BAB III METODE PENELITIAN
3.3. Populasi Sampel, Teknik Sampling
3.3.2 Sampel dan Metode Pengambilan Sampel
Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki karakteristik sama dengan populasi (Azwar, 2011). Menurut Azwar (2010) secara tradisional statistik menganggap bahwa jumlah sampel lebih dari 60 orang sudah cukup banyak. Sehingga peneliti akan menggunakan sampel sebanyak 360 sampel.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling, dengan sampling purposive. Sugiyono (2012) mengatakan sampling purposive adalah penentuan sampel berdasarkan ciri tertentu. Adapun ciri-ciri dari sampel adalah pernah memakan bolu Medan Napoleon.
3.4. Metode Pengumpulan Data 3.4.1. Skala Kepuasan Konsumen
Metode pengumpulan data untuk variabel kepuasan konsumen adalah dengan menggunakan skala yang dirancang oleh peneliti berdasarkan teori Kotler (2002) yang terdiri dari lima dimensi yaitu expectation (harapan), performance (kinerja), comparisme (kesesuaian), confirmation atau disconfirmation (penegasan), Discrepancy (ketidak-sesuain). Skala tersebut merupakan Skala Likert yang terdiri dari 25 item yang berisikan 13 aitem favorabel dan 12 aitem unfavorabel. Skala tersebut merupakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban, yaitu STS (Sangat tidak setuju), TS (Tidak Setuju), N (Netral), S (Setuju), dan SS (Sangat Setuju). Nilai dari setiap pilihan akan bergerak dari angka 1 sampai 5.
Tabel 1. Blue Print Skala Kepuasan Konsumen
No. Dimensi Kualitas Makanan Aitem
1 Expectation 1,6,11,16,21
2 Performance 2,7,12,17,22
3 Comparisme 3,8,13,18,23
4 Confirmation atau Disconfirmation 4,9,14,19,24
5 Discrepancy 5,10,15,20,25
3.4.2. Skala Kualitas Produk Makanan
Metode pengumpulan data untuk variabel kualitas makanan adalah dengan menggunakan skala yang dirancang oleh peneliti berdasarkan teori
Garvin (Durianto, 2004) yang terdiri dari enam dimensi yaitu Performance, Reliability, Feature, Durability, Conformance, Design. Skala tersebut merupakan Skala Likert yang terdiri dari 30 item yang berisikan 25 aitem favorabel dan 5 aitem unfavorabel. Skala tersebut merupakan skala likert dengan 5 pilihan jawaban, yaitu STS (Sangat tidak setuju), TS (Tidak Setuju), N (Netral), S (Setuju), dan SS (Sangat Setuju). Nilai dari setiap pilihan akan bergerak dari angka 1 sampai 5.
Tabel 2. Blue Print Skala Kualitas Makanan
No. Dimensi Kualitas Makanan Aitem
1 Performance 1, 2, 3, 4, 5
2 Reliability 6,7,8,9,10
3 Feature 11,12,13,14,15
4 Durability 16,17,18,19,20
5 Conformance 21,22,23,24,25
6 Design 26,27,28,29,30
3.5. Uji Coba Alat Ukur
3.5.1. Uji Validitas Alat Ukur
Validitas alat ukur adalah sejauh mana skala tersebut dapat menghasilkan data yang akurat dan cermat sesuai dengan tujuan ukurnya. Suatu instrumen pengukuran memiliki validitas yangtinggi jika alat ukur tersebut menghasilkan data yang relevan dengan tujuan pengukuran (Azwar, 2012).
Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Validitas isi mengukur sejauh mana aitem yang terdapat di alat tes dapat mencakup seluruh objek yang hendak diukur. Pengujian validitas ini dengan menggunakan analisis profesional judgment dari dosen pembimbing dan pihak-pihak yang ahli dibidang tersebut.
3.5.2. Daya Diskriminasi Item
Daya diskriminasi aitem adalah analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana aitem mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan yang tidak memiliki atribut yang diukur (Azwar, 2003).
Pengujian daya diskriminasi aitem dilakukan dengan komputasi koefisien korelasi antara distribusi skor pada setiap aitem dengan suatu kriteria yang relevan, yaitu skor total tes itu sendiri dengan menggunakan koefisien korelasi Pearson Product Moment yang akan dianalisis dengan bantuan komputerisasi SPSS 17.0 for Windows. Menurut Azwar (2012) prosedur pengujian ini nantinya akan menghasilkan koefisien korelasi aitem total yang dikenal dengan indeks daya beda aitem.
