• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN

B. Responmasyarakat terhadap e warong

Respon dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu tanggapan, reaksi, dan jawaban. Sedangkan masyarakat adalah pergaulan hidup manusia atau sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan-ikatan aturan tertentu (Poerwadarminta. 2011). Masyarakat juga bisa diartikan sebagai perkumpulan manusia yang terikat oleh suatu kesamaan (Poerwadarminta. 2011).

Terkait pengertian respon dan masyarakat di atas yang dimaksud dalam judul ini ialah tanggapan, reaksi, dan jawaban dari masyarakat yang menjadi peserta atau penerima bantuan PKH terhadap pelaksanaan Program elektronik Warung gotong royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (e-Warong KUBE PKH).

c. Medan Amplas

Kecamatan Medan Amplas adalah salah satu dari 21 kecamatan di kota Medan, Sumatra Utara, Indonesia. Kecamatan Medan Amplas berbatasan dengan Medan Johor di sebelah barat, Kabupaten Deli Serdang di timur, Kabupaten Deli Serdang di selatan, dan Medan Kota dan Medan Denai di utara. Luasnya adalah 11,19 km² dan kepadatan penduduknya adalah 7.921,18 jiwa/km².

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang cenderung mengasah kemampuan menganalisa, pengalaman dan kepekaan terhadap pengumpulan informasi dan wawancara sesuai realitas yang ada. Penelitian dengan menggunakan metode deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara akurat dan sistematif mengenai sifat-sifat populasi dan daerah tertentu (Zuriah, 2009).

Penelitian ini menjelaskan gambaran realitas dari Respon Masyarakat Terhadap Pelaksanaan E Warong Di Kecamatan Medan Amplas yang dideskripsikan oleh peneliti dengan menggunakan data-data yang ada. Data tersebut adalah data primer (wawancara dengan informan) dan data sekunder (dokumen Dinas Sosial Kota Medan).

B. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini terletak di E Warong Di Kecamatan Medan Amplas.

Lokasi ini dipilih karena merupakan E Warong pertama yang diadakan di Kota Medan. Disamping itu lokasi ini strategis untuk dikunjungi peneliti.

C. Informan Penelitian

Dalam penelitian kualitatif, hal yang menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengumpulan data adalah pemilihan informan. Dalam penelitian kualitatif tidak digunakan istilah populasi. Adapun yang menjadi informan pada penelitian ini adalah masyarakat penerima bantuan e-Warong KUBE PKH.

Tabel 3.1 Daftar Informan

NO NAMA ALAMAT PEKERJAAN

1 Beriani Susanty Jl. Garu 2B Gg.Bengkel Lk.14

Tukang Cuci

2 Jumini Jl.Garu 2B Gg.Sadar Lk.14 Tukang Cuci 3 Yulisno Jl.Garu 2B Gg.Sadar Lk.14 Tukang Becak

D. Teknik Pengumpulan Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

a. Data Primer, yaitu data yang langsung diperoleh dari lapangan yang diperoleh melalui:

1. Observasi, yaitu suatu teknik dengan mengamati langsung serta mencatat hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang diteliti (Sugiyono. 2015).

Pada penelitian kualitatif, observasi merupakan salah satu mengumpulkan data yang populer. Untuk terlaksananya observasi dengan baik perlu disusun instrumen, yaitu pedoman observasi. Pedoman tersebut biasanya dalam bentuk daftar cek (chek list) atau daftar isian. Adapun aspek yang diobservasi pada penelitian ini meliputi Respon Masyarakat Terhadap

Pelaksanaan E Warong Di Kecamatan Medan Amplas. Peneliti turun ke lapangan dan mengamati kondisi E Warong dan kemudian mengamati keadaan disekitarnya.

2. Wawancara, teknik pengumpulan data dengan sebuah percakapan antara dua orang atau lebih, yang pertanyaannya diajukan oleh peneliti kepada subjek atau sekelompok subjek penelitian untuk dijawab (Sugioyo. 2015).

