

2. Senang 16 32

3. Kurang Senang 16 32

4. Tidak Senang 11 22

Jumlah 50 100

Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden yang menjawab sangat senang terhadap iklan “kejujuran dan es

krim” berjumlah 14% terdiri dari persentase laki-laki 8% dan perempuan 6%,

menjawab senang 32% terdiri dari persentase laki-laki 20% dan perempuan 12%, menjawab kurang senang 32% terdiri dari persentase laki-laki 14% dan perempuan 18% dan persentase responden yang menjawab tidak senang berjumlah 22% terdiri persentase laki-laki 6% dan perempuan 16%.

Dari hasil temuan pada data di atas, diketahui bahwa tidak ditemukannya korelasi antara frekuensi responden yang pada pertanyaan sebelumnya menyatakan suka dengan frekuensi responden yang menyatakan senang. Dilihat dari frekuensi responden yang menyatakan kurang senang dan tidak senang lebih besar dibanding frekuensi responden yang menyatakan senang, sehingga dapat disimpulkan sebagian besar responden merasa kurang senang. Dari hasil temuan data observasi yang peneliti dapatkan, diketahui bahwa SDN Cipayung 1 Ciputat memiliki salah satu program pendidikan akhlak yaitu dengan diadakannya kantin kejujuran. melalui program kantin

kejujuran siswa dikondisikan untuk selalu bersikap jujur dalam transaksi maupun berinteraksi dengan lingkungannya karena tidak ada satupun penjaga di kantin tersebut hanya disediakan kotak tempat pembayaran dan kotak pengambilan kembalian, dengan demikian siswa terbiasa untuk bersikap jujur dan secara mental siswa terbentuk untuk mampu membedakan mana haknya dan mana yang bukan haknya, sehingga secara empiris responden mampu memberikan tanggapan yang tepat terkait dengan pertanyaan pada tabel di atas.

Tabel 19

Penilaian siswa terhadap cerita iklan “kejujuran dan es krim” No. Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sangat Bagus 6 12

2. Bagus 21 42

3. Kurang Bagus 11 22

4. Tidak Bagus 12 24

Jumlah 50 100

Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden yang menjawab sangat bagus berjumlah 12% terdiri dari persentase laki-laki 6% dan perempuan 6%, menjawab bagus 42% terdiri dari persentase laki-laki 30% dan perempuan 12%, menjawab kurang bagus 22% terdiri dari persentase laki-laki 6% dan perempuan 16% dan persentase responden yang menjawab tidak bagus berjumlah 24% terdiri dari persentase laki-laki 6% dan perempuan 18%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar

siswa SDN Cipayung 1 Ciputat menilai cerita iklan “kejujuran dan es krim” bagus.

Dari data diatas diketahui bahwa sebagian besar responden yang

menyukai iklan “kejujuran dan es krim” memberikan penilaian yang bagus

terhadap cerita “iklan kejujuran dan eskrim,” penilaian responden disebabkan karena adanya daya tarik iklan yang kemudian menimbulkan perasaan suka dan perasaan suka tersebut yang menjadi latar belakang emosional responden dalam memberikan penilaian yang bagus terhadap iklan tersebut.

Tabel 20

Perasaan siswa ketika melihat perilaku anak ketika membeli es krim dengan uang kembalian belanja yang seharusnya diberikan kepada ibunya

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sangat Suka 2 4

2. Suka 2 4

3. Kurang Suka 6 12

4. Tidak Suka 40 80

Jumlah 50 100

Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden yang menjawab sangat suka berjumlah 4% terdiri dari persentase laki-laki 4% dan perempuan 0%, menjawab suka 4% terdiri dari persentase laki-laki 2% dan perempuan 2%, menjawab kurang suka 12% terdiri dari persentase laki-laki 8% dan perempuan 4%, dan persentase responden yang menjawab tidak suka berjumlah 80% terdiri dari persentase laki-laki 34% dan perempuan 46%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar

siswa SDN Cipayung 1 Ciputat merasa tidak suka terhadap perilaku anak ketika membeli es krim dengan uang kembalian belanja yang seharusnya diberikan kepada ibunya.

Tabel 21

Perasaan siswa jika ketahuan berbohong

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sangat malu 32 64

2. Malu 17 34

3. Biasa Saja 1 2

4. Tidak Malu - -

Jumlah 50 100

Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden yang menjawab sangat malu berjumlah 64% terdiri dari persentase laki-laki 32% dan perempuan 32%, menjawab malu 34% terdiri dari persentase laki-laki 16% dan perempuan 18%, menjawab biasa saja 2% terdiri dari persentase laki-laki 0% dan perempuan 2%, sedangkan persentase pada alternatif jawaban tidak malu adalah 0%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar siswa SDN Cipayung 1 Ciputat merasa sangat malu jika ketahuan berbohong seperti anak berkaos merah pada iklan “kejujuran

Tabel 22

Perasaan siswa setelah mengetahui kebohongan pada akhirnya akan ketahuan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sangat Takut 23 46

2. Takut 23 46

3. Biasa Saja 4 8

4. Tidak Takut - -

Jumlah 50 100

Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden yang menjawab sangat takut berjumlah 46% terdiri dari persentase laki-laki 26% & perempuan 20%, menjawab takut 46% terdiri dari laki-laki 18% & perempuan 28%, menjawab biasa saja 8% terdiri dari persentase laki-laki 4% & perempuan 4% , sedangkan persentase pada alternatif jawaban tidak takut adalah 0%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa SDN Cipayung 1 Ciputat merasa sangat takut untuk berbohong setelah mengetahui jika berbohong pada akhirnya akan ketahuan.

