• Tidak ada hasil yang ditemukan

KURIKULUM SARJANA FARMASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KURIKULUM SARJANA FARMASI"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU

KESEHATAN (STIKes) ARJUNA

KURIKULUM

SARJANA FARMASI

(2)

Jl. Arjuna No. Laguboti, Toba Samosir 22381 Ijin Menristekdikti: 541/KPT/I/2019 Telp. 0632-331380

Email: [email protected] Website: www.ytparjunalaguboti.ac.id Program Studi: S-1 Farmasi ; D-3 Farmasi ; D-3 Keperawatan

Penepatan Kurikulum Program Studi S1 Farmasi STIKes Arjuna

Menimbang :

Mengingat :

Dalam rangka mencapai proses belajar mengajar di Program Studi S1 Farmasi STIKes Arjuna maka di pandang perlu untuk membuat Kurikulum

1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

2. Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi sebagai pedoman lebih lanjut penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 tahun 2005 tentang Dosen

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

6. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 044 tahun 2015 tentang standar pendidikan tinggi

KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN ARJUNA YAYASAN TENAGA PEMBANGUNAN ARJUNA

NOMOR: 012/STIkes/YTP-A/VIII/2019 TENTANG

(3)

8. Statuta STIKes Arjuna sebagai pedoman dasar bagi penyelenggaraan pendidikan STIKes Arjuna

9. Hasil Rapat STIKes Arjuna tanggal 30 Juli 2019

M E M U T U S K A N Menetapkan:

Pertama : Bahwa dokumen Kurikulum ini secara resmi digunakan di lingkungan Program Studi S1 Farmasi STIKes Arjuna, sebagai acuan kegiatan akademis dan non akademis.

Kedua : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan akan dilakukan perbaikan bila terdapat kekeliruan dalam penerapannya

Ditetapkan di : Laguboti

Tanggal : 3 Agustus 2019 Ketua STIKes Arjuna

Dr. Nerdy, S.Farm, M.Si, Apt

(4)

DAFTAR ISI

Halaman

VISI, MISI DAN TUJUAN ... 1

Propil Lulusan (PL) ... 2

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ... 2

A. Rumusan Sikap ... 2

B. Rumusan Pengetahuan ... 4

C. RUMUSAN KETERAMPILAN UMUM... 4

D. Rumusan KETERAMPILAN KHUSUS ... 5

KURIKULUM ... 7

PENUTUP... 20

(5)

Program studi sarjana Farmasi

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Arjuna

Visi

Menjadi pusat pendidikan sarjana farmasi unggulan yang akan menghasilkan lulusan berintegritas dalam menghadapi persaingan di tingkat Nasional dengan pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal pada tahun 2030.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan kefarmasian yang berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang beritegritas berintegritas dalam menghadapi persaingan di tingkat Nasional dengan pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal.

2. Menyelenggarakan penelitian dengan menggali kearifan lokal dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau seni (IPTEKS) kefarmasian untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

3. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau seni (IPTEKS) kefarmasian dengan melibatkan kearifan lokal.

4. Menyelenggarakan kerja sama seluas-luasnya dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan teknologi dan/atau seni (IPTEKS) kefarmasian

Tujuan

1. Menghasilkan lulusan yang kompeten yang dapat bersaing di tingkat nasional.

2. Menghasilkan lulusan yang berintegritas dalam pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

3. Menghasilkan karya-karya penelitian di bidang kefarmasian yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

(6)

4. Terwujudnya pengabdian dengan melibatkan masyrakat yang bertujuan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

5. Terwujudnya kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi atau instansi lainnya dibidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Propil Lulusan (PL)

Dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menyebutkan bahwa lulusan program studi sarjana farmasi berada pada jenjang kualifikasi 6 dengan profil sebagai berikut:

(1) Care giver;

(2) Educator;

(3) Communicator;

(4) Leader;

(5) Decision maker;

(6) Manager;

(7) Life-long learner;

(8) Personnal & professional responsibilities;

(9) Scientific comprehension & research abilities.

Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)

Capaian pembelajaran lulusan program studi sarjana farmasi meliputi sikap dan tata nilai, penguasaan pengetahuan/keilmuan, keterampilan umum, keterampilan khusus yang diuraikan sebagai berikut.

A. Rumusan Sikap

Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dikatakan bahwa Setiap lulusan program pendidikan akademik, vokasi, dan profesi harus memiliki sikap sebagai berikut:

1) bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius;

(7)

2) menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama,moral, dan etika;

3) berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan Pancasila;

4) berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta rasa tanggungjawab pada negara dan bangsa;

5) menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain;

6) bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan;

7) taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara;

8) menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik;

9) menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri; dan

10) menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan, dan kewirausahaan.

B. Rumusan Pengetahuan

Lulusan Program Sarjana farmasi harus memiliki pengetahuan minimal umum sebagai berikut:

1) Mampu mengidentifikasi masalah terkait obat dan alternatif solusinya;

2) Mampu melakukan pelayanan sediaan farmasi sesuai prosedur;

3) Mampu menyiapkan atau meracik sediaan farmasi sesuai prosedur;

4) Mampu menerapkan ilmu dan teknologi kefarmasian dalam pembuatan dan penjaminan mutu sediaan farmasi;

5) Mampu mencari, menyiapkan, dan memberikan informasi tentang obat dan pengobatan;

6) Mampu berkomunikasi dan membangun hubungan interpersonal;

7) Mampu menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan dan manajemen;

8) Mampu bertindak secara bertanggungjawab sesuai ketentuan perundang-undangan dan etik kefarmasian dan;

(8)

9) Menunjukkan penguasaan IPTEK, kemampuan riset, dan pengembangan diri.

C. RUMUSAN KETERAMPILAN UMUM

Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dikatakan bahwa Lulusan Program Sarjana wajib memiliki keterampilan umum sebagai berikut:

1) mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang sesuai dengan bidang keahliannya;

2) mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur;

3) mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau kritik seni, menyusun deskripsi saintifik hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

4) menyusun deskripsi saintifik hasil kajian tersebut di atas dalam bentuk skripsi atau laporan tugas akhir, dan mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi;

5) mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan hasil analisis informasi dan data;

6) mampu memelihara dan mengembang-kan jaringan kerja dengan pembimbing, kolega, sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya;

7) mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya;

(9)

8) mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya, dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri; dan

9) mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

D. Rumusan Keterampilan khusus

Lulusan Program Sarjana farmasi harus memiliki keterampilan khusus minimal sebagai berikut:

1) Mampu menjelaskan pedoman terapi pada penanganan penyakit- penyakit yang menjadi masalah utama di Indonesia;

2) Mampu melakukan analisis kesesuaian rancangan terapi obat;

3) Mampu mengidentifikasi masalah terkait penggunaan obat dan solusinya;

4) Mampu melakukan review resep dan analisis kesesuaian rancangan terapi obat dalam resep;

5) Mampu menjelaskan pilihan terapi obat dalam pelayanan swamedikasi;

6) Mampu menyiapkan sediaan farmasi pada pelayanan resep dan/atau pelayanan swamedikasi;

7) Mampu memberikan informasi tentang obat dan pengobatan kepada pasien pada pelayanan resep dan/atau pelayanan swamedikasi;

8) Mampu mengidentifikasi sediaan farmasi yang kadaluwarsa/rusak/sub- standar;

9) Mampu menjelaskan ketentuan/persyaratan/pedoman terkait peracikan sediaan farmasi;

10) Mampu meracik sediaan farmasi non-steril sesuai prosedur;

11) Mampu melakukan pencampuran produk steril dengan teknik aseptis sesuai prosedur;

12) Mampu merancang formulasi sediaan farmasi;

13) Mampu memilih wadah, kemasan, dan cara penyimpanan sediaan farmasi;

14) Mampu menjelaskan prinsip-prinsip penjaminan mutu sediaan farmasi;

(10)

15) Mampu membuat sediaan farmasi sesuai prinsip-prinsip penjaminan mutu;

16) Mampu mengevaluasi mutu sediaan farmasi;

