• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.2.1 Persepsi

Persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang lingkungannya, melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman. Sehinga terbentuk tanggapan yang terjadi pada diri individu dan sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yangdimilikinya.

Maka persepsi masyarakat dapat diukur melalui penglihatan danpendengaran, atensi dan pengetahuan. Hasil penelitian dari persepsi responden terhadap program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba dapat diuraikan sebagai berikut :

Pengetahuan Responden Tentang Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

Berdasarkan data hasil kuesioner yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa seluruh responden yaitu sebanyak 73 orang (100 persen) menyatakan mengetahui tentang program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Hal ini menunjukkan pengetahuan akan adanya program Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba telah diketahui oleh masyarakat Desa Silalahi II. Masyarakat pada umumnya hanya mengetahui mengenai program pembangunan tersebut dari informasi yang diperoleh dari media elektronik.

Tabel 5.8Sumber Informasi Responden Tentang Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba.

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Lembaga Pemerintah 16 21,91

2 Tetangga/Teman 57 78,08

Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Sejak ditetapkannya Danau Toba sebagai Kawasan Strategis pariwisata Nasional melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2016 dan Perpres Nomor 49 Tahun 2016 oleh Presiden Joko Widodo, menunjukkan bahwa pemerintah sedang serius dalam melakukan pembangunan untuk peningkatan dan pertumbuhan ekonomi setiap daerah terlebih lagi pembangunan sektor parawisata. Hal ini sudah seharusnya disosialisasikan langsung kepada setiap masyarakat khususnya daerah yang berpotensi wisata agar mendapatkan respon yang positif dan seluruh masyarakat dapat mengetahui serta paham akan setiap program pembangunan yang dilakukan pemerintah., akan tetapi pada kenyataaannya pemerintah kurang memperhatikan hal tersebut.

Tabel diatas menunjukkan sumber informasi responden tentang program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Sebanyak 57 responden mendapat informasi dari tetangga dan teman dan yang memperoleh informasi dari pemerintah hanya 16 responden. Hal ini menunjukkan bahwa responden kurang memperoleh informasi mengenai program pembangunan tersebut dari lembaga-lembaga pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara, responden sebagian besar belum memperoleh undangan sosialisasi yang resmi dari pihak pemerintahan desa maupun dari pemerintahan kabupaten mengenai pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba di Desa Silalahi II.

Tabel 5.9Pengetahuan Responden Mengenai Tujuan Dari Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Tahu 60 82,19 2 3 Kurang Tahu Tidak Tahu 9 4 12,32 5,47 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Seiring dengan upaya pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah tersebut, tentunya memiliki tujuan memberikan perubahan dan dampak pada masyarakat di pedesaan disekitar Danau Toba. Melalui peningkatan dan optimalisasi sektor pariwisata demi kesejahteraan masyarakat. Tabel diatas menunjukkan bahwa responden yang mengetahui tujuan dari program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba ada sebanyak 60 orang, sehingga dapat disimpulkan secara umum masyarakat telah mengetahui tujuan dari program pembangunan tersebut dan responden mengetahui tujuan dari program itu dari informasi yang diperoleh dari media televisi dan surat kabar.Responden yang tidak mengetahui tujuan dari program tersebut hanya 4 orang dan responden tersebut telah berusia antara 59-63 tahun, sehingga hal ini disebabkan keterbatasan informasi yang diperoleh responden.

Tabel 5.10Pengetahuan Responden Mengenai Adanya Badan Otorita Danau Toba (BODT)

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Tahu 59 80,82

2 Tidak Tahu 14 19,17

Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Danau Toba telah ditetapkan menjadi salah satu dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang diprioritaskan pemerintah untuk dikembangkan. Dalam rangka pengembangan, optimalisasi pengelolaan dan pembangunan Danau Toba sebagai salah satu kawasan strategis pariwisata nasional dan untuk mempercepat pengembangan dan pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba. Dalam hal tersebut Pemerintah telah membentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa responden yang mengetahui adanya Badan Otorita Danau Toba (BODT) sebanyak 59 orang, sementara responden yang tidak mengetahui adanya Badan Otorita Danau Toba (BODT) sebanyak 14 orang. Hal ini menunjukkan bahwa masih adanya masyarakat yang belum memperoleh informasi mengenai Badan Otorita Danau Toba sebagai pihak yang berwenang melaksanakan program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba.

