BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Review Penelitian Terdahulu
Mardiyanti et al. (2012) dalam penelitian yang berjudul "Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Hutang dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesi (BEI) Periode 2005-2010" metode yang digunakan dalam penelitian tersebut yaitu, metode kausal komparatif, analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukan bahwa, kebijakan deviden berpengaruh dan tidak signifikan terhadap
nilai perusahaan, kebijakan hutang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
Puspita (2011) dalam penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Struktur Modal, Pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2009 (Studi Kasus Pada Sektor Industri Food And Baverages)” terdapat 19 populasi perusahaan. Teknik yang digunakan yaitu, teknik Purposive Sampling. Data yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah data kuntitatif berupa anual report. Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi. Hasil analisis menyatakan bahwa, struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, pertumbuhan perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, dan hasil secara simultan, struktur modal, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas dalam penelitian tersebut secara bersama-sama berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Wulandari (2013) dalam penelitian yang berjudul "Pengaruh Profitabilitas, Operating Leverage, Likuiditas terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal Sebagai Intervening". Populasai dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2011. Teknik yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, analisis yang gunakan yaitu analisis regresi linier berganda dan analisis path. Hasil dari analisis tersebut menunjukan
operating leverage berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, likuditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif terhadap struktur modal, operating leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, likuiditas tidak berpengaruh terhadap struktur modal.
profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening, operating leverage perpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervenig, dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan struktur modal tidak menjadi variabel intervening, dan struktur modal tidak dapat memediasi operating leverage, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan.
Prasetyorini (2013) dalam penelitian yang berjudul "Pengaruh Ukuran Perusahaan, Leverage, Price Earning Ratio, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan". Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2011, dengan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan, Price Earning Ratio (PER) berpengaruh terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Hermuningsih (2014) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Profitabilitas, Size Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Struktur Modal Sebagai Variabel Intervening” pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia
selama periode 2006 sampai dengan 2010. Data yang digunakan yaitu data panel dan dengan teknik purposive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah Structural Equation Model (SEM) yang memperoleh hasil bahwa profitabilitas berpengaaruh positif signifikan terhadap struktur modal, size berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap nilai perusahaan dengan strukur modal sebagai variabel Intervening.
Suksmana (2015) dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Profitabilitas, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan (Studi pada perusahaan LQ-45 yang Listing di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2014)''. Jenis penelitin ini adalah penelitian eksplanatif dengan metode purposive sampling.
Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, dan ukuran perusahaan tidak pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Darmawan (2015) dalam penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh Profitabilitas, Size dan Sales Growth terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai Variabel Intervening (Analisis Data Panel pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013)”. Jenis data yang akan digunakan adalah data sekunder. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, serta analisis yang digunakan yaitu analisis regresi
negatif signifikan terhadap struktur modal, struktur modal mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan, Sales Growth berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, sales growth berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan, struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui struktur modal (struktur modal tidak memediasi), ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui struktur modal (Struktur modal memediasi), dan sales growth berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui struktur modal (struktur modal tidak memediasi).
Nur’aini (2015) dalam penelitian yang berjudul “ Pengaruh pertumbuhan Perusahaan, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur modal sebagai Variabel Intervening’’ pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2010-2014 baik secara parsial maupun simultan. Metode yang digunakan yaitu metode purposive sampling dengan analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukakan bahwa secara parsial pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal, profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Struktur modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening.
Aziz (2016) dalam penelitian yang berjudul "Pengaruh Profitabilitas dan Tingkat Pertumbuhan Penjualan terhadap Nilai Perusahaan dengan Struktur Modal Sebagai Variabel Intervening Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI Periode 2010-2014". Teknik yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, dengan menggunakan analisis path (analisis jalur). Hasil yang diperoleh menunjukan Bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, tingkat pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening, dan tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening.
Ernawati (2016) dalam penelitian yang berjudul "Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan" Periode 2009-2011.
