• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Saluran Pemasaran Lada

Saluran pemasaran komoditas lada merupakan suatu perpindahan produk dari tangan produsen hingga konsumen akhir. Aliran pemasara lada di Desa Baruga Kecamata Towuti Kabupaten Luwu Timur diketahui dengan melihat arus pemasaran lada tersebut dimulai dari produsen hingga sampai ke konsumen akhir, dalam aktivitas pemasaran peran lemabaga pemasaran atau pedagang perantara yang memiliki peran cukup penting dalam menyalurkan produk. Panjang pendeknya saluran pemasaran suatu produk, ditandai dengan banyaknya saluran pemasaran yang dilalui oleh produk tersebut mulai dari produsen hingga ke konsumen akhir.

Dalam suatu kegiatan pemasaran terdapat lembaga pemasaran yang menghubungkan semua stakeholder dari produsen ke konsumen akhir dalam

30 menyampaikan hasil produksi, terdapat satu saluran pemasaran di Desa Baruga Kecamatan Towuti, yaitu:

1.

Gambar 2. Saluran Pemasaran lada Di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur

Pada gambar 2 pada saluran pemasaran ini hanya menggunakan pola satu saluran pemasaran yang berawal produsen - pedagang pengepul - pedagang besar. Pada alur saluran pemasaran berawal dari hulu hingga ke hilir dimana produsen sebagai sumber pemasok produk lada yang berada di Desa Baruga di dalam proses pemasaran produk, produsen menghubungi pedagang pengepul yang berda di Kecamatan Towuti akan ketersediaan hasil panen yang mana transaksi harga dan barang berlangsung di tempat produsen pada pengambilan produk harga lada sebesar Rp. 74.000/kg setelah transaksi pembelian produk maka produk akan di angkut ke gudang pedagang pengepul yang berada di Kecamatan Towuti sebelum akan di salurkan lagi ke pedagang besar. Dalam pengambilan produk pedagang besar yang berada di wilayah Kota Makassar melakukan pembelian produk dengan cara menghubungi pedagang pengepul terkait ketersedian produknya dalam bentuk jumlah lalu kesepakatan akan tercipta bilamana berat produk dan biaya transportasi sudah di sepakati antara stakeholder maka akan didapatkan harga sebesar Rp.78.000/kg dengan metode pembayaran transfer (non tunai).

Produsen Pedagang Pengepul Pedagang Besar

31 5.3 Mekanisme Aliran Produk, Aliran Keuangan dan Aliran Informasi Dalam Saluran Pemasaran Komoditas lada di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur.

Dalam saluran pemasaran komoditas lada di Desa Baruga menggambarkan aliran produk, aliran keuangan dan aliran informasi dapat dilihat pada gambar 1 sebagai berikut:

Keterangan: = Aliran Produk Lada

= Aliran Keuangan

= Aliran Informasi

Gambar 3. Mekanisme Aliran Produk, Aliran Keuangan dan Aliran Informasi Pada Saluran Pemasaran Komoditas Lada di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur

Pada gambar 3 Aliran produk di wilayah Desa Baruga dalam saluran pemasaran yaitu: petani (produsen) di Desa Baruga yang memproduksi lada

selanjutnya dijual kepada pedagang pengepul di Kecamatan Towuti lalu ke pedagang besar kemudian dari pedagang besar ke pedagang pengecer hingga

sampai kepada konsumen.

1. Aliran Produk

Aliran produk lada yaitu dari produsen sampai konsumen melalui saluran pemasaran produk lada dimana produk mengalir dari hulu ke hilir dimulai dari pemasok berperan sebagai produsen yang menjual produk lada ke pedagang pengepul dengan sistem pengambilan langsung. Setelah pedagang pengepul produk lada akan dikirim ke gudang pedagang besar dimana pedagang pengecer

Produsen Pedagang Pengepul Pedagang Besar

32 akan melakukan transaksi untuk mendapatkan produk lada hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen.