Tabel 5.11Pengetahuan Responden Mengenai Tujuan Dari Badan Otorita Danau Toba (BODT)

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Tahu 17 23,28 2 3 Kurang Tahu Tidak Tahu 37 19 50,68 26,02 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Badan Otorita Danau Toba dibentuk oleh pemerintah dengan tujuan menjadi sebuah badan yang memiliki kewenagan dalam pengembangan, optimalisasi pengelolaan dan pembangunan Danau Toba sebagai salah satu Kawasan StrategisPariwisata Nasional dan untuk mempercepat pengembangan dan pembangunan Kawasan Pariwisata Danau Toba. Pada tabel 5.11, dapat diketahui bahwa jumlah responden yang mengetahui tujuan dari Badan Otorita Danau Toba tersebut, hanya ada sebanyak 17 responden, responden yang kurang mengetahui ada sebanyak 37 responden dan yang tidak mengetahui ada berjumlah 19 responden. Hal ini menunjukkan responden lebih banyak kurang tahu mengenai tujuan dari Badan Otorita Danau Toba tersebut. Sesuai hasil wawancara peneliti dengan beberapa responden, mereka pada umumnya mengatakan tidak mengetahui tujuan dari Badan Otorita Danau Toba tersebut dikarenakan belum adanya sosialisasi resmi dari pihak pemerintah akan hal tersebut.

Tabel 5.12 Pengetahuan Responden Mengenai Program Pembangunan Pariwisata yang Telah Dilaksanakan Pemerintah

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1 2 Tahu Tidak Tahu 39 34 53,42 46,57 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Pembangunan pada sektor pariwisata di Desa Silalahi yang telah dilaksanakan pemerintah masih hanya pada sarana dan prasarana, seperti pembangunan dermaga, pengadaan kapal polisi air, pembangunan jalan dan pembenahan beberapa lokasi wisata di pinggiran Danau Toba. Berdasarkan tabel 5.12, menunjukkan bahwa responden yang menjawab tahu mengenai program pembangunan pariwisata yang telah dilaksanakan oleh pemerintah ada sebanyak 39 responden dan responden yang tidak tahu mengenai program pembangunan pariwisata yang telah dilaksanakan oleh pemerintah ada sebanyak 34 responden. Diantara responden yang menjawab tidak tahu adalah responden yang bekerja sebagai petani. dimana mereka tidak antusias dengan adanya pembangunan pada sektor pariwisata. Dari data tersebut dapat diketahui masyarakat yang lebih banyak telah mengetahui program pembangunan pariwisata yang telah dilaksanakan oleh pemerintah adalah masyarakat yang bekerja disektor pariwisata dan yang memanfaatkan Danau Toba sebagai pekerjaan maupun usaha.

Tabel 5.13Pengetahuan Responden Mengenai Program Pembangunan Pariwisata yang Sedang Dilaksanakan Pemerintah

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1 2 Tahu Tidak Tahu 18 55 24,65 75,34 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Berdasarkan tabel 5.13, menunjukkan bahwa responden mayoritas tidak tahu mengenai program pembangunan pariwisata yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah ada sebanyak 55 responden menjawab tidak tahu. Responden yang menjawab tahu mengenai program pembangunan pariwisata yang sedang dilaksanakan pemerintah ada berjumlah 18 responden. Responden yang bekerja sebagai petani mendominasi untuk responden menjawab tidak tahu mengenai program pembangunan pariwisata yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah tersebut. Sesuai hasil wawancara peneliti dengan beberapa responden, mereka pada umumnya mengatakan tidak mengetahui mengenai program pembangunan pariwisata yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah tersebut dikarenakan belum adanya sosialisasi resmi dari pihak pemerintah dan mereka tidak begitu antusias akan pembangunan pada sektor pariwisata. Mereka menjelaskan dikarenakan pembangunan tersebut belum tentu akan berdampak baik akan sektor pertanian, sehingga masyarakat yang bekerja sebagai petani cenderung apatis dan tidak antusias memperoleh informasi akan pembangunan Kawasan Danau Toba.

