BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
J. Teknik Pengujian Data
Uji-t bertujuan untuk mengetahui signifikasi pengaruh masing-masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel independen. Hasil uji pada output SPSS dapat dilihat dari tabel
. Rumus yang digunakan untuk uji t adalah:
t = r
Kesimpulan:
t = t hitung r = korelasi
37 Ety Rochaety, Metodologi Penelitian Bisnis: Dengan Aplikasi SPSS, ..., hal. 138
= determinan N = sampel
Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut:38 a. Menentukan Formulasi Hipotesis
1) H0 : Tidak terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
2) Ha : Terdapat pengaruh signifikan secara parsial antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
b. Menentukan derajat kepercayaan 95 % (α= 0,05) c. Menentukan signifikan
1) Nilai signifikan (P value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
2) Nilai signifikan (P value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak.
d. Membuat kesimpulan
1) Bila (P value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel Independent secara parsial mempengaruhi varibel dependent.
2) Bila (P value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel independent secara parsial tidak mempengaruhi variabel dependent.
38 Algifari, Statistik Induduktif Untuk Ekonomi dan Bisnis, (Yogyakarta: UPP AMP YKPN edisi ke II), hal. 230
2. Uji f (Uji Simultan)
Uji-f (uji serentak) adalah untuk melihat apakah variabel independen secara bersama-sama (serentak) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian ini menggunakan bantuan software SPSS versi 17. Rumus untuk uji f adalah:
f =
Keterangan:
f = f hitung
= determinasi
= sampel
= jumlah variabel independen
Langkah-langkah pengujiannya adalah sebagai berikut:39 a. Menentukan Formulasi Hipotesis
1) H0:β = β2 = 0, artinya variabel X1,X2,X3,X4 dan X5 tidak mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap variabel Y.
2) H0:β = β2 0, artinya variabel X1, X2,X3,X4 dan X5 mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap variabel Y.
b. Menentukan derajat kepercayaan 95% (α= 0,05) c. Menentukan signifikan
1) Nilai signifikan (P value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima
39 Algifari, Statistik Induduktif Untuk Ekonomi dan Bisnis ..., hal. 232
2) Nilai signifikan (P value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak d. Membuat kesimpulan
1) Bila (P value) < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel independent secara simultan (bersama-sama) mempengaruhi variabel dependent.
2) Bila (P value) > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel independent secara simultan (bersama-sama) tidak mempengaruhi variabel dependent.
3. Koefesien Determinasi (R2)
Koefisien determinan ( ) menunjukkan besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel dependen. Semakin besar nilai koefisien determinasi, maka semakin baik kemampuan variabel independen menerangkan variabel dependen. Jika determinasi ( ) semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel independen adalah besar terhadap variabel dependen. Hal ini berarti, model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel independen yang diteliti terhadap variabel dependen.
Sebaliknya jika determinan koefisien ( ) semakin kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen semakin kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat menerangkan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini dilakukan menggunakan software SPSS versi 17.
Rumus untuk koefisien determinasi adalah:
=
Keterangan:
=
koefisien determinasi=
jumlah sampel=
konstanta, , , , b5 = Koefisien regresi = jumlah Y
= jumlah
,.. Y = jumlah sampai jumlah X5Y
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Obyek Penelitian
1. Profil Koperasi Bangkit Makmur
Koperasi Bangkit Makmur merupakan Koperasi simpan pinjam.
Koperasi ini didirikan untuk memberikan kesempatan kepada para anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan tanpa bunga.
Pendirian koperasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas usaha ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Koperasi ini didirikan supaya para anggota dapat meminjam modal untuk memajukan usaha mikronya serta yang sedang kesulitan ekonomi.
Para anggota juga dapat meminjam untuk kebutuhan dan kepentingan lainnya.
Pengembangan koperasi ini diarahkan sebagai lembaga pengelola simpanan dan pinjaman yang profesional, akuntabel sehingga mampu menarik minat kerja sama lembaga lain sebagai lembaga penyalur dan pengelola pinjaman.
