• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.2 Sampel

Sampel adalah bagian atau wakil populasi yang diteliti dengan menggunakan cara-cara tertentu (Arikunto, 2006: 117). Jadi, pada dasarnya sampel adalah bagian dari populasi itu sendiri yang mempunyai sifat atau unit strata yang sama dengan populasi keseluruhan. Dalam penelitian ini, dalam menentukan jumlah sampel, peneliti menggunakan rumus Taro Yamane, dengan presisis 10%

dan tingkat kepercayaan 90%, adalah sebagai berikut:

𝑛 = 𝑁

1 + 𝑁(𝑑2)

Keterangan:

n = Jumlah sampel N = Jumlah populas

d2 = Nilai presisi yang ditetapkan sebesar 10% atau 0,1

Berdasarkan rumus di atas, maka jumlah sampel dapat ditentukan sebagai berikut:

𝑛 = 𝑁

1 + 𝑁(𝑑2)

𝑛 = 394.701

1 + 394.701(0,1)2 𝑛 = 394.701

3.948.01= 99,97 ≈ 100 orang

Jadi, sampel yang dibutuhkan untuk dijadikan responden dalam penelitian sebanyak 100 orang.

3.4 Teknik Penarikan Sampel

Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik:

1) Stratified Proportional Sampling

Dalam teknik ini, populasi dikelompokkan kedalam kategori atau biasa disebut unit strata, ini bisa berdasarkan usia, kota, jenis kelamin, agama, dan sebagainya. Ini bertujuan untuk membuat populasi menjadi homogen dari populasi yang heterogen. Dalam penelitian ini, populasi diambil dari 21 kecamatan di kota Medan, namun jumlah sampel diambil dari 10 kecamatan yang dianggap dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Dari jumlah sampel sebanyak 100 orang, akan ditentukan jumlah sampel dari tiap per kecamatan atau disebut dengan sub populasi, dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

𝑛 =𝑛1𝑋𝑛 𝑁

Keterangan:

n1 = Jumlah penduduk per kecamatan/sub populasi n = Jumlah sampel

N = Jumlah populasi keseluruhan

Berdasarkan rumus di atas, dapat ditentukan sampel per sub populasi adalah sebagai berikut:

Medan Kota 44990 44990𝑥100

394.701

11 Orang

Medan Petisah 33703 33703𝑥100

394.701

8 Orang

Medan

Medan Johor 11010 11010𝑥100

394.701

Medan Baru 23558 23558𝑥100

394.701

Dalam teknik penelitian akan ditentukan sampel bukan berdasarkan atas strata, random ataupun daerah. Tapi didasarkan atas kriteria-kriteria yang tertentu yang ditentukan peneliti berdasarkan tujuan dari penelitian (Kriyantono, 2006:154).

Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Penduduk kota Medan dalam rentangan usia 15 – 45 tahun di 10 Kecamatan di kota Medan yang telah ditentukan oleh peneliti yakni, Kecamatan Medan Kota, Medan Petisah, Medan Maimun, Medan Perjuangan, Medan Polonia, Medan Johor, Medan Amplas, Medan Baru, Medan Selayang, Medan Sunggal.

b. Mengetahui City Brand Colorful Medan.

3) Accidental Sampling

Teknik menentukan sampel yang bersifat secara kebetulan, sampel dapat ditemui dimana saja dan memenuhi kriteria untuk menjadi responden dalam penelitian (Rakhmat, 2004: 81). Jadi sampel ini akan ditentukan peneliti berdasarkan secara kebetulan dijumpai oleh peneliti dan serta memiliki kriteria untuk dijadikan responden.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan penjelasan sebagai berikut :

1. Penelitian Kepustakaan

Preferensi peneliti dalam penelitian ini tidak cukup mengandalkan hasil dari penelitian lapangan. Dalam penelitian ini peneliti mempelajari dan menambah wawasan tentang ruang lingkup penelitian dengan mengumpulkan berbagai data dari berbagai sumber, dengan membaca buku-buku, tulisan-tulisan, serta literatur lainnya yang berkaitan dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini

2. Penelitian Lapangan

Dalam penelitian lapangan dimaksudkan dengan mengumpulkan data dengan cara melakukan survei ke lokasi penelitian melalui penyebaran kuesioner.

