• Tidak ada hasil yang ditemukan

“The increasing demand for services at our branches was both our biggest challenge and greatest opportunity in 2010.”

5. Saptono R Irianto

฀ Direktur฀Komersial฀&฀Pengembangan฀Usaha฀

I Commercial & Business Development Director

Kinerja Keuangan

Seiring meningkatnya volume kegiatan baik untuk lalu-lintas kapal maupun barang, Perseroan berhasil membukukan peningkatan kinerja keuangan pada tahun 2010. Pendapatan usaha bersih naik 20,60% dibandingkan pencapaian tahun 2009, menjadi sebesar Rp 3.013,31 miliar. Kenaikan pendapatan tersebut sejalan dengan peningkatan trafik kapal dan volume kegiatan, yang ditunjang antara lain oleh penataan kemitraan kegiatan bongkar-muat di cabang pelabuhan Tanjung Priok dengan beberapa mitra Perusahaan Bongkar Muat (PBM) terseleksi yang kini menggunakan pola bagi-hasil, dan keberhasilan penerapan sistem single billing per 1 Oktober 2010.

Di sisi lain, Perseroan berhasil menekan laju kenaikan beban usaha yang hanya meningkat 18,77% dari tahun sebelumnya, menjadi sebesar Rp 1.988,50 miliar di tahun 2010. Membaiknya marjin usaha pada gilirannya berdampak pada perolehan laba bersih, yang tumbuh sebesar 32,96% dari Rp 944,76 miliar di tahun 2009 menjadi sebesar Rp 1.256,18 miliar di tahun 2010. Selain profitabilitas, kinerja keuangan Perseroan di tahun 2010 dalam aspek likuiditas maupun solvabilitas secara umum juga menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya.

Financial Performance

Supported by recent volume activity increases in both vessel and goods traffics, the Company managed to strengthen its financial performance in 2010. Net operating revenue rose by 20.60% to Rp 3,013.31 billion compared to 2009. The increase in revenue was propelled by upsurges in vessel traffic and volume of business activities both made possible through several partnership restructurings with selected stevedoring partners at the port of Tanjung Priok employing a profit sharing method, and by the successful implementation of a single billing system effective as per October 1, 2010.

Similarly, the Company managed to control operating expenses which recorded only an 18.77% increase from the previous year, to Rp 1988.50 billion in 2010. The improved operating margin thus bettered net profit, rising by 32.96% from Rp 944.76 billion in 2009 to Rp 1256.18 billion in 2010. In addition to profitability, the Company’s liquidity and solvency in 2010 generally improved compared with that of the previous year.

1

3 4

5 2

Perkembangan Perusahaan

Memasuki tahun 2010, tantangan terbesar yang dihadapi oleh Perseroan adalah adanya peningkatan permintaan pelayanan jasa kepelabuhanan di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola, dan terutama di cabang pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu gerbang perekonomian nasional yang mengalami lonjakan arus keluar-masuk petikemas seperti disebutkan sebelumnya.

Menjawab tantangan tersebut, Manajemen pada tahun 2010 melanjutkan langkah-langkah peningkatan produktivitas secara berkesinambungan di semua cabang pelabuhan,

Corporate Advancements

Entering 2010, the biggest challenge faced by the Company was the increased demand for services at seaports managed by the Company, particularly at the Port of Tanjung Priok, which is the national economy’s gateway, which experienced a surge in container traffic as mentioned earlier.

The Management responded to these challenges of 2010 with sustainable productivity improvements at all seaports through a series of improvement programs in tangible

melalui serangkaian program atau upaya perbaikan di bidang fasilitas fisik (hardware), prosedur dan tata cara kerja (software), maupun kompetensi Sumber Daya Manusia (brainware).