Kriteria pemilihan aitem berdasarkan korelasi aitem-total menggunakan batasan 0,30 hal tersebut dikarenakan apabila daya diskriminasi sama dengan atau lebih besar dari 0,30 namun aitem yang lolos ternyata masih tidak mencukupi jumlah yang diinginkan, peneliti dapat mempertimbangkan untuk menurunkan sedikit batas kriteria 0,30 menjadi 0,25 (Azwar, 2008)
3.5.3. Uji Realibitas Alat Ukur
Reliabilitas adalah sejauh mana hasil yang diperoleh dari suatu pengukuran dapat dipercaya.Menurut Azwar (2012) Ciri alat ukur yang berkualitas baik adalah alat ukur yang reliabel dan mampu menghasilkan skor yang cermat dengan tingkat eror yang kecil. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Single Trial Administration yang akan menghasilkan estimasi internal consistency (Azwar, 2012). Internal Consistency dilakukan dengan mencobakan instrumen sekali lalu hasilnya akan di analisis dengan menggunakan teknik tertentu (Sugiyono, 2012). Teknik yang digunakan dalam penelitan ini adalah koefisen Alpha Chronbach dengan menggunakan SPSS 17.0 for Windows
3.6. Hasil Uji Coba Alat Ukur
Uji coba skala kepuasan konsumen dilakukan pada 60 responden. Tujuan dilakukan uji coba ini untuk mengetahui kualitas setiap aitem. Pada hasil data uji coba diperoleh koefisien alpha keseluruahn aitem sebesar 0.809, sedangkan daya beda aitem yang telah di tentukan sebelumnya sebesar (rix > 0,30). Namun dalam lapangannya, peneliti menemukan bahwa aitem yang di nyatakan tidak lulus sangat banyak dan tidak dapat mewakili tiap-tiap dimensi. Oleh karna itu peneliti menurunkan daya beda aitem menjadi (rix > 0,27) sehingga ditemukan sebanyak 10 aitem pada kepuasan konsumen dan 14 aitem pada kualitas produk yang tidak memenuhi batasan tersebut, sehingga dinyatakan gugur. Sisanya, sebanyak 15 aitem
yang terdapat dalam kepuasan konsumen dan 16 aitem pada kualitas produk tersebut dinyatakan lulus uji beda aitem. Distribusi aitem-aitem hasil uji coba skala kepuasan konsumen dan kualitas produk akan dijelaskan pada 2 tabel berikut.
Tabel 3. Blue Print Skala Kepuasan Konsumen Setelah Uji Coba
No Dimensi Indikator Aitem Total
1 Expectation Harapan sebelum membeli produk
1,6,11,16,21 5
2 Performance
Produk makanan memenuhi kebutuhan konsumen
2,7,12,17,22 5 Produk makanan memiliki manfaat bagi
konsumen
3 Comparisme
Produk bekerja sesuai apa yang di inginkan
3,8,13,18,23 5
Konsumen mempunyai harapan sebelum dan setelah pengkonsumsian
4,9,14,19,24 5
5 Discrepancy
Harapan konsumen tidak sesuai dengan fakta lapangan
5,10,15,20,25 5
Total 25
Keterangan tabel 3: nomor aitem yang dicetak tebal merupakan aitem yang gugur.
Pada table skala kepuasan konsumen di atas terdapat 10 aitem yang gugur yaitu aitem 1, 4, 5, 6, 16, 19, 20, 22, 24, 25. Setelah 10 aitem tersebut dibuang, maka didapat koefisien alpha keseluruhan aitem 0.809 dengan indeks daya beda aitem bergerak dari rix =0.280 sampai rix =0.637 sehingga jumlah aitem yang dapat digunakan sebanyak 15 aitem.
