SMARTPHONE DAN INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA
(Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Antropologi UNIMED)SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
OLEH : CHANRA ARLIANI
ABSTRAK
Chanra Arliani, NIM: 3123122010, Smartphone dan Interaksi Sosial Mahasiswa (Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Antropologi Unimed). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi sosial mahasiswa Pendidikan Antropologi Unimed stambuk 2014 dengan keberadaan smartphone, mengetahui aplikasi yang digemari mahasiswa untuk digunakan dalam berinteraksi, mengetahui akibat yang ditimbulkan dari pemakaian smartphone bagi mahasiswa dan untuk mengetahui ketergantungan yang muncul dari penggunaan smartphone itu sendiri bagi mahasiswa Pendidikan Antropologi Unimed stambuk 2014. Adapun jenis penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pada penelitian ini terdapat 6 informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang ditentukan penulis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, mahasiswa menggunakan banyak aplikasi media sosial pada smartphone mereka. Di antaranya yang digunakan adalah
BlackBerry Messenger, Instagram, Google Chrome, Facebook, Line, aplikasi foto
serta game. Akibatnya mahasiswa menjadi lupa waktu ketika menggunakan
smartphone sehingga berkurangnya interaksi secara langsung dengan
teman-temannya. Bahkan menjadi ketergantungan pada smartphone ketika sedang berkumpul, banyak yang lebih memainkan smartphonenya.
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil‘alamin, pujisyukur penulis ucapkan atas kehadirat Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi dengan judul “Smartphone dan Interaksi Sosial Mahasiswa
(Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Antropologi UNIMED)”. Penulisan skripsi ini
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Studi Pendidikan
Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Dra. Nurmala Berutu M.Pd selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial.
3. Dra. Rosramadhana, M.Si selaku Ketua Prodi Pendidikan Antropologi,
beserta seluruh dosen yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan
membimbing penulis selama studi.
4. Ibu Dra. Trisni Andayani, M.Si selaku pembimbing skripsi yang dengan sabar
mengoreksi dan membaca skripsi ini. Juga kepada pembimbing akademik, Ibu
Noviy Hasanah, M.Hum yang telah telaten membimbing penulis selama studi.
5. Ibu Supsiloani, S.Sos, M.Si selaku penguji utama, Bapak Drs. Waston Malau,
MSP dan Ibu Dr. Nurjannah, M.Pd selaku penguji bebas, terima kasih untuk
bimbingannya selama ini.
6. Seluruh Pegawai dan Staff Fakultas Ilmu Sosial, terkhusus Prodi Pendidikan
Antropologi dan Kak Ayu.
7. Kedua orang tua penulis, Abah Tarsyad Nugraha dan Ambu A’i Syahidah,
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka. Juga kepada kakak dan
adik penulis Citra Mustikawati dan Chintya Agung Mulyati.
8. Teruntuk sahabat tersayang penulis Hikayah Rusfa T dan Zul Afdila Yufa.
Juga terima kasih untuk teman seperjuangan Gracelia Novianti R dan Ai R.C
9. Sahabat penulis semenjak SMA, Citra Maulidya Marpaung dan Novita Sari
yang ikut membantu penulis melewati masa penyelesaiaan skripsi.
10. Terima kasih untuk Asnika, Tenny, Yossi, dan Rida untuk pengalamannya
selama perkuliahan.
11. Keluarga penulis SODABELS (Sosiologi Dua Ribu Dua Belas) terima kasih
untuk pelajaran hidup yang telah dibagi bersama.
12. Terima kasih untuk teman-teman dari kelas A konsentrasi Antropologi 2012,
adik stambuk 2013 terutama untuk para kucrut, dan stambuk 2014 terima
kasih untuk para informan penulis yang bersedia menjadi bagian dari
penyelesaian tugas akhir dan maaf jika ada kesalahan yang telah penulis buat.
13. Keluarga besar PPLT SMKN 1 Meranti beserta para murid ibu Chanra yang
sayangi terima kasih untuk semangat yang selalu diberikan. Terkhusus untuk
sahabat penulis selama PPL Diah, Novhalita, Erlina, Evi, Feby, Yuli, Imam,
Kak Qori dan Kak Lasma.