17) Mampu mencari, mengevaluasi dan menyiapkan informasi;

18) Mampu memberikan informasi tentang sediaan farmasi;

19) Mampu melakukan promosi penggunaan obat yang rasional & hidup sehat;

20) Mampu menjelaskan prinsip-prinsip komunikasi efektif;

21) Mampu bekerja dalam tim;

22) Mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan/kultur budaya yang beragam;

23) Mampu mengelola tugas-tugas mandiri dan tugas-tugas kelompok/tim;

24) Mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi dan data;

25) Mampu bertanggung-jawab atas tugas/kegiatan mandiri dan/atau tim;

26) Mampu menjelaskan ketentuan perundang-undangan dan penerapannya dalam bidang farmasi;

27) Mampu menjelaskan prinsip-prinsip etik dan penerapannya dalam bidang farmasi;

28) Mampu bersikap/berperilaku sesuai ketentuan perundangundangan, norma, dan etik dalam kehidupan bernasyarakat;

29) Menunjukkan penguasaan konsep teoritis tentang obat, tubuh manusia, dan mekanisme kerja obat;

30) Mampu menjelaskan hubungan antara struktur kimia, karakteristik fisiko-kimia, dan mekanisme kerja obat;

31) Menunjukkan penguasaan konsep teoritis perjalanan obat dalam tubuh serta hubungannya dengan sifat fisikokimia obat;

32) Mampu menerapkan konsep teoritis dan matematis dalam melakukan analisis parameter fisika, kimia, dan fisiko-kimia sediaan farmasi;

33) Mampu menerapkan konsep teoritis dan matematis dalam melakukan analisis parameter biologis sediaan farmasi;

(11)

34) Mampu menerapkan konsep kimia organik, kimia fisika, dan kimia analisis pada pengembangan bahan obat dari bahan alam dan/atau sintesis;

35) Mampu menerapkan konsep teoritis ilmu dan teknologi kefarmasian dalam riset bidang kefarmasian;

36) Mampu mengikuti perkembangan IPTEK dan meningkatkan penguasaan ilmu, pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan diri secara berkelanjutan;

KURIKULUM

Pendidikan tinggi menurut Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 terdiri dari pendidikan akademik, pendidikan vokasi, dan pendidikan profesi.

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan/atau program pascasarjana yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi program diploma yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Sedangkan pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang menyiapkan mahasiswa untuk pekerjaan yang memerlukan persyaratan keahlian khusus. Pada pasal 35 dinyatakan bahwa kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

Kurikulum inti merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran yang harus dicakup dalam suatu program studi yang dirumuskan dalam kurikulum yang berlaku secara nasional. Kurikulum inti terdiri atas kelompok rnatakuliah pengembangan kepribadian, kelompok mata kuliah yang mencirikan tujuan pendidikan dalam bentuk penciri ilmu pengetahuan dan ketrampilan, keahlian berkarya, sikap berperilaku dalam berkarya. Dan cara berkehidupan bermasyarakat. Kurikulum inti

(12)

merupakan persyaratan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penyelesaian suatu program studi.

Kurikulum institusional merupakan sejumlah bahan kajian dan pelajaran yang merupakan bagian dari kurikulum pendidikan tinggi, terdiri atas tambahan dan kelompok ilmu dalam kurikulum inti yang disusun dengan memperhatikan keadaan dan kebutuhan lingkungan serta ciri khas perguruan tinggi yang bersangkutan.

Kurikulum inti program sarjana dan program diploma terdiri atas:

a) Kelompok rnatakuliah pengembangan kepribadian (MPK);

b) Kelompok matakuliah keilmuan dan keahlian (MKK);

c) Kelompok matakuliah keahlian dalam berkarya (MKB);

d) Kelompok matakuliah sikap dan perilaku dalam berkarya (MPB); dan e) Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB).