Tabel 4. Blue Print Kualitas Produk Setelah Uji Coba
No Dimensi Indikator Aitem Total
1 Performance
Produk makanan yang di sajikan sesuai
keingininan konsumen 26,27,28,29,30 5
2 Reliability
Produk Medan Napoleon dapat menjadi
oleh-oleh kota Medan 31,32,33,34,35 5
3 Feature Ciri khas produk Medan Napoleon 36,37,38,39,40 5 4 Durability Daya tahan produk Medan Napoleon 41,42,43,44,45 5
5 Conformance Rasa yang konsisten 46,47,48,49,50 5
6 Design Bentuk produk makanan 51,52,53,54,55 5
Total 30
Keterangan table 4: nomor aitem yang dicetak tebal merupakan aitem yang gugur.
Pada table kualitas produk di atas terdapat 14 aitem yang gugur yaitu 26, 29, 30, 35, 36, 38, 43, 44, 45, 48, 49, 50, 52, 54. Setelah 14 aitem tersebut dibuang, maka didapat koefisien alpha keseluruhan aitem 0.809 dengan indeks daya beda aitem bergerak dari rix = 0.272 sampai rix = 0.590 sehingga jumlah aitem yang dapat digunakan sebanyak 16 aitem.
Setelah mendapatkan hasil dari uji coba kepuasan konsumen dan kualitas produk, maka peneliti melakukan penomoran kembali pada beberapa aitem untuk digunakan dalam penelitian seperti yang terdapat pada tabel 5 dan 6.
Tabel 5. Blue Print Skala Kepuasan Konsumen Yang Dipakai Dalam Penelitian Produk makanan memiliki manfaat bagi
konsumen
3 Comparisme
Produk bekerja sesuai apa yang di inginkan
7,8,9,10,11 5
Konsumen mempunyai harapan sebelum dan setelah pengkonsumsian
12,13 2
5 Discrepancy
Harapan konsumen tidak sesuai dengan fakta
lapangan 14,15 2
Total 15
Tabel 6. Blue Print Kualitas Produk Yang Dipakai Dalam Penelitian
No Dimensi Indikator Aitem Total
1 Performance
Produk makanan yang di sajikan sesuai
keingininan konsumen 16,17, 2
2 Reliability
Rasa yang di berikan oleh Medan
Napoleon 18,19,20,21 4
3 Feature Ciri khas produk Medan Napoleon 22,23,24 3
4 Durability Daya tahan produk Medan Napoleon 25,26 2
5 Conformance Rasa yang konsisten 27,28 2
6 Design Bentuk produk makanan 29,30,31 3
Total 16
3.7. Metode Analisa Data
Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh variable kualitas makanan terhadap kepuasan konsumen, sehingga metode analisis data yang akan digunakan
adalah analisis regresi sederhana. Regresi sederhana adalah metode untuk melihat pengaruh dari independent variabel yang berjumlah lebih dari satu terhadap dependent variable (Sugiyono, 2012). Analisis data akan dilakukan dengan aplikasi SPSS 17.0 for Windows. Namun sebelum menganalisis data terlebih dahulu dilakukan uji asumsi terhadap variabel-variabel penelitian, yaitu:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian kedua variabel terdistribusi secara normal. Uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows.
2. Uji Linieritas
Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel. Asumsi ini menyatakan bahwa hubungan antar variabel yang hendak dianalisis itu mengikuti garis lurus. Jadi peningkatan atau penurunan kuantitas di satu variabel, akan diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas di variabel lainnya. Uji linieritas dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 17.0 for Windows.
BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi mengenai gambaran umum subjek penelitian dan hasil penelitian secara keseluruhan sesuai dengan data yang telah diperoleh. Uraian tersebut juga sesuai dengan pertanyaan penelitian yang akan dijawab pada penelitian ini.
4.1. Gambaran Umum Subjek Penelitian
Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat kota medan yang pernah mengkonsumsi Medan Napoleon sebanyak 360 subjek. Sebelum melakukan analisa data, peneliti akan menguraikan gambaran subjek penelitian berdasarkan usia, jenis kelamin, dan waktu terakhir mengkonsumsi Medan Napoleon.
4.1.1. Gambaran Konsumen Berdasarkan Usia
Berdasarkan usia, subjek penelitian dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan umur subjek yang mengisi skala. Deskripsi subjek berdasarkan usia terlihat pada tabel 7 di bawah ini :
Tabel 7. Gambaran Subjek Berdasarkan Usia
Usia (Tahun) Jumlah (N) Persentase (%)
11 – 20 189 52.6
20 - 40 tahun 171 47.4
Total 360 100
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa subjek penelitian yang berusia 11 – 20 tahun atau remaja berjumlah 189 (52.6%) subjek sedangkan yang berumur dalam rentang 20 – 40 tahun atau dewasa awal berjumlah 169 (47.4%).
