• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL. (Studi Kasus Pada Mahasiswa Berasal Dari Bima Di Universitas Muhammadiyah Makassar)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL. (Studi Kasus Pada Mahasiswa Berasal Dari Bima Di Universitas Muhammadiyah Makassar)"

Copied!
129
0
0

Teks penuh

(1)

Muhammadiyah Makassar)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Sosiologi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh Sri Astuti NIM: 105381104616

UNIVERSITAS MUHAMMADYAH MAKASSSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI SOSIOLOGI PENDIDIKAN 2021

(2)
(3)
(4)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Sri Astuti Stambuk : 105381104616 Jurusan : Pendidikan Sosiologi

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Judul Skripsi :Dinamika Interaksi Sosial (Studi Kasus Pada Mahasiswa Berasal Dari Bima Di Universitas Muhammadiyah Makassar)

Dengan ini menyatakan bahwa:

Skripsi yang saya ajukan di depan tim penguji adalah asli hasil karya saya sendiri, bukan hasil jiplakan dan tidak dibuat oleh siapapun.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.

Makassar, September 2019 Yang Membuat Pernyataan

(5)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

SURAT PERJANJIAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Sri Astuti

NIM : 105381104616

Program Studi : Pendidikan Sosiologi Jurusan : Pendidikan Sosiologi

Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:

1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi ini, saya akan

menyusunnya sendiri skripsi saya (tidak dibuatkan oleh siapapun).

2. Dalam penyusunan skripsi ini, saya akan melakukan konsultasi dengan

pembimbing yang telah ditetapkan oleh pemimpin fakultas.

3. Saya tidak akan melakukan penjiplakan (plagiat) dalam menyusun skripsi

ini.

4. Apabila saya melanggar perjanjian pada butir 1, 2 dan 3, maka saya bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini saya buat dengan penuh kesadaran.

Makassar, September 2019 Yang Membuat Perjanjian

(6)

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Jadilah seseorang yang pandai bersyukur atas kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT , jangan pernah menyeluh ketika engkau diberikan ujian yang begitu berat, sesunggunya Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar.

( Sri Astuti )

Kupersembahkan karya ini kepada:

Pertama-tama saya sujud syukur atas Allah swt, yang telah

memberikan kenikamatan yang tiadaduanya sehingga saya bisa

berada ditahap ini, dan juga dukungan kedua orang tuaku

dan kakak yang tak pernah lelah senantiasa mendoa.akan saya

sehingga saya bisa berada ditempat ini dan saya berterima

kasih terhadap teman-teman seperjuangan atas dukungan

(7)

ABSTRAK

Sri Astuti. 2020. Dinamika Interaksi Sosial (Studi Kasus Mahasiswa Berasal Dari Bima Di Universitas Muhammadiyah Makassar). Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Nursalam sebagai pembimbing I dan Indah Ainun Mutiara sebagai pembimbing II.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi sosial (studi kasus mahasiswa berasal dari bima di Universitas Muhammadiyah Makassar). Dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat pola komunikasi sosial (studi kasus mahasiswa berasal dari Bima di universitas Muhammadiyah Makassar).

Jenis penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan, sedangkan teknik keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (i) Dinamika komunikasi interaksi sosial studi kasus mahasiswa berasal dari Bima di universitas Muhammadiyah Makassar dinamika komunikasi interaksi sosial terhadap budaya yang berbeda itu cukup baik karena mereka masih menerima dan ramah terhadap mahasiswa pendatang tapi terkadang mahasiswa Bima mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dikarenakan ada beberapa kata yang sulit di pahami oleh mahasiswa itu sendiri. (ii) faktor pendukung yaitu (a) bahasa dimana dalam komunikasi kita harus mengutamakan penggunaan bahasa indonesia yang baku. (b) menghormati perbedaan budaya dimana kita sebagai mahasiswa pendatang kita harus menghargai budaya yang mereka miliki dan kita harus ikut sertakan ketika ada acara-acara tertentu. (c) sikap kekeluargaan dimana kita harus berbaur dengan mahasiswa lain agar kita mengetahui antara satu dengan yang lain sedangkan faktor penghambat yaitu (a) perbedaan bahasa dimana perbedaan bahasa ini membuat mahasiswa mengalami kesulitan dalam berkomunikasi karena masih ada mahasiswa menggunakan bahasa daerahnya. (b) pesan sulit di pahami dimana mahasiswa itu sendiri

(8)

ABSTRACT

Sri Astuti. 2020. Dynamics of Social Interaction (Case Study of Students Coming from Bima at the University of Muhammadiyah Makassar). Thesis of Sociology Education Study Program, Teacher Training and Education Faculty, Muhammadiyah University of Makassar. Supervised by Nursalam as mentor I and Indah Ainun Mutiara as mentor II.

This study aims to determine the patterns of social communication (a student case study comes from Bima at Muhammadiyah University of Makassar). And to find out the supporting and inhibiting factors of social communication patterns (a student case study comes from Bima at the Muhammadiyah University of Makassar).

This type of research is qualitative using a qualitative descriptive approach. To collect data, researchers used observation, interview, and documentation techniques. The analysis model used was data reduction, data presentation, and drawing conclusions, while the data validity technique of the researchers used source triangulation, technical triangulation, and time triangulation.

The results showed that, (i) the dynamics of social interaction communication in case studies of students from Bima at the Muhammadiyah University of Makassar was quite good because they still accepted and were friendly with immigrant students but sometimes Bima students had difficulty communicating. because there are some words that are difficult to understand by the students themselves. (ii) supporting factors, namely (a) language in which in communication we must prioritize the use of standard Indonesian. (b) respecting cultural differences in which we as foreign students we must respect the culture they have and we must participate when there are certain events. (c) a kinship attitude where we have to mingle with other students so that we know each other while the inhibiting factor is (a) language differences where these language differences make students experience difficulty in communicating because there are still students using their local language. (b) the message is difficult to understand where the students themselves

(9)

KATA PENGANTAR

Assalamu 'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Alhamdulillah Rabbil ‘Alamin, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah Swt, yang karena-Nya kita hidup dan hanya kepada-Nya kita kembali. Dari-Nya segala sumber kekuatan dan inspirasi terindah dalam menapaki jalan hidup ini, Dialah yang memberikan begitu banyak nikmat khususnya kesehatan dan kesempatan sehingga Skripsi yang berjudul "Dinamika Interaksi Sosial (Studi Kasus Mahasiswa Berasal Dari Bima Universitas Muhammadiyah Makassar)” dapat penulis selesaikan. Salawat dan taslim semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Saw. yang merupakan Uswa tun Hasana atau suri tauladan yang baik bagi umat manusia sampai akhir Zaman.

Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Akan tetapi, berkat pertolongan dan petunjuk dari Allah Swt. dan bantuan dari berbagai pihak, akhirnya Skripsi ini dapat diselesaikan walaupun dalam wujud yang sederhana. Oleh karena itu ucapan terima kasih dan penghargaan yang teristimewa dengan segenap cinta dan hormat penulis haturkan kepada kedua orang tua dan saudaraku Ayahanda terhormat Hasanuddin, Ibunda tercinta Ramlah dan juga saudaraku yang saya sayangi Rusdin yang telah mencurahkan segala kasih sayang dan cintanya serta doa restu yang tak henti-hentinya untuk

(10)

keberhasilan penulis. Semoga apa yang beliau berikan kepada penulis bernilai kebaikan dan dapat menjadi penerang kehidupan di dunia dan di akhirat.

Ucapan terimah kasih dan penghargaan setinggi-tingginya penulis haturkan kepada bapak: Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak Erwin Akib, M.Pd., Ph.D., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Bapak Drs. H. Nurdin, M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Dan bapak Kaharuddin,S.Pd,.M.Pd,.Ph.D. sekertaris program studi pendidikan ssosiologi FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Selanjutnya bapak Dr. H. Nursalam M.Si Dosen Pembimbing I, dan ibu Indah Ainun Mutiara, S.Pd., M.Pd Selaku Dosen Pembimbing II. Bapak dan Ibu dosen Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu atas bimbingan, arahan, dan jasa-jasa yang tak ternilai harganya kepada penulis. Terkhusus kepada narasumber atas segala informasi dan kerjasamanya yang baik selama penulis melaksanakan penelitian. Seluruh saudaraku yang selalu memberikan semangat dan dorongan untuk bisa menyelesaikan studi ini. Seluruh keluarga saya yang selalu memberikan motivasi untuk bisa menyelesaikan studi ini. Dan teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Sosiologi angkatan 2016 terkhusus kelas B dan seperjuangan waktu bimbingan skripsi saudari Rezky ayu purpesti, Andi Jusmawati dan siti rahma telah bersama-sama menemaniku dikala saya terpuruk juga berjuang keras dan penuh

(11)

semangat dalam menjalani studi dalam suka dan duka. Kebersamaan ini akan menjadi sebuah kenangan yang indah.

