• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumusan KETERAMPILAN KHUSUS

Dalam dokumen KURIKULUM SARJANA FARMASI (Halaman 9-24)

Lulusan Program Sarjana farmasi harus memiliki keterampilan khusus minimal sebagai berikut:

1) Mampu menjelaskan pedoman terapi pada penanganan penyakit-penyakit yang menjadi masalah utama di Indonesia;

2) Mampu melakukan analisis kesesuaian rancangan terapi obat;

3) Mampu mengidentifikasi masalah terkait penggunaan obat dan solusinya;

4) Mampu melakukan review resep dan analisis kesesuaian rancangan terapi obat dalam resep;

5) Mampu menjelaskan pilihan terapi obat dalam pelayanan swamedikasi;

6) Mampu menyiapkan sediaan farmasi pada pelayanan resep dan/atau pelayanan swamedikasi;

7) Mampu memberikan informasi tentang obat dan pengobatan kepada pasien pada pelayanan resep dan/atau pelayanan swamedikasi;

8) Mampu mengidentifikasi sediaan farmasi yang kadaluwarsa/rusak/sub-standar;

9) Mampu menjelaskan ketentuan/persyaratan/pedoman terkait peracikan sediaan farmasi;

10) Mampu meracik sediaan farmasi non-steril sesuai prosedur;

11) Mampu melakukan pencampuran produk steril dengan teknik aseptis sesuai prosedur;

12) Mampu merancang formulasi sediaan farmasi;

13) Mampu memilih wadah, kemasan, dan cara penyimpanan sediaan farmasi;

14) Mampu menjelaskan prinsip-prinsip penjaminan mutu sediaan farmasi;

15) Mampu membuat sediaan farmasi sesuai prinsip-prinsip penjaminan mutu;

16) Mampu mengevaluasi mutu sediaan farmasi;

17) Mampu mencari, mengevaluasi dan menyiapkan informasi;

18) Mampu memberikan informasi tentang sediaan farmasi;

19) Mampu melakukan promosi penggunaan obat yang rasional & hidup sehat;

20) Mampu menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi efektif;

21) Mampu bekerja dalam tim;

22) Mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan/kultur budaya yang beragam;

23) Mampu mengelola tugas-tugas mandiri dan tugas-tugas kelompok/tim;

24) Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi dan data;

25) Mampu bertanggung-jawab atas tugas/kegiatan mandiri dan/atau tim;

26) Mampu menjelaskan ketentuan perundang-undangan dan penerapannya dalam bidang farmasi;

27) Mampu menjelaskan prinsip-prinsip etik dan penerapannya dalam bidang farmasi;

28) Mampu bersikap/berperilaku sesuai ketentuan perundangundangan, norma, dan etik dalam kehidupan bernasyarakat;

29) Menunjukkan penguasaan konsep teoritis tentang obat, tubuh manusia, dan mekanisme kerja obat;

30) Mampu menjelaskan hubungan antara struktur kimia, karakteristik fisiko-kimia, dan mekanisme kerja obat;

31) Menunjukkan penguasaan konsep teoritis perjalanan obat dalam tubuh serta hubungannya dengan sifat fisikokimia obat;

32) Mampu menerapkan konsep teoritis dan matematis dalam melakukan analisis parameter fisika, kimia, dan fisiko-kimia sediaan farmasi;

33) Mampu menerapkan konsep teoritis dan matematis dalam melakukan analisis parameter biologis sediaan farmasi;

34) Mampu menerapkan konsep kimia organik, kimia fisika, dan kimia analisis pada pengembangan bahan obat dari bahan alam dan/atau sintesis;

35) Mampu menerapkan konsep teoritis ilmu dan teknologi kefarmasian dalam riset bidang kefarmasian;

36) Mampu mengikuti perkembangan IPTEK dan meningkatkan penguasaan ilmu, pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan diri secara berkelanjutan;

KURIKULUM

Pendidikan tinggi menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 terdiri dari pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan/atau program pascasarjana yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Sedangkan pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus. Pada pasal 35 dinyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum inti merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Kurikulum inti terdiri atas kelompok rnatakuliah pengembangan kepribadian, kelompok mata kuliah yang mencirikan tujuan pendidikan dalam bentuk penciri ilmu pengetahuan dan ketrampilan, keahlian berkarya, sikap berperilaku dalam berkarya. Dan cara berkehidupan bermasyarakat. Kurikulum inti

merupakan persyaratan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi.

