• Tidak ada hasil yang ditemukan

36 SIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN Kesimpulan

Pengelolaan tenaga kerja pada usaha kuliner biasanya dikelola oleh pihak internal pemilik, seperti saudara, kakak, adek, atau orang tua. Alasan usaha kuliner dikelola oleh pihak internal karena tidak menghabiskan biaya dan lebih kenal akrab dibandingkan harus membangun relasi terhadap orang baru. Trust merupakan alasan bagi pemlik untuk mempekerjakan orang yang sudah mereka kenal lebih dahulu baik melalui dirinya atau melalui internal baik karyawan atau saudara pemilik yang bekerja pada UMKM.

Proses seleksi yang dilakukan dalam usaha kecil menengah sangat simpel dan mengedepankan ketrampilan fisik serta syarat jujur, mau bekerja, dan tinggal di mess karyawan. Selain itu pengelolaan tenaga kerja pada usaha kecil menengah biasanya tidak tersruktur dengan baik dan memilik proses yang simple menjadi penyebab terjadinya tingkat retensi yang rendah dalam organisasi. Hal yang dapat dilakukan demi meningkatkan dan mempertahankan retensi karyawan pada usaha kecil menengah adalah relasi di antara para pekerja dan pemilik, kenyamanan merupakan faktor utama yang menyebabkan karyawan ingin tetap bekerja ditempat kerjanya. Adapun beberapa faktor lain yang mempengaruhi retensi karyawan seperti kebebasan dan lingkungan kerja yang baik, gaji pokok dan adanya penghargaan seperti bonus di luar gaji pokok.

Implikasi Terapan

Dari kesimpulan hasil penelitian tersebut memunculkan beberapa saran yang diharapkan dapat membantu pihak Soto Semarang Pak Tri dalam mempertahankan retensi karyawan. Saran yang dapat membantu Soto Semarang Pak Tri dalam mempertahankan retensi karyawan yaitu menetapkan perencanaan rekruitmen dan penggunaan prosedur yang tepat dan konsisten. Menambahkan kompensasi kepada karyawan seperti jaminan kesehatan dan kecelakaan kerja, menambahkan suasana yang menggembirakan dalam toko seperti memberikan spiker untuk memutar lagu agar karyawan lebih bersemangat bekerja.

Implikasi Teori

Hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dapat dilihat bahwa rekruitmen yang dilakukan oleh Soto Semarang Pak Tri menggunakan metode yang simple dan tidak terstruktur. Pernyataan ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ofri (2011) yang menyatakan bahwa dalam perekrutan dan seleksi di perusahaan kecil cenderung informal dan tidak terstruktur. Selanjutnya dalam mempertahankan retensi karyawan teori

37

menurut Mathis dan Jackson (2006) mengenai faktor – faktor mempertahankan retensi karyawan seperti Komponen Organisasi, Peluang Karir Organisasi, Penghargaan, Rancangan Tugas dan Pekerjaan, dan Hubungan Karyawan.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu tidak adanya undang – undang ketenagakerjaan yang diterapkan oleh objek. Manajemen pengelolaan sumber daya manusia dapat digunakan untuk mengelola karyawan dengan baik dan menghindari terjadinya tingkat retensi karyawan yang rendah, sayangnya keterbatasan pemilik memahami dan kemampuan dalam pengelolaan sumber daya manusia berdasarkan persepsi pemilik. Akibat dari keterbatasan menyebabkan penulisan laporan yang disajikan kurang teoritis dan lebih pada pengalaman dari narasumber penulis. Penelitian mengenai pengelolaan sumber daya manusia dalam UMKM di Indonesia masih sangat terbatas.

Saran untuk Penelitian Mendatang

Dari keterbatasan penelitian tersebut maka saran bagi peneliti selanjutnya adalah mencari UMKM lainya yang sudah menerapkan undang – undang ketenagakerjaan sehingga lebih lengkap dan melakukan wawancara lebih mendalam, dan apabila lebih dibutuhkan untuk melakukan observasi beberapakali agar hasil lebih akurat. Selanjutnya disarankan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai kaitan gender dengan upaya mengatasi retensi karyawan pada usaha kecil menengah.

38 Daftar Pustaka

Pengelolaan SDM dalam Perusahaan Keluarga. (2014). Dipetik Oktober 2018, dari The

Jakarta Consulting Group:

http://www.jakartaconsulting.com/publications/articles/family-business/pengelolaan-sdm-dalam-perusahaan-keluarga

Aditya, I. (2018, Mei 17). Dipetik Oktober 17, 2018, dari Krjogja.com: http://krjogja.com/web/news/read/66490/Salatiga_Miliki_1_400_UKM

Ahlrischs, J. B. (2000). Poesticides in Soil and Water. Wisconsin USA : Soil Science Society of America, Inc: Madison.

Amalia, D. (2017). Perbedaan UMKM dan Perbedaannya di Indonesia. Jurnal Consulting

Indonesia.

Anoraga, P. (2001). Psikologi Dalam Perusahaan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ashariyadi. (2016). Mewujudkan UMKM Berdaya Saing di Era MEA. Masyarakat Asean , 4 - 6.

Coulter, S. P. (1999). Management, Sixth Edition. Jakarta: PT Prenhallindo.

De Cenzo, D. A., & Robbins, S. P. (1996). Human Resource Management. United States: John Wiley & Sons, Inc.

Dewanti, I. S. (2010). Pemberdayaan Usaha Kecil dan Mikro : Kendala dan Alternatif Solusinya . Jurnal Administrasi Bisnis Vol. 6 No.2.

Emzir. (2010). Metodelogi Penelitian Kualitatif : Analisis Data. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Fauzan, D., & Amir, M. (2016). The Relationship Between Empowerment an Employee With Commitment Organization an Employee of Danliris Surakarta. Fakultas Psikologi

Muhammadiyah Surakarta.

Fhm. (2017, Juli 28). Dipetik Okober 18, 2018, dari Pemerintah Kota Salatiga: http://salatiga.go.id/walikota-buka-sekretariat-konsultasi-umkm/

Finnegan, R. P. (2012). The Power of Stay Interviews for Engagement and Retention. London: Nicholas Brealy Publishing.

Galanaki, E. (2002). The Decision to Recruit Online: A Descriptive Study . Career

Development International, 7 (4), 243 - 251.

Gunartin. (2017). Penguatan UMKM Sebagai Pilar Membangun Ekonomi Bangsa. Eduka

Jurnal Pendidikan, Hukum dan Bisnis, 59 - 74.

Gupta, S. S. (2010). Employee Attrition and Retention: Exploring the Dimensions in the

39

Hafni, R., & Rozali, A. (2017). Analisis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. 77 - 96.

Handoko, T. H. (2008). Manajemen Personalia dan sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Liberty.

Hapsarri, I. M. (2014). Identifikasi Berbagai Permasalahan yang Dihadapi Oleh UKM dan Peninjauan Kembali Regulasi UKM Sebagai Langkah Awal Revitalisasi UKM.

Permana - Vol V No. 2, 43 - 47.

Hardy, H., & Afrianty, T. W. (2018). Analysis of Recruitment and Selection in Family-Owned small medium enterprises . Jurnal Administrasi Bisnis Vol.54 No. 1, 159-168. Hasibuan. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasri, B., Sigit Santosa, & Djoko Santosa TH. (2014). Analisis Pengembangan Usaha Mikor Kecil Menengah untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Sebagai Upaya Pengetasan Kemiskinan dan Pengangguran Daerah di Kabupaten Ngawi.

fkip.uns.ac.id.

Irawan, P. S. (1997). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: STIA LAN Press.

Ivancevich, J. M. (2001). Human Resource Management. New York: Mc. Grow - Hill Companies.

