BAB III METODE PENELITIAN
3.3 Populasi dan Sampel
3.3.2 Sampel
Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Total sampling yaitu jumlah sampel diambil dari jumlah populasi keseluruhankarena populasi kurang dari 100 orang (Sugiyono, 2008). Maka jumlah sampel adalah 23 orang.
3.4 Metode Pengambilan Data 3.4.1 Data Primer
Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden dan dengan menggunakan kuesioner yang berisi daftar pertanyaan serta jawaban yang telah dipersiapkan serta observasi. Observasi adalah salah satu cara pengumpulan data dengan pengamatan langsung dan pencacatan secara sistematis mengenai pengaruh program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) terhadap pengetahuan dan sikap dalam peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU.
3.4.2 Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari Profil Rumah Sakit USU bagian rekam medik, data yang diperoleh dari jurnal, serta literatur yang mendukung sebagai bahan kepustakaan.
3.5 Variabel dan Definisi Operasional 3.5.1 Variabel Penelitian
1. Variabel pengaruh (Independent variabel), yaitu program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) yang dapat memberikan motivasi kepada pasien rehabilitasi medik yang ada di Rumah Sakit USU.
2.Variabel terpengaruh (dependent variabel ), yaitu pengetahuan pasien, sikap pasien dan dukungan keluarga dan petugas kesehatan rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU.
3.5.2 Definisi Operasional
A. Faktor Intrinsik (dalam individu) Karakteristik Responden
1. Umur, yaitu jumlah tahun yang dihitung mulai lahir sampai ulang tahun terakhir responden yang dinyatakan dalam satuan tahun sesuai dengan pengakuan responden.
2. Jenis kelamin, yaitu perbedaan bentuk, sifat, dan fungsi biologi laki-laki dan perempuan yang menentukan perbedaan peran responden dalam menyelenggarakan upaya meneruskan garis keturunan.
3. Pendidikan, yaitu jenis pendidikan formal yang terakhir diselesaikan oleh responden sampai menerima tanda tamat (ijazah) yang dibedakan dalam kategori Tidak Tamat SD, SD/Sederajat, SMP/Sederajat, SMA/Sederajat, D3, dan S1.
4. Pekerjaan, yaitukegiatan atau kesibukan yang sedang dijalankan oleh responden sebagai mata pencaharian atau sumber pendapatan responden sehari-hari.
5. Pengetahuan, yaitu segala sesuatu yang diketahui oleh pasien di Rumah Sakit USU tentang program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit).
6. Sikap adalah dorongan pasien melakukan segala hal yang terkait dengan program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit).
B. Faktor Ekstrinsik (luar individu)
1. Dukungan keluarga, ialah dukungan yang diberikan oleh anggota keluarga baik itu orang tua, suami, istri, maupun saudara dalam hal menjalankan program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit), baik itu dalam hal menginformasikan, memberikan motivasi, mendukung, menyuruh, menemani berkonsultasi dengan petugas kesehatan, dan mengantar ke fasilitas kesehatan, yang dibedakan dalam kategori baik dan kurang.
2. Petugas kesehatan, yaitu ketersediaan tenaga kesehatan yang mencukupi dan berkompeten yang dibutuhkan untuk menjalankan program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) yang baik dan benar serta dukungan yang diberikan oleh petugas kesehatan, baik itu dalam hal menginformasikan, memberikan motivasi, memiliki kemampuan yang profesional, merahasiakan privasi pasien, memiliki sikap, sopan santun, dan empati yang baik, serta menyediakan layanan kesehatan di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU.
C. PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit)
PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) adalah upaya Rumah Sakit meningkatkan kemampuan pasien kelompok masyarakat agar dapat mandiri
dalam mempercepat kesembuhan dan reabilitasinya, klien dan kelompok-kelompok masyarakat dapat mandiri dalam meningkatkan kesehatan, mencegah masalah-masalah kesehatan dan mengembangkan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat sesuai sosial budaya mereka serta didukung kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.
D. Motivasi
Motivasi adalah proses kesediaan pasien melakukan usaha untuk mencapai kesembuhan yang dikondisikan oleh kemampuan usaha tersebut untuk memuaskan kebutuhan sejumlah individu dalam hal peningkatan semangat pasien untuk sembuh.
