BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Review Peneliti Terdahulu (Theoritical Mapping)
Berbagai penelitian mengenai pengaruh risiko kredit, risiko likuiditas dan permodalan terhadap profitabilitas perbankan telah dilakukan terlebih dahulu, meskipun masih memiliki keterbatasannya masing-masing.Penelitian terdahulu yang dapat digunakan sebagai referensi bagi penulis, yaitu:
1. Penelitian 1
Judul : Pengaruh Kecukupan Modal, Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan Pada Profitabilitas dengan Risiko Kredit Sebagai Pemoderasi
Tahun : 2018
Penulis : Aurelia Gracella Purba
Populasi dan sampel : Populasi penelitian ini adalah sektor perbankan diBursa Efek Indonesia periode 2012-2016 sedangkan sampel terdiri dari 130 observasian
Variabel : Variabel dependen adalah ROA, sedangkan untuk variabel independen adalah kecukupan modal, struktur modal, dan dan ukuran perusahaan, risiko kredit sebagai variable pemoderasi
Teknik analisis data : Moderated Regression Analysis
Hasil penelitian : kecukupan modal dan struktur modal tidak berpengaruh pada profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif pada profitabilitas. risiko kredit belum mampu memoderasi pengaruh kecukupan modal dan struktur modal padaprofitabilitas dan risiko
kredit memoderasi negatif pengaruh ukuran perusahaan padaprofitabilitas.
2. Penelitian 2
Judul : PENGARUH RISIKO KREDIT, RISIKO
LIKUIDITAS DAN RISIKO TINGKAT BUNGA TERHADAP PROFITABILITAS
Tahun : 2014
Penulis : Ceria lisa rahmi
Populasi dan sampel : Populasi penelitian ini adalah perusahaan bank yang terdaftar di BEI tahun 2009-2012 sedangkan sampel terdiri dari 29 bank
Variabel : Variabel dependen adalah ROA, sedangkan untuk variabel independen adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko tingkat bunga Teknik analisis data : Analisis regresi berganda
Hasil penelitian : Risiko kredit berpengaruh signifikan negatif terhadap profitabilitas, Risiko likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, Risiko tingkat bunga berpengaruh signifikan positif terhadap profitabilitas
3. Penelitian 3
Judul : PENGARUH PENYALURAN KREDIT
TERHADAPPROFITABILITAS DENGAN RISIKO KREDIT SEBAGAIVARIABEL PEMODERASI
Tahun : 2016
Penulis : Dhian Andanarini Minar Savitri
Populasi dan sampel : Populasi penelitian ini adalah Bank Konvensional yang terdaftar diBEI tahun 2011-2014 sedangkan sampel terdiri dari 53 data
Variabel : Variabel dependen adalah ROA sedangkan untuk variabel independen adalah Penyaluran kredit, risiko kredit sebagai variable pemoderasi
Teknik analisis data : Analisis regresi berganda
Hasil penelitian : Non performing loan mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, capital adequacy ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas
4. Penelitian 4
Judul : Pengaruh Tingkat Efisiensi, Risiko Kredit, dan Tingkat Penyaluran Kredit pada Profitabilitas
Tahun : 2018
Penulis : Ni Putu Intan Puspita Dewi
Populasi dan sampel : Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankanswasta di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016 sedangkan sampel terdiri dari 34 bank
Variabel : Variabel dependen adalah ROA sedangkan untuk variabel independen adalah NPL, BOPO, DAN LDR
Teknik analisis data : Analisis regresi berganda
Hasil penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat LDR berpengaruh positif terhadap profitabilitas.Kemudian BOPO dan NPL berpengaruh negative terhadap profitabilitas 5. Penelitian 5
Judul : Determinants of Financial Performance of Commercial Banks in Kenya
Tahun : 2013
Penulis : Vincent Okoth Ongore&Gemechu Berhanu Kusa
Populasi dan sampel : Populasi penelitian ini adalah commercial banks in Kenya, CBK, IMF and World Bank dari tahun 2001 – 2010 sedangkan sampel terdiri dari 37 bank
Variabel : Variabel dependen adalah ROA sedangkan untuk variabel independen adalah Capital Adequacy, Asset Quality, Management Efficiency, and Liquidity Management.
