• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Profil Responden

2. Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Identitas responden berdasarkan jenis pekerjan pada penelitian ini ditabulasikan sebagai berikut:

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

Petani 4 13,3

Wiraswasta 14 46,7

Lainnya 12 40

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui jenis pekerjaan responden yang paling dominan pada penelitian ini adalah wiraswasta sebanyak 14 orang atau 46,7%, lainnya sebanyak 12 orang atau 40%, dan jenis pekerjaan petani yaitu sebanyak 4 orang atau 13,3% dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 orang.

3. Responden Berdasarkan Lama Menjadi Anggota

Identitas responden berdasarkan lama menjadi anggota Koperasi Bangkit Makmur pada penelitian ini ditabulasikan sebagai berikut:

Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Berdasarkan Lama Menjadi Anggota Lama Jadi Anggota Frekuensi Persentase (%)

< 1 tahun 5 16,7

1-2 tahun 13 43,3

>2 tahun 12 40

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa yang telah menjadi anggota selama 1 sampai 2 tahun yaitu sebanyak 13 orang atau 43,3%, yang menjadi anggota selama lebih dari 2 tahun yaitu sebanyak 12 orang atau 40%, dan yang menjadi anggota kurang dari 1 tahun yaitu sebanyak 5 orang atau 16,7% dari keseluruhan responden sebanyak 30 orang.

C. Analisis Deskriptif 1. Kualitas Pelayanan

Kualitas pelayanan dijelaskan sebagai suatu bentuk penilaian nasabah terhadap pelayanan yang diterima dengan tingkat layanan yang diharapkan. Dengan kata lain kualitas pelayanan dapat diketahui dengan

cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata mereka terima dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan terhadap pelayanan suatu perusahaan.

Berikut ini tanggapan responden mengenai kualitas pelayanan Anggota Koperasi Bangkit Makmur.

a. Bukti Langsung

Bukti langsung merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal yang meliputi fasilitas gedung, perlengkapan, penampilan pegawai serta sarana komunikasi.

1) Gedung yang dimiliki BMT lebih memadai dibandingkan gedung koperasi.

Berdasarkan tabel 4.4 dapat dijelaskan bahwa kepuasan anggota Koperasi sangat dipengaruhi oleh kondisi gedung. Dimana anggota Koperasi sangat setuju dikatakan bila kondisi gedung BMT lebih memadai dari gedung yang dimiliki Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% atau sebanyak 10 orang dari keseluruhan responden yang memilih sangat setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keadaan gedung sangat mempengaruhi anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.4

Kondisi Gedung BMT lebih memadai dari Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 6 20

3 Cukup Setuju 8 26,7

4 Setuju 6 20

5 Sangat Setuju 10 33,3

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

2) Fasilitas yang dimiliki BMT lebih lengkap dari Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa kepuasan anggota Koperasi dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% dari keseluruhan tanggapan responden menyatakan sangat setuju terhadap pernyataan bahwa kelengkapan fasilitas BMT lebih lengkap dari Koperasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelengkapan fasilitas sangat berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.5

Fasilitas BMT lebih lengkap dari Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

3) Penampilan petugas BMT lebih menarik dari petugas Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.6 dapat dijelaskan bahwa kepuasan anggota Koperasi dipengaruhi oleh penampilan karyawan. Hal ini dibuktikan dengan angka 26,7% dari keseluruhan responden yang menyatakan setuju dan cukup setuju, dimana dalam pernyataan ini

jumlah responden yang memilih setuju dan cukup setuju itu sama yaitu sama-sama 8 orang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penampilan dari karyawan berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.6

Penampilan petugas BMT lebih menarik dari petugas Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 7 23,3

3 Cukup Setuju 8 26,7

4 Setuju 8 26,7

5 Sangat Setuju 7 23,3

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

b. Keandalan

Keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.

Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketetapan waktu,keandalan dalam penanganan masalah nasabah, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, dan memberikan pelayanan dengan tepat dan benar sesuai dengann prosedur yang telah ditetapkan.