2. Lokasi Koperasi
Koperasi Bangkit Makmur ini terletak di Jorong Kubang Duo Koto Panjang yang dapat dijangkau oleh para anggota, karena para anggota juga merupakan warga Jorong Kubang Duo Koto Panjang. Koperasi ini terletak di sebelah Mushalla yang ada di Koto Panjang.
48
3. Visi dan Misi Koperasi Bangkit Makmur
Koperasi Bangkit Makmur mempunyai visi yaitu menjadi Lembaga yang mandiri, membantu anggota, dan membuat para anggota mampu mengelola keuangan dengan baik serta dapat memanfaatkan uang secara islami.
Adapun misi dari Koperasi Bangkit Makmur yaitu:
a. Membantu para anggota bebas dari kemiskinan.
b. Menjadikan anggota mandiri dan berfikir kritis dalam mengelola keuangan dengan baik.
c. Menjadikan usaha sektor mikro dapat berkembang.
4. Profil Anggota Koperasi
Anggota Koperasi Bangkit Makmur sebagian besar memiliki pekerjaan di bidang pertanian, sebagian lainnya memiliki pekerjaan di bidang wiraswasta, ibu rumah tangga dan lainnya.
5. Struktur Organisasi Koperasi Bangkit Makmur
Struktur organisasi Koperasi Bangkit Makmur berfungsi untuk menggambarkan susunan dan hubungan antar posisi, serta menentukan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang melibatkan seluruh perangkat pada Koperasi Bangkit Makmur dalam menjalankan operasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain Struktur organisasi Koperasi Bangkit Makmur memudahkan organisasi dalam melakukan pengendalian dan koordinasi (terlampir).
Uraian Tugas dan Wewenang:
1. RAT
Rapat Anggota Tahunan merupakan kekuasaan tertinggi dalam kelompok. Keputusan para anggota mennjadi pedoman dan pengikat bagi pengurus dan anggota.
Fungsi dan Tugas Rapat Anggota:
a. Rapat Anggota berfungsi untuk membentuk atau membubarkan pengurus.
b. Mengesahkan AD/ART
c. Menerima atau menolak pertanggung jawaban kerja pengurus.
d. Menetapkan kebijakan umum kelompok.
e. Menentukan penggunaan sisa hasil usaha.
2. Pengawas
Pengawas adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan Koperasi.
Tugas pengawas:
a. Bertugas mengawasi dan memeriksa catatan tentang Koperasi.
b. Membuat laporan tertulis tentang pengawasan.
c.
3. Pengurus
Pengurus adalah penyelenggara kegiatan pada koperasi sesuai dengan anggaran dasar atau anggaran rumah tangga koperasi, yang terdiri dari:
a. Ketua
Tugas ketua yaitu:
1) Mengelola koperasi dan usahanya 2) Mengajukan rancangan rencana kerja 3) Menyelenggarakan rapat anggota
4) Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar.
b. Sekretaris
Tugas sekretaris yaitu:
1) Mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan kegiatan usaha koperasi.
2) Mengarsip semua data yang dimiliki koperasi.
c. Bendahara
Tugas bendahara yaitu:
1) Mencatat dan mengatur tentang penerimaan dan pengeluaran uang.
2) Mengatur penerima pinjaman.
B. Profil Responden
Penyajian data deskriptif responden bertujuan untuk menggambarkan keadaan dan kondisi responden yang merupakan informasi tambahan untuk memahami hasil-hasil penelitian. Responden pada penelitian ini berjumlah 30 orang, yang keseluruhannya merupakan anggota Koperasi Bangkit Makmur yang meminjam di BMT Agam Madani Bukik Batabuah. Identitas responden
pada penelitian ini terdiri dari usia, pekerjaan dan lama menjadi anggota koperasi yang dikelompokkan sebagai berikut:
1. Responden Berdasarkan Usia
Identitas responden berdasarkan usia pada penelitian ini ditabulasikan sebagai berikut:
Tabel 4.1
Distribusi frekuensi berdasarkan usia
Usia Responden Frekuensi Persentase (%)
20-30 tahun 5 16,7
31-40 tahun 15 50
>41 tahun 10 33,3
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
Pada tabel 4.1 menunjukkan bahwa usia responden yang paling dominan pada penelitian ini adalah responden yang berusia 31-40 tahun sebanyak 15 orang atau 50%, yang artinya mencakup setengah dari responden yang diteliti. Kemudian responden yang berusia 41 tahun keatas sebanyak 10 orang atau 33,3% dan responden yang berusia anntara 20-30 tahun yaitu sebanyak 5 orang atau 16,7% dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 orang.
2. Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Identitas responden berdasarkan jenis pekerjan pada penelitian ini ditabulasikan sebagai berikut:
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)
Petani 4 13,3
Wiraswasta 14 46,7
Lainnya 12 40
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui jenis pekerjaan responden yang paling dominan pada penelitian ini adalah wiraswasta sebanyak 14 orang atau 46,7%, lainnya sebanyak 12 orang atau 40%, dan jenis pekerjaan petani yaitu sebanyak 4 orang atau 13,3% dari keseluruhan responden yang berjumlah 30 orang.
3. Responden Berdasarkan Lama Menjadi Anggota
Identitas responden berdasarkan lama menjadi anggota Koperasi Bangkit Makmur pada penelitian ini ditabulasikan sebagai berikut:
Tabel 4.3
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Lama Menjadi Anggota Lama Jadi Anggota Frekuensi Persentase (%)
< 1 tahun 5 16,7
1-2 tahun 13 43,3
>2 tahun 12 40
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
Dari tabel 4.3 dapat diketahui bahwa yang telah menjadi anggota selama 1 sampai 2 tahun yaitu sebanyak 13 orang atau 43,3%, yang menjadi anggota selama lebih dari 2 tahun yaitu sebanyak 12 orang atau 40%, dan yang menjadi anggota kurang dari 1 tahun yaitu sebanyak 5 orang atau 16,7% dari keseluruhan responden sebanyak 30 orang.
C. Analisis Deskriptif 1. Kualitas Pelayanan
Kualitas pelayanan dijelaskan sebagai suatu bentuk penilaian nasabah terhadap pelayanan yang diterima dengan tingkat layanan yang diharapkan. Dengan kata lain kualitas pelayanan dapat diketahui dengan
cara membandingkan persepsi para konsumen atas pelayanan yang nyata mereka terima dengan pelayanan yang sesungguhnya mereka harapkan terhadap pelayanan suatu perusahaan.
Berikut ini tanggapan responden mengenai kualitas pelayanan Anggota Koperasi Bangkit Makmur.
a. Bukti Langsung
Bukti langsung merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal yang meliputi fasilitas gedung, perlengkapan, penampilan pegawai serta sarana komunikasi.
1) Gedung yang dimiliki BMT lebih memadai dibandingkan gedung koperasi.
Berdasarkan tabel 4.4 dapat dijelaskan bahwa kepuasan anggota Koperasi sangat dipengaruhi oleh kondisi gedung. Dimana anggota Koperasi sangat setuju dikatakan bila kondisi gedung BMT lebih memadai dari gedung yang dimiliki Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% atau sebanyak 10 orang dari keseluruhan responden yang memilih sangat setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keadaan gedung sangat mempengaruhi anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.4
Kondisi Gedung BMT lebih memadai dari Koperasi
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 6 20
3 Cukup Setuju 8 26,7
4 Setuju 6 20
5 Sangat Setuju 10 33,3
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
2) Fasilitas yang dimiliki BMT lebih lengkap dari Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.5 dapat disimpulkan bahwa kepuasan anggota Koperasi dipengaruhi oleh kelengkapan fasilitas yang dimiliki. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% dari keseluruhan tanggapan responden menyatakan sangat setuju terhadap pernyataan bahwa kelengkapan fasilitas BMT lebih lengkap dari Koperasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelengkapan fasilitas sangat berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.5
Fasilitas BMT lebih lengkap dari Koperasi
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
3) Penampilan petugas BMT lebih menarik dari petugas Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.6 dapat dijelaskan bahwa kepuasan anggota Koperasi dipengaruhi oleh penampilan karyawan. Hal ini dibuktikan dengan angka 26,7% dari keseluruhan responden yang menyatakan setuju dan cukup setuju, dimana dalam pernyataan ini
jumlah responden yang memilih setuju dan cukup setuju itu sama yaitu sama-sama 8 orang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penampilan dari karyawan berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.6
Penampilan petugas BMT lebih menarik dari petugas Koperasi
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 7 23,3
3 Cukup Setuju 8 26,7
4 Setuju 8 26,7
5 Sangat Setuju 7 23,3
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
b. Keandalan
Keandalan yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketetapan waktu,keandalan dalam penanganan masalah nasabah, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, dan memberikan pelayanan dengan tepat dan benar sesuai dengann prosedur yang telah ditetapkan.
