• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III OBJEK WISATA DI DESA SHIRAKAWAGO

3.2 Rumah Tradisional

Rumah Wada merupakan rumah berarsitektur gassho-zukkuri terbesar dan tertua di Shirakawago. Keluarga Wada merupakan pimpinan di desa ini

saat zaman Edo. Keluarga Wada termasuk keluarga berada dengan usaha perdagangan sutra. Rumah Wada telah dibangun pada periode pertengahan Edo (1603-1868). Keluarga Wada telah menjadi salah satu keluarga

“Yoemon” untuk melindungi garis keturunan keluarga. Sedikit tanah untuk menanam di Shirakawago, masyarakat memproduksi sutra dan membesarkan ulat sutra sebagai sampingan dari menanam beras dan sayuran. Banyak dari mereka. Sebagai tambahan, masyarakat diam-diam memproduksi bubuk senjata dan menjualnya ke klan feodal. Keluarga Wada mengambil hak perdagangan bubuk senjata dan berhasil menjalankan bisnis ini juga.

Bangunan ini terdiri dari tiga lantai. Terdapat ruang utama, ruang tamu, kamar dan altar Budha di lantai pertama, sedangkan lantai kedua difungsikan sebagai tempat untuk budidaya ulat sutera. Terdapat enshou yang merupakan bahan baku mesiu. Menggunakan rumput dan kotoran ulat dibawah lantai serta air kencing manusia, yang dibiarkan membusuk dan

berfermentasi dan menjadi bahan untuk bubuk mesiu. Menjadi industri yang sutra dilakukan dengan ulat sutra. Sangat penting untuk mendapatkan keuntungan melalui industri enshou. Industri ini sangat makmur, namun di tahun 1960 lebih mudah untuk menemukan sutra mentah dan serat kimia di luar negeri, sehingga produksinya akhirnya menurun. Bagaimanapun, di rumah Wada mereka mengembangbiakkan sekitar 500 ulat sutra selama periode bulan Juli hingga Agustus, dan 100 orang diperbolehkan masuk dalam satu untuk mencegah kepadatan. (www.japanhoppers.com)

Jika anda ingin masuk kedalam rumah Wada, ada panduan yang Benteng Ogimachi yang menghadap distrik Ogimachi.

3.2.2 Rumah Kanda

Rumah Kanda adalah sebuah rumah kuno yang megah dengan 160 tahun sejarah dibalik itu yang digunakan dalam rentan sejarah dan

pembuatan bir industri. Hal ini uumnya dikatakan pada akhir zaman Edo (160-1868) bangunan yang digunakan desain tradisional dari waktu, tetapi karena konstruksi nantinya yang menyatu dengan desain konvensional waktu dengan yang lebih modern pada masa itu. Ini adalah atap gaya Gassho anda akan menemukan telepon dinding bahwa keluarga Kanda benar-benar digunakan, serta kimono pengantin dari salah satu Kanda pengantin generasi ke empat, dan banyak barang-barang Amerika seperti jam antik yang adalah

rumah yang sangat lemah untuk api dan api harus ditangani dengan sangat hati-hati, sehingga mereka bisa memeriksa keadaan perapian di lantai pertama dari sini. Di lantai kedua dan ketiga terutama lokakarya serikultur yang sekarang ditetapkan sebagai ruang pameran. Ada berbagai alat pembuatan bir dari waktu yang ditetapkan di sini. Di lantai dua ada juga panduan dan informasi untuk menunjukkan sejarah rumah dan keluarga Kanda. tanpa mengkontaminasi mata air. Dewa ini dipersonifikasikan sebagai ular putih yang berdiri di samping tempat tidur, dan ada patung yang dibangun sebagai bukit ini. Di halaman rumah Kanda terdapat sebuah gubuk di mana beras dan millet dimurnikan, pengunjung dapat mendengar suara roda air ketika melewati dekat itu. Terdapat juga gudang hasagura di sekitar rumah Kanda, ini adalah sebuah bangunan penting untuk pengeringan padi. Kayu bakar untuk perapian juga dikeringkan di sini dan diawetkan.