Pada perusahaan manufaktur industri barang konsumsi yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI). Sampel penelitian terdiri dari 22 perusahaan manufaktur pada industri barang konsumsi di Bursa Efek Indoneisa (BEI), teknik yang digunakan yaitu teknik Purposive sampling. Data yang digunakan yaitu data sekunder. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda dan hasil analisis menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
Damayanti (2016) dalam penelitian yang berjudul “Pegaruh Struktur Modal, Profitabilitas, Ukuran peruahaan dan Kebijakan Deviden terhadap Nilai Perusahaan (Studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2012-2014)”. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling, dengan jumlah sampel yang terkumpul sebanyak 69 perusahaan. Data yang digunakan yaitu data sekunder di peroleh dari Indonesia Capitan Market Derectory (ICMD). Alat analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, kebijakan deviden berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Tabel 2.1
Review Penelitian Terdahulu
No Nama Peneliti Judul Penelitian Variabel Penelitian &
- Hasil analisis menunjukkan bahwa, kebijakan dividen berpengaruh dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Kebijakan hutang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
2. Puspita (2011) Analisis Pengaruh
- Ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Struktur modal, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusa haan dan profitabilitas secara simultan berpengaruh
- Likuditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
- Struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Likuiditas tidak berpengaruh terhadap struktur modal.
- Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening.
- Operating leverage perpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervenig,
- Likuiditas tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan struktur modal tidak menjadi
variabel intervening, dan struktur modal tidak dapat memediasi operating leverage, profitabilitas, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan. berpengaruh terhadap nilai perusahaan
- Price Earning Ratio (PER) berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
- Profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, dan leverage tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. positif signifikan terhadap struktur modal
- Size berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal.
- Struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan
- Profitabilitas dan ukuran perusahaan memiliki pengaruh tidak langsung terhadap nilai perusahaan dengan strukur modal sebagai variabel Intervening. positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Struktur modal berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan
- Ukuran perusahaan tidak pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
7. Darmawan negatif signifikan terhadap struktur modal, struktur modal mempunyai pengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan Sales Growth berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal
- Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan dan Sales growth berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan - Struktur modal berpengaruh
positif signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui struktur modal (struktur modal tidak memediasi), ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui struktur modal (Struktur modal memediasi), dan sales growth berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan melalui struktur modal (struktur modal
- Secara parsial pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahan berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal
- Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal.
- Struktur modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
- Secara simultan, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan, dan profitabilitas memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening.
9. Aziz (2016) Pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, tingkat pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan
- Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal, tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap struktur modal - Profitabilitas berpengaruh
positif signifikan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel intervening, dan tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel positif signifikan terhadap nilai perusahaan
- Lleverage berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan
- Struktur modal berpengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan
- Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan
- Kebijakan deviden berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan - Ukuran perusahaan tidak
berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
12 Gill and
-Ukuran dewan berdampak negatif terhadap nilai perusahaan manufaktur Amerika. Dualitas CEO, komite audit, leverage keuangan, ukuran perusahaan, dan kepemilikan manajerial berdampak positif terhadap nilai perusahaan manufaktur Amerika.
- Ukuran dewan berdampak negatif pada nilai perusahaan jasa Amerika. Leverage keuangan dan retun on aset berdampak positif terhadap nilai perusahaan manufaktur Amerika.
- kepemilikan manajerial tidak mempengaruhi nilai perusahaan secara signifikan ketika struktur modal ditambahkan ke dalam persamaan.
- Kepemilikan manajerial berpengaruh secara signifikan terhadap struktur modal, dan struktur modal berpengaruh secara langsung dengan nilai perusahaan
KERANGKA BERFIKIR, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
3.1. Kerangka Berfikir
Keputusan dalam pemilihan sumber dana merupakan hal penting bagi setiap perusahaan sebab hal tersebut akan mempengaruhi struktur keuangan perusahaan, yang akhirnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. Sumber dana perusahaan dicerminkan oleh modal asing dan modal sendiri yang diukur dengan debt to equity ratio (DER). Keputusan struktur modal dalam perusahaan adalah memilih alternatif struktur modal dengan menggunakan hutang yang besar atau hanya menggunakan hutang yang sangat kecil. Pentingnya struktur modal ini karena adanya pilihan kebutuhan antara memaksimalkan return (meminimalkan biaya modal) dengan kemampuan perusahaan dalam menghadapi lingkungan bisnis yang kompetitif.
Perubahan dalam struktur modal akan menguntungkan bagi pemegang saham, jika nilai perusahaan meningkat.
Pada tahun 1950-an, Modigliani dan Miller menentang pandangan tradisional struktur modal. Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Kemudian pada awal tahun 1960-an, Modigliani dan Miller memasukkan faktor pajak ke dalam analisis mereka sehingga mendapat kesimpulan bahwa nilai perusahaan dengan hutang akan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai perusahan tanpa hutang. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penghematan pajak.
Teori trade-off dari struktur modal adalah teori yang menjelaskan bahwa struktur modal yang optimal ditemukan dengan menyeimbangkan manfaat dari
pendanaan dengan hutang. Trade of theory menjelaskan bahwa jika posisi struktur modal berada di bawah titik optimal maka setiap penambahan hutang akan meningkatkan nilai perusahaan. Sebaliknya, jika posisi struktur modal berada di atas titik optimal maka setiap penambahan hutang akan menurunkan nilai perusahaan. Oleh karena itu, dengan asumsi titik target struktur modal belum tercapai, maka berdasarkan trade-off theory memprediksi adanya hubungan yang positif terhadap nilai perusahaan.
Profitabilitas merupakan gambaran dari kinerja manajemen dalam mengelola perusahaan, yang menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Profitabilitas yang tinggi mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi pemegang saham. Semakin besar keuntungan yang diperoleh semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividennya, dan hal ini berdampak pada kenaikan nilai perusahaan.
Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan indikator return on equity (ROE). Pertumbuhan ROE menunjukkan prospek perusahaan yang semakin baik.
Hal ini akan ditangkap oleh investor sebagai sinyal positif dari perusahaan sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor serta akan mempermudah manajemen perusahaan untuk menarik modal dalam bentuk saham. Apabila terdapat kenaikan permintaan saham suatu perusahaan, maka secara tidak langsung akan menaikkan harga saham perusahaan tersebut di pasar modal.
Likuiditas perusahaan merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya tepat pada waktunya. Perusahaan yang mempunyai
laba yang tinggi belum tentu dapat membayarkan dividen kepada para pemegang saham karena tidak adanya dana untuk membayar dividen.
Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban finansialnya secara tepat waktu berarti perusahaan dalam keadaan likuid dan perusahaan tersebut punya alat pembayaran atau pun aktiva yang lebih besar dari hutang lancarnya. Jadi, dengan melihat likuiditas suatu perusahaan pihak kreditur juga dapat menilai baik buruknya suatu perusahaan tersebut.
Dalam penelitian ini, struktur kepemilikan yang digunakan adalah insider ownership dan institusional ownership. Masalah yang sering ditimbulkan dari struktur kepemilikan ini adalah agency conflict, dimana terdapat kepentingan antara manajemen perusahaan sebagai decision maker dan para pemegang saham sebagai owner dari perusahaan. Tentunya perbedaan kepentingan ini akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Kepemilikan saham dalam pihak manajemen akan menjadikan nilai perusahaan dapat meningkat karena pihak manajemen bisa melaksanakan dan selalu mengawasi perkembangan perusahaan sekaligus memperhitungkan kebijakan dividen yang terbaik dari dua sisi yaitu dari sisi pemegang saham dan kemajuan perusahaan. Semakin besar kepemilikan saham pada pihak manajerial, maka pihak manajerial akan bekerja lebih proaktif dalam mewujudkan kepentingan pemegang saham dan akhirnya akan meningkatkan kepercayaan, kemudian nilai perusahaan juga akan naik.
Kepemilikan institusional berperan sebagai monitoring agent yang melakukan pengawasan optimal terhadap perilaku manajemen di dalam
menjalankan perannya mengelola perusahaan (Sugiarto, 2011). Tingkat kepemilikan institusional yang tinggi akan menimbulkan usaha pengawasan yang lebih besar oleh pihak investor institusional sehingga dapat menghalangi perilaku opportunistic manaje. Semakin tinggi tingkat kepemilikan institusional maka semakin kuat tingkat pengendalian yang dilakukan oleh pihak eksternal terhadap perusahaan sehingga agency conflict yang terjadi di dalam perusahaan akan semakin berkurang dan nilai perusahaan akan semakin meningkat.
