• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Konsultasi

Gambar 2.14 Storefront

2.4 Pusat Informasi

2.4.1 Ruang Konsultasi

Ruangan ini berfungsi sebagai tempat bertemunya calon pengantin dan owner dari setiap vendor, membicarakan tentang penjelasan informasi apa saja tentang kebutuhan dan bagaimana tahap-tahap pelaksanaan pernikahan. Owner akan memberikan beberapa alternatif info-info yang ingin digunakan.

Gambar 2.23 Ukuran standar kantor pribadi Sumber: Panero (2003, 172-173)

2.5 Signage

Dalam setiap ruang publik selalu ada signage. Menurut Trulove, tanda (sign), label, penunjuk arah, dan bentuk-bentuk pada lingkungan dapat menunjukan arah, mengidentifikasi obyek, memberikan peringatan, menjelaskan, dan lain-lain. Hal ini juga dipengaruhi kemampuan masyarakat yang melihat dan menginterpretasikannya. Untuk menciptakan simbol-simbol, desainer perlu memiliki informasi lengkap mengenainya supaya tidak terjadi salah interpretasi dan dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif. Untuk menunjukkan area yang berbeda tersebut diperlukan tanda atau signage. Signage dapat berupa tulisan atau gambar.

Signage dan graphic akan menciptakan suatu identitas, menghidupkan arsitektur, mengatur lingkungan dan perilaku, serta mengarahkan orang pada kebiasaan yang baik. Signage yang baik tidak hanya dari segi estetikanya, namun juga mampu menyampaikan informasi secara jelas dan tidak membingungkan bagi semua kalangan. Ruang yang mampu mengundang semua orang tidak

terbatas pada budaya, umur, dan keadaan. Jika masyarakat semakin mudah dalam mengenali dan mengingat, artinya signage dan ruang tersebut berhasil.

Gambar merupakan bahasa visual yang digunakan untuk menarik perhatian. Menurut Rivers, gambar juga dapat menginformasikan dan mengkomunikasikan, dengan caranya tersendiri kepada masyarakat. Desainer menggunakan gambar untuk menciptakan ketertarikan, agar masyarakat berpikir apa makna dari gambar tersebut dan apa tujuannya. Gambar memiliki kekuatan yang besar, baik untuk menyampaikan pesan dengan unsur candaan atau topik yang serius.

2.6 Pencahaayan

Menurut J. Pamudji Suptandar, pencahayaan dibagi menjadi pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Pencahayaan buatan memiliki arti sangat penting dalam sebuah interior ruang yang mempunyai hubungan yang sangat erat dengan pencahayaan. Dua peran cahaya bagi arsitektur dan interior adalah:

a. Pertama, secara fungsional untuk mengenali bangunan. Pada malam hari, kehadiran lampu akan membantu indra penglihatan kita untuk mengidentifikasi benda-benda. Tanpa cahaya, keunikan suatu arsitektur bangunan, unsur dekoratif pada elemen fasad, detail, tekstur, ornamen, dan warna bangunan akan hilang atau tidak tampak.

b. Kedua, cahaya dapat meningkatkan kualitas estetika bangunan dan ruang. Detail dan elemen arsitektur serta ruang yang spesifik bisa ditonjolkan dengan jenis pencahayaan tertentu sehingga objek tersebut menjadi dominan dan lebih indah. Cahaya lampu dapat menciptakan nuansa dan karakter ruang yang diinginkan. Efek cahaya juga bisa menimbulkan kesan ruang paling luas, atau memberi kesan tertentu yang berpengaruh pada jiwa penghuninya. Secara fungsional, pencahayaan dibedakan menjadi 3, yaitu:

a. General lighting atau penerangan merata, adalah penerangan yang mutlak harus ada untuk menerangi seluruh ruang. Fungsi penerangan ini adalah untuk membantu kita melihat dengan jelas dan melakukan aktivitas.

c. Decorative / accent lighitng, yang merupakan penerangan tambahan yang lebih berperan dalam estetika.

Penggunaan ketiga jenis pencahayaan ini bisa dikombinasikan dalam satu ruang atau dapat digunakan masing-masing sesuai kebutuhan ruang. Pencahayaan mempunyai 3 aspek utama, yaitu fungsi, estetika, dan kesehatan. Pembagian pencahayaan yang tepat dapat memberikan efek-efek eksklusif, nyaman, dan menarik (Mun 122).

2.7 Penghawaan

Kenyamanan fisik dapat dicapai pada kondisi temperatur rata-rata 23°C. Pencapaian kondisi kenyamanan ini tergantung dari banyaknya bukaan jendela, jenis kegiatan, cara berpakaian, banyaknya radiasi penyinaran matahari, kondisi lingkungan, jumlah manusia, dan dimensi ruang. Untuk mengatasinya dapat dicapai dengan banyaknya bukaan jendela atau menggunakan sistem penghawaan seperti AC dan kipas angin.

