57F. Peran serta Masyarakat
G. Pemanfaatan fasilitas Kesehatan
2. Rumah Sakit
Pemanfataan Rumah Sakit Umum Polewali Mandar tahun 2008 berdasarkan pada kunjungan rawat jalan sebanyak kunjungan 42.161 pasien dan Rawat
Inap sebanyak 8.097 pasien. Ditahun 2009 Rawat Jalan sebesar 20.263 kunjungan dan rawat inap sebesar 8.960 rawat inap. Tahun 2010 yang
dirawat jalan sebanyak 16.608 kunjungan dan rwat inap sebanyak 8747 penderita dengan rawat inap.
61
Tabel 10
Jumlah Kunjungan Rawat Jalan dan Inap RSUD Polewali tahun 2008-2016
Tahun Rawat Jalan Kunjungan Rawat Inap
1 2 3 2008 42.161 8.097 2009 20.263 8.960 2010 16.608 8.747 2011 37.760 9.095 2012 35.634 10.425 2013 39.361 11.733 2014 52.574 19.260 2015 71.521 16.139 2016 96.441 18.986
Sumber : Laporan RSUD Polewali tahun 2016
Ada 37.760 rawat jalan di RSUD Polewali, terjadi peningkatan dua kali lipat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk Kunjungan rawat inap berhasil dirawat sebanyak 9.095 pasien.
Tahun 2012 jumlah kunjungan rawat jalan di RSUD Polewali, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yaitu 35.634 pasien sedangkan jumlah
rawat inap mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 10.425 pasien.
Tahun 2013 jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD
Polewali, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu 39.361 pasien sedangkan jumlah rawat inap sebanyak 11.733 pasien.
Tahun 2014 jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD
Polewali, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yaitu 52.574 pasien sedangkan jumlah pasien rawat inap sebanyak 19.260 pasien
Tahun 2015 jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD Polewali, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 71.521 pasien sedangkan jumlah pasien rawat inap mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 16.139 pasien
Tahun 2016 jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap di RSUD Polewali, tidak mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 96.441 pasien sedangkan jumlah pasien rawat inap mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu 17.400 pasien
62
Untuk mengukur / menilai penampilan Rumah Sakit dapat diketahui dengan menggunakan beberapa indicator antara lain : Bed Occupancy Rate (BOR), Length of Stay (LOS), BTO, TOI, NDR, GDR cakupanya dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Bed Occupancy Rate (BOR)
Bed Occupancy Rate (BOR) yaitu presentase pemakaian tempat
tidur pada suatu waktu tertentu, indikator ini memberikan gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan dari tempat tidur rumah sakit. Hasil normalnya (idealnya) berkisar antara 60-85%. Pada tahun 2011, dengan jumlah tempat tidur 166 dan jumlah hari perawatan sebesar 39.446 hari maka Presentase pemakaian tempat tidur Rumah sakit Umum Polewali sebesar 66 %. Pada tahun 2012, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 179 dan jumlah hari perawatan sebanyak 48.065 hari maka Presentase Pemakaian Tempat Tidur Rumah Sakit Umum Daerah Polewali sebesar 73,57%.