Hanya Allah Subhana Wata’ala yang dapat memberikan imbalan yang setimpal. Semoga aktivitas kita senantiasa bernilai ibadah di sisi-Nya. Sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan karya ini. Semoga saran dan kritik tersebut menjadi motivasi kepada penulis untuk lebih tekun lagi belajar. Aamiin.

Wassalam 'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Makassar, Januari 2021

Sri Astuti 105381104616 \

(12)

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING. ... ii

SURAT PERNYATAAN... iii

SURAT PERJANJIAN. ... iv

MOTO DAN PERSEMBAHAN... v

ABSTRAK BAHASA INDONESIA. ... vi

ABSTRAK BAHASA INGGRIS. ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI. ... xi

DAFTAR TABEL. ... xiv

DAFTAR GAMBAR. ... xv BAB I PENDAHULUA A. Latar belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 5 C. Tujuan Penelitian ... 6 D. Manfaat Penelitian ... 6 E. Defenisi Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Konsep dan Teori ... 9

1. Konsep Dinamika ... 9

2. Pengertian Sosial ... 9

3. Interaksi Sosial ... 10

B. Kajian Teori ... 13

(13)

D. Hasil Penelitian Relevan ... 17

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 21

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 22

C. Fokus Penelitian ... 23

D. Informan Penelitian ... 24

E. Jenis dan Sumber Data ... 25

F. Instrumen Penelitin ... .26

G. Teknik Pengumpulan Data ... 26

H. Teknik Analisis Data ... 27

I. Teknik Keabsahan Data ... 28

BAB IV GAMBAR UMUM LOKASI PENELITIAN A. Sejarah Lokasi Penelitian ... 30

B. Letak Geografi ... 30

C. Pernyataan Visi dan Misi ... 32

D. Sistem Akademik ... 33

E. Program Studi... 34

F. Sumber Daya ... 37

G. Fasilitas Kampus ... 37

H. Prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru ... 38

BAB V HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian ... 40

(14)

BAB VI PENUTUPAN A. Kesimpulan ... 70 B. Saran ... 71 DAFTAR PUSTAKA ... 72 DAFTAR LAMPIRAN ... 74 RIWAYAT HIDUP ... 106

(15)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Lokasi Penelitian 22 3.2 Tempat Penelitian 23 4.1 fasilitas kampus unismuh makassar 38

(16)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 kerangka pikir 16

4.1 Dena Kampus Unismuh Makassar 31

4.2 Visi dan Misi Unismuh Makassar 33

(17)

1

A. Latar Belakang

Indonesia yang mempunyai kekayaan ragam bahasa, suku, budaya dan agama, Dari letak geografis Indonesia yang membentang luas dari Sabang sampai Marauke dengan semboyan bineka tunggal Ika, Maka Indonesia memiliki budaya dan bahasa yang berbeda dengan adanya perbedaan budaya itu maka akan mempengaruhi penggunaan bahasa yang digunakan sehingga bahasa yang digunakan pun berbeda-beda. Indonesia pun memiliki lebih dari tiga ratus kelompok etnik atau suku bangsa yang terbesar di berbagai pulau di Indonesia dengan ciri budaya, bahasa dan kepercayaan yang sangat berbeda dengan adanya keberagamaan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara multietnis terbesar di dunia. Perbedaan suku, agama, ras dan budaya akan menjadi permasalahan bagi masyarakat yang berbeda kebudayaan.

Sulawesi selatan memiliki banyak ragam suku yaitu bugis, Makassar dan Toraja dengan menggunakan bahasa Makassar, bahasa Bugis, bahasa Toraja dan bahasa Konjo, Sedangkan Bima merupakan salah satu wilayah nusa tenggara barat yang berada pada bagian Timur Sumbawa. Dalam bahasa daerah Bima (Ngahi Mbojo/Bahasa Mbojo) begitupun sebaliknya istilah Bima digunakan untuk menyebut kata mbojo juga bisa digunakan sebagai istilah suku asli Bima (suku mbojo) atau dou mbojo (Orang Bima).

(18)

2

Makassar dan Bima merupakan pertemuan etnik yang berbeda bahkan dari kemampuan komunikasi memiliki perbedaan. Proses interaksi yang baik dapat membuat mereka saling memahami sehingga tidak sedikit yang menganggap bahwa berkomunikasi dengan budaya yang berbeda itu tidak sulit. Akan tetapi setelah disadari pada saat berkomunikasi dengan etnis yang berbeda tidaklah mudah.

Kebanyakan pendatang di Makassar adalah para mahasiswa yang ingin menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di Makassar salah satunya di Universitas Muhammadiyah Makassar, mahasiswa di luar Makassar harus bisa menyesuaikan diri atau melakukan tindakan adaptasi untuk menghadapi masalah yang tertekan dengan melakukan proses penyesuaian diri terhadap masyarakat dan budaya yang ada di tempat baru.

Komunikasi merupakan peran penting terhadap budaya perilaku kehidupan sehari-hari dan manusia sangat di tuntut untuk berinteraksi dengan manusia lainnya. berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda kebudayaan, itu pengalaman baru bagi mahasiswa di luar Makassar yang sulit di hadapi baik secara langsung atau tidak langsung.

Interaksi terjadi ketika manusia mengalami kontak budaya dengan orang lain yang mempunyai latar budaya yang berbeda yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan baik psikis maupun fisik karena kontak tersebut, maka keadaan ini disebut gegar budaya atau culture shock didefinisikan sebagai kegelisahan yang mengendap yang muncul kehilangan tanda-tanda atau petunjuk-petunjuk dan lambang-lambang familiar dalam hubungan sosial.

(19)

Tanda-tanda atau petunjuk-petunjuk itu meliputi seribu satu cara yang menjadi kebiasaan (bahasa, tradisi, atau norma) dari suatu daerah sementara kita berasal dari daerah lain.

Seperti yang di alami oleh mahasiswa pendatang di Universitas Muhammadiyah Makassar adalah salah satu contoh kasus Dengan latar belakang budaya yang berbeda membuat mahasiswa yang berasal dari Bima menjadi orang asing di lingkungan baru, dalam kondisi seperti ini maka terjadi culture shock/Gegar budaya. Perbedaan budaya yang membuat mahasiswa pendatang di Bima sulit untuk menyesuaikan dengan lingkungan yang baru. Dengan begitu terjadinya kegelisahan atau kecemasan yang timbul karena hilangnya tanda-tanda atau simbol-simbol yang menjadi kebiasaan seseorang berhubungan sosial/berinteraksi dengan orang lain. Perbedaan-perbedaan yang ada seperti bahasa, adat istiadat, norma bahkan tingkah laku yang membuat mahasiswa berasal dari Bima harus beradaptasi dengan budaya baru yang ada di Makassar.

Manusia sangat di tuntut untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya walaupun budayanya berbeda dan manusia diharuskan untuk saling menghargai satu sama lain Oleh karena itu manusia harus mempelajari komunikasi antara budaya agar lancar dalam berkomunikasi dengan manusia lainnya yang memiliki kebudayaan yang berbeda.

Fenomena yang terjadi pada mahasiswa pendatang di universitas muhammadiyah makassar Seperti mahasiswa Bima dan mahasiswaa Lokal salah satu persoalannya yaitu dalam berkomunikasi, namun mahasiswa Lokal

(20)

4

ketika dalam berkomunikasi mereka masih ada yang menggunakan bahasa daerahnya dan ada beberapa kata yang sulit untuk di pahami dari mahasiswa bima dan akhirnya komunikasi tidak berjalan dengan lancar namun mahasiswa bima cukup bebaur terhadap mahasiswa lain.

