(P>0,05), berarti tidak ada perbedaan motivasi kerja antara karyawan dan karyawati PT Damatex Salatiga, sehingga hipotesis ditolak.
4.7 Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis
Ringkasan hasil pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 31.
berikut ini :
Tabel 31. Ringkasan Hasil Pengujian Hipotesis
Karyawan Karyawati Dedication / Pengabdian (8%)
Dimensi Kecemasan 1. Kemudahan (13%) 2. Ketidaksiapan (31%) 3. Keyakinan (24%) 4. Semangat (12%)
70 4.8 Pembahasan
4.8.1 Kecemasan Menghadapi Pensiun dan Work Engagement Secara Simultan Berpengaruh Pada Motivasi Kerja Karyawan PT Damatex Salatiga
Hasil uji statistik diketahui bahwa kecemasan menghadapi pensiun dan work engagement secara simultan berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan PT Damatex Salatiga. Kecemasan menghadapi pensiun dan work engagement berpengaruh sebesar 26,8% terhadap motivasi kerja Karyawan PT Damatex dan sisanya sebesar 73,2% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kecemasan menghadapi pensiun dan work engagement secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawan PT Damatex.
Kemungkinan yang pertama adalah kondisi PT Damatex pada saat ini sedang mengalami perubahan organisasi dan kepemimpinan, sehingga karyawan merasa dalam kondisi ketidakpastian. Kayawan memiliki kecemasan yang tinggi terhadap situasi perusahaan yang tidak pasti.
Mereka lebih cenderung memikirkan kelangsungan hidup mereka dibandingkan motivasi bekerja. Hal ini terutama terjadi pada karyawan yang mereka pandang telah memerlakukan mereka secara tidak adil. Proses pemberhentian karyawan yang dinilai karyawan sebagai tidak adil juga memiliki peran dalam pengambilan tindakan seseorang. Karyawan akan lebih fokus pada memperjuangkan hak-hak nya. Rasa keterikatan karyawan dengan perusahaan juga memiliki peran yang penting dalam membina motivasi kerja, namun dengan kondisi perusahaan yang tidak pasti, keterikatan karyawan terhadap perusahaan juga bisa berubah. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Madinda (2014) bahwa
71
hubungan antara perusahaan dan karyawan akan berubah apabila saat karyawan pensiun atau berhenti bekerja perusahaan tidak memberikan hak-haknya. Hubungan karyawan dan perusahaan yang awalnya memiliki hubungan yang erat berubah sebaliknya ketika perusahaan memberhentikan dengan cara yang tidak adil.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Aisyah (2016) juga menjelaskan bahwa terdapat pengaruh siginifikan antara kebijakan pemutusan hubungan kerja dengan motivasi kerja karyawan. Perusahaan harus mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan untuk merespon dan menanggulangi permasalahan yang ada dengan memperhatikan sumber daya yang dimiliki serta menerima masukan dari seseorang atau kelompok sehingga ada jalan keluar yang terbaik dan dihasilkan melalui proses yang adil.
Hasil yang ditemukan pada karyawan adalah dimensi semangat dari sumbangan efektif kecemasan menghadapi pensiun yaitu 12%.
Kemungkinan pertama sumbangan dimensi semangat berperan bagi karyawan terkait dengan kekuatan yang mendorong seseorang untuk terus berjuang melanjutkan hidupnya. Kecemasan menghadapi pensiun membuat mereka sebagai laki-laki yang pada umumnya sebagai tulang punggung keluarga, semakin bersungguh-sungguh bekerja, karena khawatir bila tidak bersungguh-sungguh bekerja mereka akan segera terkena pemutusan hubungan kerja. Dengan demikian, karyawan yang mengalami kecemasan berusaha tetap semangat, karena kekhawatiran karyawan menghadapi pemutusan hubungan kerja, membuat mereka berusaha mencegah agar tidak mengalami pemutusan hubungan kerja. Namun demikian mereka dapat menjaga semangat itu karena mereka telah memiliki kemungkinan menjalankan aktivitas lain sebagai driver ojek online. Karyawan
72
melakukan penyesuaian diri terhadap situasi yang ada dengan cara bersemangat dalam bekerja untuk menumbuhkan rasa aman. Rasa aman berdasar teori kebutuhan Maslow ini, akan semakin meningkatkan motivasi bekerja. Melihat situasi perusahaan yang sudah tidak pasti beberapa karyawan sudah mulai menjalankan aktivitas lain seperti menjadi driver ojek online. Kebutuhan dasar seseorang menjadi terpenuhi dan karyawan juga merasa aman sehingga karyawan makin termotivasi dalam bekerja.
Kemungkinan dimensi semangat yang dimiliki karyawan menggambarkan keadaan kewaspadaan tinggi yang timbul dari ketidakpastian. Kajian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yoane (2013) yang juga menemukan bahwa karyawan yang memiliki kecemasan kerja yang tinggi, juga sekaligus memiliki motivasi dan semangat kerja yang meningkat. Selain itu dimensi dedikasi dari sumbangan efektif work engagement yaitu 8%. Dalam proses pemutusan hubungan kerja di PT Damatex sejak Mei 2018 telah terjadi seleksi secara bertahap sehingga karyawan yang masih ada dan menjadi subyek kajian adalah karyawan yang berdedikasi, tidak mengalami kelunturan sikap sekalipun harus menghadapi ketidakpastian. Kesungguhan untuk mendedikasikan dirinya sejalan dengan yang dialami. Hal ini sejalan dengan kajian yang dilakukan oleh Larasati (2016), yaitu bahwa work engagement berpengaruh terhadap motivasi, semakin tinggi dedikasi karyawan mampu meningkatkan kinerja dan motivasi karyawan.
