Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan
4.4. Pembahasan
Berikut ini adalah pembahasan mengenai hasil penelitian yang telah diolah dengan SmartPLS 3 :
1. Motivasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Motivasi sangat penting dimiliki setiap individu dalam dirinya karena motivasi menyebabkan individu mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang sempurna. Mahasiswa akuntansi akan berminat menjadi seorang akuntan publik jika memiliki dorongan motivasi yang kuat. Akan tetapi hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara motivasi dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah tidak berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 0,159 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel motivasi adalah 0,873 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Herawati (2015).
2. Gender berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara gender dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 2,25 > 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel gender adalah 0,034 < 0,05. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Herawati (2015) dan Zaid (2015). Peran gender merupakan hal yang perlu
dipertimbangkan dalam pemilihan karier menjadi akuntan publik, kadang orang berpendapat bahwa mungkin perempuan tidak terlalu bagus jika menjadi akuntan publik dilihat dari jenis pekerjaan yang memiliki banyak tantangan dan biasanya harus survei langsung ke lapangan sehingga dapat menyita waktu perempuan untuk mengurus keluarganya.
3. Penghargaan finansial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Penghargaan finansial merupakan hasil yang diperoleh sebagai kontraprestasi dari pekerjaan yang telah diyakini secara mendasar bagi sebagian perusahaan sebagai daya tarik utama untuk memberikan kepuasan kepada karyawannya. Akan tetapi hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara penghargaan finansial dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah tidak berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 1,426 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel penghargaan finansial adalah 0,154 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Herawati (2015). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2009) dan Astuti (2014) yang menyatakan bahwa penghargaan finansial merupakan faktor yang dapat mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk berkarier sebagai akuntan publik.
4. Pelatihan profesional dari IAPI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Akuntan publik dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) diharuskan untuk mengikuti pelatihan sebelum memberikan jasa auditnya. Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi diri adalah dengan cara meningkatkan pelatihan kerja untuk profesi akuntan publik dan dapat mengikuti pelatihan diluar lembaga untuk meningkatkan profesional. Sehingga hasil yang dilakukan akuntan publik akan lebih berkualitas. Akan tetapi hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pelatihan profesional dari IAPI dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah tidak berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 0,594 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel pelatihan profesional dari IAPI adalah 0,553 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sembiring (2009) dan Herawati (2015). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Aprilyan (2011) yang menyatakan bahwa pelatihan profesional dari IAPI merupakan faktor yang dapat mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk berkarier sebagai akuntan publik.
5. Pengakuan profesional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Pengakuan profesional ini dapat dikategorikan sebagai penghargaan yang tidak berwujud finansial seperti pengakuan secara formal diberikan oleh IAI untuk
orang yang memenuhi kualifikasi sebagai akuntan profesional dan secara informal pengakuan itu diberikan oleh masyarakat luas dan para pengguna jasa akuntan pubik. Ada kepuasan tersendiri ketika memperoleh pengakuan profesional atau pengakuan prestasi kerjanya dalam karier akuntan publik, mengingat dibutuhkan keahlian tertentu, waktu yang tidak sebentar dan jenjang karier yang panjang.
Akan tetapi hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengakuan profesional dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah tidak berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 0,553 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel pengakuan profesional adalah 0, 581 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Herawati (2015). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2009), Aprilyan (2011), dan Astuti (2014) yang menyatakan bahwa pengakuan profesional merupakan faktor yang dapat mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk berkarier sebagai akuntan publik.
6. Lingkungan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Lingkungan kerja merupakan sesuatu hal yang berhubungan dengan sifat pekerjaan (rutin, atraktif, dan sering lembur). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa lingkungan kerja dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 3,445 > 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel lingkungan kerja adalah 0,001 <
0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Astuti (2014). Mahasiswa akuntansi yang memiliki jiwa kompetensi yang tinggi cenderung memilih lingkungan pekerjaan yang memiliki tantangan sehingga mahasiswa akan dapat kepuasan tersendiri ketika dapat menyelesaikan tantangan yang diberikan dengan baik. Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2009), Aprilyan (2011), dan Herawati (2015) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
7. Pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Pertimbangan pasar kerja adalah hal yang dipertimbangkan oleh seseorang dalam memilih sebuah pekerjaan, karena setiap pekerjaan mempunyai peluang dan kesempatan yang berbeda. Pertimbangan pasar kerja meliputi keamanan kerja dan tersedianya lapangan kerja atau kemudahan mengakses lowongan kerja. Akan tetapi hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pertimbangan pasar kerja dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah tidak berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 1,104 < 1,96.
Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel pertimbangan pasar kerja adalah 0, 27 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sembiring (2009). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Aprilyan (2011), Astuti (2014), Herawati (2015), dan Zaid (2015) yang menyatakan bahwa
pertimbangan pasar kerja merupakan faktor yang dapat mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk berkarier sebagai akuntan publik.
8. Personalitas berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa personalitas dengan pemilihan karier menjadi akuntan publik adalah berpengaruh signifikan dengan T-statistics sebesar 3,73 > 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel personalitas adalah 0 < 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sembiring (2009), Aprilyan (2011), Astuti (2014), dan Herawati (2015).
Personalitas mencerminkan kepribadian seseorang dalam bekerja secara profesional, mahasiswa akuntansi yang mengejar kesempurnaan, menuntut loyalitas, mengharapkan pengakuan atas prestasinya, serta menyenangi tantangan dan mau menerima tugas-tugas sulit cenderung memilih karier akuntan publik.
BAB V
KESIMPULAN & SARAN
5.1. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa akuntansi dalam pemilihan karier sebagai akuntan publik yang terdiri dari variabel motivasi, gender, penghargaan finansial, pelatihan profesional dari IAPI, pengakuan profesional, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja, dan personalitas.
Dimana analisis penelitian ini menggunakan aplikasi SmartPLS 3. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa tahun akhir S1 Akuntansi angkatan 2013, dengan jumlah responden sebanyak 88 responden. hasil penelitian ini menunjukkan :
1. Motivasi tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 0,159 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel motivasi adalah 0,873 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Herawati (2015) yang menyatakan bahwa motivasi tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
2. Gender berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 2,25 >
1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel gender adalah 0,034 < 0,05. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Herawati (2015)
dan Zaid (2015) yang menyatakan bahwa gender tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
3. Penghargaan finansial tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 1,426 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel penghargaan finansial adalah 0,154 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Herawati (2015). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2009) dan Astuti (2014) yang menyatakan bahwa penghargaan finansial berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
4. Pelatihan profesional dari IAPI tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 0,594 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel pelatihan profesional dari IAPI adalah 0, 553 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sembiring (2009) dan Herawati (2015). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Aprilyan (2011) yang menyatakan bahwa pelatihan profesional dari IAPI berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
5. Pengakuan Profesional tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 0,553 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel pengakuan profesional adalah 0,581 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian Herawati (2015). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2009), Aprilyan (2011), dan Astuti (2014) yang menyatakan bahwa pengakuan profesional berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
6. Lingkungan kerja berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 3,445 > 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel lingkungan kerja adalah 0,001 < 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Astuti (2014). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Sembiring (2009), Aprilyan (2011), dan Herawati (2015) yang menyatakan bahwa lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
7. Pertimbangan pasar kerja tidak berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 1,104 < 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel pertimbangan pasar kerja adalah 0,27 > 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sembiring (2009). Akan tetapi penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Aprilyan (2011), Astuti (2014), Herawati (2015), dan Zaid (2015) yang menyatakan bahwa pertimbangan pasar kerja berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
8. Personalitas berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai T-statistics sebesar 3,73 >
1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel personalitas adalah 0 < 0,05. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Sembiring (2009), Aprilyan (2011), Astuti (2014), dan Herawati (2015) yang menyatakan bahwa personalitas berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik.
9. Motivasi, gender, penghargaan finansial, pelatihan profesional dari IAPI, pengakuan profesional, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja dan personalitas berpengaruh terhadap pemilihan karier mahasiswa akuntansi sebagai akuntan publik, sebagaimana ditunjukkan oleh signifikan dengan T-statistics sebesar 7,406 > 1,96. Diketahui juga bahwa probabilitas atau P-values dari variabel personalitas adalah 0 < 0,05. Berdasarkan perhitungan nilai R-Square varaiabel motivasi, gender, penghargaan finansial, pelatihan profesional dari IAPI, pengakuan profesional, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja dan personalitas mempengaruhi pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik sebesar 51,4 %. Sedangkan, 48,6 % dijelaskan oleh variabel lain di luar yang diteliti.