E. Rehabilitasi Medik
Pelayanan rehabilitasi medik adalah pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsi yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi sakit, penyakit atau cedera melalui panduan intervensi medik, keterapian fisik atau rehabilitasi untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal yang dilakukan di Rumah Sakit USU.
3.6 Metode Pengukuran
3.6.1 Metode Pengukuran Variabel Independen
Metode pengukuran variabel faktor predisposisi dapat dilihat pada tabel berikut:
1. Pengetahuan Pasien
Pengukuranvariabel pengetahuan responden mengenai program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) yang ada di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU dinilai berdasarkan 10 (sepuluh) pertanyaan menggunakan skala Guttman denganalternativejawabanpilihanberganda dengan penilaian jawaban benar (bobot nilai 1) dan salah (bobot nilai 0). Semakin tinggi skor maka semakin baik pengetahuan responden. Nilai maksimal dari keseluruhanskoryaitusebanyak 10 (sepuluh) poin.
Berdasarkan jumlah skor yang diperoleh, maka pengetahuan responden dapat dikategorikan sebagai berikut (Arikunto, 2006) :
1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥ 60%
2) Kurang : Jika skor yang diperoleh responden < 60%
2. Sikap Pasien terhadap Program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) Sikap responden dinilai berdasarkan jumlah nilai yang diperoleh dari jawaban kuisioner mengenai sikap responden dengan jumlah 10 (sepuluh) pertanyaan menggunakan skala Guttman yang dinilai dengan pilihan jawaban pernyataan sikap positif setuju (bobot nilai 1) dan tidak setuju (bobot nilai 0) dan jawaban pernyataan sikap negatif setuju (bobot nilai 0) dan tidak setuju (bobot nilai 1) . Instrumen penelitian untuk sikap dibuat hanya dengan dua pilihan yaitu setuju dan tidak setuju dikarenakan peneliti ingin jawaban yang lebih umum dan lebih memudahkan responden dalam memberikan jawaban. Semakin tinggi skor
maka semakin baik sikap responden. Nilai maksimal dari keseluruhanskor ialah sebanyak 10 (sepuluh) poin.
Berdasarkan jawaban tersebut, sikap responden kemudian dikategorikan dalam 2 (dua) kategori, yaitu sebagai berikut (Arikunto, 2006) :
1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥ 60%
2) Kurang : Jika skor yang diperoleh responden <60%
3.6.1.2 Metode Pengukuran Faktor Ekstrinsik 1. Dukungan Keluarga
Pengukuranvariable dukungan keluarga dalam pemanfaatan program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) di rehbilitasi medik Rumah Sakit USUdinilai berdasarkan 5 (lima) pertanyaan menggunakan skala Guttman denganalternativejawaban Ya (bobot nilai 1) dan Tidak (Bobot nilai 0). Semakin tinggi skor maka semakin baik dukungan keluarga yang ada. Nilai maksimal dari keseluruhanskoryaitusebanyak 5 (lima)poin.
Berdasarkan jumlah skor yang diperoleh, maka nilai dukungan keluarga dikategorikan menjadi 2 (dua) kategori sebagai berikut (Arikunto, 2006) :
1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥ 60%
2) Kurang : Jika skor yang diperoleh responden <60%
2. Petugas Kesehatan
Pengukuranvariable petugas kesehatan dalam pemanfaatan program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) di rehbilitasi medik Rumah Sakit USUdinilai
berdasarkan 5 (lima) pertanyaan menggunakan skala Guttman denganalternativejawabanYa (bobot nilai 1) dan Tidak (Bobot nilai 0). Semakin tinggi skor maka semakin baik dukungan petugas kesehatan yang ada. Nilai maksimal dari keseluruhanskoryaitusebanyak5 (lima) poin.