Maka dari itu saya akan mengangkat judul mengenai “Dinamika interaksi Sosial (Studi Kasus Mahasiswa Berasal Dari Bima Di Universitas Muhammadiyah Makassar) alasan saya mengambil judul ini dikarnakan ada permasalahan di dalamnya mengenai dinamika interaksi antara mahasiswa bima terhadap mahasiswa lokal seperti yang saya lihat saat-saat ini bahwa mahasiswa lokal masih menggunakan bahasa daerahnya dan ada beberapa kata yang sangat sulit di pahami oleh mahasiswa dari bima itu sendiri.sehingga interaksi tersebut tidak berjalan dengan lancar karna ada kendalanya dalam berkomunikasi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar 2. Apa saja faktor pendukung dan Penghambat dalam interaksi sosial pada

mahasiswa bima diunismuh makassar C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan penelitian, maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1. Untuk mengetahui interaksi sosial di unismuh makassar

(21)

2. Untuk mengetahui faktor yang mendukung dan penghambat interaksi sosial diunismuh makassar

D. Manfaat Penelitian

Suatu penelitian dilakukan untuk mendapatkan suatu manfaat. Perumusan mengenai manfaat penelitian sering diperlukan dan hal itu biasanya dikaitkan dengan masalah yang bersifat praktis. Hal ini dimaksudkan agar penelitian dapat memberikan manfaat agar menumbuh kembangkan komunikasi antara Makassar dan Bima agar memper erat budaya komunikasi 1. Manfaat Teoritis

Secara teoretis penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

a. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan tambahan mengenai pola komunikasi mahasiswa perantau antar daerah bagaimana mencari solusi yang tepat.

b. Sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan dalam mata kuliah bidang sosiologi.

c. Sebagai referensi atau tinjauan untuk penelitian-penelitian selanjutnya

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Mahasiswa

Penelitian ini sebagai informasi agar mahasiswa tidak mudah menyinggung bahasa orang lain dan mencegah perkelahian

(22)

6

b. Bagi Suku Bangsa

Penelitian ini dapat memberikan pengetahuan bagi suku bangsa tentang pola komunikasi mahasiswa perantau antar daerah c. Bagi Peneliti

Penelitian ini selain memberikan pengetahuan bagi peneliti tentang pola komunikasi antar daerah juga dapat dijadikan referensi bagi peneliti ke depannya

E. Definisi Operasional

1. Dinamika

Dalam buku Zulkarnain,(2013) dinamika adalah sesuatu hal yang mempunyai tenaga/kekuatan, slalu bergerak, berkembang serta bisa menyesuaikan diri terhadap keadaan tertentu.

Sedangkan menurut buku dari kartono,(2007) dinamika adalah suatu bentuk perubahan, baik itu yang sifat besar-besaran atau kecil-kecilan, maupun secara cepat atau lambat yang sifatnya nyata dan berhubungan dengan suatu kondisi keadaan.

2. Pengertian Sosial

Dalam buku Soekanto (2013:12) sosial (social) pada ilmu-ilmu sosial mempunyai arti yang berbeda dengan misalnya istilah “sosial” pada ilmu-ilmu sosial menunjuk pada objeknya, yaitu masyarakat, sosialisme merupakan suatu ideologi yang berpokok pada prinsip pemilikan umum (atas alat-alat produksi dan jasa-jasa dalam bidang ekonomi). Sementara itu, istilah sosial

(23)

pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. Artinya kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dalam bidang kesejahteraan, seperti misalnya tuna karya, tuna susila, orang jompo, yatim piatu dan lain sebagainya, yang ruang lingkupnya adalah pekerjaan ataupun kesejahteraan sosial.

Berarti yang dimaksud dengan sosial merupakan suatu hubungan manusia dalam keadaan yang menghadirkan orang lain dalam kehidupan masyarakat.

3. Interaksi Sosial

Dalam buku Bernard (2004 :33) Manusia merupakan makhluk sosial, dimana manusia bergantung dan membutuhkan induvidu lain antara makhluk lainnya. Dalam kehidupan masyarakat, manusia dituntut untuk berinteraksi terdiri dari dua kata, yakni action (aksi) dan inter (antara). Dalam bukunya Anwar (2013: 194) Interaksi sosail dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara induvidu yang satu dengan induvidu yang lain, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, maupun antara kelompok dengan induvidu.

(24)

8

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Konsep dan Teori 1. Konsep Dinamika

Dalam buku Zulkarnain,(2013) dinamika adalah sesuatu hal yang mempunyai tenaga/kekuatan, slalu bergerak, berkembang serta bisa menyesuaikan diri terhadap keadaan tertentu.

Sedangkan menurut buku dari kartono,(2007) dinamika adalah suatu bentuk perubahan, baik itu yang sifat besar-besaran atau kecil-kecilan, maupun secara cepat atau lambat yang sifatnya nyata dan berhubungan dengan suatu kondisi keadaan.

Jadi disini peneliti mengimpulkan bahwa dinmika itu suatu permasalahan yang terjadi pada manusia dalam berinteraksi agar menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan baru dia tempati.

2. Pengertian Sosial

Dalam buku Soekanto (2013:12) sosial (social) pada ilmu-ilmu sosial mempunyai arti yang berbeda dengan misalnya istilah “sosial” pada ilmu-ilmu sosial menunjuk pada objeknya, yaitu masyarakat, sosialisme merupakan suatu ideologi yang berpokok pada prinsip pemilikan umum (atas alat-alat produksi dan jasa-jasa dalam bidang ekonomi). Sementara itu, istilah sosial pada departemen sosial menunjukkan pada kegiatan-kegiatan di lapangan sosial. Artinya kegiatan-kegiatan-kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan untuk mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat

(25)

dalam bidang kesejahteraan, seperti misalnya tuna karya, tuna susila, orang jompo, yatim piatu dan lain sebagainya, yang ruang lingkupnya adalah pekerjaan ataupun kesejahteraan sosial.

Berarti yang dimaksud dengan sosial merupakan suatu hubungan manusia dalam keadaan yang menghadirkan orang lain dalam kehidupan masyarakat.

3. Interaksi Sosial

Dalam buku Bernard (2004 :33) Manusia merupakan makhluk sosial, dimana manusia bergantung dan membutuhkan induvidu lain antara makhluk lainnya. Dalam kehidupan masyarakat, manusia dituntut untuk berinteraksi terdiri dari dua kata, yakni action (aksi) dan inter (antara). Dalam bukunya Anwar (2013: 194) Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu yang lain, antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, maupun antara kelompok dengan induvidu.

a. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial

Interaksi merupakan faktor utama yang terjadi aktivitas-aktivitas sosial, maka terkadang hal tersebut didasarkan pada kepentingan-kepentingan dari induvidu sebagai pelaku interaksi. Berikut beberapa faktor mempengaruhi interaksi dalam buku Soekanto (2009: 123) sebagai berikut :

(26)

10

1) Faktor imitasi memiliki peran penting dalam proses interaksi sosial

2) Faktor sugesti yang dimaksud disini adalah pengaruh psikis baik yang datang dari orang lain pada ummnya diterima tanpa adanya kritikan.

3) Faktor Idenfikasi yaitu dalam psikologi hal tersebut dapat berupa dorongan untuk menjadi sama, persis dengan induvidu lain, baik secara betiniah dan lahiriah.

4) Faktor simpati yaitu perasaan tertarik induvidu satu terhadap induvidu lain yang dasarkan pada bukan sikap logis rasional tetapi berdasarkan perasaan.

b. Syarat- Syarat terjadi interaksi sosial 1. Kontak sosial

Interaksi sosial akan diawali dengan kontak sosial hal ini sesuai dengan pendapat Harimanto Dan Winarno yang menyatakan :kontak sosial merupakan awal terjadinya interaksi sosial. Herimanto (2008:52)

2. Komunikasi

Komunikasi sangat penting dalam hubungan antar manusia dan komunikasi juga merupakan faktor penentu dalam pembentukan interaksi sosial. Tanpa komunikasi interaksi sosial belum bisa terjadi. Dengan komunikasi

(27)

yang bagus seseorang akan dapat dengan mudah menyampaikan maksudnya dalam berinteraksi.