14. Para sahabat penulis di Cianjur terima kasih untuk doa dan semangatnya.
15. Terima kasih untuk seluruh pihak yang telah ikut berjasa dalam penyusunan
skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Kepada semua pihak tersebut dan yang tidak dapat penulis sebutkan atas doa,
dukungan dan pastisipasinya. Semoga amal baik yang telah diberikan dapat diterima
Allah SWT, dan mendapat limpahan rahmat dari-Nya, amin ya rabbal alamin.
Medan, Februari 2017
Penulis
iv 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI 2.1 Kajian Pustaka... 8
2.1.1 Penelitian yang Relevan tentang Interaksi Sosial dalam Media 8 2.1.2 Literatur yang Relevan tentang Interaksi Sosial dalam Media 10 2.2 Kerangka Teori ... 12
2.2.1 Teori Ketergantungan Media ... 12
2.2.2 Teori Interaksi Sosial ... 14
2.3 Kerangka Konseptual ... 15
3.3 Subjek dan Objek Penelitian ... 20
3.3.1 Subjek Penelitian... 20
3.3.2 Objek Penelitian... 21
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 22
3.4.1 Observasi... 22
3.4.2 Wawancara... 23
3.4.3 Dokumentasi ... 24
3.5 Teknik Analisis Data... 24
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 27
4.1.1 Profil Prodi Pendidikan Antropologi ... 27
Halaman 4.2 Aplikasi Yang digemari Pengguna Smartphone untuk berinteraksi
dikalangan mahasiswa Pendidikan Antropologi ... 31
4.2.1 BlackBerry Messenger (BBM)... 33
4.2.2 Instagram ... 36
4.2.3 Google Chrome ... 37
4.2.4 Facebook ... 39
4.2.5 Line ... 41
4.2.6 Aplikasi Foto ... 43
4.2.6 Game ... 45
4.3 Akibat yang ditimbulkan pada pemakai Smartphone bagi Mahasiswa Pendidikan Antropologi ... 47
4.4 Ketergantungan Mahasiswa Pendidikan Antropologi dalam menggunakan Smartphone ... 51
4.5. Pembahasan... 55
Halaman BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 62
5.2 Saran ... 63
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perjalanan hidup manusia telah mengalami berbagai perkembangan. Di
antara perkembangan yang telah dilalui adalah di bidang teknologi dan sosial.
Teknologi sebagai perangkat yang dapat mempermudah aktivitas manusia terus
diperbaharui hingga saat ini. Begitu pula dengan kehidupan sosial manusia yang
terus mengalami perubahan dari masa ke masa, khususnya dalam berinteraksi.
Kedua bidang tersebut, yakni teknologi dan sosial telah memberikan pembaharuan
baru bagi kehidupan manusia terutama untuk kepentingan interaksi sehari-hari.
Teknologi yang terus berkembang membawa manusia pada kondisi yang
memudahkan mereka untuk saling berinteraksi melewati batas ruang dan waktu.
Kini, tak perlu menunggu waktu lama jika ingin menyampaikan pesan kepada
seseorang yang berbeda negara. Tak perlu pula menunggu kantor pos buka hanya
untuk mengirimkan pesan. Semua itu dapat dilakukan oleh teknologi yang
bernama ponsel. Perkembangan ponsel satu dekade terakhir juga semakin pesat.
Ponsel tidak lagi hanya mengirimkan pesan tulisan dan suara, lebih dari itu ponsel
sudah lebih pintar. Kini, manusia juga dapat mengirimkan video, berkirim surat
elektronik, mengirim gambar, dan berinteraksi menggunakan teks secepat
berbicara di telepon, langsung mendapatkan balasan saat itu juga. Manusia
2
Keberadaan smartphone inilah yang memicu perkembangan interaksi
sosial, yakni ada bentuk baru yang terjadi dalam dimensi lain. Lebih tepatnya
interaksi pada dunia maya. Dengan adanya jaringan internet yang menunjang
kinerja smartphone dalam berkirim pesan, bentuk interaksi pun bertambah.
Selama ini kita mengenal interaksi sosial yang berlangsung secara tatap muka.
Namun, keberadaan jaringan internet dan smartphone ini akhirnya juga
membentuk interaksi sosial secara online.
Interaksi sosial secara online biasa dilakukan dengan berkirim pesan baik
itu berupa teks, audio, visual, bahkan video. Berbagai bentuk pesan dapat
dikirimkan dan diterima melalui perangkat smartphone yang terhubung dengan
jaringan internet. Dengan begitu, berada di manapun pada pengirim dan penerima
pesan akan merasa seperti berinteraksi secara langsung. Hal ini disebabkan oleh
kecepatan dalam mengirim dan menerima pesan-pesan tersebut. Jaringan internet
memungkin pengiriman pesan dengan cepat melalui sebuah ponsel.