Berdasarkan jumlah skor yang diperoleh, maka nilai dukungan petugas kesehatandikategorikan menjadi 2 (dua) kategori sebagai berikut (Arikunto, 2006):
1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥ 60%
2) Kurang : Jika skor yang diperoleh responden < 60%
3.6.2 Metode Pengukuran Variabel Dependen a. Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik
Pengukuranvariabel dependen penelitian yang berupa perilaku pasien rehabilitasi medik dalam memanfaatkan program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU dinilai berdasarkan 10 (sepuluh) pertanyaan menggunakan skala Guttman denganalternativejawabanYa (bobot nilai 1) dan Tidak (Bobot nilai 0). Semakin tinggi skor maka semakin baik perilaku pasien. Nilai maksimal dari keseluruhanskoryaitusebanyak10 (sepuluh) poin.
Berdasarkan jumlah skor yang diperoleh, maka nilai perilaku pasien rehabilitasi medik dalam memanfaatkan program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU dikategorikan menjadi 2 (dua) kategori sebagai berikut (Arikunto, 2006) :
1) Baik : Jika skor yang diperoleh responden ≥ 60%
2) Kurang : Jika skor yang diperoleh responden < 60%
3.7 Metode Analisis Data
Untuk memperoleh suatu kesimpulan masalah yang diteliti maka analisa data merupakan suatu langkah penting dalam penelitian. Data yang telahterkumpul akan diolah dengan menggunakan program komputer. Proses pengolahan data meliputi:
a. Editing adalah pekerjaan memeriksa validitas data yang masuk seperti memeriksa kelengkapan pengisian kuesioner,kejelasan jawaban, konsistensi antar jawaban, relevansi jawaban dan keseragaman pengukuran.
b. Coding adalah kegiatan untuk mengklarifikasikan data dan jawaban menurut kategori masing-masing sehingga memudahkan pengolahan data.
c. Entry adalah kegiatan memasukan data yang telah didapat kedalam program komputer yang telah ditetapkan.
d. Tabulating merupakan pengorganisasian data sedemikian rupa agar dengan mudah dapat dijumlah, disusun, dan ditata untuk disajikan dan di proses.
Data yang telah terkumpul melalui kuesioner akan dianalisis dengan teknik statistik, yaitu:
1. Analisis Univariat
Analisis yang menggambarkan secara tunggal variabel-variabel independen, yang pada penelitian ini variabel independen meliputi pengetahuan dan sikap, serta variabel dependen adalah program PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit).
2. Analisis Bivariat
Untuk menjelaskan bagaimana hubungan antara variabel independen yang meliputi pengetahuandan tindakan dengan variabel dependen (program PKRS) dengan menggunakan uji chi square.
3. Analisis Multivariat
Untuk menjelaskan bagaimana pengaruh variabel independen dan variabel dependen terhadap pengingkatan motivasi responden.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Rumah Sakit USU adalah entitas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Dikti yang pengelolaannya dilaksanakan oleh Universitas Sumatera Utara. Merupakan salah satu dari 20 RS Perguruan Tinggi Negeri dengan status yang sama dan akan dikembangkan di Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Dikti. Berlokasi di Jalan Dr Mansyur, kawasan Kampus USU Medan, Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara berdiri tahun 2011 yang dimulai dari peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Rektor USU saat itu Prof dr Chairuddin P Lubis dan Gubernur Sumatera Utara saat itu H Syamsul Arifin, SE, pada tahun 2009.
Di Rumah Sakit USU terdapat 13 poli rawat jalan, salah satunya Poli Rehabilitasi Medik. Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU aktif beroperasi bersamaan ketika Rumah Sakit USU beroperasi pertama kali.
Adapun tujuan dari rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU ini adalah sebagai pelayanan kesehatan menyeluruh penderita gangguan fisik dan fungsi tubuh karena kondisi sakit atau cedera yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsional dan kualitas hidup secara maksimal dengan menggunakan alat terapi fisik berdasarkan ilmu kedokteran fisik dan rehabilitasi medik.
Penyakit yang bisa diterapi di Rumah Sakit USU adalah kelainan musculoskeletal (kelainan yang berhubungan dengan fungsi otot, sendi, dan tulang), kelainan tumbuh kembang anak, kelainan neuromuscular (penyakit gangguan saraf yang berhubungan dengan fungsi otot), dan lain-lain.
