• Tidak ada hasil yang ditemukan

Revisi atau Perbaikan pada Modul Training Terdahulu

Dalam dokumen 4. PEMBAHASAN. Universitas Kristen Petra (Halaman 37-49)

4.3 Tahapan Revisi pada Modul Training Terdahulu

4.3.4 Revisi atau Perbaikan pada Modul Training Terdahulu

Tahap ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan diskusi dengan pihak SME, bagian apa saja yang perlu dibenahi dan informasi apa saja yang diperlukan untuk melakukan revisi modul training. Bagian yang perlu direvisi biasanya dituliskan dalam point revisi yang terdapat pada bab lembar revisi.

Modul training yang direvisi memiliki kode revisi 01, 02, 03 dan seterusnya, tergantung berapa kali modul mengalami revisi.

Perbandingan isi modul terdahulu dan sesudah dilakukannya revisi dapat dilihat pada Tabel 4.9. Perbandingan modul Basic Mechanic sebelum dan sesudah reivisi terdapat pada Lampiran 9. Perbandingan modul MAKER P Level Prodtech terdahulu dan setelah revisi dapat dilihat pada Lampiran 10.

Tabel 4.9 Perbandingan Susunan Modul MAKER P Sebelum dan Sesudah Revisi Isi Modul MAKER P Terdahulu Isi Modul MAKER P Sesudah Revisi

Lembar Revisi Lembar Revisi

Daftar Isi Daftar Isi

Objective Objective

Timeline Training Timeline Training

Task List Shiftly dan Weekly Cleaning Task List Shiftly dan Weekly Cleaning Safety Mesin MAKER P

Petunjuk Umum Keselamatan

Sumber-Sumber Bahaya VE, SE, MAX

Perlengkapan Keselamatan VE, SE, MAX

Safety Mesin MAKER P

Petunjuk Umum Keselamatan

Sumber-Sumber Bahaya Secara Umum, VE, SE, MAX

Burn Guards pada Seam Sealers

Emergency procedure

Tabel 4.9 Perbandingan Susunan Modul MAKER P Sebelum dan Sesudah Revisi (sambungan)

Isi Modul MAKER P Terdahulu Isi Modul MAKER P Sesudah Revisi Subassembly dan Fungsinya MAKER P

Subassembly dan Fungsi VE

Subassembly dan Fungsi SE

Subassembly dan Fungsi MAX

Subassembly dan Fungsinya MAKER P

Overview Subassembly

Subassembly dan Fungsi VE

Subassembly dan Fungsi SE

Subassembly dan Fungsi MAX Control Panel MAKER P

Control Panel VE

Control Panel SE

Control Panel MAX

Control Panel Filtromat Receiving Station

Control Panel MAKER P

Control Panel VE

Control Panel SE

Control Panel MAX

Control Panel Filtromat Receiving Station

Instruction Task Guide MAKER P Instruction Task Guide MAKER P Air Supply MAKER P

Control System & Drives

Filter Receiving Station

Revisi modul dilakukan dengan mengacu pada SKA yang sudah update.

Sumber informasi yang diperlukan untuk melakukan revisi modul ini, didapatkan dari hasil wawancara dengan SME dan manual book mesin MAKER P. Bagian awal modul MAKER P Level Operator, pada bab lembar revisi, daftar isi,

objective, timeline training, task list shiftly dan weekly cleaning tidak terdapat perubahan antara sebelum dan sesudah dilakukan revisi.

Bab safety mesin terdapat beberapa perbedaan antara lain subbab perlengkapan keselamatan VE, SE, MAX setelah direvisi berganti menjadi subbab safety system VE, SE, MAX. Keseluruhan isi dari subbab ini antara sebelum dan sesudah dilakukan revisi sama, yang berbeda hanya pada judul subbab karena menyesuaikan dengan manual book. Bab safety mesin MAKER P terdapat penambahan beberapa subbab yang disesuaikan dengan manual book sesudah update, antara lain emergency stop system, safety loops, handwheel safety device, safety switches. Subbab lain yang ditambahkan adalah burn guards on the seam sealers, emergency procedure, keselamatan kerja yang berhubungan dengan perawatan, dan tanda peringatan. Subbab yang ditambahkan sesuai dengan SKA Modul MAKER P Level Operator nomor 8 sampai dengan nomor 13 pada Lampiran 8.

Penambahan subbab emergency stop system bertujuan agar seorang operator mengetahui letak dan cara memberhentikan mesin MAKER P saat terjadi situasi berbahaya pada pekerja ataupun mesin. Pengetahuan mengenai emergency stop mesin diperlukan agar apabila terjadi kecelakaan kerja, mesin bisa segera dihentikan. Subbab emergency stop dapat dilihat pada Gambar 4.27.