Kurikulum institusional program sarjana dan program diploma terdiri atas keseluruhan atau sebagian dari:

a) Kelompok MPK yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan tujuan pengayaan wawasan, pendalaman intensitas pemahaman dan penghayatan MPK inti;

b) Kelompok MKK yang terdiri atas matakuliah yang relevan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keilmuan atas dasar keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan;

c) Kelompok MKB yang terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan kompetensi keahlian dalam berkarya di masvarakat sesuai dengan keunggulan kompetitif serta komparatif penyelenggaraan program studi bersangkutan;

d) Kelompok MPB yang terdiri atas matakuliah yang relevan, bertujuan untuk memperkuat penguasaan dan memperluas wawasan perilaku

(13)

berkarya sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat untuk setiap program studi; dan

e) Kelompok MBB yang terdiri atas matakuliah yang relevan dengan upaya pemahaman serta penguasaan ketentuan yang berlaku dalam berkehidupan di masyarakat, baik secara nasional maupun global, yang membatasi tindak kekaryaan seseorang sesuai dengan kompetensi keahliannva.

Kurikulum inti program sarjana berkisar antara 40%-80% dari jumlah SKS kurikulum program sarjana. Beban studi program sarjana sekurang- kurangnya 144 (seratus empat puluh empat) SKS dan sebanyak-banyaknya 160 (seratus enam puluh) SKS.

Kurikulum yang dikembangkan program studi didasarkan pada rumusan kompetensi yang harus dicapai atau dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi yang sesuai atau mendekati kompetensi yang dibutuhkan oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.

Kelompok Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF T 1 01 Pendidikan Agama 2 - 2

PSF T 1 02 Pendidikan Pancasila 2 - 2

PSF T 2 01 Pendidikan Kewarganegaraan 2 - 2 PSF T 2 02 Pendidikan Budaya Inti Korupsi - 2 2 PSF T 1 03 Bahasa Inggris (English for

Akademik Purpose) - 2 2

PSF T 7 01 Bahasa Indonesia (Kaidah

Penulisan karya ilmiah) - 2 2

J U M L A H 6 6 12

(14)

Kelompok matakuliah keilmuan dan keahlian (MKK)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF T 1 04 Biologi sel 2 - 2

PSF T 1 05 Penghatar Ilmu Farmasi - 2 2

PSF T 1 06 Anatomi Fisiologi Manusia Biologi

sel 2 1 3

PSF T P 06 Praktikum Anatomi Fisiologi

Manusia Biologi sel 1 0 1

PSF T 1 07 Kimia Farmasi Dasar 2 - 2

PSF P 1 07 Praktikum Kimia Farmasi Dasar 1 - 1 PSF T 2 04 Kimia Analisa kwalitatif 2 - 2 PSF T 2 04 Praktikum Kimia Analisa kwalitatif 1 - 1

PSF T 2 05 Kimia organik I 2 - 2

PSF T 2 05 Praktikum Kimia organik I 1 - 1 PSF T 2 06 Mikrobiologi, Vurologi dan

Parasitologi 2 - 2

PSF P 2 06 Praktikum Mikrobiologi, Vurologi

dan Parasitologi 1 - 1

PSF T 2 07 Botani Farmasi 2 - 2

PSF P 2 07 Praktikum Botani Farmasi 1 - 1

PSF T 3 02 Patofisiologi 2 - 2

PSF T 3 04 Obat Tradisional - 2 2

PSF T 3 05 Kimia Analisa Kwantitatif 2 - 2 PSF P 3 05 Praktikum Kimia Analisa

Kwantitatif 1 - 1

PSF T 3 06 Kimia Organik II 2 - 2

PSF P 3 06 Praktukum Kimia Organik II 1 - 1

PSF T 3 07 Boikimia 2 - 2

PSF P 3 07 Praktikum Boikimia 1 - 1

PSF T 3 08 Famakognosi 2 - 2

PSF P 3 08 Praktikum Famakognosi 1 - 1

PSF T 7 02 Metodologi penelitian dan statistik 2 - 2

(15)

Kelompok matakuliah keahlian dalam berkarya (MKB)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF T 1 08 Farmasetika Dasar 2 - 2