(www.japanhoppers.com)

3. 3 Kuil Myozenji

Kuil Myozenji didirikan pada tahun 1478. Tidak seperti kuil lainnya di Jepang, kuil ini memiliki ciri khas, yaitu gerbang menara lonceng yang

beratapkan jerami. Hal ini terletak di sisi utara dari Shirakawago Desa melestarikan keharmonisan dalam dasar. Perlu diketahui bahwa jam buka selama Desember sampai Maret adalah 09:00-16:00. (www.japanhopper.com)

3.4 Kuil Hachiman

Kuil Hachiman merupakan kuil kecil yang terletak di bagian terdalam Shirakawago. Hachiman dalam kepercayaan masyarakat Jepang ialah Dewa Perang Shinto dan banyak berjasa bagi masyarakat Jepang. menjadi terkenal terkait dengan Bodhisatwa Daibosatsu.

Selama periode abad pertengahan Jepang, pemujaan Hachiman tersebar di seluruh Jepang, tidak hanya di kalangan samurai, namun juga kaum tani. Terdapat lebih dari 30.000 kuil di Jepang yang didedikasikan untuk Hachiman, yang kedua paling banyak setelah kuil yang didedikasikan untuk Inari. Kuil Usa di Usa, Prefektur Oita adalah kepala kuil dari semua tempat-tempat suci ini dan bersama-sama dengan Iwashimizu Hachiman-gu, Hakozaki-gu, dan Tsurugaoka Hachiman-gu, terkenal sebagai yang paling penting dari semua kuil yang didedikasikan untuk Hachiman.

Kuil Hachiman ini merupakan kuil paling populer kedua setelah kuil Inari Hachiman yang merupakan dewa yang dianggap sebagai Tuhan

Shinto. Kuil ini sangat disucikan oleh segenap masyarakat Jepang terutama klan minamoto. Bangunan utama pada kuil Hachiman ini dianggap memiliki roh yang berkaitan dengan Hachiman. Juga di dalamnya ada ruangan penyimpan harta karun yang terdiri banyak sekali barang-barang berharga.

Dengan kesakralan dan kesucian kuil ini makin membuat banyak pengunjung yang merasa penasaran untuk mengelaborasi bagian-bagian terdalam kuil sehingga mengunjungi kuil ini menjadi bagian yang tak mungkin terlewatkan.

Kuil ini setiap tahunnya di bulan oktober akan ramai karena digunakan untuk merayakan Festival Doburoku Matsuri. Doburoku merupakan sejenis minuman sake yang belum diproses. Doburoku terlihat seperti bubur nasi berwarna putih dengan rasa sedikit manis. Festival ini digelar untuk berdoa kepada dewa gunung, memohon agar diberi keselamatan, kedamaian di desa, dan produksi panen yang melimpah.

Masyarakat membawa douroku ke kuil sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Festival berlangsung meriah dengan masyarakat yang menari dan bernyanyi.

Festival ini banyak diminati wisatawan kerena pada periode tersebut akan di gelar banyak pertunjukan tradisional yang meriah. Festival Doburoku Matsuri ini digelar pada tanggal 14 sampai 19 oktober. Di Shirakawago pun terdapat Doburoku Matsuri Festival Hall, yaitu museum di mana hal yang berkaitan dengan festival ini dipamerkan. Banyak diorama yang menceritakan apa yang dilakukan warga saat festival. Jika ingin mencoba doburoku juga bisa di tempat ini.(www.jepang.panduwisata.id)

3.5 Oshirakawa Hirase Onsen

Lokasi Shirakawago berada di gunung Hakusan. Di kaki gunung Hakusan ini terdapat sebuah pemandian air panas alami (onsen) yang cukup populer, yaitu Oshirakawa Hirase Onsen. Meskipun tidak persis berada di Shirakawago, tetapi banyak pengunjung yang datang ke Shirakawago untuk sekaligus mendatangi onsen ini. Setelah lelah dan kedinginan mengelilingi desa Shirakawago para wisatawan bisa menghangatkan tubuh dengan berendam di pemandian air panas ini. Namun banyak juga wisatawan yang sengaja mampir ke onsen ini saat berada di Shirakawago karena memiliki banyak manfaat.