Gambar 4.27 Subbab Emergency Stop System

Penambahan subbab safety loops bertujuan agar operator mengetahui rangkaian sistem pengamanan pada mesin. Subbab safety loops dapat dilihat pada Gambar 4.28.

Gambar 4.28 Subbab Safety Loops

Penambahan subbab handwheel safety device bertujuan agar operator mengetahui mengenai pengoperasian dan pengamanan handwheel safety device.

Handwheel safety device bertujuan untuk melindungi mesin dan orang yang mengoperasikannya. Subbab handwheel safety device dapat dilihat pada Gambar 4.29.

Gambar 4.29 Subbab Handwheel Safety Devices

Penambahan subbab safety switches bertujuan agar operator memahami cara kerja safety switch pada mesin. Mesin memiliki beberapa bagian yang dilengkapi oleh safety switch, sehingga apabila bagian tersebut dibuka/ditutup/digeser maka sebagian atau seluruh mesin akan berhenti untuk tujuan keamanan. Subbab safety switch dapat dilihat pada Gambar 4.30.

Gambar 4.30 Subbab Safety System

Penambahan subbab burn guards on the seam sealers bertujuan agar seorang operator mengetahui cara kerja sistem burn guards pada seam sealers.

Subbab ini memberikan pengetahuan bagi operator agar terhindar dari kecelakaan kerja terbakar atau luka bakar. Subbab burn guards on the seam sealers dapat dilihat pada Gambar 4.31.

Gambar 4.31 Subbab Burn Guards on the Seam Sealers

Penambahan subbab emergency procedure bertujuan agar operator mengetahui prosedur-prosedur yang harus dijalankan saat menghadapi kondisi darurat. Subbab emergency procedure dapat dilihat pada Gambar 4.32.

Gambar 4.32 Subbab Emergency Procedure

Penambahan subbab keselamatan kerja yang berhubungan dengan perawatan bertujuan agar operator mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan safety saat terjadi maintenance. Subbab keselamatan kerja yang berhubungan dengan perawatan dapat dilihat pada Gambar 4.33.

Gambar 4.33 Subbab Keselamatan Kerja yang Berhubungan dengan Maintenance

Penambahan subbab tanda peringatan bertujuan agar operator memahami jenis-jenis tanda peringatan yang terdapat pada mesin. Adanya tanda peringatan juga berfungsi untuk mengingatkan operator mengenai bahaya yang dihadapi pada bagian mesin tertentu. Subbab tanda peringatan dapat dilihat pada Gambar 4.34.

Gambar 4.34 Subbab Tanda Peringatan

Flow proses mesin MAKER P masih sama dengan modul terdahulu, sehingga tidak perlu dilakukan revisi pada bab flow proses mesin. Bab subassembly dan fungsinya MAKER P, terdapat tambahan subbab baru yaitu overview subassembly. Subbab ini berisi penjelasan subassembly yang bersifat umum seperti bagian switch cabinet, main drive, dan braking system.

Bab control panel mesin MAKER P terdiri atas control panel VE, SE, MAX dan filtromat receiving station. Bagian control panel mesin MAKER P masih sama dengan modul terdahulu, sehingga tidak perlu dilakukan revisi pada bagian ini.

Subbab checking cigarette quality pada modul terdahulu dipindahkan dari bab pengoperasian MAKER P ke bab fault display dengan nama subbab quality defects. Subbab ini berisikan penjelasan mengenai jenis kecacatan yang

muncul pada produk, penyebab kecacatan, lokasi kesalahan pada mesin beserta solusi untuk mengatasi masalah kecacatan tersebut. Instruction Task Guide MAKER P berisikan Task Detail Sheet (TDS) MAKER P Level Operator. Task Detail Sheet modul yang terdahulu tetap digunakan untuk Modul MAKER P saat ini.

Revisi pada Modul MAKER P Level Operator terdapat tambahan bab yang tidak terdapat pada modul yang terdahulu. Bab yang ditambahkan antara lain fault display dan oil supply. Fault display berisi penjelasan mengenai kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada mesin, beserta penyebab dan cara mengatasinya, sehingga apabila mesin tiba-tiba berhenti dapat segera ditangani agar produksi berjalan kembali. Bab fault display dapat dilihat pada Gambar 4.35.

Gambar 4.35 Bab Fault Display

Bab oil supply berisi penjelasan mengenai sistem sirkulasi oli pada mesin, oil injection pada mesin, sistem hidrolis pada mesin, dan lain-lain. Pengetahuan mengenai oil supply bukan merupakan tugas utama operator sehingga memiliki prioritas medium (M) pada SKA Modul MAKER Level Operator pada Lampiran 8 nomor 52. Bab oil supply ditunjukkan pada Gambar 4.36.

Gambar 4.36 Bab Oil Supply

Dalam dokumen 4. PEMBAHASAN. Universitas Kristen Petra (Halaman 37-49)

Dokumen terkait