BAB IV HASIL DAN ANALISIS
4.6 Karakteristik Responden
4.6.2 Usia
Jumlah masyarakat di lingkungan VII dan XIII Kelurahan Tegal Sari Mandala III berdasarkan usia yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.10 : Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah (Orang)
1 <35 Tahun 7
2 36-50 Tahun 27
3 >51 Tahun 21
Jumlah 55
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.10 di atas, dapat diketahui gambaran mengenai distribusi responden berdasarkan usia. Adapun responden usia <35 tahun berjumlah 7 orang, responden dengan usia 36-50 tahun berjumlah 27 orang, dan responden dengan usia
>51 tahun berjumlah 21 orang.
Gambar 4.3 : Diagram Persentase Responden Berdasarkan Usia
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan diagram 4.3 di atas, dapat diperoleh gambaran mengenai persentase responden berdasarkan usia di lingkungan VII dan XIII Kelurahan Tegal Sari Mandala III, untuk usia <35 tahun, yakni berjumlah 7 orang dengan persentase 7%, usia 36-50 tahun berjumlah 27 orang dengan persentase 24%, dan untuk usia >51 tahun berjumlah 21 orang dengan persentase 69%.
4.6.3 Pekerjaan
Jumlah masyarakat di lingkungan VII dan XIII Kelurahan Tegal Sari Mandala III berdasarkan pekerjaan yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:
7%
24%
69%
Usia
<35 Tahun 36-50 Tahun >51 Tahun
Tabel 4.11 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
No Pekerjaan Jumlah (Orang)
1 Pegawai 12
2 Wiraswasta 34
3 Ibu Rumah Tangga 9
Jumlah 55
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.11 di atas, dapat diketahui gambaran mengenai distribusi responden berdasarkan pekerjaan. Adapun responden yang bekerja sebagai pegawai berjumlah 12 orang, responden yang bekerja sebagai wiraswasta berjumlah 34 orang, dan responden ibu rumah tangga berjumlah 9 orang.
Gambar 4.4 : Diagram Persentase Responden Berdasarkan Pekerjaan
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
22%
62%
16%
Pekerjaan
Pegawai Wiraswasta Ibu Rumah Tangga
Berdasarkan diagram 4.4 di atas, dapat diperoleh gambaran mengenai persentase responden berdasarkan pekerjaan di lingkungan VII dan XIII Kelurahan Tegal Sari Mandala III, untuk pekerjaan pegawai yakni berjumlah 12 orang dengan persentase 22%, pekerjaan wiraswasta berjumlah 34 orang dengan persentase 62%, dan untuk ibu rumah tangga berjumlah 9 orang dengan persentase 16%.
4.7 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel X (Partisipasi Masyarakat)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Partisipasi Masyarakat (X) yang menggunakan teori dari Huraerah, yang dimana menurut Huraerah (2008:116) Partisipasi Masyarakat mempunyai 5 indikator, yaitu: Partisipasi Buah Pikiran, Partisipasi Tenaga, Partisipasi Harta Benda, Partisipasi Keterampilan dan Kemahiran, serta Partisipasi Sosial. Dalam penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Skala likert merupakan skala yang digunakan untuk mengukur pendapat orang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Adapun pilihan jawaban dalam angket yang diajukan adalah 5 item yang terdiri dari: Tidak Pernah (TP), Jarang (J), Kadang-kadang (K), Sering (S), dan Sangat Sering (SS). Angket yang diajukan merupakan angket dalam bentuk pernyataan yang terdiri dari 11 pernyataan untuk variable X. berikut adalah pemaparan hasil jawaban dari pernyataan yang diajukan kepada responden melalui angket.
Tabel 4.12 : Distribusi Jawaban Variabel Partisipasi Masyarakat
Rata-rata keseluruhan 1766 58,37% Cukup
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.12 di atas, dapat dilihat bahwa pernyataan yang memenuhi persentase tertinggi dari variabel partisipasi masyarakat adalah sebesar 70,18%, diperoleh dari pernyataan ke-5, pernyataan ke-7 diperoleh sebesar 69,09%, dan pernyataan ke-10 diperoleh sebesar 68,36%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga pernyataan yang memiliki pengaruh besar tersebut merupakan bagian dari dimensi partisipasi masyarakat yaitu partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, dan partisipasi sosial. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa tingginya kesadaran masyarakat untuk ikut serta membantu pelaksanaan program SANIMAS, menyumbangkan makanan atau minuman dan ikut aktif dalam kegiatan rapat. Dengan tingginya kesadaran masyarakat akan partisipasi diharapkan masyarakat lingkungan VII dan XIII di Kelurahan Tegal Sari Mandala III lebih dapat berpartisipasi tidak hanya dalam memberikan tenaga, makanan atau minuman, melainkan ikut berpartisipasi dalam hal-hal yang menyangkut pembangunan program SANIMAS atau program-program berikutnya.