Instrumen yang digunakan dalam melakukan wawancara yaitu pedoman wawancara. Wawancara biasanya dilakukan kepada sejumlah responden/informan yang jumlahnya relatif terbatas dan memungkinkan bagi peneliti untuk mengadakan kontak langsung secara berulang-ulang sesuai dengan keperluan. Wawancara akan dilakukan dengan informan yakni: masyarakat Penerima Bantuan e-Warong KUBE PKH yang nama-namanya sudah tertera pada tabel informan di atas.

b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh baik yang belum diolah maupun telah diolah, baik dalam bentuk angka maupun uraian. Dalam penelitian ini data-data sekunder yang diperlukan antara lain literatur yang relevan dengan judul penelitian seperti buku-buku, artikel, makalah, perarutan-peraturan, struktur organisasi, jadwal, waktu, petunjuk pelaksana, petunjuk teknis dan lain-lain yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a. Observasi

Observasi yaitu “suatu teknik dengan mengamati langsung serta mencatat hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang diteliti” (Sugioyo. 2015).

Pada penelitian kualitatif, observasi merupakan salah satu mengumpulkan data yang populer. Untuk terlaksananya observasi dengan baik perlu disusun instrumen, yaitu pedoman observasi. Pedoman tersebut biasanya dalam bentuk daftar cek (chek list) atau daftar isian.

Adapun aspek yang diobservasi meliputi keperilakuan, keadaan fisik, pertumbuhan dan perkembangan subjek tertentu dan sebagainya (Sugioyo. 2015). Dalam hal ini, pengamatan dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu:

1. Pengamat berperan serta, yaitu seorang pengamat melakukan dua peran sekaligus sebagai pengamat dan menjadi anggota resmi dari objek atau kelompok yang diamati.

2. Pengamatan tanpa berperan serta, yaitu seorang pengamat hanya berfungsi untuk melakukan pengamatan saja, tanpa ikut menjadi anggota dari objek yang diteliti.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode observasi langsung dan tanpa berperan serta karena penulis hanya sebagai pengamat. Sedangkan objek yang diamati adalah masyarakat dan responnya terhadap pelaksanaan E Warong Di Kecamatan Medan Amplas.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu

pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Sugioyo. 2015). Peneliti menggunakan dua model wawancara yaitu :

1) Pendekatan menggunakan petunjuk umum wawancara, yaitu jenis wawancara yang mempunyai karakteristik sebagai berikut :

 Pewawancara membuat kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dinyatakan dalam proses wawancara

 Penyusunan pokok-pokok itu dilakukan sebelum wawancara dilakukan.

 Pokok-pokok yang dirumuskan tidak perlu ditanyakan secara berurutan.

 Penggunaan dan pemilihan kata-kata untuk wawancara dalam hal tertentu tidak perlu dilakukan sebelumnya.

 Petunjuk wawancara hanya berisi petunjuk secara garis besar

tentang proses dan isi wawancara untuk menjaga agar pokok-pokok yang direncanakan dapat tercakup seluruhnya.

 Wawancara baku terbuka, yaitu jenis wawancara yang

menggunakan seperangkat pertanyaan baku. Urutan pertanyaan, kata-katanya dan cara penyajiannya pun sama untuk setiap responden.

c. Dokumentasi

Dokumentasi, teknik pengumpulan data dengan menggunakan catatan-catatan atau dokumen yang ada di lokasi penelitian serta sumbersumber lain yang

relevan dengan objek penelitian. Dengan demikian peneliti menyusun pedoman observasi sebelum melakukan observasi di lokasi penelitian. Dokumen dalam penelitian ini digunakan sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsir, bahkan untuk meramalkan (Moleong, 2014). Pada dasarnya proses studi dokumentasi bukan merupakan kegiatan yang berdiri sendiri, akan tetapi seringkali bersamaan dengan penggunaan teknik pengumpulan data yang lainnya.

E. Teknik Analisa Data

Analisis data adalah “proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan kerja” (Sugioyo. 2015). Analisa data menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana pembahasan penelitian serta hasilnya diuraikan melalui kata-kata berdasarkan data empiris yang diperoleh. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif, maka analisis data yang digunakan non statistik.

Analisis data dalam penelitian kualitatif berlangsung secara interaktif, dimana pada setiap tahapan kegiatan tidak berjalan sendiri-sendiri. Meskipun tahap penelitian dilakukan sesuai dengan kegiatan yang direncanakan, akan tetapi kegiatan ini tetap harus dilakukan secara berulang antara kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serat verifikasi atau penarikan suatu kesimpulan.

Untuk menganalisa data dalam penelitian ini, digunakan langkah-langkah atau alur yang terjadi bersamaan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data

dan penarikan kesimpulan atau balur verifikasi data (Huberman, dan Miles.