Di dalam kuesioner ini, peneliti mengirimkan sejumlah daftar pertanyaan yang berkaitan seputar pokok permasalahan dalam penelitian ini yang harus dijawab oleh responden secara tertulis, responden dalam penelitian ini yang telah ditentukan peneliti.

3.6 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses penyerderhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan dipersentasikan (Singarimbun, 2006:263). Kemudian data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis dan diinterpertasikan.Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis dan dihubungkan dalam beberapa tahapan yaitu:

1. Analisis Tabel Tunggal

Merupakan suatu analisis yang dilakukan dengan membagikan variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi dan persentase. Tabel tunggal merupakan langkah untuk menganalisa data yang terdiri

dari dua kolom, sejumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori (Singarimbun, 2006:226). Kemudian data-data yang telah dikumpulkan oleh peneliti diproses untuk ditabuli dan analisa sesuai tahapan-tahapan yang telah ditetapkan.

2. Analisis Tabel Silang

Teknik ini merupakan teknik yang dilakukan untuk menganalisa dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif (Singarimbun, 2011:273)

3. Uji Hipotesis

Uji hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui apakah data hipotesa yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Dalam hal ini hipotesis yang telah dibuat adalah bersifat sementara, karena penelitian belum berdasarkan data-data yang ditemukan di lapangan atau berdasarkan teori yang sepadan. Hipotesis dapat diterima apabila memang benar adanya pengaruh City Branding Colorful Medan terhadap pembentukan citra kota di kota Medan. Jadi, untuk menguji pengaruh diantara dua variabel maka peneliti menggunakan rumus koefisien oleh Spearman Rho dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solution).

Teknik ini digunakan untuk mencari koefisien korelasi antara data ordinal dan data ordinal lainnya. Dalam teknik ini setiap data dari variabel yang diteliti harus ditetapkan menjadi bentuk kategori (Kriyantono, 2006 : 174). Dalam rumus Spearmans (Spearman’s Rho Rhank – Order Correlation) data variabel yang diteliti harus ditetapkan peringkatnya dari yang terkecil sampai yang terbesar (Kriyantono, 2008: 174).

Rumus koefisien korelasinya adalah:

Keterangan:

Rho = Koefisien korelasi rank order d = Perbedaan antara pasangan jenjang 6 = Bilangan konstan

n = Jumlah individu dalam sampel 1 = Bilangan konstan

Σ = Sigma atau jumlah

Metode Spearman Rho Koefisien untuk menganalisa data dan melihat hubungan antar dua variabel yang sebenarnya dalam skala ordinal.

Jika Rho < 0, maka hipotesis ditolak;

Jika Rho > 0, maka hipotesis diterima.

Untuk menguji tingkat signifikansi korelasi, jika n > 0 maka digunakan rumus uji t hitung pada tingkat signifikasi 0,05 sebagai berikut :

Keterangan :

t = nilai thitung

r = nilai koefisien korelasi n = jumlah sampel

Jika thitung > ttabel, maka hubungannya signifikan Ha diterima dan H0 ditolak, dan jika thitung < ttabel, maka hubungannya tidak signifikan H0 diterima dan Ha ditolak.

Untuk melihat tinggi rendahnya korelasi digunakan skala Guilford sebagai berikut:

 < 0,20 : Pengaruh rendah sekali, lemah sekali;

 0.20-0,39 : Pengaruh rendah tapi pasti;

 0,40-0,70 : Pengaruh yang cukup berarti;

 0,71-0,90 : Pengaruh yang tinggi/kuat;

 >0,90 : Pengaruh yang sangat tinggi, kuat sekali.

Berdasarkan nilai rs (rho), untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y dilakukan uji Determinasi, adapun rumus yang digunakan : (Kriyantono, 2008: 182).

