VI HASIL DAN PEMBAHASAN 6.1 Analisis Risiko Produksi dan Risiko Harga
6.1.1. Risiko Produks
Peternakan CV AB Farm dalam menjalankan usahanya menghadapi berbagai risiko, diantaranya adalah risiko produksi dan risiko harga, yang menyebabkan berfluktuasinya pendapatan yang diperoleh oleh peternak, adapun pelaksanaan produksi peternakan ayambroiler yang dilakukan oleh CV ABFarm yang diamati sebanyak tujuh periode masing-masing proses budidaya dilakukan selama 38 hari sampai 45 hari, seperti terlihat dalam tabel berikut.
Tabel 17. Waktu Produksi Peternakan AyamBroiler CV ABFarmSelama Tujuh Periode Pengamatan (13 November 2007– 26 Februari 2009)
Periode Tanggal Budidaya Jumlah Hari Musim
1 13 November– 24 Desember 2007 41 Hujan
2 11 Januari -23 Februari 2008 43 Hujan
3 25 Maret -1 Mei 2008 38 Kemarau
4 20 Mei– 2 Juli 2008 43 Kamarau
5 29 Juli– 6 September 2008 39 Kemarau
6 11 November– 26 Desember 2008 45 Hujan
7 13 Januari– 26 Februari 2009 44 Hujan
Sumber : CV ABFarm, 2009
Dalam melakukan proses budidaya ternak ayam broiler, parameter kesuksesan proses produksi adalah Indeks Prestasi Produksi peternak dengan parameter perolehan berat badan ayam, konversi pakan menjadi daging, tingkat mortalitas, serta lama waktu pemeliharaan, yang sangat mempengaruhi biaya produksi dan penerimaan penjualan, sehingga Indeks Prestasi Produksi bisa menggambarkan seberapa besar pendapatan peternak. Indeks Prestasi Produksi standar menjadi parameter dan acuan dan dijadikan target dalam produksi ayam broiler, sehingga Prestasi Produksi standar adalah produksi yang ideal. Dalam pemeliharaan ayambroilerseringkali hasil produksi peternak tidak sesuai dengan standar produksi yang telah ditetapkan.
Penyimpangan hasil produksi peternak terhadap standar produksi inilah yang mengurangi pendapatan peternak, sehingga risiko produksi (Penyimpangan hasil produksi peternak terhadap standar produksi) akan mempengaruhi pendapatan. Selain risiko produksi, risiko harga dalam hal ini fluktuasi harga sarana produksi ternak dan harga jual turut mempengaruhi pendapatan peternak. Adapun Indeks Prestasi Produksi yang diperoleh CV AB Farm adalah sebagai berikut.
Tabel 18. Indeks Prestasi Produksi CV ABFarm Selama Tujuh Periode
Periode 1 2 3 4 5 6 7 Rata2 a.Berat Rata-rata Ayam(kg) 1,76 1,92 1,66 1,98 1,83 1,79 1,19 1,73 b.FCR 1,75 1,78 1,70 1,85 1,79 2,17 2,88 1,99 c.Rata-rata Pakan (kg) 3,10 3,40 2,80 3,70 3,30 3,90 3,40 3,37 d.Mortalitas (%) 3,99 9,60 3,79 9,39 4,53 11,75 26,57 9,95 e.Umur Rata-rata Panen (hari) 38,50 40,48 34,69 39,94 37,57 42,68 36,80 38,67 IP; [(100-d) x a x 100] (b x e) 251 241 271 243 260 171 82 203 Sumber : CV ABFarm, 2009
Dari data tersebut dapat dilihat pada periode pertama berat rata-rata ayam adalah 1,79 kg yang dibudidayakan selama 41 hari dengan umur rata-rata saat dipanen selama 38,50 hari, rata-rata pakan yang dikonsumsi oleh setiap ekor ayam sebanyak 3,10 kg. Pada periode ini FCR 1,75 yang artinya setiap 1,75 kg pakan berhasil dikonversi menjadi satu kg daging oleh ayam broiler hidup, tingkat kematian yang terjadi di CV AB Farm sebanyak 3,99% sehingga dengan rumus Performance Numerical, Indeks Prestasi Produksi yang didapat sebesar 251. Indeks Prestasi Produksi periode kedua sampai ketujuh bisa dilihat dalam tabel dengan interpretasi data seperti di atas.
Adapun Indeks Prestasi Produksi yang dicapai selama tujuh periode yang diperoleh berat rata-rata ayam adalah 1,73 kg dengan umur rata-rata saat dipanen selama 38,67 hari, rata-rata pakan yang dikonsumsi oleh setiap ekor ayam sebanyak 3,37 kg, dengan FCR 1,99 yang artinya setiap 1,99 kg pakan berhasil dikonversi menjadi satu kg daging oleh ayam broiler hidup, tingkat kematian
rata-rata selama tujuh periode di CV AB Farm sebanyak 9,95% sehingga dengan rumus Performance Numerical Indeks Prestasi Produksi selama tujuh periode adalah 203.