Julianto, P. A. (2017, April 13). Dipetik Mei 20, 2019, dari Kompas.com: https://money.kompas.com/read/2017/04/13/203000326/inilah.tiga.sektor.ekonomi.kr eatif.yang.sedang.naik.daun

Krisetya, E. (2013). Rekruitmen, Selekti, dan Retensi Sumber Daya Manusia Pada Usaha Kecil Menengah ( Studi Kasus pasa Wafi Jati Jepara).

Kuncoro, M. (2008). Tujuh Tantangan UKM di Tengah Krisis Global. Bisnis Indonesia. Kundori, M. (2018, Juni 4). Dipetik oktober 17, 2018, dari Suara Merdeka News:

https://www.suaramerdeka.com/news/baca/92116/pemkot-salatiga-kembangkan-kawasan-sentra-umkm

Larkan, K. (2008). The Talent War. Jakarta: PPM.

Lexy, J. M. (2004). Metode Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Marilyn Carrol, M. M. (1999). Recruitment in Small Firms : Processes, Methods and Problems. Employe Relations, Vol 21 No. 3, 236 - 250.

Mathis, R. L. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Salemba Empat.

Mathis, R., & Jackson, J. (2010). Human Resource Management (Manajemen Sumber Daya

40

Mitrani, A. (1995). Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (Terjemahan). Jakarta: PT Intermasa.

Mustaqim, M. (2016). Prinsip Syariah Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (Studi atas Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia UMKM di Kudus). Jurnal

Penelitian, 399-422.

Nurhidayati. (2016). Faktor- Faktor yang Berhubungan dengan Retensi Karyawan di Rumah Sakit Prikasih Jakarta Tahun 2016.

Ofori, D., & Aryeetety, M. (2011 Vol 2, No 3). Recruitment and Selection Practices in Small and Medium Enterprises : Prespectives from Ghana. International Journal of Business

Administration.

Parry, E. d. (2008). An Analusis of the Use and Success of Online Recruitment Methods in The UK. Human Resource MAnagement Journal, 18 (3), 257 - 274.

Permata, P. R., & Rahardja, E. (2016). Analisis Pengaruh Sistem Reward,Motivasi Kerja, dan Komitmen Organisasional Terhadap Retensi Karyawan. Diponegoro Journal Of

Management, 1-11.

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan Data dala Penelitian Kualitatif : Wawancara. Jurnal

Keperawaran Indonesia, 35 - 40.

Rahadi, D. R., & Rahmiati, F. (2017). Proses Rekrutmen dan Seleksi Perusahaan Keluarga (Studi Kasus Sektor Usaha Kecil Menengah di Kota Palembang). Presiden University. Rivai, V. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan dari Teori ke

Praktik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sa'diyah, H., Irawati, S. A., & Faidal. (2017). Pengaruh Employee Retention dan Trunover Intention terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja pada Kospin Jasa Cabang Jawa Timur. Halimatus, 34 - 65.

Salatiga, F. K. (2016). FEDED Kota Salatiga. Dipetik 10 Kamis, 2018, dari FEDED Kota Salatiga: http://fedep.salatigakota.go.id/2015/04/09/salatiga-targetkan-peningkatan-jumlah-umkm-binaan-di-2015/

Sancoko, A. H. (2015). Strategi Pengembangan Bisnis Usaha Makanan dan Minuman pada Depot Time to Eat Surabaya. Agora Vol. 3n No. 1, 185 - 194.

Satori, D. d. (2010). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Setyawan, B. (2016, Februari 20). Dipetik Mei 20, 2019, dari Kompasiana: https://www.kompasiana.com/bamset2014/56c839b26523bdc514a7295f/invasi-soto-boyolali-ke-salatiga

41

Susilaningsih, Andriani, M., & Yudhistira, B. (2017). Kreativitas dari Semangkok Soto: Menuju Usaha Warung Soto pada Era Ekonomi Kreatif. Seminar Nasional 6thUNS

SME’s SUMMIT & Awards 2017Peningkatan Daya Saing UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif dalam Era Masyarakat Ekonomi ASEAN, 194 - 202.