D = rs2 x 100%

Keterangan :

D = Kekuatan Determinan (Kekuatan Prediksi) rs = Korelasi Spearman

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tahapan Pelaksanaan Penelitian

Peneliti menempuh beberapa tahapan penelitian dalam pengumpulan data.Tahapan tersebut meliputi:

4.1.1 Tahapan Awal

Peneliti melakukan pra-penelitian ke lokasi penelitian. Setelah itu peneliti mengajukan judul yang akhirnya disetujui oleh Departemen Ilmu Komunikasi FISIP USU. Setelah departemen menetapkan dosen pembimbing, proses penyusunan skripsi selanjutnya peneliti menulis dan menyelesaikan penelitian.

4.1.2 Tahap Pengumpulan Data

Bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengruh city branding “colorful Medan” terhadap citra kota Medan. Peneliti pertama melakukan penelitian kepustakaan yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung penelitian. Selain itu data juga didapatkan dari internet yang relevan dengan masalah penelitian. Dalam hal ini penelitian kepustakaan dilakukan dengan mempelajari, mendalami, dan mengutip teori-teori atau konsep-konsep dari sejumlah literatur baik buku, karya tulis serta tulisan yang relevan dengan masalah penelitian.

Selanjutnya, peneliti melakukan penelitian lapangan yaitu pengumpulan data di lokasi penelitian. Setelah itu, peneliti langsung melakukan penyebaran kuesioner secara langsung dan secara online menggunakan aplikasi Google Form..

Peneliti menggunakan rumus Slovin dengan presisi 10% dengan tingkat kepercayaan 90% untuk menentukan jumlah sampel penelitian. sebagai teknik penarikan sampel. Dari rumus tersebut didapatkan bahwa jumlah sampel adalah sebanyak 100 orang yang sesuai dengan kriteria penelitian.

.

Setelah peneliti selesai melakukan pengumpulan data dari kuesioner yang diberikan kepada 100 responden, maka tahap selanjutnya peneliti melakukan pengolahan data jawaban dari kuisioner tersebut. Tahap-tahap tersebut, yaitu:

1. Penomoran kuesioner

Penomoran kuesioner ini merupakan tahapan memberikan nomor pada setiap kuesioner yang telah diberi nomor pengenal, yakni nomor 01 s/d 100.

2. Editing

Tahap ini merupakan tahap yang dilakukan untuk memperbaiki jawaban responden yang kurang jelas setiap jawaban yang meragukan dan menghindari hal-hal yang tidak sesuai dengan anjuran pengisian kuesioner.

3. Coding

Coding adalah proses pemindahan jawaban-jawaban responden ke kotak kode yang disediakan di kuesioner dalam bentuk angka (score).

4. Inventarisasi variabel

Inventarisasi variabel adalah data mentah yang diperoleh dan dimasukkan kedalam lembar tabel Fotron Cobol (FC) sehingga memuat seluruh data dalam kesatuan.

5. Tabulasi Data

Tabulasi data adalah memindahkan variabel responden yang sudah melalui pengkodean dan inventarisasi variabel ke dalam kerangka tabel. Tabulasi ini terbagi atas tabulasi tunggal dan tabulasi silang. Sebaran data dalam tabel secara rinci meliputi kategori frekuensi, persentase, dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 22.0.

6. Pengujian hipotesis

Tahap pengujian data statistik untuk mengetahui apakah data yang ditemukan menolak atau menerima hipotesa penelitian yang diajukan. Untuk mengukur tingkat hubungan di antara dua variabel, maka peneliti menggunakan rumus koefisien tata genjang (Rank Order Correlation Coefficient) oleh Spearman atau Spearman Rho Koefisien.

4.2 Analisis Tabel Tunggal

Analisis tabel tunggal adalah suatu analisa yang dilakukan dengan membagi-bagi variabel ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Tabel tunggal merupakan awal dalam menganalisa kolom yang terdiri dari sejumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori. Analisis tabel tunggal pada bagian ini akan melihat tentang seberapa besar gambaran umum mengenai karakteristik responden gambaran penggunaan City Branding “Colorful Medan”

dalam mempresentasikan citra kota Medan (Variabel X), dan gambaran penggunaan City Branding “Colorful Medan” dalam mempresentasikan citra kota Medan.