Pada tahun 2010, Perseroan melakukan program pengembangan fasilitas fisik terkait dengan penataan fasilitas pelabuhan maupun pengadaan peralatan bongkar- muat di pelabuhan guna meningkatkan efisiensi pelayanan kapal dan barang. Peningkatan efisiensi pelayanan tersebut pada gilirannya diharapkan akan mendorong terciptanya sistem logistik nasional yang lebih efisien dan rasional dan dapat menjamin kepastian usaha bagi pengguna jasa kepelabuhanan.

Program-program kerja yang terkait dengan perbaikan proses dan tata cara kerja antara lain adalah: pengembangan kapabilitas pelayanan 24-jam per hari, 7-hari per minggu, di semua cabang pelabuhan; percepatan perputaran barang di pelabuhan dengan memperpendek masa penumpukan, dan khususnya di pelabuhan Tanjung Priok melalui penerapan tarif penumpukan yang progresif; pengaturan penumpukan petikemas kosong di lini I dan akan dilanjutkan di lini II di pelabuhan Tanjung Priok untuk menyiasati keterbatasan lahan di lapangan penumpukan petikemas; serta penataan kembali pola-pola kerja sama dengan mitra PBM dan para pengguna lahan lainnya di lingkungan pelabuhan. Semua upaya tersebut pada dasarnya bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan, yang pada gilirannya akan tercermin pada peningkatan volume kegiatan dan kinerja operasional pelabuhan.

Salah satu aspek penting dalam perbaikan proses dan tata cara kerja adalah pengembangan dan implementasi sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) berbasis Oracle, menggantikan sistem sebelumnya yang berbasis COBOL. Pemakaian sistem yang lebih mutakhir tersebut diharapkan mampu mendukung proses sentralisasi pelaporan keuangan maupun non-keuangan, akurasi data, dan ketepatan waktu pelaporan. Selain itu, sistem tersebut juga dapat dikembangkan secara lebih fleksibel untuk mendukung berbagai transaksi jasa kepelabuhanan serta pelaporan internal, sehingga pelaksanaan tugas Manajemen dalam fungsi perencanaan dan pengendalian kegiatan usaha akan lebih efektif.

Dalam pada itu, peningkatan kapabilitas Sumber Daya Manusia dan organisasi dilakukan secara berkelanjutan melalui program-program pendidikan dan pelatihan karyawan di dalam negeri maupun di luar negeri, penerapan pola pengembangan karir berbasis kompetensi dan prestasi, dan penciptaan budaya kerja yang fokus pada kepentingan pengguna jasa pelabuhan dan masyarakat. Perseroan melaksanakan rekrutmen pegawai secara transparan sesuai kompetensi yang dibutuhkan, dan terus mengembangkan

facilities (hardware), work process and procedures (software), and Human Resources competences (brainware).

In 2010, the Company undertook physical development programs for seaport facility restructurings and stevedoring equipment procurements in order to improve efficiency in vessel and goods service. This enhanced service efficiency will in turn encourage a more rational and more efficient national logistics system that ensures business certainty for seaport service users.

Work programs related to the improvement of work processes and procedures include: capability improvement of non-stop services at all seaports available 24 hours a day and 7 days a week; accelerated goods turnover at the seaports with shortened cargodoring time particularly at the port of Tanjung Priok through the application of progressive cargodoring fees; empty container stacking arrangement in lines I and soon in line II at the port of Tanjung Priok for best optimization of available area used for container stacking, and through partnership restructuring with existing stevedoring partner companies and other area users at seaport zones. All efforts were essentially aimed at encouraging both increased capacity and service quality, which in turn will increase business activity volumes and improve seaport operational performances.

One of the most important aspects in work process and procedure improvement will be the development and implementation of Oracle-based Information and Communication Technology (ICT) to replace the existing COBOL-based system. The use of this more sophisticated system is expected to support the process of centralization of financial and non-financial reporting, improve data accuracy, and better reporting timeliness. In addition, the system is deemed flexible for further developments supportive of a variety of port service transactions and internal reporting that will eventually facilitate more effective planning and controlling of management functions.