4.2 Hasil Uji Univariat 4.2.1 Karakteristik Responden
Karakteristik responden pada penelitian ini mencakup umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan.
Tabel 4.1 Distribusi Karakteristik Responden Tentang Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
No. Karakteristik Responden Jumlah (f) (%)
1. Rendah (tidak tamat SD,Tamat SD, tamat SMP)
2. Tinggi (Tamat SMA, Sarjana)
3
1. Informal (IRT, Wiraswasta, pensiunan)
2. Formal (guru, PNS, pegawai BUMN dan Swasta, Pelajar)
Berdasarkan tabel 4.1 diatas diketahui dari 23 responden pada pasien rehabilitasi medik tentang pengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi berdasarkan umur terbanyak adalah usia
>41 tahun yaitu 10 orang (43,4%) dan paling sedikit adalah <20 tahun yaitu
sebanyak 2 orang (8,6%). Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 12 orang (52,1%) dan laki-laki 11 orang (47,9%), Responden berpendidikan rendah (tidak sekolah/tidak tamat SD, tamat SD, tamat SMP) yaitu sebanyak 3 orang (13,1%) dan berpendidikan tinggi (Tamat SMA, Saarjana) sebanyak 20 orang (86,9%), responden sebagai pekerja informal (IRT, Wiraswasta, pensiunan) yaitu sebanyak 9 orang (39,1%) dan pekerja formal (guru, PNS, pegawai BUMN dan Swasta, Pelajar) sebanyak 14 orang (60,9%).
4.2.2 Faktor Intrinsik pada Pasien Rehabilitasi Medik Dalam Peningkatan Motivasi di Rumah Sakit USU Tahun 2018
4.2.2.1 Pengetahuan
Dari hasil penelitian sampai dengan analisis data didapat distribusi frekuensi uraian jawaban pengetahuan responden tentang pengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU tahun 2018 sebagai berikut :
Tabel 4.2 Distribusi Pengetahuan Responden Pasien Dalam Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
No. Pernyataan Benar Salah
n % n %
1. Tujuan dari pengobatan di rehabilitasi medik
19 82,7 4 17,3 2. Manfaat melakukan upaya rehabilitasi
medik secara dini
21 91,3 2 8,7 3 Akibat bagi pasien yang tidak melakukan
aktivitas fisik
15 65,2 8 44,8 4. Sampai kapan pasien harus melakukan
rehabilitasi medik
22 95,7 1 4,3 5. Pola hidup yang baik untuk pasien yang 23 100,0 0 0
sedang menjalani rehabilitasi medik 6. Mengetahui info kesehatan mengenai
pengobatan di rehabilitasi medik
20 87,0 3 13,0 7. Melakukan diskusi dengan petugas
kesehatan dapat meningkatkan motivasi atau semangat pada diri pasien
21 91,3 2 8,7
8. Manfaat dari dukungan dan semangat yang diberikan kepada pasien terhadap pengobatan rehabilitasi medik
16 69,6 7 30,4
9. Motivasi (dukungan dan semangat) sangat dibutuhkan oleh pasien rehabilitasi medik
22 95,7 1 4,3
10. Yang membuat pasien rehabilitasi medik tetap semangat melakukan pengobatan
18 78,2 5 21,8
Tabel 4.3 Distribusi Kategori Pengetahuan Pasien Dalam Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
Kategori n %
Baik 15 65,2
Kurang 8 34,8
Total 23 100,0
Berdasarkan tabel 4.2 dan 4.3 diatas diketahui bahwa distribusi frekuensi pasien rehabilitasi medik tentang pengetahuan responden diidentifikasi dengan 10 pertanyaan tentang pengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi pasien bahwa pengetahuan responden tentang rehabilitasi medik, program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dan motivasi yaitu sebanyak 15 orang (65,2%) pengetahuan baik dan 8 orang (34,8%) pengetahuan kurang.