Tabel 5.14Pengetahuan Responden Mengenai Program Pembersihan Keramba Jaring Apung Merupakan Salah Satu Upaya Peningkatan Pariwisata Danau Toba No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Tahu 67 91,78 2 3 Kurang Tahu Tidak Tahu 2 4 2,73 5,47 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Pembersihan Keramba Jaring Apung di Kawasan Danau Toba merupakan salah satu program dari Badan Otorita Danau Toba. Hal ini dilaksanakan dengan tujuan pengompimalisasian kualitas air di Danau Toba. Pembersihan KJA ini juga diharapkan nantinya dapat meningkatkan kualitas pariwisata pada Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Berdasarkan tabel 5.14, dapat diketahui bahwa responden yang menjawab tahu adanya program pembersihan Keramba Jaring Apung yang merupakan salah satu upaya peningkatan pariwisata Danau Toba berjumlah 67 responden dan responden yang kurang tahu ada berjumlah 2 responden dan yang tidak tahu ada sebanyak 4 responden.

Dari data tersebut dapat dilihat responden lebih dominan telah mengetahui program pembersihan Keramba Jaring Apung tersebut. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan kepala desa Silalahi II, Buman Pintubatu mengatakan bahwa pihak pemerintah dari Kabupaten Dairi telah melakukan sosialisasi dan penghimbauan akan pelaksanaan pembersihan Keramba Jaring Apung tersebut.

5.2.2 Sikap

Pengukuran yang berikutnya yang berkenaan dengan respon masyarakatterhadap program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba yaitu melalui sikap. Sikap dapat bersikap positif dannegatif, sikap negatif menimbulkan kecenderungan untuk menjauhi, membenci,menghindari atau tidak mengetahui keberadaan suatu objek. Sedangkan sikap positifmemunculkan kecenderungan menyenangi, mendekati, menerima keberadaan objek.Pengukuran suatu sikap terhadap program tersebut melalui beberapa bagian, sepertiyang diuraikan sebagai berikut :

Penilaian Responden Terhadap Penetapan Danau Toba Menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

Danau Toba telah ditetapkan menjadi salah satu dari sepuluh Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang diprioritaskan pemerintah untuk dikembangkan.Pemerintah juga telah membentukBadan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 49 Tahun 2016. Tentu hal ini mendapat penilaian dari masyarakat sebagai salah satu sasaran pembangunan tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti melalui kuesioner, keseluruhan total responden yaitu sebanyak 73 orang (100 persen) menyatakan bahwa penilaian terhadap penetapan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional adalah baik. Secara umum responden memberikan alasannya dikarenakan mereka menilai dengan adanya penetapan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional akan berdampak baik pada peningkatan pariwisata di daerah Silalahi II.

Tanggapan Responden Terhadap Informasi Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari kuesioner, responden secara keseluruhan ada sebanyak 73 orang (100 persen) memberi tanggapan baik terhadap adanya informasi program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Responden memberi tanggapan baik karena responden pada umumnya telah mendapat informasi dari media eletronik mengenai tujuan dari program tersebut dan responden beranggapan ini akan memberi dampak positif bagi pariwisata Danau Toba terkhusus di Desa Silalahi II.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah satu responden yaitu Ibu Roma Sidebang (34 tahun) mengatakan, “Saya telah mendengar informasi mengenai program pembangunan ini dari televisi dan saya rasa ini baik untuk membangun Danau Toba ini, tentunya juga ini akan berdampak baik bagi pariwisata di desa kita ini”.

