• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.5.1 Pengertian Daya Saing

Daya saing dapat didefenisikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan pangsa pasar. Daya saing mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas UKM dan memperluas akses pasar. Hal ini akan bermuara kepada peningkatan omset penjualan dan profitabillitas usaha. Era globalisasi saat ini persaingan usaha semakin ketat dan kompetitif, hampir sebagian besar perusahaan skala besar maupun kecil berupaya untuk melakukan inovasi atau terobosan baru agar dapat bertahan dan memenangkan persaingan usaha. Sementara itu, pada usaha kecil dan menengah (UKM) yang merupakan sektor ekonomi rakyat harus melakukan langkah-langkah strategis yang efektif dan efisien sehingga hal ini menjadi terobosan yang baru dalam merebut pangsa pasar dan mampu bersaing dengan perusahaan berskala menengah dan skala besar.

Daya saing adalah tingkat produktivitas yang diartikan sebagai output yang dihasilkan oleh suatu tenaga kerja (Porter, 1990). Salah satu kunci meningkatkan daya saing tersebut adalah mendorong laju inovasi sebuah perusahaan agar bisa bersaing, baik ditingkat lokal, nasional, dan lingkungan global. Analisis persaingan UKM perlu dilakukan secara cermat dan akurat agar dapat memberikan informasi yang dibutukan untuk pengambilan keputusan yang sifatnya strategis di masa mendatang. Dengan demikian, UKM dapat dengan

kurang menguntungkan bagi kelangsungan usaha baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Menurut Sumarwan, et al. (2013) ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan analisis pesaing utama, yaitu:

1. Strategis

Dalam hal ini, sekelompok perusahaan yang melakukan strategi yang sama didalam suatu pasar tertentu dinamakan satu kelompok strategik.

2. Objectives

Secara umum dapat diasumsikan bahwa para pesaing tertarik dengan beberapa tujuan bauran seperti, current profitability, market share growth, cash flow, tecnological leadership, or service leadership. Selain itu, perusahaan juga harus memonitor rencana ekspansi para pesaing sehingga dapat diambil tindakan antisipasi kedepannya.

3. Strengths and Weakness

Dalam hal ini, guna mengevaluasi kelemahan dan kekuatan pesaing antara lain dapat dilakukan dengan mengadakan survei konsumen atau pelanggan tentang pendapat mereka mengenai beberapa atribut perusahaan pesaing, seperti kepedulian konsumen, kualitas produk, ketersediaan produk, staf penjualan dan sebagainya.

Dengan demikian, persaingan yang terjadi diantara UKM baik bidang usaha sejenis maupun berbeda menimbulkan dampak positif maupun negatif terhadap kegiatan operasional. Dampak yang ditimbulkan ini tentunya berkaitan langsung dengan kegiatan utama baik jangka pendek maupun jangak panjang.

Berikut ini ada dua dampak yang ditimbulkan dari persaingan usaha, yaitu (Sumarwan, et al., 2013):

1. Dampak positif, dari persaingan pasar antara lain:

a. Terjadinya peningkatan kualitas produk.

b. Lebih terjaminnya ketersediaan produk.

c. Meningkatan kualitas sumber daya manusia.

d. Terjadinya kewajaran harga karena efisiensi.

e. Meningkatkan kualitas korporasi yang terseleksi secara alami.

f. Meningkatkan teknologi.

2. Dampak negatif dari persaingan pasar antara lain:

a. Kemungkinan terjadinya pelanggaran etika bisnis.

b. Kesulitan tumbuhnya bisnis pemula.

c. Daya serap tenaga kerja yang terbatas karena jumlah perusahaan masih sedikit.

d. Terjadinya perang harga yang merugikan bagi semua pesaing.

e. Dapat menghasilkan bisnis monopoli dalam persaingan yang liar.

Keunggulan bersaing merupakan strategi keuntungan dari pengusaha yang melakukan kerjasama untuk berkompetisi lebih efektif dalam pasar. Strategi yang didesain bertujuan untuk mencapai keunggulan bersaing yang terus menerus agar UKM dapat terus menjadi pemimpin pasar (Prakosa, 2005). UKM mengalami keunggulan bersaing ketika tindakan-tindakan dalam suatu industri atau pasar menciptakan nilai ekonomi dan ketika beberapa UKM yang bersaing terlibat dalam tindakan serupa. Menurut David ( dalam Djodjobo & Tawas, 2014),

persaingan antara perusahaaan mengalami peningkatan dalam kondisi:

1. Banyaknya usaha yang bersaing.

2. Ukuran serupa dari usaha yang bersaing.

3. Kapabilitas yang serupa dari usaha yang bersaing.

4. Penurunan permintaan produk industri.

5. Turunnya harga produk/ jasa di industri.

6. Ketika konsumen dapat beralih merek dengan mudah.

7. Ketika hambatan untuk meninggalkan pasar tinggi.

8. Ketika hambatan untuk memasuki pasar rendah.

9. Ketika biaya tetap tinggi di antara perusahaan yang bersaing.

10. Saat produk dapat dihancurkan.

11. Ketika saingan memiliki kelebihan kapasitas.

12. Ketika permintaan konsumen turun.

13. Ketika saingan memiliki kelebihan persediaan.

14. Ketika saingan menjual produk / jasa serupa.

15. Ketika merger menjadi hal umum di industri.

2.5.2 Dimensi Daya Saing

Dimensi daya saing suatu perusahaan yang dikemukakan oleh Muhardi (2007) terdiri dari 4 (empat) dimensi, yaitu:

1. Biaya adalah dimensi daya saing operasi yang meliputi 4 (empat) indikator yaitu biaya produksi, produktivitas tenaga kerja, penggunaan kapasitas, produksi, dan persediaan. Unsur daya saing yang terdiri dari biaya merupakan modal yang mutlak dimiliki oleh suatu perusahaan yang mencakup

pembiayaan produksinya, produktivitas tenaga kerjanya, pemanfaatan kapasitas produksi perusahaan dan adanya cadangan produksi ( persediaan ) yang sewaktu – waktu dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk menunjang kelancaran perusahaan tersebut.

2. Kualitas seperti yang dimaksudkan oleh Muhardi adalah merupakan dimensi daya saing yang juga sangat penting , yaitu meliputi berbagai indikator diantaranya tampilan produk, jangka waktu penerimaan produk, daya tahan produk, kecepatan penyelesaian keluhan konsumen, dan kesesuaian produk terhadap spesifikasi desain. Tampilan produk dapat tercermin dari desain produk atau layanannya, tampilan produk yang baik adalah yang memiliki desain sederhana namun mempunyai nilai yang tinggi. Jangka waktu penerimaan produk dimaksudkan dengan lamanya umur produk dapat diterima oleh pasar, semakin lama umur produk di pasar menunjukkan kualitas produk tersebut semakin baik. Adapun daya tahan produk dapat diukur dari umur ekonomis penggunaan produk.

3. Waktu penyampaian merupakan dimensi daya saing yang meliputi berbagai indikator diantaranya ketepatan waktu produksi, pengurangan waktu tunggu produksi, dan ketepatan waktu penyampaian produk. Ketiga indikator tersebut berkaitan, ketepatan waktu penyampaian produk dapat dipengaruhi oleh ketepatan waktu produksi dan lamanya waktu tunggu produksi.

4. Adapun fleksibilitas merupakan dimensi daya saing operasi yang meliputi berbagai indikator diantaranya macam produk yang dihasilkan, kecepatan menyesuaikan dengan kepentingan lingkungan.

Dokumen terkait