(2014).

a. Reduksi Data

Reduksi data dilakukan dengan merangkum dan memfokuskan hal-hal yang penting tentang penelitian dengan mencari tema dengan pola hingga memberikan gambaran yang lebih jelas serta mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya.

b. Penyajian Data

Sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan penarikan tindakan. Penyajian data ini dilakukan dalam bentuk teks yang bersifat naratif.

c. Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan dapat berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun, apabila kesimpulan pada tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Maka adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif yaitu dengan menyajikan data yang dimulai dengan menelaah seluruh data serta menafsirkannya dengan analisis sesuai dengan kemampuan nalar peneliti untuk membuat kesimpulan penelitian.

F. Pengujian Kredibilitas Data

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih sempurna perlu dilakukan validitas data. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan cara triangulasi data.

Triangulasi adalah suatu pendekatan riset yang memakai suatu kombinasi lebih dari satu strategis dalam suatu penelitian untuk menjaring data/ informasi.

Triangulasi tidak hanya membandingkan data dari berbagai sumber data, akan tetapi juga mempergunakan berbagai teknik dan metode untuk meneliti dan menjaring data/ informasi dari fenomena yang sama (Wirawan, 2015). Dalam penelitian dapat dipergunakan 4 jenis triangulasi (Bungin, 2011), yaitu:

1. Triangulasi Kejujuran Peneliti

Cara ini dilakukan untuk menguji kejujuran, subjektivitas dan kemampuan merekam data oleh peneliti di lapangan. Hal ini perlu dilakukan triangulasi terhadap peneliti, yaitu dengan meminta bantu peneliti lain melakukan pengecekan langsung, wawancara ulang serta merekam data yang sama di lapangan. Hal ini adalah sama dengan proses verifikasi terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan oleh seorang peneliti.

2. Triangulasi dengan Sumber Data

Dilakukan dengan membandingkan dan mengecek baik kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan cara yang berbeda dalam metode kualitatif yang dilakukan.

3. Triangluasi dengan Metode

Triangulasi ini dilakukan untuk melakukan pengecekan terhadap penggunaan metode pengumpulan data, apakah informasi yang didapat dengan metode interview sama dengan metode observasi, atau apakah hasil observasi

sesuai dengan informasi ketika di interview. Begitu pula teknik ini dilakukan untuk menguji sumber data, apakah sumber data ketika di interview dan di observasi akan memberikan informasi yang sama atau berbeda.

4. Triangulasi dengan Teori

Hal ini dapat dilakukan sebagai pembanding teori dengan menyertakan usaha pencapaian teori dan cara lainnya untuk mengorganisasikan data yang mungkin mengarahkan pada upaya penemuan penelitian yang lebih relevan.

Keempat macam triangulasi di atas adalah cara peneliti dalam melakukan analisis data dengan menggunakan triangulasi sumber data dan teknik. Triangulasi sumber data dalam penelitian ini dilakukan dengan membandingkan data hasil wawancara dari para informan yang dituju. Sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan mengkroscek/ mengecek data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data yaitu wawancara lalu dicek dengan observasi dan dokumentasi.

BAB IV

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Terbentuknya Kecamatan Medan Amplas

Kecamatan Medan Amplas adalah Kecamatan hasil pemekaran yang merupakan salah satu Wilayah Kecamatan di Medan yang sebelumnya berasal dari 3 (tiga)Kecamatan yaitu Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Denai dan Kecamatan Medan Kota. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1991 tentang Pembentukan Perwakilan Kecamatan menjadi Kecamatan yang peresmiannya dilakukan oleh Bapak Gubernur KDH Tk. I Sumatera Utara pada tanggal 31 Oktober 1991 bertempat di Halaman Kantor Camat Medan Amplas Jln. Garu III Medan.

Tabel 4.1

Daftar Nama Camat Yang Memimpin Kecamatan Medan Amplas

NO NAMA PEJABAT MASA BAKTI 11 Drs. Edi Mulia Matondang, M.AP Januari 2019 – sekarang Sumber: Dinas Sosial Kota Medan

Kecamatan Medan Amplas adalah salah satu dari 21 Kecamatan yang berbeda di wilayah Kota Medan dan merupakan daerah pemukiman Penduduk,

Perkantoran, Industri dan memiliki 77 (tujuh puluh tujuh) lingkungan yang terbagi dalam 7 ( tujuh) Kelurahan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2

