• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN

4.6. Profil Informan

4.7.6 Respon Petugas Kesehatan Terhadap Peserta Jamkesmas

Petugas kesehatan yang memberikan pelayanan melaksanakan tugasnya sesuai yang diharapkan peserta Jamkesmas. Ini terbukti tidak hanya dari jawaban petugas kesehatan akan tetapi, juga jawaban dari para informan. Terkadang peserta Jamkesmas tidak membawa kartu jamkesmas, tetapi tetap juga dilayani. Kebanyakan peserta Jamkesmas malah sering tidak membawa kartu Jamkesmas setiap- kali melakukan pengobatan. Pemberian pelayanan mulai dari datangnya peserta Jamkesmas untuk berobat, pemeriksaan/diagnosis, pemberian obat hingga mendengar keluhan-keluhan yang dialami pasien peserta Jamkesmas semua dilayani dan ditanggapi guna memenuhi kepuasan layanan oleh tenaga kesehatan terhadap peserta Jamkesmas.

Petugas kesehatan tidak mendengar adanya keluhan terhadap pelayanan yang diberikan. Semua berjalan sesuai dengan pedoman pelaksanaan program Jamkesmas. Dengan adanya program Jamkesmas membuat masyarakat rajin berobat atau bahkan dengan sakit seringan apapun membuat masyarakat memilih berobat ke puskesmas. Dari daerah yang cukup jauh untuk jangkauan pengobatan yaitu ke puskesmas atau ke puskesmas pembantu tidak menjadikan peserta jamkesmas untuk berhenti padahal hanya dalam kondisi sakit ringan. Program Jamkesmas sangat membantu terhadap masyarakat guna peningkatan derajat kesehatannya khususnya masyarakat yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Limbong.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Setelah penulis menguraikan serta membahas semua analisis data dan fakta yang diperoleh, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Respon masyarakat terhadap program Jamkesmas dilihat dari pengetahuan dan pemahaman terhadap program Jamkesmas. Informan tidak mengetahuinya dan bahkan tidak mengetahui tujuan dan sasaran dari program Jamkesmas. Informan hanya mengetahui Jamkesmas sebatas bahwa program Jamkesmas itu untuk pengobatan bebas biaya dari berobat. Dalam hal ini kurangnya sosialisasi baik langsung maupun tidak langsung dari pihak program Jamkesmas terhadap peserta Jamkesmas.

2. Respon masyarakat terhadap pelaksanaan program Jamkesmas yang dilaksanakan di puskesmas Limbong, dari semua jawaban informan yang telah dikumpulkan penulis dan sudah ditelaah penulis maka, semua informan menyetujui program Jamkesmas. Baik dari sarana dan prasarana, fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas, serta pelayanan yang diberikan oleh pihak petugas kesehatan, informan memberikan respon yang positif dan berharap program Jamkesmas tetap dilanjutkan.

3. Berdasarkan temuan data yang diperoleh peneliti dari lapangan terhadap peserta Jamkesmas bahwasana peserta Jamkesmas sudah tepat sasaran berdasar kepersertaan dan juga membantu masyarakat Limbong.

5.2 Saran

Setelah mengemukakan pembahasan, analisa, dan kesimpulan maka berdasarkan saran-saran yang disampaikan oleh informan dan penulis dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Bagi puskesmas agar tetap mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan pelayanan kesehatannya, baik dari segi fasilitas maupun pelayanan medis

2. Hendaknya pihak instansi terkait mensosialisasikan Jamkesmas kepada masyarakat luas khususnya, bagi masyarakat yang lebih membutuhkan.

3. Hendaknya pihak instansi terkait khususnya pemerintah daerah mendata ulang kembali masyarakat yang lebih layak membutuhkan program Jamkesmas.

4. Hendaknya masyarakat yang menjadi peserta Jamkesmas mematuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah mengenai Jamkesmas dan menggunakan Jamkesmas sebaik mungkin.

5. Hendaknya masyarakat yang menjadi peserta Jamkesmas menjadi sumber informasi bagi masyarakat lain yang lebih membutuhkan program Jamkesmas tetapi belum mendapat program Jamkesmas.

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito, Wiku. 2007. Sistem Kesehatan. Jakarta: PT RajaGrafindo.

Ali Ghufron Mukti dan Moertjahjo. 2008. Sistem Jaminan Kesehatan : konsep Desentralisasi Terintegrasi. Yogyakarta: Fakultas kedokteran UGM

Azwar. Azrul. 1995. Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan.

Hagul, Peter. 1992. Pembangunan Desa dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Jakarta: Rajawali

Hudayani, Dayakisni. 2003. Psikologi Sosial. Malang: UMM Press

Husaini usman dan Purnomo Setiady Akbar. 2009. Metodologi Penelitian Sosial (edisi kedua). Penerbit bumi aksara

Keputusan Menteri Kesehatan No. 125/Menkes/SK/2/2008 Tentang Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat 2008

Koentjaraningrat dan A.A.Loedin. 1995. Sosiologi kesehatan. Jakarta: UI Press. Mafruhah. Izza. 2009. Multidimensi Kemiskinan. Surakarta. Lembaga

Pengembangan Pendidikan UNS (UNS Press)

Maleong,Lexy.2002. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja

Maramis. Willy. F. 2006. Ilmu Perilaku dalam Pelayanan Kesehatan. Surabaya : Airlangga Universitas Press

Mujaham, Fauzi. 1985. Ilmu-ilmu Sosial dalam Pembangunan Kesehatan. Jakarta: PT RajaGrafindo

Ritzer,George.penyadur Alimandan. 1992. Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda. Jakarta. Rajawali Pers

Soekanto, soerjono. 2000. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT Rajagrafindo Soetomo. 2008. Masalah Sosial dan Upaya Pemecahannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sudarman. Momon. 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika Straus, Anselm dan Corbin Juliet. 2003. Dasar-dasar Penelitian Kualitatif.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Internet: Jaskesmas,2008 Jpkm,2007 id=53 & itemid=89.di akses 5 desember 2009

Kebijakan kesehatan, 2008

http://www.kebijakan kesehatan.co.cc/2008/II/50-desa-di-Indonesia.telah- menjadi-desa-html. Di akses 19 desember 2009

Keperawatan,2009

http://keperawatankomunitas.blogspot.com/2009/11/sosialisasi-progran- Jamkesmas-tahun.html. di akses 19 desember 2009

Toba Samosir.2008 diakses 28 April 2010 Pengelolaan Jamkesmas http://www.tvone.co.id/berita/view/27107/2009/11/08/sistem_pengelolaan_ja mkesmas_akan_dialihkan

Diakses Kamis 22 April 2010

Diakses Kamis 22 April 2010 Produk askes jamkesmas

http://www.ptaskes.com/content.php?read=askesjamkesmas Diakses Selasa 11 Mei 2010

Interview guide

RESPON MASYARAKAT TERHADAP JAMKESMAS SEBAGAI UPAYA PELAYANAN KESEHATAN

A. Profil informan Nama ; Umur : Jenis kelamin : Pendidikan : Pekerjaan : Penghasilan perbulan :

B. Pengetahuan dan pemahaman informan terhadap program Jamkesmas

1. Apakah saudara/i mengetahui kenapa saudara/i menerima program Jamkesmas ini? 2.Apakah saudara/i mengerti apa yang dimaksud dengan program Jamkesmas? 3. Apakah saudara/i mengetahui tujuan dan sasaran dari program Jamkesmas? 4. Bagaimana respon saudara/i setelah mengetahui adanya program Jamkesmas

diselenggarakan pemerintah di puskesmas?

5. Bagaimana tanggapan saudara/i setelah mengetahui bahwa saudara/i didaftarkan menjadi peserta Jamkesmas?

6.Bagaimana respon saudara/i terhadap pelaksanaan program Jamkesmas yang diselenggarakan pemerintah di puskesmas?

7. Sudah sejak kapankah saudara/i menerima program Jamkesmas?

8. Apakah saudara/i selalu menggunakan Jamkesmas tersebut saudara berobat? 9. Apakah program Jamkesmas ini bermanfaat bagi saudara/i?

C. Respon masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan petugas kesehatan

1. Menurut saudara/i, apakah program Jamkesmas ini bermanfaat bagi

saudara/keluarga?

2. Apakah saudara setiap kali berobat apabila sakit selalu menggunakan kartu

Jamkesmas?