Kurikulum institusional merupakan sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, terdiri atas tambahan dan kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan.

Kurikulum inti program sarjana dan program diploma terdiri atas:

a) Kelompok rnatakuliah pengembangan kepribadian (MPK);

b) Kelompok matakuliah keilmuan dan keahlian (MKK);

c) Kelompok matakuliah keahlian dalam berkarya (MKB);

d) Kelompok matakuliah sikap dan perilaku dalam berkarya (MPB); dan e) Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB).

Kurikulum institusional program sarjana dan program diploma terdiri atas keseluruhan atau sebagian dari:

a) Kelompok MPK yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan tujuan pengayaan wawasan, pendalaman intensitas pemahaman dan penghayatan MPK inti;

b) Kelompok MKK yang terdiri atas matakuliah yang relevan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keilmuan atas dasar keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan;

c) Kelompok MKB yang terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keahlian dalam berkarya di masvarakat sesuai dengan keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan;

d) Kelompok MPB yang terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan perilaku

berkarya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat untuk setiap program studi; dan

e) Kelompok MBB yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan upaya pemahaman serta penguasaan ketentuan yang berlaku dalam berkehidupan di masyarakat, baik secara nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannva.

Kurikulum inti program sarjana berkisar antara 40%-80% dari jumlah SKS kurikulum program sarjana. Beban studi program sarjana sekurang-kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) SKS.

Kurikulum yang dikembangkan program studi didasarkan pada rumusan kompetensi yang harus dicapai atau dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi yang sesuai atau mendekati kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.

Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF T 1 01 Pendidikan Agama 2 - 2

PSF T 1 02 Pendidikan Pancasila 2 - 2

PSF T 2 01 Pendidikan Kewarganegaraan 2 - 2 PSF T 2 02 Pendidikan Budaya Inti Korupsi - 2 2 PSF T 1 03 Bahasa Inggris (English for

Akademik Purpose) - 2 2

PSF T 7 01 Bahasa Indonesia (Kaidah

Penulisan karya ilmiah) - 2 2

J U M L A H 6 6 12

Kelompok matakuliah keilmuan dan keahlian (MKK)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF T 1 04 Biologi sel 2 - 2

PSF T 1 05 Penghatar Ilmu Farmasi - 2 2

PSF T 1 06 Anatomi Fisiologi Manusia Biologi

sel 2 1 3

PSF T P 06 Praktikum Anatomi Fisiologi

Manusia Biologi sel 1 0 1 PSF T 2 06 Mikrobiologi, Vurologi dan

Parasitologi 2 - 2

PSF P 2 06 Praktikum Mikrobiologi, Vurologi

dan Parasitologi 1 - 1 PSF P 3 05 Praktikum Kimia Analisa

Kwantitatif 1 - 1

Kelompok matakuliah keahlian dalam berkarya (MKB)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF T 1 08 Farmasetika Dasar 2 - 2

PSF P 1 08 Praktikum Farmasetika Dasar 1 - 1

PSF T 2 03 Farmakologi Dasar 2 - 2

PSF T 2 08 Teknologi sediaan non steril 2 - 2 PSF P 2 08 Praktikum Teknologi sediaan non

steril 1 - 1

PSF T 4 05 Farmakoterapi susunan saraf

pusat, endokrin dan metabolisme 2 - 1

PSF T 5 04 Farmakoterapi Kardiovaskular,

ginjal dan darah 2 - 2

PSF T 5 05 Komunikasi Farmasi dan

teamwork - 1 1

PSF P 5 05 Praktikum Komunikasi Farmasi

dan teamwork - 1 1

PSF T 5 06 Fitokimia 2 - 2

PSF P 5 06 Praktikum Fitokimia 1 - 1

PSF T 5 07 Sintesa bahan obat 2 - 2

PSF P 5 07 Praktikum Sintesa bahan obat 1 - 1 PSF T 5 08 Formulasi dan Teknologi sediaan