Dari tujuh periode produksi pada CV ABFarm rata-rata berat badan yang paling besar adalah 1,98 kg pada periode ketiga dan paling kecil adalah 1,19 kg pada periode ketujuh. FCR yang paling tinggi adalah 2,88 pada periode ketujuh dan yang paling rendah adalah 1,70 pada periode ketiga. Rata-rata pakan yang konsumsi paling tinggi adalah 3,90 kg pada periode keenam dan yang paling rendah adalah 2,80 kg pada periode ketiga. Mortalitas paling besar adalah 26,57% pada periode ketujuh dan mortalitas yang paling kecil adalah 3,79% yang terjadi pada periode ketiga, umur rata-rata panen yang terlama adalah 42,68 hari yang terjadi pada periode keenam dan yang paling singkat adalah 34,69 hari pada periode ketiga. Indeks Prestasi Produksi pada CV AB Farm yang paling tinggi adalah 271 pada periode ketiga dan yang paling rendah adalah 82 pada periode ketujuh.
Berdasarkan umur panen yang dilakukan oleh CV AB Farm maka seharusnya Indeks Prestasi Produksi yang didapat oleh CV AB Farm berdasarkan standarPerformance Broileradalah seperti terlihat pada Tabel 20 berikut.
Tabel 19. Indeks Prestasi Produksi Standar
Periode 1 2 3 4 5 6 7 Rata2 a.Berat Rata-rata Ayam(kg) 2,10 2,26 1,85 2,26 2,02 2,43 2,02 2,13 b.FCR 1,75 1,79 1,68 1,79 1,73 1,82 1,73 1,75 c.Rata-rata Pakan (kg) 3,51 3,86 3,00 3,86 3,34 4,20 3,34 3,59 d.Mortalitas (%) 4,15 4,55 3,70 4,55 4,00 4,95 4,00 4,27 e.Umur Rata-rata Panen (hari) 38,50 40,48 34,69 39,94 37,57 42,68 36,80 38,67 IP [(100-d) x a x 100]/(b x e) 299 298 305 302 298 296 305 301 Sumber : CV ABFarm, 2009
Pada periode pertama dengan umur panen rata-rata 38,50 hari maka standar Indeks Prestasi Produksi sebesar 299 akan tetapi Indeks Prestasi Produksi yang didapat peternak adalah 251 sehingga terjadi penyimpangan sebesar 48 atau
16,12%. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah penyimpangan berat rata-rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,34 kg.
Pada periode kedua dengan umur panen rata-rata 40,48 hari maka standar Indeks Prestasi Produksi sebesar 298 akan Indeks Prestasi Produksi yang didapat peternak adalah 241 sehingga terjadi penyimpangan sebesar 57 atau 19,26%. Hal ini karena adanya penyimpangan berat rata-rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,34 kg dan tingginya mortalitas ayam dengan nilai penyimpangan 5,05%.
Pada periode ketiga dengan umur panen rata-rata 34,69 hari maka standar Indeks Prestasi Produksi sebesar 305 akan tetapi Indeks Prestasi Produksi yang didapat peternak adalah 271 sehingga terjadi penyimpangan sebesar 35 atau 11,30%. Hal ini karena adanya penyimpangan berat rata-rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,19 kg, adanya penyimpangan FCR (Feed Conversion Ration) yang melebihi standar sebesar 0,02, terjadinya penyimpangan mortalitas ayam dari standar dengan nilai penyimpangan 0,09%.
Pada periode keempat dengan umur panen rata-rata 39,94 hari maka standar Indeks Prestasi Produksi sebesar 302 akan tetapi Indeks Prestasi Produksi yang didapat peternak adalah 241 sehingga terjadi penyimpangan sebesar 60 atau 19,70%. Hal ini karena adanya penyimpangan berat rata-rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,28 kg, adanya penyimpangan FCR (Feed Conversion Ration) yang melebihi standar sebesar 0,06, tingginya mortalitas ayam dengan nilai penyimpangan 4,48%.
Pada periode kelima dengan umur panen rata-rata 37,57 hari maka standar Indeks Prestasi Produksi sebesar 298 akan tetapi Indeks Prestasi Produksi yang didapat peternak adalah 260. Penyimpangan sebesar 39 atau 12,96% hal ini karena adanya penyimpangan berat rata-rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,19 kg, adanya penyimpangan FCR (Feed Conversion Ration) yang melebihi standar sebesar 0,06, dan terjadinya penyimpangan mortalitas ayam dari standar dengan nilai penyimpangan 0,53%.
Pada periode keenam dengan umur panen rata-rata 42,68 hari maka standar Indeks Indeks Prestasi Produksi sebesar 296 akan tetapi Indeks Prestasi
Produksi yang didapat peternak adalah 171 sehingga terjadi penyimpangan yang sangat besar yaitu sebesar 126 atau 42,39% hal ini karena adanya penyimpangan berat rata-rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,64 kg, adanya penyimpangan FCR (Feed Conversion Ration) yang melebihi standar sebesar 0,35, tingginya mortalitas ayam dengan nilai penyimpangan 6,80%.
