• Tidak ada hasil yang ditemukan

RIWAYAT HIDUP PENULIS

B. Riwayat Pendidikan

1991 – 1992 : TK Pertiwi Bungo - Jambi

1992 – 1998 : Sekolah Dasar Negeri 121 Bungo - Jambi

1998 – 2001 : Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bungo - Jambi 2001 - 2004 : Sekolah Menengah Umum Negeri 1 Bungo - Jambi 2004 - 2009 : Universitas Kristen Maranatha Bandung

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Setiap bahasa memiliki nuansa makna yang berbeda pada setiap struktur kalimatnya. Makna kalimat tersebut ditandai dengan hadirnya tanda baca, atau kata-kata khusus untuk memberikan makna tertentu pada struktur kalimat tertentu pula. Misalnya pada kalimat perintah dalam bahasa Indonesia ditandai dengan adanya tanda seru, kalimat permohonan dapat dipahami dari adanya kata ‘tolong’, mohon.

Sebagaimana halnya dalam bahasa Indonesia yang mempunyai struktur kalimat yang beragam, bahasa Jepang pun mempunyai struktur yang beragam pula. Selain itu bahasa Jepang memiliki bermacam-macam ungkapan pembentuk makna kalimat diantaranya: ~ く さい ~te kudasai, ~ いい

~te mo ii desu, ~こ あ ~koto ga aru. Contohnya :

1) す せ こ 漢字 読 方 教え く さい

sumimasen ga, kono kanji no yomikata wo oshiete kudasai. Maaf, tolong ajarkan cara membaca Kanji ini. (MN, 1998 : 94)

2) え 書い いい す

empitsu de kaite mo ii desuka.

2 Universitas Kristen Maranatha

3) 馬 乗 こ あ

uma ni notta koto ga aru.

Saya pernah naik kuda. (MN, 1998 : 124)

Ketiga contoh kalimat tersebut memiliki makna yang berbeda. Pada contoh kalimat 1 struktur kalimatnya adalah ~ く さ い yang menjelaskan makna permohonan tolong. Pada contoh 2 ~ いい す merupakan ungkapan yang menjelaskan makna permohonan izin. Sedangkan pada contoh kalimat 3 ~こ

あ menyatakan makna suatu hal perbuatan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya jika verba yang digunakan merupakan verba bentuk lampau ( ). Dari bermacam-macam ungkapan pembentuk makna kalimat tersebut, banyak hal menarik mengenai proses pembentukan struktur dan makna yang terkandung dalam suatu kalimat bahasa Jepang. Sehubungan dengan hal tersebut penulis tertarik untuk menganalisis kalimat yang menggunakan ~こ あ . Mengenai ~こ あ ini Isao Iori (2001:49) mengemukakan sebagai beriku:

~こ あ ~ 表わ 動作 出来 行わ /起こ

場合 あ いうこ 表し す

~koto ga aru wa ~ de arawareru dousa ya dekigoto ga

okonawareru baai ga aru to iu koto wo arawashimasu.”

‘Bentuk ~ こ あ menjelaskan terjadinya suatu kejadian atau aktivitas yang kemungkinan terjadi atau jarang dilakukan yang ditunjukkan dengan ~ .

3 Universitas Kristen Maranatha Contohnya sebagai berikut :

4) 田中さ 友達 酒 飲 行くこ あ

Tanaka san wa tomodachi to osake wo nomini iku koto ga aru. Terkadang Tanaka suka minum sake dengan temannya.’ (NHB, 2000 : 49)

Pada contoh 4 kalimat ~こ あ menjelaskan suatu aktivitas yang kadang-kadang dilakukan. Verba yang melekat pada こ あ adalah bentuk kamus (行く).

Menurut Kobayashi (2003:53-56) ~こ あ memiliki makna yang berbeda jika digabungkan dengan verba bentuk kamus (~Vru) dan verba bentuk lampau (Vta) yaitu:

1. Vru koto ga aru bermakna 蓋然性‘gaizensei’ (kemungkinan)

Contoh :

5) 東京 雪 降 こ あ

Tokyo demo yuki ga furu koto ga aru.

Di Tokyo pun mungkin turun salju. (KKM, 2000 : 53)

Contoh kalimat (5) menunjukkan hal yang sangat jarang terjadi, tetapi kemungkinan turun salju di Tokyo ada walaupun kemungkinan tersebut sangat kecil. Sehingga dapat dipahami bahwa makna verba ( ) yang melekat dengan

4 Universitas Kristen Maranatha verba continuative karena berlangsung dalam beberapa selang waktu dan maknanya tidak statis tetapi menunjukkan aktivitas.

2. Vta koto ga aru bermakna 経 験:過 去 回想 ‘keiken: kako no kaisou’

(pengalaman/ kenangan masa lalu)

Contoh :

6) 私 1年前 アメ カ 行 こ あ

Watashi wa ichi nen mae ni Amerika ni itta koto ga aru.

Saya 1 tahun yang lalu pernah pergi ke Amerika. (NBHB, 2000 : 48) Pada contoh kalimat (6) menyatakan suatu kejadian sebagai pengalaman dari kejadian masa lampau yang menyatakan bahwa pada satu tahun yang lalu pernah pergi ke Amerika. Kata kerja yang digunakan bentuk lampau dari bentuk kamus い く yang artinya pergi. Secara struktur ~ い こ あ memiliki makna ‘pernah pergi’. いく termasuk ke dalam jenis verba continuative karena mengungkapkan pergerakan yang dinamis dalam jangka waktu tertentu yaitu pergi.

Mitsuko (1998:113) menggabungkan ~こ あ dengan verba bentuk negatif dan menggabungkan ~ こ あ dengan kata benda yang memiliki makna berbeda sesuai dengan struktur kalimatnya.

1. meishi+datta koto ga aru

Contoh :

7) あ ホテ け早く予約し 方 いい ヶ月前

5 Universitas Kristen Maranatha ano hoteru wa dekiru dake hayaku yoyaku shita hou ga ii yo. Sanka getsu mae ni denwa shita no ni manin datta koto ga aru nda.

Sedapat mungkin lebih baik secepatnya memesan hotel terlebih dahulu padahal, 3 bulan sebelumnya telah menelpon/menghubungi untuk memesan tetapi sudah penuh. (NBJ, 2000 : 113)

Pada contoh kalimat tersebut ~こ あ diikuti dengan 名詞 +

こ あ . Struktur こ あ menggunakan bentuk lampau karena menunjukkan sesuatu hal yang sudah lampau. Kalimat (7) merupakan kejadian yang memiliki manfaat menyampaikan informasi atau memberikan informasi mengenai sesuatu yang pernah dialami. Hotel tersebut walaupun dipesan tiga bulan sebelumnya tetapi kadang-kadang sudah penuh. Kata 満員 pada kalimat (7) merupakan kata benda yang berarti penuh, karena 満員 merupakan kata benda maka harus ditambahkan dengan bentuk (verba kopula dalam bentuk lampau) karena secara struktur ~こ あ dapat diikuti kata benda jika kata bendanya ditambahkan dengan dan maknanya menjadinya lampau (kejadian yang terkadang terjadi atau kemungkinan terjadi di saat lampau).

2. V- いこ あ ‘V-nai koto ga aru’ Contoh :

8)乾期 入 ヶ月以 あ いこ あ

Kanki ni hairu to nika getsu ijyou mo ame ga furanai koto ga aru. Jika masuk musim kemarau 2 bulan lebih hujan terkadang tidak turun.

6 Universitas Kristen Maranatha Makna dalam kalimat tersebut dapat diartikan jika musim kemarau tiba, selama 2 bulan lebih hujan terkadang tidak turun. Makna kalimat tersebut dapat dipahami karena kata kerja di dalamnya telah diubah terlebih dahulu menjadi kata kerja bentuk negatif ( menjadi bentuk negatif ) yang berarti tidak turun hujan. Secara struktur jika kalimat bentuk negatif い digabungkan dengan こ あ maknanya dapat menyatakan suatu kejadian yang tidak dapat terjadi atau kemungkinan terjadinya sangat kecil. Jika dilihat dari jenis verbanya, verba merupakan verba continuative karena maknanya tidak statis, terdapat pergerakan dinamis dalam jangka waktu tertentu.

