• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUA

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar 2. Apa saja faktor pendukung dan Penghambat dalam interaksi sosial pada

mahasiswa bima diunismuh makassar C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Untuk mengetahui interaksi sosial di unismuh makassar

2. Untuk mengetahui faktor yang mendukung dan penghambat interaksi sosial diunismuh makassar

D. Manfaat Penelitian

Suatu penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu manfaat. Perumusan mengenai manfaat penelitian sering diperlukan dan hal itu biasanya dikaitkan dengan masalah yang bersifat praktis. Hal ini dimaksudkan agar penelitian dapat memberikan manfaat agar menumbuh kembangkan komunikasi antara Makassar dan Bima agar memper erat budaya komunikasi 1. Manfaat Teoritis

Secara teoretis penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

a. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan tambahan mengenai pola komunikasi mahasiswa perantau antar daerah bagaimana mencari solusi yang tepat.

b. Sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan dalam mata kuliah bidang sosiologi.

c. Sebagai referensi atau tinjauan untuk penelitian-penelitian selanjutnya

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Mahasiswa

Penelitian ini sebagai informasi agar mahasiswa tidak mudah menyinggung bahasa orang lain dan mencegah perkelahian

6

b. Bagi Suku Bangsa

Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan bagi suku bangsa tentang pola komunikasi mahasiswa perantau antar daerah c. Bagi Peneliti

Penelitian ini selain memberikan pengetahuan bagi peneliti tentang pola komunikasi antar daerah juga dapat dijadikan referensi bagi peneliti ke depannya

E. Definisi Operasional

1. Dinamika

Dalam buku Zulkarnain,(2013) dinamika adalah sesuatu hal yang mempunyai tenaga/kekuatan, slalu bergerak, berkembang serta bisa menyesuaikan diri terhadap keadaan tertentu.

Sedangkan menurut buku dari kartono,(2007) dinamika adalah suatu bentuk perubahan, baik itu yang sifat besar-besaran atau kecil-kecilan, maupun secara cepat atau lambat yang sifatnya nyata dan berhubungan dengan suatu kondisi keadaan.

2. Pengertian Sosial

Dalam buku Soekanto (2013:12) sosial (social) pada ilmu-ilmu sosial mempunyai arti yang berbeda dengan misalnya istilah “sosial” pada ilmu-ilmu sosial menunjuk pada objeknya, yaitu masyarakat, sosialisme merupakan suatu ideologi yang berpokok pada prinsip pemilikan umum (atas alat-alat produksi dan jasa-jasa dalam bidang ekonomi). Sementara itu, istilah sosial

pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. Artinya kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dalam bidang kesejahteraan, seperti misalnya tuna karya, tuna susila, orang jompo, yatim piatu dan lain sebagainya, yang ruang lingkupnya adalah pekerjaan ataupun kesejahteraan sosial.

Berarti yang dimaksud dengan sosial merupakan suatu hubungan manusia dalam keadaan yang menghadirkan orang lain dalam kehidupan masyarakat.

3. Interaksi Sosial

Dalam buku Bernard (2004 :33) Manusia merupakan makhluk sosial, dimana manusia bergantung dan membutuhkan induvidu lain antara makhluk lainnya. Dalam kehidupan masyarakat, manusia dituntut untuk berinteraksi terdiri dari dua kata, yakni action (aksi) dan inter (antara). Dalam bukunya Anwar (2013: 194) Interaksi sosail dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara induvidu yang satu dengan induvidu yang lain, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, maupun antara kelompok dengan induvidu.

8

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Konsep dan Teori 1. Konsep Dinamika

Dalam buku Zulkarnain,(2013) dinamika adalah sesuatu hal yang mempunyai tenaga/kekuatan, slalu bergerak, berkembang serta bisa menyesuaikan diri terhadap keadaan tertentu.

Sedangkan menurut buku dari kartono,(2007) dinamika adalah suatu bentuk perubahan, baik itu yang sifat besar-besaran atau kecil-kecilan, maupun secara cepat atau lambat yang sifatnya nyata dan berhubungan dengan suatu kondisi keadaan.

