• Tidak ada hasil yang ditemukan

Responsivitas Dalam Pelayanan Publik Berbasis Elektronik

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Implementasi Kebijakan Publik

2.6. Responsivitas Dalam Pelayanan Publik Berbasis Elektronik

Responsivitas dapat digunakan untuk melihat suatu organisasi publik dapat dikatakan berhasil atau tidak dalam melayani keluhan dari masyarakat.

Responsivitas organisasi dalam pelayanan menggambarkan kualitas interaksi antara pemerintah dengan masyarakat (Darwin, 2012: 213). Pemerintah pada hakekatnya adalah melayani masyarakat dan menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya demi mencapai tujuan.

Responsivitas dalam pelayanan publik sangat dibutukan karena merupakan bukti kemampuan organisasi publik itu menyediakan apa yang menjadi tuntutan seluruh rakyat di suatu Negara. Dalam hal ini responsivitas merupakan cara yang efisien dalam mengatur urusan baik ditingkat pusat maupun daerah dikatakan responsive terhadap kebutuhan masyarakat apabila kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi oleh para pembuat kebijakan dengan menggunakan pengetahuan yang dimiliki, secara tepat dan dapat menjawab apa yang menjadi kepentingan publik (Widodo, 2007:272)

Millennium DevelopmentGoals (MDGs) mengatakan para pemimpin dunia harus mengetahui bahwa responsif dan akuntabeltata kelola merupakan prasyarat terhadap kebijakan pembangunan yang sukses danpenyampaian layanan publik penting yang efektif (United Nations, 2015:10). Tata kelola yang responsif dan akuntabel melibatkan orang-orang dalam proses pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Dan dapat memusatkan rencana dan tindakan kepemimpinan publik dan pemerintah atas

kebutuhan masyarakat dan melibatkan mereka dalam mengidentifikasi kebutuhan tersebut. Dengan menyediakan akses terhadap informasi publik, masyarakat akan lebih mudah mengetahui informasi dari pemerintah dan pemerintah dapat mengawasi kebutuhan dan perkembangan masyarakat secara langsung.

Untuk merespons secara lebih efisien dan efektif terhadap berbagai tantangan pembangunan dan mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi nyata masyarakat, pemerintah di banyak bagian di dunia telah berkolaborasi dengan bisnis swasta dan masyarakat sipil. Kolaborasi ini berhasil dilakukan meningkatkan kejelasan dan kedalaman pemahaman antar partai dan pada akhirnya mendorong kebijakan publik yang lebih efisien dan efektif, dan responsif. Hal ini dapat berkontribusi untuk bersama-sama memprioritaskan di antara banyak kebutuhan bersaing untuk meningkatkan kualitas hidup di dalam masyarakat(United Nations, 2015:18).

Konsep dan teori Reinventing Government yang dicetuskan oleh David Osborne dan Ted Gaebler (dalam Istianto, 2011:98) yang memperkenalkan pada pemerintah Amerika yang dipakai sebagai konsep untuk membenahi birokrasi pemerintah Amerika Serikat yang pada waktu itu mengalami defisit negara. Secara ringkas sepuluh prinsip pemerintah dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pemerintahan Katalis : mengarahkan ketimbang mengayuh.

2. Pemerintahan Milik Rakyat : memberi wewenang ketimbang melayani.

3. Pemerintahan yang Kompetitif : menyuntikkan persaingan ke dalam pemberian pelayanan.

4. Pemerintahan yang Digerakkan oleh Misi: mengubah organisasi yang digerakkan oleh peraturan.

5. Pemerintahan yang Berorientasi Hasil : membiayai hasil bukan masukan 6. Pemerintahan berorientasi pelanggan : memenuhi kebutuhan pelanggan,

bukan birokrasi.