4.2.2.2 Sikap
Dari hasil penelitian sampai dengan analisis data didapat distribusi frekuensi uraian jawaban sikap responden tentang pengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU tahun 2018 sebagai berikut :
Tabel 4.4 Distribusi Uraian Jawaban Sikap Responden Pasien Dalam Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
No. Pernyataan Setuju Tidak Setuju
n % n %
1. Melakukan pengobatan di rehabilitasi medik dapat membantu melakukan kegiatan sehari-hari
17 74,0 6 26,0
2. Penyakit yang diderita akan semakin parah jika tidak melakukan pengobatan di rehabilitasi medik
23 100,0 0 0,0
3. Yakin dan percaya jika melakukan pengobatan dengan rutin maka penyakit akan sembuh
12 52,1 11 47,9
4. Mengalami depresi, stress, atau banyak pikiran tidak ragu untuk menceritakan kepada dokter atau perawat tentang hal yang membuat depresi
7 30,4 16 69,6
5. Media promosi kesehatan seperti brosur, leaflet, atau spanduk sangat membantu untuk mendapatkan informasi mengenai kesehatan
15 65,2 8 34,8
6. Jika terdapat hal yang membingungkan mengenai penyakit yang dialami maka langsung menanyakannya kepada dokter atau perawat rehabilitasi medik
23 100,0 0 0,0
7. Upaya rehabilitasi yang dilakukan sejak dini berpengaruh besar bagi tingkat kesembuhan
19 82,6 4 17,4
8. Melakukan diskusi dengan dokter tentang penyakit yang diderita sangat membantu
17 74,0 6 26,0
dalam proses penyembuhan.
9. Membutuhkan motivasi (semangat) dari lingkungan sekitar untuk sembuh
23 100,0 0 0,0 10. Akan merasa senang untuk mengikuti
program konseling
20 87,0 3 13,0
Tabel 4.5 Distribusi Kategori Sikap Responden Pasien Dalam Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
Kategori n %
Baik 7 30,4
Kurang 16 69,6
Total 23 100,0
Berdasarkan tabel 4.4 dan 4.5 di atas diketahui sikap pasien tentang pengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU tahun 2018, bahwa sikap responden diindetifikasi dengan 10 pertanyaan. Dari 23 orang responden diperoleh sikap responden yang dikategorikan baik yaitu sebanyak 7 orang (30,4%) dan sikap responden yang dikategorikan kurang yaitu sebanyak 16 orang (69,6%).
4.2.3 Faktor Ekstrinsik pada Pasien Rehabilitasi Medik Dalam Peningkatan Motivasi di Rumah Sakit USU Tahun 2018
4.2.3.1 Dukungan Keluarga dan Petugas Kesehatan
Dari hasil penelitian sampai dengan analisis data didapat distribusi frekuensi uraian jawaban responden tentang dukungan keluarga dan petugas kesehatan mengenaipengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)
terhadap peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU tahun 2018 sebagai berikut :
Tabel 4.6 Distribusi Uraian Jawaban Responden Tentang Dukungan Keluarga dan Petugas Kesehatan Mengenai Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
No. Pernyataan Ya Tidak
n % n %
Dukungan Keluarga
1. Keberadaan keluarga sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan pasien
21 91,3 2 8,7 2. Keluarga memberikan motivasi (semangat)
kepada pasien untuk melakukan proses penyembuhan
23 100,0 0 0,0
3. Keluarga menemani untuk melakukan pengobatan di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU
18 78,2 5 21,8
4. Keluarga selalu menyediakan waktu dan fasilitas jika pasien memerlukan untuk keperluan pengobatan
18 78,2 5 21,8
5. Keluarga selalu memberikan kepercayaan dan keyakinan agar pasien dapat sembuh
23 100,0 0 0,0 Petugas Kesehatan
6. Petugas kesehatan di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU sudah kompeten dan profesional dalam memberikan pelayanan
23 100,0 0 0,0
7. Petugas kesehatan di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU bersikap ramah dan sopan kepada pasien
23 100,0 0 0,0
8. Petugas kesehatan di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU memberikan informasi yang baik dan mencukupi tentang perkembangan dan permasalahan pasien
22 95,7 1 4,3
9. Petugas kesehatan di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU sangat membantu pasien untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan
19 82,7 4 17,3
10. Petugas kesehatan di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU memberikan motivasi yang baik agar pasien tetap mau menjalankan pengobatan dan menumbuhkan rasa semangat pada diri pasien
22 95,7 1 4,3
Tabel 4.7 Distribusi Kategori Dukungan Keluarga dan Petugas Kesehatan Mengenai Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
Kategori N %
Baik 18 78,2
Kurang 5 21,8
Total 23 100,0
Berdasarkan tabel 4.6 dan 4.7 di atas diketahui dukungan keluarga dan petugas kesehatan tentang pengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU tahun 2017, responden diindetifikasi dengan 10 pertanyaan. Dari 23 orang responden diperoleh responden yang dikategorikan baik yaitu sebanyak 18 orang (78,2%) dan responden yang dikategorikan kurang yaitu sebanyak 5 orang (21,8%).