1) Pelayanan jasa yang diberikan BMT lebih tepat dan cepat dibanding Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.7 dapat dijelaskan bahwa pelayanan jasa yang diberikan berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi, sehingga anggota Koperasi lebih memilih meminjam ke BMT. Hal
ini dapat dibuktikan dengan angka sebesar 30% dari seluruh responden yang memilih sangat setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelayanan jasa yang tepat dan cepat sangat berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.7
Pelayanan jasa BMT lebih tepat dan cepat dari Koperasi
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
2) Petugas BMT lebih baik dan cepat tanggap dalam melayani nasabah dibandingkan Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.8 dapat dijelaskan bahwa petugas yang baik dan cepat tanggap juga mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 30% dari seluruh responden yang menjawab setuju. Maka dapat disimpulkan bahwa petugas yang baik dan cepat tanggap berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.8
Petugas BMT lebih baik dan cepat tanggap
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 7 23,3
3 Cukup Setuju 6 20
4 Setuju 9 30
5 Sangat Setuju 8 26,7
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
3) Petugas BMT melakukan pelayanan yang benar dan sesuai dengan ketentuan sejak pertama kali.
Berdasarkan tabel 4.9 dapat dijelaskan bahwa petugas yang melakukan pelayanan dengan benar dan sesuai ketentuan akan lebih memberikan kepuasan kepada para nasabahnya, dalam kasus ini yaitu anggota Koperasi Bangkit Makmur. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 36,7% dari keseluruhan responden yang memilih cukup setuju.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang benar dan sesuai ketentuan sejak pertama kali cukup berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.9
Petugas BMT melakukan pelayanan yang benar dan sesuai ketentuan sejak pertama kali
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
4) Petugas BMT tidak mengulur waktu pertemuan yang telah dijanjikan.
Berdasarkan tabel 4.10 dapat dijelaskan bahwa petugas yang tidak mengulur waktu pertemuan ketika sudah dijanjikan akan memberikan kepuasan kepada nasabah. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 30% dari seluruh responden memilih cukup setuju dan setuju, dimana dalam pernyataan ini jumlah responden yang memilih setuju dan cukup setuju itu sama, yaitu sebnayak 9 orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa petugas yang tidak mengulur waktu pertemuan yang telah dijanjikan berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.10
Petugas BMT tidak mengulur waktu pertemuan yang telah dijanjikan
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3
2 Tidak Setuju 4 13,3
3 Cukup Setuju 9 30
4 Setuju 9 30
5 Sangat Setuju 7 23,4
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah c. Daya Tanggap
Daya tanggap yaitu suatu kebijakan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas, serta dengan keinginan untuk membantu para nasabah.
1) Petugas BMT selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali.