Foreign Vs Domestic ownership as Moderating variable
Teknik analisis data : linear multiple regression model and Generalized Least Square on panel data
Hasil penelitian : kecukupan modal, kualitas aset dan efisiensi manajemen secara signifikan mempengaruhi kinerja bank komersial di Kenya, likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja bank komersial. Bank asing & Bank domestic tidak mampu memoderasi antara variabel independen terhadap variabel dependen
6. Penelitian 6
Judul : CAPITAL ADEQUACY AND BANKS'
PROFITABILITY: AN EMPIRICAL EVIDENCE FROM NIGERIA
Tahun : 2013
Penulis : Asikhia Olalekan&Sokefun Adeyinka
Populasi dan sampel : Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankan domestic dan asing dari tahun 2006 – 2010 sedangkan sampel terdiri dari seluruh bank di Negeria dan 518 lembar kuesioner
Variabel : Variabel dependen adalah ROA sedangkan untuk variabel independen adalah CAR
Teknik analisis data : Linear regression untuk data primer, data panel untuk data sekunder
Hasil penelitian : kecukupan modal berhubungan positif dengan profitabilitas bank di Nigeria. Untuk analisis data primer menunjukkan hubungan yang tidak signifikan tetapi analisis data sekunder menunjukkan hubungan yang signifikan
7. Penelitian 7
Judul : THE DETERMINANTS OF
COMMERCIAL BANKS PROFITABILITY IN INDIA
Tahun : 2013
Penulis : Nagaraju Thota
Populasi dan sampel : Populasi penelitian ini adalah bank komersial di India selama periode 1999-2011 dengan sampel penelitian terdiri dari 108 bank
Variabel : Variabel dependen adalah ROA dan ROE, sedangkan variabel independen adalah liquidity risk, credit risk, dan diversification
Teknik analisis data : Analisis regresi berganda
Hasil penelitian : Risiko likuiditas tidak berpengaruh pada profitabilitas, risiko kredit berpengaruh positif terhadap profitabilitas, untuk diversifikasi signifikan positif untuk SBI & Associaties bank dan bank umum, dan negative untuk bank swasta
Berikut ini disajikan ringkasan peneliti terdahulu berseta hasil penelitian dalam bentuk matriks pada Tabel 2.1 berikut ini:
Tabel 2.1
• Kecukupan modal tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas.
• Struktur modal tidak berpengaruh terhadap modal dan struktur modal padaprofitabilitas.
• Risiko kredit memoderasi negatif pengaruh ukuran perusahaan
padaprofitabilitas
2 Ceria lisa Pengaruh Risiko 1. Profitabilitas (Y): • Risiko kredit berpengaruh
rahmi (2014) Kredit, Risiko
2. Risiko Kredit (X1):
NPL
• Risiko Likuiditas tidak berpengaruh secara parsial terhadap profitabilitas
• Risiko tingkat bunga berpengaruh signifikan
• Penyaluran kredit berpengaruh negatif
• Risiko kredit tidak dapat memoderasi pengaruh
1. Risiko Kredit (X1) 2. Tingkat Efisiensi
(X2)
3. Penyaluran Kredit (X3)
4. Profitabilitas (Y)
• LDR berpengaruh positif terhadap profitabilitas
2. Asset Quality (X2) 3. Management
• Kecukupan modal secara signifikan mempengaruhi kinerja bank komersial
• Kualitas aset secara signifikan mempengaruhi kinerja bank komersial
• Efisiensi manajemen secara signifikan mempengaruhi kinerja bank komersial
• Likuiditas tidak
berpengaruh signifikan terhadap kinerja bank komersial
• Bank asing & Bank domestic tidak mampu
memoderasi antara 3. Diversification (X3) 4. Profitabilitas (Y)
• Risiko likuiditas tidak berpengaruh pada profitabilitas
• Risiko kredit berpengaruh positif terhadap
profitabilitas
• Diversifikasi signifikan positif untuk SBI &
Associaties bank dan bank umum, dan negative untuk bank swasta
BAB III
KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS 3.1 Kerangka Konsep
Dalam menggambarkan konsep Pengaruh Risiko Kredit, Risiko Likuiditas,Net Interest Margin Dan Permodalan Terhadap Profitabilitas Perbankan dapat dibuat dalam kerangka konseptual. Bentuk kerangka konseptual dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1 Kerangka Konseptual
Berdasarkan kerangka konseptual bahwa variabel independen ialah Risiko Kredit diproksi dengan NPL, Risiko Likuiditas diproksi dengan LDR, Net Interest Margin diproksi dengan NIM,Permodalandiproksi dengan CAR. Variabel Dependen ialah Profitabilitas.
Profitabilitas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen perusahaan secara keseluruhan, yang ditunjukan dengan besarnya laba yang diperoleh perusahaan. Besarnya laba perusahaan tergantung dari perusahaan
Risiko Kredit NPL (X1) Risiko Likuiditas
LDR (X2)
Profitabilitas (Y) Net Interest
MarginNIM (X3) Permodalan
CAR (X4)
yang mampu mengatur risiko yang ada di dalam perusahaannya dengan baik.
Risiko - risiko yang ada di dalam perusahaan itu antara lain, risiko kredit dan risiko likuiditas. Selain risiko-risiko yang ada manajemen perusahaan juga harus memperhatikan tentang modal yang dimiliki oleh perusahaan untuk memaksimalkan profitabilitas perusahaan tersebut. Pengaturan risiko dan modal perusahaan yang baik akanmembuat perusahaan tersebut dapat tumbuh, berkembang dan kokoh dalam jangka panjang
Risiko kredit didefinisikan sebagai risiko kerugian sehubungan dengan pihak peminjam yang tidak dapat atau tidak mau memenuhi kewajiban untuk membayar kembali dana yang dipinjamkannya secara penuh pada saat jatuh tempo atau sesudahnya (Pandia,2012). Menurut Peraturan Bank Indonesia No 11/25/PBI/2009 risiko kredit adalah risiko akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada bank.
Berdasarkan peraturan Bank Indonesia No 11/25/PBI/2009 tentang perubahan atas peraturan bank indonesia nomor 5/8/PBI/2003 tentang penerapan manajemen risiko bagi bank umum mendefinisikan risiko likuiditas adalah risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan bank.
Risiko Tingkat Bunga (NIM) merupakan perbandingan antara presentase hasil bunga terhadap total asset atau terhadap total earning assets. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga
bersih diperoleh dari bunga yang diterima dari pinjaman yang diberikan dikurangi dengan biaya bunga dari sumber dana yang dikumpulkan.
Secara umum pengertian modal adalah uang yang ditanamkan oleh pemiliknya sebagai pokok untuk memulai usaha maupun untuk memperluas (besar) usahanya yang dapat menghasilkan sesuatu guna menambah kekayaan (Pandia, 2012). Modal merupakan faktor penting dalam bisnis perbankan, namun modal hanya membiayai sebagian kecil dari harta bank.
3.1.1 Hubungan Risiko Kredit dengan Profitabilitas
Risiko kredit berasal dari kegiatan penyaluran dana dan komitmen lain, risiko ini timbul karena pihak peminjam tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya kepada bank pada saat jatuh tempo (Pandia, 2012). Risiko kredit ini diukur dengan Non Performing Loan (NPL). NPL merupakan perbandingan total kredit bermasalah (kredit kurang lancar, diragukan, dan macet) dengan total kredit yang diberikan bank kepada debitur. NPL ini sangat mempengaruhi kinerja bank terutama kualitas aset dan semakin besar risiko kredit yang ditanggung pihak bank yang berarti kinerja keuangan bank semakin menurun. Hal ini juga mengindikasikan menurunnya profitabilitas yang diraih oleh bank tersebut.
Penelitian yang berhubungan dengan Profitabilitas Perbankan dikemukakan oleh (Savitri, 2016) dimana hasil penelitiannya menyimpulkan bahwaNon performing loan(NPL) berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas (ROA). Berdasarkan logika teori dan kerangka konseptual diatas dapat diajukan Risiko Kredit berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas Perbankan.
H1: Risiko Kredit berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas Perbankan
3.1.2 Hubungan Risiko Likuiditas dengan Profitabilitas
Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul akibat kurang tersedianya alat-alat likuid bank sehingga tidak mampu memenuhi kewajiban-kewajiban baik untuk memenuhi penarikan titipan oleh para penyimpan maupun memberikan pinjaman kepada calon debitur (Pandia, 2012). Dalam penelitian ini risiko likuiditas diukur menggunakan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR). Menurut Pandia (2012), LDR tersebut menyatakan seberapa jauh bank telah menggunakan uang para penyimpan (depositor) untuk memberikan pinjaman kepada nasabahnya. Dengan kata lain jumlah uang yang dipergunakan untuk memberi pinjaman adalah uang yang berasal dari titipan para penyimpan. Semakin tinggi tingkat likuiditas bank tersebut maka profitabilitas bank semakin meningkat.
Penelitian yang dilakukan oleh (Dewi, 2018) menyimpulkan bahwa variabel Risiko Likuditas (LDR) berpengaruh positif terhadap Profitabilitas.Berdasarkan logika teori dan kerangka konseptual diatas dapat diajukan Risiko Likuiditas berpengaruh positif terhadap Profitabilitas Perbankan.
H2: Risiko Likuiditas berpengaruh positif terhadap Profitabilitas Perbankan
3.1.3 Hubungan Risiko Tingkat Bungadengan Profitabilitas
Net Interest Margin (NIM) mencerminkan resiko pasar yang timbul karena adanya pergerakan variabel pasar, dimana hal tersebut dapat mempengaruhi keuntungan yang diperoleh bank. Rasio Net Interest Margin (NIM) digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga
bersih ini diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. Semakin besar rasio ini maka akan meningkatkan pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank, sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil dan kinerja bank tersebut akan semakin baik. Semakin besar perubahan Risiko Tingkat Bunga (NIM) suatu bank maka semakin besar Return On Asset (ROA) yang diperoleh yang berarti kinerja bank tersebut semakin baik.
Penelitian tentang NIM yang dilakukan Herawati (2017) dan Simbolon (2018) yang menyimpulkan bahwa NIM berpengaruh positif terhadap profitabilitas perbankan.
H3: Risiko Tingkat Bunga berpengaruh positif terhadap Profitabilitas perbankan
3.1.4 Hubungan Permodalan dengan Profitabilitas
Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan seberapa besar jumlah seluruh aktiva bank yang mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, dan tagihan pada bank lain) yang ikut dibiayai dari modal sendiri di samping memperoleh dana dari sumber di luar bank (Agusta, 2014). Semakin tinggi CAR maka profitabilitas bank akan meningkat karena kerugian-kerugian yang ditanggung bank dapat diserap oleh modal yang dimiliki bank tersebut. Kerugian bank seperti kredit yang bermasalah dan tidak diselesaikan maka akan menyebabka bank rugi. Modal yang tinggi akan dapat dialokasikan untuk menutupi kerugian bank tersebut.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Ongore, 2013) bahwasannya Kecukupan modal secara signifikan mempengaruhiterhadap Profitabilitas.
Berdasarkan logika teori dan kerangka konseptual diatas dapat diajukan Permodalan berpengaruh positif terhadap Profitabilitas perbankan.
H4: Permodalan berpengaruh positif terhadap Profitabilitas perbankan
3.2 Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan sementara terhadap masalah yang akan diuji kebenarannya, melalui analisis data yang relevan dan kebenarannya akan diketahui setelah dilakukan penelitian. Dalam membangun hipotesis penelitian ini terdapat berbagai pendapat peneliti-peneliti sebelumnya yang telah meneliti tentang nilai perusahaan dimana dalam hipotesis yang telah diuji kebenarannya dapat menjadi dasar penarikan hipotesis dalam penelitian ini.
Berdasarkan uraian dan temuan penelitian terdahulu, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
H1 : Risiko Kredit, Risiko Likuiditas, Risiko Tingkat Bunga dan Permodalan secara simultan berpengaruhterhadap Profitabilitas Perbankan
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian deskriptif dan kausalitas. Penelitian deskriptif merupakan penelitian berupa pengumpulan data untuk mengetes pertanyaan penelitian atau hipotesis yang berkaitan dengan keadaan dan kejadian sekarang. Mereka melaporkan keadaan objek atau subjek yang diteliti sesuai dengan apa adanya. Tujuan penelitian deskriptif adalah memberikan kepada peneliti sebuah riwayat atau untuk menggambarkan aspek-aspek yang relevan dengan fenomena perhatian dari perspektif seseorang, organisasi, orientasi industri, atau lainnya.Penelitian kausalitas adalah desain penelitian yang disusun untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat antarvariabel. Dalam desain ini, hubungan sebab-sebab-akibat sudah dapat diprediksi oleh peneliti, sehingga peneliti dapat menyatakan klasifikasi variabel penyebab, variabel antara, dan variabel dependen (tergantung) Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dapat diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.
4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini adalah perusahaan bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan cara mengakses situs www.idx.co.id. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018.
4.3 Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi, populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2007 sampai dengan tahun 2017 yang berjumlah 12 perusahaan.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakterisitik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2014). Pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan secara purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria
tertentu. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2017.
2. Perusahaan perbankan yang terdaftar pada tahun 2007 atau sebelumnya
3. Perusahaan perbankan yang termasuk dalam kategori BUKU 4 diakhir tahun 2017.
Tabel 4.1
Daftar Sampel Penelitian No Kode Saham Nama Perusahaan 1 BBCA Bank Central Asia Tbk 2 BBKP Bank Bukopin Tbk 3 BBNI Bank Negara Indonesia
Tbk
4 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
5 BDMN Bank danamon Tbk 6 BMRI Bank Mandiri (Persero)
Tbk
7 BNGA Bank CIMB Niaga Tbk 8 BNII Bank Maybank Indonesia
Tbk
9 BNLI Bank Permata Tbk
10 MEGA Bank Mega Tbk
11 NISP Bank NISP OCBC Tbk 12 PNBN Bank Pan Indonesia Tbk
Sumber : Data Diolah 4.4 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data sekunder, yaitu dengan men-download laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur yang sudah di audit melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia di www.idx.co.id selama periode penelitian.
4.5. Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen yaitu risiko kredit, risiko likuiditas, Risiko Tingkat Bunga danPermodalan, dengan variabel dependen yaitu profitabilitas.
4.5.1 Variabel Independen 4.5.1.1 Risiko Kredit
NPL (gross) adalah perbandingan antara kredit macet dengan total yang disalurkan oleh bank. NPL gross tidak memperhitungkan cadangan atas kredit macet (Mahardika, 2015)
4.5.1.2 Risiko Likuiditas
LDR merupakan rasio yang menyatakan seberapa jauh bank telah menggunakan uang para penyimpan (depositor) untuk memberikan pinjaman kepada nasabahnya. Jumlah uang yang dipergunakan untuk memberi pinjaman adalah uang yang berasal dari titipan para penyimpan. Penilaian kesehatan likuiditas bank yang berupa loan to deposit (Pandia, 2012):
𝑁𝑁𝐿𝐿𝐿𝐿 = 𝑝𝑝𝑟𝑟𝑠𝑠𝑘𝑘𝑘𝑘𝑟𝑟
𝑘𝑘𝑙𝑙𝑑𝑑𝑙𝑙 𝑝𝑝𝑘𝑘ℎ𝑙𝑙𝑝𝑝 𝑝𝑝𝑠𝑠𝑟𝑟𝑘𝑘𝑘𝑘𝑙𝑙 × 100%
4.5.1.3 Risiko Tingkat Bunga
Net Interest Margin (NIM) adalah perbandingan antara Interest Income (pendapatan bunga bank yang diperoleh) dikurangi Interest expenses (biaya bunga bank yang menjadi beban) dibagi dengan Average Interest Earning Assets (rata-rata aktiva produktif yang digunakan) (Rachmawati, 2013).
𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 = 𝑝𝑝𝑠𝑠𝑑𝑑𝑘𝑘𝑙𝑙𝑝𝑝𝑙𝑙𝑟𝑟𝑙𝑙𝑑𝑑 𝑙𝑙𝑠𝑠𝑑𝑑𝑘𝑘𝑙𝑙 𝑙𝑙𝑠𝑠𝑟𝑟𝑠𝑠𝑘𝑘ℎ
𝑟𝑟𝑙𝑙𝑟𝑟𝑙𝑙 − 𝑟𝑟𝑙𝑙𝑟𝑟𝑙𝑙 𝑙𝑙𝑝𝑝𝑟𝑟𝑘𝑘𝑎𝑎𝑙𝑙 𝑝𝑝𝑟𝑟𝑡𝑡𝑘𝑘𝑠𝑠𝑝𝑝𝑟𝑟𝑘𝑘𝑝𝑝 × 100%
4.5.1.4 Permodalan
Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan perbandingan antara modal bank dengan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) (Mahardika, 2015):
𝐶𝐶𝐶𝐶𝐿𝐿 = 𝑁𝑁𝑡𝑡𝑘𝑘𝑙𝑙𝑙𝑙
𝐶𝐶𝑝𝑝𝑟𝑟𝑘𝑘𝑎𝑎𝑙𝑙 𝑇𝑇𝑠𝑠𝑟𝑟𝑟𝑟𝑘𝑘𝑠𝑠𝑙𝑙𝑙𝑙𝑑𝑑𝑘𝑘 𝑁𝑁𝑠𝑠𝑑𝑑𝑠𝑠𝑟𝑟𝑠𝑠𝑟𝑟 𝐿𝐿𝑘𝑘𝑠𝑠𝑘𝑘𝑝𝑝𝑡𝑡 × 100%
4.5.2 Variavel Dependen 4.5.1.1 Profitabilitas
Return on Asset adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara laba (sebelum pajak) dengan total aset bank, rasio ini menunjukkan tingkat efisiensi pengelolaan aset yang dilakukan oleh bank yang bersangkutan (Pandia, 2012).
ROA = 𝑙𝑙𝑙𝑙𝑙𝑙𝑙𝑙 𝑠𝑠𝑠𝑠𝑙𝑙𝑠𝑠𝑙𝑙𝑠𝑠𝑠𝑠 𝑝𝑝𝑙𝑙𝑝𝑝𝑙𝑙𝑝𝑝
𝑟𝑟𝑙𝑙𝑟𝑟𝑙𝑙 − 𝑟𝑟𝑙𝑙𝑟𝑟𝑙𝑙 𝑟𝑟𝑡𝑡𝑟𝑟𝑙𝑙𝑙𝑙 𝑙𝑙𝑠𝑠𝑠𝑠𝑟𝑟 × 100%
Dari uraian di atas maka dapat diikhtisarkan defenisi operasional dalam tabel 4.2 berikut ini :
Tabel 4.2 Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel
NO Variabel Defenisi
Operasional Indikator Skala
1
5 CAR (X4)
Perbandingan modal dengan aktiva tertimbang menurut risiko
𝐶𝐶𝐶𝐶𝐿𝐿 = 𝑠𝑠𝑡𝑡𝑘𝑘𝑙𝑙𝑙𝑙
𝐶𝐶𝑇𝑇𝑁𝑁𝐿𝐿 × 100% Rasio
4.6 Metode Analisis Data
4.6.1 Regresi Data Panel (Panel Data Regression)
Regresi data panel digunakan untuk menjawab hipotesis yang telah diajukan. Pada regresi data panel, terdapat 3 model yang diuji, yakni common effect model (CEM), fixed effect model (FEM) dan random effect model (REM).
Untuk menentukan apakah model estimasi CEM atau FEM dalam membentuk model regresi, maka digunakan uji Chow. Hipotesis yang diuji sebagai berikut.
𝐻𝐻0: Model CEM lebih baik dibandingkan model FEM.