Jadi disini peneliti mengimpulkan bahwa dinmika itu suatu permasalahan yang terjadi pada manusia dalam berinteraksi agar menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan baru dia tempati.

2. Pengertian Sosial

Dalam buku Soekanto (2013:12) sosial (social) pada ilmu-ilmu sosial mempunyai arti yang berbeda dengan misalnya istilah “sosial” pada ilmu-ilmu sosial menunjuk pada objeknya, yaitu masyarakat, sosialisme merupakan suatu ideologi yang berpokok pada prinsip pemilikan umum (atas alat-alat produksi dan jasa-jasa dalam bidang ekonomi). Sementara itu, istilah sosial pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. Artinya kegiatan-kegiatan-kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat

dalam bidang kesejahteraan, seperti misalnya tuna karya, tuna susila, orang jompo, yatim piatu dan lain sebagainya, yang ruang lingkupnya adalah pekerjaan ataupun kesejahteraan sosial.

Berarti yang dimaksud dengan sosial merupakan suatu hubungan manusia dalam keadaan yang menghadirkan orang lain dalam kehidupan masyarakat.

3. Interaksi Sosial

Dalam buku Bernard (2004 :33) Manusia merupakan makhluk sosial, dimana manusia bergantung dan membutuhkan induvidu lain antara makhluk lainnya. Dalam kehidupan masyarakat, manusia dituntut untuk berinteraksi terdiri dari dua kata, yakni action (aksi) dan inter (antara). Dalam bukunya Anwar (2013: 194) Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lain, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, maupun antara kelompok dengan induvidu.

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial

Interaksi merupakan faktor utama yang terjadi aktivitas-aktivitas sosial, maka terkadang hal tersebut didasarkan pada kepentingan-kepentingan dari induvidu sebagai pelaku interaksi. Berikut beberapa faktor mempengaruhi interaksi dalam buku Soekanto (2009: 123) sebagai berikut :

10

1) Faktor imitasi memiliki peran penting dalam proses interaksi sosial

2) Faktor sugesti yang dimaksud disini adalah pengaruh psikis baik yang datang dari orang lain pada ummnya diterima tanpa adanya kritikan.

3) Faktor Idenfikasi yaitu dalam psikologi hal tersebut dapat berupa dorongan untuk menjadi sama, persis dengan induvidu lain, baik secara betiniah dan lahiriah.

4) Faktor simpati yaitu perasaan tertarik induvidu satu terhadap induvidu lain yang dasarkan pada bukan sikap logis rasional tetapi berdasarkan perasaan.

b. Syarat- Syarat terjadi interaksi sosial 1. Kontak sosial

Interaksi sosial akan diawali dengan kontak sosial hal ini sesuai dengan pendapat Harimanto Dan Winarno yang menyatakan :kontak sosial merupakan awal terjadinya interaksi sosial. Herimanto (2008:52)

2. Komunikasi

Komunikasi sangat penting dalam hubungan antar manusia dan komunikasi juga merupakan faktor penentu dalam pembentukan interaksi sosial. Tanpa komunikasi interaksi sosial belum bisa terjadi. Dengan komunikasi

yang bagus seseorang akan dapat dengan mudah menyampaikan maksudnya dalam berinteraksi.

Komunikasi merupakan pertukaran pesan baik verbal maupun non verbal antara si pengirim dan penerima pesan untuk mengubah tingkah laku. Muhammad (2000:95) c. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk interaksi dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan juga berbentuk perpentangan atau pertikaian (conflict). Suatu pertikaian mungkin mendapatkan suatu penyelesaian, dimana penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dimaksud akomondasi (acomodation). Ada pula bentuk interaksi `yang menyangkut dengan dua kebudayaan bercampur menjadi satu, dalam hal ini dinamakan asimilasi (assmiliation).Saptono (2006:72)

1. Interksi sosial bersifat assosiatif

Interaksi sosial yang bersifat assosiatif dapat berbentuk kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan alkulturasi

2. Interaksi sosial bersifat dissosiatif

Interaksi bersifat dessotiatif mengarah kepada bentuk pertentangan atau konflik yang berwujud persaingan, kontravensi, pertikaian dan permusuhan. Interaksi sosial bersifat dissosiatif disebut pula proses oposisi. Konflik atau pertentangan adalah suatu proses yang terjadi apabila