7. Pemerintahan Wirausaha: menghasilkan ketimbang membelanjakan

9. Pemerintahan Desentralisasi: dari hierarki menuju partisipasi dan tim kerja.

10. Pemerintahan Berorientasi Pasar: mendongkrak perubahan melalui pasar.

Dengan 10 prinsip tersebut bertujuan untuk menciptakan organisasi pelayanan publik yangefisien, kinerjanya cepat, efektif), danoperasionalnya murah dan kompetitif. Dengan demikian, pelayanan publik oleh birokrasi dapat menjadi lebih optimal dan akuntabel.Pelayanan jika dihubungkan dengan administrasi publik dapat didefenisikan sebagai kualitas pelayanan birokrat kepada masyarakat.

Agar kebutuhan masyarakat dapat segera diketahui oleh pemerintah maka diperlukan media komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mampu menjadi media komunikasi tersebut dengan cepat. E-Government adalah salah satu cara untuk menjalankan fungsi pemerintah dengan memanfaatkan berbagai perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) , sebagaimana yang diutarakan oleh Kuschu dan Kuschu (dalam Mulyadi,2016:215) upaya E-Government bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari penggunaan bentuk teknologi informasi yang paling inovatif, khususnya aplikasi internet berbasis web, dalam memperbaiki fungsi dasar pemerintah)". Penggunaan E-Government dapat mengubah pola interaksi antara pemerintah dengan masyarakat.

Dengan E-Government dapat melakukan suatu penataan sistem manajemen dan proses kerja dilingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan komunikasi. Menurut Weerakkody and Dhillon (dalamAnnisa, 2011:35) E-Government merupakan perubahan pada proses internal dan eksternal pemerintah dengan menggunakan teknologi komunikasi dan inormasi untuk menyediakan pelayanan pada warga Negara, bisnis, dan pemegang kepentingan

yang efisien dan fokus pada pelanggan. Dan dapat disimpulkan bahwa E-Government merupakan cara bagi pemerintah untuk menggunakan teknologi informasi yang dapat membantu tugas pemerintahan untuk melayani masyarakat akses terhadap infornmasi pelayanan dengan nyaman dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan untuk menyediakan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi pada proses institusi demokratis.

Salah satu bentuk teknologi informasi yang dapat digunakan pemerintah kota Binjai dalam melayani masyarakat adalah E-Masyarakat. Pemerintah Kota Binjai menerapkan aplikasi berbasis elektronik, yang salah satunya melalui peluncuran aplikasi E-Masyarakat. Aplikasi ini dapat digunakan untuk digunakan masyarakat untuk melaporkan berbagai hal yang terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, maupun berbagai bentuk kejadian di masyarakat. Sistem aplikasi ini seluruh laporan dan pengaduan itu dilayangkan secara online untuk ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Aplikasi E-Masyarakat dapat mengetahui seluruh informasi terbaru yang dapat diketahui Pemerintah dan masyarakat. Masyarakat dapat memberikan masukan, saran, dan kritik terkait perkembangan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Binjai. Masyarakat sudah mampu memposisikan dirinya sebagai kontrol sosial secara langsung, demi menjamin roda pembangunan berjalan optimal. Pelayanan publik yang cepat dan tepat sasaran, tentunya penting untuk diwujudkan pemerintah, guna mengetahui secara pasti pembangunan seperti apa yang diinginkan masyarakat.

Dengan adanya aplikasi ini pemerintah dapat mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan masyarakat. Dalam hal ini responsivitas pemerintah menjadi penilaian oleh masyarakat dalam menanggapi keluhan-keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan yang dilakukan pemerintah. Untuk mengimplementasikan E-Masyarakat pemerintah kota Binjai dapat tanggap dalam merespon keluhan atau tanggapan dari masyarakat agar dapat menerapkan E-Goverment dengan baik.

Dalam aplikasi ini, masyarakat yang memberikan pengaduan, laporan, kritik dan saran, melalui aplikasi E-Masyarakat, dapat berhubungan langsung dengan pemerintah, melalui sistem komunikasi digital.

Dokumen terkait