In the meantime, Human Resources and organizational developments will continuously be carried out through local and overseas education and training programs, application of competency-based and performance-based career development, and by inspiring a work culture that emphasizes the interests of seaport service users and society. The Company conducts transparent recruitment, compliant with competency requirements, and continues to develop a talent pool employee database. In the end, these

basis data talentpool pegawai. Pada akhirnya nanti, upaya- upaya ini diharapkan akan berujung pada terwujudnya Perseroan sebagai suatu organisasi yang berkinerja tinggi. Strategi Pertumbuhan Jangka Panjang

Upaya-upaya perbaikan secara seimbang dan berkelanjutan tersebut merupakan bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang Perusahaan, yang bertumpu pada suatu strategi investasi yang progresif dan terarah. Strategi ini akan diterapkan secara fokus dan konsisten baik melalui investasi dengan pendanaan internal untuk pengadaan berbagai fasilitas pelabuhan, maupun melalui sinergi dengan mitra usaha yang didorong untuk melakukan investasi di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Perseroan, sehingga dapat mengurangi risiko dan beban investasi sendiri namun tetap mencapai tujuan peningkatan produktivitas, kapasitas produksi dan volume kegiatan. Pada tahun 2010, realisasi investasi Perseroan tercatat mencapai Rp 1.155,63 miliar, atau 65,55% lebih besar dari realisasi investasi di tahun sebelumnya.

Strategi investasi yang progresif dan terarah juga dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan pertumbuhan Perseroan ke depan dalam mengakomodasi ekspektasi pertumbuhan permintaan pelayanan, sekaligus memenuhi amanat Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran untuk menjalankan peran dan fungsi sebagai penyedia jasa kepelabuhanan khususnya operator terminal. Dengan strategi ini pula, Perseroan akan menciptakan cadangan atau kelebihan kapasitas produksi (excess capacity) di semua cabang-cabang pelabuhan, sehingga menjadi entrybarrier

yang efektif bagi pemain-pemain baru sebagai pesaing potensial untuk memasuki bisnis kepelabuhanan. Selain itu, dalam mengantisipasi dinamika lingkungan usaha yang berubah dengan cepat, Manajemen juga memandang perlu untuk mempersiapkan organisasi atau struktur bisnis yang memungkinkan fleksibilitas dan sekaligus fokus lebih besar pada segmen-segmen usaha potensial yang dapat menjadi aset bernilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang. Salah satu upaya ke arah tersebut adalah program kajian dan persiapan pembentukan anak-anak perusahaan, yang nantinya akan bergerak di berbagai bidang seperti pelayanan terminal petikemas, carterminal,

marineservice, perawatan fasilitas dan peralatan pelabuhan, properti, dan logistik termasuk e-logistics.

Tata Kelola Perusahaan

Direksi juga terus mendorong peningkatan kualitas penerapan praktik Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG) di lingkungan Perseroan, yang dievaluasi secara berkala melalui audit independen oleh tim dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun melalui proses GCG self-assessment. Pelaksanaan praktik GCG di lingkungan Perseroan untuk periode tahun 2009 telah

efforts are expected to support the Company in realizing its aim to be a high-achieving organization.

Long-Term Growth Strategy

These balanced and persistent improvement efforts are integral parts of the Company’s long-term growth strategy that hinges on a progressive and purposeful investment strategy. This focused strategy will consistently be applied either through the Company’s independent investment in procurement of various seaport facilities or through synergy with business partners encouraged to invest in seaports managed by the Company, thereby reducing both the risks and expenses of overall investments while still achieving increased productivity, production capacity and business volume. In 2010, the Company’s investments reached Rp 1,155.63 billion, 65.55% greater than that realized in the previous year.