Onsen bagi orang Jepang merupakan tempat yang paling disukai dan tempat yang terpopuler. Hal itu karena keindahan dan kandungan manfaat yang dimiliki onsen. Onsen merupakan bagian yang terpenting dari kehidupan keluarga dan kehidupan masyarakat Jepang. Jadi dapat disimpulkan bahwa onsen bagi orang Jepang merupakan suatu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Lain halnya dengan orang asing yang berada di Jepang, menurut orang asing onsen hanya sebagai tempat wisata yang unik dan mempunyai daya tarik sendiri. Mereka berkunjung ke onsen hanya ingin menikmati pemandangan sekitar onsen sambil merendamkan diri dan beristirahat.

Adapun manfaat onsen tersebut adalah:

1. Sebagai Tempat Pengobatan

Onsen sebagai tempat pengobatan berbagai macam penyakit. Apabila dilakukan setiap hari akan mengurangi segala penyakit yang diderita.

Jenis-jenis penyakit yang bisa disembuhkan di onsen antara lain adalah sakit otot, rematik, sakit pegal linu, sakit syaraf, keseleo, liver, diabetes, serta penyakit kulit yang sangat kronis.

2. Sebagai Tempat Kecantikan

Onsen sebagai tempat kecantikan pada dasarnya memberikan satu kelembutan pada kulit dan membuat wanita Jepang kelihatan cantik, muda, dan bercahaya. Para wanita Jepang mempunyai percaya diri yang tinggi bila mereka ditempat umum atau tempat mereka bekerja. Di onsen mereka akan diberitahu bahwa kecantikan itu bukan hanya kecantikan wajah saja tetapi paling terpenting adalah sikap tubuh disaat berdiri dan disaat berjalan.

3. Sebagai Tempat Menghilangkan Stres

Kata stres sering didengar dan sering di pergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Juga akan membuat kita mudah marah dan cepat tersinggung, oleh sebab itu harus dicegah. Cara pencegahan terbaik adalah dengan melakukan refreshing yang berkaitan dengan alam karena alam akan memberikan kesejukan tubuh dan pikiran pun menjadi tenang.

Begitu juga orang Jepang sering mengalami stres akibat bekerja terlalu lama. Biasanya orang Jepang menghilangkan stres dengan mengunjungi

onsen. Onsen menghilangkan stres yang kita alami dengan cara merendamkan badan ke dalam onsen.

(www.his-travel.co.id)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

1. Keindahan Shirakawago saat musim dingin memang tidak ada tandingannya. Banyak wisatawan yang sengaja mengunjunginya di musim dingin untuk melihat suasana desa penuh salju seperti layaknya negeri dongeng. Tempat ini memang merupakan tujuan wisata empat musim.

Setiap musimnya memiliki nuansa alam yang berbeda dan patut menjadi destinasi impian.

2. Setiap objek wisata di Shirakawago memiliki kisah sejarah yang berkaitan dengan perkembangan desa Shirakawago tersebut.

3. Desa Shirakawago mudah dicapai seiring perkembangan transportasi dan teknologi. Shirakawago dapat dicapai menggunakan bus dan mobil pribadi.

Ditambahi dengan Akomodasi seperti penginapan yang dekat dengan

terminal serta dekat dengan objek wisata dengan fasilitas yang lengkap bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Shirakawago.

4.2 Saran

1. Berwisata ke suatu Negara khususnya Jepang dan tepatnya desa Shirakawago alangkah lebih baiknya jika wisatawan dapat mempertimbangkan dan mempersiapkan keperluan agar para wisatawan tidak banyak mengalami banyak kendala yang mengganggu perjalanan.

2. Dalam kunjungan ke suatu Negara wisatawan juga diperlukan agar masyarakat dinegara tersebut merasa nyaman dan tidak terganggu dengan kedatangan para wisatawan.