Tabel 4.8 Distribusi Uraian Responden Tentang Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
No. Pertanyaan Ya Tidak
n % n %
1. Selama pengobatan pernah melakukan diskusi dengan petugas kesehatan di rehabilitasi medik yang berkaitan dengan penyakit yang diderita
23 100,0 0 0,0
2. Selama pengobatan pernah mendapatkan konseling dari petugas kesehatan di rehabilitasi medik
23 100,0 0 0,0
3. Selama masa pengobatan pernah mendapatkan penyuluhan tentang informasi kesehatan atau penyakit yang anda derita
20 87,0 3 13,0
4. Setelah melakukan diskusi dengan petugas kesehatan di rehabilitasi medik menjadi paham mengenai topik yang didiskusikan
17 74.0 6 26,0
5. merasa sangat antusias ketika petugas kesehatan di rehabilitasi medik melakukan penyuluhan
19 82,7 4 17,3
6. Konseling atau diskusi yang
dilakukan antara petugas kesehatan di rehabilitasi medik sangat
membantu dalam proses penyembuhan
23 100,0 0 0,0
7. melakukan pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk proses penyembuhan
23 100,0 0 0,0
8. dukungan dari petugas kesehatan rehabilitasi medik membuat bersemangat lagi
20 87,0 3 13,0
9. Dengan pemberian motivasi merasa yakin dan percaya bisa sembuh
23 100,0 0 0,0
10. Terus melakukan proses pengobatan hingga dinyatakan sembuh oleh dokter rehabilitasi medik
22 95,7 1 4,3
Tabel 4.9 Distribusi Kategori Responden Tentang Pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Terhadap
Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
Kategori N %
Baik 17 74,0
Kurang 6 26,0
Total 23 100,0
Berdasarkan tabel 4.8 dan 4.9 di atas diketahui pengaruh program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU tahun 2017, responden diindetifikasi dengan 10 pertanyaan. Dari 23 orang responden diperoleh responden yang dikategorikan baik yaitu sebanyak 17 orang (74,0%) dan responden yang dikategorikan kurang yaitu sebanyak 6 orang (26,0%).
4.3 Hasil Uji Bivariat
Hasil uji bivariat responden pada penelitian ini mencakup hubungan karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga dan petugas kesehatan tentang pengaruh Program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) terhadap peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU tahun 2018.
4.3.1 Hubungan Karakteristik Responden Terhadap Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
Distribusi hubungan karakteristik individu pasien rehabilitasi medik terhadap peningkatan motivasi di rehabilitasi medik Rumah Sakit USU dapat dilihat pada tabel berikut :
1. Umur
Distribusi hubungan umur dengan peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU sebagai berikut :
Tabel 4.10 Hubungan Umur Dengan Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU Tahun 2018
Umur
Berdasarkan tabel 4.10 diatas diketahui dari 2 orang responden (8,6%) berusia <20 tahun, sebanyak satu orang (50,0%) terjadi peningkatan motivasi dan satu orang (50,0%) tidak mengalami peningkatan motivasi. Responden yang berusia 21-30 tahun sebanyak 5 orang (21,7%) terdapat 3 orang (60,0%) mengalami peningkatan dan 2 orang (40,0%) tidak mengalami peningkatan motivasi. Responden berusia 31-40 tahun sebanyak 6 orang (26,3%), terdapat 4 orang (66,7%) mengalami peningkatan dan 2 orang (33,3%) tidak mengalami peningkatan. Sedangkan responden yang berusia >41 tahun berjumlah 10 orang
(43,4%), di antaranya 8 orang (80,0%) yang mengalami peningkatan motivasi dan 2 orang (20,0%) tidak mengalami peningkatan motivasi.