PSF P 1 08 Praktikum Farmasetika Dasar 1 - 1

PSF T 2 03 Farmakologi Dasar 2 - 2

PSF T 2 08 Teknologi sediaan non steril 2 - 2 PSF P 2 08 Praktikum Teknologi sediaan non

steril 1 - 1

PSF T 3 01 Sistem penghataran obat - 2 2

PSF T 3 03 Kewirausahaan - 2 2

PSF T 4 02 Kimia bahan alam Farmasi 2 - 2 PSF T 4 03 Immunologi dan toksikologi 2 1 3

PSF T 4 04 Herbal medik - 2 2

PSF T 4 05 Farmakoterapi susunan saraf

pusat, endokrin dan metabolisme 2 - 1

PSF T 4 06 Fisika Farmasi 2 - 1

PSF P 4 06 Fisika Farmasi 1 - 1

PSF T 4 07 Teknologi sediaan steril 2 - 1 PSF P 4 07 Praktikum Teknologi sediaan steril 1 - 1 PSF T 5 01 Cara Produksi Obat yang Baik

(CPOB) 2 - 2

PSF T 5 02 Farmakoepidemiologi 2 - 2

PSF T 5 03 Kimia medisinal 2 - 2

PSF T 5 04 Farmakoterapi Kardiovaskular,

ginjal dan darah 2 - 2

PSF T 5 05 Komunikasi Farmasi dan

teamwork - 1 1

PSF P 5 05 Praktikum Komunikasi Farmasi

dan teamwork - 1 1

PSF T 5 06 Fitokimia 2 - 2

PSF P 5 06 Praktikum Fitokimia 1 - 1

PSF T 5 07 Sintesa bahan obat 2 - 2

PSF P 5 07 Praktikum Sintesa bahan obat 1 - 1 PSF T 5 08 Formulasi dan Teknologi sediaan

padat 2 - 2

(16)

PSF P 5 08 Praktikum Formulasi dan

Teknologi sediaan padat 1 - 1

PSF T 6 01 Konsep dan metode analisis

masalah terkait obat (DRP) 2 - 2

PSF T 6 02 Manajemen farmasi 2 - 2

PSF T 6 03 Farmakoekonomi 2 - 2

PSF T 6 04 Farmasi Klinis 2 - 2

PSF T 6 05 Penyampaian obat terkontro - 2 2

PSF T 6 06 Bioteknologi Farmasi 2 - 2

PSF T 6 07 Farmasi komunitas/farmasi

praktis 2 - 2

PSF P 6 07 Praktikum Farmasi

komunitas/farmasi praktis 1 - 1

PSF T 6 08 Biofarmasetik dan farmakokinetik 2 - 2 PSF P 6 08 Praktikum Biofarmasetik dan

farmakokinetik 1 - 1

PSF T 7 03 Farmasi industri 2 - 2

PSF T 7 04 Farmasi Klinis lanjut - 2 2

PSF T 7 05 Pelayanan resep dan Swamedikasi 1 - 1 PSF P 7 05 Praktikum Pelayanan resep dan

Swamedikasi 1 - -

PSF T 7 06 Konseling dan pelayanan

informasi obat 1 - 1

PSF P 7 06 Praktikum Konseling dan

pelayanan informasi obat 1 - 1

PSF T 7 07 Farmasi Rumah sakit 2 - 2

PSF T 7 07 Praktikum Farmasi Rumah sakit 1 - 1 Mata kuliah pilihan semester V

PSF T 5 01 KK Radio farmasi - 2 2

PSF T 5 02 KK Farmasi pediatric - 2 2

PSF T 5 03 KK Narkoba dan masyarakat - 2 2

PSF T 5 01 ST Radio farmasi - 2 2

PSF T 5 02 ST Rancangan obat - 2 2

PSF T 5 03 ST Bahan tambahan farmasi - 2 2

PSF T 5 04 ST Teknologi fermentasi - 2 2

(17)

