• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISIKO LIKUIDITAS LIQUIDITY RISK Risiko terjadinya kerugian yang merupakan akibat

KESELURUHAN (LAPORAN POSIS

40. RISIKO LIKUIDITAS LIQUIDITY RISK Risiko terjadinya kerugian yang merupakan akibat

dari adanya kesenjangan antara sumber

pendanaan yang pada umumnya berjangka pendek dan aktiva yang pada umumnya berjangka panjang. Besar kecilnya risiko likuiditas ditentukan antara lain:

The risk of loss resulting from the gap between short-term funding and long-term assets. The size of the liquidity risk is determined, i.e:

a. Kecermatan dalam oerencanaan arus kas atau arus dana berdasarkan prediksi pembiayaan dan prediksi pertumbuhan

dana, termasuk mencermati tingkat

fluktuasi dana;

a. Accuracy in planning cash flow based on financing and growth prediction of fund, include observing on the funds rate volatility

b. Ketetapan dalam mengatur struktur dana termasuk kecukupan dana;

b. The precision in managing the fund structure, including the adequacy of funding;

c. Ketersediaan asset yang siap

dikonversikan menjadi kas;

c. The availability of asset that is ready to be converted into cash; and

d. Kemampuan menciptakan akses ke pasar antar bank atau sumber dana lainnya, termasuk fasilitas lender of last resort.

d. Ability to create access to the interbank market or other funding sources, including the lender of last resort facilities.

Apabila kesenjangan tersebut cukup besar maka

akan menurunkan kemampuan Bank untuk

memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. Oleh karena itu untuk mengantisipasi terjadinya risiko likuiditas, maka diperlukan manajemen likuiditas, yang mana pengelolaan likuiditas bank juga merupakan bagian dari pengelolaan liabilitas.

If the gap is large enough it will reduce the Bank’s ability to meet its liabilities at maturity. Therefore, to anticipate liquidity risk, liquidity management is needed, which is bank liquidity management are also part of the management liability.

Kebijakan likuiditas Bank ditujukan untuk

memastikan bahwa kebutuhan dana dapat

dipenuhi, baik untuk membayar deposito pada saat jatuh tempo atau untuk memenuhi fasilitas kredit yang belum digunakan.

The Bank’s liquidity policies are aimed at ensuring that fund requirements can be fulfilled, either to pay deposits at maturity or to fulfill additional loans on request.

Pengelolaan dan pemantauan posisi likuiditas Bank berada dalam tanggung jawab Bagian Likuiditas di Divisi Treasury sedangkan pengukuran serta analisa terhadap kondisi likuiditas menjadi tugas Divisi Manajemen Risiko diantaranya stress test likuiditas berdasarkan tiga skenario dan pembuatan profil risiko yang terkait risiko likuiditas.

Maintaining and monitoring the Bank’s liquidity position is the responsibility of the Liquidity section of the Treasury Group while measuring and analysing on liquidity condition is the responsibility of the Risk Management Group which among others include liquidity stress test based on 3 scenarios and preparing risk profile related to liquidity risk.

Pengelolaan kelebihan dana likuiditas yang tidak terserap penyaluran kredit teroptimalisasi melalui pengelolaan treasury. Sebagian besar kelebihan dana likuiditas tersalurkan melalui instrumen- instrumen yang berjangka pendek dan aman. Umumnya, kondisi likuiditas bank terjaga baik dimana penarikan dana nasabah dapat terpenuhi sekaligus kelebihan dana teroptimalkan dengan

Managing the excess of liquidity fund which are not absorbed by credits will be optimized through managing treasury. Most of the excess of liquidity will be placed in short-term and secured instruments. In general, the Bank’s liquidity condition is well maintained where the customers withdrawal can be fulfilled while the excess fund can be optimized with optimum return.

Sumber dana dan waktu jatuh tempo deposito dikelola untuk menghindari adanya dana yang idle dan menentukan jumlah serta instrumen aset likuid yang tepat untuk menjamin tingkat likuiditas yang terkendali secara terus menerus.

Sources of funds and maturity dates of deposits are managed to avoid idle funds and determine the appropriate liquidity level and liquid asset instrument to ensure a sustainable liquidity level.