Komunikasi merupakan pertukaran pesan baik verbal maupun non verbal antara si pengirim dan penerima pesan untuk mengubah tingkah laku. Muhammad (2000:95) c. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk-bentuk interaksi dapat berupa kerja sama (cooperation), persaingan (competition), dan bahkan juga berbentuk perpentangan atau pertikaian (conflict). Suatu pertikaian mungkin mendapatkan suatu penyelesaian, dimana penyelesaian tersebut hanya akan dapat diterima untuk sementara waktu, yang dimaksud akomondasi (acomodation). Ada pula bentuk interaksi `yang menyangkut dengan dua kebudayaan bercampur menjadi satu, dalam hal ini dinamakan asimilasi (assmiliation).Saptono (2006:72)

1. Interksi sosial bersifat assosiatif

Interaksi sosial yang bersifat assosiatif dapat berbentuk kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan alkulturasi

2. Interaksi sosial bersifat dissosiatif

Interaksi bersifat dessotiatif mengarah kepada bentuk pertentangan atau konflik yang berwujud persaingan, kontravensi, pertikaian dan permusuhan. Interaksi sosial bersifat dissosiatif disebut pula proses oposisi. Konflik atau pertentangan adalah suatu proses yang terjadi apabila

(28)

12

induvidu atau kelompok berusaha mencapai tujuan dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. Nursalam dan Suardi (2016:72-79)

B. Kajian Teori

1. Teori interaksi simbolik

Teori interaksi simbolik (symbolic interactionism) memfokuskan perhatiannya pada cara-cara yang digunakan manusia untuk membantu makna dan struktur masyarakat melalui percakapan. Interaksi simbolik pada awalnya merupakan suatu gerakan pemikiran dalam ilmu sosiologi yang dibangun oleh George Herbert Mead, dan karyanya kemudian menjadi inti dari aliran pemikiran yang dinamakan Chicago School. Interaksi simbolis mendasarkan gagasannya atas enam hal yaitu:

a. Manusia membuat keputusan dan bertindak pada situasi yang dihadapkannya sesuai dengan pengertian subjektif nya

b. Kehidupan sosial merupakan proses interaksi, kehidupan sosial bukanlah struktur atau bersifat struktur dan karena itu akan terus berubah.

c. Manusia memahami pengalamannya melalui makna dari simbol yang digunakan di lingkungan berdekatnya (primary group), dan bahasa merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan sosial.

d. Manusia mendasarkan tindakannya atas interpretasi mereka, dengan mempertimbangkan dan mendefinisikan objek-objek dan tindakan yang relevan pada situasi saat itu.

(29)

e. Diri seseorang adalah objek signifikan dan sebagaimana objek sosial lainnya diri didefinisikan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Marissan (2013:224)

Terdapat tiga konsep penting dalam teori yang dikemukakan mead ini yaitu masyarakat, diri, dan pikiran. Ketiga konsep tersebut memiliki aspek-aspek berbeda namun berasal dari proses umum yang sama yang disebut “tindakan sosial” (sosial act), yaitu suatu unit tingkah laku lengkap yang tidak dapat dianalisis ke dalam sub bagian tertentu. Tindakan dimulai dengan dorongan hati (impulse) yang dilibatkan persepsi dan pemberian makna, latihan mental, pertimbangan alternatif, hingga penyesalan.

Pada dasarnya teori interaksi simbolik berakar dan berfokus pada hakikat manusia sebagai makhluk relasional. Setiap individu pasti terlibat relasi dengan sesamanya. Tindakan mengherankan bila teori interaksi simbolik segera mengedepankan bila dibandingkan dengan teori-teori sosial lainnya. Rohim, (2016:87)

Bahwa mempelajari teori interaksi simbolis memberikan perhatian pada cara-cara bagaimana manusia bersatu (konvergensi) dalam menentukan makna. Pada bagian berikut ini akan melihat suatu teori populer dalam ilmu komunikasi yang memusatkan perhatian pada suatu cara penting bagaimana konvergensi bisa terjadi. Morissan, (2014)

Berarti yang di maksud dari penjelasan diatas mengenai interaksi simbolik yaitu suatu hubungan yang terjadi pada antara manusia dalam masyarakat dan hubungan masyarakat dengan induvidu.

(30)

14

2. Teori Adaptasi Interaksi

Teori adaptasi interaksi dikemukakan Jude Burgoon dalam teorinya yang menjelaskan dalam penelitiannya menemukan bahwa komunikator memiliki semacam “sinkronis interaksi” (interaction synchrony) yaitu pola saling bergantian yang terkoordinasi. Menurut Burgoon, jika menggunakan video kamera untuk merekam percakapan kita dengan seorang teman, dan kemudian kita lihat hasil rekamannya maka kita mungkin dapat melihat pola tersebut. Pada saat tertentu ketika percakapan itu berlangsung, Anda dan teman bicara Anda cenderung berperilaku sama yaitu adanya upaya untuk saling meniru atau menjauhi lawan bicara (divergensi) dalam suatu pola yang disebut “pola kompensasi”.

Menggunakan lensa teori adaptasi interaksi, mulai memperhatikan bahwa perilaku Anda mempengaruhi dan dipengaruhi perilaku orang lain yang menghasilkan pola-pola tertentu yang teratur. Perilaku awal dalam interaksi terdiri atas kombinasi dari perilaku verbal dan nonverbal yang mencerminkan posisi interaksi Anda, faktor lingkungan dimana interaksi terjadi dan tingkat keahlian yang Anda miliki. Namun dalam kebanyakan interaksi, perilaku akan berubah begitu pula perilaku lawan bicara Anda yaitu kita dan lawan bicara mulai saling mempengaruhi (mutual influence). Morissan, (2014:213).

(31)

Dari penjelasan diatas menyenai teori adaptasi interaksi penelitian menyimpulkan menyenai teori adaptasi interaksi yaitu suatu interaksi yang mempenyaruhi suatu pola komunikasi seseorang.

C. Kerangka Pikir

Pola komunikasi merupakan proses yang di rancang untuk yang mewakili kenyataan keterpautannya unsur- unsur yang di cakup beserta berlangsungnya, guna memudahkan pemikiran yang secara sistematik dan logis). Dan komunikasi adalah salah satu bagian dari hubungan antar manusia baik individu maupun kelompok dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar. 2. 1 Kerangka Pikir Universitas Muhammadiyah

Makassar

Dinamika interaksi sosial

Bagaimana komunikasi social pada mahasiswa bima unismuh makassar

Apa faktor yang pendukung dan penghambat komunikasi

interaksi sosial

(32)

16

Dalam kerangka pikir ini peneliti akan mendiskripsikan sebuah kerangka berpikir agar penelitian ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai apa yang peneliti inginkan. Berdasarkan uraian sebelumnya bahwa dinamika interaksi sosial (studi kasus mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar) itu sangat mempengaruhi terhadap mahasiswa itu sendiri. Dimana pola interaksi sosial ada perbedaan bahasa sehingga mahasiswa lokal masih menggunakan bahasa daerahnya dan pada akhirnya mahasiswa bima sulit memahaminya pada akhirnya interaksi tidak berjalan dengan lancar dan juga apa faktor pendukung dan penghambat mahasiswa berasal dari bima dalam berinteraksi terhdap mahasiswa daerah lain.

D. Penelitian Yang Relevan

1. Penelitian Relevan Pertama

Hasil penelitian Rum Amelia (2017) dengan judul skripsi “ Interaksi Sosial Masyarakat Gorontalo Dan Masyarakat Kaidipang” penelitian bertujuan untuk mengetahui proses interaksi sosial masyarakat gorontalo dan masyarakat lokal kaidipang dan faktor yang mempengaruhi interaksi sosial masyarakat gorontalo dan masyarakat lokal kaidipang. metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang membahas tentang kajian fenomonologis dan diungkapkan secara deskripstif analisis kritis dan penelitian ini bersifat naturalistic yang memfokuskan pada pengumpulan informasi tentang keadaan atau realita yang sedang berlangsung dengan menggambarkan sifat dari keadaan saat penelitian dilakukan . penelitia yang terdahulu memiliki kesamaan dengan

(33)

yang saya ingin teliti yaitu sama-sama meneliti tentang interaksi sosial namun perbedaan yang terkait dalam penelitian saya yaitu peneliti menfokuskan pada bagaimana komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar dan apa faktor pendukung dan penghambat dalam komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar tidak hanya itu pendekatan penelitian terdahulu menggunakan pendekatan fenomonologis sedangkan penelitian yang saya lakukan menggunakan pendekatan studi kasus.

