• Tidak ada hasil yang ditemukan

RETRIBUSI ATAS PERIZINAN BIDANG KESEHATAN

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA (Halaman 23-37)

I. UMUM

Pembangunan kesehatan sebagai bagian internal dari pembangunan nasional pada hakekatnya merupakan upaya penyelenggaraan kesehatan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan secara optimal. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat demham menanamkan kebiasaan hidup sehat.

Tenaga kesehatan yang bertugas sebagai pelaksana atau pemberi pelayanan kesehatan diberi wewenang sesuai dengan kompetensi pendidikan yang diperolahnya. Kompetensi dan kewenagan tersebut menunjukkan kemampuan profesional yang baku dan merupakan standar profesi untuk tenaga kesehatan tersebut. Tenaga kesehatan sebagai pendukung upaya kesehatan dalam menjalankan tugasnya harus dibina dan diawasi.

Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatanh maka perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Perizinan di Bidang Kesehatan. Perizinan di Bidang Kesehatan ini mencakup semua sarana pelayanan kesehatan atau kegiatan yang terkait dengan kesehatan baik orang pribadi maupun badan hukum. Tujuan perizinan ini dalam rangka pembinaan, pengaturan, pengendalian, pengawasan pelayanan kesehatan guna melihat dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

II. PASAL DEMI PASAL

24 Pasal 2 : Cukup Jelas

Pasal 3 :

Ayat (1) : Cukup Jelas

Ayat (2) :

Huruf a : yang dimaksud dengan “Izin bagi Pelayanan Medik Dasar” adalah izin yang diberikan kepada Tenaga Kesehatan untuk memberikan pelayan medik terhadap individu atau keluarga dalam masyarakat. Angka 1 : Yang dimaksud dengan “Izin

Prakter Dokter” adalah izin yang diberikan untuk penyelenggaraan pelayanan medik oleh seorang Dokter Umum dan Dokter Spesialis dengan atau tanpa menggunakan pelayanan medik penunjang.

Angka 2 : Yang dimaksud dengan “Izin Prakter Dokter Gigi” adalah izin yang diberikan untuk penyelenggaraan pelayanan medik oleh seorang Dokter Gigi dan Dokter Gigi Spesialis dengan atau tanpa menggunakan pelayanan medik penunjang.

Angka 3 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelanggaraan Praktek Berkelompok Dokter” adalah izin yang diberikan untuk penyelenggaraan pelayanan medik secara bersama oleh Dokter Umum dan Dokter Spesialis dengan atau tanpa menggunakan pelayanan medik penunjang.

Angka 4 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan Praktek

25 Berkelompok Dokter Gigi” adalah izin yang diberikan untuk penyelenggaraan pelayanan medik secara bersama oleh Dokter Gigi dan Dokter Gigi Spesialis dengan atau tanpa menggunakan pelayanan medik penunjang. Angka 5 : Yang dimaksud dengan “Izin

Apoteker” adalah izin yang diberikan kepada Apoteker untuk melakukan kegiatan kefarmasian. “Apoteker” adalah Sarjana Farmasi yang telah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker berdasarkan peraturan perundang-undanga yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai Apoteker.

Angka 6 : Yang dimaksud dengan “Izin Praktek Bidan” adalah izin yang diberikan kepada Bidan untuk menjalankan praktek perorangan.

Angka 7 : Yang dimaksud dengan “Izin Praktek Perawat” adalah izin yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktek perorangan atau berkelompok.

Angka 8 : Yang dimaksud dengan “Izin Kerja Perawat” adalah izin yang diberikan kepada perawat untuk melakukan praktek di sarana Pelayanan Kesehatan.

26 Angka 9 : Yang dimaksud dengan “Izin Kerja Asisten Apoteker” adalah izin yang diberikan kepada Asisten Apoteker untuk melakukan Pekerjaan Kefarmasian di sarana Kefarmasian.

Angka 10 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan Balai Pengobatan (Klinik)” adalah izin penyelenggaraan tempat untuk memberikan pelayanan medik dasar secara rawat jalan, baik pelayanan kesehatan umum maupun kesehatan gigi.

Angka 11 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA)” adalah izin penyelenggaraan tempat untuk memberikan pelayanan medik dasar kepada wanita hamil, bayi dan anak prasekolah, dan pelayanan keluarga berencana.

