BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Deskripsi Hasil Penelitian
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli daerah (PAD) merupakan pendapatan yang diterima dari potensi daerah yang berupa pajak milik daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah juga pendapatan daerah yang sah, yang diukur dengan satuan rupiah. Pendapatan asli daerah (PAD) dimaksud untuk membantu penyelenggaraan rumah tangga daerah dalam pembangunan daerah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam 7 tahun terakhir mengalami naik turun atau fluktuatif. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar terdiiri dari beberapa sumber pendapatan daerah seperti pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, pendapatan dari dinas – dinas, BUMN, dan lain – lainnya yang kemudain dikalkukasi dalam satuan ribuan rupiah setiap tahunnya. Dimana Pendapatan Asli Daerah (PAD) ini dijakan sebagai indikator untuk melihat tingkat kemandirian Kota Makassar.
Semakin besar PendapaatnAsli Daerah (PAD) yang diterima oleh sebuah daerah akan mengidenkasikan bahwa daerah tersebut mampu melaksanakan desentaralisasi fiscal dan mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat. Untuk mengetahui seberapa jauah Pemerintah
40
Kota Makassar dalam mengelola sumber – sumber pendapatan daerahnya, dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4. 3 Target dan Realisasi PAD Kota Makassar 2016 - 2020 Tahun Target Pendapatan
2014 750.506544.000,- 655.362.121.024,- 87%
2015 904.432.575.000,- 696.269.803.242,- 76,98%
2016 1.193.018.343.000,- 879.579.142.506,- 73,73%
2017 1.086.138.148.000,- 949.677.704.216,- 87,44%
2018 1.194.753.148.000,- 947.371.868.404,- 79,29%
2019 1.340.000.000.000,- 1.073.061.660.653,- 80,08%
2020 850.672.543.763,- 868.699.900.035,- 102,12%
Sumber: Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat dilihat data target dan realisasi PAD Kota Makassar selama tujuh tahun terakhir, yakni tahun 2014 – 2020..
Pada tahun 2014 realisasi PAD sebesar Rp 655.362.121.024,- atau 87%
dari target penerimaan, pada tahun 2015 penerimaan PAD sebesar Rp 696.269.803.242,- atau 76,98% dari target. Pada tahun 2016 realisasi PAD sebesar Rp 879.579.142.506,- atau 73,73% dari target dan 2017 PAD yang diterima sebesar Rp 949.677.704.216,- atau 87,44% dari target penerimaan yang ditetapkan. Pada tahun 2018 penerimaan PAD turun menjadi Rp.947.371.868.404,- kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2019 dimana penerimaan PAD sebesar Rp.1.073.061.660.653,- atau 80,08% dari target.
Kemudian pada tahun 2020, realisasi penerimaan pendapatan asli daerah sebesar Rp 868.699.900.035,- dimana realisasi penerimaan ini lebih besar dari target penerimaan yang ditentukan yaitu sebesar Rp 850.672.543.763 atau dengan kata lain realisasi penerimaan PAD sebesar 102,12% dari target yang ditetapkan.
2. Retribusi Daerah
Retribusi daerah merupakan pungutan pajak daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang langsung dapat dirasakan langsung oleh pembayar retribusi. Retribusi daerah dikelompokkan menjadi beberapa, yakni retribusi jasa usaha, retribus jasa umum dan retribusi jasa. Retribusi Daerah disesuaikan dengan peraturan daerah yang ada dimana hasil pungutan retribus ini kemudian disetorkan ke pemerindah daerah atau pusat.
Retribusi samahalnya dengan pajak dimana dilaksanakan brdasarkan dengan Undang – Undang, yaitu Undang – Undang 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2001 tentang Peraturan Umum Retribusi Daerah dan Undang – Undang Nomor 12 tahun 2008 tentang pokok – pokok pemerintah daerah yang selanjutnya untuk pelaksanaannya dimasing – masing daerah dijabarkan dalam satuan ribuan rupiah.