2. Penelitian Relevan kedua

Hasil penelitian Syarifuddin 2019 dengan judul skripsi “Dampak Interaksi Sosial Masyarakat Transmigran Sasak Di Manggelewa Dompu NTB” Hasil Penelitian masyarakat lokal dan masyarakat transmigran sasak memiliki pola interaksi yang setara, sehingga cenderung asosiatif. Hal ini dapat dilihat dari hubungan sosial antara warga transmigran sasak dan warga lokal dalam berbagai kegiatan sosial yang berlangsung walaupun antara kedua kelompok masyarakat ini memiliki perbedaan latar belakang sosial mencakup bahasa, kebiasaan maupun kesempatan politik mereka tetap menjadi interaksi yang setara, Asimilasi dan alkuturasi ditunjukkan dengan menyatunya kebiasaan kedua kelompok karena renta waktu yang lama,keberadaan warga transmigran sasak di manggelewan dalam jangga waktu lama itulah membuat kedua masyarakat saling menyesuaikan diri, sebagaimana yang berlangsung pada acara perkawinan antara transmigran sasak dengan warga lokal yang memiliki untuk menentukkan kebiasaan

(34)

18

baru. Kebiasaan yang terbentuk itu merupakan penyatuan dua atau lebih kebudayaan yang saling berasimilasi. Persamaan penelitian terdahulu sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif dan adapun perbedaan penelitian terdahulu tentang dampak interaksi sosial masyarakat transmigran sasak di manggelewa kabupaten dompu sedang terkait dengan penenlitian yang saya ingin teliti dimana penelitian saya menfokuskan pada bagaimana komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar dan apa faktor pendukung dan penghambat pada mahasiswa bima diunismuh makassar.

3. Penelitian Relevan ketiga

Zulhadi (2012) dengan judul skripsi “Pola Interaksi Sosial Masyarakat Pendatang Dengan Masayarakat Pribumi (Studi Sosiologi Komunikasi Atas Etnik Lintang Di Kampung Tlajung Kabupaten Bogor)” Hasil Penelitian proses sosial yang muncul sebagai akibat dari interaksi sosial antar sesama etnik lintang, yaitu lebih bersifat asosiatif yang berbentuk kerjasama, seperti gotong royong yang terjadi disektor keluarga dan akomondasi, seperti adanya usaha untuk saling menghindari diri dari konflik yang diakibatkan kesalapahaman dan proses sosial yang muncul sebagai akibat dari interaksi sosial antara etnik lintang dengan pendatang lain, yaitu bersifat berbentuk kerjasama, seperti gotong royong yang terjadi disektor publik dan asimilasi seperti adanya sikap saling menghargai akan kebudayaan masing-masing sedangkan disosiatifnya berbentuk persaingan seperti persaingan mencari pekerjaan. Persamaan dalam penelitian

(35)

terdahulu dengan penelitian yang saya ingin teliti yaitu sama-sama menggunakan metode pendekatan deskripstif dan juga sama-sama meneliti tentang interaksi sosial meskipun demikian terdapat perbedaan dengan penelitian saya yang ingin saya teliti disini saya memfokuskan pada bagaimana komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima diunismuh makassar dan apa faktor pendukung dan penghambat dalam komunikasi interaksi sosial pada mahasiswa bima disunismuh makassar dan juga pendekatan penelitian yang digunakan juga berbeda dimana pendekatan penelitian terdahulu menggunakan pendekatan Studi sosiologi komunikasi sedangkan penelitian yang ingin saya teliti menggunakan pendekatan Studi kasus.

(36)

20

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan pendekatan penelitian 1. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang digunakan metode kualitatif deskriptif. Menurut Sugiyono penelitian kualitatif adalah penelitian dimana penelitian ditempatkan sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara penggabungan dan analisis data bersifat induktif. Sugiyono (2010:9)

Menurut buku dari Poerwandari (2005) penelitian kualitatif menghasilkan dan mengelola data yang sifat deskriptif, seperti transkripsi wawancara dan observasi.

Kirk dan miller (dalam Meleong) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai cara untuk melakukan pengamatan langsung pada individu dan hubungan dengan orang-orang tersebut untuk mendapatkan data yang digalinya. Meleong (2002:3)

Metode kualitatif sengaja digunakan oleh penelitian karena penelitian ini menelaah fenomena dalam suasana yang berlangsung secara ilmiah, bukan dalam kondisi yang terkendali atau laburatoris. Di samping itu metode kualitatif dipilih karena penelitian akan mendapatkan data yang utuh dari beberapa perilaku yang telah diamati dalam bentuk deskriptif. 2. Pendekatan penelitian.

Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study). Studi kasus merupakan suatu tipe pendekatan dalam penelitian yang

(37)

penelaanya kepada satu kasus yang dilakukan secara intensif, mendalam mendetail dan komprehensif.

Tujuan studi kasus yaitu untuk memberikan gambaran secara mendetai tentang latar belakang, sifat-sifat serta karakter-karakter yang khas dari kasus ataupun status dari induvidu yang kemudian akan dijadikan suatu hal yang bersifat umum. (Sanapiah, 1992:2)

B. Lokasi dan waktu penelitian 1. Lokasi penelitian

Tabel. 3.1 Lokasi Penelitian

Rancangan Kriteria Pemilihan Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian Tempat penelitian di Jl. Sultan Alauddin No.259, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peneliti memilih tempat penelitian tersebut karna berdasarkan dengan pertimbangan antara lain pertimbangan biaya dalam memperoleh data yang dibutuhkan, karena lokasi penelitian dekat dengan tempat tinggal peneliti.

Peristiwa/ persoalan (issu) Dalam berkomunikasi secara langsung mahasiswa bima mengalami kesulitan dalam berkomunikasi di karnakan mahasiswa makassar masih menggunakan bahasa daerahmya dalam berkomunikasi maka dari itu peneliti tertarik untuk mengangkat judul mengenai “Dinamika Interaksi sosial

(38)

22

(studi kasus pada mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar)”

2. Waktu penelitian

Waktu yang dibutuhkan oleh penelitian dalam melakukan penelitian yaitu dilaksanakan sejak tanggal 22 september s/d 22 november 2020 dikeluarkan surat izin penelitian dalam kurung waktu kurang lebih 2 (bulan).

Tabel. 3.2 Waktu Penelitian

No Jenis Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III I II III IV I II III IV I II III IV 1 Pengusulan judul

2 Penyusunan proposal 3 Konsultasi pembimbing 4 Seminar proposal

5 Pengurusan izin penelitian

C. Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan pemusatan konsentrasi terhadap rumusan penelitian yang sedang dilakukan, dan focus suatu penelitian memiliki dua tujuan. Pertama, penetapan fokus dapat membatasi studi, jadi dalam hal ini fokus akan membatasi bidang inquiry. Kedua, penetapan fokus ini berfungsi untuk memenuhi kriteria inklusif eksklusi atau memasukkan mengeluarkan suatu informasi baru diperoleh (Meleong, 2000: 62). Fokus penelitian ini adalah bagaimana komunikasi interaksi sosial mahasiswa Bima di Universitas Muhammadiyah Makassar dan apa saja faktor pendukung dan penghambat

(39)

dalam komunikasi interaksi sosial mahasiswa bima di universitas muhammadiyah makassar.

D. Informan Penelitian.

Informan penelitian ditentukan oleh teknik purposive sampling yaitu penentuan informasi tidak didasarkan pedoman atau berdasarkan perwakilan, populasi, namun berdasarkan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini ada 8 informan dan 7 orang perempuan, 1 orang laki-laki, yaitu dengan menentukan informan kunci yang kemudian akan dilanjutkan informan lainnya dengan tujuan mengembangkan dan mencari informasi sebanyak-banyaknya yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.

1. Informan kunci (key informan), yaitu mereka mengetahui dan memiliki berbagai informan pokok yang diperlukan dalam penelitian. Jadi peneliti mengambil informan kunci yaitu mahasiswa berasal dari bima dan jumlah informan kunci ada 4 orang. Alasan saya mengambil mahasiswa universitas muhammadiyah makassar berasal dari bima karna mahasiswa bima yang menjadi titik fokus dalam penelitian ini.

2. Informan utama yaitu mereka yang terlibat secara langsung dalam intreraksi sosial yang diteliti. Hal ini ada beberapa mahasiswa yang berasal daerah lain jumlah informan 3 orang dari universitas muhammadiyah makassar yang berasal dari daerah lain. Alasan peneliti mengambil mahasiswa daerah lain yaitu dikarnakan mahasiswa berasal dari daerah lain itu yang terlibat dalan interaksi mahasiswa berasal dari bima.

(40)

24

3. Informan tambahan yaitu mereka yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti. Peneliti mengambil mahasiswa berasal dari bima yang pengurus organisasi berjumlah 1 orang untuk menjadikan informan dan Alasan saya mengambil informan ini yaitu dikarnakan sebagai pendukung untuk peneliti.