Ukuran perusahaan merupakan salah satu indikasi mengukur kinerja suatu perusahaan. Ukuran perusahaan yang besar dapat mencerminkan jika perusahaan mempunyai komitmen yang tinggi untuk terus memperbaiki kinerjanya, sehingga pasar akan mau membayar lebih mahal untuk mendapatkan sahamnya karena percaya akan mendapatkan pengembalian yang menguntungkan dari perusahaan tersebut.
Ukuran perusahaan merupakan besar kecilnya suatu perusahaan yang dapat dilihat dari tingkat penjualan, jumlah ekuitas, atau jumlah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan tersebut beserta kapitalisasi pasar sahamnya. Faktor ini menjelaskan bahwa suatu perusahaan yang besar akan memiliki akses yang lebih mudah ke pasar modal. Kemudahan tersebut ditangkap oleh investor sebagai sinyal positif dan prospek yang baik sehingga ukuran perusahaan bisa memberikan pengaruh yang positif terhadap nilai perusahaan.
Perusahaan yang berada pada pertumbuhan penjualan yang tinggi membutuhkan dukungan sumber daya organisasi (modal) yang semakin besar, demikian juga sebaliknya, pada perusahaan yang tingkat pertumbuhan
penjualannya rendah kebutuhan terhadap sumber daya organisasi (modal) juga semakin kecil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran perusahaan, maka semakin kecil pula nilai perusahaan.
3.2. Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual penelitian ini yang menggambarkan hubungan dan pengaruh baik secara simultan maupun parsial variabel independen struktur modal, profitabilitas, likuiditas, struktur kepemilikan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan sebagai variabel dependen dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.1. Kerangka Konseptual Struktur Modal
(X1)
Profitabilitas (X2)
Ukuran (X6)
Kepemilikan Institusional (X5)
Kepemilikan Manajerial (X4)
Likuiditas (X3)
Nilai Perusahaan (Y)
3.3. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kajian teoritis yang telah dikemukakan dan hasil penelitian empirik yang telah dilakukan sebelumnya maka hipotesis untuk penelitian ini sebagai berikut:
1. Struktur modal berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan 2. Profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan 3. Likuiditas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan
4. Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap nilai perusahan 5. Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap nilai perusahan 6. Ukuran perusahaan (size) perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai
perusahaan.
7. Struktur modal, profitabilitas, likuiditas, struktur kepemilikan manajerial dan institusional serta ukuran perusahaan berpengaruh signifikan secara simultan terhadap nilai perusahaan.
METODE PENELITIAN 4.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menganalisis data-data sekunder. Penelitian kuantitaif adalah penelitian yang menekankan pada pengujian teori-teori melalui pengukuran variabel-variabel penelitian dengan angka dan melakukan analisis data dengan prosedur statistik.
Sedangkan data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung yaitu melalui media perantara.
4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 – 2016 melalui website www.idx.co.id. Waktu penelitian terhitung sejak bulan Maret sampai dengan Oktober 2017.
4.3. Populasi dan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:115). Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 sebanyak 39 perusahaan.
Metode pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sistem non random sampling (nonprobability sampling) yaitu menggunakan porposive sampling. Purposive sampling adalah teknik sampling yang digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampel atau pengambilan sampel didasarkan pada tujuan tertentu. Purposive sampling terdiri dari dua alternatif diantaranya judgement sampling dan quota sampling. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan judgement sampling dikarenakan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini harus memenuhi beberapa kriteria (Indriantoro dan Supomo, 2011). Adapun ketentuan sampel yang diambil adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang melaporkan laporan keuangannya selama periode tahun 2013 - tahun2016;
2. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang tidak mengalami kerugian selama periode tahun 2013 - tahun 2016.
3. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang mempublikasikan laporan keuangan dengan mata uang rupiah.
4. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember dalam setiap tahun periode penelitian.
5. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang memiliki kelengkapan informasi yang dibutuhkan untuk keperluan penelitian.
Tabel 4.1
Rekapitulasi Pengambilan Sampel
No. Uraian Sampel Jumlah
Perusahaan 1. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2016
39 2. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi
yang mengalami kerugian dalam periode 2013-2016
(9) 3. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi
(9) 3. Perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi