• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPJM Provinsi Jambi Tahap III (2015 – 2019)

Pada tahap ketiga RPJM(2015-2019), fokus pembangunan di arahkan pada: pertama pencapaian daya saing wilayah dan ekonomi rakyat yang berlandaskan pada sumber daya manusia yang berkualitas, pelayanan dasar yang merata dan berkualitas, kelembagaan ekono mi dan kelembagaan

pemerintahan yang efisien. Kedua terwujudnya infrastruktur wilayah yang berkualitas, serta ketiga perkembangan penerapan IPTEK. Daya saing perekono mian Provinsi Jambi semakin kuat dan ko mpetitif dengan semakin terpadunya industri dengan pertanian/ perkebunan (agro industri dan agrobisnis) serta perikanan dan sumberdaya alam lainnya secara berkelanjutan. Pro gram-program untuk pencapaiannya yaitu:

5.3.1. Pengembangan kualitas sumberdaya manusia dan ketatapemerintahan yang baik (good governance) dalam semua aspek menjadi perhatian seiring dengan upaya untuk semakin memantapkan pem-bangunan ekono mi daerah. Sumberdaya manusia yang berkualitas, pro fesio nal, berwawasan IPTEK dan berbekal IMTAK yang kuat menjadi satu kesatuan dengan upaya untuk menciptakan lembaga kepemerintahan yang efisien.

1. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia diprioritaskan dalam upaya untuk menjadikan masyarakat Jambi sebagai subjek dan bukan objek pelaksanaan pembangunan. Pada periode ini, diperkirakan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sudah sangat maju dan pengembangan sumberdaya manusia dalam hal ini adalah pengembangan sumberdaya manusia yang dapat mengambil manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknolo gi yang sesuai dengan potensi ekonomi yang dimiliki provinsi Jambi.

2. Kesejahteraan masyarakat terus diupayakan peningkatannya yang terlihat dari semakin membaiknya berbagai indikato r pembangunan sumber daya manusia, disertai dengan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya; tingkat pendidikan masyarakat semakin meningkat dengan dukungan pelaksanaan system pendidikan daerah yang mantap; derajat kesehatan semakin meningkat dengan dukungan system pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas, kesadaran kesetaraan gender dan perlindungan anak semakin meningkat pada semua lapisan dan jenjang masyarakat; jumlah dan laju pertumbuhan penduduk terkendali sesuai dengan daya dukung dan daya tamping wilayah; kesenjangan kesejahteraan antar individu, antar kelompok masyarakat dan antar daerah semakin menurun serta dipercepatnya pengembangan pusat-pusat pertumbuhan potensial.

5.3.2. Tema po kok pembangunan bidang pendidikan pada RPJM tahap ketiga (2015 – 2019) ini adalah peningkatan daya saing regional dengan prioritas pada:

1. Aakserelasi dan pemantapan Program Wajib Belajar Dua Belas Tahun di seluruh kabupaten/ kota yang telah dicanangkan pada periode sebelumnya.

2. Selanjutnya, pada periode ini juga dimulai rintisan Program Wajib Belajar Lima Belas Tahun yang dicanangkan untuk dilakukan di seluruh kabupaten/ ko ta di Provinsi Jambi.

3. Dari segi kuantitas, diupayakan melalui tuntasnya penanganan sarana dan prasarana pendidikan menengah dengan pembangunan unit sekolah baru (USB), rehabilitasi dan penambahan ruang kelas baru (RKB) serta ditingkatkannya bantuan beasiswa bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

4. Dari sisi kualitas, diupayakan melalui pengembangan seko lah menengah menuju seko lah bertaraf internasional yang memiliki keunggulan ko mparatif dalam era persaingan global, yang didukung oleh pengembangan kurikulum internasio nal berbasis kompetensi.

5. Pendidikan Anak Usia Dini (PA UD) masih merupakan sasaran prioritas pada periode ini, dengan target meningkatnya daya tampung pada lembaga-lembaga PA UD baik yang bersifat fo rmal maupun nonformal. Selanjutnya, upaya dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi, dilakukan melalui peningkatan upaya kerjasama dengan perguruan tinggi yang diprioritaskan pada peningkatan jumlah beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan tidak mampu, serta implementasi hasil-hasil penelitian perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Selain itu dilakukan upaya pengembangan lembaga pendidikan tinggi di kabupaten/ kota yang berbasis keunggulan daerah dan berelevansi terhadap kebutuhan kerja.

