BAB III ROH KUDUS
ROH ITU HADIR DAN BERGIAT PADA SETIAP WAKTU DAN TEMPAT
28. Roh itu menyatakan dirinya sendiri secara khusus di dalam para anggotanya. Namun demikian, kehadirannya dan kegiatannya itu bersifat universal, tiada dibatasi oleh ruang ataupun waktu.35
Konsili Vatikan Kedua mengingatkan bahwa Roh itu sedang berkarya di dalam hati setiap orang, melalui “benih-benih Sabda”, yang di temukan dalam prakarsa manusia – termasuk prakarsa keagamaan – dan dalam usaha-usaha manusia untuk memperoleh kebenaran, kebaikan dan Allah sendiri.36
35 Bdk. Surat Ensiklik Dominum et Vivificantem, 53: Loc. Cit., 874f. 36 Bdk. KONSILI EKUMENIS VATIKAN KEDUA, Dekrit tentang Kegiatan
Roh memberikan kepada umat manusia “terang dan kekuatan untuk menanggapi panggilannya yang teramat luhur”; melalui Roh, “umat manusia bisa memandang dan menikmati misteri rencana ilahi dengan iman”; sesungguhnya, “kita harus percaya bahwa Roh Kudus memberikan kemungkinan kepada setiap orang untuk ikut ambil bagian dalam Misteri Paskah, atas suatu cara yang diketahui Allah.”37 Gereja “sadar bahwa umat manusia, tiada henti-hentinya didorong oleh Roh Allah, dan karena itu tidak akan pernah bersikap masa bodoh sama sekali terhadap masalah-masalah keagamaan” dan bahwa “orang akan selalu … ingin mengetahui makna apa yang mesti diberikan kepada hidup, kegiatan dan kematian mereka.”38 Karena itu, Roh itu berada di sumber permasalahan eksistensial dan keagamaan manusia, suatu permasalahan yang di sebabkan tidak hanya oleh situasi-situasi ketergantungan semata-mata, melainkan juga oleh struktur kehidupan sendiri.39
Kegiatan dan kehadiran Roh itu tidak hanya mempengaruhi orang per orang, melainkan juga mempengaruhi masyarakat dan sejarah, bangsa-bangsa, kebudayaan-kebudayaan dan agama-agama. Sesungguhnya, Roh itu berada di asal-muasal cita-cita dan usaha-usaha luhur yang bermanfaat bagi umat manusia dalam perjalananya sepanjang sejarah: “Roh Allah, yang dengan penyelenggaraan yang mengagumkan, memimpin jalannya sejarah dan memperbaharui muka bumi.”40 Kristus Yang Bangkit sekarang ini “sudah berkarya dalam hati manusia bukan saja dengan
Dalam Dunia Dewasa ini Gaudium et Spes. 10-11, 22, 26, 38, 41, 92-93.
37 KONSILI EKUMENIS VATIKAN KEDUA, Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa ini Gaudium et Spes, 26.
38 Ibid., 41.
39 Bdk. Surat Ensiklik Dominium et vivificantem, 54: Loc. Cit., 875f. 40 KONSILI EKUMENIS VATIKAN KEDUA. Konstitusi Pastoral tentang
membangkitkan hasrat dunia masa depan, tetapi juga dengan mengorbankan, memurnikan dan mengukuhkan keinginan-keinginan yang luhur, yang mendorong umat manusia berusaha menjadikan kehidupannya sendiri lebih manusiawi dan menaklukan seluruh bumi kepada tujuan ini”.41 Dan lagi, Roh-lah yang menaburkan “benih-benih Sabda” sehingga hadir dalam berbagai adat-istiadat dan kebudayaan, seraya mempersiapkan mereka menuju kedewasaan yang penuh dalam Kristus.42
29. Maka Roh, yang “bertiup kemana ia mau” (bdk. Yoh 3:8), yang “telah berkarya di dunia sebelum Kristus di muliakan”,43 dan yang “telah memenuhi dunia semesta, … merangkum segala-galanya (dan) mengetahui apapun yang disuarakan” (Keb 1:7), membimbing kita untuk memperluas pandangan kita dengan maksud untuk mempertimbangkan kegiatan-Nya dalam setiap waktu dan tempat.44 Kami sudah berulang kali ingat akan kenyataan ini, dan hal itu telah menuntun kami dalam perjumpaan-perjumpaan kami dengan berbagai bangsa yang beraneka-ragam. Hubungan Gereja dengan agama-agama lain diatur dengan dwiganda sikap hormat: “Hormat akan manusia dalam ikhtiarnya mencari-cari jawaban-jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam mengenai kehidupannya, dan hormat akan karya Roh di dalam manusia”.45 Dengan menyingkirkan suatu
41 Ibid., 38; bdk. 93.
42 Bdk. KOSILI EKUMENIS VATIKAN KEDUA. Konstitusi Dogmatis dalan Gereja Lumen Gentium, 17; Dekrit tentang Kegiatan Misioner Ad
Gentes, 3. 15.
43 KONSILI EKUMENIS VATIKAN KEDUA. Dekrit tentang Kegiatan Misioner Ad Gentes, 4.
44 Bdk. Surat Ensiklik Dominium et Vivificantem. 53: Loc. cit., 874. 45 Pidato kepada Para Wakil Agama-agama non-Kristen, Madras, 5
Februari, 1986: AAS 78 (1986), 767; bdk. Pesan kepada
penafsiran yang keliru, pertemuan antar agama yang diadakan di Asisi dimaksudkan untuk memperteguh keyakinan bahawa “setiap doa yang otentik itu didorong oleh Roh Kudus, yang hadir secara ajaib di dalam hati setiap manusia’.46
Roh yang sama inilah yang dulu sudah berkarya di dalam Penjelmaan, hidup, kematian dan Kebangkitan Yesus, dan yang kini sedang berkarya di dalam Gereja. Karena itu Dia bukanlah suatu alternatif bagi Kristus, dia juga tidak mengisi semacam kelowongan yang kadang-kadang dikatakan sebagai seolah-olah ada di antara Kristus dan logos (Sabda). Apa saja yang dikerjakan Roh di dalam hati manusia dan di dalam sejarah bangsa-bangsa, kebudayaan-kebudayaan dan agama-agama berfungsi sebagai persiapan bagi Injil47 dan hanya dapat dipahami dalam kaitan dengan Kristus, Sang Sabda yang menjelma menjadi daging oleh kuasa Roh “sedemikian rupa sehingga sebagai menusia sempuna Ia menyelamatkan semua orang dan merangkum segala sesuatu.”48
Lagipula, kegiatan universal Roh bukanlah untuk dipisahkan dari kegiatan partikularnya di dalam Tubuh Kristus, yakni Gereja. Sesungguhnya, Roh-lah yang selalu berkarya, baik ketika Dia memberikan kehidupan kepada Gereja dan mendorong dia untuk memberikan Kristus, maupun ketika Dia menanamkan serta memperkembangkan karunia-karunia pemberian-Nya dalam setiap individu dan bangsa-bangsa, seraya menuntun Gereja menemukan karunia-karunia itu dan membantu
Pidato kepada Para Wakil Agama-agama Lain, Tokyo, 24 Februari
1981, 3-4, Insegnamenti IV/I (1981). 507f.
46 Pidato kepada Para Kardinal dan Anggota Kuria Roma, 22 Desember 1986 11: Aas 79 (1987), 1089.
47 Bdk. KONSILI EKUMENIS VATIKAN KEDUA. Konstitusi Dogmatik tentang Gereja Lumen Gentium, 16.
48 KONSILI EKUMENIS VATIKAN KEDUA. Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa ini Gaudium et Spes. 45; bdk. Surat Ensiklik
memperkembangkan dan menerima karunia-karunia tersebut melalui dialog. Setiap bentuk kehadiran Roh mestilah disambut dengan hormat dan penuh rasa syukur, tetapi ketajaman melihat kehadiran ini merupakan tanggung jawab Gereja. Kepada Gerejalah Kristus memberikan Roh-Nya dengan maksud untuk menuntun dia menuju semua kebenaran. (bdk. Yoh 16:13).
KEGIATAN MISIONER SERASA BARU SAJA DIMULAI