12

induvidu atau kelompok berusaha mencapai tujuan dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. Nursalam dan Suardi (2016:72-79)

B. Kajian Teori

1. Teori interaksi simbolik

Teori interaksi simbolik (symbolic interactionism) memfokuskan perhatiannya pada cara-cara yang digunakan manusia untuk membantu makna dan struktur masyarakat melalui percakapan. Interaksi simbolik pada awalnya merupakan suatu gerakan pemikiran dalam ilmu sosiologi yang dibangun oleh George Herbert Mead, dan karyanya kemudian menjadi inti dari aliran pemikiran yang dinamakan Chicago School. Interaksi simbolis mendasarkan gagasannya atas enam hal yaitu:

a. Manusia membuat keputusan dan bertindak pada situasi yang dihadapkannya sesuai dengan pengertian subjektif nya

b. Kehidupan sosial merupakan proses interaksi, kehidupan sosial bukanlah struktur atau bersifat struktur dan karena itu akan terus berubah.

c. Manusia memahami pengalamannya melalui makna dari simbol yang digunakan di lingkungan berdekatnya (primary group), dan bahasa merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan sosial.

d. Manusia mendasarkan tindakannya atas interpretasi mereka, dengan mempertimbangkan dan mendefinisikan objek-objek dan tindakan yang relevan pada situasi saat itu.

e. Diri seseorang adalah objek signifikan dan sebagaimana objek sosial lainnya diri didefinisikan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Marissan (2013:224)

Terdapat tiga konsep penting dalam teori yang dikemukakan mead ini yaitu masyarakat, diri, dan pikiran. Ketiga konsep tersebut memiliki aspek-aspek berbeda namun berasal dari proses umum yang sama yang disebut “tindakan sosial” (sosial act), yaitu suatu unit tingkah laku lengkap yang tidak dapat dianalisis ke dalam sub bagian tertentu. Tindakan dimulai dengan dorongan hati (impulse) yang dilibatkan persepsi dan pemberian makna, latihan mental, pertimbangan alternatif, hingga penyesalan.

Pada dasarnya teori interaksi simbolik berakar dan berfokus pada hakikat manusia sebagai makhluk relasional. Setiap individu pasti terlibat relasi dengan sesamanya. Tindakan mengherankan bila teori interaksi simbolik segera mengedepankan bila dibandingkan dengan teori-teori sosial lainnya. Rohim, (2016:87)

Bahwa mempelajari teori interaksi simbolis memberikan perhatian pada cara-cara bagaimana manusia bersatu (konvergensi) dalam menentukan makna. Pada bagian berikut ini akan melihat suatu teori populer dalam ilmu komunikasi yang memusatkan perhatian pada suatu cara penting bagaimana konvergensi bisa terjadi. Morissan, (2014)

Berarti yang di maksud dari penjelasan diatas mengenai interaksi simbolik yaitu suatu hubungan yang terjadi pada antara manusia dalam masyarakat dan hubungan masyarakat dengan induvidu.

14

2. Teori Adaptasi Interaksi

Teori adaptasi interaksi dikemukakan Jude Burgoon dalam teorinya yang menjelaskan dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikator memiliki semacam “sinkronis interaksi” (interaction synchrony) yaitu pola saling bergantian yang terkoordinasi. Menurut Burgoon, jika menggunakan video kamera untuk merekam percakapan kita dengan seorang teman, dan kemudian kita lihat hasil rekamannya maka kita mungkin dapat melihat pola tersebut. Pada saat tertentu ketika percakapan itu berlangsung, Anda dan teman bicara Anda cenderung berperilaku sama yaitu adanya upaya untuk saling meniru atau menjauhi lawan bicara (divergensi) dalam suatu pola yang disebut “pola kompensasi”.

Menggunakan lensa teori adaptasi interaksi, mulai memperhatikan bahwa perilaku Anda mempengaruhi dan dipengaruhi perilaku orang lain yang menghasilkan pola-pola tertentu yang teratur. Perilaku awal dalam interaksi terdiri atas kombinasi dari perilaku verbal dan nonverbal yang mencerminkan posisi interaksi Anda, faktor lingkungan dimana interaksi terjadi dan tingkat keahlian yang Anda miliki. Namun dalam kebanyakan interaksi, perilaku akan berubah begitu pula perilaku lawan bicara Anda yaitu kita dan lawan bicara mulai saling mempengaruhi (mutual influence). Morissan, (2014:213).