Jumlah Kepala Lingkungan Pada Setiap Kelurahan

Sumber: Dinas Sosial Kota Medan

B. Geografi

Kecamatan Medan Amplas merupakan salah satu Kawasan pemukiman Penduduk, Perkantoran dan Industri yang berada di Bagian Selatan Kota Medan dengan luas wilayahnya sekitar 1,377,3 Ha atau 13,77 Km2 dengan jarak tempuh ke Kantor Walikota Medan Sejauh ± 10km. memiliki batas wilayah sebagai berikut :

1. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Medan Denai Kota Medan dan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang ; 2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Patumbak Deli Serdang

dan Kecamatan Medan Johor Kota Medan ;

NO Kelurahan Jumlah Kepala

Lingkungan

1 2 3

1 Amplas 6

2 Sitirejo – II 12

3 Sitirejo – III 9

4 Harjosari – I 14

5 Harjosari – II 17

6 Timbang Deli 15

7 Bangun Mulia 4

JUMLAH 77

3. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang,

4. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Medan Johor Kota Medan Dari 7 (tujuh) Kelurahan di Kecamatan Medan Amplas, Kelurahan Harjosari II memiliki wilayah yang terluas yaitu 45.9 Km2 atau 459 Ha sedangkan Kelurahan Bangun Mulia mempunyai luas yang terkecil yakni 5,4 Km2 atau 54 Ha yang secara rinci dapat dilihat pada tabel dibawah :

Tabel 4.3

Luas Wilayah Dirinci Per Kelurahan Sekecamatan

NO Kelurahan Nama Lurah Luas (Ha)

1 2 3 1

1 Amplas Azhari, SH, MMH 80

2 Sitirejo – II Zulkifli S.Pulungan, SSTP.M.AP 44,3

3 Sitirejo – III Jamaluddin,, SP 40

4 Harjosari – I Sahara Harahap, AP 415

5 Harjosari – II Andrew F. Ayu, SSTP,M.Si 459 6 Timbang Deli James R.E Simanjuntak, SSTP 285 7 Bangun Mulia Jhon Kondar Ompusunggu, ST 54

JUMLAH 1.377,3

Sumber: Dinas Sosial Kota Medan

Ditinjau dari jarak antara Kantor Kelurahan dan Kantor Kecamatan maka Kantor Kelurahan Bangun Mulia memiliki jarak terjauh dari Kantor Kecamatan Medan Amplas yaitu sekitar 4 km sedangkan yang terdekat yaitu Kelurahan Harjosari I yang sekaligus merupakan Ibu kota Kecamatan Medan Amplas.

Untuk mengetahui secara lengkap jarak antara Kantor Kelurahan ke Kantor Kecamatan, dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 4.4

JARAK KANTOR LURAH KE KANTOR KECAMATAN

No Kelurahan Alamat Jarak Ke Kantor

Camat (Km)

Sumber: Dinas Sosial Kota Medan

C. Demografis

1. Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Amplas

Berdasarkan Data Mutasi Mutandis bulan Desember tahun 2018 Jumlah penduduk Kecamatan Medan Amplas adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jumlah Kepala Keluarga Dan Jiwa

No Kelurahan Tahun 2018

JUMLAH KK JUMLAH JIWA

1 2 5 6

JUMLAH 32.876 133.337

Sumber data : Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Medan Amplas Tahun 2018

2. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin s/d Desember 2018

Jumlah Penduduk Kecamatan Medan Amplas yang tersebar pada 7 (tujuh) Kelurahan sampai dengan Desember Tahun 2018, tercatat sebanyak 133.337 Jiwa dengan jumlah Penduduk laki laki sebanyak 66.578 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 66.759 jiwa ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel 4.6

Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin No

Kel

Tahun 2018

L P Jlh

1 2 6 7 8

1 Amplas 8.186 8.188 16.374

2 Sitirejo – Ii 4.674 4.585 9.259

3 Sitirejo – Iii 6.104 6.379 12.483

4 Harjosari – I 17.866 17.915 35.781

5 Harjosari – Ii 18.237 18.163 36.400

6 Timbang Deli 9.890 9.813 19.703

7 Bangun Mulia 1.621 1.716 3.337

Jumlah 66.578 66.759 133.337 Sumber Data : Seksi Tata Pemerintah Kecamatan Medan Amplas Tahun 2018

Berdasarkan data tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk dengan jenis kelamin perempuan jumlahnya lebih banyak dari jumlah laki-laki.