Untuk mengatur kesejukkan udara dalam ruangan, digunakan air conditioning / AC adapun unsur-unsur udara diatur dengan AC yaitu kecepatan aliran udara, penggantian dan pembersihan udara, pengaturan suhu, kelembaban dan pendistribusian aliran udara pada tingkat atau kondisi yang diinginkan secara teratur dan konstan. Penentuan kondisi udara yang nyaman dan sejuk dalam interior memiliki acuan sebagai berikut:

Temperatur radiasi rata-rata konstan

Kecepatan aliran udara yang diinginkan

Kebersihan udara dari polusi

Partikel udara yang menimbulkan bau

Kualitas ventilasi

Tingkat kebisingan yang ditimbulkan oleh suara dari luar

Temperatur bola kering dan basah di udara

Segi-segi ekonomis dalam harga dan perawatan

Pertimbangan estetis dari bentuk AC itu sendiri. Ada beberapa jenis AC menurut peletakkannya :

Ceiling type : ditanam atau dipasang di atas langit-langit

Costum type : ditanam di atas lantai tanpa ada pemasangan khusus

Wall mounted type : ditanam di dalam dinding

Jenis AC central ini yaitu jenis AC yang memiliki pengontrolan dan Pengendalian yang dilakukan dari satu tempat saja (Suptandar 275).

2.8 Akustik

Pengurangan kebisingan pada bangunan publik seperti kantor di kawasan industri, dapat dimanipulasi dengan menperdengarkan musik-musik yang mengalun lembut melalui “sound system” tertentu. Penggunaan musik ini akan memberikan kenyamanan secara psikologis dan emosional, serta dapat mengurangi suasana dan keadaan yang monoton. Akustik juga merupakan unsur penunjang terhadap keberhasilan desain yang baik. Pengaruh akustik dapat menimbulkan efek-efek psikis dan emosional dalam ruang. Desain yang optimal bagi sound system yang baik untuk mencapai kesan kesatuan (unity gain).

Untuk ruang showroom dan ruang tunggu menggunakan speaker yang memutar musik sehingga memberikan suasana rileks. Speaker yang digunakan adalah speaker indoor (box speaker / highclass and wall speaker). Untuk ruangan yang menggunakan speaker, materialnya menggunakan bahan yang dapat menyerap bunyi seperti karpet, kayu, gypsum akustik, dan sebagainya (Suptandar 275).

2.9 Warna

Menurut John F. Pile, warna merupakan aspek yang dapat mempengaruhi penampilan visual suatu ruang. Warna juga dapat mengkamuflasekan sesuatu, misalnya ruangan yang sempit dapat terlihat lebih luas dan sesuatu yang mempunyai proporsi kurang bagus menjadi bagus.

Menurut F. Wilkening, efek warna sangat menentukan bagi suatu ruang dan perabot. Penempatan warna yang baik dan tepat menuntut pengenalan kesan yang ditimbulkan warna.

ketegangan harus dirangkum objek pengikat. Tanpa kontras yang memadai, segalanya akan berkesan buram. Bila unsur pengikat tidak ada, komposisi warna itu terasa terlalu sarat”.

Menurut John Omsbe Simonds, warna dapat membantu segi visualisasi dan kesan psikologi untuk penampilan karakteristik suatu ruang, sehingga menimbulkan respon emosi yang diinginkan, antara lain:

 Istirahat : lembut, putih, abu-abu, biru, hijau

 Keriangan : tenang, hangat, riang, dan ringan

 Gerakan : warna berpindah, seperti krem-oranye

 Kesenangan : tenang, hangat

 Kemesraan : lunak

Warna juga mempunyai kekuatan untuk memiliki keindahan dengan memberi pengalaman keindahan. Hal ini berhubungan dengan harmonisasi dimana kita jumpai efek yang menyenangkan oleh paduan dua warna atau lebih.

Pengaruh warna pada rasa keindahan ini disebut sebagai fungsi estetis dari warna. Berikut ini adalah beberapa warna yang dapat dijadikan paduan warna untuk penataan interior modern:

Pemilihan warna light, seperti warna natural-beige, krem, putih, hitam

Modern-masculine, seperti biru muda soft, biru tosca tua, hitam

Natural-intimate, seperti coklat muda, krem, soft hijau muda

Warna dapat mempengaruhi psikologis manusia. Dalam hal ini, yang dipengaruhi adalah emosi manusia (Halse 45). Penggunaan warna dalam ruang juga menentukan kesan yang ditimbulkan oleh ruangan tersebut.

Tabel 2.1 Efek Warna

Warna Jarak Efek Suhu Efek Psikis

Biru Jauh Sejuk Menyejukkan

Hijau Jauh Tersejuk netral Menyejukkan

Merah Dekat Panas terhangat Menyolok

Kuning Dekat Terhangat Menyolok

Hitam/Merah tua Dekat Panas Aristrokat

Keemasan Cerah Netral Aristrokat

Ahli fisiologi dan psikologi menjelaskan ada empat warna utama: merah, hijau, kuning, dan biru. Setiap warna mempunyai karakter atau sifat yang berbeda-beda. Bahkan sejak dahulu, warna diketahui mempunyai pengaruh terhadap manusia.

2.10 Elemen Interior

Dokumen terkait