2. Aliran Keuangan

Aliran keuangan pada saluran pemasaran lada di Desa Baruga mengalir dari hilir ke hulu dengan metode pembayaran yang dilakukan yaitu sistem tunai (cash) dan sistem transfer melalui bank. Dalam aliran keuangan ini konsumen ke pengecer menggunakan metode tunai (cash) atau langsung, dan dari pedagang pengecer ke pedagang besar menggunakan metode pembayaran transfer bank, pada pedagang besar ke pedagang pengepul menggunakan sistem transfer bank, sedangkan di pedagang pengepul menggunakan sistem tunai (cash).

Untuk mendapatkan lada pedagang pengepul membeli produk dari produsen lada dengan harga Rp.74.000/kg secara tunai setelah membeli produk lada kemudian memindahkannya ke dalam karung ukuran 50 kg dan menyimpan produk lada di gudang sebelum didistribusikan. Pedagang besar membeli produk dari pedagang pengepul dengan harga Rp.78.000/kg.

3. Aliran Informasi

Aliran distribusi informasi merupakan komponen yang sangat penting untuk diperhatikan guna mencapai tujuan dari saluran pemasaran. Distribusi yang baik diantara semua pelaku aliran dapat menciptakaan suatu hubungan yang baik apabila transparansi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan komitmen dalam menjalankan hubungan kerja sama. Aliran informasi harus dikelola dengan baik secara bersama untuk menghindari ketidak selarasan. Aliran informasi dalam saluran pemasaran terdiri dari informasi ketersediaan produk,

33 kebutuhan produk dan harga dari produk yang meliputi skema saluran sasaran akhir (konsumen). Informasi yang diperoleh dari pedagang meliputi informasi terhadap perubahan permintaan kualitas produk dan kuantitas produk Penyampaian informasi berlangsung pada saat pembelian produk dari produsen.

Informasi pasar sangat penting terutama dari konsumen akhir yang menyangkut standar kualitas produk. Bentuk informasi yang diperoleh dari pedagang besar ke pedagang pengepul yaitu informasi terhadap perubahan harga dan perubahan kuantitas permintaan. Informasi terhadap perubahan harga sangat penting bagi pedagang pengepul untuk pembelian produk lada di produsen, kemudian untuk produsen informasi yang diberikan oleh pedagang pengepul berupa perubahan harga. Aliran informasi pada saluran pemasaran produk lada dapat dikategorikan lancar dengan jenis informasi bersifat keselarasan (berimbang). Aliran informasi pada pedagang Pengepul dan pedagang besar sudah berjalan dengan lancar karena aliran informasi antara semua stakeholder yang terkait baik dengan jumlah dari permintaan konsumen maupun terhadap jumlah ketersediaan produk, kebutuhan produk dan harga di pasaran pada semua stakeholder yang terkait baik berada hulu atau hilir dan sebaliknya setiap pelaku saluran yang terlibat dalam saluran pemasaran telah mendapatkan informasi.

34 VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian yang telah di uraikan maka di peroleh kesimpulan sebagai berikut:

1. Saluran pemasaran lada yang terjadi di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur memiliki satu saluran pemasaran yang digunakan oleh responden (petani) yaitu: produsen - pedagang pengepul - pedagang besar.

2. aliran produk mengalir dari hulu sampai hilir menjelaskan pedagang pengepul dengan sistem pemasaran pengambilan langsung sedangkan pada pedagang besar dan pedagang pengecer dengan sistem pengiriman barang. Aliran keuangan mengalir dari hilir ke hulu dan menggunakan sistem pembayaran transaksi chas dan transfer. Sedangkan aliran informasi mengalir melalui kepercayaan dan kerjasama yang baik antara semua stakeholder dari pihak produsen - pedagang pengepul - pedagang besar.

6.2. Saran

Adapun saran penelitian ini adalah:

1. Kepada pihak instansi yang terkait agar memperhatikan penyaluran hasil panen petani lada agar dapat tercipta kesejahteraan petani lada di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur.

2. Diharapkan bagi pemerintah untuk mengoptimalkan stabilitas harga pada petani lada di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur.

35 DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Thamrin dan Francis Tantri. 2012. Manajemen Pemasaran. Depok: PT Raja Grafindo Persada

Budiman Evander. (2013). Evaluasi Kinerja Supply Chain Pada UD. Maju Jaya di Desa Tiwoho Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal EMBA. ISSN

2303-1174. Vol.1 No.4 Desember 2013, Hal. 443-452.