4.1.2. Gambaran Konsumen Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan jenis kelamin, subjek penelitian dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pria dan wanita. Deskripsi subjek berdasarkan jenis kelamin terlihat pada tabel 10 di bawah ini:
Tabel 8. Gambaran Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah (N) Persentase (%)
Pria 91 25.2
Wanita 267 74.1
Total 360 100
Berdasarkan tabel 8 di atas, dapat diketahui bahwa jumlah subjek penelitian yang berjenis kelamin wanita lebih banyak daripada subjek yang berjenis kelamin pria. Hal ini dapat dilihat melalui jumlah subjek berjenis kelamin wanita sebanyak 267 orang (74.1 %), sedangkan subjek yang berjenis kelamin pria sebanyak 91 orang (25,2%).
4.2. Hasil Penelitian 4.2.1. Hasil Uji Asumsi
Sebelum melakukan analisa data, ada beberapa uji asumsi yang harus dipenuhi. Uji asumsi yang dilakukan adalah uji normalitas, uji linearitas. Uji asumsi dilakukan dengan bantuan SPSS 17.0 for Windows.
4.2.1.1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah setiap variabel penelitian telah menyebar secara normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Kolmogorov Smirnov. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel 10 berikut.
Table 10. Uji Normalitas
Variabel Nilai P Keterangan
Kualitas Produk 0,083 Normal
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, hasil pengujian one-sample komogorov-Smirnov Test menghasilkan Asymptotic Significance ≥ 0,05 yaitu 0,083. Berdasarkan uji di atas maka dapat di simpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi kenormalan.
4.2.1.2. Uji Liniearitas
Uji liniearitas dilakukan dengan menggunakan test for linearity. Menurut Gudono (2011) uji liniearitas dilakukan untuk mengetahui apakah variabel penelitian memiliki hubungan linier atau tidak, jika p > 0,05 pada deviation for linearity maka dapat dikatakan variabel memiliki hubungan linier. Hasil uji liniearitas dapat dilihat pada tabel 11 berikut.
Table 11. Uji Liniearitas
Variabel Signifikan (p) Keterangan
Kualitas Produk 0,142 Linear
Berdasarkan data tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai p pada variable kepuasan konsumen 0,142 > 0,05 sehingga dapat di simpulkan bahwa variable dalam penelitian ini memiliki hubungan yang linier dengan Kepuasan Konsumen
4.3. Hasil Utama Penelitian
Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis regresi sederhana untuk melihat pengaruh dimensi Kualitas Produk Makanan dengan Kepuasan Konsumen. Analisis regresi sederhana dilakukan dengan bantuan SPSS 17.0 for Windows. Adapun hasil dari analisis regresi sederhana dapat dilihat pada tabel 12.
Tabel 12. Hasil Analisis Regresi Sederhana
Model R R
Berdasarkan tabel 12 diperoleh nilai F= 562,384 dengan nilai signifikan = 0,00 < 0,05. Oleh karena itu dapat di ambil kesimpulan bahwa secara umum ada pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen.
Koefisien determinasi (Adjusted R Square) yang diperoleh adalah 0,610, maka diketahui besarnya pengaruh kualitas produk makanan terhadap kepuasan
konsumen secara umum sebesar 61%. Adapun sisanya sebesar 39% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan kata lain besar variabilitas kepuasan konsumen yang dapat diterangkan dengan menggunakan dimensi kualitas produk makanan adalah sebesar 61%. Sedangkan 39% variabilitas kepuasan konsumen dapat diterangkan oleh faktor-faktor lain diluar dipenelitian ini
4.4. Kategorisasi Skor Penelitian
Ada beberapa hasil tambahan dalam penelitian ini yang diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian. Adapun tambahan tersebut adalah gambaran kualitas produk makanan dengan kepuasan konsumen pada produk makanan Medan Napoleon. Gambaran tersebut di peroleh dengan perhitungan statistik dengan perintah descriptive pada SPSS 17.0 for Windows.