Tahun 2013, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 179 dan jumlah hari perawatan sebanyak 52.370 hari maka Presentase Pemakaian Tempat Tidur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Polewali sebesar 80%, selama 3 tahun terakhir presentase pemakaian tempat tidur di RSUD Polewali terus mengalami peningkatan yang signifikan. Sedangkan pada tahun 2014, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 223 dan jumlah hari perawatan sebanyak 57.778 hari maka
presentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Polewali sebesar 71% , dengan bertambah jumlah tempat
tidur di RSUD maka presentase pemakaian tempat tidur mengalami penurunan. Tahun 2015 dengan jumlah tempat tidur sebanyak 252 dan jumlah hari perawatan sebanyak 69.686 hari maka presentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali sebesar 75,8%. Tahun 2016 jumlah tempat tidur sebanyak 264 dan jumlah hari perawatan sebanyak 83.254 hari maka presentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali sebesar 86,0%. Seiring dengan bertambahnya jumlah tempat tidur dan jumlah hari perawatan, maka presentase pemakaian tempat tidur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
b. Length of Stay (LOS)
Length of stay (LOS) yaitu rata-rata lama perawatan seorang
63
efisiensi juga dapat memberikan gambaran mutu pelayanan terutama bila diterapkan pada diagnosis tertentu yang dijadikan tracer (yang perlu pengamatan lebih lanjut). Hasil normalnya (ideal) ALOS berkisar antara 6-9 hari. Rata-rata lama perawatan seorang
pasien di Rumah Sakit Umum Polewali dari tahun 2011, selama 4 hari. Tahun 2012 rata – rata lama perawatan seorang pasien di
Rumah Sakit Umum Daerah Polewali selama 3 – 4 hari. Tahun 2013 rata – rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Polewali selama 3 – 4 hari. di tahun 2014 rata – rata
lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Polewali sama dengan di tahun sebelumnya. Tahun 2015
rata – rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali selama 3 – 4 hari sama dengan tahun – tahun sebelumnya. Tahun 2016 rata – rata lama perawatan seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali selama 3 – 4 hari sama dengan tahun – tahun sebelumnya.
c. Bed Turn Over (BTO)
Bed Turn Over (BTO) yaitu frekwensi pemakaian tempat tidur
(berapa kali) dalam satu satuan waktu tertentu (biasanya 1 tahun, tempat tidur rumah sakit yang dipakai) Indikator ini memberikan gambaran tingkat efisiensi daripada pemakaian tempat tidur.
Idealnya selama satu tahun, satu tempat tidur rata-rata dipakai 40-50 kali, sementara frekuensi pemakaian tempat tidur di RSUD
Polewali tahun 2011 dipakai sebanyak 56 kali, kurang lebih belum menunjukkan efisiensi pelayanan atau belum berada pada frekwensi yang di idealkan. Tahun 2012 frekuensi pemakaian tempat tidur di RSUD Polewali sebanyak 58 kali. Tahun 2013 frekuensi pemakaian tempat tidur di RSUD Polewali sebanyak 66 kali. Selama 3 tahun terakhir frekuensi pemakaian tempat tidur di RSUD Polewali terus mengalami peningkatan. Tahun 2014 frekuensi pemakaian tempat tidur di RSUD Polewali mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebanyak 59 kali, walaupun demikian, pemakaian tempat tidur yang ideal selama satu tahun masih diatas rata – rata yaitu 40 – 50 kali selama setahun. Tahun 2015 frekuensi pemakaian tempat tidur di RSUD Polewali mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 63 kali, walaupun demikian, pemakaian tempat tidur yang ideal selama satu tahun masih diatas rata – rata yaitu 40 – 50 kali selama setahun. Tahun 2016 frekuensi pemakaian tempat tidur di RSUD Polewali mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 72 kali, walaupun demikian, pemakaian
64
tempat tidur yang ideal selama satu tahun masih diatas rata – rata yaitu 40 – 50 kali selama setahun.
d. Turn Over Interval (TOI)
Turn Over Interval (TOI) yaitu rata-rata hari, tempat tidur yang
tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Indikator ini juga memberikan gambaran tingkat efisiensi daripada penggunaan
tempat tidur. Idealnya tempat tidur kosong hanya dalam waktu 1-3 hari. Capaian pada RSUD Polewali di tahun 2011 rata-rata 2 hari.