padat 2 - 2

PSF P 5 08 Praktikum Formulasi dan

Teknologi sediaan padat 1 - 1

PSF T 6 01 Konsep dan metode analisis

masalah terkait obat (DRP) 2 - 2

PSF T 6 07 Farmasi komunitas/farmasi

praktis 2 - 2

PSF P 6 07 Praktikum Farmasi

komunitas/farmasi praktis 1 - 1

PSF T 6 08 Biofarmasetik dan farmakokinetik 2 - 2 PSF P 6 08 Praktikum Biofarmasetik dan

farmakokinetik 1 - 1

PSF T 7 03 Farmasi industri 2 - 2

PSF T 7 04 Farmasi Klinis lanjut - 2 2

PSF T 7 05 Pelayanan resep dan Swamedikasi 1 - 1 PSF P 7 05 Praktikum Pelayanan resep dan

Swamedikasi 1 - -

PSF T 7 06 Konseling dan pelayanan

informasi obat 1 - 1

PSF P 7 06 Praktikum Konseling dan

pelayanan informasi obat 1 - 1

PSF T 7 07 Farmasi Rumah sakit 2 - 2

PSF T 7 07 Praktikum Farmasi Rumah sakit 1 - 1 Mata kuliah pilihan semester V

PSF T 5 01 KK Radio farmasi - 2 2

Mata kuliah pilihan semester VI

PSF T 6 04 ST Penyampaian obat terkontro

parentheral - 2 2

Mata kuliah pilihan semester VII

PSF T 7 01 KK Stadium general/kapita selekta - 2 2

Kelompok matakuliah sikap dan perilaku dalam berkarya (MPB)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah PSF T 4 01 Peraturan perundang-undangan

dan etika profesi farmasi 2 - 2

Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB).

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF P 8 01 Seminar Proposal 1 - 1

PSF P 8 02 Seminar hasil 1 - 1

PSF P 8 03 Sidang Sarjana 4 - 4

J U M L A H 6 - 6

Distribusi Mata Kuliah

PSF T 2 06 Mikrobiologi, virulogi dan parasitologi 2 0

PSF T 2 07 Botani Farmasi 2 0

PSF T 2 08 Teknologi sediaan non steril 2 0 PSF P 2 04 Praktikum Kimia Analisa kwalitatif 0 1 PSF P 2 05 Praktikum Kimia organik I 0 1 PSF P 2 06 Praktikum Mikrobiologi, virulogi dan

parasitologi 0 1

PSF P 2 07 Praktikum Botani Farmasi 0 1 PSF P 2 08 Praktikum Teknologi sediaan non

steril 0 1

Jumlah 16 5

Semester Kode Mata

PSF P 3 05 Praktikum Kimia Analisa Kwantitatif 0 1 PSF P 3 06 Praktikum Kimia Organik II 0 1

PSF P 3 07 Praktikum Boikimia 0 1

PSF P 3 08 Praktikum Farmakognosi 0 1

Jumlah 16 4

IV

PSF T 4 01 Peraturan perundang-undangan dan etika profesi farmasi 2 0 PSF T 4 02 Kimia bahan alam Farmasi 2 0 PSF T 4 03 Immunologi dan toksikologi 3 0

PSF T 4 04 Herbal Medik 2 0

PSF T 4 05 Farmakoterapi susunan saraf pusat,

endokrin dan metabolisme 2 0

PSF T 4 06 Farmasi Fisika 2 0

PSF T 4 07 Teknologi sediaan steril 2 0 PSF T 4 08 Farmasi sosial dan kesehatan

masyarakat 2 0

PSF P 4 05 Praktikum Farmasi Fisika 0 1 PSF P 4 07 Praktikum Teknologi sediaan steril 0 1 PSF P 4 08 Praktikum Farmasi sosial dan