Mata kuliah pilihan semester VI

PSF T 6 01 KK Farmasi Geatri - 2 2

PSF T 6 02 KK Farmakologi sel molekuler - 2 2

PSF T 6 03 KK Instrumen diagnosa kesehatan - 2 2

PSF T 6 04 KK Nutrasetika - 2 2

PSF T 6 01 ST Pengembangan produk - 2 2

PSF T 6 02 ST Polimer untuk farmasi - 2 2

PSF T 6 03 ST Teknologi nanopartikel - 2 2

PSF T 6 04 ST Penyampaian obat terkontro

parentheral - 2 2

Mata kuliah pilihan semester VII

PSF T 7 01 KK Stadium general/kapita selekta - 2 2

PSF T 7 02 KK Teratologi - 2 2

PSF T 7 03 KK Psikologi komunikasi - 2 2

PSF T 7 04 KK Interpretasi data klinis - 2 2

PSF T 7 01 ST Stadium general/kapita selekta - 2 2

PSF T 7 02 ST Teknologi sediaan aromaterapi - 2 2

PSF T 7 03 ST Analisis obat tradisional - 2 2

PSF T 7 04 ST Farmasi Veteriner - 2 2

J U M L A H 64 19 85

Kelompok matakuliah sikap dan perilaku dalam berkarya (MPB)

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah PSF T 4 01 Peraturan perundang-undangan

dan etika profesi farmasi 2 - 2

PSF T 1 03 Farmasi sosial dan Kesehatan

masyarakat - 2 2

PSF T 1 03 Praktukum Farmasi sosial dan

Kesehatan masyarakat - 1 1

J U M L A H 2 3 5

(18)

Kelompok matakuliah berkehidupan bermasyarakat (MBB).

Kode MK Mata Kuliah Bobot SKS Kurikulum

Inti Insti Jumlah

PSF P 8 01 Seminar Proposal 1 - 1

PSF P 8 02 Seminar hasil 1 - 1

PSF P 8 03 Sidang Sarjana 4 - 4

J U M L A H 6 - 6

(19)

Distribusi Mata Kuliah

Semester Kode Mata

Kuliah Nama Mata Kuliah SKS

T P

I

PSF T 1 01 Pendidikan Agama (Islam, Protestan, Katolik, dll) 2 0 PSF T 1 02 Pendidikan Pancasila 2 0 PSF T 1 03 English for Akademik Purpose 2 0 PSF T 1 04 Biologi sel/molekular 2 0 PSF T 1 05 Penghatar Ilmu Farmasi 2 0 PSF T 1 06 Anatomi Fisiologi Manusia 3 0 PSF T 1 07 Kimia Farmasi Dasar 2 0

PSF T 1 08 Farmasertika dasar 2 0

PSF P 1 06 Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia 0 1 PSF P 1 07 Praktikum Kimia Farmasi Dasar 0 1 PSF P 1 08 Praktikum Farmasertika dasar 0 1

Jumlah 17 3

II

PSF T 2 01 Pendidikan Kewarganegaraan 2 0 PSF T 2 02 Pendidikan Budaya Inti Korupsi 2 0

PSF T 2 03 Farmakologi dasar 2 0

PSF T 2 04 Kimia Analisa kwalitatif 2 0

PSF T 2 05 Kimia organik I 2 0

PSF T 2 06 Mikrobiologi, virulogi dan parasitologi 2 0

PSF T 2 07 Botani Farmasi 2 0

PSF T 2 08 Teknologi sediaan non steril 2 0 PSF P 2 04 Praktikum Kimia Analisa kwalitatif 0 1 PSF P 2 05 Praktikum Kimia organik I 0 1 PSF P 2 06 Praktikum Mikrobiologi, virulogi dan

parasitologi 0 1

PSF P 2 07 Praktikum Botani Farmasi 0 1 PSF P 2 08 Praktikum Teknologi sediaan non

steril 0 1

Jumlah 16 5

(20)

Semester Kode Mata

Kuliah Nama Mata Kuliah SKS

T P

III

PSF T 3 01 Sistem penghataran obat 2 0

PSF T 3 02 Patofisiologi 2 0

PSF T 3 03 Kewirausahaan 2 0

PSF T 3 04 Obat Tradisional 2 0

PSF T 3 05 Kimia Analisa Kwantitatif 2 0

PSF T 3 06 Kimia Organik II 2 0

PSF T 3 07 Boikimia 2 0

PSF P 3 08 Farmakognosi 2 0

PSF P 3 05 Praktikum Kimia Analisa Kwantitatif 0 1 PSF P 3 06 Praktikum Kimia Organik II 0 1