4.4.1. Kategorisasi skor kualitas produk makanan pada produk Medan Napoleon Kategorisasi skor skala kualitas produk makanan pada produk Medan Napoleon dapat diperoleh melalui uji signifikansi perbedaan antara mean skor empiris dan mean skor teoritik. Skala kualitas produk terdiri dari 15 item dengan lima pilihan jawaban yang bergerak dari 1 sampai 5.
Tabel 13. Perbandingan Mean Hipotetik Dan Mean Empirik Kualitas Produk Makanan
Variabel Empirik Hipotetik
Min Max Mean SD Min Max Mean SD
Kualitas Produk Makanan
32 70 52 7 15 75 45 10
Berdasarkan mean hipotetik pada tabel 13, diperoleh mean sebesar 45.
Skor kualitas produk makanan di bagi menjadi tiga yaitu rendah, sedang dan tinggi. Adapun rumus yang digunakan adalah:
X < (µ-1σ)= Rendah
(µ-1σ) ≤ X < (µ+1σ)= Sedang X ≥ (µ+1σ)= Tinggi
Keterangan:
X = skor subjek
µ = Rerata (mean) hipotetik σ = Deviasi standar (SD) hipotetik
Tabel 14. Kategorisasi Skor Kualitas Produk Makanan
Variabel Rentang Nillai Kategori Jumlah Persentase Kualitas
Produk Makanan
X < 37 Rendah 7 1,9%
37 ≤ X < 53 Sedang 201 55,8%
X ≥ 53 Tinggi 152 42,2%
Total 360 100%
Berdasarkan kategorisasi skor variabel kualitas produk makanan, sebanyak 7 konsumen (1,9%) menganggap kualitas produk makanan Medan Napoleon yang rendah. Sebanyak 201 konsumen (55,8%) mengganggap kualitas produk makanan Medan Napoleon sedang dan sebanyak 152 konsumen (42,2%) menggangap kualitas produk makanan Medan Napoleon tinggi.
4.4.2. Kategorisasi skor kepuasan konsumen pada produk Medan Napoleon
Kategorisasi skor skala kepuasan konsumen pada produk Medan Napoleon dapat diperoleh melalui uji signifikansi perbedaan antara mean skor empiris dan mean skor teoritik. Skala kualitas produk terdiri dari 16 item dengan lima pilihan jawaban yang bergerak dari 1 sampai 5.
Tabel 15. Perbandingan Mean Hipotetik dan Mean Empirik Kepuasan Konsumen
Variabel Empirik Hipotetik
Min Max Mean SD Min Max Mean SD
Kepuasan Konsumen
22 80 47 9 16 80 48 10
Berdasarkan mean hipotetik pada tabel 15, diperoleh mean sebesar 48.
Skor kualitas produk makanan di bagi menjadi tiga yaitu rendah, sedang dan tinggi. Adapun rumus yang digunakan adalah:
X < (µ-1σ)= Rendah
(µ-1σ) ≤ X < (µ+1σ)= Sedang X ≥ (µ+1σ)= Tinggi
Keterangan:
X = skor subjek
µ = Rerata (mean) hipotetik σ = Deviasi standar (SD) hipotetik
Tabel 16. Kategorisasi Skor Kepuasan Konsumen
Variabel Rentang Nillai Kategori Jumlah Persentase Kepuasan
Konsumen
X < 38 Rendah 51 14,2%
38≤ X < 53 Sedang 215 59,7%
X ≥ 53 Tinggi 94 26,1%
Total 360 100%
Berdasarkan kategorisasi skor variable kepuasan konsumen, sebanyak 51 konsumen (14,2%) memiliki kepuasan konsumen yang rendah. Kemudian sebanyak 215 konsumen (59,7%) memiliki kepuasan kosumen yang sedang dan terakhir sebanyak 94 konsumen (59,7%) memiliki kepuasan konsumen yang tinggi.