Tabel 23

Siswa yang lebih suka jujur meskipun hal itu pahit dirasakan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase

1. Sangat Suka 24 48

2. Suka 12 24

3. Kurang Suka 12 24

4. Tidak Suka 2 4

Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa persentase responden yang menjawab sangat suka berjumlah 48% terdiri dari persentase laki-laki 26% dan perempuan 22%, menjawab suka 24% terdiri dari persentase laki-laki 8% dan perempuan 16%, menjawab kurang suka 24% terdiri dari persentase laki-laki 12% dan perempuan 12%, dan persentase responden yang menjawab tidak suka berjumlah 4% terdiri dari persentase laki-laki 2% dan perempuan 2%. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa sebagaian besar siswa SDN Cipayung 1 Ciputat mengakui sangat suka jujur meskipun hal itu pahit dirasakan.

69

A. Kesimpulan

berdasarkan pembahasan yang telah Penulis jelaskan pada bab-bab sebelumnya dan dengan didukung oleh analisa data respon siswa SDN Cipayung 1 Ciputat, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Dari hasil temuan data pada respon kognitif telah diperoleh bahwa terdapat keselarasan antara isi pesan yang terkandung dalam iklan “kejujuran dan es krim” dengan respon siswa SDN Cipayung 1 Ciputat, hal ini menunjukkan bahwa responden mampu memahami isi pesan yang terkandung dalam iklan tersebut, hal ini diketahui dari hasil temuan melaui sejumlah pertanyaan yang diberikan terhadap satu kelompok responden, bahwa 96% responden menyatakan setuju jika ingin sesuatu harus berkata jujur. Tingginya respon koginitif responden diduga dari hasil observasi saat penelitian.

2. Dari hasil temuan data pada respon afektif telah diperoleh kesimpulan bahwa siswa SDN Cipayung 1 Ciputat memberikan respon yang postif

terhadap iklan “kejujuran dan es krim”. hal ini ditunjukkan pada sejumlah

penilaian responden terhadap iklan tersebut.

Respon bermula pada adanya perhatian dari siswa terhadap iklan tersebut, perhatian disebabkan karena adanya daya tarik tertentu pada iklan, dengan adanya perhatian maka akan muncul penerimaan baru kemudian pengertian. Respon siswa dinilai positif bermula pada

pernyataan siswa yang menyukai iklan kejujuran dan es krim, perasaan suka muncul karena adanya daya tarik pada iklan berupa cerita iklan yang dinilai bagus oleh sebagian besar siswa.

B. Saran

Iklan layanan masyarakat merupakan ajakan atau himbauan kepada masyarakat untuk melakukan suatu tindakan demi kepentingan umum atau mengubah suatu kebiasaan maupun perilaku masyarakat. Namun prioritas penayangan iklan layanan masyarakat khususnya di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, melalui penelitian Penulis mencoba memberikan saran bagi masyarakat, Instansi, juga Pemerintah.

1. Bagi Masyarakat, Penulis berharap melalui iklan kejujuran dan es krim masyarakat dapat mengetahui berbagai jenis iklan yang salah satunya ialah iklan layanan masyarakat dan memahami fungsi serta pentingnya iklan layanan masyarakat.

2. Bagi Siswa, penulis berharap agar isi pesan yang terkandung pada iklan kejujuran dan es krim mampu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari siswa baik di rumah, sekolah maupun di lingkungan sekitar rumah.

3. Bagi Televisi Edukasi (TVe), Penulis berharap agar TVe tidak hanya sebagai Content Provider (penyedia konten) namun juga memiliki saluran siaran sendiri tanpa harus relay di televisi lain untuk menyiarkan program siaran pendidikan. Penulis juga berharap TVe meningkatkan jumlah produksi iklan layanan masyarakat serta terus berupaya meningkatkan kualitas pesan yang dipadu dengan kemasan iklan maupun strategi periklanan yang menarik, juga memperluas jaringan pada media-media

swasta agar mudah bagi masyarakat mengakses iklan layanan masyarakat produksi TVe.

4. Bagi televisi swasta, Penulis berharap Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tidak lagi hanya sebagai stopper, yang baru akan disiarkan apabila terdapat sisa halaman dari iklan komersil.

72

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen terkait