Tabel 5.15Persetujuan/Penerimaan Responden Mengenai Penetapan Danau Toba Sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Setuju 57 78,08 2 3 Kurang Setujuu Tidak Setuju 9 7 12,32 9,58 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Penetapan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, tentu akan mendapat respon dari masyarakat. Sehubungan dengan adanya penetapan tersebut masyarakat tentu memiliki tanggapan yang berbeda-beda dan sebagian masyarakat tentu setuju akan penetapan tersebut namun ada juga masyarakat tidak setuju dengan penetapan Danau Toba menjada daerah otorita kemudian ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Pada tabel diatas, dapat diketahui responden yang setuju pada penetapan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional ada berjumlah 57 responden.Hal ini menunjukkan responden dominan setuju akan adanya penetapan Danau Toba menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Sesuai alasan responden yang menyatakan setuju pada kuesioner, memberi alasan karena mereka memang membutuhkan pembangunan pariwisata ini harus dilaksanakan demi mendorong perbaikan kualitas pariwisata Danau Toba dan kebersihan pada danau tersebut.

Responden yang menyatakan tidak setuju ada 7 responden diantaranya, 5 orang bekerja sebagai petani dan 2 orang sebagai pegawai swasta. Responden memberikan alasan tidak setuju karena pembangunan ini hanya menguntungkan pemiliki modal dan pengusaha hotel maupun penginapan.

Tabel 5.16Penilaian Responden Terhadap Pelaksanaan Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1 2 Baik Kurang Baik 59 14 80,82 19,17 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Penilaian responden dalam hal ini merupakan pengetahuan atau informasi yang dimiliki masyarakat terhadappelaksanaan program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Dari pengetahuan tersebut kemudian akan terbentuk suatu keyakinantentang bagaimana menilai program tersebut. Pada tabel 5.16, responden yang memberi penilaian baik terhadap pelaksanaan program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba ada sebanyak 59 responden.Responden memberikan alasan karena mereka beranggapan dengan adanya pembangunan tersebut akan memberi dampak baik bagi masyarakat dan pariwisata Danau Toba itu sendiri. Sesuai hasil wawancara peneliti dengan Destri Silalahi (24 tahun), dia mengatakan, “sejauh ini penilaian saya akan pelaksanaan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba baik, karena ini nantinnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat desa ini lewat pariwisata dan hasil perdagangan masyarakat”.

Tabel 5.17Penilaian Responden Terhadap Kesesuaian Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba dengan Harapan Masyarakat No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sesuai 51 69,86 2 3 Kurang Sesuai Tidak Sesuai 16 6 21,91 8,21 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Penilaian responden dalam hal ini yang dimaksud yaitu penilaian terhadap kesesuaian antara program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba dengan harapan masyarakat. Dimana masyarakat sebagai sasaran dari pembangunan tersebut memiliki harapan akan dampak dari pembangunan tersebut. Berdasarkan tabel 5.17, dapat diketahui responden yang memberi penilaian sesuai antara program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba dengan harapan masyarakat ada sebanyak 51 responden.

Sesuai data dari kuesioner, responden yang memberi penilaian tidak sesuai yaitu ada 6 responden yang berprofesi sebagai petani. Responden tersebut memberi alasan karena pembangunan pada sektor pariwisata tidak akan memberi dampak baik pada peningkatan pendapatan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga responden tersebut menyatakan program tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Tabel 5.18Tanggapan Responden Mengenai Kelanjutan Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Baik 59 80,82 2 3 Kurang Baik Tidak Baik 9 5 12,32 6,84 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Berdasarkan tabel 5.18, menunjukkan tanggapan responden mengenai kelanjutan program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Responden yang memberi jawaban baik akan kelanjutan program pembangunan tersebut ada sebanyak 59 orang.Hal ini menunjukkan masyarakat pada umumnya mendukung keberlanjutan program pembangunan ini dan tidak menolak adanya pembangunan pariwisata di Kawasan Danau Toba.