4.2.1 Karakteristik Responden

Karakteristik responden perlu disajikan untuk lebih mengetahui latar belakang responden. Adapun karakteristik umum yang dianggap relevan dalam penelitian ini meliputi usia dan jenis kelamin responden. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.1 Usia

No. Umur F %

1 15 – 25 tahun 42 42,0

2 26 – 35 tahun 38 38,0

3 36 – 45 tahun 20 20,0

Total 100 100,0

Sumber : P.2/FC.4

Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa 42 orang (42%) responden berusia 15 – 25 tahun, kemudian 38 orang (38%) responden berusia 26 – 35 tahun, dan 20 orang (20%) responden berusia 36 – 45 tahun.

Tabel 4.2 Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin F %

1 Laki-laki 58 58,0

2 Perempuan 42 42,0

Total 100 100,0

Sumber : P.3/FC.5

Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 58 orang (58%) dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 42 orang (42%).

4.2.2 City Branding “Colorful Medan” dalam Merepresentasikan Citra Kota Medan

Tabel 4.3

Colorful Medan Merepresentasikan Visi dan Misi Kota Medan

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 46 46,0

2 Setuju 38 38,0

3 Tidak Setuju 6 6,0

4 Sangat Tidak Setuju 10 10,0

Total 100 100,0

Sumber : P.4/FC.6

Berdasarkan tabel 4.3 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 46 orang responden (46%) menyatakan sangat setuju, 38 orang responden (38%) menyatakan setuju, kemudian 6 orang responden (6%) menyatakan tidak setuju dan 10 orang responden (19%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand Kota Medan merepresentasikan visi dan misi kota Medan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand Kota Medan merepresentasikan visi dan misi kota

Medan dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 84%.

Tabel 4.4

Colorful Medan Merepresentasikan Tata Kota Medan yang Baik

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 32 32,0

2 Setuju 37 37,0

3 Tidak Setuju 19 19,0

4 Sangat Tidak Setuju 13 13,0

Total 100 100,0

Sumber : P.5/FC.7

Berdasarkan tabel 4.4 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 32 orang responden (32%) menyatakan sangat setuju, 37 orang responden (37%) menyatakan setuju, kemudian 19 orang responden (19%) menyatakan tidak setuju dan 13 orang responden (13%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan tata kota Medan yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan tata kota Medan yang baik dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 69%.

Tabel 4.5

Colorful Medan Menggambarkan Kota Medan Sebagai Kota Layak Huni

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 38 38,0

2 Setuju 42 42,0

3 Tidak Setuju 13 13,0

4 Sangat Tidak Setuju 7 7,0

Total 100 100,0

Sumber : P.6/FC.8

Berdasarkan tabel 4.5 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 38 orang responden (38%) menyatakan sangat setuju, 42 orang responden (42%) menyatakan setuju, kemudian 13 orang responden (13%) menyatakan tidak setuju dan 7 orang responden (7%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan menggambarkan kota Medan sebagai kota layak huni. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan menggambarkan kota Medan sebagai kota layak huni dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 80%.

Tabel 4.6

Colorful Medan Merepresentasikan Kota Medan Sebagai Kota Pariwisata

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 39 39,0

2 Setuju 45 45,0

3 Tidak Setuju 11 11,0

4 Sangat Tidak Setuju 5 5,0

Total 100 100,0

Sumber : P.7/FC.9

Berdasarkan tabel 4.6 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 39 orang responden (39%) menyatakan sangat setuju, 45 orang responden (45%) menyatakan setuju, kemudian 11 orang responden (11%) menyatakan tidak setuju dan 5 orang responden (5%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota pariwisata. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota pariwisata dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 84%.

Tabel 4.7

Colorful Medan Merepresentasikan Kota Medan Sebagai Kota yang Baik untuk Bisnis Perdagangan dan Jasa

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 38 38,0

2 Setuju 32 32,0

3 Tidak Setuju 24 24,0

4 Sangat Tidak Setuju 6 6,0

Total 100 100,0

Sumber : P.8/FC.10

Berdasarkan tabel 4.7 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 38 orang responden (38%) menyatakan sangat setuju, 32 orang responden (32%) menyatakan setuju, kemudian 24 orang responden (11%) menyatakan tidak setuju dan 6 orang responden (6%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota medan sebagai kota yang baik untuk bisnis perdagangan dan jasa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota medan sebagai kota yang baik untuk bisnis perdagangan dan jasa dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 70%.