4.5. Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat di simpulkan bahwa kualitas produk makanan berpengaruh pada kepuasan konsumen dengan nilai sig 0,00 Semakin tingginya kualitas produk makanan maka semakin tinggi juga kepuasan konsumen. Hasil penelitian ini di perkuat dengan penelitian yang di kemukakan oleh Maria (2014) yang mana kualitas makanan mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen, sehingga bila kualitas makanan meningkat, maka
kepuasan pembeli akan meningkat juga (Margareta & Ewin, 2012). Diketahui dari hasil yang di peroleh nilai R sebesar 0,782 yang d ketahui bahwa 61% Kualitas produk berpengaruh pada kepuasan konsumen yang mana angka ini cukup besar di bandingkan faktor-faktor lainya yang hanya berpengaruh 39%. Penjelasan Margareta dan Ewin (2012) menerangkan bahwa kualitas makanan memiliki peranan penting dalam pemutusan pembelian konsumen, sehingga bila kualitas makanan meningkat, maka kepuasan pembeli akan meningkat juga dikarenakan kualitas makanan dengan kepuasan konsumen memiliki hubungan antara satu dengan yang lain. Namun, faktor kualitas lainnya seperti pelayanan dan lingkungan fisik menentukan kepuasan konsumen yang artinya semakin baik kedua kualitas tersebut maka semakin baik juga kepuasan konsumen dan juga harga juga menentukan antara kualitas makanan tersebut dengan kepuasan konsumen (Ryu dan Han,2010).
Hasil penelitian ini tidak terlepas dari deskripsi jawaban responden terhadap variable kualitas produk dan kepuasan konsumen, yang mana tanggapan responden pada kualitas produk cenderung dalam kategori sedang yang sebesar 55,8% dan pada kepuasan konsumen juga cenderung sedang yang sebesar 59,7% . Hal ini mengindikasikan bahwa konsumen Medan Napoleon menganggap kualitas produk makanan Medan Napoleon dan kepuasan konsumen Medan Napoleon termasuk sedang, kedepannya diharapkan agar Medan Napoleon dapat meningkatkan produknya.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini akan disimpulkan jawaban-jawaban dari permasalahan yang terdapat di dalam penelitian ini. Selanjutnya peneliti akan memberikan saran-saran metodologis dan praktis bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian dengan tema yang mirip dengan penelitian ini.
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa dan interpretasi data yang dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagaimana berikut:
1. Terdapat pengaruh positif antara kualitas produk makanan dengan kepuasan konsumen artinya semakin tinggi kualitas produk makanan maka semakin tinggi juga kepuasan konsumen. Sebaliknya, semakin rendah kualitas produk makanan maka semakin rendah juga kepuasan konsumen.
2. Konsumen menganggap produk makanan Medan Napoleon cukup memuaskan.
3. Mayoritas konsumen cukup puasan terhadap produk Medan Napoleon.
5.2. Saran
Dari penelitian yang sudah dilakukan dan juga kesimpulan yang dikemukakan diatas, maka peneliti mengemukakan beberapa saran. Dimana saran–
saran ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan studi ilmiah mengenai Kualitas Produk dan Kepuasan Konsumen. Adapun saran- saran tersebut meliputi:
5.2.1. Saran Metodologis
1. Peneliti selanjutnya lebih memperhatikan pernyataan pada sekala yang digunakan agar pernyataan tersebut lebih bersifat umum. Terutama pada pernyataan mengenai varian rasa yang hanya berfokus pada varian rasa tertentu.
2. Peneliti selanjutnya dapat meneliti variable-variabel lainnya, dikarenakan kualitas produk makanan cukup besar mempengaruhi sebesar 61% pada kepuasan konsumen sehingga masih terdapat 39%
variable-variabel lainnya yang dapat mempengaruhi kualitas produk makanan.
5.2.2. Saran Praktis
1. Kepada Medan Napoleon, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan pada Medan Napoleon untuk meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat meningkatkan kepuasan konsumennya, dikarenakan kualitas produk makanan memiliki pengaruh besar dalam kepuasan konsumen.
2. Kepada konsumen Medan Napoleon diharapkan dapat memberikan masukan kepada Medan Napoleon untuk meningkatkan kepuasan konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Tit, A. A. (2015). The Effect of Service and Food Quality on Customer Satisfaction and Hence Customer Retention. 129-139.
Antara. (2016, 12 02). tempo.com. Retrieved from Tempo.com:
https://m.tempo.co/read/news/2016/12/02/090824805/industri-makanan-dan-minuman-tumbuh-9-8-persenb
Azwar. (2003). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Azwar. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2010). Sikap Manusia, Teori, dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
dimedan.co. (2016, 11). Retrieved from Dimedan.co info Medan Terlengkap:
http://www.dimedan.co/kuliner/medan-napoleon-oleh-oleh-khas-medan-terbaru-saat-ini/
Dita, W. (2010). Makanan dan Jasa Boga. Surabaya: Bhratara.