Dari contoh-contoh kalimat tersebut struktur こ あ mempunyai makna yang beragam disesuaikan dengan bentuk yang melekat dengan struktur tersebut. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang hal ini. Dan karena kata yang bergabung dengan struktur ~こ あ ini harus mengalami perubahan terlebih dahulu dari segi morfologisnya, dan setelah bergabung dengan struktur ini, secara sintaksis mengalami perubahan pula, maka penulis menggunakan kajian morfosintaksis. Kemudian untuk mengetahui perbedaan makna yang ditimbulkannya digunakan kajian semantik. Dan sepengetahuan penulis belum ada penelitian sebelumnya yang membahas tentang hal ini dan diharapkan penulis dapat memahami dengan jelas penggunaan ~ こ あ dalam kalimat bahasa Jepang.

7 Universitas Kristen Maranatha Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Kelas kata apa saja yang dapat bergabung dengan struktur ~こ

~koto ga aru?

2. Jenis verba apa saja yang dapat bergabung dengan strukttur ~こ

~koto ga aru?

3. Makna apa saja yang terkandung dalam kalimat berbentuk ~こ

~koto ga aru?

1.3 Tujuan penelitian

Dari rumusan masalah yang telah disebutkan, tujuan penulis melakukan penelitian adalah agar mendapatkan jawaban yang jelas dari rumusan masalah di atas, yaitu sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan kelas kata yang dapat bergabung dengan ~こ

~koto ga aru

2. Mendeskripsikan kata kerja yang dapat bergabung dengan ~こ あ ~koto ga aru.

3. Mendeskripsikan makna yang terkandung dalam bentuk ~こ あ ~koto ga aru

Dengan penelitian ini, peneliti ingin memberikan penjelasan mengenai jenis kelas kata dan verba apa saja yang dapat bergabung dengan bentuk ~こ

8 Universitas Kristen Maranatha あ ~koto ga aru tersebut, sehingga dapat membantu para pembelajar bahasa Jepang untuk lebih mendalami dan memahami struktur atau pembentukan kalimat dan makna-makna yang terkandung dalam kalimat bahasa Jepang.

1.4 Metode Penelitian dan Teknik Kajian

Penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif analisis dan cara mengumpulkan data secara study literature (studi kepustakaan). Metode analisis deskriptif, yang menurut (Djajasudarma,1993:8-9) merupakan suatu metode yang bertujuan membuat gambaran secara sistematis faktual dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan fenomena-fenomena yang diteliti.

Teknik penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Melakukan observasi awal untuk menemukan bahan bacaan yang berkaitan dengan data.

2. Mengklasifikasikan data-data yang sudah didapat.

3. Menulis atau menyusun laporan penelitian yang akan dilakukan. 4. Menyimpulkan hasil analisis.

1.5 Organisasi Penulisan

Dalam penelitian ini, penulis membagi sistematika penulisan ke dalam 4 Bab. Bab I berisikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan

9 Universitas Kristen Maranatha penelitian, metode penelitian dan teknik kajian serta organisasi penulisan. Dalam Bab II peneliti menguraikan tentang kajian teori yang berisikan penjabaran mengenai teori-teori yang terdiri dari morfosintaksis, semantik, makna gramatikal, makna leksikal, kategori semantik verba, makna dari ~こ あ ~koto ga aru dalam kalimat bahasa Jepang. Bab III adalah analisis mengenai ~こ あ ~koto ga aru dalam kalimat bahasa Jepang. Pada bagian ini akan menganalisis berbagai data yang ditemukan dari berbagai buku-buku sumber berupa kalimat ~

こ あ ~koto ga aru. Bab IV adalah bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan yang merupakan penjelasan dari point-point yang terdapat pada rumusan masalah.

Struktur organisasi seperti ini di maksud agar pembaca dapat menyusuri tahap penelitian dengan baik.