PSF P 3 07 Praktikum Boikimia 0 1

PSF P 3 08 Praktikum Farmakognosi 0 1

Jumlah 16 4

IV

PSF T 4 01 Peraturan perundang-undangan dan etika profesi farmasi 2 0 PSF T 4 02 Kimia bahan alam Farmasi 2 0 PSF T 4 03 Immunologi dan toksikologi 3 0

PSF T 4 04 Herbal Medik 2 0

PSF T 4 05 Farmakoterapi susunan saraf pusat,

endokrin dan metabolisme 2 0

PSF T 4 06 Farmasi Fisika 2 0

PSF T 4 07 Teknologi sediaan steril 2 0 PSF T 4 08 Farmasi sosial dan kesehatan

masyarakat 2 0

PSF P 4 05 Praktikum Farmasi Fisika 0 1 PSF P 4 07 Praktikum Teknologi sediaan steril 0 1 PSF P 4 08 Praktikum Farmasi sosial dan

kesehatan masyarakat 0 1

Jumlah 17 3

(21)

Semester Kode Mata

Kuliah Nama Mata Kuliah SKS

T P

V

PSF T 5 01 Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) 2 0

PSF T 5 02 Farmakoepidemiologi 2 0

PSF T 5 03 Kimia medisinal 2 0

PSF T 5 04 Farmakoterapi Kardiovaskular,

ginjal dan darah 2 0

PSF T 5 05 Komunikasi farmasi dan teamwork 1 0

PSF T 5 06 Fitokimia 2 0

PSF T 5 07 Sintesa bahan obat 2 0

PSF T 5 08 Formulasi dan Teknologi sediaan

padat 2 0

PSF P 5 05 Praktikum Komunikasi farmasi dan

teamwork 0 1

PSF P 5 06 Praktikum Fitokimia 0 1

PSF P 5 07 Praktikum Sintesa bahan obat 0 1 PSF P 5 08 Praktikum Formulasi dan Teknologi

sediaan padat 0 1

Mata Kuliah Pilihan 2 0

Jumlah 17 4

Mata Kuliah Pilihan Semestar V

PSF T 5 01 KK Radio farmasi 2 0

PSF T 5 02 KK Farmasi pediatric 2 0

PSF T 5 03 KK Narkoba dan masyarakat 2 0

PSF T 5 01 ST Radio farmasi 2 0

PSF T 5 02 ST Rancangan obat 2 0

PSF T 5 03 ST Bahan tambahan farmasi 2 0

PSF T 5 04 ST Teknologi fermentasi 2 0

(22)

Semester Kode Mata

Kuliah Nama Mata Kuliah SKS

T P

VI

PSF T 6 01 Konsep dan metode analisis masalah terkait obat (DRP) 2 0

PSF T 6 02 Manajemen farmasi 2 0

PSF T 6 03 Farmakoekonomi 2 0

PSF T 6 04 Farmasi Klinis 2 0

PSF T 6 05 Penyampaian obat terkontrol 2 0 PSF T 6 06 Bioteknologi Farmasi 2 0 PSF T 6 07 Farmasi komunitas/farmasi praktis 1 0 PSF T 6 08 Biofarmasi-Farmakokinetik 2 0 PSF P 6 07 Praktikum Farmasi

komunitas/farmasi praktis 0 1 PSF P 6 08 Praktikum Biofarmasi-

Farmakokinetik 0 1

Mata Kuliah Pilihan 2 0

Jumlah 17 2

Mata Kuliah Pilihan Semestar VI

PSF T 6 01 KK Farmasi Geatri 2 0

PSF T 6 02 KK Farmakologi sel molekuler 2 0

PSF T 6 03 KK Instrumen diagnosa kesehatan 2 0

PSF T 6 04 KK Nutrasetika 2 0

PSF T 6 01 ST Pengembangan produk 2 0

PSF T 6 02 ST Polimer untuk farmasi 2 0

PSF T 6 03 ST Teknologi nanopartikel 2 0

PSF T 6 04 ST Penyampaian obat terkontro

parentheral 2 0

(23)