Dari penjelasan diatas menyenai teori adaptasi interaksi penelitian menyimpulkan menyenai teori adaptasi interaksi yaitu suatu interaksi yang mempenyaruhi suatu pola komunikasi seseorang.

C. Kerangka Pikir

Pola komunikasi merupakan proses yang di rancang untuk yang mewakili kenyataan keterpautannya unsur- unsur yang di cakup beserta berlangsungnya, guna memudahkan pemikiran yang secara sistematik dan logis). Dan komunikasi adalah salah satu bagian dari hubungan antar manusia baik individu maupun kelompok dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar. 2. 1 Kerangka Pikir Universitas Muhammadiyah

Makassar

Dinamika interaksi sosial

Bagaimana komunikasi social pada mahasiswa bima unismuh makassar

Apa faktor yang pendukung dan penghambat komunikasi

interaksi sosial

16

Dalam kerangka pikir ini peneliti akan mendiskripsikan sebuah kerangka berpikir agar penelitian ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai apa yang peneliti inginkan. Berdasarkan uraian sebelumnya bahwa dinamika interaksi sosial (studi kasus mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar) itu sangat mempengaruhi terhadap mahasiswa itu sendiri. Dimana pola interaksi sosial ada perbedaan bahasa sehingga mahasiswa lokal masih menggunakan bahasa daerahnya dan pada akhirnya mahasiswa bima sulit memahaminya pada akhirnya interaksi tidak berjalan dengan lancar dan juga apa faktor pendukung dan penghambat mahasiswa berasal dari bima dalam berinteraksi terhdap mahasiswa daerah lain.

D. Penelitian Yang Relevan

1. Penelitian Relevan Pertama

Hasil penelitian Rum Amelia (2017) dengan judul skripsi “ Interaksi Sosial Masyarakat Gorontalo Dan Masyarakat Kaidipang” penelitian bertujuan untuk mengetahui proses interaksi sosial masyarakat gorontalo dan masyarakat lokal kaidipang dan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial masyarakat gorontalo dan masyarakat lokal kaidipang. metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang membahas tentang kajian fenomonologis dan diungkapkan secara deskripstif analisis kritis dan penelitian ini bersifat naturalistic yang memfokuskan pada pengumpulan informasi tentang keadaan atau realita yang sedang berlangsung dengan menggambarkan sifat dari keadaan saat penelitian dilakukan . penelitia yang terdahulu memiliki kesamaan dengan

yang saya ingin teliti yaitu sama-sama meneliti tentang interaksi sosial namun perbedaan yang terkait dalam penelitian saya yaitu peneliti menfokuskan pada bagaimana komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar dan apa faktor pendukung dan penghambat dalam komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar tidak hanya itu pendekatan penelitian terdahulu menggunakan pendekatan fenomonologis sedangkan penelitian yang saya lakukan menggunakan pendekatan studi kasus.

2. Penelitian Relevan kedua

Hasil penelitian Syarifuddin 2019 dengan judul skripsi “Dampak Interaksi Sosial Masyarakat Transmigran Sasak Di Manggelewa Dompu NTB” Hasil Penelitian masyarakat lokal dan masyarakat transmigran sasak memiliki pola interaksi yang setara, sehingga cenderung asosiatif. Hal ini dapat dilihat dari hubungan sosial antara warga transmigran sasak dan warga lokal dalam berbagai kegiatan sosial yang berlangsung walaupun antara kedua kelompok masyarakat ini memiliki perbedaan latar belakang sosial mencakup bahasa, kebiasaan maupun kesempatan politik mereka tetap menjadi interaksi yang setara, Asimilasi dan alkuturasi ditunjukkan dengan menyatunya kebiasaan kedua kelompok karena renta waktu yang lama,keberadaan warga transmigran sasak di manggelewan dalam jangga waktu lama itulah membuat kedua masyarakat saling menyesuaikan diri, sebagaimana yang berlangsung pada acara perkawinan antara transmigran sasak dengan warga lokal yang memiliki untuk menentukkan kebiasaan