1) Pelayanan jasa yang diberikan BMT lebih tepat dan cepat dibanding Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.7 dapat dijelaskan bahwa pelayanan jasa yang diberikan berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi, sehingga anggota Koperasi lebih memilih meminjam ke BMT. Hal

ini dapat dibuktikan dengan angka sebesar 30% dari seluruh responden yang memilih sangat setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelayanan jasa yang tepat dan cepat sangat berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.7

Pelayanan jasa BMT lebih tepat dan cepat dari Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

2) Petugas BMT lebih baik dan cepat tanggap dalam melayani nasabah dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.8 dapat dijelaskan bahwa petugas yang baik dan cepat tanggap juga mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 30% dari seluruh responden yang menjawab setuju. Maka dapat disimpulkan bahwa petugas yang baik dan cepat tanggap berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.8

Petugas BMT lebih baik dan cepat tanggap

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 7 23,3

3 Cukup Setuju 6 20

4 Setuju 9 30

5 Sangat Setuju 8 26,7

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

3) Petugas BMT melakukan pelayanan yang benar dan sesuai dengan ketentuan sejak pertama kali.

Berdasarkan tabel 4.9 dapat dijelaskan bahwa petugas yang melakukan pelayanan dengan benar dan sesuai ketentuan akan lebih memberikan kepuasan kepada para nasabahnya, dalam kasus ini yaitu anggota Koperasi Bangkit Makmur. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 36,7% dari keseluruhan responden yang memilih cukup setuju.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang benar dan sesuai ketentuan sejak pertama kali cukup berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.9

Petugas BMT melakukan pelayanan yang benar dan sesuai ketentuan sejak pertama kali

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

4) Petugas BMT tidak mengulur waktu pertemuan yang telah dijanjikan.

Berdasarkan tabel 4.10 dapat dijelaskan bahwa petugas yang tidak mengulur waktu pertemuan ketika sudah dijanjikan akan memberikan kepuasan kepada nasabah. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 30% dari seluruh responden memilih cukup setuju dan setuju, dimana dalam pernyataan ini jumlah responden yang memilih setuju dan cukup setuju itu sama, yaitu sebnayak 9 orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa petugas yang tidak mengulur waktu pertemuan yang telah dijanjikan berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.10

Petugas BMT tidak mengulur waktu pertemuan yang telah dijanjikan

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3

2 Tidak Setuju 4 13,3

3 Cukup Setuju 9 30

4 Setuju 9 30

5 Sangat Setuju 7 23,4

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah c. Daya Tanggap

Daya tanggap yaitu suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas, serta dengan keinginan untuk membantu para nasabah.

1) Petugas BMT selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali.

Berdasarkan tabel 4.11 dapat dijelaskan bahwa petugas yang selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali cukup berpengaruh terhadap kepuasan nasabah. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% dari seluruh responden memilih cukup setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa petugas BMT selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali berpengaruh terhadap anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.11

Petugas BMT selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 6 20

3 Cukup Setuju 10 33,3

4 Setuju 8 26,7

5 Sangat Setuju 6 20

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

2) Petugas BMT memberikan pelayanan segera dan tidak mengulur waktu.

Berdasarkan tabel 4.12, dapat disimpulkan bahwa petugas BMT lebih bisa memberikan pelayanan segera dan tidak mengulur waktu dibandingkan petugas Koperasi. Hal ini dibuktikan oleh angka sebesar 33,3% dari seluruh responden yang menjawab memilih cukup baik. Sehingga terbukti bahwa petugas BMT memberikan

pelayanan segera dan tidak mengulur waktu sehingga cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.12

Petugas BMT memberikan pelayanan segera dan tidak mengulur waktu

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

3) Petugas BMT selalu bersedia menolong nasabah dibandingkan koperasi.

Berdasarkan tabel 4.13 dijelaskan bahwa menurut anggota Koperasi ini petugas BMT lebih bersedia menolong para anggota dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 43,3% yang menyatakan cukup setuju. Sehingga disimpulkan bahwa kesediaan dalam menolong nasabah cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.13

Petugas BMT selalu bersedia menolong nasabah dibandingkan Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

4) Petugas BMT tidak menunjukkan kesan sibuk saat melayani nasabah dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.14 ditunjukkan bahwa anggota Koperasi merasa petugas BMT tidak menunjukkan kesan sibuk saat melayani nasabah dibandingkan Koperasi. Jadi kesimpulannya yaitu tidak menunjukkan kesan sibuk sangat berpengaruh terhadap kepuasan nasabah.

Tabel 4.14

Petugas BMT tidak menunjukkan kesan sibuk saat melayani nasabah.

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 7 23,3

3 Cukup Setuju 7 23,3

4 Setuju 6 20

5 Sangat Setuju 10 33,4

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah d. Jaminan

Jaminan yaitu memberikan pelayanan dengan pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan karyawan dalam menyampaikan kepastian dan kepercayaan. Pelayanan ini dapat dilakukan dengan cara karyawan menumbuhkan rasa keyakinan atau kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan, membuat pelanggan merasa aman dalam bertransaksi.