Sedangkan pernyataan yang memiliki persentase terendah sebesar 52,36%
yang diperoleh dari pernyataan ke-11. Hal ini menunjukkan bahwa masih rendahnya kesadaran masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala III untuk berpartisipasi dalam menentukan permasalahan atau kebutuhan yang diperlukan masyarakat. Hal itu dapat dilihat dari dimensi partisipasi masyarakat yaitu partisipasi sosial yang rendah.
Masyarakat Kelurahan Tegal Sari Mandala III diharapkan mampu mengemukakan pendapat atau pun menyampaikan keluhan dan permasalahan yang menyangkut lingkungan, dikarenakan program SANIMAS dibangun dari masyarakat dan untuk
masyarakat, maka akan lebih baik jika masyarakat dapat memberikan masukan, keluhan, atau kebutuhan yang diperlukan, agar pelaksanaan program SANIMAS menjadi transparan dan dapat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masyarakat.
4.8 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Y (Efektivitas)
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Efektivitas (Y) yang menggunakan teori dari Gibson, yang dimana menurut Gibson (1994:32) efektivitas mempunyai 5 indikator, yaitu: Produksi, Efesiensi, Kepuasan, Adaptasi, serta Perkembangan. Dalam penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Skala likert merupakan skala yang digunakan untuk mengukur pendapat orang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Adapun pilihan jawaban dalam angket yang diajukan adalah 5 item yang terdiri dari: Sangat Tidak Puas (STP), Tidak Puas(TP), Cukup Puas (CP), Puas (P), dan Sangat Puas (SP). Angket yang diajukan merupakan angket dalam bentuk pernyataan yang terdiri dari 11 pernyataan untuk variable Y. berikut adalah pemaparan hasil jawaban dari pernyataan yang diajukan kepada responden melalui angket.
Tabel 4.13 : Distribusi Jawaban Variabel Efektivitas
Rata-rata keseluruhan 2104 69,55% Baik
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.13 di atas, dapat dilihat bahwa pernyataan yang memenuhi persentase tertinggi dari variabel Efektivitas adalah sebesar 74,18% yang diperoleh dari pernyataan ke-3 dan ke-9. Hal ini menunjukkan bahwa kedua pernyataan yang memiliki pengaruh besar tersebut merupakan bagian dari dimensi efektivitas yaitu efesiensi dan perkembangan (development). Program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan serta adanya pengawasan penuh dari BKM dan KSM yang membuat efektifnya Program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III.
Sedangkan pernyataan yang memiliki persentase terendah sebesar 60,36%
yang diperoleh dari pernyataan ke-1. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan yang memiliki persentase terendah merupakan bagian dari dimensi efektivitas yaitu produksi. Dengan rendahnya persentase dari dimensi efektivitas yaitu produksi, bukan berarti mutu atau kualitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibangun di Kelurahan Tegal Sari Mandala III tidak baik, melainkan terdapat dimensi atau pernyataan-pernyataan lain yang memiliki nilai lebih tinggi dibanding dimensi produksi.
4.9 Evaluasi Model Partial Least Square (PLS) 4.9.1 Model Pengukuran (Outer Model)
Suatu konsep dan model penelitian tidak dapat diuji dalam suatu model prediksi hubungan rasional dan kausal jika belum melewati tahap penyaringan (purifikasi) dalam model pengukuran. Menurut Abdillah dan Hartono (2015:194)
model pengukuran (outer model) merupakan pengukuran yang digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrumen. Uji validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrumen penelitian mengukur apa yang seharusnya diukur, suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi alat ukur dalam mengukur suatu konsep atau dapat juga digunakan untuk mengukur konsistensi responden dalam menjawab item pernyataan dalam kuesioner atau instrumen penelitian.