Taylor, C. (2001). Windows of Opportunity. People Management, 7 (5), 32 - 36.

Wijayanti, C. W., & Harlina Nurtjahjanti. (2015). Percieved Organizational Support dan Retensi pada Karyawan PKWT Proyek Dermaga Petikemas PT. PP (Persero) Jakarta.

Empati, 49 - 54.

Wijayanti, C. W., & Nurtjahjanti, H. (2015). Perceived Organizational Support dan Retensi pada Karyawan PKWT Proyek Dermaga Petikemas PT. PP (PERSERO) Jakarta.

Jurnal Empati, 49-54.

Yuna. (2006). Analisis Faktor Determinan Retensi Karyawan Pada Taman Mini Indonesia Indah.

Zainal, V. R. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

42 Lampiran

Transkrip Wawancara 1 Karyawan Soto Semarang

Kode Narasumber : K1

Nama Narasumber : Nurul Hikmah

Jabatan : Karyawan Waktu Hari : Sabtu Tanggal : 02/03/2019 Jam : 11:00 Durasi : 00:02:42 No Pertanyaan Jawaban 1 Latar Belakang Narasumber

Nama Nurul Hikmah

Alamat Salatiga, Kec. Bringin

Pendidikan Terakhir SMP Madrasah

2 Rekruitmen dan Seleksi

Lama Bekerja diusaha

Soto Semarang ? Kurang lebih sekitar setengah tahun Sumber lowongan

pekerjaan ?

Teman, Loker Salatiga dari media sosial Facebook

Bagaimana cara melamar pekerjaan diusaha Soto Semarang ?

Tidak membawa lamaran, cuma

inbok orang yang

menginformasikan, Saya Whatsapp saya tanyain katanya masih membutuhkan orang, lalu saya tanya syarat - syaratnya apa saja. Syaratnya jujur mau bekerja gitu, saya bisanya mulai kerja hari selasa, hari selasa saya berangkat. Syarat apa saja untuk

bisa bekerja diusaha Soto Semarang ?

Seingat saya jujur dan mau bekerja

Apakah membahas tentang gaji ?

Tidak saya tidak menayakan berapa gajinya karena sudah ditulis diinformasi loker. Info makananya, peralatan mandi, gajinya semua sudah ditulis beserta keterangan. Cuma minat kerja atau tidak, kalau niat kerja dan jujur ya silahkan kesini.

43

Apakah setelah itu langsung diterima dan mulai kerja ?

Iya hari selasa saya langsung kesini dan membawa pakaian ganti. Jadi gini mbak saya nanya sama atasannya , saya mulainya kerja bisanya hari selasa mas, ya gak apa – apa hari selasa kata masnya, lalu saya tanya lagi sekalian bawa ganti baju ? Iya. Jadi saya langsung bawa sembarang - barang. Tidak harus pakai surat lamaran.

Bagaimana cara atasan untuk memberitahukan diterima atau tidaknya ?

Informasi diterima via whatsapp mbak, kan tidak usah pakai surat lamaran , intinya niat kerja jujur. Bener bener bekerja.

3 Retensi Karyawan

Ada fasilitas mess untuk tinggal ya mbak ?

Iya ada mess ditempat atasan, disediakan mess disana

Jadi tinggalnya di mess ya mbak ?

Iya, semua karyawan tinggal di

mess. Ada 7 karyawan, tapi

karyawan yang bekerja ditoko itu sendiri lagi, yang laki - laki pulang kerumah masing - masing , kalau yang di Soto DKT dan Kauman pulangnya ke mess.

44

Transkrip Wawancara 2 Karyawan Soto Semarang

Kode Narasumber : K2

Nama Narasumber : Rumaita

Jabatan : Karyawan Waktu Hari : Sabtu Tanggal : 02/03/2019 Jam : 11:25 Durasi : 00:02:42 No Pertanyaan Jawaban 1 Latar Belakang Narasumber Nama Rumaita

Alamat Ngendor, Bringin

Pendidikan Terakhir SMP

2 Rekruitmen dan Seleksi

Lama Bekerja diusaha

Soto Semarang ? 4 tahun lebih

Sumber lowongan pekerjaan ?