Tahun 2012 dan tahun 2013 capaian TOI pada RSUD Polewali rata – rata 1 hari, hal yang sama terjadi di tahun 2014 untuk capaian
TOI pada RSUD Polewali rata – rata 1 hari. Tahun 2015 capaian TOI pada RSUD Polewali rata – rata 1 hari. Tahun 2016 capaian TOI pada RSUD Polewali rata – rata 1 hari.
e. Net Death Rate (NDR)
Net Death Rate (NDR) yaitu angka kematian > 48 jam setelah
dirawat untuk tiap-tiap 1000 penderita keluar. Indikator ini dapat memberikan gambaran mutu pelayanan rumah sakit. Hasilnya yang ditolerir adalah kurang dari 25 per 1000 penderita keluar. Angka yang dicapai tahun 2011 telah berada masih berada berada dibawah standar yaitu 16 per 1000 penderita keluar. Di tahun 2012 angka yang dicapai yaitu 12 per 1000 penderita keluar. Tahun 2013 angka yang dicapai yaitu 14 per 1000 penderita keluar. Tahun 2014 angka yang dicapai yaitu 11 per 1000 penderita keluar. Selama 3 tahun terakhir ini capaian NDR bervariasi. Tahun 2015 angka yang dicapai yaitu 9 per 1000 penderita keluar. Tahun 2016 angka yang dicapai yaitu 11 per 1000 penderita keluar.
f. Gross Death Rate (GDR)
Gross Death Rate (GDR) yaitu angka kematian umum untuk
tiap tiap 1000 penderita keluar. Hasil seyogyanya tidak lebih dari 45 per 1000 penderita keluar. Angka kematian yang didapat RSUD
Polewali tahun 2011 sebesar 43 per 1000 pasien keluar, telah kurang dari angka yang distandarkan. Atau kalau diobsolutkan jumlah kematian di RSUD Polewali ditahun 2010 sebanyak 387 pasien yang keluar mati artinya hampir setiap hari ditemukan 1-2 kematian di RSUD Polewali Mandar. Tahun 2012 sebanyak 46 per 1000 pasien keluar. Tahun 2013 sebanyak 51 per 1000 pasien keluar. Tahun 2014
65
sebanyak 36 per 1000 pasien keluar. Tahun 2015 sebanyak 30 per 1000 pasien keluar. Tahun 2016 sebanyak 29 per 1000 pasien keluar. Berdasarkan data 3 tahun terakhir menunjukkan bahwa GDR di RSUD Polewali sudah sangat baik karena berada di bawah angka yang di standarkan yaitu 45 per 1000 penderita keluar. Hal ini tidak terlepas dari tanggung jawab dan kerjasama dari berbagai pihak yang saling mendukung.
66
Tabel 11
Hasil Kegiatan Pelayanan RSUD Polewali Tahun 2015 - 2016
HASIL KEGIATAN PELAYANAN RSUD POLEWALI MANDAR TAHUN 2015 dan TAHUN 2016
Uraian 2015 2016
I. RAWAT INAP
a. Jumlah Tempat Tidur b. Jumlah Pasien Masuk
c. Jumlah Pasien Keluar Hidup d. Jumlah Pasien Meninggal
1. < 48 Jam 2. > 48 Jam
e. Jumlah Pasien Keluar Hidup+Mati
f. Jumlah Hari Perawatan g. Jumlah Lama Rawat h. BOR i. BTO j. TOI k. LOS l. NDR m. GDR
n. Rata-rata pasien diopname tiap hari
II. RAWAT JALAN
a. Jumlah kunjungan poliklinik 1. Kunjungan Baru
2. Kunjungan Lama b. Rata-rata kunjungan
poliklinik tiap hari
252 TT 16.139 Orang 15.590 Orang 343 Orang 149 Orang 16.082 Orang 69.686 Hari 53.604 Hari 75% 63 X 1 Hari 3 Hari 9 ‰ 30‰ 30 orang / hari 71.521 22.340 49.181 193 orang / hari 264 TT 18963 Orang 18439 Orang 331 Orang 216 Orang 18.986 Orang 83.254 Hari 64268 Hari 86% 72 X 1 Hari 3 Hari 11 ‰ 29‰ 52 orang / hari 96.441 31.611 64.830 301 orang / hari