3. Jumlah Penduduk Menurut Usia

Jumlah penduduk menurut usia untuk Kecamatan Medan Amplas dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.7

Jumlah Penduduk Menurut Usia

No Indikator

Jumlah Tahun 2018

1 2 3

1 0 – 12 804

2 >1 - <5 Tahun 8.639

3 ≥5 - <7 tahun 4.027

4 ≥7 - ≤15 tahun 17.729

5 >15 – 56 tahun 91.219

6 >56 tahun 10.919

Jumlah 133.337

Sumber Data : Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Medan Amplas Tahun 2018

Dari data diatas dapat dilihat gambaran penduduk di Kecamatan Medan Amplas, bahwa jumlah penduduk usia 25 – 55 tahun (usia produktif) adalah yang paling besar dibanding kategori usia lainnya yaitu sekitar 67,04% dari jumlah penduduk seluruhnya.

4. Jumlah Penduduk Menurut Tenaga Kerja

Berdasarkan jenis pekerjaan, penduduk Kecamatan Amplas mayoritas bekerja pada sektor pedagang, dan data selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.8

Jumlah Penduduk Berdasarkan Pekerjaan

NO Kel.

2018

Pedagang PNS/TNI/Polri Peg.

Swasta

Sumber Data : Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Medan Amplas Tahun 2018

Jenis pekerjaan dan lain-lain yang tercantum dalam tabel tersebut di atas adalah wiraswasta, mengurus rumah tangga dan pengangguran.

5. Jumlah Penduduk Menurut Agama

Berdasarkan Agama yang ada, Agama Islam sebagai agama yang mayoritas/mendominasi penduduk Kecamatan Medan Amplas yaitu Agama Islam dengan jumlah 99.997 jiwa atau 67,0% dan yang minoritas/terendah adalah agama hindu yaitu 36 jiwa atau 0.13% sebagaimana dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.9

Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama

NO Kelurahan

2018

Islam Katholik Protestan Hindu Budha Lainnya

1 2 3 4 5 6 7 8

1 Amplas 13.026 222 3.063 - 3 24

2 Sitirejo – II 8.422 37 784 - 16 0

3 Sitirejo – III 9.760 223 2.494 5 0 1

4 Harjosari – I 29.886 422 5.429 2 41 1

5 Harjosari – II 28.023 587 7.084 8 675 23

6 Timbang Deli 9.992 1.003 8.632 12 56 8

7 Bangun Mulia 852 550 1.880 9 46 0

Jumlah 99.997 3.044 29.366 36 837 57 Sumber Data : Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Medan Amplas Tahun 2018

6. Jumlah Penduduk yang Telah Melakukan Perekaman E-Ktp

Program Pemerintah dalam hal perekaman E-Ktp yang bertujuan agar seluruh penduduk Indonesia setiap orang hanya mempunyai satu NIK yang berlaku unutk seluruh Indonesia yang bertujuan untuk memperkecil berbagai penyimpangan admisitrasi kependudukan, dalam hal pelaksanaan E-Ktp di Kecamatan Medan Amplas yang telah dimulai pada tanggal 19 September 2011 s/d Desember 2018 sbb :

Tabel 4.10

Jumlah Penduduk Yang Telah Memiliki Dan Yang Belum Memiliki E-Ktp Sampai Desember 2018

Sumber Data : Seksi Tata Pemerintahan Kecamatan Medan Amplas Tahun 2018

D. Potensi Wilayah

Sebagai Kecamatan yang wilayahnya terletak paling selatan dari kota Medan, terdapat beberapa sarana-sarana Pemerintahan, yaitu Dinas Kehutanan, Kantor Dinas Pendapatan Provinsi Sumatera Utara, dan Perkantoran Pemerintah Kota Medan lainnya.

Selain itu, terdapat juga pusat perbelanjaan Grosir seperti Medan Indogrosir.

Terdapat juga showroom mobil di sepanjang jalan S.M Raja baik Honda, Toyota, dan Mazda, Kantor-Kantor perbankan, klinik Kesehatan, dan sebagai pintu masuk dan keluar dari kota Medan. Maka banyak stasiun mobil angkutan darat, dan sarana umum lainnya. Sebagai kawasan perdagangan atau perniagaan, banyak terdapat usaha-usaha ekonomi baik yang berskala besar, sedang, maupun kecil yang dikelola oleh warga Kecamatan Medan Amplas sendiri tetapi tidak sedikit juga pemilik dan pengelola yang bukan merupakan warga Kecamatan No Kelurahan

Jumlah Penduduk Wajib Ktp Jumlah Penduduk

Medan Amplas. Kondisi perdagangan atau perniagaan ini memberi kontribusi bagi pendapatan warga antara lain memberikan lapangan pekerjaan sebagai karyawan, dan lain sebagainya.