5.2. Keterbatasan Penelitian
Adapun keterbatasan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Jumlah responden yang digunakan adalah mahasiswa satu angkatan yang berjumlah 88 responden dan hanya mahasiswa semester VII.
2. Responden yang digunakan hanya mahasiswa tahun akhir S1 Akuntansi angkatan 2013 dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara sehingga hasil kurang dapat digeneralisasi secara luas.
5.3. Saran
1. Bagi Lembaga Akademik, sebagai bahan masukan dalam meningkatkan kualitas pengajaran, sehingga menambah mutu lulusan sebagai pekerja intelektual yang siap pakai sesuai kebutuhan pasar dan membantu kurikulum dalam sistem pendidikan akuntansi yang relevan dalam dunia kerja saat ini.
2. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah ruang lingkup penelitian dengan mengambil sampel mahasiswa akuntansi dari beberapa perguruan tinggi sehingga dapat digeneralisasi secara luas.
3. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang berhubungan dengan pemilihan karier mahasiswa akuntansi menjadi akuntan publik yang tidak diteliti oleh peneliti seperti nilai-nilai sosial, nilai intrinsik, dan lain sebagainya.
4. Peneliti selanjutnya diharapkan memiliki pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka tidak hanya melalui kuesioner saja tapi juga didukung oleh wawancara.
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah, W., & Hartono, J. (2015). Partial Least Square (PLS) - Alternatif Structural Equation Modeling (SEM) dalam Penelitian Bisnis (1th ed.). Yogyakarta:
ANDI.
Andersen, W. (2012). Analisis Persepsi Mahasiswa Akuntansi dalam Memilih Karir Sebagai Akuntan (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP, UNIKA,UNNES, UNISSULA,UDINUS, UNISBANK, STIE TOTALWin, dan Mahasiswa PPA UNDIP. Diponegoro Journal Of Accounting , Vol.01, No.01, pp.01-14.
Apridar, dkk. (2008). Prosedur Penulisan Karya Ilmiah. Lhoksumawe: Unimal Press.
Aprilyan, L. A. (2011). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik (Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP dan Mahasiswa Akuntansi UNIKA). Skripsi.
Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Astuti, A. (2014). Faktor-faktor yang Mempengruhi Mahasiswa Akuntansi dalam Memilih Karir Sebagai Akuntan Publik pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Skripsi. Salatiga: Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Averus, N. (2015). Analisis Persepsi Mahasiswa Akuntansi Dalam Memilih Karir (Studi Empiris Mahasiswa Akuntansi S1 di Perguruan Tinggi di Semarang), Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Dewo, S. A. (2016). Profesi Akuntan Pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. IAI . Balai Kartini.
Erlina. (2011). Metodologi Penelitian. Medan: USU Press.
Harahap, S. S. (2012). Teori Akuntansi (Revisi ed.). Jakarta: Rajawali Pers.
Herawati, L. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Berkarir Sebagai Akuntan Publik (Studi Pada Mahasiswa Akuntansi Perguruan Tinggi Negeri Di Medan). Skripsi. Medan: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
IAI. (2014). Bersiap Diri Menyambut Pasar Tunggal ASEAN. Diambil kembali dari IKATAN AKUNTAN INDONESIA: http://iaiglobal.or.id/v03/berita-kegiatan/detailarsip-617
IAI. (2016). Siaran Pers - IAI ICAEW Seminar. Diambil kembali dari IKATAN AKUNTAN INDONESIA: http://iaiglobal.or.id/v03/berita-kegiatan/detailberita-895-siaran-pers--iai-icaew-seminar-
Jam'an, M. (2011). Pengembangan Profesi Akuntan Publik di Indonesia Perlu Belajar dari Negara China. Diambil kembali dari http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/08/28/pengembangan-profesi-akuntan-publik-di-indonesia-perlu-belajar-dari-negara-china-391438.html Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). Mahasiswa. Diambil kembali dari Website:
http://kbbi.web.id/mahasiswa
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). Personalitas. Diambil kembali dari Website:
http://kbbi.web.id/personalitas
Kwong, K., & Wong, K. (2013). Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) Techniques Using SmartPLS. Marketing Bulletin, 2013, 24, Technical Note 1 , pp.1-32.
Merdekawati, Dian Putri dan Sulistyawati, Ardiani Ika. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Akuntan Publik dan Non Akuntan Publik.
Jurnal Aset , Vol.13, No.01, pp.09-19.
Mulyadi. (2002). Auditing (6th ed.). Jakarta: Salemba Empat.
Rachman, N. A. (2011). Pengaruh Motivasi Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Memilih Profesi Sebagai Akuntan Publik (Studi Empiris Pada Universitas Hasanuddin Makassar). Skripsi. Makassar: Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Sari, L. K. (2016). Pengaruh Nilai Intrinsik Pekerjaan, Lingkungan Kerja, dan Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Motivasi Pemilihan Karier Sebagai Akuntan (Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Sembiring, M. S. (2009). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir Menjadi Akuntan Publik Oleh Mahasiswa Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi USU Medan. Tesis. Medan: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
Sugahara, Satoshi; Boland, Gregory;. (2009). The Accounting Profession As A Career Choice For Tertiary Business Students In Japan-A Factor Analysis.
Accounting Education : an International Journal , Vol.18, No.03, pp.255-272.
Sunarto, K. (2004). Pengantar Sosiologi (Revisi ed.). Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5. (2011). Akuntan Publik.
Wany, E. (2011). Persepsi Mahasiswa Akuntansi Terhadap Faktor-Faktor Pemilihan Karir Akuntan Publik. Media Mahardhika , Vol. 10. No.1, pp.124-155.
Wellyan, R. (2015). Jumlah Akuntan Indonesia Belum Mencukupi Pasar Domestik.
Diambil kembali dari https://duniaakuntan.wordpress.com/2015/04/19/jumlah-akuntan-indonesia-masih-belum-mencukupi-permintaan-domesti
Widyasari, Y. (2010). Persepsi Mahasiswa Akuntansi Mengenai Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Karir (Studi Empiris Pada Universitas Diponegoro dan Unika Soegijapranata). Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Willy, A., & Hartono, J. (2015). Partial Least Square (PLS) - Alternatif Structural Equation Modeling (SEM) dalam Penelitian Bisnis (1th ed.). Yogyakarta:
ANDI.
Zaid, M. I. (2015). Pengaruh Gender, Penghargaan Finansial, dan Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Berkarier Menjadi Akuntan Publik (Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta). Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Lampiran 1 : Sejarah Perkembangan IAI
Sumber : IAI (2014)
Lampiran 2: Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN
Berikut adalah daftar pertanyaan dan pernyataan tentang penelitian “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Mahasiswa Akuntansi Dalam Pemilihan Karier Sebagai Akuntan Publik (Studi Pada Mahasiswa Tahun Akhir S1 Akuntansi Angkatan 2013 Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara)”. Saudara cukup memberikan tanda check list (√) pada pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat saudara. Informasi yang saudara berikan akan sangat membantu proses penelitian ini. Ataskerjasamanya, peneliti mengucapkan terima kasih.
IDENTITAS RESPONDEN
Nama : ………...(boleh tidak diisi)
Jeniskelamin : Laki–Laki Perempuan
Umur : ………Tahun
Sudah menempuh matakuliah Auditing 1 dan Auditing 2 : Ya Tidak
Catatan :
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mulai berlaku di Indonesia pada akhir tahun 2015 yang merupakan sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh Indonesia di berbagai sektor. Salah satunya, tantangan di bidang jasa profesi akuntan publik.
Profesi akuntan publik masih menyediakan peluang kerja yang besar bagi lulusan akuntansi di Indonesia. Akan tetapi, jumlah tenaga akuntan di Indonesia tidak sebanding dengan lulusan sarjana S1 Akuntansi. Hal tersebut dapat terjadi karena berbagai macam faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa akuntansi untuk berkarier sebagai akuntan publik.
Petunjuk Pengisian :
Mohon diisi dengan tanda check list (√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan pendapat anda yang sebenarnya.
KETERANGAN :
STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju N : Netral
S : Setuju SS : Sangat Setuju
1. Motivasi (X1)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Dalam memilih karier sebagai Akuntan
Publik anda termotivasi karena : 1. Dorongan dari orangtua
2. Keinginan dari dalam diri 2. Gender (X2)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Menurut anda, karier yang anda pilih :
1. Hak dan kewajiban pria dan wanita dalam dunia kerja akuntan publik berbeda
2. Perilaku dalam pengambilan keputusan berbeda antara pria dan wanita
3. Pria dan wanita memiliki hak jaminan masa depan yang sama dalam berkarier sebagai akuntan publik
4. Ruang lingkup pekerjaan yang terbatas 3. Penghargaan Finansial (X3)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Dalam memilih karier sebagai Akuntan
Publik anda mengharapkan : 1. Gaji awal yang tinggi.
2. Ada dana pension
3. Kenaikan gaji yang diberikan lebih 4. Mendapat uang lembur
5. Mendapatkan bonus akhir tahun 4. Pelatihan Profesional dari IAPI (X4)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Untuk berprofesi sebagai Akuntan Publik,
anda perlu :
1. Pelatihan kerja sebelum mulai bekerja
2. Sering mengikuti latihan di luar lembaga untuk meningkatkan profesional
3. Sering mengikuti pelatihan rutin di dalam
lembaga
4. Memperoleh pengalaman kerja yang bervariasi 5. Pengakuan Profesional (X5)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Anda memilih karier Akuntan Publik,
karena menurut anda karier tersebut : 1. Lebih banyak memberikan kesempatan untuk
berkembang
2. Ada pengakuan apabila berprestasi
3. Memerlukan banyak cara untuk naik pangkat 4. Memerlukan keahlian tertentu untuk mencapai
sukses
5. Mendapatkan perlakuan profesional dari atasan, rekan, dan bawahan di lingkungan pekerjaan
6. Lingkungan Kerja (X6)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Menurut anda, jenis pekerjaan dan
lingkungan jalan karier Akuntan Publik bersifat :
1. Pekerjaan rutin
2. Pekerjaannya lebih cepat dapat diselesaikan 3. Pekerjaannya lebih banyak tantangan 4. Lingkungan kerjannya menyenangkan 5. Sering lembur
6. Tingkat kompetensi antar karyawan tinggi 7. Ada tekanan kerja untuk mencapai hasil yang
sempurna
7. Pertimbangan Pasar Kerja (X7)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Anda memilih karier Akuntan Publik,
karena menurut anda karier tersebut : 1. Keamanan kerjanya lebih terjamin
2. Lapangan kerja yang ditawarkan mudah
diketahui
3. Pekerjaan yang mudah didapat dan diperoleh 8. Personalitas (X8)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Anda memilih karier Akuntan Publik,
karena menurut anda karier tersebut : 1. Kesesuaian pekerjaan dengan kepribadian
yang dimiliki tersebut tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, maka harus dilaporkan 9. Pemilihan Karier Menjadi Akuntan Publik (Y)
No. PERNYATAAN PILIHAN
STS TS N S SS Anda memilih karier Akuntan Publik,
karena menurut anda karier tersebut : 1. Akuntan Publik dapat menjadi konsultan bisnis
yang terpercaya
2. Akuntan Publik dapat menjadi direktur perusahaan
3. Akuntan Publik dapat memperluas wawasan dan kemampuan akuntansi
8. Keamanan kerja lebih terjamin
9. Meningkatkan rasa profesionalisme dan kebanggaan terhadap profesi akuntansi
Lampiran 3 : Kriteria Pengambilan Ukuran Sampel Minimun sample
size required
Maximum # of arrow pointing at a latent variable in the model
52 2
59 3
65 4
70 5
75 6
80 7
84 8
88 9
91 10
Sumber : Kwong & Wong (2013)
Lampiran 4 : Output SmartPLS 3
Sumber: Hasil olah data dengan SmartPLS 3 (2016)
Lampiran 5 : Nilai Outer Loading
Sumber: Hasil olah data dengan SmartPLS 3 (2016)
Lampiran 6 : Nilai Output Bootstraping
Sumber: Hasil olah data dengan SmartPLS 3 (2016)
Lampiran 7 : Data Hasil Jawaban Responden
34 4 5 2 1 5 1 5 5 5 4 5
72 4 4 4 3 4 2 3 4 4 4 4 NO. PPDI1 PPDI2 PPDI3 PPDI4 PP1 PP2 PP3 PP4 PP5
1 5 5 5 5 5 5 4 4 3
17 5 5 4 3 3 4 3 5 4
55 4 3 3 3 4 4 2 5 5
LINGKUNGAN KERJA PERTIMBANGAN
35 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4
73 3 3 4 3 5 5 5 3 4 3 4 5 5
17 4 3 4 4 3 5 3 3 3
55 3 3 4 4 3 4 3 3 3