1) Petugas BMT lebih memiliki kemempuan dalam menumbuhkan rasa kepercayaan nasabah dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.15 dijelaskan bahwa anggota Koperasi lebih percaya terhadap BMT dibandingan koperasi. Hal ini ditunjukkan dengan angka sebesar 43,3 yang memilih cukup setuju dari seluruh responden yang ada. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan dalam menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap nasabah cukup berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.15

Petugas BMT lebih memiliki kemampuan dalam menumbuhkan rasa kepercayaan nasabah

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

2) Nasabah merasa aman bertransaksi di BMT dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.16 dijelaskan bahwa anggota Koperasi merasa aman bertransaksi di BMT dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 36,7% yang menyatakan cukup setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perasaan aman berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.16

Nasabah merasa aman bertransaksi di BMT

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3

2 Tidak Setuju 4 13,3

3 Cukup Setuju 11 36,7

4 Setuju 5 16,7

5 Sangat Setuju 9 30

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

3) Petugas BMT lebih ramah dalam melayani nasabah dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.17 dapat dijelaskan bahwa petugas BMT lebih ramah dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,4% yang menyatakan sangat setuju dari seluruh responden yang diteliti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketika ramah dalam melayani nasabah akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.17

Petugas BMT lebih ramah melayani nasabah dibanding petugas Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

4) Petugas BMT lebih memiliki kemampuan dan pengetahuan lebih dibanding petugas Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.18 dapat dijelaskan bahwa kemampuan dan pengetahuan mempengaruhi anggota Koperasi Bangkit Makmur untuk lebih memilih BMT dibandingkan Koperasi. Hal ini

ditunjukkan dengan angka sebesar 36,7% yang menyatakan cukup setujudari keseluruhan responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan dan pengetahuan yang lebih dimiliki petugas BMT

mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.18

Petugas BMT lebih memiliki kemampuan dan pengetahuan

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3

2 Tidak Setuju 5 16,7

3 Cukup Setuju 11 36,7

4 Setuju 6 20

5 Sangat Setuju 7 23,3

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah e. Empati

Empati yaitu memberikan pelayanan dengan pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan karyawan dalam menyampaikan kepastian dan kepercayaan. Pelayanan ini dapat dilakukan dengan cara karyawan menumbuhkan rasa keyakinan atau kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

1) Petugas BMT tidak memandang status sosial dalam melayani nasabah.

Berdasarkan tabel 4.19 dapat dijelaskan bahwa pihak BMT tidak memandang status sosial seseorang dalam melayani nasabah.

Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 40% yang menyatakan

setuju dari keseluruhan rresponden yang diteliti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak memandang status sosial seseorang akan mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.19

Petugas BMT tidak memandang status sosial dalam melayani nasabah.

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

2) BMT lebih bisa memberikan jam bisnis yang nyaman dibandingkan Koperasi.

Dari tabel 4.20 dapat dijelaskan bahwa pihak BMT lebih bisa memberikan jam bisnis yang nyaman untuk nasabahnya. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% yang menyatakan setuju untuk pernyataan ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jam bisnis yang nyaman akan mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.20

BMT lebih bisa memberikan jam bisnis yang nyaman dibandingkan Koperasi.

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Jumlah 30 100 Sumber: Data primer yang diolah

3) Petugas BMT mampu menghadapi nasabah dengan penuh perhatian dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.21 dapat dijelaskan bahwa pihak BMT cukup mampu menghadapi nasabah dengan penuh perhatian. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% memilih cukup setuju dengan pernyataan ini. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa menghadapi nasabah dengan penuh perhatian cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.21

Petugas BMT mampu menghadapi nasabah dengan penuh perhatian

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3

2 Tidak Setuju 4 13,3

3 Cukup Setuju 10 33,3

4 Setuju 8 26,7

5 Sangat Setuju 7 23,4

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

4) Petugas BMT lebih mengerti kkebutuhan anggota dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.22 dapat dijelaskan bahwa anggoota merasa pihak BMT lebih bisa mengerti kebutuhannya dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 36,7% yang memilih cukup setuju dari keseluruhan responden. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa pengertian dan perhatian terhadap nasabah cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.22

Petugas BMT lebih mengerti kebutuhan anggota

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 6 20

3 Cukup Setuju 11 36,7

4 Setuju 8 26,7

5 Sangat Setuju 5 16,6

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah f. Kepuasan Anggota

Kepuasan yaitu suatu efektifitas dari sistem organisasi yang keberhasilannya memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan atau konsumen memang harus dipuaskan, sebab jika mereka tidak puas maka mereka akan meninggalkan perusahaan dan menjadi nasabah pesaing.Dalam hal ini khususnya Koperasi, kepuasan anggota merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan.