Kecamatan ini terletak di Terminal Terpadu Amplas yang merupakan terminal keluar masuk untuk mobil angkutan umum antar kota dan Provinsi.

Selain itu wilayah Kecamatan Medan Amplas tepatnya di jalan Sisingamangaraja Amplas memiliki Jembatan Layang yang didirikan pada tahun 2006 dan selesai pada tahun 2009.

Tabel 4.11

Data Potensi Kecamatan Medan Amplas

No Uraian 2018

Jumlah

1 2 4

1 Perkantoran Pemerintah dan Swasta 68

2 Bank 5

- Warung makan/minum 283

12 Tukang pangkas 12

13 Salon 110

Sumber: Dinas Sosial Kota Medan

Dari data diatas dapat dilihat bahwa terdapat berbagai jenis usaha ekonomi baik yang berskala besar, sedang dan kecil, yang terdapat di Kecamatan Medan Amplas. Semua potensi ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan masyarakat baik itu dari segi tenaga kerja maupun pendapatan lainnya untuk memajukan Kecamatan. Pertumbuhan Perekonomian cukup pesat mengalami kemajuan, dimana dibanding dari tahun lalu semakin banyak Perbankan maupun UKM baru yang bermunculan yang dibuka di Amplas.

Pertumbuhan usaha kecil masyarakat seperti doorsmeer dan warung – warung makanan bermunculan di segala sudut yag mendorong kemajuan perekonomian masyarakat.

Selain itu di wilayah Kecamatan Medan Amplas juga terdapat Restoran yang baru dibuka yaitu Restoran Kembang, restoran ini sudah dibuka untuk umum sekitar bulan Maret tahun 2019 berada di Kelurahan Bangun Mulia. Diharapkan kedepan semakin banyak adanya campur tangan Investor agar dapat mengelola dengan baik untuk membawa manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat khususnya di Kecamatan Medan Amplas.

E. Sarana dan Prasarana

Letaknya yang berada dipinggiran kota membuat sarana dan prasarana di Kecamatan Medan Amplas memadai. Hal ini bisa dilihat dari ketersediaan

beberapa sarana pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah yang mudah dijumpai.

Prasarana Pendidikan dirasa masih kurang, sementara untuk tingkat Perguruan Tinggi hanya merupakan perwakilan atau kampus kecil yang merupakan perbantuan Universitas di Pusat Kota. Di Kecamatan Medan Amplas terdapat E Warung yang terletak di beberapa lokasi di kecamatan ini.

Tabel 4.12 Daftar Alamat E – Warung Medan Amplas

Sumber: Dinas Sosial Kota Medan Medan

Amplas

1 Amplas Amplas bersinar Jl. Panglima Denai Gg.

Bersama

Diwi Aswati 2 Harjosari II Seroja lestari Jl.Bajak 2 H No. 36A Idawati 3 Siti Rejo II Pembangunan

Baru

Jl.Pembangunan Baru No.40

Juriani 4 Timbang

Deli

Toba Jaya Jl.Martoba II No.19 Rospita N Rajagukguk 5 Harjosari I Citra Lestari Jl.Garu 5 Gg. Citra

no.35 C

Susanti

STRUKTUR ORGANISASI SESUAI PERDA KOTA MEDAN NO

2 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERDA KOTA MEDAN NO

3 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN

TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KOTA

MEDAN

BAB V

HASIL PENELITIAN

Pembahasan pada BAB V ini didasarkan pada seluruh data yang yang berhasil dihimpun pada saat penulis melakukan penelitian lapangan di E Warong Medan Amplas. Data yang dimaksud dalam hal ini merupakan data primer yang bersumber dari jawaban para informan dengan menggunakan pedoman wawancara atau wawancara secara langsung sebagai media pengumpulan data yang dipakai untuk keperluan penelitian. Berikut alamat E-Warung dan data informan yang telah diwawancari oleh penulis.

Tabel 5.1 Daftar Alamat E – Warung Medan Amplas

Tabel 5.1 Daftar Alamat E – Warung Medan Amplas

Dokumen terkait