3. Wisatawan dari Negara tropis khususnya Indonesia harus cermat dalam memilih waktu kunjungan karena adanya perbedaan iklim antar dua Negara.

4. Dalam melakukan perjalanan diharapkan wisatawan benar-benar matang dalam mempertimbangkan berapa lama waktu para wisatawan berada di Negara Jepang terkhusus Desa Shirakawago.

LAMPIRAN

Gambar 1. Desa Shirakawago

Gambar 2. Rumah Gassho Zukkuri

Gambar 3. Pemandangan Shirakawago di musim dingin

DAFTAR PUSTAKA

Merinda, Lisa. 2015. 85 Best Spot In Japan. Jakarta : Gramedia

Yovian,Evan. 2014. Japan Beyond Tokyo. Jakarta : Buana Ilmu Populer Rachman,Farhan Noor. 2014. Backpacking Jepang. Jakarta : Elex Media https://id.wikipedia.org/wiki/Shirakawago_Gifu

https://infojepang.net/item/shirakawago https://

https://justonecookbook.com/shirakawago-history-unesco-site https://.kyuhoshi.com/four-seasons-in-shirakawago

https://rumikasjourney.com/transportasi_shirakawago

https://his-travel.co.idrumah_kanda

https://japanhoppers.comonsen-oshirakawa

https://jepang.panduwisata.id/kuil-hachiman https://booking.com/hotel_di_shirakawago

ABSTRAK

Kertas karya ini berjudul Objek Wisata di Desa Shirakawago. Dalam penulisan kertas karya ini, penulis memfokuskan penulisan pada Pemandangan yang indah di Shirakawago, Tempat-tempat wisata yang ada di Shirakawago, dan akomodasi dan transportasi di Shirakawago.

Tujuan dari penulisan kertas karya ini adalah untuk mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di Desa Shirakawago dan juga untuk memperkenalkan kepada seluruh masyarakat tentang Desa Shirakawago. Juga, sebagai salah satu syarat kelulusan dari program Diploma III Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil pengamatan, Shirakawago adalah sebuah Desa yang terletak di Chubu, Prefektur Gifu, Jepang. Desa ini terkenal dengan adanya sebuah bagian Desa kecil yang menjadi tempat berdirinya rumah-rumah Tradisional Jepang, Yaitu Gassho Zukkuri.

Desa Shirakawago terdaftar di situs Warisan Alam Dunia UNESCO pada Desember 1995. Shirakawago merupakan Destinasi wisata 4 musim di Jepang, Yaitu musim semi, musim dingin, musim gugur, dan musim panas. Setiap musimnya memiliki nuansa alam yang berbeda dan patut menjadi destinasi wisata impian.

Di Desa Shirakawago banyak terdapat objek-objek wisata yang cukup terkenal dan memiliki kisah sejarah. Hal ini membuat banyak wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang datang berkunjung. Beberapa objek wisata yang menarik di Shirakawago adalah Rumah Tradisional Kenda dan Weda yang

merupakan rumah Kepala Desa Shirakawago pada Zaman Edo yang diubah menjadi Museum.

Selain itu juga ada Kuil Myozenzi dan Kuil Hachiman yang setiap tahunnya di bulan oktober akan ramai pengunjung karena digunakan untuk merayakan Festival Doburoku Matsuri. Ada juga Oshirakawa Hirase Onsen, sebuah pemandian air panas alami yang cukup populer. Banyak pengunjung yang datang ke Shirakawago hanya untuk mendatangi onsen ini, karena memiliki banyak manfaat.

Untuk mencapai objek wisata tersebut banyak akomodasi dan transportasi yang dapat digunakan. Transportasi tersebut adalah kereta api, bus, dan mobil pribadi. Akomodasi disana pun jaraknya sangat dekat dengan berbagai objek wisata yang akan dikunjungi, seperti Hotel Fujiya, Shirakawago Terrace, Guest House AntHut, Ryokan Murayama, dan Minshuku Koshiyama.

Dokumen terkait