This progressive and focused investment strategy is also intended to sustain the Company’s future growth to accommodate the expected growth in demand for services, while meeting the mandate of Act No. 17 of 2008 on shipping to carry out the roles and functions as a seaport service provider, particularly as a terminal operator. The Company will also use this strategy to encourage a reserve or excess production capacity (excess capacity) at all seaports that serve as effective barrier to entry for emerging competition from new players in the seaport industry.

Furthermore, in anticipation of the rapidly changing business environment, the management recognizes the need to prepare an organizational structure that allows flexibility and bettered focus on potential business segments with potential to be valuable Company assets in the future. One of many efforts in that direction is a calculated preparation program for the establishment of subsidiaries that will engage in various business activities such as container terminal services, car terminals, marine services, seaport facility and equipment maintenance, property, and logistics, including e-logistics.

Corporate Governance

We also continue to promote quality improvement of good Corporate Governance (GCG) throughout the Company, which is evaluated regularly through independent audits by an appointed team from Finance and Development Supervisory Agency (BPKP) and through a GCG self-assessment process. The implementation of GCG within the Company during 2009 was audited by the BPKP team, wherein the Company

diaudit oleh tim BPKP, dengan hasil penilaian atau skor 77,72. Seluruh rekomendasi untuk perbaikan yang menyertai penilaian tersebut telah ditindaklanjuti sebagaimana mestinya pada tahun 2010. Sementara itu, Perseroan juga telah melaksanakan GCG self-assessment untuk menilai efektivitas dan kualitas praktik GCG di lingkungan Perseroan untuk periode tahun 2010, yang menghasilkan nilai atau skor 81,56.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan di tahun 2010, Perseroan juga mampu meningkatkan alokasi dana yang diperuntukkan bagi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan sebagai wujud tanggung jawab sosial Perseroan terhadap komunitas dan masyarakat sekitar. Pada tahun 2010, Perseroan merealisasikan dana pinjaman sebesar Rp 24,01 miliar, atau 6,9% lebih besar dari realisasi di tahun 2009, untuk disalurkan ke mitra-mitra binaan di berbagai sektor usaha skala kecil yang berlokasi di sejumlah daerah. Selain itu, Perseroan juga memberikan dana hibah sebesar Rp 4,8 miliar, atau lebih besar 7,2% dari realisasi tahun 2009, untuk program-program dukungan pelatihan dan pemasaran bagi para mitra binaan tersebut.

Prospek Usaha di Tahun 2011

Dari pemantauan periodik atas kegiatan bisnis di cabang- cabang pelabuhan serta berbagai indikator perkembangan perekonomian yang ada sejauh ini, peningkatan volume kegiatan pelayanan kapal dan barang diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2011 dan tahun-tahun mendatang. Kondisi ini tentunya merupakan peluang bagi Perseroan untuk terus melakukan peningkatan profitabilitas dan pertumbuhan aset lebih lanjut. Untuk itu, Perseroan telah merancang beberapa program kerja utama, baik yang merupakan bagian atau kelanjutan dari program sebelumnya, maupun yang akan mulai direalisasikan pada tahun 2011, sebagai berikut: - Sinergi dengan para mitra PBM di pelabuhan Tanjung

Priok dalam hal kerja sama pengoperasian peralatan bongkar-muat guna meningkatkan kapasitas pelayanan. - Pengadaan peralatan bongkar-muat dengan dana internal

guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi pelayanan di cabang-cabang pelabuhan lainnya sebagai connecting port.

- Pengembangan proyek Terminal Petikemas Internasional Kalibaru di Tanjung Priok.

- Pengembangan terminal petikemas di pelabuhan Pontianak, Teluk Bayur, Jambi, Palembang dan Pangkal Balam.

- Pengembangan terminal curah kering di pelabuhan Teluk Bayur, Bengkulu, Jambi dan Palembang.

- Pengembangan terminal curah cair di pelabuhan Teluk Bayur dan Panjang.

- Pengembangan lahan di Bojonegara melalui pola kerja sama dengan mitra swasta.

scored 77.72. All recommendations for improvement that were based on these assessments were properly followed up in 2010. Meanwhile, the Company also conducted a GCG self-assessment to measure the effectiveness and quality of GCG practices within the Company during 2010, scoring 81.56.

Corporate Social Responsibility

In line with the improved financial performance in 2010, the Company also managed to reserve a larger fund earmarked for Community Partnership and Development as a manifestation of the Company’s social responsibility towards surrounding communities. In 2010, the Company realized loan funds amounting to Rp 24.01 billion, 6.9% greater than 2009, to be distributed to its partners in various small-scale enterprises in many sectors. In addition, the Company also disbursed a donation of Rp 4.8 billion, 7.2% greater than was given in 2009, for various supportive training and marketing programs for its CSR partners.

Business Prospects in 2011

Through periodic monitoring of business activities at all seaports and much consideration on various indicators of the current economic recovery, an increase in the volume of vessel and goods service activities is expected to continue in 2011 and more in years to come. This is certainly perceived as an opportunity for the Company to continue to increase profitability and further asset growth. Hence, the Company has designed some key work programs, both in advancing its previous programsand in designing entirely new programs planned for commencement in 2011, as follows:

- Synergies with stevedoring partner companies at the port of Tanjung Priok for further operations of stevedoring equipment in order to increase service capacity. - Procurement of stevedoring equipment by allocating

internal funds to improve service efficiency at all other seaports and to increase their capacities as connecting ports.

- Development of Kalibaru International Container Terminal at Tanjung Priok.

- Development of container terminals at the Ports of Pontianak, Teluk Bayur, Jambi, Palembang and Pangkal Balam.

- Development of dry bulk terminals at the Ports of Teluk Bayur, Bengkulu, Jambi and Palembang.

- Development of liquid bulk terminals at the Ports of Teluk Bayur and Panjang.

- Terminal area development in Bojonegara through partnerships with private companies.

- Pengembangan terminal petikemas di Batam sebagai

regional hub port di Indonesia bagian barat.

- Pengembangan pelabuhan Sunda Kelapa sebagai sebuah Heritage Port.

- Pengembangan terminal petikemas di Sorong, Propinsi Papua, sebagai regional hub port untuk menunjang pembangunan ekonomi di Indonesia Timur. Program ini merupakan dukungan bagi program Pemerintah RI sebagaimana tertuang dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011- 2025.

Akhir kata, saya mewakili Direksi menyampaikan penghargaan dan apresiasi kami kepada seluruh jajaran staf dan karyawan Perseroan yang telah bekerja keras dengan penuh semangat dan dedikasi tinggi sehingga memungkinkan pencapaian kinerja yang baik bagi Perseroan di tahun 2010. Kami juga mengucapkan terima kasih yang tulus kepada pemegang saham, mitra kerja, mitra usaha, para pengguna jasa serta pemangku kepentingan lainnya, atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan pada Perseroan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati upaya-upaya kita semua untuk meraih kinerja dan prestasi lebih baik lagi di tahun- tahun mendatang.

- Development of container terminals in Batam as a regional hub port in the western part of Indonesia. - Development of the port of Sunda Kelapa as a Heritage

Port.

- Development of container terminals in Sorong, Papua, as the region’s hub port to support economic development in Eastern Indonesia. This is a supportive program by the Government of Indonesia as stated in the Master Plan for Indonesian Economic Development and Expansion during 2011-2025.

Finally, on behalf of the Board of Directors, I would like to express gratitude and appreciation to our employees who worked hard with passion and dedication to make possible the good performance of the Company in 2010. We also wish to express sincere thanks to the shareholders, associates, business partners, service users and other stakeholders, for the trust and continued support given to the Company. May God Almighty bless all our efforts to achieve better performance and achievements in the years to come.

R. J. Lino

Analisis

Dokumen terkait