4.9.1.1 Uji Validitas
Uji validitas terdiri atas validitas kualitatif dan validitas konstruk. Dalam penelitian ini uji validitas yang akan digunakan adalah uji validitas konstruk. Menurut Abdillah dan Hartono (2015:195) Uji validitas konstruk menunjukkan seberapa baik hasil yang diperoleh dari penggunaan suatu pengukuran sesuai teori-teori yang digunakan untuk mendefinisikan suatu konstruk. Validitas konstruk terdiri atas dua yaitu validitas konvergen dan validitas diskriminan.
Uji validitas dilakukan di wilayah sejenis diluar populasi seperti Kelurahan Tegal Sari Mandala III Medan Denai dan sampel berjumlah 30 orang responden.
Adapun lokasi uji validitas dilakukan di Kelurahan Glugur Kecamatan Medan Barat Lingkungan 13.
A. Validitas Konvergen
Uji validitas konvergen dalam Partial Least Square (PLS) dinilai berdasarkan loading factor (korelasi antara skor item/skor komponen dengan skor konstruk).
Menurut Chin (dalam Abdillah dan Hartono 2015:195) rule of thumb yang digunakan untuk validitas konvergen adalah outer loading > 0.7, communality > 0.5, dan Average Variance Extracted (AVE) > 0.5.
Tabel 4.14 : Hasil Uji Validitas Konvergen Outer Loading Variabel Partisipasi Masyarakat (X)
Item Outer Loading Partisipasi Masyarakat Keterangan
X1 0.800 Valid
X2 0.725 Valid
X3 0.771 Valid
X4 0.859 Valid
X5 0.881 Valid
X6 0.765 Valid
X7 0.794 Valid
X8 0.854 Valid
X9 0.907 Valid
X10 0.796 Valid
X11 0.856 Valid
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.14 di atas, perhitungan dan pengujian validitas konvergen outer loading dapat diperoleh hasil bahwa dari pengujian item penelitian yang dilakukan peneliti dengan jumlah responden 30 orang responden bahwa seluruh indikator variabel partisipasi masyarakat memenuhi standar validitas dengan nilai >
0.7 untuk setiap item indikator penelitian.
Tabel 4.15 : Hasil Uji Validitas Konvergen Outer Loading Variabel Efektivitas (Y)
Item Outer Loading Efektivitas Keterangan
Y1 0.705 Valid
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.15 di atas, perhitungan dan pengujian validitas konvergen outer loading dapat diperoleh hasil bahwa dari pengujian item penelitian yang dilakukan peneliti dengan jumlah responden 30 orang responden bahwa seluruh indikator variabel efektivitas memenuhi standar validitas dengan nilai > 0.7 untuk setiap item indikator penelitian.
Tabel 4.16 : Hasil Average Variance Extracted (AVE) dan Communality
Konstruk AVE Communality
Partisipasi Masyarakat 0.673 0.673
Efektivitas 0.648 0.648
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.16 di atas, perhitungan dan pengujian validitas konvergen average variance extracted (AVE) dan communality dapat diperoleh hasil bahwa nilai AVE dan communality setiap variabel adalah lebih dari 0.5. nilai AVE
menunjukkan ukuran validitas konvergen yang baik, artinya variabel laten dapat menjelaskan rata-rata lebih dari setengah varian dari indikator-indikatornya.
B. Validitas Diskriminan
Validitas diskriminan berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur-pengukur konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi. Uji validitas diskriminan dinilai berdasarkan cross loading pengukuran dengan konstruknya.
Menurut Chin (dalam Abdillah dan Hartono 2015:196) Metode lain yang digunakan untuk menilai validitas diskriminan adalah dengan membandingkan akar AVE untuk setiap konstruk dengan korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model. Model mempunyai validitas diskriminan yang cukup jika akar AVE untuk setiap konstruk lebih besar daripada korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model.
Tabel 4.17 : Hasil Uji Validitas Diskriminan Akar AVE & Korelasi Variabel Laten
Konstruk Akar AVE Partisipasi Masyarakat
Efektivitas
Partisipasi Masyarakat
0.820 1.000 0.745
Efektivitas 0.805 0.745 1.000
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Tabel 4.18 : Hasil Uji Validitas Diskriminan Cross Loading Item Partisipasi Masyarakat Efektivitas
X1 0.800 0.669
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.17 di atas, dapat diketahui bahwa akar AVE pada semua variabel lebih besar daripada korelasi antar variabel laten. Dan pada tabel 4.18 diatas,
dapat diketahui bahwa korelasi indikator dengan konstruknya lebih tinggi (> 0.7) dari korelasi dengan konstruk blok lainnya, hal ini menunjukkan konstruk tersebut memprediksi ukuran pada blok mereka dengan lebih baik dari blok lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel dan indikator yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi uji validitas diskriminan.
