• Tidak ada hasil yang ditemukan

ROBERT SATRYA

Dalam dokumen PT MNC Investama, Tbk - Item (Halaman 53-57)

Sekretaris Perusahaan Corporate Secretary

Tanggung jawab Sekretaris Perusahaan adalah membuat laporan kepada Direktur Utama, baik secara lisan maupun tulisan. Sekretaris Perusahaan tahun 2009 tetap dijabat oleh Robert Satrya.

Robert Satrya menjabat sebagai Senior Vice President, Corporate Secretary/Head of Investor Relations Perse- roan sejak bulan September 2006. Lahir pada tahun 1963, memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Finan- cial Management dari California State University of Long Beach, California, Amerika Serikat pada tahun 1986 dan memperoleh Master of Applied Finance dari University of Western Sydney pada tahun 1999.

Sebelumnya pernah menjabat sebagai Senior Vice Presi- dent dan Special Assistant to President Director Perseroan, sebagai Direktur Utama di PT Asia Media Internasional (2001-2003) dan sebagai Direktur di Indonesia Recovery Company Ltd. (2003-2005).

HUBUNGAN INVESTOR

Hubungan Investor (HI) berkewajiban untuk memberikan informasi secara transparan mengenai kinerja Perseroan kepada para investor ataupun analis. Hal ini berdampak positif pada setiap pertemuan yang dilakukan karena dengan adanya komunikasi yang baik, keyakinan dan ke- percayaan investor dan analis terhadap Perseroan semakin meningkat.

Setiap bulan, HI Perseroan mengadakan pertemuan de- ngan HI beberapa anak perusahaan untuk saling bertukar informasi mengenai perkembangan masing-masing perusahaan yang meliputi kinerja, kemajuan, progres, dan rencana strategi perkembangan usaha ke depan.

Selain melakukan roadshow ke luar negeri, Perseroan juga mengadakan “one on one” meeting dengan beberapa peru- sahaan baik lokal maupun asing.

Informasi dan Data Perusahaan

Sebagai perusahaan yang sudah go public, informasi dan data Perseroan tersedia dan dapat diberikan kepada siapapun yang memerlukannya, sepanjang informasi atau data tersebut merupakan informasi dan data yang boleh diketahui secara umum seperti Laporan Keuangan, Laporan Tahunan, Siaran Pers, dan sebagainya. Informasi tersebut dapat diakses melalui situs resmi Perseroan yaitu www.bhakti-investama.com

Responsibilities of the Corporate Secretary are to develop reports to be presented to the President Director, both verbally as well as in written. The Corporate Secretary for the year 2009 is still presided by Robert Satrya.

Robert Satrya was first appointed as Senior Vice President, Corporate Secretary/Head of Investor Relations of the Company since September 2006. Born in 1963, he obtained his Bachelor of Science in Financial Management from California State University of Long Beach, California, United States in 1986, and received his Master of Applied Finance from University of Western Sydney in 1999.

Previously, he had experiences as Senior Vice President and as Special Assistant to President Director of the Company, as President Director of PT Asia Media Internasional (2001-2003) and as Director of Indonesia Recovery Company Ltd. (2003- 2005).

INVESTOR RELATIONS

Investor Relations (IR) is responsible to provide transparent information regarding the Company’s performance to the investors or analysts. Such activities are believed to have positive impacts because good communications can boost investors and analysts’ confidence and trust in the Company.

Every month, IR of the Company conducts meetings with several IR from subsidiaries in order to exchange information regarding the development of each company such as performance, progresses made, and any future business strategic development plans.

Besides conducting roadshow abroad, the Company had also arranged “one-on-one” meetings with several investors, both local and foreign.

Corporate Data and Information

Being a listed Company, Corporate data and information is available and can be obtained by anyone who requires it, as long as the information or data are intended for the public, such as financial report, annual report, press release, etc. The information can be accessed through the Company’s official website at www.bhakti-investama.com

MANAJEMEN RISIKO

Penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan usaha selalu diupayakan oleh Perseroan. Dalam hal ini, Perseroan menerapkan sistem manajemen risiko guna mengukur serta menilai risiko apa saja yang dihadapi. Sejalan dengan ini, pengelolaan manajemen risiko tersebut selalu dikem- bangkan dan disempurnakan untuk memperoleh hasil yang optimal.

Pengelolaan Risiko bertujuan untuk memastikan agar kesinambungan, profitabilitas dan pertumbuhan usaha berjalan sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Proses pengelolaan risiko mencakup langkah-langkah sebagai berikut: Identifikasi dan pembuatan peta risiko, kuantifikasi dan pengukuran risiko, penanganan risiko serta kebijakan manajemen risiko. Melalui penerapan langkah-langkah tersebut, Perseroan diharapkan dapat mengantisipasi segala kemungkinan risiko yang dapat terjadi di masa yang akan datang.