3. Apakah saudara/i setuju dengan adanya program Jamkesmas?

4. Apakah saudara/i puas atas pelayanan yang diberikan puskesmas dengan memakai kartu jamkesmas?

5. Bagaimana menurut saudara/i tentang kinerja Jamkesmas, apakah sudah cukup

memadai?

6. apakah puskesmas memberikan pelayanan yang baik (fasilitas kesehatan) terhadap saudara/i saat berobat menggunakan Jamkesmas?

7. Bila ada anggota keluarga sakit, saudara membawa kemana?

9. Bagaimana pendapat saudara/i tentang sarana dan prasarana yang tersedia dalam pelayanan?

10. Bagaimana pendapat saudar/i tentang kesopanan dan keramahan dari petugas

kesehatan dalam memberikan pelayanan?

11. Apakah saudara/i selama ini pernah mengeluh tentang pelayanan yang diberikan?

12. Apakah saudara/i pernah berobat ke puskesmas tidak menggunakan kartu

Jamkesmas?

13. Adakah saudara/i merasakan adanya perbedaan pelayanan apabila memakai kartu Jamkesmas dengan tidak memakai kartu Jamkesmas?

14. Bagaimana pendapat saudara/i tentang ketepatan atau kejelasan palaksanaan waktu pelayanan?

15. Apakah saudara/i memang membutuhkan program Jamkesmas?

D. Respon masyarakat terhadap Program Jamkesmas

1. Apakah Program Jamkesmas di Puskesmas Limbong membantu dalam hal

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat?

2. Apakah menurut saudara/i program Jamkesmas perlu dilanjutkan?

3. Apakah saudara/i memanfaatkan pelayanan kesehatan Program Jamkesmas?

E. Respon petugas kesehatan terhadap peserta Jamkesmas

1.Nama :

3. Pendidikan :

4. Pekerjaan :

Daftar pertanyaan ;

5. Bagaimana menurut saudara/i respon masyarakat terhadap program Jamkesmas? 6. Apakah masih ada masyarakat pengguna kartu Jamkesmas akan tetapi tidak

menggunakan fasilitas tersebut?

7. Apakah menurut saudara/i program Jamkesmas ini membantu untuk peningkatan kesehatan masyarakat?

8. Apakah ada keluhan dari masyarakat mengenai pelayanan yang diberikan? 9. Apakah menurut saudara/i kinerja program Jamkesmas ini sudah tepat sasaran?

LAMPIRAN

LANDASAN HUKUM JAMKESMAS

Pelaksanaan program Jamkesmas berdasarkan pada :

1. Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapat lingkungan yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Pasal 34 mengamanatkan ayat (1) bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara, sedangkan ayat (3) bahwa negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas umum yang layak.

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495) 3. Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286)

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 No. 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355)

5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400)

6. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Tahun 2004 No. 116, Tambahan Lembaran Negara No. 4431)

7. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara No. 4548)

8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637)

9. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008 (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4778

10. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1996 No.49, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3637)

11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antar Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi, Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737)

12. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2007 No.89, Tambahan Lembaran Negara No. 4741)

13. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden No. 94 Tahun 2006

14. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1575/Menkes/Per/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan(Departemen Kesehatan RI, dalam Pedoman Pelaksanaan Jamkesmas, 2008)

TATA LAKSANA KEPERSERTAAN JAMKESMAS

1. Peserta Program JAMKESMAS adalah setiap orang miskin dan tidak mampu selanjutnya disebut peserta JAMKESMAS, yang terdaftar dan memiliki kartu dan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan.

2. Jumlah sasaran peserta Program JAMKESMAS tahun 2008 sebesar 19,1 juta Rumah Tangga Miskin (RTM) atau sekitar 76,4 juta jiwa bersumber dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 yang dijadikan dasar penetapan jumlah sasaran peserta secara Nasional oleh Menteri Kesehatan RI (Menkes). Berdasarkan Jumlah Sasaran Nasional tersebut Menkes membagi alokasi sasaran kuota Kabupaten/Kota. Jumlah sasaran peserta (kuota) masing-masing Kabupaten/Kota sebagai mana terlampir.