E. Jenis dan Sumber Data

Sugiyono, (2010:15) dalam Rahmawati (2018:39) Data yang digunakan dalam penelitian bersumber dari data primer serta data sekunder: 1. Data Primer

Data yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung pada suatu objek. Untuk melengkapi data, maka melakukan wawancara secara langsung dan mendalam dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disisipkan sebagai alat pengumpulan data. Dalam hal ini sumber data utama (data primer) di peroleh langsung dari setiap informan yang diwawancara secara langsung di lokasi penelitian

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data-data yang dapat di peroleh dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya terdiri dari surat-surat pribadi, buku harian, hasil rapat perkumpulan, sampai dokumentasi-dokumentasi resmi seperti kementerian-kementerian, hasil-hasil studi, tesis, hasil survey, dan sebagainya.

(41)

Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder untuk memperkuat berbagai penemuan dan melengkapi informan yang telah dikumpulkan melalui wawancara langsung dan wawancara tidak langsung.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat-alat yang akan digunakan untuk mengumpulkan data atau informan untuk keperluan penelitian (Ahmadin, 2013:102). Dalam penelitian menggunakan key instrument atau penelitian sendiri dan di bantu dengan alat sebagai berikut:

1. Perekam suara, merupakan suatu alat yang digunakan untuk merekam suara secara analog dari informan penelitian pada saat pengambilan informan.

2. Kamera, merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengabadikan atau merekam sebuah kejadian atau gambar.

3. Lembar observasi, merupakan alat yang berfungsi sebagai lembaran daftar kegiatan-kegiatan yang akan diamati.

G. Teknik pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langka yang paling utamadalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah untuk mendapatkan data. (Sugiyono, 2010:308)

(42)

26

1. Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. (Bungi, 2005:60)

2. Wawancara

Interview atau wawancara merupakan alat pengumpulan informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan juga. Ciri-ciri utama interview adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasidan sumber informasi. (Nawawi hadari, 1996:165)

3. Dokumentasi

Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal variabel yang berupa catatan, buku, transkip, surat kabar, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya. (Arikunto, 2002:206)

H. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang di peroleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori menyusun ke dalam pola serta memilih yang penting serta akan di pelajari dan membuat kesimpulan sehingga di pahami dengan mudah.

Rahmawati (2018:44) ada beberapa langka-langka yang dilakukan pada teknik analisis data tersebut yaitu pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi atau menarik kesimpulan.

(43)

1. Data Reduction (Reduksi data), semua data yang diperoleh di lapangan akan ditulis dalam bentuk uraian secara lengkap dan banyak. Kemudian data tersebut direduksi yaitu data dirangkum, membuat kategori, memilih hal-hal yang pokok dan penting yang berkaitan dengan masalah. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dari hasil wawancara dan observasi.

2. Data display (penyajian data) setelah melakukan reduksi data penelitian selanjutnya melakukan tahap kedua yakni penyajian data dimana data dan informan yang sudah diperoleh di lapangan dimasukkan dalam suatu bentuk tabel

3. Conclusion drawing/verification (menarik kesimpulan atau verifikasi) setelah penyajian data, penelitian kemudian menginterpretasikan atau menyimpulkan data-data atau informasi yang telah di reduksi dan di sajikan.

I. Teknik Keabsahan Data

Validasi sangat mendukung hasil akhir penelitian, oleh karena itu diperlukan teknik untuk memeriksa pengabsahan data. Pengabsahan data dalam penelitian diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi bermakna silang yakni mengadakan pengecekkan. Akan kebenaran data yang akan dikumpulkan dari sumber data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang lain selain pengecekkan pada waktu yang berbeda.

(44)

28

Menurut wiliam dalam bukunya Sugiyono (2011:273) triangulasi dalam pengujian kredibilitas ini diartikan sebagai pengecakkan dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.

1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dengan mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini untuk menguji kredibilitas data, maka pengumpulan data pengujian data yang telah diperoleh dilakukan oleh pemerintah dan lembaga sosial masyarakat yang dipimpin oleh masyarakat yang menjadi objek.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas dilakukan dengan cara mengecek daata kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.

3. Triangulasi Waktu

Waktu juga sering memepengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih.

(45)

29

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah Lokasi Penelitian

Universitas Muhammadiyah Makassar didirikan pada tanggal 19 juni 1963 sebagai dari uismuh Jakarta. Pendirian universitas Muhammadiyah Makassar tersebut merupakan hasil rapat ke-21 organisasi Muhammadiyah sulawesi selatan dan sulawesi tenggara yang dilaksanakan di Bantaeng. Terhitung sejak 1 oktober 1965, universitas Muhammadiyah Makassar resmi dinyatakan sebagai perguruan tinggi swasta terdaftar.

Pada awalnya, universitas Muhammadiyah Makassar hanya memiliki dua fakultas yaitu fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dan fakultas tarbiah. Seiring dengan perkembangan kedua fakultas ini, dibuka cabang di bagian lain pulau sulawesi selatan yang masing-masing bersifat swasembada dan di bawah pengelolaannya sendiri. Menyusul keberhasilan fakultas pendidikan, maka didirikanlah fakultas-fakultas lain, antara lain fakultas lmu sosial dan politik, fakultas ekonomi, fakultas teknik, fakultas pertanian, program studi pascasarjana.

B. Letak Geografi

Universitas Muhammadiyah Makassar atau biasa disebut dengan uismuh Makassar adalah salah satu perguruan tinggi yang ada di sulawesi selatan dan universitas Muhammadiyah Makassar sendiri menjadi salah satu kampus yang memiliki daya tarik tersendiri di masyarakat. Maka dari itu terbukti dengan banyak peminat yang ingin mendaftarkan dirinya di kampus unismuh

(46)

30

Makassar baik dari sulawesi selatan maupun luar daerah khususnya kawasan indonesia timur dan unismuh Makassar terkenal dengan mahasiswa terbanyak yang ada di sulawesi selatan.

Universitas Muhammadiyah Makassar dulu memiliki tiga kampus di lokasi berbeda. Bangunan utamanya terletak di selatan Makassar, dan dibangun diatas tanah seluas 3,4 area (14.00 m2). Universitas memiliki lebih dari 14.000 mahasiswa yang mempelajari mata pelajaran. kampus I di jln. Sultan Alauddin No 259 Makassar 90221. Fax (0411)860. Kampus II di jln Latjen A. Mappaodang II No 17 Makassar 90221. Telp.851914 dan fax 0411-86558. Kampus III di jln. Ranggong Dg.romo No.21 Makassar 90112. Telp(0411)318791). Tapi sekarang sudah disatukan secara keseluruhan di jln sultan Alauddin di kampus I

Gambar. 4.1 Dena Kampus Unismuh Makassar

(47)

C. Pernyataan Visi Dan Misi a. Visi

Menjadi perguruan tinggi islam terkemuka, unggul, terpercaya dan mandiri pada tahun 2024.

b. Misi

1. Menyelenggarakan proses pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan

2. Menyelenggarakan dan penyembangan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan.

3. Menumbuh kembangkan dan menyebar luaskan penelitian yang inovatif, unggul dan berdaya saing.

4. Menumbuh kembangkan kewirausahaan berbasis kemitraan dan ukhuwah.

5. Meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan civitas akademik, alumni dan masyarakat.

c. Tujuan

1. Menciptakan suasana kondusif, mewujudkan UNISMUH Makassar sebagai kampus Islami.

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (dosen & karyawan ). 3. Meningkatkan peran lembaga dalam upaya peningkatan kualitas

lulusan

4. Meningkatkan pembinaan, pengawasan dan pemanfaatan sarana-prasarana.

(48)

32

5. Meningkatkan pembinaan dan penegakan disiplin kerja dosen dan karyawan

Gambar. 4.2 Visi Dan Misi Unismuh Makassar

Sumber: Pengambilan Gambar Oleh Peneliti Melalui Handphone

D. Sistem Akademik

Universitas Muhammadiyah Makassar menyelenggarakan pendidikan tinggi, kegiatan penelitian, dan pengabdian kepada masayarakat berbasis perilaku islami dengan menitip beratkan pada kemandirian mahasiswa dan kewirausahaan. Ciri akademis di universitas tersebut adalah mata kuliah Al-islam dan ke Muhammadiyah, dengan tujuan untuk mempersiapkan seorang ulama.

Mata kuliah yang ditawarkan terdiri dari pendidikan akademik dan pendidikan profesional. Gelar pertama dan kedua, sedangkan yang kedua mencakup program diploma ( D1, D2, D3, D4 ).