Durianto, D., Sugiarto, & Sitinjak , T. (2004). Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuisitas & Perilaku Merk. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Gaman, & Sherrington. (1996). the science of food (4th ed) oxford butterworth heinemann.
Gao, Z., & Schroeder, T. (2007). Effects of additional quality attributes on consumer willingness-to-pay for food products.
Giese, & Cote. (2000). Academy of Marketing Science Review. Defining Consumer Satisfaction. vol 2000.
Gomedan. (2016, 10 13). medannapoleon.com. Retrieved from Medan Napoleon:
http://medannapoleon.com/2016/10/13/oleh-oleh-halal-dan-kekinian-asal-medan/
Hadi. (2000). Metode Research. Yogyakarta: Andi.
Japarianto, E., & Fiani, M. (2012). Analisa Pengaruh Food Quality Dan Brand Image Terhadap. Jurnal Manajemen Pemasaran, 1-6.
Jones, W. (2000). Noni Blessing Holdins. Food Quality Analysis. 109-110.
Keegan, W. J. (2007). Manajemen Pemasaran Global. Edisi Keenam. Jakarta: Ideks Kelompok Gramedia.
Keller, & Kotler. (2005). Manajemen Pemasaran Jilid II Edisi Kesebelas. Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia. Alih Bahasa Drs. Benyamin.
Kotler, P. (2002). Manajemen Pemasaran: Edisi Melenial. Jakarta: Prehallindo.
Kristianto, & Paulus , L. (2011). Psikologi Pemasaran. Yogyakarta: CAPS.
Lakni, & Mudalige, J. (2009, may). Customer-Defined Quality Of Food: An Empircal Investigation. The Journal of Agricultural Science, vol. 4.
Lupiyoadi, R. (2001). Manajemen Pemasaran Jasa, Teori dan Praktek. Jakarta: Salemba Empat.
Margaretha, F., & Japarianto, E. (2012). Analisis Pengaruh Food Quality & Brand Image terhadap keputusan Pembelian Roti Kecik Toko Roti Ganep's di Kota Solo. Jurnnal Manajemen Pemasaran.
Melani, M. (2014). Pengaruh Kualitas Makanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Restoran Chung Gi Wa, Dharmawangsa.
Melani, M. (2015). Pengaruh Kualitas Makanan Terhadap Kepuasan Pelanggan di Restoran Chung Gi Wa, Dharmawangsa.
mhm.asia. (2017, 01 06). Retrieved from mhm.asia: http://mhm.asia/medan-napoleon-oleh-oleh-kekinian-medan/
Mowen, J. C., & Minor, M. (2005). Consumer Behaviour. Boston: Irwin.
Olajide, P. O., & Israel, A. N. (2013). Effect of customer satisfaction on customer loyality among selected bank customer in Ado-Ekiti Metropolis.
Interdisciplinary Journal of Contemporary Research in Business, vol. 3 (11), 228-236.
pelitabatak.com. (2016, 11 21). Retrieved from Pelita Batak Parbarita Nauli:
http://pelitabatak.com/news/Bolu-Napoleon-Tambah-Koleksi-Oleh-Oleh-Kuliner-Khas-Medan
Potter, N. N., & J., H. H. (2012). Food Science : 5th Edition. New York: Chapman and Hall.
Rambat, Lupiyoadi, & A., H. (2011). Manajemen Pemasaran Jasa edisi 2. Jakarta:
Salemba Empat.
Rangkuti, & Freddy. (2006). Analisi SWOT Teknik Membedah Kasus Bsinis: Reorientasi Konsep Perencanaan Strategis untuk Mengadapi Abad 21. Jakarta: Gramedia Utama.
Rashid, I. M., Abdullah , M. F., Yusuf, B. N., & Shaari, M. S. (2014). Impact of service and food quality on customer satisfaction among generation y for the fast food restaurant in malaysa. Journal of Socal Sciences Research, vol. 5, 784-793.
Rijswijk, & Wendy, V. (2006). Consumer Perceptions of Food Quality and Safety and
Rijswijk, & Wendy, V. (2006). Consumer Perceptions of Food Quality and Safety and