Tabel 4.8

Colorful Medan Merepresentasikan Kota Medan Sebagai Kota yang Baik untuk Mendapatkan Pendidikan sampai Tinggi

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 53 53,0

2 Setuju 34 34,0

3 Tidak Setuju 11 11,0

4 Sangat Tidak Setuju 2 2,0

Total 100 100,0

Sumber : P.9/FC.11

Berdasarkan tabel 4.8 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 53 orang responden (53%) menyatakan sangat setuju, 34 orang responden (34%) menyatakan setuju, kemudian 11 orang responden (11%) menyatakan tidak setuju dan 2 orang responden (2%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang baik untuk mendapatkan pendidikan sampai tinggi.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang baik untuk mendapatkan pendidikan sampai tinggi dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 87%.

Tabel 4.9

Colorful Medan Merepresentasikan Kota Medan Sebagai Kota yang Memiliki Penduduk Sangat Ramah dan Bersahabat

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 50 50,0

2 Setuju 34 34,0

3 Tidak Setuju 14 14,0

4 Sangat Tidak Setuju 2 2,0

Total 100 100,0

Sumber : P.10/FC.12

Berdasarkan tabel 4.9 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 50 orang responden (50%) menyatakan sangat setuju, 34 orang responden (34%) menyatakan setuju, kemudian 14 orang responden (14%) menyatakan tidak setuju dan 2 orang responden (2%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang memiliki penduduk sangat ramah dan bersahabat.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang memiliki penduduk sangat ramah dan bersahabat dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 84%.

Tabel 4.10

Colorful Medan Merepresentasikan Kota Medan Sebagai Kota yang Memiliki Penduduk Sangat Mudah Beradaptasi dengan Pendatang

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 63 63,0

2 Setuju 23 23,0

3 Tidak Setuju 12 12,0

4 Sangat Tidak Setuju 2 2,0

Total 100 100,0

Sumber : P.11/FC.13

Berdasarkan tabel 4.10 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 63 orang responden (63%) menyatakan sangat setuju, 23 orang responden (23%) menyatakan setuju, kemudian 12 orang responden (12%) menyatakan tidak setuju dan 2 orang responden (2%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang memiliki penduduk sangat mudah beradaptasi dengan pendatang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang memiliki penduduk sangat mudah beradaptasi dengan pendatang dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 86%.

Tabel 4.11

Colorful Medan Merepresentasikan Kota Medan Sebagai Kota yang Memiliki Keadaan Penduduk Sangat Multietnis

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 56 56

2 Setuju 31 31

3 Tidak Setuju 10 10

4 Sangat Tidak Setuju 3 3

Total 100 100,0

Sumber : P.12/FC.14

Berdasarkan tabel 4.11 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 56 orang responden (56%) menyatakan sangat setuju, 31 orang responden (31%) menyatakan setuju, kemudian 10 orang responden (10%) menyatakan tidak setuju dan 3 orang responden (3%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang memiliki keadaan penduduk sangat multietnis.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang memiliki keadaan penduduk sangat multietnis dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 87%.

Tabel 4.12

Colorful Medan Merepresentasikan Kota Medan Sebagai Kota yang Sangat Mudah Dikunjungi Karena Kemudahan Akses Infrastruktur dan

Transportasi

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 57 57,0

2 Setuju 24 24,0

3 Tidak Setuju 14 14,0

4 Sangat Tidak Setuju 5 5,0

Total 100 100,0

Sumber : P.13/FC.15

Berdasarkan tabel 4.12 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 57 orang responden (57%) menyatakan sangat setuju, 24 orang responden (24%) menyatakan setuju, kemudian 14 orang responden (14%) menyatakan tidak setuju dan 5 orang responden (5%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang sangat mudah dikunjungi karena kemudahan akses infrastruktur dan transportasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan kota Medan sebagai kota yang sangat mudah dikunjungi karena kemudahan akses infrastruktur dan

transportasi dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 81%.