4.8.2 Kecemasan Menghadapi Pensiun Berpengaruh Terhadap Motivasi Kerja Karyawati PT Damatex Salatiga
Dari hasil uji statistik diketahui bahwa hanya kecemasan menghadapi pensiun berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawati PT
73
Damatex Salatiga. Kecemasan menghadapi pensiun berpengaruh sebesar 83,5% terhadap motivasi kerja karyawati PT Damatex dan sisanya sebesar 16,5% dipengaruhi oleh peubah lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kecemasan menghadapi pensiun berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawati PT Damatex.
Kemungkinan pertama yang menyebabkan bahwa hanya kecemasan menghadapi pensiun berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja karyawati PT Damatex Salatiga adalah pada era kesetaraan gender yang juga terjadi di Salatiga karyawati lebih memiliki tanggung jawab dan beban kerja yang sama dengan karyawan, sehingga kondisi PT Damatex juga berdampak pada perasaan kekawatiran dalam ketidakpastian, karyawati juga akan mengalami dampak yang berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawati. Kecemasan yang dirasakan oleh karyawati yang akan menghadapi pensiun berhubungan dengan kekawatiran yang mereka rasakan setelah tidak bekerja nanti.
Dimensi peubah kecemasan menghadapi pensiun pada karyawati yang memiliki kontribusi tinggi pada motivasi kerja adalah dimensi ketidaksiapan berkontribusi sebesar 31% terhadap motivasi kerja. Motivasi berperan dalam menggerakkan atau mengarahkan karyawati dalam berperilaku untuk memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Karyawati menunjukkan kurang pengetahuan mengenai persiapan masa pensiun mereka, hal ini dikarenakan sebagian besar dari mereka kurang memiliki ketrampilan yang dapat menunjang masa pensiun mereka yang berguna sebagai bentuk penyesuaian diri ketika masa pensiun tiba. Salah satu penyebab kurangnya ketrampilan dalam menghadapi masa pensiun adalah tidak adanya fasilitas berupa pelatihan persiapan menghadapi pensiun di PT
74
Damatex Salatiga. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Hakim (2017) perencanaan persiapan pensiun yang dimiliki oleh pegawai berdampak terhadap berkurangnya rasa kekawatiran dalam menghadapi masa pensiun. Para pegawai yang telah mengikuti pembekalan memahami akan kondisi dan hak yang diterimanya setelah pensiun serta memperoleh pemahaman ketentuan pensiun sehingga membuka wacana bagi pegawai.
Hal ini menunjukkan bahwa pembekalan persiapan menghadapi pensiun penting dilakukan oleh perusahaan, karena hal ini juga sekaligus memudahkan mereka mengawal masa depannya yang berada dalam ketidakpastian, agar motivasi kerja karyawati dalam bekerja tetap terjaga.
Dimensi berikutnya yang memiliki kontribusi terhadap motivasi kerja adalah dimensi keyakinan, kemudahan dan semangat. Keyakinan karyawati terbentuk dari beberapa kali perusahaan ini mengalami kesulitan tapi masih bisa bertahan hingga saat ini. Bahwa diantara sekian banyak karyawati yang telah diputus hubungan kerjanya, mereka masih bertahan, hal ini membuat mereka yakin untuk terus bekerja. Berfikir tentang kemudahan setelah menjalani masa pensiun serta memiliki semangat membuat karyawati semakin termotivasi untuk bekerja. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aziz, (2014) bahwa keyakinan diri berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan.
4.8.3 Motivasi Kerja Antar Karyawan dan Karyawati PT Damatex Salatiga Tidak Berbeda
Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan motivasi kerja antara karyawan dan karyawati PT Damatex Salatiga. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Morgen (2017) pada karyawan pria dan
75
wanita di UD Anugrah Sejati Embroi Dery Yogyakarta dimana diperoleh hasil tidak ada perbedaan motivasi kerja pada karyawan pria dan wanita.
Kemungkinan tidak adanya perbedaan gender dalam Motivasi Kerja karyawan dan karyawati PT Damatex Salatiga dikarenakan karyawan dan karyawati memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan karir maupun jabatan pekerjaan. Selain itu tidak ada perbedaan upah dilihat dari gender, perbedaan upah didasarkan pada jabatan, golongan dan masa kerja karyawan. Pada beberapa tahun terakhir, partisipasi perempuan telah meluas, banyak pekerjaan yang tidak membedakan gender. Dalam Undang-Undang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 6 telah mengatur larangan adanya diskriminasi didalam memperoleh pekerjaan dan jabatan berdasarkan gender. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kepuladze (2010) yang mengkonfirmasi bahwa motivasi kerja tidak berhubungan dengan gender. Penelitian lain juga dilakukan oleh Putri (2010) yang menemukan bahwa tidak ada perbedaan motivasi kerja antara auditor pria dan wanita yang bekerja di kantor akuntan publik di Jakarta.
Tidak adanya perbedaan motivasi antara pria dan wanita ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender sebagaimana diatur dalam pedoman International Labor Organization (2005) telah terbukti terlindungi di PT Damatex khususnya dan kota Salatiga umumnya.