Dari hasil wawancara dengan salah seorang responden yaitu Bapak Rustam Pintubatu (38 tahun), beliau mengatakan, “saya tidak menolak adanya program pembangunan pariwisata ini karena ini tentunya akan mendatang wisatawan lebih banyak ke daerah kita dan untuk keberlanjutannya saya mendukung dan berharap ini nantinya tidak menguntung pihak investor saja

5.2.3 Partisipasi

Partisipasi dalam program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba juga perlu dikaji. Partisipasi adalahketerlibatan masyarakat secara aktif dalam seluruh tahapan pembangunan, sejak tahapsosialisasi, persiapan, perencanaan dan pengevaluasian. Pendekatanpartisipasi bertumpu pada kekuatan masyarakat untuk secara aktif berperan serta (ikutserta) dalam proses pembangunan secara menyeluruh.Partisipasi terhadap program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba dapat diukur melalui menikmati,melaksanakan, memelihara, menilai, frekuensi dan kualitasnya. Mengukur partisipasi dalam program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba ini dimaksudkan untuk mempermudah mengetahui responmasyarakat melalui penyebaran kuesioner kepada responden.Hasil penelitian dari partisipasi responden terhadap program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba dapatdiuraikan sebagai berikut:

Tabel 5.19Keikutsertaan Masyarakat Dalam Mengikuti Sosialisasi Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Pernah 8 10,95 2 3 Kadang-kadang Tidak Pernah 13 36 17,80 49,31 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Keikutsertaan responden dalam mengikuti sosialisasi program, menjadi salah satu indikator dalam mengukur partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan, mulai dari perencanaan maupun persiapan, terkhusus dalam sosialisasi program tersebut. Pada tabel 5.19, menunjukkan keikutsertaan masyarakat dalam mengikuti sosialisasi program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Responden yang menjawab pernah mengikuti sosialisasi hanya 8 orang dan responden yang tidak pernah mengikuti sosialisasi sebanyak 36 orang.

Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa responden lebih banyak tidak pernah ikutserta dalam sosialisasi program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Dari hasil kuesioner, responden memberi alasan tidak pernah ikutserta karena belum mendapat undangan atau himbauan resmi untuk sosialisasi program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba dari pihak pemerintah atau pelaksana program pembangunan tersebut.

Tabel 5.20Keikutsertaan Masyarakat Dalam Musyawarah Mengenai Pembangunan Pariwisata yang Telah Dilaksanakan

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Pernah 19 26,02 2 3 Kurang Kadang-kadang Tidak Pernah 18 36 24,65 49,31 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Berdasarkan tabel 5.20, dapat diketahui keikutsertaan responden dalam musyawarah mengenai pembangunan pariwisata yang telah dilaksanakan. Responden yang menjawab pernah ikut dalam musyawarah tersebut ada berjumlah 19 responden, dan responden yang menjawab tidak pernah ikutserta ada sebanyak 36 responden.

Hal ini menunjukkan responden paling banyak tidak pernah ikutserta dalam musyawarah mengenai pembangunan pariwisata tersebut.Pembangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya cenderung hanya melibatkan perangkat desa dan pihak-pihak dari pemerintahan. Berdasarkan hasil kuesioner penelitian, alasan yang diberikan responden pada kuesioner, dapat disimpulkan pada umumnya responden jarang dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan pariwisata yang telah dilaksanakan sebelumnya. Hal tersebut disebabkan pihak pelaksana cenderung tertutup dan hanya melibatkan petugas desa/perangkat desa serta pihak pemerintahan.