Pengiriman pesan-pesan tersebut difasilitasi oleh aplikasi surat elektronik
seperti Yahoo, Gmail, dan lainnya. Selain itu juga dapat dikirimkan melalui
aplikasi chatting seperti BlackBerry Messanger (BBM), Whats App, Line, We
Chat, Telegram, Kakao Talk, dan lain sebagainya. Berbagai aplikasi di atas
mempermudah manusia dalam pengiriman file kerja seperti dokumen, presentasi,
3
mewadahi interaksi yang dilakukan oleh lebih dari dua orang. Hal itu disebut
sebagai grup.
Baik interaksi antar dua orang maupun grup atau kelompok, fasilitas
chatting tersebut sangat membantu manusia dalam berinteraksi meski terhalang
ruang dan waktu. Dengan itu, mereka semua dapat merasakan pembicaraan
beramai-ramai di dalam sebuah grup dunia maya tanpa harus berkumpul langsung
bertatap muka.
Namun akibat dari kemudahan-kemudahan tersebut, ada pula keganjalan
baru yang harus dihadapi oleh manusia di era internet sekarang. Terlebih lagi bagi
mereka yang menggunakan smartphone dan menggunakan jaringan internet serta
aktif di sosial media dan chatting. Ada perbedaan-perbedaan yang dirasakan
ketika berinteraksi secara langsung. Ketika interaksi dilakukan dengan bertatap
muka (langsung) maka mereka dapat melihat langsung bagaimana reaksi dari
lawan bicaranya. Tidak hanya itu, mereka juga dapat menyampaikan langsung
maksud pesan yang ingin disampaikan dengan dilengkapi intonasi bicara,
nadanya, gestur, mimik, dan lainnya. Sementara ketika berinteraksi secara online
yang didapatkan hanya isi pesannya saja. Hal lain yang menunjang dan
melengkapinya tidak didapatkan meski ada emoticon yang dianggap dapat
mewakili perasaan pengirim pesan.
Akan tetapi, emoticon hanya mewakili pesan teks, belum tentu maksud
pengirim pesan. Bahkan tanda baca pun bisa disalah artikan. Apa yang
disampaikan dengan apa yang diterima tidak dapat dijamin akan sesuai dengan
4
dikirimkan file kerja melalui email. Tapi ketika penerima pesan sedang sibuk dan
ada pekerjaan yang lain, maka dia cenderung akan membacanya dengan ketus.
Seolah-olah itu adalah sebuah perintah. Padahal belum tentu pengirim pesan
bermaksud demikian.
Tidak hanya itu, keganjalan lainnya juga ditemui oleh mereka yang biasa
berinteraksi di dunia maya kemudian pada saat bertatap muka langsung dengan
temannya, mereka hanya akan menatap monitor ponselnya masing-masing.
Melalui ponsel itulah mereka berinteraksi dengan menggunakan aplikasi chatting.
Padahal secara fisik, tubuh mereka berada saling berdekatan, saling bertatap
muka. Namun interaksi yang dilakukan terjadi di dunia maya melalui perangkat
smartphone.
Oleh karena itu, smartphone dan interaksi sosial menjadi fokus pada
penelitian ini. penulis tertarik untuk menganalisa lebih detail mengenai interaksi
sosial para pengguna smartphone pada saat bertatap langsung. Ada hal yang
menarik perhatian penulis pada interaksi mereka di dunia maya dan dunia nyata.
Dengan begitu, penulis mengangkat penelitian ini dengan judul “Smartphone dan
Interaksi Sosial Mahasiswa (Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Antropologi UNIMED)
5
Identifikasi masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Melihat interaksi sosial dikalangan mahasiswa yang sedang berkumpul
tanpa menggunakan smartphone.
2. Banyaknya mahasiswa yang ketergantungan menggunakan smartphone
saat sedang berkumpul.
3. Dampak ketergantungan smartphone yang terjadi dengan interaksi sosial
pada mahasiswa Pendidikan Antropologi.
4. Manfaat smartphone dalam interaksi sosial dikalangan mahasiswa.
5. Aplikasi yang digemari mahasiswa Pendidikan Antropologi.
1.3. Rumusan Masalah
Menghindari agar tidak terjadi kesalahan dalam pembahasan penelitian
maka diperlukan adanya suatu rumusan masalah. Sesuai dengan hal tersebut yang
menajadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Aplikasi apa yang di gemari mahasiswa dalam menggunakan smartphone
untuk berinteraksi?