18

baru. Kebiasaan yang terbentuk itu merupakan penyatuan dua atau lebih kebudayaan yang saling berasimilasi. Persamaan penelitian terdahulu sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif dan adapun perbedaan penelitian terdahulu tentang dampak interaksi sosial masyarakat transmigran sasak di manggelewa kabupaten dompu sedang terkait dengan penenlitian yang saya ingin teliti dimana penelitian saya menfokuskan pada bagaimana komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar dan apa faktor pendukung dan penghambat pada mahasiswa bima diunismuh makassar.

3. Penelitian Relevan ketiga

Zulhadi (2012) dengan judul skripsi “Pola Interaksi Sosial Masyarakat Pendatang Dengan Masayarakat Pribumi (Studi Sosiologi Komunikasi Atas Etnik Lintang Di Kampung Tlajung Kabupaten Bogor)” Hasil Penelitian proses sosial yang muncul sebagai akibat dari interaksi sosial antar sesama etnik lintang, yaitu lebih bersifat asosiatif yang berbentuk kerjasama, seperti gotong royong yang terjadi disektor keluarga dan akomondasi, seperti adanya usaha untuk saling menghindari diri dari konflik yang diakibatkan kesalapahaman dan proses sosial yang muncul sebagai akibat dari interaksi sosial antara etnik lintang dengan pendatang lain, yaitu bersifat berbentuk kerjasama, seperti gotong royong yang terjadi disektor publik dan asimilasi seperti adanya sikap saling menghargai akan kebudayaan masing-masing sedangkan disosiatifnya berbentuk persaingan seperti persaingan mencari pekerjaan. Persamaan dalam penelitian

terdahulu dengan penelitian yang saya ingin teliti yaitu sama-sama menggunakan metode pendekatan deskripstif dan juga sama-sama meneliti tentang interaksi sosial meskipun demikian terdapat perbedaan dengan penelitian saya yang ingin saya teliti disini saya memfokuskan pada bagaimana komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar dan apa faktor pendukung dan penghambat dalam komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima disunismuh makassar dan juga pendekatan penelitian yang digunakan juga berbeda dimana pendekatan penelitian terdahulu menggunakan pendekatan Studi sosiologi komunikasi sedangkan penelitian yang ingin saya teliti menggunakan pendekatan Studi kasus.

20

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan pendekatan penelitian 1. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan metode kualitatif deskriptif. Menurut Sugiyono penelitian kualitatif adalah penelitian dimana penelitian ditempatkan sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara penggabungan dan analisis data bersifat induktif. Sugiyono (2010:9)

Menurut buku dari Poerwandari (2005) penelitian kualitatif menghasilkan dan mengelola data yang sifat deskriptif, seperti transkripsi wawancara dan observasi.

Kirk dan miller (dalam Meleong) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai cara untuk melakukan pengamatan langsung pada individu dan hubungan dengan orang-orang tersebut untuk mendapatkan data yang digalinya. Meleong (2002:3)

Metode kualitatif sengaja digunakan oleh penelitian karena penelitian ini menelaah fenomena dalam suasana yang berlangsung secara ilmiah, bukan dalam kondisi yang terkendali atau laburatoris. Di samping itu metode kualitatif dipilih karena penelitian akan mendapatkan data yang utuh dari beberapa perilaku yang telah diamati dalam bentuk deskriptif. 2. Pendekatan penelitian.

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Studi kasus merupakan suatu tipe pendekatan dalam penelitian yang

penelaanya kepada satu kasus yang dilakukan secara intensif, mendalam mendetail dan komprehensif.

Tujuan studi kasus yaitu untuk memberikan gambaran secara mendetai tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus ataupun status dari induvidu yang kemudian akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. (Sanapiah, 1992:2)

B. Lokasi dan waktu penelitian 1. Lokasi penelitian

Tabel. 3.1 Lokasi Penelitian

Rancangan Kriteria Pemilihan Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian Tempat penelitian di Jl. Sultan Alauddin No.259, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peneliti memilih tempat penelitian tersebut karna berdasarkan dengan pertimbangan antara lain pertimbangan biaya dalam memperoleh data yang dibutuhkan, karena lokasi penelitian dekat dengan tempat tinggal peneliti.