Tabel 4.13

Colorful Medan Merepresentasikan Citra Kota Medan yang Selama Ini Dimiliki

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 58 58,0

2 Setuju 26 26,0

3 Tidak Setuju 13 13,0

4 Sangat Tidak Setuju 3 3,0

Total 100 100,0

Sumber : P.14/FC.16

Berdasarkan tabel 4.13 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 58 orang responden (58%) menyatakan sangat setuju, 26 orang responden (26%) menyatakan setuju, kemudian 13 orang responden (13%) menyatakan tidak setuju dan 3 orang responden (3%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan citra-citra kota Medan yang selama ini dimiliki, seperti kota yang sangat multietnis dan banyak keragaman budaya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Colorful Medan sebagai City Brand kota Medan merepresentasikan citra-citra kota Medan yang selama ini dimiliki, seperti kota yang sangat multietnis dan banyak keragaman budaya dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 84%.

4.2.3 Citra Kota Medan Melalui City Branding “Colorful Medan”

Tabel 4.14

Mengetahui Colorful Medan sebagai City Branding dari kota Medan

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 39 39,0

2 Setuju 41 41,0

3 Tidak Setuju 10 10,0

4 Sangat Tidak Setuju 10 10,0

Total 100 100,0

Sumber : P.15/FC.17

Berdasarkan tabel 4.14 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 39 orang responden (39%) menyatakan sangat setuju, 41 orang responden (41%) menyatakan setuju, kemudian 10 orang responden (10%) menyatakan tidak setuju dan 10 orang responden (10%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa mengetahui Colorful Medan sebagai City Branding dari kota Medan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengetahui Colorful Medan sebagai City Branding dari kota Medan dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 80%.

Tabel 4.15

Peningkatan Pengetahuan Setelah Melihat Berita Mengenai City Branding Colorful Medan

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 33 33,0

2 Setuju 48 48,0

3 Tidak Setuju 13 13,0

4 Sangat Tidak Setuju 6 6,0

Total 100 100,0

Sumber : P.16/FC.18

Berdasarkan tabel 4.15 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 33 orang responden (33%) menyatakan sangat setuju, 48 orang responden (48%) menyatakan setuju, kemudian 13 orang responden (13%) menyatakan tidak setuju dan 6 orang responden (6%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa pengetahuan meningkat setelah melihat berita mengenai City Branding Colorful Medan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan meningkat setelah melihat berita mengenai City Branding Colorful Medan dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 81%.

Tabel 4.16

Peningkatan Pengetahuan tentang City Branding Colorful Medan Melalui Program Cultural Event

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 38 38,0

2 Setuju 42 42,0

3 Tidak Setuju 13 13,0

4 Sangat Tidak Setuju 7 7,0

Total 100 100,0

Sumber : P.17/FC.19

Berdasarkan tabel 4.16 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 38 orang responden (38%) menyatakan sangat setuju, 42 orang responden (42%) menyatakan setuju, kemudian 13 orang responden (13%) menyatakan tidak setuju dan 7 orang responden (7%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa program cultural event meningkatkan pengetahuan tentang City Branding Colorful Medan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa program cultural event meningkatkan pengetahuan tentang City Branding Colorful Medan dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 80%.

Tabel 4.17

City Branding Colorful Medan Sesuai dengan Visi dari Kota Medan

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 44 44,0

2 Setuju 40 40,0

3 Tidak Setuju 6 6,0

4 Sangat Tidak Setuju 10 10,0

Total 100 100,0

Sumber : P.18/FC.20

Berdasarkan tabel 4.17 diatas maka dapat diperoleh data yang menunjukkan bahwa sebanyak 44 orang responden (44%) menyatakan sangat setuju, 40 orang responden (40%) menyatakan setuju, kemudian 6 orang responden (6%) menyatakan tidak setuju dan 10 orang responden (10%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa City Branding Colorful Medan sesuai dengan visi dari kota Medan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa City Branding Colorful Medan sesuai dengan visi dari kota Medan dengan mayoritas responden yang menyatakan persetujuannya yaitu sebanyak 84%.

Tabel 4.18

Visualisasi/Tampilan Slogan City Branding Colorful Medan Menarik

No. Alternatif Jawaban F %

1 Sangat Setuju 43 43,0

2 Setuju 33 33,0

2 Setuju 33 33,0