5.3.3. Pembangunan bidang kesehatan diprioritaskan pada mencukupi kebutuhan dan akses masyarakat luas dengan penerapan teknologi yang terkinikan, disertai peningkatan jumlah dan keahlian spesialiasi sumberdaya manusia di bidang kesehatan. Selain itu, upaya-upaya pencegahan, pemberantasan dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular, yang telah menjadi prioritas pada periode-periode sebelumnya terus diperkuat.

5.3.4. Upaya-upaya untuk dapat mewujudkan kerukunan hidup baik interumat maupun antarumat beragama serta peningkatan pemahaman dan pengamalan agama dalam masyarakat masih merupakan prioritas pembangunan bidang keagamaan pada periode ini.

1. Dalam konteks mewujudkan kerukunan hidup inter dan antar umat beragama, dilakukan dengan dialo g-dialog secara berkesinambungan untuk mencapai harmo nisasi sosial, sikap tenggang rasa dan tingginya sikap toleransi antara sesama maupun dengan pemeluk agama yang berbeda tersebut.

2. Dalam konteks meningkatkan pemahaman dan pengamalan agama dilakukan melalui pengo ptimalan penyelenggaraan pendidikan keagamaan dan fasilitasi kepada lembaga-lembaga keagamaan. Pengamalan agama pada tahap ini diharapkan tidak hanya meningkat pada tataran kehidupan bermasyarakat, tetapi juga penyelenggaraan kehidupan bernegara.

5.3.5. Dalam pembangunan bidang kebudayaan diprio ritaskan pada peningkatan jumlah, ragam, dan mutu pelaku dan kegiatan budaya yang berbasis masyarakat di seluruh wilayah Pro pinsi Jambi, serta mempertahankan perkembangan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan kebudayaan. Pencapaian tujuan pertama ditandai dengan terselenggaranya proses perkembangan budaya yang sehat dan terselenggaranya sistem pengelolaan budaya yang berbasis masyarakat yang terkait secara sinergis dengan pemerintah. Sedangkan pencapaian tujuan kedua ditandai dengan terlaksananya partisipasi dan kesadaran yang tinggi di semua lapisan masyarakat akan pentingnya kelestarian dan perlindungan kawasan dan cagar budaya, serta tumbuh dan berkembangnya ‘kanto ng-kanto ng’ kebudayaan yang berbasis masyarakat di seluruh wilayah Propinsi Jambi.

5.3.6. Prio ritas pembangunan bidang ketenagakerjaan diarahkan pada peningkatan akses ketenagakerjaan terhadap peluang-peluang usaha yang diusahakan untuk semakin beragam dan modern, melalui peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja dengan peningkatan pengaturan, perlindungan, pengawasan, dan jaminan kerja, sehingga tercipta hubungan industrial yang lebih mutualistis, humanis, harmonis, dan progresif.

5.3.7. Prio ritas pembangunan bidang pemuda pada tahap ini adalah pada penyiapan kemandirian pemuda dalam hal kemampuan untuk mensejahterakan dirinya dan masyarakat di sekitarnya melalui:

1. Peningkatan upaya advokasi dan penyelamatan pemuda dari bahaya NA PZA dan HIV/ A IDS.

2. Pembangunan bidang olahraga diprioritaskan pada upaya perwujudan Jambi sebagai provinsi yang mampu berprestasi baik

sebagai penyelenggara maupun sebagai pencetak atlet berprestasi pada event o lahraga nasional dan internasional.

3. Dalam rangka meningkatkan olahraga masyarakat dan olahraga tradisio nal, pada tahapan ini dicanangkan budaya gerak pada semua lapisan masyarakat Jambi.

5.3.8. Pembangunan bidang pemberdayaan perempuan diarahkan pada peningkatan kualitas pemberdayaan dengan semakin terbukanya peluang partisipasi dan peran perempuan melalui peningkatan keterwakilan, proporsi, dan kualitas peran dan kedudukan wanita dalam lembaga-lembaga sosial ekonomi lokal, organisasi kemasyarakatan, maupun lembaga-lembaga fo rmal yang penting bagi penguatan kesetaraan gender. Selain itu upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak melalui pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, tetap dipertahankan dan dikembangkan sebagai prioritas pada periode ini.

5.3.9. Prioritas pembangunan bidang sosial pada periode ini adalah tercapainya peningkatan kemampuan, kinerja, dan ko mitmen masyarakat melalui kelompok-kelompok kesejahteraan so sial dalam konselling, pelayanan, dan koordinasi tindakan penanganan masalah kesejahteraan sosial, didukung penyediakan dan pendistribusikan unit-unit fasilitas kesejahteraan so sial serta pendampingan petugas kesejahteraan yang professional dan berko mpeten.

5.3.10. Prioritas pembangunan bidang IPTEK pada tahap ini adalah pada peningkatan kerjasama dengan lembaga-lembaga penelitian dalam penciptaan teknolo gi tepat guna untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah, serta perluasan perwujudan provinsi berbasis tekno logi informasi pada setiap Kabupaten/ Kota.

5.3.11. Pembangunan bidang industri dan perdagangan diarahkan pada penciptaan lingkungan usaha yang nyaman dan ko ndusif, pengembangan kemampuan inovasi, peningkatan kemampuan sumber daya industri dan pengembangan industri kecil yang tangguh, perluasan kawasan perdagangan ekspo r, penataan distribusi barang, pemberdayaan pro duk dalam negeri dan pengembangan pasar dalam negeri.

5.3.12. Pembangunan bidang pertanian diarahkan pada pengembangan tekno logi pertanian hulu sampai dengan hilir dalam rangka meningkatkan mutu pro duk-produk pertanian Jambi. Selanjutnya,

pengembangan perikanan Jambi diarahkan pada penumbuhan perikanan komersial di Pantai Timur, potensi perairan Sungai Batanghari, pengembangan usaha sarana pro duksi, pengembangan usaha pembuatan kapal penangkap ikan, pengembangan usaha pengolahan hasil, penguatan pasar untuk industri hilir, pengembangan usaha permodalan, serta pengembangan usaha informasi kelautan.

5.3.13. Peningkatan pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan o byek wisata dan kegiatan kepariwisataan untuk meningkatkan pengelolaan obyek wisata dan penyelenggaraan kegiatan wisata yang sinergi dengan program pemerintah.

5.3.14. Prioritas pembangunan KUMKM pada tahap ini adalah peningkatan pro duktivitas dan efisiensi usaha. Ini dimaksudkan agar KUMKM memiliki po sisi tawar yang tinggi dalam perekonomian daerah dan dapat menjadi andalam pereko nomian Jambi dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

5.3.15. Prio ritas pembangunan investasi daerah pada perio de ini adalah peningkatan dan pemantapan regulasi di bidang investasi serta memperluas kerjasama investasi antar wilayah/ daerah.

5.3.16. Pada periode ini pembangunan bidang energi diarahkan pada terciptanya desa mandiri energi, meningkatnya efisiensi energi, mantapnya ko nservasi dan hemat energi, berkembangnya infrastruktur energi, meningkatnya investasi swasta bagi pengembangan energi alternatif, terpenuhinya kebutuhan energi bagi masyarakat perdesaan, serta meningkatnya pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan energi yang berkelanjutan

5.3.17. Prioritas pembangunan bidang infrastruktur wilayah pada tahap ini adalah pada upaya-upaya meningkatkan kemampuan kelembagaan pengelola infrastruktur wilayah serta tetap meningkatkan kerjasama antara pemerintah dan swasta. Untuk itu program yang akan dijalankan adalah:

1. Pembangunan infrastruktur wilayah strategis dengan pemba-ngunan jalan dan jembatan yang memperpendek jarak dan waktu tempuh dari daerah sentra produksi di wilayah barat (Kabupaten Kerinci, Merangin, Bungo dan Sarolangun) menuju pusat-pusat distribusi serta pelabuhan Muara Sabak sebagai outlet ekspo r impo r Provinsi Jambi.

2. Pengembangan infrastruktur transportasi laut, melalui pengem-bangan Pelabuhan Samudera Muara Sabak, Pelabuhan Kuala Tungkal, Pelabuhan Talang Duku dan Pelabuhan Jambi, tetap menjadi prioritas dan dilakukan sesuai dengan tahapan perencanaan yang telah disusun pada periode-perio de sebelumnya.

3. Pengembangan infrastruktur transportasi udara, dengan pembangunan Bandar Udara Sulthan Taha Jambi menuju Bandar Udara kelas internasional.

3. Peningkatan pembangunan sumber daya air melalui peningkatan konversasi sumberdaya air melalui upaya-upaya menjaga kemantapan kesadaran lingkungan masyarakat untuk melestarikan hutan.

4. Sedangkan untuk pengembangan infrastruktur wilayah lainnya, dilakukan antara lain melalui penyelesaian pembangunan pelayanan jaringan telepon dan nir kabel sampai ke desa, penerapan konsep Jambi Cyber Province, peningkatan ketersediaan air bersih, dan kualitas sanitasi lingkungan.

5.3.18. Prio ritas pembangunan bidang sumberdaya alam dan lingkungan hidup pada tahap ini diarahkan pada upaya peningkatan peran aktif dan kemitraan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, pengembangan penerapan pendidikan lingkungan untuk semua kalangan baik secara formal maupun non fo rmal, penerapan sistem informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup yang handal, serta semakin lengkap dan memadainya sarana prasarana dan infrastruktur lingkungan.

5.3.19. Pembangunan bidang kependudukan diprioritaskan pada upaya-upaya peningkatan dan pemberdayaan keluarga kecil yang sehat dan sejahtera, serta peningkatan kualitas administrasi layanan kependudukan.

5.3.20. Priorits pembangunan bidang po litik pada tahap ini adalah pada pemantapan peran perempuan dan pemuda dalam kehidupan politik, penguatan peran masyarakat madani (civil society), pemantapan hubungan eksekutif dan legislatif, serta terimplementasikannya rencana induk daerah oto nom yang telah disusun pada periode sebelumnya.

5.3.21. Prioritas pembangunan bidang Hukum diarahkan pada pemantapan pelaksanaan peraturan perundang-undangan dan harmonisasi pro duk hukum dari sisi substansi, pelaksanaan, dan penegakkan

hukum guna mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan perlindungan hak asasi manusia (HAM), perwujudan pro duk hukum daerah yang memihak kepentingan masyarakat, perwujudan harmonisasi produk hukum, pemantapan budaya hokum serta membangun kepercayaan terhadap aparat hukum dan lembaga peradilan.

5.3.22. Pembangunan bidang Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat diarahkan untuk mewujudkan dan memelihara kondisi yang dapat memberikan rasa aman, tentram, kepastian hukum dan bebas dari rasa takut baik secara fisik maupun psikis serta peningkatan dan pelayanan potensi keamanan masyarakat dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban masyarakat.

5.3.23. Bidang A paratur diarahkan pada penguatan dan pemantapan pro fesionalitas aparatur dalam pelayanan publik yang didukung oleh sistem dan dan prosedur serta standarisasi kualitas pelayan serta mengembangkan budaya organisasi. Selain itu, dilakukan upaya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam interaksi antara pemerintah dengan masyarakat dan pelaku usaha. Dalam pembangunan desa diarahkan pada pengembangan kapasitas desa dalam rangka penguatan daya saing. Pada aspek pelayan publik diarahkan pada penyelenggaran pelayanan public yang bermutu dan akuntabel dibidang pajak daerah dan retribusi.

5.3.24. Pembangunan Bidang Keuangan Daerah, disamping tetap melanjutkan upaya-upaya yang telah ditempuh pada RPJM Daerah Kedua, juga diarahkan pada peningkatan daya guna kekayaan dan aset daerah, optimalisasi kinerja Organisasi Perangkat Daerah dalam pengelolaan belanja daerah, penerapan ko nsentrasi kewilayahan dalam pembangunan daerah, dan menjaga kesinambungan fiskal daerah.

5.3.25. Pembangunan wilayah di seluruh peloso k Jambi semakin merata karena telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhannya, sehingga kegiatan perekonomian akan semakin tumbuh dan berkembang sesuai dengan po tensi wilayahnya.

Dokumen terkait