BAB VI PENUTUP
C. Saran
Peneliti menyadari bahwa penelitian ini belum sempurna. Tetapi berdasarkan kesimpulan penelitian, maka penulis memberikan saran-saran sebagai berikut:
1. Dengan melihat hasil kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan, maka dengan perkembangan seperti ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo perlu melakukan kajian-kajian dan evaluasi kembali terhadap proses pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan.
2. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Terhadap Pendapatan Asli Daerah dan menambah variabel agar lebih bervariasi. Seperti: Pajak Hotel dan Pajak Restoran.
55
DAFTAR PUSTAKA
Adrian, Ichwan. 2008. Pengaruh Pajak Bumi dan Bangunan Terhadap Pendapatan Daerah. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama.
Amituhu, Agustinus Wibowo. 2011. Analisis Kontribusi, Perbandingan dari Tahun ke Tahun serta Prediksi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Direktorat Jenderal Pajak. 2012. Belajar Pajak. http://www.pajak.go.id/content /belajar-pajak. Diakes tanggal 10 Oktober 2018.
Gunawan, Adisaputro. dan Yunita Anggarini. 2011. Anggaran Bisnis. Edisi Pertama Cetakan Kedua. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.
Halim, Abdul. 2012. Akuntansi Sektor Publik: Akuntansi Keuangan Daerah. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.
Handayana, Sarita. 2014. “Efektifitas Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru”. Jurnal Online Mahasiswa Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol. 1. (Mei). No. 1:1-12.
Humaskab. 2018. “PBB Tahun 2018 Naik 7,3 M”. kulonprogokab.go.id. http: //www.kulonprogokab.go.id/v21/PBB-Tahun-2018-Naik-7-3-M_4905. Diakses tanggal 02 Agustus 2018.
Humaskp. 2017. “Membayar Pajak Penting untuk Pembangunan”. Kulonprogokab.go.id. http://kulonprogokab.go.id/v21/cetak.php?id=4604. Diakses tanggal 02 Agustus 2018.
Jati, Bambang. 2018. “Keberadaan NYIA Jadi Pemicu Kenaikan Nilai Jual Obyek Pajak”. Sorot Kulon Progo. http://kulonprogo.sorot.co/berita-5805-keberadaan-nyia-jadi-pemicu-kenaikan-nilai-jual-obyek-pajak.html. Diakses tanggal 02 Agustus 2018.
Julianis. 2012. “Analisis Perekonomian Daerah dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat”. Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumatera Barat. Vol. 1. No. 1: 43-65.
Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Kulon Progo Tahun 2012 s/d 2016. https://kulonprogokab.bps.go.id/dynamictable/2015
/12/17/76/proyeksi-jumlah-penduduk-kulonprogo-menurut-kecamatan-dan -jenis-kelamin-2010-2020.html. Diakses tanggal 22 Agustus 2018.
Kamilatussaniah, Putri. 2017. Analisis Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Medan. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara Medan.
Mardiasmo. 2016. Perpajakan. Edisi Terbaru 2016. Andi, Yogyakarta.
Newswire. 2018. “Gara-gara Bandara New Yogyakarta, NJOP di Kulon Progo Naik 70%”. Bisnis.com. https://www.google.co.id/amp/m.bisnis.com/ amp/read/20180305/98/746129/gara-gara-bandara-new-yogyakarta-njop-di-kulon-progo-naik-70. Diakses tanggal 02 Agustus 2018.
Nugroho, B Yuliarto., Ferdinand D. Saragih dan Mendjamin Sinaga. (2014). Matematika Ekonomi dan Bisnis. Jakarta, Indonesia. PT RajaGrafindo Persada.
Prawoto, Agus. 2011. Penilaian Pajak Bumi Bangunan Perdesaan & Perkotaan. Edisi Pertama. BPFE, Yogyakarta.
Purnama, Eddy., Rani, Faisal dan Syahbandir, M. 2010. “Kontribusi PAD dalam APBD sebagai Indikator Keberhasilan Penyelenggaraan Otonomi Daerah”. Jurnal KANUN. No. 51: 235-255.
Putra, Erwin Tisna. 2015. Pengaruh Efektivitas Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pada Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan.
Suharyadi. dan Purwanto S.K. 2015. Statistika. Edisi Ketiga. Salemba Empat, Jakarta.
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Pemerintah Daerah.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah & Retribusi Daerah.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.
57
Lampiran 1: Draft Pedoman Wawancara
Pedoman Wawancara
ANALISIS PERKEMBANGAN DAN KONTRIBUSI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TERHADAP
PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN KULON PROGO Studi kasus di Badan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Kulon Progo
Nama : Bapak Nasip
Jabatan: Kepala Bidang Pajak di BKAD Kabupaten Kulon Progo Waktu : Kamis, 09 Agustus 2018
Daftar pertanyaan dan jawaban hasil wawancara
1. Apa yang menyebabkan kenaikan realisasi PBB setiap tahun?
Jawab : Adanya perubahan NJOP yang dipengaruhi oleh kenaikan harga tanah. Dahulu, orang membayar PBB sebesar Rp7.500 bahkan ada yang membayar hanya Rp3.500. Tetapi besaran pajak yang disetorkan sekarang minimal Rp10.000. Faktor lain yang mempengaruhi kenaikan realisasi PBB yaitu karena pendaerahan (pengalihan PBB Pedesaan Perkotaan) yang semula merupakan Pajak Pusat, mulai tahun 2014 dialihkan 100% menjadi Pajak Daerah. Kalau dilihat dari data realisasi, penerimaan
PBB memang paling tinggi dibanding pajak yang lain. PBB sebenarnya merupakan salah satu pajak yang bisa diandalkan untuk pembangunan Daerah.
2. Apakah tarif PBB P2 mengalami perubahan ketika dialihkan menjadi Pajak Daerah?
Jawab : Sama. Tarif PBB sebesar 0,1 untuk NJOP < Rp1.000.000.000 dan 0,2 untuk NJOP > Rp1.000.000.000 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo No 2 Tahun 2013.
3. Bagaimana system pemungutan PBB?
Jawab : Dengan Official Assesment System. Yang menentukan besarnya pajak yang terutang oleh Wajib Pajak terletak pada fiskus/apparat pemungut pajak. Wajib Pajak bersifat pasif karena utang pajak baru timbul setelah dikeluarkan surat ketetapan pajak oleh fiskus. KPP mengeluarkan surat ketetapan pajak mengenai besarnya PBB yang terutang setiap tahun. Wajib Pajak tidak perlu menghitung sendiri, cukup membayar PBB berdasarkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) yang dikeluarkan oleh KPP.
4. Apa saja ketentuan yang mengatur PBB?
Jawab : UU No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo No 2 Tahun 2013. 5. Bagaimana upaya untuk mencegah terjadinya tunggakan PBB?
Jawab : Dengan melakukan percepatan pembayaran dan menggunakan sistem jemput bola yang bekerja sama dengan BPD. Wajib
Pajak tidak perlu datang ke bank, tetapi petugas bank yang datang ke desa. Selain itu juga memberikan sanksi berupa denda untuk Wajib Pajak yang membayar pajak melebihi tanggal jatuh tempo.
6. Bagaimana upaya untuk mengatasi tunggakan PBB?
Jawab : Dengan membentuk tim intensifikasi penagihan pajak yang anggotanya mulai dari Wakil Bupati, Pak Sekretaris Daerah, unsur dari Desa sampai Kecamatan.
Lampiran 2: Surat Keterangan Ijin Penelitian Ijin 1