Jika anggota merasa puas bertransaksi di Koperasi tersebut maka para anggota akan tetap bertransaksi dan terus bergabung menjadi anggota di Koperasi tersebut. Begitu sebaliknya, jika anggota Koperasi tersebut merasa tidak nyaman dan puas, maka para anggota akan mencari tempat lain yang bisa membuat mereka puas dan nyaman bertransaksi disana.

1) Pelayanan dari pihak BMT lebih memuaskan dibandingkan pihak Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.23 dapat dijelaskan bahwa pelayanan yang diberikan oleh pihak BMT mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 43,3% yang menyatakan cukup setuju. Dapat disimpulkan bahwa kepuasan anggota koperasi di pengaruhi oleh pelayanan yang diberikan BMT lebih baik dari Koperasi. Sehingga anggota Koperasi lebih memilih bertransaksi di BMT dibandingkan di Koperasi.

Tabel 4.23

Pelayanan BMT lebih memuskan dari Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 0 0

2 Tidak Setuju 4 13,4

3 Cukup Setuju 13 43,3

4 Setuju 7 23,3

5 Sangat Setuju 6 20

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

2) Anggota Koperasi merasa lebih nyaman bertransaksi di BMT dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.24 dapat disimpulkan bahwa anggota Koperasi merasa lebih nyaman bertransaksi di BMT dibandingkan di Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 40% yang menyatakan cukup setuju dengan peryataan ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepuasan anggota Koperasi dapat dipengaruhi oleh rasa nyaman dalam bertransaksi. Dimana anggota merasa lebih

nyaman bertransaksi di BMT dibandingkan di Koperasi yang menjadi salah satu faktor yang membuat anggota Koperasi berpindah ke BMT.

Tabel 4.24

Anggota Koperasi merasa lebih nyaman bertransaksi di BMT dibandingkan Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3

Sumber: Data primer yang diolah

3) Lokasi BMT tidak jauh dari rumah anggota dibandingkan lokasi Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.25 dapat dijelaskan bahwa lokasi rumah tidak mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% yang menyatakan tidak setuju.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa lokasi tidak berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Tabel 4.25

Lokasi BMT tidak jauh dari rumah anggota Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

Sumber: Data primer yang diolah

4) Fasilitas BMT lebih lengkap dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.26 dapat dijelaskan bahwa kelengkapan fasilitas cukup mempengaruhi kepuasan. Hal ini dapat dijelaskan dengan angka sebesar 33,3% yang menyatakan cukup setuju. Jadi dapat disimpulkan bahwa kepuasan anggota Koperasi juga dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas yang menyebabkan anggota tersebut lebih memilih bertransaksi di BMT.

Tabel 4.26

Fasilitas BMT lebih lengkap dibandingkan Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3

2 Tidak Setuju 4 13,4

3 Cukup Setuju 10 33,3

4 Setuju 6 20

5 Sangat Setuju 9 30

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah

5) Ruang pelayanan BMT lebih bersih dan nyaman dibandingkan Koperasi.

Berdasarkan tabel 4.27 dapat dijelaskan bahwa ruang pelayanan yang bersih dan nyaman mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi. Hal ini dijelaskan dengan angka sebesar 40% yang menyatakan setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ruang pelayanan mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi untuk memilih bertransaksi di BMT dibandingkan Koperasi.

Tabel 4.27

Ruang pelayanan BMT lebih bersih dibandingkan Koperasi

No Tanggapan Frekuensi Persentase

(%)

1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3

2 Tidak Setuju 5 16,7

3 Cukup Setuju 8 26,7

4 Setuju 12 40

5 Sangat Setuju 4 13,3

Jumlah 30 100

Sumber: Data primer yang diolah D. Uji Pra Penelitian

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur kesahihan suatu instrumen. Instrumen yang sahih memiliki validitas yang tinggi, instrumen dapat dikatakan valid apabila data tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam hal ini digunakan item pertanyaan yang diharapkan dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur.

Pengujian validitas menggunakan rumus product moment dari Pearson yang dilakukan dengan menghitung korelasi antar masing-masing skor item pertanyaan dari tiap variabel dengan total skor variabel tersebut.