Angka 12 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan Rumah Bersalin” adalah izin penyelengaraan tempat yang menyelenggarakan pelayanan kebidanan bagi wanita hamil, bersalin dan masa nifas fisiologik termasuk pelayanan keluarga berencana serta perawatan bayi baru lahir. Angka 13 : Cukup Jelas

Huruf b : Yang dimaksud dengan “Izin bagi Pelayanan Medik Spesialis (Rujukan)”

27 adalah izin yang diberikan kepada Dokter Spesialis atau Kelompok Dokter Spesialis untuk memberikan pelayan medik terhadap individu atau keluarga dalam masyarakat.

Angka 1 : Yang dimaksud dengan “Izin Prakter Dokter Spesialis” adalah izin yang diberikan untuk penyelenggaraan pelayanan medik oleh seorang Dokter Spesialis dengan atau

tanpa menggunakan

pelayanan medik penunjang. Angka 2 : Yang dimaksud dengan “Izin

Prakter Dokter Gigi Spesialis” adalah izin yang diberikan untuk penyelenggaraan pelayanan medik oleh seorang Dokter Gigi Spesialis dengan atau tanpa menggunakan pelayanan medik penunjang. Angka 3 : Yang dimaksud dengan “Izin

Penyelenggaraan Praktek Berkelompok Dokter Spesialis” adalah izin yang

diberikan untuk

penyelenggaraan pelayanan medik secara bersama oleh Dokter Spesialis dengan atau

tanpa menggunakan

pelayanan medik penunjang. Angka 4 : Yang dimaksud dengan “Izin

Penyelenggaraan Klinik Spesialis” adalah izin penyelenggaraan medik khusus atau spesialis disatu bidang pelayanan oleh tenaga medis dengan atau tanpa menggunakan penunjang medik.

28 Angka 5 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan Praktek Berkelompok Dokter Gigi Spesialis” adalah izin yang

diberikan untuk

penyelenggaraan pelayanan medik secara bersama oleh Dokter Gigi Spesialis dengan atau tanpa menggunakan pelayanan medik penunjang. Angka 6 : Yang dimaksud dengan “Izin

Penyelenggaraan Rumah Sakit Umum/Sarana Kesehatan” adalah izin penyelenggaraan tempat pelayanan yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar dan spesialistik tertentu, pelayanan medik penunjang, pelayanan instalasi dan pelayanan perawatan secara rawat jalan dan rawat inap.

Angka 7 : Yang dimaksud dengan “Penyelenggaraan Klinik Kecantikan” adalah izin penyelenggaraan pelayanan terhadap individu berupa penambahan, pengurangan, dan merubah kulit, wajah atau bagian tubuh lainnya yang dilaksanakan oleh tenaga medis.

Angka 8 : Cukup Jelas.

Huruf c : Yang dimaksud dengan “Izin bagi Pelayanan Medik Penunjang” adalah izin yang diberikan pada Laboratorium Medis, Laboratorium Kesehatan, Apotek, Toko Obat, dan Laboratorium Gigi yang melakukan upaya kesehatan.

29 Angka 1 : Yang dimaksud dengan “Izin Apotek” adalah izin yang diberikan oleh Menteri Kesehatan kepada Apoteker atau Apoteker bekerjasama dengan Pemilik Sarana untuk menyelenggarakan apotek di suatu tempat. Apotek adalah sarana pelayanan kesehatan yang berfungsi sebagai pelayanan kesehatan penunjang dalam melakukan pekerjaan kefarmasian yang meliputi pembuatan, pengolahan, peracikan,

perubahan bentuk,

pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat atau bahan dasar.

Angka 2 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan

Laboratorium Medis (Laboratorium Klinik)” adalah izin yang diberikan kepada laboratorium kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang hematologi, mikrobiologi klinik, imunologi klinik, dan atau dibidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan terutama untuk

penunjang upaya

penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Angka 3 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan

Laboratorium Kesehatan” adalah izin penyelenggaraan sarana kesehatan yang

30 melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia, atau bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan atau masyarakat.

Angka 4 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan

Laboratorium Gigi” adalah izin penyelenggaraan tempat usaha untuk melakukan pengolahan, pencampuran dan perubahan bentuk bahan kimia dalam rangka pembuatan gigi palsu.

Angka 5 : Yang dimaksud dengan “Surat Izin Praktek Fisioterapis” adalah bukti tertulis yang diberikan kepada Fisioterapis untuk melakukan praktek di sarana Pelayanan Kesehatan. Angka 6 : Yang dimaksud dengan “Surat

Izin Kerja Nutrisionis (Ahli Gizi)” adalah bukti tertulis yang diberikan kepada Nutrisionis (Ahli Gizi) untuk melakukan praktek di sarana Pelayanan Kesehatan.

Angka 7 : Yang dimaksud dengan “Surat Izin Kerja Refraksionis Optisien (RO)” adalah bukti tertulis pemberian

kewenangan untuk

31 Optisien di seluruh wilayah Indonesia.

Angka 8 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan Optikal” adalah izin penyelenggaraan sarana kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan pemeriksaan mata dasar, pemeriksaan refraksi serta pelayanan kacamata koreksi dan/atau lensa kontak.

Angka 9 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan

Laboratorium Optikal” adalah izin penyelenggaraan tempat yang khusus melakukan pembuatan lensa koreksi dan/atau pemasangan lensa pada bingkai kaca mata sesuai dengan ukuran yang ditentukan dalam resep.

Angka 10 : Yang dimaksud dengan “Izin Toko Obat” adalah izin yang diberikan kepada orang atau Badan Hukum Indonesia yang untuk menyimpan obat-obatan bebas dan obat-obat-obatan bebas terbatas (daftar W/logo lingkaran biru) untuk dijual secara eceran di tempat tertentu sebagaimana tercantum dalam surat izin. Angka 11 : Cukup Jelas.

Huruf d :

Angka 1 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyehatan Jasa Boga” adalah Izin Penyehatan yang diberikan perusahaan atau

32 perorangan yang melakukan kegiatan pengolahan makanan yang disajikan diluar tempat usaha atas dasar pesanan. Angka 2 : Yang dimaksud dengan

“Sertifikasi Penyuluhan Pangan Industri Rumah Tangga” adalah setiap perusahaan wajib memiliki SPP IRT atau nomor PIRT setiap makanan atau minuman yang diproduksi.

Angka 3 : Yang dimaksud dengan “Sertifikasi Laik Sehat Restoran dan Rumah Makan” adalah memiliki izin usaha atau sertifikat pelatihan hygiene sanitasi restoran dan

rumah makan yang

dikeluarkan oleh Dinas yang membidangi Kesehatan.

Angka 4 : Yang dimaksud dengan “Izin Penyelenggaraan Air Minum Isi Ulang” adalah izin untuk mengelola air baku / air bersih menjadi air minum dengan melalui proses yang sesuai dengan standar kesehatan. Angka 5 : Yang dimaksud dengan

“Sertifikasi Laik Sehat Makanan Jajanan” adalah memiliki izin usaha atau sertifikat pelatihan hygiene sanitasi makanan jajanan yang dikeluarkan oleh Dinas yang membidangi Kesehatan.

Huruf e : Yang dimaksud dengan “Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (SPPT)” adalah bukti tertulis yang diberikan kepada pengobat

33 tradisional yang telah melaksanakan pendaftaran. “Surat Izin Pengobat Tradisional (SIPT)” adalah bukti tertulis yang diberikan kepada pengobat tradisional yang metodenya telah dikaji, diteliti dan diuji terbukti aman dan bermanfaat bagi kesehatan.

Angka 1 : Yang dimaksud dengan “Shinse” adalah seseorang yang melakukan pengobatan dengan menggunakan ramuan obat-obatan tradisional barasal dari Cina.

Angka 2 : Yamg dimaksud dengan “Tabib” adalah seseorang yang melakukan pengobatan dengan ramuan obat-obatan tradisional yang berasal dari bahan alamiah yang biasanya dilakukan orang India atau Pakistan.

Angka 3 : Yamg dimaksud dengan “Akupunkturis” adalah seseorang yang melakukan

pengobatan dengan

perangsangan pada titik-titik akupunktur dengan cara menusukkan jarum dan atau elektro akupunktur.

Angka 4 : Yang dimaksud dengan “Battra Refleksi” adalah seseorang yang melakukan pengobatan dengan mnganut zona refleksi, teori analgesik dan teori Yin dan Yang dengan menggunakan jari, ibu jari, pangkal telapak tangan, siku atau benda tumpul.

34 Angka 5 : Yang dimaksud dengan “Battra Pijat Urat” adalah seseorang yang melakukan pengobatan dengan tekanan pada tempat-tempat tertentu, dengan falsafah bahwa melakukan pemijatan berarti aliran darah dapat dilancarkan.

Angka 6 : Yang dimaksud dengan “Battra Patah Tulang” adalah seseorang yang memberikan pelayanan pengobatan patah tulang dengan cara tradisional. Angka 7 : Yang dimaksud dengan “Battra Ramuan” adalah seseorang yang melakukan

pengobatan dengan

menggunakan ramuan obat dari tumbuhan, hewan, mineral dan lain-lain.

Angka 8 : Yang dimaksud dengan “Battra Tusuk Jari (Akupressuris)” adalah sesorang yang melakukan pengobatan dengan pemijatan pada titik-titik akupunktur dengan menggunakan ujung jari dan atau alat bantu lainnya kecuali jarum.

Angka 9 : Yang dimaksud dengan “Tenaga Dalam (Prana)“ adalah seseorang yang memberikan pelayanan pengobatan dengan kekuatan tenaga dalam (energi) pada orang tersebut.

35 Angka 10 : Yang dimaksud dengan ”Battra Pendekatan Agama” adalah seseorang yang memberikan pelayanan

pengobatan dengan

menggunakan pendekatan agama atau spiritual.

Angka 11 : Yang dimaksud dengan “Battra Tukang Gigi” adalah seseorang yang memberi pelayanan pembuatan gigi palsu termasuk yang memberi perawatan gigi.

Angka 12 : Yang dimaksud dengan “Battra Gurah” adalah Battra Gurah adalah seseorang yang memberikan pelayanan pengobatan dengan cara memberikan ramuan tetes hidung yang berasal dari larutan kulit akar pohon sengguguh dengan tujuan mengobati gangguan saluran pernafasan atas.

Angka 13 : Yang dimaksud dengan “Battra Dukun Bayi” adalah seseorang yang memberikan pertolongan persalinan ibu sekaligus memberi perawatan kepada bayi dan ibu sesudah melahirkan selama 40 hari. Angka 14 : Yang dimaksud dengan

Chiropractie adalah seseorang yang melakukan pengobatan kiropraksi (chiropractie) dengan cara teknik khusus untuk gangguan otot dan persendian.

36 Huruf f : Yang dimaksud dengan “Laik Sehat Tempat–tempat Umum” adalah kondisi tempat–tempat umum yamg telah memenuhi persyaratan kesehatan.

Huruf g : Yang dimaksud dengan “Izin Pengelola Pestisida” adalah izin untuk melakukan kegiatan yang meliputi pembuatan pengangkutan, penyimpanan, peragaan, penggunaan dan pembuangan/ pemusnahan pestisida.

Ayat (3) : Cukup jelas

Pasal 4 :

Ayat (1) : Cukup jelas

Ayat (2) : Yang dimaksud dengan “berlakunya hanya pada satu tempat usaha” adalah izin apotek dan toko obat yang diberikan hanya berlaku pada alamat yang tertera pada permohonan, jika apotek atau toko obata berpindah alamat maka harus mengurus izin baru. Ayat (3) : Cukup jelas

Ayat (4) : Cukup jelas Ayat (5) : Cukup jelas Ayat (6) : Cukup jelas Ayat (7) : Cukup jelas Ayat (8) : Cukup jelas Ayat (9) : Cukup jelas

Pasal 5 : Cukup jelas

Pasal 6 : Cukup jelas

Pasal 7 : Cukup jelas

Pasal 8 : Cukup jelas

37 Pasal 10 : Cukup jelas

Pasal 12 : Cukup jelas

Pasal 13 : Cukup jelas

Pasal 14 : Cukup jelas

Pasal 15 : Cukup jelas

Pasal 16 : Cukup jelas

Pasal 17 : Cukup jelas

Pasal 18 : Cukup jelas

Pasal 19 : Cukup jelas

Pasal 20 : Cukup jelas

Pasal 21 : Cukup jelas

Pasal 22 : Cukup jelas

Pasal 23 : Cukup jelas

Pasal 24 : Cukup jelas

Pasal 25 : Cukup jelas

Pasal 26 : Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LUWU UTARA NOMOR 172

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA (Halaman 23-37)

Dokumen terkait