Bahrudin, R. (2018). Analisis saluran pemasaran lada putih (muntok white pepper) di Desa Bakam Kecamatan Bakam Kabupaten Bangka (Doctoral dissertation, Universitas Bangka Belitung).

Direktorat Jendral Perkebunan, (2020). Jumlah Prduksi Tanaman Lada Indonesia Daud, S., Boekoesoe, Y., & Saleh, Y. (2018). Analisis Pemasaran Cabai Rawit Di Desa Sosial Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo. Agrinesia:

Jurnal Ilmiah Agribisnis, 2(3), 232-241.

Firdaus, Muhammad.2008. Manajemen Agribisnis. Jakarta: Bumi Aksara

Kolter, & Amstrong, (2004). Dasar-Dasar Pemasaran. Eid ke-9. Jakarta: PT.

Indek kelompok Gramedia.

Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Prenhallindo.

Kotler dan Philip. (2011). Manajemen Pemasaran di Indonesia (edisi 1). Jakarta:

Salemba Empat.

Krisnadi, E., Soetoro, S., & Ramdan, M. (2017). Analisis Pemasaran Lada Perdu. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 1(2), 103-108.

Kurnia, R., Rusman, Y., & Hardiyanto, T. (2017). Analisis Saluran Pemasaran Kedelai (Studi Kasus Pada Kelompoktani Munding Bule Di Desa Langkapsari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 3(2), 256-265.

Mardian, Novira Kusrini, dan Maswadi. (2011). Analisis Rantai Nilai (value chain) pada Komoditas Lada di Desa Trigadu Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Penelitian Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Pontianak.

36 Mediatani. (2015). Cara Sukses Menanam Lada Dengan Mudah. http://

mediatani.com/cara-sukses-menanam-lada/. Diakses tanggal 26 Maret 2019.

Meitasari, Y. 2011. Studi Tata Niaga Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) di Kota Samarinda. Jurnal Agribisnis, Vol. 8 (2): 48 – 56. https://

agribisnisfpumjurnal.files.wordpress.com/2012/03/jurnal-vol-8-no-2- yenni.pdf (diakses pada 30 Mei 2016).

Miles, Matthew B., A. Michael Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif: buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Terj. Tjetjep Rohendi Rohadi.

Jakarta: UI Press.

Sarpian, T. (2004). Lada: Mempercepat Berbuah, Meningkatkan Produksi, Memperpanjang Umur. Penebar Swadaya. Jakarta. 1-2 hal.

Saladin, Djaslim, 2002. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Penerbit Linda Karya Bandung.

Setiawan, Rangga; Susilowati, Dwi; Sudjoni, M. N., (2020). Analisis Efisiensi Pemasaran Cabai Merah Di Desa Jetak Ngasri Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis 8.3.

Tri. Nofianto., 2015. Analisis Tata Niaga Kubis (Brassica Oleraceae) Di Desa Deles Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Vol. 11 No.1 Hal 23-24 Tjitrosoepomo, G. (1994). Morfologi Tumbuhan. Gajah Mada. University Press.

Yogyakarta. 25-26 hal.

Wiartha, I Made, (2006). Metodologi Penilitian Sosial Ekonomi, Penerbit Andi.

Yogyakarta.

Wulandari, D., Qurniati, R., & Herwanti, S. (2018). Efisiensi Pemasaran Durian (Durio Zibethinus) di Desa Wisata Durian Kelurahan Sumber Agung (Durian Marketing Efficiency in Durian Tourism Village in Sumber Agung). Jurnal Sylva Lestari, 6(2), 68-76.

Whardani, H., Sudrajat, I. S., & Widiatmi, S. (2019). Analisis pemasaran lada putih (Piper Nigrum) di Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur.