Jika skor item itu berkolerasi positif dan lebih besar dari 0,3 maka item tersebut dinyatakan valid. Sebaliknya, jika skor item kecil dari 0,3 maka item tersebut tidak valid. Hasil pengujian validitas pada penelitian ini dilakukann melalui bantuan program SPSS 17 for windows yang ditabulasikan sebagai berikut:

Tabel 4.28 Uji Validitas Item Corrected Item Total

Correlation

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.28 dapat dijelaskan bahwa dari 24 item pertanyaan yang terdapat dalam instrumen penelitian ini ada 2 buah item yang dihilangkan karena tidak valid. Kedua item yang dihilangkan tersebut tidak valid karena terbukti angka yang terdapat pada variabel itu yaitu kurang dari <0,3 sehingga dinyatakan gugur. Sedangkan setiap item yang

dinyatakan valid yaitu sebanyak 22 item, digunakan untuk analisis selanjutnya.

2. Uji Reliabilitas

Analisis reliabilitas menunjukkan sejauh mana instrumen dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Apabila pengukuran diulang dua kali atau lebih metode yang digunakan dalam analisis reabilitas ini adalah metode alpha cronbach’s, nilai alpha cronbach’s ditunjukan oleh nilai alpha. Pengambilan keputusan reliabilitas dengan membandingkan nilai alpha cronbach’s, jika alpha cronbach’s≥ 0,60 atau yang lebih baik yaitu mendekati 1 berarti instrumen tersebut handal. Nilai alpha cronbach’s dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.29 Uji Reliabilitas

Cronbach's Alpha N of Items

0,894 22

Sumber: Data primer yang diolah

Berdasarkan tabel 4.29 dapat dijelaskan bahwa skor dari hasil uji reliabilitas yaitu >0,60. Artinya instrumen penelitian memiliki konsistensi yang baik dalam melakukan pengukuran. Hal ini dibuktikan dengan nilai alpha cronbach’ssebesar 0,894.

Dari uji validitas dan reliabilitas diatas, dapat dinyatakan bahwa seluruh item yang telah diuji kevalidan dan konsistensi dapat digunakan untuk seluruh responden yang berjumlah 30 orang, karena tiap variabel telah valid dan reliabel.

E. Teknik Analisis Data 1. Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linear berganda berguna untuk mengukur dan mengetahui seberapa besar pengaruh X terhadap Y yaitu pengaruh dari kualitas pelayanan yang terdiri dari 5 aspek bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur

Y = 4.020+0.069X1+0.452X2+0.714X3+ -1.114X4+0.830X5 Dari persamaan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa:

a. Nilai 0,069 pada variabel Bukti Langsung (X1) maksudnya yaitu jika gedung, fasilitas serta penampilan pegawai ditingkatkan sebesar satu satuan, maka kepuasan anggota akan bertambah sebesar 0,069.

b. Nilai 0,452 pada variabel kehandalan (X2) maksudnya yaitu jika kemampuan untuk memberikan pelayanan dengan segera, akurat dan memuaskan ditingkatkan sebesar satu satuan, maka kepuasan anggota akan bertambah sebesar 0,452.

c. Nilai 0,714 pada variabel Daya Tanggap (X3) maksudnya yaitu jika keinginan petugas membantu dan memberikan perhatian pada anggota ditingkatkan sebesar satu satuan, maka kepuasan anggota akan bertambah sebesar 0,714.

d. Nilai -1,114 pada variabel Jaminan (X4) maksudnya yaitu jika indikator pada variabel jaminan terjadi perubahan sebesar satu satuan, maka kepuasan anggota akan berkurang sebesar -1,114.

e. Nilai 0,830 pada variabel Empati (X5) maksudnya yaitu jika komunikasi yang baik, melayani nasabah dengan penuh perhatian serta pengertian terhadap anggota ditingkatkan sebesar satu satuan, maka kepuasan anggota akan bertambah sebesar 0,830.

2. Pengujian Model a. Uji T (Uji Parsial)

Uji t digunakan mengetahui hubungan apakah variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan secara parsial (individu) terhadap variabel kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.

Berdasarkan hasil regresi yang diperoleh nilai t hitung untuk variabel bukti langsung (X1) adalah 0,545 dengan tingkat signifikan

Berdasarkan hasil regresi yang diperoleh nilai t hitung untuk variabel bukti langsung (X1) adalah 0,545 dengan tingkat signifikan

Dokumen terkait