Berdasarkan tabel 4.11 dapat dijelaskan bahwa petugas yang selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali cukup berpengaruh terhadap kepuasan nasabah. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% dari seluruh responden memilih cukup setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa petugas BMT selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali berpengaruh terhadap anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.11
Petugas BMT selalu memberitahukan kapan pelayanan akan dilakukan kembali
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 6 20
3 Cukup Setuju 10 33,3
4 Setuju 8 26,7
5 Sangat Setuju 6 20
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
2) Petugas BMT memberikan pelayanan segera dan tidak mengulur waktu.
Berdasarkan tabel 4.12, dapat disimpulkan bahwa petugas BMT lebih bisa memberikan pelayanan segera dan tidak mengulur waktu dibandingkan petugas Koperasi. Hal ini dibuktikan oleh angka sebesar 33,3% dari seluruh responden yang menjawab memilih cukup baik. Sehingga terbukti bahwa petugas BMT memberikan
pelayanan segera dan tidak mengulur waktu sehingga cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.12
Petugas BMT memberikan pelayanan segera dan tidak mengulur waktu
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
3) Petugas BMT selalu bersedia menolong nasabah dibandingkan koperasi.
Berdasarkan tabel 4.13 dijelaskan bahwa menurut anggota Koperasi ini petugas BMT lebih bersedia menolong para anggota dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 43,3% yang menyatakan cukup setuju. Sehingga disimpulkan bahwa kesediaan dalam menolong nasabah cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.13
Petugas BMT selalu bersedia menolong nasabah dibandingkan Koperasi
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
4) Petugas BMT tidak menunjukkan kesan sibuk saat melayani nasabah dibandingkan Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.14 ditunjukkan bahwa anggota Koperasi merasa petugas BMT tidak menunjukkan kesan sibuk saat melayani nasabah dibandingkan Koperasi. Jadi kesimpulannya yaitu tidak menunjukkan kesan sibuk sangat berpengaruh terhadap kepuasan nasabah.
Tabel 4.14
Petugas BMT tidak menunjukkan kesan sibuk saat melayani nasabah.
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 7 23,3
3 Cukup Setuju 7 23,3
4 Setuju 6 20
5 Sangat Setuju 10 33,4
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah d. Jaminan
Jaminan yaitu memberikan pelayanan dengan pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan karyawan dalam menyampaikan kepastian dan kepercayaan. Pelayanan ini dapat dilakukan dengan cara karyawan menumbuhkan rasa keyakinan atau kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan, membuat pelanggan merasa aman dalam bertransaksi.
1) Petugas BMT lebih memiliki kemempuan dalam menumbuhkan rasa kepercayaan nasabah dibandingkan Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.15 dijelaskan bahwa anggota Koperasi lebih percaya terhadap BMT dibandingan koperasi. Hal ini ditunjukkan dengan angka sebesar 43,3 yang memilih cukup setuju dari seluruh responden yang ada. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan dalam menumbuhkan rasa kepercayaan terhadap nasabah cukup berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.15
Petugas BMT lebih memiliki kemampuan dalam menumbuhkan rasa kepercayaan nasabah
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
2) Nasabah merasa aman bertransaksi di BMT dibandingkan Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.16 dijelaskan bahwa anggota Koperasi merasa aman bertransaksi di BMT dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 36,7% yang menyatakan cukup setuju. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perasaan aman berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.16
Nasabah merasa aman bertransaksi di BMT
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3
2 Tidak Setuju 4 13,3
3 Cukup Setuju 11 36,7
4 Setuju 5 16,7
5 Sangat Setuju 9 30
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
3) Petugas BMT lebih ramah dalam melayani nasabah dibandingkan Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.17 dapat dijelaskan bahwa petugas BMT lebih ramah dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,4% yang menyatakan sangat setuju dari seluruh responden yang diteliti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketika ramah dalam melayani nasabah akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.17
Petugas BMT lebih ramah melayani nasabah dibanding petugas Koperasi
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
4) Petugas BMT lebih memiliki kemampuan dan pengetahuan lebih dibanding petugas Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.18 dapat dijelaskan bahwa kemampuan dan pengetahuan mempengaruhi anggota Koperasi Bangkit Makmur untuk lebih memilih BMT dibandingkan Koperasi. Hal ini
ditunjukkan dengan angka sebesar 36,7% yang menyatakan cukup setujudari keseluruhan responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan dan pengetahuan yang lebih dimiliki petugas BMT
mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.18
Petugas BMT lebih memiliki kemampuan dan pengetahuan
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3
2 Tidak Setuju 5 16,7
3 Cukup Setuju 11 36,7
4 Setuju 6 20
5 Sangat Setuju 7 23,3
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah e. Empati
Empati yaitu memberikan pelayanan dengan pengetahuan, sopan santun, dan kemampuan karyawan dalam menyampaikan kepastian dan kepercayaan. Pelayanan ini dapat dilakukan dengan cara karyawan menumbuhkan rasa keyakinan atau kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.