Tabel 5.21Keterlibatan Responden Dalam Perencanaan Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%) 1 2 Terlibat Tidak Terlibat 2 71 2,73 97,26 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan, mulai dari perencanaan, persiapan dan pelaksanaan, dimana masyarakat harus terlibat dalam perencanaan. Hal ini menjadi indikator dalam meilhat tingkat partisapasi responden dalam perencanaan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba.Berdasarkan tabel 5.12, menunjukkan keterlibatan responden dalam perencanaan program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Responden yang menjawab pernah terlibat dalam perencanaan program tersebuthanya ada 2 responden dan yang menjawab tidak terlibat ada sebanyak 71 responden. Dari data tersebut dapat diketahui responden mayoritas tidak dilibatkan dalam perencanaan program tersebut. Responden yang terlibat tersebut hanya ada 2 orang dan mereka adalah yang bertugas sebagai perangkat desa Silalahi II. Sehingga dapat disimpulkan, pembangunan ini sangat minim keterlibatan masyarakat. Pemerintah dan pihak pelaksana cenderung tertutup pada masyarakat dan hanya melibatkan perangkat desa.

Keterlibatan Responden Dalam Pelaksanaan Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari kuesioner, responden secara keseluruhan ada sebanyak 73 orang (100 persen) menjawab tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Secara umum, responden memberi alasan karena sampai memang sejauh ini belum pernah dilibatkan partisipasi masyarakat setempat dalam pelaksanaan pembangunan tersebut.Dari hasil wawancara dengan Bapak Wilmar Silalahi (37 tahun), mengatakan “saya belum pernah mendapat undangan untuk musyawarah desa mengenai program tersebut dan saya tidak pernah ikut dalam melaksanakannya sampai sejauh ini, untuk kedepannya saya belum tahu dalam pelaksanaannya masyarakat akan dilibatkan atau tidak”.

Pendekatan partisipasi bertumpu pada kekuatan masyarakat untuk secara aktif berperan serta dalam proses pembangunan secara menyeluruh. Partisipasi dan keikutsertaan para pelaku dalam masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan ini akan membawa manfaat dan menciptakan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. (Walgito, 2000:68). Berdasarkan teori tersebut, dapat disimpulkan pembangunan tersebut tidak akan membawa manfaat dan tidak menciptakan pertumbuhan ekonomi secara signifikan di desa Silalahi II, dikarenakan minimnya partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam proses pelaksanaan pembangunan tersebut.

Tabel 5.22Tanggapan Responden Mengenai Manfaat Dari Pelaksanaan Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Menikmati 10 13,69 2 3 Kurang Menikmati Tidak Menikmati 43 20 58,90 27,39 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau toba, diharapkan memberi manfaat kepada masyarakat dari sektor pariwisata. Responden pada hal ini memberi tanggapan atas manfaat yang dirasakan dan manfaat yang dinikmati masyarakat. Menikmati yang dimaksud yaitu masyarakat berperan serta dalam menikmati hasil dari pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat tanggapan responden terhadap manfaat dari pelaksanaan program pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Responden dengan jawaban menikmati manfaat dari program pembangunan tersebut ada berjumlah 10 responden, yang kurang menikmati ada sebanyak 43 orang dan responden yang tidak menikmati manfaat dari program pembangunan tersebut ada berjumlah 20 orang. Hal ini menunjukkan masyarakat lebih banyak belum merasakan dan menikmati manfaat dari pembangunan tersebut. Beberapa alasan yang diberikan yaitu dikarenakan pembangunan tersebut belum selesai dan tidak langsung dirasakan dampak baiknya terhadap seluruh kalangan masyarakat. Selain hal tersebut, masyarakat masih mayoritas bertani dan berfokus pada sektor pertanian bukan pariwisata.

Tabel 5.23Tanggapan Responden Mengenai Keseluruhan Pelaksanaan Program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba Desa Silalahi II No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Baik 27 36,98 2 3 Kurang Baik Tidak Baik 38 8 52,05 10,95 Total 73 100

Sumber : Kuesioner Penelitian, 2017

Pada tabel 5.23, menunjukkan tanggapan responden mengenai keseluruhan pelaksanaan program Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Danau Toba. Dalam hal ini yang menjadi indikator yaitu kualitas, kualitas yang dimaksud adalah keterlibatan masyarakat dalam berperan serta melaksanakan program

Dokumen terkait