4.9.1.2 Uji Reliabilitas
Menurut Abdillah dan Hartono (2015:196) Uji reliabilitas dalam Partial Least Square (PLS) digunakan untuk mengukur konsistensi internal alat ukur. Reliabilitas juga menunjukkan akurasi, konsistensi, dan ketepatan suatu alat ukur dalam melakukan pengukuran. Uji reliabilitas dalam Partial Least Square (PLS) dapat menggunakan dua metode, yaitu Cronbach’s alpha dan Composite reliability.
Cronbach’s alpha mengukur batas bahwa nilai reliabilitas suatu konstruk, sedangkan composite reliability mengukur nilai sesungguhnya reliabilitas suatu konstruk.
Menurut Chin (dalam Abdillah dan Hartono 2015:196) composite reliability dinilai lebih baik dalam mengestimasi konsistensi internal suatu konstruk. Untuk dapat dikatakan suatu konstruk reliabel, maka nilai Cronbach’s alpha harus > 0.6 dan nilai Composite reliability harus > 0.7.
Tabel 4.19 : Hasil Uji Reliabilitas Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability
Konstruk Cronbach’s alpha Composite reliability
Partisipasi Masyarakat 0.951 0.958
Efektivitas 0.945 0.953
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.19 di atas, dapat diketahui bahwa variabel partisipasi masyarakat dan efektivitas memiliki nilai Cronbach’s alpha lebih dari 0.6 dan nilai dari Composite reliability adalah lebih dari 0.7, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi uji reliabilitas, yang artinya variabel-variabel tersebut telah reliabel.
4.9.2 Model Struktural (Inner Model)
Ada beberapa tahap untuk mengevaluasi model struktural dalam smart PLS.
Pertama adalah melihat signifikansi hubungan antara konstrak. Hal ini dapat dilihat dari koefisien jalur (Path Coefficient) yang menggambarkan hubungan antar konstruk. Path coefficient di uji dengan nilai ambang batas diatas 0.1 untuk menyatakan bahwa jalur (path) yang dimaksud mempunyai pengaruh dalam model.
Kedua, menggunakan R2 (koefisien determinasi) Nilai R2 digunakan untuk mengukur tingkat variasi perubahan variabel independen terhadap variabel dependen. Semakin tinggi nilai R2 berarti semakin baik model prediksi dari model penelitian yang diajukan. Ketiga, melihat nilai T-statistic dengan metode bootstrapping menggunakan uji satu sisi (one-tailed) dengan tingkat signifikansi 10% untuk menguji
hipotesis-hipotesis penelitian. Keempat, pengujian f 2 (effect size) untuk memprediksi pengaruh variabel tertentu terhadap variabel lainnya dalam struktur model dengan nilai ambang batas 0.02 untuk pengaruh kecil, 0.15 untuk pengaruh menengah, dan 0.35 untuk pengaruh besar (Sarstedt et al 2017:20). f 2 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑓2 = 𝑅2 𝑖𝑛𝑐𝑙𝑢𝑑𝑒 − 𝑅2𝑒𝑥𝑐𝑙𝑢𝑑𝑒 1 − 𝑅2 𝑖𝑛𝑐𝑙𝑢𝑑𝑒
4.9.2.1 Koefisien Jalur (Path Coefficient)
Gambar 4.5 : Hasil Path Coefficient
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Uji path coefficient dilakukan dengan melihat signifikansi hubungan antar konsturk. Hal ini dapat dilihat dari path coefficient yang menggambarkan hubungan antara konstruk. Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai ambang batas yaitu di atas 0.1, dimana koefisien jalur dinyatakan memiliki pengaruh dalam model jika hasil nilai uji path coefficient berada di atas 0.1. Pada gambar 4.5 di atas dinyatakan bahwa jalur yang ada pada model penelitian ini telah signifikan, yang dimana hasil nilai uji path coefficient sebesar 0.927 atau berada di atas 0.1. Atas hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa variabel partisipasi masyarakat memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III.
4.9.2.2 Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R 2 ≥ 1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y).
