• Tidak ada hasil yang ditemukan

Revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Dalam dokumen \A"*fto Maryono Direktur Utama. tzarabank (Halaman 97-100)

54. Revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Pada tanggal 23 Desember 2009, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa Revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan yang berlaku efektif atau setelah tanggal 1 Januari 2011, diantaranya, adalah sebagai berikut:

a) PSAK 1 (Revisi 2009) “Penyajian Laporan Keuangan”. b) PSAK 2 (Revisi 2009) “Laporan Arus Kas”.

c) PSAK 3 (Revisi 2010) “Laporan Keuangan Interim”.

d) PSAK 4 (Revisi 2009) “Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri”. e) PSAK 5 (Revisi 2009) “Segmen Operasi”.

f) PSAK 7 (Revisi 2010) ”Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. g) PSAK 8 (Revisi 2010) “Perisitiwa Setelah Periode Pelaporan”. h) PSAK 12 (Revisi 2009) “Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama”. i) PSAK 15 (Revisi 2009) “Investasi pada Entitas Asosiasi”.

j) PSAK 19 (Revisi 2010) ”Aset Tidak Berwujud”. k) PSAK 22 (Revisi 2009) “Kombinasi Bisnis”. l) PSAK 23 (Revisi 2010) ”Pendapatan”.

m) PSAK 25 (Revisi 2009) “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”. n) PSAK 48 (Revisi 2009) “Penurunan Nilai Aset”.

o) PSAK 57 (Revisi 2009) “Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi”.

p) PSAK 58 (Revisi 2009) “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”. q) ISAK 7 – Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus.

r) ISAK 9 – Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi & Liabilitas Serupa. s) ISAK 10 – Program Loyalitas Pelanggan.

t) ISAK 11 – Distribusi Aset Non Kas kepada Pemilik

u) ISAK 12 – Pengendalian Bersama Entitas : Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer. v) ISAK 14 – Aset Takberwujud; Biaya Situs Web.

w) ISAK 17 – laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai.

Bank sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari Standar dan Interpretasi yang direvisi dan yang baru tersebut terhadap laporan keuangannya.

55. Kelangsungan Usaha

Dalam rangka penyehatan, Bank telah menyusun rencana bisnis (business plan) yang telah disampaikan kepada LPS dan Bank Indonesia. Pokok-pokok yang dimuat dalam rencana bisnis tersebut antara lain:

Fase Focusing the Business dari bulan Desember 2009 sampai dengan Nopember 2011 • Perbaikan Image Bank dengan penajaman corporate image secara berkelanjutan;

• Peningkatan kondisi keuangan melalui penguatan struktur permodalan, perbaikan struktur pendanaan, perbaikan kualitas aktiva produktif, perbaikan laba;

• Pengembangan bisnis melalui Co-branding kartu kredit, relokasi kantor dan pengembangan ATM, pengembangan bisnis kredit consumer dan small business secara berkelanjutan dan melakukan penguatan funding secara berkesinambungan;

• Penajaman GCG dan manajemen resiko melalui pengembangan unit market risk dan operational risk maupun credit policies yang terpisah dari unit bisnis dan implementasi dual core;

dy/Okt 2011 95 paraf:October 31, 2011 (1:16PM)

• Penyempurnaan organisasi dan infrastruktur pendukung melalui Peningkatan kapabilitas organisasi, peningkatan core banking system untuk pertumbuhan aset dan fee income, pengembangan

datawarehouse, mengembangkan kualitas SDM (implementasi corporate values, performance, sales risk culture).

Pelaksanaan fase tersebut dari Desember 2009 sampai dengan Nopember 2011 telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal. Hal ini terlihat dari hasil perkembangan bisnis selama periode tersebut sebagai berikut :

Perbaikan Image Perusahaan:

- Melaksanakan perubahan visi dan misi melalui rebranding pada tanggal 3 Oktober 2009. - Penerapan budaya dan logo baru serta standarisasi cabang.

- Melakukan gathering dengan nasabah dan press conference/briefing dengan media Peningkatan Kondisi Keuangan

- Perbaikan PDN menjadi 3,33% per tanggal 30 September 2011. Bank tetap berupaya untuk menyakinkan nasabah dan kepercayaan nasabah telah pulih sehingga Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar Rp 2.468.719 untuk periode 30 September 2010 sampai dengan 30 September 2011. Posisi per tanggal 30 September 2010 Rp 7.934.719 dan posisi per tanggal 30 September 2011 Rp 10.403.070.

- Mendapat kepercayaan fasilitas interbank dalam menunjang transaksi Bank.

- Memperbaiki struktur pendanaan dengan meningkatnya kepercayaan dari nasabah, sehingga penempatan Dana Pihak Ketiga meningkat cukup pesat.

- Membentuk Asset Recovery Division untuk menangani aset produktif bermasalah dan membentuk task

force untuk inventarisasi aset perusahaan. Dalam hal ini terdapat beberapa debitur bermasalah telah

diselesaikan maupun direstrukturisasi.

- Mengoptimalkan penjualan AYDA melalui Balai Lelang. Pengembangan Bisnis

- Membuat program produk dan profil pricing baik untuk pendanaan maupun kredit yang sesuai dengan kondisi pasar, serta lebih aktif dalam pemberian kredit dengan tetap mengacu pada prinsip kehati-hatian (prudential banking).

- Penandatangan kerjasama dengan beberapa money changer, multifinance, koperasi dan corporate. - Melaksanakan kerjasama dengan bank-bank lain untuk peningkatan kerjasama bisnis.

Penajaman Manajemen Risiko dan GCG

- Terbentuknya Komite Kredit dan Komite Manajemen Risiko dalam proses pengambilan keputusan dan penyempurnaan kebijakan kredit maupun kebijakan mengenai pengelolaan bisnis dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian.