Peristiwa/ persoalan (issu) Dalam berkomunikasi secara langsung mahasiswa bima mengalami kesulitan dalam berkomunikasi di karnakan mahasiswa makassar masih menggunakan bahasa daerahmya dalam berkomunikasi maka dari itu peneliti tertarik untuk mengangkat judul mengenai “Dinamika Interaksi sosial

22

(studi kasus pada mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar)”

2. Waktu penelitian

Waktu yang dibutuhkan oleh penelitian dalam melakukan penelitian yaitu dilaksanakan sejak tanggal 22 september s/d 22 november 2020 dikeluarkan surat izin penelitian dalam kurung waktu kurang lebih 2 (bulan).

Tabel. 3.2 Waktu Penelitian

No Jenis Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III I II III IV I II III IV I II III IV 1 Pengusulan judul

2 Penyusunan proposal 3 Konsultasi pembimbing 4 Seminar proposal

5 Pengurusan izin penelitian

C. Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan pemusatan konsentrasi terhadap rumusan penelitian yang sedang dilakukan, dan focus suatu penelitian memiliki dua tujuan. Pertama, penetapan fokus dapat membatasi studi, jadi dalam hal ini fokus akan membatasi bidang inquiry. Kedua, penetapan fokus ini berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusif eksklusi atau memasukkan mengeluarkan suatu informasi baru diperoleh (Meleong, 2000: 62). Fokus penelitian ini adalah bagaimana komunikasi interaksi sosial mahasiswa Bima di Universitas Muhammadiyah Makassar dan apa saja faktor pendukung dan penghambat

dalam komunikasi interaksi sosial mahasiswa bima di universitas muhammadiyah makassar.

D. Informan Penelitian.

Informan penelitian ditentukan oleh teknik purposive sampling yaitu penentuan informasi tidak didasarkan pedoman atau berdasarkan perwakilan, populasi, namun berdasarkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini ada 8 informan dan 7 orang perempuan, 1 orang laki-laki, yaitu dengan menentukan informan kunci yang kemudian akan dilanjutkan informan lainnya dengan tujuan mengembangkan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.

1. Informan kunci (key informan), yaitu mereka mengetahui dan memiliki berbagai informan pokok yang diperlukan dalam penelitian. Jadi peneliti mengambil informan kunci yaitu mahasiswa berasal dari bima dan jumlah informan kunci ada 4 orang. Alasan saya mengambil mahasiswa universitas muhammadiyah makassar berasal dari bima karna mahasiswa bima yang menjadi titik fokus dalam penelitian ini.

2. Informan utama yaitu mereka yang terlibat secara langsung dalam intreraksi sosial yang diteliti. Hal ini ada beberapa mahasiswa yang berasal daerah lain jumlah informan 3 orang dari universitas muhammadiyah makassar yang berasal dari daerah lain. Alasan peneliti mengambil mahasiswa daerah lain yaitu dikarnakan mahasiswa berasal dari daerah lain itu yang terlibat dalan interaksi mahasiswa berasal dari bima.

24

3. Informan tambahan yaitu mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti. Peneliti mengambil mahasiswa berasal dari bima yang pengurus organisasi berjumlah 1 orang untuk menjadikan informan dan Alasan saya mengambil informan ini yaitu dikarnakan sebagai pendukung untuk peneliti.

E. Jenis dan Sumber Data

Sugiyono, (2010:15) dalam Rahmawati (2018:39) Data yang digunakan dalam penelitian bersumber dari data primer serta data sekunder: 1. Data Primer

Data yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung pada suatu objek. Untuk melengkapi data, maka melakukan wawancara secara langsung dan mendalam dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disisipkan sebagai alat pengumpulan data. Dalam hal ini sumber data utama (data primer) di peroleh langsung dari setiap informan yang diwawancara secara langsung di lokasi penelitian

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data-data yang dapat di peroleh dari sumber

Dokumen terkait