Tabel 4.20 : Hasil Koefisien Determinasi (R2)
R Square R Square Adjusted
Efektivitas 0.860 0.857
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Gambar 4.6 : Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Berdasarkan tabel 4.20 dan diagram di atas, diperoleh hasil bahwa nilai koefisien determinasi (R2) yaitu 0.860. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel partisipasi masyarakat mampu memberikan kontribusi terhadap variabel efektivitas sebesar 86%, sedangkan sisanya sebesar 14% dijelaskan oleh variabel atau faktor lainnya.
4.9.2.3 Effect Size ( f 2)
Pada tahap ini dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh variabel x terhadap variabel y dalam model struktural dengan nilai ambang batas 0.02 untuk pengaruh kecil, 0.15 untuk pengaruh menengah, dan 0.35 untuk pengaruh besar. f 2 dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑓2 = 𝑅2 𝑖𝑛𝑐𝑙𝑢𝑑𝑒 − 𝑅2𝑒𝑥𝑐𝑙𝑢𝑑𝑒 1 − 𝑅2 𝑖𝑛𝑐𝑙𝑢𝑑𝑒
𝑓2= 0.860 − 0.857
𝑓2 = 0.003
0.14 = 0.021
Dimana :
R2 include adalah nilai R2 yang diperoleh ketika variabel independen (x) dimasukkan ke model.
R2exclude adalah nilai R2 yang diperoleh ketika variabel independen (x) dikeluarkan dari model.
Berdasarkan hasil pengujian f 2 di atas, dapat diperoleh hasil bahwa variabel partisipasi masyarakat berpengaruh terhadap variabel efektivitas, yang dimana pengaruh variabel x terhadap y sebesar 0.021 dalam artian partisipasi masyarakat berpengaruh kecil terhadap efektivitas program SANIMAS.
4.9.2.4 Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan untuk membuktikan kebenaran akan asumsi atas nilai parameter. Asumsi nilai parameter inilah yang disebut hipotesis. Secara umum metode explanatory research adalah pendekatan metode yang menggunakan Partial Least Square (PLS). Hal ini disebabkan pada metode ini terdapat pengujian hipotesa.
Menguji hipotesis dapat dilihat dari nilai T-statistic dan nilai probabilitas (p-values).
Untuk pengujian hipotesis menggunakan nilai statistik maka untuk alpha 10% nilai T-statistic yang digunakan adalah 1.64 untuk hipotesis satu arah (one-tailed).
Sehingga kriteria penerimaan atau penolakan hipotesa adalah Ha diterima dan H0
ditolak ketika T-statistic >1.64. Untuk menolak atau menerima hipotesis menggunakan probabilitas maka Ha diterima jika nilai p <0.1. Analisis Partial Least Square (PLS) yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SmartPLS versi 3.2.8 yang dijalankan dengan media komputer.
Tabel 4.21 : Hasil Uji Hipotesis Original
Sumber: Diolah dari data penelitian, 2020
Dalam Partial Least Square (PLS) pengujian secara statistik setiap hubungan yang di hipotesiskan dilakukan dengan menggunakan simulasi. Dalam hal ini dilakukan metode bootstrapping terhadap sampel. Pengujian dengan bootstrapping juga dimaksudkan untuk meminimalkan masalah ketidaknormalan data penelitian.
Pada tabel 4.21 di atas, dapat diketahui bahwa hubungan antara partisipasi masyarakat terhadap efektivitas adalah signifikan dengan T-statistic sebesar 66.520 atau lebih dari 1.64. Dengan demikian hipotesis Ha yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap efektivitas Program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III diterima dan H0 ditolak.
4.10 Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) di Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai. Pembahasan variabel disajikan sebagai berikut :
1. Pengaruh Partisipasi Masyarakat Terhadap Efektivitas Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Di Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kecamatan Medan Denai.
Penelitian ini terdiri dari dua variabel antara lain, satu variabel bebas yaitu partisipasi masyarakat dan satu variabel terikat yaitu efektivitas. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 55 responden yang didapat dengan menggunakan rumus slovin. Keseluruhan responden terbagi atas 42 laki-laki dan 13 perempuan yang didominasi oleh laki-laki, responden juga didominasi oleh usia 36-50 tahun dengan jumlah 27 orang dan responden juga didominasi oleh pekerjaan wiraswasta dengan jumlah 34 orang.