Semester Kode Mata

Kuliah Nama Mata Kuliah SKS

T P

VII

PSF T 7 01 Bahasa Indonesia (Kaidah Penulisan karya ilmiah) 2 0 PSF T 7 02 Metodologi penelitian dan statistik 2 0

PSF T 7 03 Farmasi Industri 2 0

PSF T 7 04 Farmasi Klinis Lanjut 2 0 PSF T 7 05 Pelayanan resep dan swamedikasi 1 0 PSF T 7 06 Konseling dan pelayanan informasi

obat 1 0

PSF T 7 07 Farmasi Rumah sakit 2 0

PSF P 7 05 Praktikum Pelayanan resep dan

swamedikasi 0 1

PSF P 7 06 Praktikum Konseling dan pelayanan

informasi obat 0 1

PSF P 7 07 Praktikum Farmasi Rumah sakit 0 1

Mata Kuliah Pilihan 2 0

Jumlah 14 3

Mata Kuliah Pilihan Semestar VII

PSF T 7 01 KK Stadium general/kapita selekta 2 0

PSF T 7 02 KK Teratologi 2 0

PSF T 7 03 KK Psikologi komunikasi 2 0

PSF T 7 04 KK Interpretasi data klinis 2 0

PSF T 7 01 ST Stadium general/kapita selekta 2 0

PSF T 7 02 ST Teknologi sediaan aromaterapi 2 0

PSF T 7 03 ST Analisis obat tradisional 2 0

PSF T 7 04 ST Farmasi Veteriner 2 0

VII

PSF P 8 01 Seminar Proposal 0 1

PSF P 8 02 Seminar Hasil 0 1

PSF P 8 03 Sidang sarjana 0 4

Jumlah 0 6

JUMLAH SKS I s.d VIII 115 29

TOTAL 144

(24)

PENUTUP

Pedoman penyelenggaraan pendidikan sarjana farmasi diharapkan dapat memberikan acuan atas kejelasan dalam penyelenggaraan program pendidikan baik secara teknis maupun administrasinya.

Kita menyadari sepenuhnya bahwa penyelenggaraan pendidikan ini sangatlah rumit dengan demikian dalam penyelenggaraannya memerlukan suatu perhatian yang sungguh-sungguh dari seluruh elemen yang terkait.

Adanya usaha terobosan baru yang mendukung peningkatan penyelenggaraan pendidikan Sarjana Farmasi akan sangat dihargai dalam penyempurnaan pedoman ini.

Keberhasilan penyelenggaraan program pendidikan diFarmasi sangat tergantung kepada partisipasi aktif semua pihak. Mudah-mudahan pedoman ini dapat lebih membantu bagi penyelenggaraan kurikulum di Farmasi dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya, sehingga proses penyelenggaraan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan permohonan pengujian Undang Undang Republik Indonesia No 12 tahun 2012, selanjutnya disebut UU Pendidikan Tinggi, terhadap Undang Undang Dasar

PENDIDIKAN AKADEMIK PENDIDIKAN PROFESI PENDIDIKAN VOKASI Pendidikan akademik adalah sistem pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan dan.. pengembangan disiplin

Dengan demikian, akan diperoleh benang merah apakah dengan menerapkan Undang-Undang Pendidikan Tinggi No.12 Tahun 2012 dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia mampu

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia diatur pada Pasal 52 Undang-Undang No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang selanjutnya dijabarkan dengan

Sekolah Tinggi mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang meliputi program pendidikan akademik, vokasi dan/atau profesi, penelitian, dan

Dengan demikian, akan diperoleh benang merah apakah dengan menerapkan Undang-Undang Pendidikan Tinggi No.12 Tahun 2012 dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia mampu

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia diatur pada Pasal 52 Undang- undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang selanjutnya dijabarkan dengan

Sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia diatur pada Pasal 52 Undang- undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang selanjutnya dijabarkan dengan