(49)

Tahun ajaran yang dimulai awal september dan berakhir pada bulan juni tahun berikutnya dan dibagi menjadi dua semester. Setiap semester menyediakan 16 minggu aktif perkuliahan, seminar, simposium, diskusi, workshop, praktikum dan kegiatan ilmiah lainnya.

Administrasi akademik menerapkan sistem kredit semester. Meski kurikulum yang digunakan nasional, namun juga mencakup muatan lokal yang ditetapkan rektor.

Evaluasi dan penilaian kemajuan pembelajaran dilakukan secara bersekala melalui ujian tertulis, penugasan, dan observasi mengikuti ketentuan yang berlaku.

E. Program Studi

Universitas Muhammadiyah Makassar menawarkan program studi diberbagai fakultas:

Fakultas Agama Islam

1. Pendidikan Agama Islam 2. Pendidikan bahasa arab

3. Hukum keluarga (ahwal syakhshiyah) 4. Hukum ekonomi syari’ah (Mu’amalah) 5. Komunikasi dan pPenyiaran islam

6. Bimbingan konseling pendidikan agama islam Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik

1. Ilmu administrasi negara 2. Ilmu pemerintahan

(50)

34

3. Ilmu komunikasi

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan 1. Pendidikan guru sekolah dasar 2. Pendidikan bahasa inggris

3. Pendidikan bahasa dan sastra indonesia 4. Pendidikan matematika

5. Pendidikan seni rupa 6. Pendidikan fisika 7. Pendidikan sosiologi 8. Teknologi pendidikan

9. Pend. Pancasila & kewarganegaraan 10. Pendidikan biologi

11. Pendidikan guru anak usia dini 12. PPG Bahasa indonesia

13. PPG Bahasa Inggris Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

1. Akutansi 2. Menejemen

3. Ilmu ekonomi dan studi pembangunan 4. Ekonomi islam

5. Perpajakan (D3) Fakultas Teknik

(51)

2. Teknik Sipil 3. Arsitektur 4. Informatika

5. Perencanaan wilayah kota Fakultas Pertanian

1. Agribisnis

2. Budidaya perikanan 3. Kehutanan

4. Agroteknologi

Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan 1. Pendidikan dokter

2. Profesi dokter 3. Farmasi

4. Kebidanan (D3) 5. Keperawatan (D3)

Gambar. 4.3 Fakultas Unismuh Makassar

(52)

36

F. Sumber Daya Universitas Muhammadiyah Makassar

Untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat serta mewujudkan keter capaian visi dan misinya. Universitas Muhammadiyah Makassar, senantiasa berupaya, selain untuk menciptakan kampus bernuansa akademik yang Islami, juga berupaya mengembangkan kepribadian dan keterampilan seluruh mahasiswa agar mereka selain memiliki keunggulan akademik juga memiliki keunggulan teknologi yang bernuansa keislaman yang sejati. Untuk tujuan ini universitas Muhammadiyah Makassar benar-benar memperhatikan keprofesionalan dan kualitas sumber daya manusianya selain ini universitas Muhammadiyah Makassar memiliki dan memanfaatkan tenaga edukatif yang berkualifikasi guru besar, doctor, dan magister yang tersebut di semua fakultas. Demikian haknya dengan pelayanan administrasinya, baik mahasiswa maupun untuk keperluan lain. Universitas Muhammadiyah Makassar mengangkat dan menempatkan karyawan-karyawan yang profesional, berdedikasi tinggi pada unit-unit pelayanan yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan layanan keprofesionalan akademik. G. Fasilitas kampus universitas Muhammadiyah Makassar

Selain fasilitas kampus yang dimiliki universitas Muhammadiyah Makassar dalam memberikan pelayanan baik pelayanan administrasi maupun pelayanan pengembangan keterampilan dan intelektual mahasiswa juga disediakan sarana-sarana berupa:

(53)

H. Prosedur Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Makassar.

Seluruh rangkaian penerimaan mahasiswa baru terselesaikan dalam pelayanan sehari penerimaan mahasiswa baru tahun 2019-2020 universitas Muhammadiyah Makassar menerapkan system “one day service”. Penerapan ini system ini selain untuk mendapatkan kualita lulusan detail penerimaan system “ODS” ini juga bertujuan untuk menghindari praktik perjajakan juga untuk efisiensi dan efektifitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Tabel 4.1 Fasilitas Kampus unismuh makassar

FASILITAS KAMPUS UNISMUH MAKASSAR a).Gedung dan ruangan belajar

yang permanen

m). Lapangan olahraga dan arena panjat tebing

b).Gedung dan ruangan untuk pelayanan administrasi

n). Perpustakaan

c). Laboratorium computer

d). Laboratorium MIPA p). Tempat ibadah

e). Laboratorium teknik q). Ruangan pusat kegiatan mahasiswa

f). Laboratorium bahasa r). Studio gambar dan radio FM g). Laboratorium microteaching s). Medical center

h). Laboratorium anatomi t). Apertemen mahasiswa i). Laboratorium akuntasi u). Bank

(54)

38

j).Laboratorium dan hutan pendidikan

v).kendaraan bisuntuk kegiatan

k). Laboratorium school w). Student mall (balai sedang) l). Kebun percobaan “bissoloro” z). Koran kampus “Al Amin”

Dalam praktik ODS pelayanan penerimaan mahasiswa baru di unismuh Makassar calon mahasiswa baru melakukan pendaftaran lewat online selanjutnya mahasiswa baru membayar uang pendaftaran dibank mitra kemudian mahasiswa baru konfirmasi pendaftaran ke panitia dengan memperlihatkan bukti pembayaran dan hasil cetak pendaftaran setelah itu mahasiswa baru mendapatkan kartu tes setelah difoto lalu mahasiswa baru dipersilahkan untuk memasuki ke ruangan tes dan yang lulus akan melakukan registrasi tanda kelulusan.

Selanjutnya diarahkan untuk melakukan registrasi ulang, dipersilahkan melakukan pembayaran uang pembangunan dan pembayaran semester pertama di bank mitra. Dan terakhir mahasiswa baru melakukan registrasi dengan memperlihatkan sertifikat kelulusan, slip pembayaran dibank, ijazah terakhir dan KTP/KK dan calon mahasiswa baru telah diterima di kampus unismuh Makassar tahun akademik 2019-2020.

(55)

39

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Dinamika Interaksi sosial (studi kasus mahasiswa berasal dari bima di universitas muhammadiyah makassar)

Komunikasi merupakan keterampilan paling penting dalam hidup setiap manusia pada dasarnya manusia yang paling bergantung sedangkan manusia adalah mahluk sosial sehingga tidak bisa hidup secara mandiri dan pasti membutuhkan orang lain untuk mengatasi kendala yang terjadi dalam kehidupannya. Berdasarkan observasi dilapangan yang dilakukan oleh peneliti bahwa setiap manusia yang berbeda kebudayaan pasti ada yang namanya kendala dalam berkomunikasi.

a. Hal demikian dapat diperkuat oleh hasil wawancara yang telah dilakukan bersama dengan saudari WI (22 tahun) selaku mahasiswa bima:

“komunikasi saya dengan daerah lain cukup baik, dalam berperilaku namun ketika dalam komunikasi dengan mahasiswa daerah lain, disini saya masih menggunakan bahasa indonesia yang baku atau yang bisa dipahami oleh mahasiswa daerah lain sehingga komunikasi dua belah pihak ini berjalan dengan lancar” (Wawancara, 23 September 2020)

Hal demikian dapat diperkuat oleh hasil wawancara yang kedua kalinya yang telah dilakukan bersama dengan saudari WI (22 tahun) selaku mahasiswa bima:

“Komunikasi dengan mahasiswa daerah lain itu sangat baik, walaupun ada kejanggalan beberapa kata ketika berkomunikasi namun apabila

(56)

40

berkomunikasi dengan daerah lain kita harus membiasakan diri memakai bahasa indonesia yang baku, dalam pola interaksi agar komunikasi dengan lawan bicara kita mudah untuk mengerti” (Wawancara, 24 september 2020)

Hal demikian dapat diperkuat oleh hasil wawancara yang tiga kalinya yang telah dilakukan bersama dengan saudari WI (22 tahun) selaku mahasiswa bima:

“kalau menurut saya si, interaksi saya dan daerah lain cukup baik, walaupun ada kendala sedikit dalam berkomunikasi dikarnakan perbedaan bahasa, ketika berkomunikasi dengan daerah lain mereka spontan mengeluarkan beberapa kata yang sangat sulit untuk dipahami oleh saya sendiri, sehingga saya bertanya kembali kepada mereka apa maksud dari kata terebut”(Wawancara, 25 September 2020)