Pada periode ketujuh dengan umur panen rata-rata 36,80 hari maka standar Indeks Prestasi Produksi sebesar 305 akan tetapi Indeks Prestasi Produksi yang didapat peternak adalah 82 sehingga terjadi penyimpangan yang sangat besar yaitu sebesar 222 atau 72,94%. Hal ini karena adanya penyimpangan berat rata- rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,83 kg, adanya penyimpangan FCR (Feed Conversion Ration)yang melebihi standar sebesar 1,16 tingginya mortalitas ayam dengan nilai penyimpangan 22,57%.
Dari ketujuh periode pemeliharaan maka umur panen dapat dirata-ratakan menjadi 36,80 hari maka standar Indeks Prestasi Produksi untuk rata-rata umur tersebut adalah sebesar 301 akan tetapi rata-rata Indeks Prestasi Produksi yang didapat peternak adalah 301 sehingga terjadi penyimpangan yang cukup besar yaitu sebesar 98 atau 32,57%. Hal ini karena adanya penyimpangan berat rata-rata ayam yang di bawah rata-rata berat standar dengan nilai penyimpangan 0,40 kg, adanya penyimpangan FCR (Feed Conversion Ration) yang melebihi standar sebesar 0,23 tingginya mortalitas ayam dengan nilai penyimpangan 22,57%.
Penyimpangan Indeks Prestasi CV AB Farm terhadap Indeks Prestasi Standar dapat dilihat dalam tabel 21 berikut.
Tabel 20. Penyimpangan (Selisih) Indeks Prestasi CV AB Farm terhadap Indeks Prestasi Standar
Periode 1 2 3 4 5 6 7 Rata2 Berat Rata-rata Ayam (kg) (0,34) (0,34) (0,19) (0,28) (0,19) (0,64) (0,83) (0,40) FCR 0,00 (0,01) 0,02 0,06 0,06 0,35 1,16 0,23 Rata-rata Pakan (kg) (0,41) (0,46) (0,20) (0,16) (0,04) (0,30) 0,06 (0,21) Mortalitas (%) (0,16) 5,05 0,09 4,84 0,53 6,80 22,57 5,67 Umur Rata-rata Panen (hari) 38,50 40,48 34,69 39,94 37,57 42,68 36,80 38,67 IP (48) (57) (35) (60) (39) (126) (222) (98) Sumber : CV ABFarm, 2009
Metode Z-Score adalah metode yang digunakan untuk menghitung nilai penyimpangan rata-rata Indeks Prestasi Produksi peternak terhadap Indeks Prestasi Produksi standar. Berikut adalah perhitungan risiko atau penyimpangan prestasi produksi peternak terhadap Prestasi Produksi standar menggunakan Metode Z-Score.
Tabel 21. Perhitungan Risiko Metode Z-Score
Periode IP aktual IP standar IP standar- IP aktual (IP standar - IP aktual)2 Keterangan 1 251 299 (48) 2.305 2 241 298 (57) 3.288 3 271 305 (34) 1.178 4 243 302 (59) 3.525 5 260 298 (38) 1.481 6 171 296 (125) 15.646 7 82 305 (223) 49.607 Expected IP 217 77.030 Jumlah ( ∑ ) 12.838 Variance (σ) : ( ∑ / ( 7-1 )) 113 Standar Dev. √(σ) 0,522 Coefficien Variance 0,74 Z-Score 23,0% Risiko (nilai Z) Sumber : CV AB Farm, 2009
Dari Tabel Perhitungan Risiko Metode Z-Score dapat Indeks Prestasi Produksi, produksi rata-rata yang diperoleh selama tujuh periode adalah 217, dengan nilaivariance 12.838, standar deviasi 113, dan nilaicoefficient variation 0,522 yang berarti lebih dari 0,5 menunjukan besarnya angka tersebut menunjukan tingginya tingkat penyimpangan produksi CV AB Farm terhadap produksi standar yang seharusnya dicapai. Nilai Z-Score sebesar 0,74 menunjukan bahwa risiko produksi selama tujuh periode sebesar 23,0% (Nilai dicari dalam tabel Z).
Risiko produksi yang terjadi akibat penyimpangan Indeks Prestasi Produksi CV AB Farm terhadap Indeks Prestasi Produksi standar yang seharusnya dicapai selama tujuh periode sebesar 23,0% (Tabel Z-Score) disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah adanya wabah penyakit yang menyerang ternak baik akibat cuaca (hujan, kemarau, pancaroba),
missmanagement kandang, kualitas DOC yang kurang baik, kualitas pakan yang turun akibat manajemen penyimpanan dan musim. Penyakit yang pernah terjadi di CV AB Farm adalah Gumboro, Colibasilus (Pernafasan), CRD (Chronic Respiratory Disease)/Ngorok,Coccidiosis (Mencret), Newcastle Disease (Tetelo) danRunting Stunting Syndrome (kekerdilan).