Partisipasi masyarakat dipengaruhi oleh lima dimensi yaitu partisipasi buah pikiran, partisipasi tenaga, partisipasi harta benda, partisipasi keterampilan dan kemahiran, serta partisipasi sosial yang dikemukakan oleh Huraerah. Partisipasi masyarakat merupakan suatu tindakan dalam kegiatan pembangunan yang dimana masyarakat ikut terlibat dalam proses pembangunan baik itu satu tahap atau lebih dari
satu proses. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan akan menentukan keberhasilan sebuah program yang telah dibangun. Hasil pengujian inner model (model struktural) menunjukkan bahwa variabel partisipasi masyarakat berpengaruh positif terhadap variabel efektivitas program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya hubungan searah partisipasi masyarakat terhadap efektivitas, dalam arti pembangunan akan efektif jika ada keterlibatan (partisipasi) dari masyarakat itu sendiri.
Berdasarkan hasil perhitungan data pada penelitian ini, untuk R-Square mendapatkan nilai sebesar 0.860, hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh variabel partisipasi masyarakat terhadap efektivitas adalah sebesar 86%, sedangkan sisanya sebesar 14% dijelaskan oleh variabel atau faktor lainnya diluar penelitian. Dapat dikatakan bahwa variabel partisipasi masyarakat mempunyai pengaruh terhadap variabel efektivitas. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa hubungan variabel partisipasi masyarakat dengan efektivitas menunjukkan hubungan positif dengan nilai T-statistic sebesar 66.520 (>1.64), dalam arti bahwa hipotesis Ha
yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap efektivitas Program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III diterima dan H0 ditolak.
Efektivitas adalah suatu tingkat keberhasilan yang dihasilkan seseorang atau organisasi sesuai dengan tujuan maupun sasaran yang telah ditetapkan. Efektivitas dapat diukur dengan lima dimensi yaitu, produksi (production), efisiensi (efficiency),
kepuasan (satisfaction), adaptasi (adaptiveness), perkembangan (development) yang dikemukakan oleh Gibson.
Berdasarkan hasil distribusi data dapat dilihat bahwa indikator berada dalam skala baik. Hal ini didukung pada dimensi partisipasi buah pikiran yang memiliki 3 indikator, dimensi partisipasi tenaga yang memiliki 2 indikator, dimensi partisipasi harta benda memiliki 2 indikator, dimensi partisipasi keterampilan dan kemahiran memiliki 2 indikator, dan dimensi partisipasi sosial memiliki 2 indikator dan dari seluruh variabel partisipasi masyarakat yaitu 3 indikator berada dalam kategori baik.
Begitupula dengan variabel efektivitas dengan dimensi produksi memiliki 2 indikator, dimensi efisiensi memiliki 2 indikator, dimensi kepuasan memiliki 2 indikator, dimensi adaptasi memiliki 2 indikator, dan dimensi perkembangan memiliki 3 indikator dan dari seluruh variabel efektivitas terdapat 7 indikator yang berada dalam kategori baik.
Pembangunan merupakan sesuatu yang dari, oleh, dan untuk masyarakat, sehingga pembangunan mensyaratkan perlibatan atau partisipasi seluruh warga masyarakat. Masyarakat ikut berperan atau terlibat dalam proses pembangunan baik itu proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan, dengan terlibatnya masyarakat akan pembangunan maka pemanfaatan pembangunan akan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Pembangunan akan dikatakan efektif apabila masyarakat ikut berperan (partisipasi) dalam proses ataupun tahapan pembangunan sesuai dengan waktu dan sasaran yang telah ditentukan. Bahkan berdasarkan hasil penelitian,
diperoleh bahwa adanya hubungan yang positif antara partisipasi masyarakat dengan efektivitas program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III. Dalam arti bahwa pentingnya peran atau partisipasi masyarakat dalam mencapai pembangunan yang efektif.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu:
5.1.1 Berdasarkan hasil analisis data tentang pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program SANIMAS di Kelurahan Tegal Sari Mandala III yang telah dijabarkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa partisipasi masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala III telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan tahap-tahap partisipasi masyarakat menurut Huraerah, (2008:116). Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis angket dengan persentase 58,37%
yang berada pada kategori cukup baik, artinya masyarakat di Kelurahan Tegal Sari Mandala III telah berpartisipasi dalam program SANIMAS dengan cukup baik.
5.1.2 Efektivitas Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) di Kelurahan Tegal Sari Mandala III dapat disimpulkan sudah efektif sesuai dengan ukuran efektivitas menurut Gibson, (1994:32). Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis angket dengan persentase 69,55%