2. Apa akibat yang ditimbulkan pada pemakai smartphone bagi mahasiswa
Pendidikan Antropologi?
3. Bagaimana ketergantungan mahasiswa Pendidikan Antropologi
6
1.4. Tujuan Penelitian
Berkaitan dengan masalah yang diteliti maka tujuan dilakukannya
penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui aplikasi apa saja yang di gemari pengguna smartphone
untuk berinteraksi di kalangan mahasiswa Pendidikan Antropologi.
2. Untuk mengetahui apa akibat yang ditimbulkan dari pemakaian
smartphone bagi mahasiswa Pendidikan Antropologi.
3. Untuk mengetahui bagaimana ketergantungan mahasiswa Pendidikan
Antropologi dalam menggunakan smartphone.
1.5. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan penulis dapat bermanfaat sesuai dengan
tujuan penelitian di atas. Baik secara teoritis maupun secara praktis.
1.5.1 Manfaat Teoritis
Secara teoritis, penulis mengharapakan penelitian ini dapat memberikan
7
1.5.2 Manfaat Praktis
Secara praktis penulis mengharapkan hasil penelitian ini dapat
memberikan kontribusi bagi peneliti selanjutnya dengan tema pembahasan yang
sama untuk menambah wawasan dan sebagai sumber rujukan. Selain sebagai
menambah wawasan membaca dalam pengetahuan. Penulis berharap hasil
penelitian ini bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengetahui
lebih lanjut mengenai sikap ketergantungan mahasiswa dalam menggunakan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berinteraksi menggunakan media komunikasi seperti telepon genggam
menjadi kebutuhan pada saat ini, begitu pula pada mahasiswa yang menggunakan
smartphone sebagai media berinteraksi. Perkembangannya, penggunaan
smartphone memberikan pengaruh pada aktivitas mahasiswa. Dibawah ini
merupakan simpulan dari penelitian yang telah dilakukan dengan uraian sebagai
berikut:
1. Aplikasi yang sering digunakan merupakan aplikasi media komunikasi
berbasis internet atau media sosial yaitu BlackBerry Messenger, Instagram,
Facebook dan Line. Diikuti web browser google chrome yang digunakan
mahasiswa dalam mencari bahan bacaan materi perkuliahan berikutnya
adalah aplikasi foto B612 dan Photo gird dan aplikasi game candy crush dan
subway yang sering digunakan mahasiswa.
2. Akibat yang ditimbulkan dari pemakaian smartphone pada mahasiswa yaitu
lupa waktu saat sudah asik menggunakan smartphone dan sikap memaksakan
diri untuk selalu terhubung dengan internet dengan cara menggunakan wifi,
hotspot dan menyisihkan uang khusus untuk membeli paket data.
3. Ketergantungan yang ditunjukkan mahasiswa dalam menggunakan
smartphone ditunjukkan saat mahasiswa berinteraksi langsung sesama
63
5.2 Saran
Kehadiran smartphone tidak hanya mempermudah segala aktivitas
komunikasi para penggunanya. Akan tetapi dampak dari kemudahan itu juga
terasa pada bentuk interaksi tatap muka yang biasanya dilakukan sebelum
kehadiran smartphone. Kini, dengan penggunaan smartphone mahasiswa semakin
jarang bertatap muka dan berbicara langsung. Adapun saran yang dapat penulis
berikan antara lain:
1. Beri jatah waktu dalam menggunakan smartphone setiap harinya terutama
saat sedang berada dalam kampus agar tidak ketergantungan.
2. Luangkan waktu untuk berinteraksi secara kangsung pada oarng sekitar
dimulai dari orang-orang terdekat maupun orang baru untuk menambah
relasi nyata dalam kampus.
3. Untuk menghindari bosan, biasakan diri untuk melakukan permainan
edukatif bersama teman dekat. Hal itu berfungsi untuk meningkatkan
hubungan sosial antar mahasiswa.
4. Untuk prodi Pendidikan Antropologi dan dosen dapat memberikan sanksi
tegas yang berlaku bagi mahasiswa pelanggar kontrak kuliah mengenai
larangan menggunakan handphone saat berada di kelas.
5. Para orang tua dapat mengawasi penggunaan smartphone yang berlebihan