60 Universitas Kristen Maranatha

BAB IV

KESIMPULAN

Setelah melakukan analisis, beberapa hal yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai berikut:

1. Kelas kata yang dapat bergabung dengan ~こ あ .

品詞 Struktur 名詞 辞書形+こ あ タ形+こ あ 動詞 辞書形+こ あ 辞書形+こ は い 辞書形+こ あった い形+こ あ タ形+こ あ タ形+こ も い タ形+こ あった った+こ あ 形容詞 辞書形+こ あ 辞書形+こ あ ます タ形+こ あ

61 Universitas Kristen Maranatha 形容動詞 辞書形+こ あ 辞書形+こ もあ タ形+こ あ

2. Kategori semantik verba yang dapat bergabung dengan ~こ あ .

Jenis verba Verba

Verba stative 見 え い 、 、 い た 、 間 合

う、い 、

Verba continuative そう、悪化す 、教えた、旅出さ

、す 、

Verba instantaneous 知 、 、起こ 、変わ

3. Makna yang terkandung dalam bentuk ~こ あ .

Makna yang terkandung dalam analisis ditampilkan dalam tabel sebagai berikut. 品詞 Struktur Makna 名詞 辞書形+こ あ タ形+こ あ Kadang-kadang Pernah 動詞 辞書形+こ あ Kadang-kadang

62 Universitas Kristen Maranatha 辞書形+こ は い 辞書形+こ あった い形+こ あ タ形+こ あ タ形+こ も い タ形+こ あった った+こ あ Kadang-kadang tidak Kadang-kadang (lampau) Kadang-kadang tidak ~ Pernah Tidak pernah ~ juga

Pernah (lampau) Pernah tidak ~ (lampau)

形容詞 辞書形+こ あ タ形+こ あ Kadang-kadang Pernah 形容動詞 辞書形+こ あ 辞書形+こ もあ タ形+こ あ Kadang-kadang Kadang-kadang ~ juga Pernah

Demikianlah kesimpulan dari hasil analisis yang penulis lakukan dalam skripsi ini.

 

viii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Akutsu, Satoru.1994. Giongo Gitaigo.Japan : Aruku

Alexander, Kei.1997.Mirai Shonen Konan.Japan : Tokukanshoten Chaer, Abdul.1994. Linguistik Umum.Jakarta : Pt. Rineka Cipta Hatojuu, Muku. Yonensei No Dowa I.Japan : Rironsha

http://www13.ocn.ne.jp/~k-net/Roomazi/h0064_dokumomi.html http://www.lyricsondemand.com/u/oetoayalyrics/anohitoniaitailyrics.html http://sumeetbajaj.org/blog/wp-content/uploads/2008/12/kotoandsuru1.doc http://www.geocities.com/ojochan/Bird/gokujou.html http://edit.mp3lyrics.org/p/pretear/white-destinny.html http://www.geocities.com/ojochan/Bird/bingomingle.doc

Iori, Isao.2000. Nihongo Bunpo Hando Bukku.Tokyo : Suriiee nettowaku Keraf, gorys.1982. Eksposisi dan Deskripsi.Ende Flores.Nusa Indah. Kobayashi.2003.Keishiki Meishi ga Kore de Wakaru.Japan : Hotuzi

Kridalaksana, Harimurti.1982.Kamus Linguistik Edisi Pertama. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Kridalaksana, Harimurti.2001.Kamus Linguistik Edisi Ketiga.Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Makino, Tsutsui.1986.A Dictionary Of Japanese Grammar.Japan : Minato Machida, Ken.2004.Gengogaku Nyumon.Tokyo : Kenkyusha

Nomura, Masaki dan Seiji Koike.1992.Nihongo Jiten.Tokyo.Do Shuppan. Ogawa, Isao. Minna no Nihongo II.1998.Tokyo : Surrie-Nettowaku.

Richard, Jack C.1992.Longman Dictionary Language Teaching and Applied Linguistics.England : Longman Group UK Limited

 

Obara, Ayako.1997.Tenensei Eri Chan Kingyo o Tabeta.Tokyo : Iwasakhi Shoten.

Tsutsui, Michio.1986.A Dictionary of Basic Japanese Grammar.Tokyo : The Japan Times, Ltd

Tsujimura, Natsuko.1996.Japanese Linguistics.Oxford, UK: Blackwell Publishers, Ltd

Tomomatsu, Etsuko, 2000.Donna Toki Dou Tsukau Nihongo Hyougen Bunkei 200.Tokyo:Aruku

Tomita, Takayuki.1992.Kiso Hyougen 50 to Sono Oshiekata.Japan:Bonjinsha Takahashi, Tomoko, dkk.1994. Kinou Hyougen Sutairu Bukku.Japan:Aruku 3A Corporation. 2000.Minna no Nihongo I Terjemahan dan Keterangan Tata

Dokumen terkait