- Terbentuknya Komite Audit dan kepatuhan dalam rangka memperkuat penerapan good corporate

governance dan budaya perusahaan baru.

Penyempurnaan Organisasi dan Infrastruktur

- Reorganisasi dalam rangka memperoleh struktur organisasi yang memadai (best practices) guna memperoleh efektivitas kerja dan service level tertentu serta peningkatan kualitas GCG.

- Pemenuhan sumber daya manusia dengan kompetensi memadai.

- Peningkatan core banking system untuk mendukung pertumbuhan funding, stabilisasi sistim dan kualitas layanan, antara lain : Pengoperasian ATM 24 jam di seluruh cabang, menjadi anggota ATM Bersama, Call

dy/Okt 2011 96 paraf:October 31, 2011 (1:16PM)

Dalam rangka penerapan GCG dimaksud, maka sesuai dengan surat dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) No. S-0064/KE/III/2011 tanggal 02 Maret 2011, telah dilakukan assessment penerapan GCG yang dilakukan dengan bantuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) periode 01 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010 dengan kategori predikat “BAIK” dengan skor komposit 2.350.

Peresmian Fasilitas Priority Banking

Pada tanggal 20 Desember 2010, dilakukan grand opening fasilitas Priority Banking untuk memberikan fasilitas khusus kepada nasabah prioritas, seperti ruang rapat yang megah, ruang khusus teller, safe deposit

box, lounge yang mewah dan kantor personal banking yang melayani nasabah seperti personal assistant.

Program Baru atas Produk Bank

• Layanan Moneygram (layanan pengiriman uang dari dan ke luar wilayah Indonesia), diresmikan pada tanggal 15 Maret 2010.

• Peluncuran program TabunganKu pada tanggal 22 Februari 2010. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran gerakan menabung yang dicanangkan pemerintah.

• Peresmian Layanan Delivery Channel Sera pada tanggal 01 Desember 2010. Layanan ini memudahkan nasabah untuk melakukan pembayaran tagihan dan pembelian pulsa handphone melalui ATM Bank Mutiara.

• Peluncuran program Deposito Imlek periode 08 Februari 2010 - 31 Maret 2010. • Peluncuran program Giro Spirit periode April - 31 Desember 2010.

• Peluncuran program Deposito Merdeka periode 19 Juli 2010 - 30 September 2010. • Peluncuran program Tabungan Mutiara periode 22 Nopember 2010 - 31 Januari 2011.

• Peluncuran program Layanan Pembayaran Tagihan PLN di Delivery Chanel ATM tanggal 29 April 2011 Perbaikan Image Bank

Upaya perbaikan Bank untuk membentuk persepsi positif dan mengembalikan kepercayaan masyarakat pada Bank Mutiara antara lain:

• Melaksanakan konsolidasi dan sosialisasi internal secara reguler yaitu bulanan dan mingguan. • Melaksanakan komunikasi intensif dengan Regulator dan Shareholder.

• Melaksanakan gathering dengan nasabah dalam rangka supervisi produk dan layanan jasa perbankan yang baru serta press gathering.

• Bank telah menerapkan new coorporate culture yang dikenal dengan SPIRIT. Pembukaan Kantor dan Relokasi Kantor :

• Peresmian Pembukaan Kantor Cabang Pembantu Jatinegara pada tanggal 28 Juli 2010. • Peresmian Relokasi Kantor Cabang Denpasar pada tanggal 07 April 2010.

• Peresmian Relokasi Kantor Cabang Pembantu Hayam Wuruk pada tanggal 06 Agustus 2010.

• Peresmian Relokasi Kantor Pusat PT Bank Mutiara Tbk ke Jl. Jend. Sudirman Kav.22-23 Jakarta pada tanggal 21 November 2010.

• Grand opening relokasi Kantor Cabang Senayan ke Kantor Cabang Sudirman yang berada di jantung kawasan bisnis Jakarta di Jl. Jend. Sudirman Kav.22-23 Jakarta.

• Peresmian Relokasi KCP Sudirman ke KCP Tebet Raya tanggal 06 Juni 2011.

Manajemen Bank berpendapat bahwa Bank akan dapat terus melanjutkan operasi bisnisnya di masa mendatang. Oleh karenanya, laporan keuangan disusun menggunakan basis usaha yang berkelanjutan. Bank sedang menghadapi kasus-kasus perdata maupun pidana. Sampai dengan tanggal laporan ini, proses hukum sehubungan dengan dugaan terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh pihak-pihak seperti nasabah, debitur, serta manajemen dan pemegang saham semasa sebelum Bank diambil alih oleh LPS,

dy/Okt 2011 97 paraf:October 31, 2011 (1:16PM)

sebagian masih dalam tahap pemeriksaan, tahap penyelidikan, dan sebagian telah memasuki tahap penyidikan oleh lembaga instansi penegak hukum.

Perkembangan kinerja Bank sampai dengan tanggal 30 September 2011 (tidak diaudit) adalah sebagai berikut

- Rasio GWM Wajib Minimal Utama Rupiah menjadi sebesar 8,13% - Rasio NPL net telah menurun menjadi 4,26%;

- Rasio PDN telah menurun menjadi 3,33%;

- Dana Pihak Ketiga meningkat menjadi Rp 10.403.070; dan - Pemberian kredit meningkat menjadi Rp 9.001.762.

Manajemen Bank berpendapat bahwa Bank akan dapat terus melanjutkan operasi bisnisnya di masa mendatang. Oleh karenanya, laporan keuangan disusun menggunakan basis usaha yang berkelanjutan.

Dalam dokumen \A"*fto Maryono Direktur Utama. tzarabank (Halaman 97-100)

Dokumen terkait