Berdasarkan uji statistik Chi-square didapatkan nilai p = 0,034 hal ini berarti p< 0,05 keputusan uji Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwaada hubungan yang bermakna antara umurpasien rehabilitasi medik terhadap peningkatan motivasi di Rumah Sakit USU tahun 2018.
2. Jenis Kelamin
Distribusi pengaruh jenis kelamin dengan peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU sebagai berikut :
Tabel 4.11 Hubungan Jenis KelaminDengan Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU
Jenis Kelamin Peningkatan Motivasi
Total P
Ya Tidak
n % n % n %
1,000
Laki-laki 10 91,0 1 9,0 11 100,0
Perempuan 10 83,3 2 16,7 12 100,0
Berdasarkan tabel 4.11 diatas diketahui dari 12 orang (52,1%) responden berjenis kelamin perempuan, sebanyak 10 orang (83,3%) mengalami peningkatan motivasi dan 2 orang (16,7%) tidak mengalami peningkatan motivasi, sedangkan reaponden laki-laki sebanyak 11 orang (47,9%), sebanyak 10 orang (91,0%) mengalami peningkatan motivasi dan satu orang (9,0%) tidak mengalami peningkatan motivasi.
Berdasarkan uji statistik Chi-square didapatkan nilai p = 1,000 hal ini berarti p> 0,05 keputusan uji Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa
tidak ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin pasien rehabilitasi medik terhadap peningkatan motivasi.
3. Pendidikan
Distribusi pengaruh pendidikan dengan peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU sebagai berikut :
Tabel 4.12 Hubungan PendidikanDengan Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU
Pendidikan
Berdasarkan tabel 4.12diatas diketahui 3 orang (13,1%) responden yang berpendidikan rendah (tidak tamat SD, Tamat SD, Tamat SMP) terdapat 2 orang (66,7%) mengalami peningkatan motivasidan satu orang (33,3%) tidak mengalami peningkatan, sedangkan responden yang berpendidikan tinggi (Tamat SMA, Sarjana) yaitu 20 orang (86,9%) terdapat 17 orang (85,0%) mengalami peningkatan motivasi dan 3 orang (15,0%) tidak mengalami peningkatan motivasi.
Berdasarkan uji statistik Chi-square didapatkan nilai p = 0,427 hal ini berarti p> 0,05 keputusan uji Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikanpasien rehabilitasi medik terhadap peningkatan motivasi di Rumah Sakit USU tahun 2018.
4. Pekerjaan
Distribusi pengaruh pekerjaan dengan dengan peningkatan motivasi pasien rehabilitasi medik di Rumah Sakit USU sebagai berikut :
Tabel 4.13 Hubungan PekerjaanDengan Peningkatan Motivasi Pasien Rehabilitasi Medik di Rumah Sakit USU
Pekerjaan
Peningkatan Motivasi
Total P
Ya Tidak
n % n % n %
Informal 5 55,6 4 44,4 9 100,0 0,022
Formal 11 78,6 3 21,4 14 100,0
Berdasarkan tabel 4.13 diatas diketahui dari 9 orang (39,1%) responden pekerja informal (IRT, Wiraswasta, Pensiunan) terdapat 5 orang (55,6%) mengalami peningkatan motivasi dan 4 orang (44,4%) tidak mengalami peningkatan motivasi, sedangkan dari 14 orang (60,9%) pekerja formal (Guru, PNS, pegawai BUMN dan swasta) terdapat 11 orang (78,6%) mengalami peningkatan motivasidan 3 orang (21,4%) tidak mengalami peningkatan motivasi.
Berdasarkan uji statistik Chi-square didapatkan nilai p = 0,022 hal ini berarti p < 0,05 keputusan uji Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada
Berdasarkan uji statistik Chi-square didapatkan nilai p = 0,022 hal ini berarti p < 0,05 keputusan uji Ho ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa ada