RISIKO USAHA

Seperti halnya dunia usaha pada umumnya, Perseroan juga tidak luput dari berbagai risiko usaha baik yang dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal yang dapat menurunkan pendapatan Perseroan. Adapun risiko-risiko usaha yang dihadapi oleh Perseroan adalah sebagai berikut:

1. Risiko Investasi

Faktor internal seperti kemampuan manajemen dalam bidang pengelolaan investasi, manajemen risiko, kebijakan strategi, dan faktor eksternal seperti kepercayaan para investor sangat mempengaruhi usaha di bidang investasi. Apabila Perseroan tidak dapat mengantisipasi hal tersebut dengan baik maka akan berdampak pada menurunnya pendapatan Perseroan.

2. Risiko korporasi

Pendapatan anak-anak perusahaan pada dasarnya sangat mempengaruhi pendapatan Perseroan. Apabila pendapa- tan usaha anak perusahaan menurun, otomatis pendapa- tan Perseroan juga akan menurun.

3. Risiko perekonomian

Kondisi perekonomian yang kurang kondusif untuk usaha dapat menyebabkan menurunnya kepercayaan para inves- tor untuk menanam modalnya di Indonesia. Hal ini tentu-

RISK MANAGEMENT

The Company continues to be prudent in conducting its business activities. To this end, the Company applies a risk management system to measure and gauge the risks faced in the course of business. This risk management system is continually developed and adjusted to obtain maximum results.

The main objectives of the Company’s risk management are to ensure sustainability, profitability and business growth that progresses along with the vision and mission of the Company. The risk management process includes: The identification and mapping of risk (Risk mapping), risk measurement and assessment, risk treatment and risk management policies. Based on these processes, the Company is expected to anticipate all possible risks that could occur in the future.

BUSINESS RISK

Like other businesses in general, the Company is also confronted to business risks caused by internal and external factors, that can affect the Company’s revenues. The business risks that maybe encountered by the Company are as follows:

1. Investment Risk

Internal factors such as its investment management, risk management, strategic policies capabilities, and external factors such as investors’ confidence can signifcantly influence the Company’s investment banking business. If the Company cannot prudently anticipate these matters, they may adversely affect its income stream.

2. Corporate risk

The Company is very dependent on the income contribution from its subsidiaries. If revenues from its subsidiaries decrease, the Company’s revenues will also drop.

3. Economic risk

Unfavorable economic conditions for business could lower investors’ confidence to invest in Indonesia. This in turn will definitely affect the Company’s performance.

4. Risiko peraturan pemerintah

Adanya peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh Pemerintah dapat menimbulkan dampak yang cukup berarti bagi Perseroan. Misalnya, peraturan yang berkaitan dengan penggabungan usaha (merger) dan akuisisi dapat berpengaruh secara negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan sebagai perusahaan investasi.

5. Risiko teknologi

Persaingan yang semakin ketat akan memaksa Perseroan untuk lebih memperhatikan perkembangan sistem dan teknologi yang dibutuhkan. Ketidakmampuan dalam mengantisipasi perkembangan teknologi dapat ber- pengaruh negatif terhadap kinerja Perseroan. 6. Risiko persaingan

Adanya perusahaan sejenis akan menimbulkan tingkat persaingan yang ketat dalam hal memperebutkan pangsa pasar sehingga dapat berakibat menurunnya tingkat pendapatan Perseroan.

7. Risiko fluktuasi nilai tukar valuta asing

Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing akan berdampak negatif terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban Perseroan dalam bentuk mata uang Dolar Amerika Serikat, sementara di sisi lain mayori- tas pendapatan Perseroan berupa mata uang Rupiah.

4. Regulatory risk

New regulations issued by the government could impact significantly on the Company. For example, regulations related to mergers and acquisitions may have adverse impacts on the Company’s business as an investment company.

5. Technology risk

Tight competition may force the Company to pay more attention to required systems and technology developments. Incapability to anticipate technological changes may have negative effects on the Company.

6. Competition risk

The presence of companies in the same line of business increases the level of competition in obtaining larger market segments. This in turn may reduce the income stream of the Company.

7. Currency Risk

A weaking exchange rate value of the Rupiah to to foreign currencies would impact negatively on the Company’s ability to fulfil its US Dollar obligations. This is especially significant since most of the Company’s revenues are in Rupiah.

Dalam dokumen PT MNC Investama, Tbk - Item (Halaman 53-57)

Dokumen terkait