Dari teman yang bekerja disini sebagai karyawan awalnya, lalu yang keduakalinya saya diberi informasi oleh juragan via SMS kalau ada lowongan disini

Bagaimana cara melamar pekerjaan diusaha Soto Semarang ?

Dibawa sama teman saya yang bekerja disini sebagai karyawan, saya langsung datang aja dan langsung bisa bekerja. Untuk keduakalinya ya saya langsung datang karena sudah biasa dengan juragannya. Tanpa surat lamaran mbak

Syarat apa saja untuk bisa bekerja diusaha Soto Semarang ?

Sama seperti mbak Nurul, ya niat bekerja jujur, mau tinggal di mess Apakah membahas

tentang gaji ? Tidak

Apakah setelah itu langsung diterima dan mulai kerja ?

Iya Bagaimana cara atasan

untuk memberitahukan diterima atau tidaknya ?

Ya langsung disuruh datang dan bekerja

3 Retensi Karyawan Ada fasilitas mess untuk

45

Jadi tinggalnya di mess

ya mbak ? Iya mbak

Alasan untuk keblai bekerja disini ?

Karena saya sudah terbiasa dengan juragannya dan juga alasan ekonomi

Transkrip Wawancara 3 Karyawan Soto Semarang

Kode Narasumber : K3

Nama Narasumber : Purwati

Jabatan : Karyawan Waktu Hari : Sabtu Tanggal : 02/03/2019 Jam : 11:30 Durasi : 00:04:03 No Pertanyaan Jawaban 1 Latar Belakang Narasumber Nama Purwati

Alamat Dadapayam, kab. Semarang, suruh,

Salatiga

Pendidikan Terakhir SD

2 Rekruitmen dan Seleksi

Lama Bekerja diusaha

Soto Semarang ? 10 bulan setahun bulan 4 mbak Sumber lowongan

pekerjaan ?

Dari kakak saya yang menanyakan lowongan ke Pak Triyono waktu ada di Toko

Bagaimana cara melamar pekerjaan diusaha Soto Semarang ?

Tidak membawa lamaran, kalau niat mau bekerja langsung disuruh dateng.

Syarat apa saja untuk bisa bekerja diusaha Soto Semarang ?

Minat bekerja aja mbak, karena langsung disuruh dateng kalau niat Apakah membahas

46

Apakah setelah itu langsung diterima dan mulai kerja ?

Awalnya saya disuruh sore itu dateng untuk bekerja api saya dateng paginya. Awalnya saya melamar di Tokonya pak Triyono, setelah 2 bulan saya dipindah kerja di warung Soto DKT, lalu dipindah disini mbak di kauman. Kadang ada karyawan yang keluar mau pulang kampung makanya dipindah kesini Bagaimana cara atasan

untuk memberitahukan diterima atau tidaknya ?

Saya disuruh datang aja langsung mbak

3 Retensi Karyawan

Fasilitas yang diberikan apa saja bu?

Ada fasilitas tinggal di mess, gaji

bulanan, makan minum

perlengkapan mandi juga sudah disediakan.

Jadi tinggalnya di mess ya mbak ?

Iya mbak enak sudah disediakan semua

47

Transkrip Wawancara 4 Pemilik Soto Semarang

Kode Narasumber : P1 Nama Narasumber : Triyono

Jabatan : Pemilik Waktu Hari : Senin Tanggal : 01/04/2019 Jam : 11:40 Durasi : 14:35:00 No Pertanyaan Jawaban 1 Latar Belakang Narasumber Nama Triyono

Alamat Jln. Adipurna Kalicacing, Salatiga

RT 06 / RW 01 Pendidikan Terakhir SMA 2 Rekruitmen & Seleksi Bagaimana cara mendapatkan karyawan ?

Biasanya itu ya , yang nomor 1 lewat teman - teman karyawan, kalau ada dan kalau tidak ya lewat pedagang pasar, biasanya aku tanya tetangganya ada yang mau kerja tidak. Sama yang ke-2 bapak saya kan ojek, biasanya cari cari informasi, yang ke-3 ya lewat HP melalui sosial media facebook lowongan salatiga, yang sering itu. Kadang ada yang datang sendiri tak mintain nomor telefon, kalu ada lowongan tak hubungi.

Syarat agar diterima kerja disini ?

Tidak ada batas pendidikan, yang penting bisa bekerja lah, kan ya termasuk tenaga kerja kasar, lulusan SD juga gak papa asal bisa kerja, kalau untuk itung - itungan uang itu tertentu saja biasa saya tunjuk senior aja karena uang kan riskan, saya tunjuk senior karena sudah biasa , untuk sementara ini yang dicari perempuan , karena namanya pekerjaan gini identik dengan perempuan, kalau cowok ya bisa tapi kurang , teman teman ya cewek semua nanti malah gak kerasan kalau cowok sendiri. Libur 1 bulan 2 hari, tidur harus di mess karena mulai kerja kan pagi sekali, kalau dilaju nanti otomatis kacau, telat biasanya. Ya terutama mau bangun pagi itu , bekerja ya harus kerja to.

48 3 Retensi Bagaimana cara membuat karyawan kerasan ?

Ya, mempercayakan kepada karyawan, tidak ada kesenjangan antara pemilik dan karyawan, saya menganggap keluarga, masaknya apa ya makan saja boleh. Dari segi pembagian pekerjaan ya dibagi biar tidak membebani salah seorang, nanti kalau ada salah satu yang keberatan biasanya mental, keluar. Jadi dibagi rata, kerjasama ada yang berat nanti yang lain ada yang ringan, ya gak berat berat baget, gantian giliran, bonus perkaryawan pasti, 1 minggu sekali, diluar gaji pokok perbulannya.

Bagaimana cara melatih

karyawan ?

Ya , serahkan pada senior senior suruh ngajari untuk pekerjaan apa apa saja yang ada disni, ya perlunya apa disuruh nunjukkan, dicontohkan langsnug, langsung disuruh ikut bekerja. Ikut ikutan aja, tapi pertama kali yang biasa gampang ya cuci piring, karena semua kan pasti bisa kalau asah - asah itu. Selanjutya ya pokoknya ditunjukkan. saya minta pertimbangan senior itu baiknya suruh apa yang kurang, perlu ditambahi tenaganya. Kalau yng nyuruhnya saya karena kalau senior nyuruh - nyuruh rikuh gitu.

Faslitas yang diberikan kepada karyawan ?

Fasilitas, segala keperluan kecuali hal pribadi, makan minum ya bebas, peralatan mandi ya disediakan, kalau odol habis ya disiapin, sabun ya disiapain, sudah dicepaki. Kalau kebutuhan wanita kayak pembalut itu ya sendiri - sendiri.

Bagaimana cara memperlakukan karyawan diluar jam kerja dan keadaan karyawan saat ini ?

Kalau keluar jauh misal pacaran itu seharusnya juga ijin, soalnya beresiko, keluar tau - tau ngak pulang kan jadi pertanyaan. Karyawan yang sudah menikah ada 3 yang belum juga 3, ya total karyawan 6, kemarin 7 itu yang 1 kan buat pocoan libur, buat ngantiin . ibaratnya cuman 10 hari gampangnya, lainnya saya taruh di toko kan ngak ada kerjaan, tapi rata rata ngak kerasan kalau begitu. Karena ditoko itu kan agak capek sering naik tuun naik turun, biasa cuman 1 bulan udah pada mental, kalau hari bisa dikasih 4 orang kebanyakan, ya ideal 3, kalau minggu 4 gitu pass.

Dokumen terkait