Tabel berikut ini menggambarkan analisis jatuh

tempo aset dan liabilitas Bank dihitung

berdasarkan sisa periode jatuh tempo kontrak pada tanggal laporan posisi keuangan:

The following table illustrates the maturity profile analysis of the Bank’s assets and liabilities according to their remaining maturity period at the balance sheet date:

30 Juni 2012/ June 30, 2012 Nilai tercatat/ Carrying value Tidak mempunyai tanggal jatuh tempo kontraktual/ No contractual maturity Sampai dengan 1 bulan/ Up to 1month Lebih dari 1 sampai 3 bulan/ More than 1 to 3 months Lebih dari 3 sampai 12 bulan/ More than 3 to 12 months Lebih dari 1 sampai 2 tahun/ More than 1 to 2 years Lebih dari 2 sampai 5 tahun/ More than 2 to 5 years Lebih dari 5 tahun / More than 5 years ASET ASSETS Kas 1.482.075 1.482.075 - - - - Cash

Giro pada Current accounts with

Bank Indonesia 4.828.143 - 4.828.143 - - - - - Bank Indonesia

Giro pada bank Current accounts with

lain - bruto 129.996 - 129.996 - - - - - other banks - gross

Penempatan pada Bank Placements with Bank

Indonesia dan Indonesia and

bank lain - bruto 8.656.918 - 7.677.021 861.491 118.406 - - - other banks - gross

Surat berharga - bruto: Marketable securities-gross:

Dimiliki hingga jatuh tempo 5.109.203 - 1.730.089 1.822.232 1.029.929 289.029 156.854 81.070 Held-to-maturity

Marketable securities

Efek yang dibeli dengan janji purchased under

dijual kembali 6.107.815 - 4.885.932 1.221.883 - - - - agreements to resell

Kredit yang diberikan - bruto 31.235.986 - 491.872 549.326 2.172.991 2.712.798 11.566.974 13.742.025 Loans - gross

Pembiayaan syariah- bruto 2.062.958 - 249.478 201.237 428.327 234.772 634.874 314.270 Sharia financing - gross

Tagihan akseptasi - bruto 154.363 - 50.038 104.325 - - - -Acceptance receivable - gross

Penyertaan saham - bruto 40.656 40.656 - - - - Investments in shares - gross

Aset tetap - neto 550.316 550.316 - - - - Fixed assets - net

Aset pajak tangguhan 26.240 26.240 - - - - Deferred tax assets

Aset lain-lain - neto 359.902 359.902 - - - - Other assets - net

Total 60.744.571 2.459.189 20.042.569 4.760.494 3.749.653 3.236.599 12.358.702 14.137.365 Total

Dikurangi penyisihan kerugian Less allowance

penurunan nilai 593.942 613.027 - - - - for impairment losses

60.150.629 1.846.162 20.042.569 4.760.494 3.749.653 3.236.599 12.358.702 14.137.365

LIABILITAS LIABILITIES

Liabilitas segera 341.027 - 341.027 - - - - - Obligations due immediately

Simpanan nasabah 47.700.247 - 38.501.071 4.582.669 4.603.147 13.360 - - Deposits from customers

Deposits from customers

Simpanan nasabah syariah 136.723 - 136.723 - - - - - -sharia

Simpanan dari bank lain 1.829.860 - 1.821.410 1.400 6.564 486 Deposits from other banks

Liabilitas akseptas 154.363 - 50.038 104.325 - - - - Acceptances payable

Efek hutang yang Debt securities

diterbitkan - neto 2.744.135 - 175.625 - 275.411 2.293.099 - - issued - net

Pinjaman yang diterima 166.647 - 165.152 - - - 92 1.403 Borrowings

Estimasi kerugian Estimated losses

komitmen dan on commitments

kontinjensi 1.349 1.349 - - - - and contingencies

Hutang pajak 74.010 74.010 - - - - Taxes Payable

Liabilitas lain-lain 319.775 319.775 - - - - Other liabilities

53.468.136 395.314 41.191.046 4.688.394 4.885.122 2.306.945 92 1.403

Dana Syirkah Temporer 2.116.527 - 1.424.459 594.360 96.953 755 - - Temporary syirkah funds

Total 55.584.663 395.314 42.615.505 5.282.754 4.982.075 2.307.700 92 1.403 Total

40. RISIKO LIKUIDITAS (lanjutan) 40. LIQUIDITY RISK (continued)