4.3 Tahapan Revisi pada Modul Training Terdahulu
4.3.4 Revisi atau Perbaikan pada Modul Training Terdahulu
Tahap ini dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan diskusi dengan pihak SME, bagian apa saja yang perlu dibenahi dan informasi apa saja yang diperlukan untuk melakukan revisi modul training. Bagian yang perlu direvisi biasanya dituliskan dalam point revisi yang terdapat pada bab lembar revisi.
Modul training yang direvisi memiliki kode revisi 01, 02, 03 dan seterusnya, tergantung berapa kali modul mengalami revisi.
Perbandingan isi modul terdahulu dan sesudah dilakukannya revisi dapat dilihat pada Tabel 4.9. Perbandingan modul Basic Mechanic sebelum dan sesudah reivisi terdapat pada Lampiran 9. Perbandingan modul MAKER P Level Prodtech terdahulu dan setelah revisi dapat dilihat pada Lampiran 10.
Tabel 4.9 Perbandingan Susunan Modul MAKER P Sebelum dan Sesudah Revisi Isi Modul MAKER P Terdahulu Isi Modul MAKER P Sesudah Revisi
Lembar Revisi Lembar Revisi
Daftar Isi Daftar Isi
Objective Objective
Timeline Training Timeline Training
Task List Shiftly dan Weekly Cleaning Task List Shiftly dan Weekly Cleaning Safety Mesin MAKER P
Petunjuk Umum Keselamatan
Sumber-Sumber Bahaya VE, SE, MAX
Perlengkapan Keselamatan VE, SE, MAX
Safety Mesin MAKER P
Petunjuk Umum Keselamatan
Sumber-Sumber Bahaya Secara Umum, VE, SE, MAX
Burn Guards pada Seam Sealers
Emergency procedure
Tabel 4.9 Perbandingan Susunan Modul MAKER P Sebelum dan Sesudah Revisi (sambungan)
Isi Modul MAKER P Terdahulu Isi Modul MAKER P Sesudah Revisi Subassembly dan Fungsinya MAKER P
Subassembly dan Fungsi VE
Subassembly dan Fungsi SE
Subassembly dan Fungsi MAX
Subassembly dan Fungsinya MAKER P
Overview Subassembly
Subassembly dan Fungsi VE
Subassembly dan Fungsi SE
Subassembly dan Fungsi MAX Control Panel MAKER P
Control Panel VE
Control Panel SE
Control Panel MAX
Control Panel Filtromat Receiving Station
Control Panel MAKER P
Control Panel VE
Control Panel SE
Control Panel MAX
Control Panel Filtromat Receiving Station
Instruction Task Guide MAKER P Instruction Task Guide MAKER P Air Supply MAKER P
Control System & Drives
Filter Receiving Station
Revisi modul dilakukan dengan mengacu pada SKA yang sudah update.
Sumber informasi yang diperlukan untuk melakukan revisi modul ini, didapatkan dari hasil wawancara dengan SME dan manual book mesin MAKER P. Bagian awal modul MAKER P Level Operator, pada bab lembar revisi, daftar isi,
objective, timeline training, task list shiftly dan weekly cleaning tidak terdapat perubahan antara sebelum dan sesudah dilakukan revisi.
Bab safety mesin terdapat beberapa perbedaan antara lain subbab perlengkapan keselamatan VE, SE, MAX setelah direvisi berganti menjadi subbab safety system VE, SE, MAX. Keseluruhan isi dari subbab ini antara sebelum dan sesudah dilakukan revisi sama, yang berbeda hanya pada judul subbab karena menyesuaikan dengan manual book. Bab safety mesin MAKER P terdapat penambahan beberapa subbab yang disesuaikan dengan manual book sesudah update, antara lain emergency stop system, safety loops, handwheel safety device, safety switches. Subbab lain yang ditambahkan adalah burn guards on the seam sealers, emergency procedure, keselamatan kerja yang berhubungan dengan perawatan, dan tanda peringatan. Subbab yang ditambahkan sesuai dengan SKA Modul MAKER P Level Operator nomor 8 sampai dengan nomor 13 pada Lampiran 8.
Penambahan subbab emergency stop system bertujuan agar seorang operator mengetahui letak dan cara memberhentikan mesin MAKER P saat terjadi situasi berbahaya pada pekerja ataupun mesin. Pengetahuan mengenai emergency stop mesin diperlukan agar apabila terjadi kecelakaan kerja, mesin bisa segera dihentikan. Subbab emergency stop dapat dilihat pada Gambar 4.27.
Gambar 4.27 Subbab Emergency Stop System
Penambahan subbab safety loops bertujuan agar operator mengetahui rangkaian sistem pengamanan pada mesin. Subbab safety loops dapat dilihat pada Gambar 4.28.