1) Petugas BMT tidak memandang status sosial dalam melayani nasabah.
Berdasarkan tabel 4.19 dapat dijelaskan bahwa pihak BMT tidak memandang status sosial seseorang dalam melayani nasabah.
Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 40% yang menyatakan
setuju dari keseluruhan rresponden yang diteliti. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak memandang status sosial seseorang akan mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.19
Petugas BMT tidak memandang status sosial dalam melayani nasabah.
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Sumber: Data primer yang diolah
2) BMT lebih bisa memberikan jam bisnis yang nyaman dibandingkan Koperasi.
Dari tabel 4.20 dapat dijelaskan bahwa pihak BMT lebih bisa memberikan jam bisnis yang nyaman untuk nasabahnya. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% yang menyatakan setuju untuk pernyataan ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jam bisnis yang nyaman akan mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.20
BMT lebih bisa memberikan jam bisnis yang nyaman dibandingkan Koperasi.
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
Jumlah 30 100 Sumber: Data primer yang diolah
3) Petugas BMT mampu menghadapi nasabah dengan penuh perhatian dibandingkan Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.21 dapat dijelaskan bahwa pihak BMT cukup mampu menghadapi nasabah dengan penuh perhatian. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 33,3% memilih cukup setuju dengan pernyataan ini. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa menghadapi nasabah dengan penuh perhatian cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.21
Petugas BMT mampu menghadapi nasabah dengan penuh perhatian
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 1 3,3
2 Tidak Setuju 4 13,3
3 Cukup Setuju 10 33,3
4 Setuju 8 26,7
5 Sangat Setuju 7 23,4
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah
4) Petugas BMT lebih mengerti kkebutuhan anggota dibandingkan Koperasi.
Berdasarkan tabel 4.22 dapat dijelaskan bahwa anggoota merasa pihak BMT lebih bisa mengerti kebutuhannya dibandingkan Koperasi. Hal ini dibuktikan dengan angka sebesar 36,7% yang memilih cukup setuju dari keseluruhan responden. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa pengertian dan perhatian terhadap nasabah cukup mempengaruhi kepuasan anggota Koperasi Bangkit Makmur.
Tabel 4.22
Petugas BMT lebih mengerti kebutuhan anggota
No Tanggapan Frekuensi Persentase
(%)
1 Sangat Tidak Setuju 0 0
2 Tidak Setuju 6 20
3 Cukup Setuju 11 36,7
4 Setuju 8 26,7
5 Sangat Setuju 5 16,6
Jumlah 30 100
Sumber: Data primer yang diolah f. Kepuasan Anggota
Kepuasan yaitu suatu efektifitas dari sistem organisasi yang keberhasilannya memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan atau konsumen memang harus dipuaskan, sebab jika mereka tidak puas maka mereka akan meninggalkan perusahaan dan menjadi nasabah pesaing.Dalam hal ini khususnya Koperasi, kepuasan anggota
Kepuasan yaitu suatu efektifitas dari sistem organisasi yang keberhasilannya memenuhi kebutuhan pelanggan. Pelanggan atau konsumen memang harus dipuaskan, sebab jika mereka tidak puas maka mereka akan meninggalkan perusahaan dan menjadi nasabah pesaing.Dalam hal ini khususnya Koperasi, kepuasan anggota