Hal demikian didukung dengan temuan penelitian terdahulu dalam bentuk dokumentasi berupa skripsi dari Cahaya wizanalia dengan hasil pokok pembahasan yang dituliskan menyatakan bahwa:

“sepengetahuan saya masyarakat etnik cina melakukan interaksi dengan baik sebagai warga Aneuk Jamee, belum pernah terjadi konflik yang disebabkan oleh SARA. Jikapun ada hanya disebabkan oleh persoalan pribadi” (Dokumentasi, 18 Oktober 2020)

Berdasarkan hasil wawancara yang telah diungkapkan oleh saudari RF (21 tahun) terkait dengan pola interaksi sosial:

“Menurut saya, interaksi dengan daerah lain itu sangat baik dalam berkomunikasi terhadap saya dan mereka ramah kesemua orang namun menjadi kendalanya disini saya masih kurang memahami bahasa mereka ketika mereka memakai bahasa daerahnya kepada sesama daerahnya“( Wawancara, 26 September 2020)

(57)

Hal demikian diperkuat oleh hasil dari wawancara kedua yang telah diungkapkan oleh saudari RF bahwa :

“ interaksi saya dengan daerah lain berjalan dengan baik, walaupun disini saya merasa canggung berkomunikasi kepada mereka dikarnakan saya masih kurang tau bahasa daerah disini jadi kendala bahasanya sehingga komunikasinya tidak berjalan dengan lancar”(wawancara, 27 September 2020)

Hal demikian diperkuat oleh hasil dari wawancara tiga yang telah diungkapkan oleh saudari RF bahwa :

“kalau interaksi terhadap daerah lain kami mahasiswa bima cukup baik dalam bertingkah laku terhadap semua daerah, karna kita sebagai pendatang kita harus mampu berinteraksi dengan baik terhadap mereka, walaupun saya berbeda kebudayaan atau berbeda bahasa mereka masih ramah terhadap saya”(Wawancara,28 September 2020)

Hal demikian didukung dengan temuan penelitian terdahulu dalam bentuk dokumentasi berupa jurnal dari Hajiah dengan hasil pokok pembahasan yang dituliskan menyatakan bahwa :

“saya merasa sangat nyaman selama mengikuti perkuliahan, meskipun saya bukan orang aceh dan tidak berasal daerah aceh, tapi saya mendapatkan perlakuan yang sama dengan mahasiswa lainnya yang memang merupakan arga asli disini”(Dokumentasi, 18 Oktober 2020)

Berdasarkan hasil observasi Saudari HK (21 tahun) mengungkapkan :

“menurut saya ketika berinteraksi bersama mahasiswa daerah lain itu cukup baik, ya walaupun ada kendala kata-kata sedikit sehingga saya kurang memahami apa yang disampaikan hingga komunikasi tidak lancar dan memiliki kendala didalam interaksi” (Wawancara, 29 September 2020)

(58)

42

Hal demikian diperkuat oleh hasil dari wawancara kedua yang telah diungkapkan oleh saudari HK bahwa :

“ komunikasi saya di kampus unismuh Makassar baik-baik saja tapi waktu pas mendaftar di unismuh makassar, belum bisa memahami bahasa mereka dikarenakan mereka menggunakan bahasa yang tidak baku contohnya memakai mi, kita , ki dll tetapi ketika saya sudah mengenal mereka saya sedikit memahami apa yang mereka katakan “ (Wawancara, 30 September 2020)

Hal demikian diperkuat oleh hasil dari wawancara ketiga yang telah diungkapkan oleh saudari HK bahwa :

“ awal-awanya saya berinteraksi terhadap mahasiswa daerah lain dan merasa memiliki kendala dalam berkomunikasi karna ada beberapa kata yang sulit dipahami sehingga, takut dalam berinteraksi tapi ketika menggenal mereka dan berinteraksi terus akhinya sedikit memahami apa yang disampaikan”(Wawancara, 1 Oktober 2020)

Hal demikian didukung dengan temuan penelitian terdahulu dalam bentuk dokumentasi berupa skripsi dari Riswandi dengan hasil pokok pembahasan yang dituliskan dan menyatakan bahwa :

“kadang kala kalau ada berkomunikasi dengan saya menggunakan bahasa bugis saya hanya menjawabnya menggunakan bahasa indoensia saya tidak terlalu mengerti berbahasa bugis”(Dokumentasi, 18 Oktober 2020)

b. Berdasarkan hasil wawancara yang diungkapkan oleh mahasiswa daerah lain yaitu saudari RZ (23 tahun) :

“Didalam interaksi kami baik-baik saja mereka cukup ramah terhadap mahasiswa daerah lain, disini mahasiswa bima sangat berbaur terhadap mahasiswa daerah lain mereka tidak memilih-milih teman sehingga mereka sangat mudah dalam beradaptasi dan ketika berkomunikasi mereka memakai bahasa indonesia yang baku”(Wawancara, 02 Oktober 2020)

(59)

Hal demikian diperkuat oleh hasil dari wawancara kedua yang telah diungkapkan oleh RZ (23 tahun) :

“berkomunikasi dengan mahasiswa Bima bisa dikatakan cukup baik dalam berinteraksi, karena disini saya memiliki beberapa teman mahasiswa orang Bima di kelas saya dan disini bisa dikatakan sangat berbaur terdahadap mereka dan mereka juga sangat welcome terhadap kita sebagai mahasiswa daerah lain “(Wawancara, 3 Oktober 2020)

Hal demikian diperkuat oleh hasil dari wawancara ketiga yang telah diungkapkan oleh RZ (23 tahun) bahwa :

“kalau menurut saya pola interaksi terhadap mahasiswa daerah lain sangat baik dikarnakan mereka baik terhadap kita dan ramah dalam berinteraksi dan walaupun mereka ketika berkomunikasi terhadap kami mereka masih menggunakan bahasa daerahnya ketika bertemu dengan sesama daerahnya dikampus unismuh makassar sehingga komunikasi sedikit kesulitan dalam berinteraksi“(Wawancara, 4 September 2020)

Hal demikian didukung dengan temuan penelitian terdahulu dalam bentuk dokumentasi berupa skripsi dari Tomi rizki akbar dengan hasil pokok pembahasan yang dituliskan dan menyatakan bahwa :

“selama ini cukup baik, kita membaur aja si kita sama mereka saling terbuka juganya artinya ngak pernah adanya konflik antara kita dengan mereka”(Dokumentasi, 18 Oktober 2020)

Berdasarkan hasil wawancara dengan HM (22 tahun) yang mengungkapkan bahwa:

“komunikasi dengan mahasiswa bima itu baik, karna ketika kami berinteraksi kita sama-sama menggunakan bahasa indonesia tapi terkadang kalau kita bertemu sesama daerah kita slalu memakai bahasa daerah masing-masing sehingga mereka sulit mengerti apa yangdibicarakan dan pola interaksi itu tidak lancar”(Wawancara, 5 Oktober 2020)

Gambar

Tabel    Halaman
Foto  Gambar

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian diatas, antar setiap pelaku organisasi yang ada di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar terjadi sebuah kontak sosial dalam berorganisasi. Karena

Dari hasil penelitian diatas maka dapat diketahui bahwa adanya pengaruh penggunaan gadget terhadap interaksi sosial kalangan mahasiswa FKIP PPKn UMSU dalam kategori

Persamaan peneliti terdahulu dengan yang akan kami teliti adalah sama-sama menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan perbedaanya adalah penelitian terdahulu

Menurut Soekanto (2003:60) Berbicara mengenai syarat-syarat terjadinya interaksi sosial, maka suatu interaksi sosial tidak akan dapat terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik ruang terbuka, kegiatan interaksi sosial masyarakat di ruang terbuka, dan hubungan antara ruang terbuka dan

Bentuk dan pola interaksi sosial PSK yang dilakukan pada lingkungan keluarga, lingkungan sosial, dan lingkungan profesi telah mengalami berbagai masalah, baik yang

METODE PENELITIAN : Penelitian ini menggunakan Rancangan penelitian Survei Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Studi, yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Motivasi Intrinsik

Data dari hasil penelitian selanjutnya akan di analisis dengan menggunakan dua metode yaitu Analisis kualitatif deskriptif yaitu metode analisis yang bertujuan untuk menggambarkan dan