3. Berdasarkan Kuota Kabupaten/kota sebagaimana butir 2 diatas, Bupati/Walikota menetapkan peserta JAMKESMAS Kabupaten/Kota dalam satuan jiwa berisi nomor, nama dan alamat peserta dalam bentuk Keputusan Bupati/Walikota. Apabila jumlah peserta JAMKESMAS yang ditetapkan Bupati/Walikota melebihi dari jumlah kuota yang telah ditentukan, maka menjadi tanggung jawab Pemda setempat.

4. Bagi Kabupaten/kota yang telah menetapkan peserta JAMKESMAS lengkap dengan nama dan alamat peserta serta jumlah peserta JAMKESMAS yang sesuai dengan kuota, segera dikirim daftar tersebut dalam bentuk dokumen elektronik (soft copy) dan dokumen cetak (hard copy) kepada :

a. PT Askes (Persero) setempat untuk segera diterbitkan dan di distribusikan kartu ke peserta, sebagai bahan analisis dan pelaporan.

b. Rumah sakit setempat untuk digunakan sebagai data peserta JAMKESMAS yang dapat dilayani di Rumah Sakit, bahan pembinaan, monitoring dan evaluasi, pelaporan dan sekaligus sebagai bahan analisis.

c. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Tim Pengelola JAMKESMAS Kabupaten/Kota setempat sebagai bahan pembinaan, monitoring dan evaluasi, pelaporan dan bahan analisis.

d. Dinas Kesehatan Propinsi atau Tim Pengelola JAMKESMAS Propinsi setempat sebagai bahan kompilasi kepesertaan, pembinaan, monitoring, evaluasi, analisis, pelaporan serta pengawasan.

e. Departemen Kesehatan RI, sebagai database kepesertaan nasional, bahan dasar verifikasi Tim Pengelola Pusat, pembayaran klaim Rumah Sakit, pembinaan, monitoring, evaluasi, analisis, pelaporan serta pengawasan.

5. Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah menetapkan jumlah dan nama masyarakat miskin (no, nama dan alamat), selama proses penerbitan distribusi kartu belum selesai, kartu peserta lama atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) masih berlaku sepanjang yang bersangkutan ada dalam daftar masyarakat miskin yang ditetapkan oleh Bupati/Walikota.

6. Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota yang belum menetapkan jumlah, nama dan alamat masyarakat miskin secara lengkap diberikan waktu sampai dengan akhir Juni 2008. Sementara menunggu surat keputusan tersebut sampai dengan penerbitan dan pendistribusian kartu peserta, maka kartu peserta lama atau SKTM masih diberlakukan. Apabila sampai batas waktu tersebut pemerintah Kabupaten/Kota belum dapat menetapkan sasaran masyarakat miskinnya, maka terhitung 1 Juli 2008 pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat miskin di wilayah tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

7. Pada tahun 2008 dilakukan penerbitan kartu peserta JAMKESMAS baru yang pencetakan blanko, entry data, penerbitan dan distribusi kartu sampai ke peserta menjadi tanggungjawab PT Askes (Persero).

8. Setelah peserta menerima kartu baru maka kartu lama yang diterbitkan sebelum tahun 2008, dinyatakan tidak berlaku lagi meskipun tidak dilakukan penarikan kartu dari peserta.

9. Bagi masyarakat miskin yang tidak mempunyai kartu identitas seperti gelandangan, pengemis, anak terlantar, yang karena sesuatu hal tidak terdaftar dalam Surat Keputusan Bupati/walikota, akan dikoordinasikan oleh PT Askes (Persero) dengan Dinas Sosial setempat untuk diberikan kartunya.

10. Bagi bayi yang terlahir dari keluarga peserta JAMKESMAS langsung menjadi peserta baru sebaliknya bagi peserta yang meninggal dunia langsung hilang hak kepesertaannya (Departemen Kesehatan RI, dalam Pedoman Pelaksanan Jamkesmas, 2008)

STRUKTUR ORGANISASI JAMKESMAS PT.ASKESPUSAT REGIONAL CABANG AAM DEPKES TIM PENGELOLA PENGARAH KETUA SEKRETARIS PELAKSANA DIKNKES PROP TIM PENGELOLA DINKES KAB/KOTA TIM PENGELOLA PUSKESMAS RUMAH SAKIT PPATRS VERIFIKATOR INDEPENDENT TIM KOORD PUSAT

TIM KOORD PROP

TIM KOORD KAB/KOTA

Dokumen terkait