Gambar 4.28 Subbab Safety Loops
Penambahan subbab handwheel safety device bertujuan agar operator mengetahui mengenai pengoperasian dan pengamanan handwheel safety device.
Handwheel safety device bertujuan untuk melindungi mesin dan orang yang mengoperasikannya. Subbab handwheel safety device dapat dilihat pada Gambar 4.29.
Gambar 4.29 Subbab Handwheel Safety Devices
Penambahan subbab safety switches bertujuan agar operator memahami cara kerja safety switch pada mesin. Mesin memiliki beberapa bagian yang dilengkapi oleh safety switch, sehingga apabila bagian tersebut dibuka/ditutup/digeser maka sebagian atau seluruh mesin akan berhenti untuk tujuan keamanan. Subbab safety switch dapat dilihat pada Gambar 4.30.
Gambar 4.30 Subbab Safety System
Penambahan subbab burn guards on the seam sealers bertujuan agar seorang operator mengetahui cara kerja sistem burn guards pada seam sealers.
Subbab ini memberikan pengetahuan bagi operator agar terhindar dari kecelakaan kerja terbakar atau luka bakar. Subbab burn guards on the seam sealers dapat dilihat pada Gambar 4.31.
Gambar 4.31 Subbab Burn Guards on the Seam Sealers
Penambahan subbab emergency procedure bertujuan agar operator mengetahui prosedur-prosedur yang harus dijalankan saat menghadapi kondisi darurat. Subbab emergency procedure dapat dilihat pada Gambar 4.32.
Gambar 4.32 Subbab Emergency Procedure
Penambahan subbab keselamatan kerja yang berhubungan dengan perawatan bertujuan agar operator mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan safety saat terjadi maintenance. Subbab keselamatan kerja yang berhubungan dengan perawatan dapat dilihat pada Gambar 4.33.
Gambar 4.33 Subbab Keselamatan Kerja yang Berhubungan dengan Maintenance
Penambahan subbab tanda peringatan bertujuan agar operator memahami jenis-jenis tanda peringatan yang terdapat pada mesin. Adanya tanda peringatan juga berfungsi untuk mengingatkan operator mengenai bahaya yang dihadapi pada bagian mesin tertentu. Subbab tanda peringatan dapat dilihat pada Gambar 4.34.
Gambar 4.34 Subbab Tanda Peringatan
Flow proses mesin MAKER P masih sama dengan modul terdahulu, sehingga tidak perlu dilakukan revisi pada bab flow proses mesin. Bab subassembly dan fungsinya MAKER P, terdapat tambahan subbab baru yaitu overview subassembly. Subbab ini berisi penjelasan subassembly yang bersifat umum seperti bagian switch cabinet, main drive, dan braking system.
Bab control panel mesin MAKER P terdiri atas control panel VE, SE, MAX dan filtromat receiving station. Bagian control panel mesin MAKER P masih sama dengan modul terdahulu, sehingga tidak perlu dilakukan revisi pada bagian ini.
Subbab checking cigarette quality pada modul terdahulu dipindahkan dari bab pengoperasian MAKER P ke bab fault display dengan nama subbab quality defects. Subbab ini berisikan penjelasan mengenai jenis kecacatan yang
muncul pada produk, penyebab kecacatan, lokasi kesalahan pada mesin beserta solusi untuk mengatasi masalah kecacatan tersebut. Instruction Task Guide MAKER P berisikan Task Detail Sheet (TDS) MAKER P Level Operator. Task Detail Sheet modul yang terdahulu tetap digunakan untuk Modul MAKER P saat ini.
Revisi pada Modul MAKER P Level Operator terdapat tambahan bab yang tidak terdapat pada modul yang terdahulu. Bab yang ditambahkan antara lain fault display dan oil supply. Fault display berisi penjelasan mengenai kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada mesin, beserta penyebab dan cara mengatasinya, sehingga apabila mesin tiba-tiba berhenti dapat segera ditangani agar produksi berjalan kembali. Bab fault display dapat dilihat pada Gambar 4.35.
Gambar 4.35 Bab Fault Display
Bab oil supply berisi penjelasan mengenai sistem sirkulasi oli pada mesin, oil injection pada mesin, sistem hidrolis pada mesin, dan lain-lain. Pengetahuan mengenai oil supply bukan merupakan tugas utama operator sehingga memiliki prioritas medium (M) pada SKA Modul MAKER Level Operator pada Lampiran 8 nomor 52. Bab oil supply ditunjukkan pada Gambar 4.36.
Gambar 4.36 Bab Oil Supply