𝐻𝐻1: Model FEM lebih baik dibandingkan model CEM
Aturan pengambilan keputusan terhadap hipotesis sebagai jika nilai probabilitas cross-section Chi-square< 0,05, maka 𝐻𝐻0 ditolak dan 𝐻𝐻1 diterima. Namun jika nilai probabilitas cross-section Chi-square ≥ 0,05, maka 𝐻𝐻0 diterima dan 𝐻𝐻1 ditolak. Untuk menentukan apakah model estimasi FEM atau REM dalam membentuk model regresi, maka digunakan uji Hausman. Hipotesis yang diuji sebagai berikut.
𝐻𝐻0: Model REM lebih baik dibandingkan model FEM.
𝐻𝐻1: Model FEM lebih baik dibandingkan model REM
Aturan pengambilan keputusan terhadap hipotesis jika nilai probabilitas cross-section random< 0,05, maka 𝐻𝐻0 ditolak dan 𝐻𝐻1 diterima. Namun jika nilai probabilitas cross-section random ≥ 0,05, maka 𝐻𝐻0 diterima dan 𝐻𝐻1 ditolak.
Berdasarkan hipotesis yang diajukan, makapersamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
Y= a+b1X1+ b2X2+ b3X3+ b4X4 Keterangan:
+e………… … (1) Y = Profitabilitas (ROA)
a = Konstanta
= Risiko Kredit (NPL)
2
X
= Risiko Likuiditas (LDR)
3
X
= Risiko Tingkat Bunga (NIM)
4
e = Nilai error
= Permodalan (CAR)
4.7 Uji Asumsi Klasik
Metode pangkat kuadrat terkecil biasa (ordinary least square = OLS) diperkenalkan pertama kali oleh Carl Freidrich Gauss. Inti metode ini adalah untuk mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan meminimalkan jumlah kuadrat kesalahan setiap observasi terhadap garis tersebut.Tujuan utama regresi adalah mengestimasi fungsi regresi populasi berdasarkan fungsi regresi sampel.Asumsi utama yang mendasari model regresi dengan menggunakan metode OLS adalah normalitas, multikolinearitas, heterokedasatisitas, dan autokorelasi.
4.7.1 Uji Normalitas
Dalam penelitian ini, uji normalitas terhadap residual dengan menggunakan uji Jarque-Bera (J-B). Dalam penelitian ini, tingkat signifikansi yang digunakan α=0,05. Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas dari statistik J-B, dengan ketentuan sebagai berikut.
Jika nilai probabilitas p ≥ 0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi.
Jika probabilitas < 0,05, maka asumsi normalitas tidak terpenuhi.
4.7.2 Uji Multikolinearitas
Dalam penelitian ini, gejala multikolinearitas dapat dilihat dari nilai korelasi antar variabel yang terdapat dalam matriks korelasi. Ghozali (2013) menyatakan jika antar variabel independen ada korelasi yang cukup tinggi, yakni di atas 0,9, maka hal ini merupakan indikasi adanya multikolinearitas.
4.7.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untukmenguji apakah dalam sebuah model regresi yang digunakan terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan kepengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas (Ghozali, 2013). Deteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji Breusch-Pagan.
4.7.4 Uji Autokorelasi
Asumsi mengenai independensi terhadap residual (non-autokorelasi) dapat diuji dengan menggunakan uji Watson. Nilai statistik dari uji Durbin-Watson berkisar di antara 0 dan 4. Nilai statistik dari uji Durbin-Durbin-Watson yang lebih kecil dari 1 atau lebih besar dari 3 diindikasi terjadi autokorelasi.
4.8 Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud untuk membuat kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi. Yang termasuk dalam statistic deskriptif adalah penyajian data dengan tabel, grafik, diagram lingkaran, piktogram, perhitungan modus, median, mean, presentase, dan standar deviasi(Sanusi,2011).
4.9 Penentuan Model Estimasi antara Common Effect Model (CEM) dan Fixed Effect Model (FEM) dengan Uji Chow
Pendekatan CEM merupakan pendekatan yang cukup sederhana. Teniknya hampir sama seperti membuat regresi dengan data cross section atau times series.
Namun untuk data panel, perlu mengkombinasikan data cross section dengan data time series terlebih dahulu sebelum memulai regresi. Metode ini bisa
Namun untuk data panel, perlu mengkombinasikan data cross section dengan data time series terlebih dahulu sebelum memulai regresi. Metode ini bisa