Pemerintah kota Makassar dalam mengelolah retribusi daerah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dapat dilihat pada tabel berikut:
42
Tabel 4.4 Target dan Realisasi Retribusi Daerah 2014 - 2020 Tahun Target Retribusi 2014 9.680.827.000,- 8.109.845.648,- 84%
2015 15.963.925.000,- 9.101.781.365,- 57,01%
2016 23,469,730,000,- 10,809,522,510,- 47,28%
2017 28,140,170,000,- 12,131,096,957,- 47,94%
2018 41,068,626,000,- 6,790,917,623,- 12,43%
2019 27,475,000,000,- 8,247,881,985,- 22,95%
2020 3.973.244.892 4.386.660.520 110,40%
Sumber: Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat penerimaan retribusi daerah selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2014 realisasi penerimaan retribusi daerah sebesar Rp8.109.845.648,- atau sebesar 84% dari target penerimaan, penerimaan pada tahun 2015 sebesar Rp9.101.781.365,- atau sebesar 57,01% dari target penerimaan. Pada tahun 2016 realisasi retribusi daerah sebesar Rp10,809,522,510,- atau 47,28% dari target penerimaan, sedangkan penerimaan retribusi tahun 2017 sebesar Rp 12,131,096,957,- atau sebesar 47,94% dari target penerimaan.
Penerimaan pada tahun 2018 mengalami penurunan dari tahun sebelumnya dimana hanya mencapai 12,43% dari target penerimaan yaitu sebesar Rp6,790,917,623,-. Sedangkan pada tahun 2019 penerimaan retribusi daerah kembali naik menjadi Rp8,247,881,985,- atau 22,95% dari target penerimaan yang ditetapkan. Kemudian pada tahun 2020 realisasi penerimaan retribusi daerah lebih besar dari target
yang ditetapkan yaitu sebesar Rp 4.386.660.520,- dimana target penerimaan yang ditetapkan sebesar Rp 3.973.244.892,- atau dengan kata lain penerimaan retribusi pada tahun 2020 sebesar 110,40% dari target penerimaan.
C. Hasil Pengolahan Data
Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Makassar dapat dihitung dengan membandingkan penerimaan retribusi daerah dan pendapatan asli daerah (PAD) dengan rumus berikut:
Kontribusi =
x 100%
Berdasarkan rumus diatas, maka perhitungan kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) adalah sebagai berikut:
Tahun 2014 =
x 100 = 1,23%
Tahun 2015 =
x 100 = 1,30%
Tahun 2016 =
x 100 = 1,22%
Tahun 2017 =
x 100 = 1,27%
44
Tabel 4.5 Hasil Analisis Kontribusi Retribusi Daerah
Tahun RealIsasi Retribusi Realisasi
Penerimaan PAD Kontribusi 2014 8.109.845.648,- 655.362.121.024,- 1,23%
2015 9.101.781.365,- 696.269.803.242,- 1,30%
2016 10,809,522,510,- 879.579.142.506,- 1,22%
2017 12,131,096,957,- 949.677.704.216,- 1,27%
2018 6,790,917,623,- 947.371.868.404,- 0,71%
2019 8,247,881,985,- 1.073.061.660.653,- 0,76%
2020 4.386.660.520,- 868.699.900.035,- 0,50%
Rata – rata 0,99%
Sumber: Bapenda Kota Makassar, (diolah)
Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) mengalami fluktuasi dan masih sangat rendah. Kontribusi retribusi daerah terhadap PAD tahun 2014 sebesar 1,23%. Pada tahun 2015 naik menjadi 1,30% dan pada tahun 2016 turun kembali menjadi 1,22%. Kontribusi pada tahun 2017 naik menjadi 1,27% lalu kemudian turun kembali pada tahun 2018 menjadi 0,71%. Begitu pula kontribusi pada tahun 2019 dan 2020 terus
menurun, pada tahun 2019 kontribusi retribusi daerah terhadap PAD sebesar 0,76% dan pada tahun 2020 kontribusinya sebesar 0,50%.
D. Pembahasan
Hasil analisis pada penelitan ini menunjukkan bahwa realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan realisasi penerimaan retribusi daerah selama tujuh tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada tahun 2014 realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 87% dari target penerimaan yang ditetapkan yaitu Rp 655.362.121.024,- dimana realisasi penerimaan retribusi daerah sebesar Rp 8.109.845.648,- atau sebesar 84% dari target penerimaan retribusi daerah yang ditetapkan.
Kemudian Setelah dilakukan analisis kontribusi untuk penerimaan retribusi tahun 2014 diperoleh kontribusi yang diberikan terhadap PAD sebesar 1,23%.
Pada tahun 2015 realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 76,98% dari target penerimaan yang ditentukan yaitu Rp 696.269.803.242,- dimana penerimaan retribusi daerah sebesar 9.101.781.365,- atau sebesar 57,01% dari target penerimaan retribusi daerah yang ditetapkan. Seteah dilakukan analisis kontribusi, dapat diketahui besar kontribusi yang diberikan terhadap penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) adalah 1,30%.
Pada ahun 2016 realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 73,73% dari target yang ditetapkan yaitu Rp 879.579.142.506,- dimana penerimaan retribsi daerah yang diperoleh adal sebesar Rp 10.730.746.003,- atau 47,28% dari target penerimaan yang ditetapkan.
Setalah dianalisis menggunakan analisis kontribusi, diperolah nilai kontribusi
46
sebesar 1,22% terhadap penerimaan pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana nilai kontribusi ini menurun dari nilai kontribusi tahun sebelumnya.
Pada tahun 2017 realisasi penerimaan 87,44% dari target penerimaan yang ditetapkan yaitu Rp 959.677.704.216,06,- dimana realisasi penerimaan retribusi daerah sebesar 47,94% atau sebesar Rp 10.881.320.025,- dari target penerimaan retribusi daerah yang telah ditetapkan. Setelah dilakukan analisis kontribusi penerimaan retribusi daerah terhadap PAD diperolah besar kontribusi yang diberikan yaitu 1,27% dimana nilai kontribusi pada tahun 2017 ini naik dari kontribusi yang diperoleh dari analisis tahun sebelumnya.
Pada tahun 2018 nilai realisasi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 947.371.868.404,- atau sebesar 79,29% dari target penerimaan yang tealh ditetapkan. Untuk retribusi daerah, diperolah realisasi penerimaan retribusi daerah sebesar 18,40% atau sebesar Rp 4.819.976.443,- dari target penerimaan yang ditentukan. Realisasi penerimaan ini turun jauh dari realisasi penerimaan kontribsi daerah tahun – tahun sebelumnya sehingga setalah dilakukan analisis kontribusi, nilai kontribusi yang diberikan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2018 ini hanya sebesar 0,71%.
Pada tahun 2019 realisasi penerimaan pendapatan asli daerah sebesar 1.073.061.660.653,- atau sebesar 80,08% dimana jika dilihat dari tujuh tahun terakhir, penerimaan pada tahun inilah jumlah yang paling besar meskipun pencapaiannya sedikit lebih rendah dari tahun 2014. Sedangkan untuk realisasi penerimaan retribusi daerah sebesar 22,95% atau Rp 5.738.624.820,- yang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya nilainya capaian retribusi pada tahun ini juga lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Kemudian untuk kontribusi yang diberikan juga sedikit meningkat dari kontribusi tahun sebelumnya, yaitu sebesar 0,76% terhadap total penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pada tahun 2020 realiasi penerimaan PAD dan retribsi daerah lebih besar dari target penerimaan yang ditentukan, realisasi penerimaan PAD sebesar 102,12%dari target penerimaan PAD yang ditetapkan yaitu Rp 868.699.900.035,- sedangkan realisasi penerimaan retribusi daerah sebesar Rp 4.386.660.520,- atau 110,40% dari target penerimaan yang ditetapkan.
Setelah dilakukan analisis, kontribusi retribusi daaerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun ini sebesar 0,50%. Meskipun realisasi penerimaan retribusi daerah pada tahun ini melebih target tetapi kontribusi yang diberikan merupakan kontribusi terkecil selama tujuh tahun terakhir, hal ini dikarena target penerimaan yang ditetapkan juga sedikit sehingga ketika melakukan analisis kontribusi, nilai yang dihasilkan juga kecil.
48 BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini yaitu:
Kontribusi Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2014 sampai tahun 2020 diperoleh kontribusi tertinggi pada tahun 2017 sebesar 1,30% dan kontribusi terendah pada tahun 2020 sebesar 0,50%. Rata – rata kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 0,99% yang berarti dapat dikategorikan sangat rendah.
B. Saran
Berdasarkan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, saran yang kemudian dapat dijadikan sebagai rekomendasi bagi pemerintah Kota Makassar yaitu:
Pemerintah harus lebih memperhatikan, mengevaluasi dan meningkatkan potensi sumber – sumber penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) serta kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah sebagai salah satu sumber pendapatan daerah dapat ditingkatkan atau dimaksimalkan yang kemudian akan lebih menunjang pemerintahan dalam menjalankan penyelenggaraan rumah tangga daerah dan pembangunan dikota Makassar.
DAFTAR PUSTAKA
Dewantara. (2015) Pengaruh Retribusi Pelayanan Pasar dan Retribusi Khusus Parkir Terhadap Penerimaan Retribusi Daerah Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Ekonomi dan Bisnis 1 (4): 17-18
Halim, Abdul. (2001). Rumus Kontribusi. Fakultas Ekonomi: Yogyakarta.
Handayani. Dina. (2012). Analisis Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Kabupaten Ngawi Tahun 2003-2010.Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Program Pasca Sarjana Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan Surakarta
Kasmiyanti Putri Sitti (2019) Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar
Nurmiati,Fina Diana, Murbayani (2019) Kajian pendapatan Asli Kota Makassar Permatasari Indah Siti Virgita (2020) Analis Potensi Dan Kontribusi Penerimaan
Retribusi Pelayanan Pasar Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah di kota Makassar 2020
Pasal 1 No. 35 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah Menjelaskan Bahwa Pendapatan Daerah
Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Retribusi Perizinan Tertentu, Yang Termasuk Kedalam Jenis Retribusi Perizininan Tertentu Simangunsong Anton (2014) Kontribusi retribusi daerah terhadap pendapatan
asli daerah kabupaten/kota di provinsi kalimantan barat 2009-2014 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Salah Satu Bagian Dari Sumber Pendapatan Adalah Berupa Pendapatan Asli Daerah
Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Bahwa Setiap Daerah Diberi Kewenangan Untuk Mengelola Keuangan Yang Berasal dari Pendapatan Asli Daerah
Widyawaty, Esty (2014) Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan BUMD Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar
50
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1. DATA PENELITIAN
52
LAMPIRAN 2. SURAT PENELITIAN
63
BIOGRAFI PENULIS
Risky Setiawan panggilan Risky lahir di Girikusuma pada tanggal 1 Januari 1999 dari pasangan suami istri Bapak Edy Suyanto dan Ibu Yanti. Peneliti adalah anak kedua dari 4 bersaudara. Peneliti sekarang bertempat tinggal di Dusun Padang Sari Desa Girikusuma Kecamatan Malangke Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.
Pendidikan yang ditempuh oleh peneliti yaitu SD Negeri 128 Padangelle lulus tahun 2011, SMP Negeri 1 Malangke lulus tahun 2014, SMA Negeri 1 Malangke Barat lulus tahun 2017, dan mulai tahun 2017 mengikuti Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar sampai sekarang. Sampai dengan penulisan skripsi ini peneliti masih terdaftar sebagai mahasiswa Program S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar