Dinas PU, Bappeda, BPMD Rencana pengembangan kawasan permukiman Seluruh kecamatan APB D Kab Dinas PU, & Bappeda Penyediaan lahan untuk RTH
Seluruh kecamatan APBD
Kab
Dinas PU
C Perwujudan Kawasan Strategis Kabupaten 1 Perwujudan Kawasan Strategis Kabupaten
1.1 Kawasan Strategis Bidang Ekonomi Perencanaan kawasan Program Unggulan dan agropolitan Lokasi 7 Kecamatan,
21 desa (Desa Abi, Neke, Oenino, Oelet dan Desa Billa, )
- APBD Kab, APBD Prov, APBN Bappeda, dan Dinas Pertanian Perencanaan kawasan Minapolitan
Kualin, Tuafanu (Kecamatan Kualin), Noenbila, Oinlasi (Kecamatan Mollo Selatan), Bena, Linamnutu (Kecamatan Amanuban Selatan) - APB D Kab DinasPerta nian, perkebuna n, Perikanan & Kelautan Perencanaan kawasan Ekowisata (Sentra Jeruk)
Desa Binaus, Oelbubuk, Oebesi, Netpala, Fatukoto, Ajaobaki.
- APB D Kab Bappeda, Pertanian, &pariwisat a Perencanaan Kawasan Ketahanan Pangan
Desa Bena, Oebelo, Oekiu, Batnun, Pollo -
APB D Kab Bappeda dan Dinas Pertanian. Perencanaan Kawasan Cepat Tumbuh
Desa Oebobo dan Desa Millo (Sentra Ternak)
Kelurahan Niki-Niki, Desa Maunum Niki- Niki, dan Desa Bone.
- APB D Kab, Bappeda, Dinas PU 1.2 Kawasan Strategis Bidang Sosial Budaya Pelembagaan konservasi budaya sebagai obyek pariwisata: Pemeliharaan kampung adat Desa Boti - APB D Kab Bappeda dan Dinas Pariwisata, 1.3 Kawasan Strategis Bidang Fungsi & Daya Dukung Lingkungan Perencanaan kawasan Hutan Lindung Mutis
Desa Nenas, Nuapin, Bunleu, dan Desa Fatumnasi. - APB D Kab Dinas Pertanian, & Kehutanan , Bappedald a
Sumber : Hasil Rencana RTRW KABUPATEN TTS
Kawasan Strategis Kota (KSK) diperlukan sebagai dasar pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya. Pada pembangunan infrastruktur skala kawasan, pembangunan infrastruktur Bidang Cipta Karya diarahkan pada lokasi KSK, dan diharapkan keterpaduan akan terwujud.
Selanjutnya pada tabel-tabel berikut ini disajikan arahan pengembangan pola ruang dan struktur ruang pada RTRW terkait bidang Cipta Karya, identifikasi KSK Kabupaten TTS dan identifikasi indikasi program khusus Bidang Cipta Karya di bawah ini :
RPI2-JM III - 62
NO ARAHAN POLA RUANG NO ARAHAN STRUKTUR RUANG
A. KAWASAN LINDUNG A
SISTEM PUSAT PERMUKIMAN :
- PKW adalah perkotaan Soe (melayani prov atau beberapa kab/kota)
- PKLp adalah perkotaan Niki-niki, Panite dan Kapan (melayani kab dan beberapa keamatan)
- PPK adalah Oebobo, Siso, Pusu, Fatumnasi, Tobu, Salbait, Binaus, Tetaf, Kualian, Kolbano, Kuanfatu, Kot’Olin, Napi, Lotas, Toianas, Nunkolo, Oenino, Oe’Ekam, Fatukopa ( melayani kec dan beberapa desa)
- PPL adalah Oe’ekam, Nunbena, Nunukniti, Suni, Santian (melayani antar desa). A.1
Perlindungan terhadap kawasan bawahnya : - mempertahankan kawasan resapan air Mutis - Mempertahankan kaw hidrologis
B SISTEM JARINGAN PRASARANA
A.2
Perlindungan Setempat :
- Mempertahankan kelestarian fungsi mata air.
- mengembangkan kawasan potensial RTH sbg sempadan pantai, sempadan sungai;
- menata RTH dan mengendalikan alih fungsi RTH dgn proporsi 30% dari
luas wil.kota B.1.
Jaringan Air Minum :
- pemanfaatan sumber air, air bawah tanah dan penyediaan air bersih regional untuk melayani beberapa desa yang saling berdekatan
- memenuhi kebutuhan perkotaan melalui sistem perpipaan
- Pengemb. Jaringan bukan perpipaan meliputi sumur dangkal, sumur pompa tangan, bak penampungan air hujan, mobil tangki air, instalasi air kemasan.
A.3
Kawasan Rawan Bencana Alam :
mencegah dan menata pembangunan di daerah rawan bencana gelombang pasang, tanah longsor, angin ribut dan rawan banjir
B.2.
Pengelolaan Air Limbah :
- pembangiunan IPAL Komunal di pem.padat penduduk
- peningkatan prog.sanitas dan lingk - pemb.sumur resapan air pd kaw perumahan
dan fasilitas umum di setiap BWK - pembuatan masterplan pengelolaan air
limbah
B. KAWASAN BUDIDAYA B.3.
Pengelolaan Persampahan : - Pembangunan TPA regional - TPS di kecamatan yg tersebar di tempat-
tempat umum
- pengaturan rute armada angkut sampah - pembuatan masterplan persampahan - penyediaan TPS di setiap unit lingkungan - renc.pengem sistem penanganan sampah
B.1
Kawasan Permukiman : Permukiman Perkotaan : - Perumahanreal estate - Perumahan individu
- Setiap hunian dilengkap SP permukiman
- Perbaikan kualitas permukiman & pengembangan perumahan secara vertikal - Membentuk cluster –cluster permukiman u/ menghindari penumpukan dan
diantara cluster disediakan RTH
- Pengembangan permukiman perkotaan dilakukan melalui pusat pelayanan. - Alokasi kawasa permukiman perkotaan pada wilayah perkotaan : Kota Soe, Pusu-Tubuhue, Oebobo, Tetaf-Supul, Oenlasi-Tuasene, Niki &
sekitarnya, Oenino, Fatumnutu, Binaus, Kapan, Fatumnasi dan perkotaan ibukota kecamatan.
Permukiman Perdesaan :
- Pedesaan Pertanian : permukiman yang menyebar di sekitar daerah pertanian
- Pedesaan Pesisir : Kaw desa pusat pertumbuhan pesisir pantai selatan yang dikembangkan berbasis budidaya kelautan. Desa-Desa Pesisir pantai selatan meliputi : Baus, Bena, Boking, Hoibeti, Hoineno, Kolnabo, Kualin, Meusin, Nenoat, Noesiu, Nualunat, Nunkolo, Nunumamat, Oebelo, Oetuke, Oni, Op, Saenam, Toineke, Tuapanu, Tuapakas.
B4.
Pengembangan sistem drainase : - Pemb.saluran drainase di setiap
lingkungan
- Sistem pembuangan drainase kota - Rencana jaringan drainase kota - Renc.pengemb.sistem drainase di seluruh
wil.Kota Kupang
- Penanganan kaw.rawan banjir/genangan pada ruas-ruas jalan potensi genangan - Pemb. Daerah resapan di jalur-jalur
kolektor dan lokal
- Normalisasi secara berkala pada sal.primer, sekunder & tersier - Pembuatan masterplan di setiap BWK
B.2
Kawasan Priwisata :
- Pengembangan kawasan wisata alam, budaya dan buatan melalui SP dan promosi
RPI2-JM III - 63
No Sudut Kepentingan Nilai Strategis Lokasi
1 Ekonomi
Kawasan .Program Unggulan & Agropolitan berbasis
pertanian tanaman pangan, perkebunan & peternakan. Abi, Oenino,Oelet, Billa Kawasan Minapolitan melalui sentra sentra produksi &
perdagangan komiditas kelautan, perikanan, jasa & perumahan.
Kualin, Luatanu, Noenbila, Oinlasi (Kec.Mollo Selatan), Bena, Linamnutu
Kawasan Ketahanan Pangan melalui beberapa komponen dalam rantai produksi
Desa bena, Oebelo, Pollo, Hoibeti, Toineke, Menu, Meusin, Fatuoban dan Besana
Kawasan Eko Wisata melalui pengembangan pariwisata berbasis holtokultura
Desa Binaus, Oebubuk, Eonbesi, Oebesi (Mollo Tengah) Netpala, Fatukoto & Ajaobaki (Mollo Utara) Kawasan Cepat Tumbuh dengan sektor potensi
unggulan
Oebobo dan sekitarnya, Niki-niki dan Maunum Niki- niki
2 Sosial Budaya Pengemb kaw strategis Perkampungan Adat yg memiliki nilai sejarah budaya & adat- istiadat.
Desa Adat Boti (Kec. KiE) Pusat Kerajaan Mollo Utara Ajaobaki Perkampungan Tetaf/ Mone (Kec.AbanBar) Peninggalan Sejarah Kerajaan Amanuban di
Niki-niki 3 Fungsi dan Daya Dukung
Lingkungan Hidup Kawasan perlindungan dan pelestarian LH
Kaw Cagar Alam Mutis Timau di wil.Utara sbg tempat tinggal Flora & Fauna serta ekosistem yg dilindungi
4 Pertahanan Keamanan Kawasan pertahanan keamanan, kawasan rawan sosial dan rawan konflik
Kaw pertahanan keamanan : Kolbano, Tuapukas, Noesiu, Nununamat dan Oetuke
Kaw perbatasan : Lotas, Besnam, Tumu, Niti, Sapnala, Kol’Oto, Benahe dan Oebaki Sumber : RTRW Kab.TTS
3.1.3. ARAHAN WILAYAH PENGEMBANGAN STRATEGIS
Keterpaduan pembangunan bidang Cipta Karya diarahkan untuk mendukung pengembangan wilayah pada Wilayah Pengembangan Strategis (WPS). WPS merupakan wilayah-wilayah yang dipandang memerlukan prioritas pembangunan yang didukung keterpaduan penyelenggaraan infrastruktur dan meningkatkan peran serta seluruh stakeholder. Dalam Renstra Kementerian PU-PR 2015-2019 telah ditetapkan 35 WPS yang merepresentasikan keseimbangan pembangunan antar wilayah dan mereflksikan amanat NAWACITA yaitu pembangunan wilayah dimulai dar i pinggir an dan per wujudan konektivitas dan keber pi hakan terhadap mar itim.
RPI2-JM III - 64
Pengembangan WPS merupakan suatu pendekatan pembangunan yang memadukan antara pengembangan wilayah dengan “market driven” yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial dan limgkungan untuk mendukung penyelenggaraan pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Berikut daftar kelompok WPS dan WPS pada gambar berikut :
Tabel 3.25 Daftar 35 WPS
Kelompok WPS WPS
WPS Pusat Pertumbuhan Terpadu
Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-Tanjung Api- Api; Metro Medan-Tebing Tinggi-Dumai-Pekanbaru;
Jakarta-Bandung-Cirebon-Semarang; Malang-Surabaya Bangkalan; Yogyakarta-Solo-Semarang; Balikpapan-Samarinda- Maloy; Manado-Bitung- Amurang; Makassar-Pare Pare- Mamuju WPS Pertumbuhan Terpadu Kemaritiman Ternate-Sofifi-Morotai; Ambon-Seram WPS Pusat Pertumbuhan Terpadu
Kemaritiman
Batam-Bintan-Karimun;
Jambi-Palembang-Bangka Belitung (Pangkal Pinang) WPS Konektivitas Keseimbangan
Pertumbuhan Terpadu
Jakarta-Bogor-Ciawi-Sukabumi; Surabaya-Pasuruan-
RPI2-JM III - 65
Kelompok WPS WPS
WPS Pusat Pertumbuhan Sedang Berkembang
Sibolga-Padang-Bengkulu; Yogyakarta-Prigi-Blitar-Malang; Banjarmasin- Batulicin-Palangkaraya; Ketapang-Pontianak-Singkawang-Sambas; Gorontalo- Bolaang Mongondow; Palu-Banggai; Sorong-Manokwari; Manokwari-Bintuni
WPS Konektivitas dan Pusat
Pertumbuhan Wisata Denpasar-Padang Bay
WPS Pusat Pertumbuhan Sedang
Berkembang dan Hinterland Sabang-Banda Aceh-Langsa
WPS Pusat Pertumbuhan Baru,
Hinterland dan Perbatasan Jayapura-Merauke WPS Pusat Pertumbuhan Wisata dan
Hinterland Pulau Lombok
WPS Pertumbuhan Baru dan
Perbatasan Kupang-Atambua
WPS Pertumbuhan Baru Tanjung Lesung - Sukabumi - Pangandaran - Cilacap;
Mamuju-Mammasa-Toraja-Kendari WPS Pertumbuhan Terpadu Baru dan
Wisata Labuan Bajo-Ende
WPS Pertumbuhan Wisata dan
Hinterland Pulau Sumbawa
WPS Perbatasan Temajuk-Sebatik
WPS Aksesibilitan Baru Nabire-Enarotali-(Ilaga-Timika)-Wamena
WPS Pulau Kecil Terluar Pulau Pulau Kecil Terluar (tersebar)
Selanjutnya pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan diterpadukan
pertama, dengan pengembangan 16 Kawasan Srategis Pariwisata Nasional Prioritas (KSPNP) yang
terdiri dari Pulau Sumatera (KSPNP Danau Toba dsk); Pulau Jawa (KSPNP: Kep Seribu dsk, Kota Tua- Sunda Kelapa dsk, Borobudur dsk, dan BromoTengger-Semeru dsk); Pulau Bali- Nusa Tenggara (KSPNP: Kintamani-Danau Batur dsk, Menjangan-Pemuteran dsk, Kuta-Sanur-Nusa Dua dsk, Rinjani
dsk, Pulau Komodo dsk, dan Ende-Kelimutu dsk); Pulau Kalimantan (KSPNP Tanjung
Puting dsk); Pulau Sulawesi (KSPNP: Toraja dsk, Bunaken dsk, dan Wakatobi dsk); dan Kepulauan Maluku (KSPNP Raja Ampat dsk).
Kedua, diterpadukan dengan program pengembangan 22 Kawasan Industri Prioritas (KIP), yaitu
Pulau Sumatera (KIP: Kuala Tanjung, Sei Mangkei, dan Tanggamus); Pulau Jawa (KIP: Tangerang, Cikarang, Cibinong, Karawang, Bandung, Cirebon, Tuban, Surabaya, dan Pasuruan); Kalimantan (KIP: Batulicin, Ketapang, dan Landak); Pulau Sulawesi (KIP: Palu, Morowali, Bantaeng, Bitung, dan Konawe); Kepulauan Maluku (KIP Buli /Halmahera Timur); dan Pulau Papua (KIP Teluk Bintuni).
RPI2-JM III - 66
Ketiga, diterpadukan dengan program Pengembangan Perkotaan KSN, PKW dan PKSN/ Kota
Perbatasan yang terdiri dari Pulau Sumatera (9 PKN, 58 PKW, 4 PKSN); Pulau Jawa-Bali (12 PKN, 35 PKW); Kepulauan Nusa Tenggara (2 PKN, 10 PKW, 3 PKSN); Pulau Kalimantan (5
PKN, 25 PKW, 10 PKSN); Pulau Sulawesi (5 PKN, 27 PKW, 2 PKSN); Kepulauan Maluku (2 PKN, 11
PKW, 4 PKSN); dan Pulau (3 PKN, 11 PKW, 3 PKSN).
Keempat, diterpadukan dengan program pengembangan Tol Laut sebanyak 24 buah (pelabuhan hub
dan pelabuhan feeder) yang meliputi Pulau Sumatera (Malahayati, Belawan, Kuala Tanjung, Teluk Bayur, Panjang, Batu Ampar, Jambi: Talang Duku, dan Palembang: Boom Bar); Pulau Jawa (Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Tanjung Emas); Pulau Kalimantan (Sampit, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan: Kariangau, dan Pontianak); Pulau Bali dan Nusa Tenggara (Kupang);
Pulau Sulawesi (Makasar, Pantoloan, Kendar dan Bitung); Kepulauan Maluku (Ternate: A. Yani dan Ambon); dan Pulau Papua (Sorong dan Jayapura).
Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu Provinsi di Indonesia masuk dalam WPS 18, WPS 19 dan WPS 35. WPS 18 mencakup Waingapu-Labuan Bajo-Ende dan Maumere. WPS 19 mencakup i : Kupang-Atambua dan WPS 35 meliputi Pulau-pulau kecil terluar (PPKT) P. Batek, (kab.Kupang) P. Ndana (kab.Rote Ndao), P. Dana (Kab. Sabi), P. Mengkudu (kab. Sumba Timur) dan P. Alor (Kab. Alor). WPS NTT tersaji pada gambar berikut :
Gambar 3.6