kesehatan masyarakat 0 1

Jumlah 17 3

Semester Kode Mata

PSF T 5 04 Farmakoterapi Kardiovaskular,

ginjal dan darah 2 0

PSF T 5 05 Komunikasi farmasi dan teamwork 1 0

PSF T 5 06 Fitokimia 2 0

PSF T 5 07 Sintesa bahan obat 2 0

PSF T 5 08 Formulasi dan Teknologi sediaan

padat 2 0

PSF P 5 05 Praktikum Komunikasi farmasi dan

teamwork 0 1

PSF P 5 06 Praktikum Fitokimia 0 1

PSF P 5 07 Praktikum Sintesa bahan obat 0 1 PSF P 5 08 Praktikum Formulasi dan Teknologi

sediaan padat 0 1

Mata Kuliah Pilihan 2 0

Jumlah 17 4

Mata Kuliah Pilihan Semestar V

PSF T 5 01 KK Radio farmasi 2 0

Semester Kode Mata

Kuliah Nama Mata Kuliah SKS

T P

VI

PSF T 6 01 Konsep dan metode analisis masalah terkait obat (DRP) 2 0

PSF T 6 02 Manajemen farmasi 2 0

PSF T 6 03 Farmakoekonomi 2 0

PSF T 6 04 Farmasi Klinis 2 0

PSF T 6 05 Penyampaian obat terkontrol 2 0 PSF T 6 06 Bioteknologi Farmasi 2 0 PSF T 6 07 Farmasi komunitas/farmasi praktis 1 0 PSF T 6 08 Biofarmasi-Farmakokinetik 2 0 PSF P 6 07 Praktikum Farmasi

komunitas/farmasi praktis 0 1 PSF P 6 08 Praktikum

Biofarmasi-Farmakokinetik 0 1

Mata Kuliah Pilihan 2 0

Jumlah 17 2

Mata Kuliah Pilihan Semestar VI

PSF T 6 01 KK Farmasi Geatri 2 0

PSF T 6 02 KK Farmakologi sel molekuler 2 0

PSF T 6 03 KK Instrumen diagnosa kesehatan 2 0

PSF T 6 04 KK Nutrasetika 2 0

PSF T 6 01 ST Pengembangan produk 2 0

PSF T 6 02 ST Polimer untuk farmasi 2 0

PSF T 6 03 ST Teknologi nanopartikel 2 0

PSF T 6 04 ST Penyampaian obat terkontro

parentheral 2 0

Semester Kode Mata

Kuliah Nama Mata Kuliah SKS

T P

VII

PSF T 7 01 Bahasa Indonesia (Kaidah Penulisan karya ilmiah) 2 0 PSF T 7 02 Metodologi penelitian dan statistik 2 0

PSF T 7 03 Farmasi Industri 2 0

PSF T 7 04 Farmasi Klinis Lanjut 2 0 PSF T 7 05 Pelayanan resep dan swamedikasi 1 0 PSF T 7 06 Konseling dan pelayanan informasi

obat 1 0

PSF T 7 07 Farmasi Rumah sakit 2 0

PSF P 7 05 Praktikum Pelayanan resep dan

swamedikasi 0 1

PSF P 7 06 Praktikum Konseling dan pelayanan

informasi obat 0 1

PSF P 7 07 Praktikum Farmasi Rumah sakit 0 1

Mata Kuliah Pilihan 2 0

Jumlah 14 3

Mata Kuliah Pilihan Semestar VII

PSF T 7 01 KK Stadium general/kapita selekta 2 0

PENUTUP

Pedoman penyelenggaraan pendidikan sarjana farmasi diharapkan dapat memberikan acuan atas kejelasan dalam penyelenggaraan program pendidikan baik secara teknis maupun administrasinya.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa penyelenggaraan pendidikan ini sangatlah rumit dengan demikian dalam penyelenggaraannya memerlukan suatu perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh elemen yang terkait.

Adanya usaha terobosan baru yang mendukung peningkatan penyelenggaraan pendidikan Sarjana Farmasi akan sangat dihargai dalam penyempurnaan pedoman ini.

Keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan diFarmasi sangat tergantung kepada partisipasi aktif semua pihak. Mudah-mudahan pedoman ini dapat lebih membantu bagi penyelenggaraan kurikulum di Farmasi dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya, sehingga proses penyelenggaraan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Dalam dokumen KURIKULUM SARJANA FARMASI (Halaman 9-24)

Dokumen terkait