39

L A M

P

I

R

A

N

40 Lampiran 1. Kuisioner Penelitian Petani Lada

KUISIONER PENELITIAN

1. Identitas responden a. Nama Petani :

b. Umur petani : tahun c. Pendidikan :

d. Tanggungan keluarga : jiwa e. Luas lahan : Hektar f. Pengalaman bertani : tahun 2. Pertanyaan petani lada

a. Berapa Kg hasil produksi lada permusim?

b. Berapa harga 1 Kg lada yang Bapak/Ibu jual?

c. Apakah Bapak/ibu yang mendatangi pedagang atau pedagang yang mendatangi Bapak/ibu?

d. Dari mana informasi mengenai harga yang diperoleh?

e. Bagaimana proses penjualan lada yang Bapak/ibu Lakukan?

f. Jenis pembayaran seperti apa yang yang Bapak/ibu gunakan?

41 Lampiran 2. Kuisioner Penelitian Pedagang Lada

1. Identitas responden a. Nama pedagang :

b. Umur pedagang : tahun c. Pendidikan :

d. Tanggungan Keluarga : jiwa e. Jenis pedagang :

f. Pengalaman berdagang : tahun 2. Pertanyaan Pedagang Lada

a. Berapa harga beli lada Bapak/ibu?

b. Berapa harga jual lada Bapak/ibu?

c. Lada dibeli dari mana?

Aktor Jumlah (Kg) Harga (Rp) Total

d. Lada di jual kemana?

Aktor Jumlah (Kg) Harga (Rp) Total

e. Dari mana informasi harga yang diperoleh?

f. Bagaimaan sifat pembelian produk yang dilakukan? (borongan/bertahap)?

g. Bagaimana cara membeli lada apakah Bapak/ibu datang langsung ke petani atau melalui perantara pedagang lain?

42 Lampiran 3. Identitas Responden Petani Lada di Desa Baruga Kecamatan Towuti

Kabupaten Luwu Timur

43 Lampiran 4. Identitas Responden Pedagang Pengepul di Desa Baruga Kecamatan

Towuti Kabupaten Luwu Timur No. Nama Jenis

kelamin Umur Tanggungan

Keluarga Pendidikan Lama Berdagang

1. Iwan L 35 2 SD 6

2. Safaruddin L 41 5 SMA 7

3. Sahar L 29 2 SMA 5

Lampiran 5. Identitas Responden Pedagang Besar di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur

No. Nama Jenis kelamin

Umur (tahun)

Tanggungan

Keluarga Pendidikan Lama Berdagang

1. Hj. Ani P 47 4 SMA 7

2. Munir L 37 2 SMP 5

44 Lampiran 6. Luas lahan pada petani lada di Desa Baruga Kecamatan Towuti

Kabupaten Luwu Timur

No. Nama Responden Luas lahan (ha)

45 Lampiran 7. Peta Lokasi Penelitian

46 Lampiran 8. Dokumentasi Penelitian

Gambar 1. Wawancara Dengan Responden Petani.

Gambar 2. Wawancara Dengan Responden Petani.

47 Gambar 3. Wawancara dengan responden pedagang pengepul.

Gambar 4. Proses pengukuran berat lada petani di pedagang pengepul.

48 Gambar 5. Lada yang siap diangkut ke pedagang besar.

Gambar 6. Pengangkutan lada dari pedagang pengepul ke pedagang besar.

49 Lampiran 9. Surat izin penelitian

50

51

52

53

54

55

56

57 RIWAYAT HIDUP

Rama Permana S, lahir di Desa Ledu-Ledu Kecamatan Wasuponda Kabupaten Luwu Timur pada tanggal 02 Desember 1997 dari Ayah Sabrum dan Ibu Hasriani dan merupakan anak ke 2 dari 5 bersaudara.

Penulis mengawali pendidikan formal di SDN 251 Pae-Pae pada tahun 2004 dan lulus pada tahun 2010 lalu melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Wasuponda dan lulus pada tahun 2013.

Kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Wasuponda dan lulus pada tahun 2016, Pada tahun yang sama penulis terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis.

Selama mengikuti perkuliahan penulis juga aktif organisasi baik internal kampus yakni sebagai Sekretaris Umum Ukm Lpm Corong periode 2019-2020, dan eksternal kampus yakni Ipma Lutim dan Kapatra Makassar.

Tugas akhir dalam pendidikan tinggi atau proses perkuliahan di selesaikan dengan menulis skripsi dimana penulis memilih mengangkat judul skripsi yaitu

“Saluran Pemasaran Komoditas Lada di Desa Baruga Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur”.

Dokumen terkait