BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Landasan Teori
2.2.3 Saham
2.2.3.1. Pengertian saham
Menurut, (Harijanto, 1997:52).Saham adalah tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas, sedangkan menurut (Darmaji, 2006:17) saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyerta atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.
Berdasarkan dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa saham adalah surat berharga yang mencantumkan kata “saham” didalamnya memiliki bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Dengan memiliki saham, maka pemilik saham tersebut berhak atas deviden dan lain – lain menurut besar kecilnya modal yang disetor.
2.2.3.2. Jenis – Jenis Saham
Menurut,(Munandar, 1996: 148-149), Saham yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan dapat digolongkan ke dalam 2 (dua) jenis saham ialah :
1). Commod Stock (saham biasa), ialah saham yang tidak memberikan sesuatu keistimewaan kepada pemiliknya.
2). Preferend Stock (saham Preferensi), ialah saham yang memberikan sesuatu keistimewaan kepada pemiliknya misalnya:
a. Dijamin memperoleh sejumlah laba dalam presentase tertentu dari nilai nominalnya, meskipun perusahaan yang bersangkutan mungkin tidak memperoleh sesuatu keuntungan.
b. Dijamin bahwa bilamana pada suatu ketika perusahaan tidak sanggup mengadakan pembagian laba, maka bagian laba tersebut dapat ditagih pada tahun – tahun berikutnya.
c. Diberikan hak veto, ialah hak membatalkan keputusan rapat pemegang saham.
d. Diberikan hak didahulukan dalam pembandingan sisa kekayaan jika perusahaan dilikuidasi.
e. Diberikan hak untuk mengembalikan saham tersebut keperusahaan yang bersangkutan dengan memperoleh pembayaran kembali uang sebesar nilai nominalnya.
3) Macam – macam Saham Preferend a. Convertible Preferred Stock
Untuk menarik minat investoryang menyukai saham biasa, beberapa saham preferend menambah bentuk di dalamnya yang memungkinkan pemegangnya untuk meukar saham ini dengan saham biasa dengan rasio penukaran yang sudah ditentuukan.
b. Callable Preferred Stock
Bentuk lain dari saham preferen adalah memberikan hak kepada perusahaan yang mengeluarkan untuk membeli kembali saham ini dari pemegang saham pada tanggal tertentu dimasa mendatang dengan nilai yang tertentu. c. Floating atau Adjustable Rate Preferred Stock
Saham preferen ini tidak membayar deviden secara tetap tetapi tingkat deviden yang di bayar tergantung dari tingkat return dari sekuritas.
4) Saham Treasuri
Saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh perusahaan untuk tidak dipensiunkan tetapi disimpan sebagai teasuri yang nantinya dapat dijual kembali.
2.2.4. Faktor - Faktor yang mempengarui harga saham
Faktor yang mempengaruhi tingkat pergerakan saham sector manufaktur yaitu faktor internal dan faktor eksternal.Faktor internal disebut juga faktor fundamental adalah faktor yang berasal dari dalam perusahaan dan dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan.Sedangkan factor eksternal yang merupakan faktr non fundamental biasanya bersifat makro seperti situasi politik dan keamanan, fluktuasi, suku bunga kenijakan ekonomi pemerintah yang berasal dari luar perusahaan.
Perubahan harga saham perusahaan memberikan indikasi terjadinya perubahaan prstasi perusahaan selama periode tertentu.Prestasi perusahaan adalah kemampuan perusahaan selama periode tertentu. Prestasi perusahaan adalah kemampuan perusahaan dalam mengolah kekayaan yang dimiliki dari sumber dana tertentu untuk menghasilkan keuntungan. Prestasi pekerjaan dapat dikaji dari kinerja keuangan perusahaan yang diolah dari laporan keuangan yang dikeluarkan secara periodik.
Dalam periode tertentu, keragaman harga saham pada umumnya mencerminkan kinerja keuangan perusahaan akan tetapi tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan, adakalanya perubahan harga saham pada periode tertentu tidak begitu mencerminkan fundamental perusahaan termasuk kinerja keuangannya. Dengan perkataan lain, pada saat itu harga saham
lebih merefleksikan perilaku determinan yang lain diluar kinerja keuangan, seperti kondisi ekonomi makro,suasana politik, kebijakan pemerintahan dalam industry dan dunia usaha atau factor tejnik yang melanda perusahaan yang bisa ikut memicu arah pergerakan harga saham.
Menurut, (Horne, 1997: 5) bahwa para pemegang saham yang tidak puas dengan kinerja manajemen dapat menjual saham yang mereka miliki dan menginvestasikan uangnya diperusahaan lain. Tindakan – tindakan tersebut jika dilakukan oleh para pemegang saham dapat mengakibatkan turunnya harga saham dipasar.
Semakin tinggi harga saham yang diperdagangkan dipasar modal menunjukan permintaan yang naik terhadap perusahaan tersebut.Naiknya permintaan saham perusahaan cukup, kuat dengan prospek jangka panjang yang baik dan sebaliknya harga saham semakin menurun bila permintaan saham tersebut turun.
Menurut, (Lestari, 2005: 3) dalam konteks teori ada 3 cara untuk melakukan analisis investasi dalam bentuk saham:
a. Analisis Fundamental
Setiap investasi saham mempunyai landasan yang kuat yang disebut nilai instrinsik yang dapat ditentukan melalui suatu analisis yang sangat hati – hati terhadap kondisi perusahaan pada saat sekarang dan prospeknya
dimasa yang akan datang. Nilai inilah yang diestimasikan oleh para pemodal kemudian dibandingkan dengan nilai pasar sekarang sehingga diketahui saham – saham yang over price maupun yang under price.
b. Analisis Teknikal
Suatu teknik analisis yang menggunakan data pasar yang dipublikasikan seperti harga saham, volume perdagangan, indeks harga saham individual dan gabungan serta factor – factor lain yang bersifat teknis.Sasaran yang ingin dicapai dari analisis ini adalah ketepatan waktu dalam memprediksi harga jagka pendek suatu saham sehingga sangat penting bagi pemodal untuk menentukan kapan saatnya suatu saham dibeli dan kapan harus dijual.
c. Analisis Portofolio
Salah satu karakteristik investasi pada sekuritas (saham) adalah kemudahan untuk membentuk portofolio investasi, artinya pemodal dapat dengan mudah menyebar investasinya pada berbagai kesempatan. Bukti empiris menunjukkan bahwa semakin banyak jenis saham yang dikumpulkan dalam keranjang portofolio maka resik kerugian saham yang satu dengan satu dapat dinetralisir oleh keuntungan yang diperoleh dari saham lain.
Sedangkan menurut,(Usman,1990: 165) pada dasarnya ada tiga jenis factor yang mempengaruhi harga saham, yaitu:
1. Informasi yang bersifat fundamental, misalnya : kemampuan manajemen perusahaan, prospek perusahaan, perkembangan teknologi, kemampuan menghasilkan keuntungan, penggunaan sumber alam, kebijakan pemerintah, mendpat kenaikan modal, bebas menjual kembali saham yang dimilikinya, mendapat deviden.
2. Faktor teknis misalnya : pekembangan kurs, keadaan pasar volume dan frekuensi transaksi, kekuatan pasar. 3. Faktor – Faktor lingkungan social, ekonomi dan
politikmisalnya: tingkat inflasi, kebijakan moneter, musim, neraca pembayaran dan APBN, kondisi ekonomi,keadaan politik.