• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

5.2 Saran

Agar Aplikasi Perawatan Sepeda Motor Otomatis Berinjeksi Berbasis

Mobile ini dapat berfungsi lebih optimal dengan tingkat kepuasan pengguna

yang lebih tinggi dan sebagai pertimbangan untuk pengembangan penelitian

lebih lanjut perlu dilakukan hal – hal sebagai berikut :

1. Aplikasi perawatan ini diharapkan nantinya lebih berkembang dari yang di

buat saat ini dan mengikuti perkembangan teknologi otomotif khususnya

injeksi dimasa yang akan datang.

2. Aplikasi perawatan ini memiliki bahasan materi otomotif yang lebih

DAFTAR PUSTAKA

AHM Buku Pedoman reparasi Honda Supra X 125. Jakarta: PT. Astra Honda Motor

AHM Buku Pedoman reparasi Honda Astrea Prima. Jakarta: PT. Astra Honda Motor

AHM Buku Pedoman reparasi Honda Mega Pro. Jakarta: PT. Astra Honda Motor AHMBuku Pedoman reparasi Honda PGM-FI Supra X 125. Jakarta: PT. Astra Honda Motor

Binanto, Iwan. 2010 . Multimedia Digital- Dasar Teori dan Pengembangannya.

penerbit Andi. yogyakarta.

Mulyanto, Agus. 2009. Sistem Informasi Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nazir. Moh, 2009. Metode Penelitian, Bogor: GHALIA INDONESIA

Pressman. Roger S. 2002. Rekayasa Perangkat Lunak.:Pendekatan Praktisi, Yogyakarta: ANDI.

Sutopo, A. H. 2003. Multimedia Interaktif Dengan Flash. Penerbit Graha Ilmu.

Jakarta.

Suyanto, M. 2003. Multimedia Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing.

Suyanto, M. 2004. Analisis Dan Desain Multimedia Untuk Pemasaran.

Penerbit Andi. Yogyakarta.

Suzuki Buku Pedoman pemilik Suzuki Nex-fi Jakarta: PT. Indomobil Suzuki Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, 2012, Service Manual AL 115F/FC MIO J, Penerbit PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg,

1 (http://id.wikipedia.org/wiki/Injeksi_bahan_bakar) (http://astra-honda.com) (http://motor-plus.online.com) (http://suzuki.co.id) (http://yamaha-motor.co.id)

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 SURAT BIMBINGAN SKRIPSI

Hasil Wawancara

Nama : Abdullah

Jabatan : Kepala Mekanik Bengkel Motor Ex-Gadean

1. Apa permasalahan yang dihadapi oleh pemilik kendaraan bermotor

dengan sistem otomatis berinjeksi?

Jawab

Perawatan tentang sepeda motor yang mereka kendarai masih kurang, masih

banyak yang belum paham dengan sistem bahan bakar injeksi. Saya

mengharapkan para pengguna sepeda motor mendapatkan informasi tentang

teknologi injeksi serta perawatannya. Karena sekarang semakin banyak yang

menggunakan sepeda motor otomatis berinjeksi.

2. Bagaimana saat ini cara para pengguna kendaran sepeda motor

otomatis berinjeksi mendapatkan informasi ?

Jawab

Masih banyak yang konsultasi kepada mekanik tetang perawatan sepeda

motornya, saya berharap ada cara yang lebih mudah untuk mereka

3. Bagaimana jika teknologi injeksi dan perawatannya di buatkan di sebuah cd ?

Jawab

Kalau di buatkan di sebuah cd, saya rasa itu sudah mulai ketinggalan jaman.

Karena sekarang banyak orang yang ingin mendapatkan informasi secara

cepat. Jika menggunakan cd akan bertahan beberapa saat saja, karena daya

tahan cd terhadap gesekan itu sangat rentan.

4. Bagaiman jika di buatkan ke dalam sebuah aplikasi ponsel pintar berbasis android?

Jawab

Saya rasa itu akan membantu para pengguna sepeda motor untuk

mendapatkan informasi tentang teknologi injeksi serta perawatannya. Karena

mereka dapat mengakses aplikasi tersebut kapan pun mereka butuhkan.

5. Apa yang diharapkan dari pembuatan aplikasi ini?

Jawab

Seperti yang saya sebutkan tadi, pemecahan masalah tentang perawatan

6. Siapa saja yang akan menggunakan aplikasi tersebut?

Jawab

Para pengguna sepeda motor otomatis berinjeksi khususnya, dan orang-orang

yang ingin mendapatkan informasi tentang teknologi injeksi di sepeda motor

otomatis serta perawatannya.

7. Ada lagi tambahannya?

Jawab

Sementara cukup. Jika ada lagi, sisanya menyusul dengan pengembangan

SURVEY PEMILIK SEPEDA MOTOR

Nama :

Usia :

1. Apakah Anda pengguna sepeda motor ? a. Iya

b. Tidak

2. Apakah Jenis kendaraan yang Anda otomatis ? a. Iya

b. Tidak

3. Apakah kendaraan Anda sudah injeksi ? a. Iya

b. Tidak

4. Apakah Anda mengetahui teknologi injeksi ? a. Iya

b. Tidak

5. Apakah Anda mengerti tentang perawatan injeksi ? a. Iya

b. Tidak

6. Apakah Anda perlu mendapatkan informasi tentang perawatan sepeda motor ?

a. Iya b. Tidak

Hasil Survey Soal

No

Hasil Persentase

Iya Tidak Iya Tidak

1 10 0 100% 0% 2 9 1 90% 10% 3 6 4 60% 40% 4 3 7 30% 70% 5 3 7 30% 70% 6 10 0 100% 0% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

Point 1 Point 2 Point 3 Point 4 Point 5 Point 6

Ya Tidak Column1

KUISIONER EVALUASI

“Aplikasi Perawatan Sepeda Motor Berinjeksi Berbasis Mobile”

Nama :___________________________________

Usia :___________________________________

Setelah anda menggunakan Aplikasi Perawatan Sepeda Motor Berinjeksi Bebasis Mobile, berilah tanda silang (X) pada jawaban yang anda pilih.

1. Apakah aplikasi ini mudah dijalankan (user friendly)?

a. Mudah

b. Cukup mudah

c. Kurang mudah

2. Bagaimana tampilan aplikasi secara keseluruhan?

a. Menarik

b. Cukup menarik

c. Tidak menarik

3. Bagaimana kesan teks, dan gambar pada aplikasi?

a. Menarik

b. Cukup menarik

c. Tidak menarik

4. Apakah aplikasi ini sudah memberikan informasi mengenai perawatan injeksi

dengan jelas?

a. Jelas

b. Cukup jelas

c. Tidak jelas

5. Apakah aplikasi ini sudah menjawab kebutuhan anda mengenai perwatan injeksi?

a. Ya

b. Kurang

c. Tidak

6. Bagaimana pendapat anda setelah melihat aplikasi ini secara keseluruhan?

a. Bagus

b. Cukup bagus

7. Apakah dengan adanya aplikasi ini lebih membantu anda dalam melakukan perawatan?

a. Membantu

b. Cukup Membantu

c. Tidak Membantu

HASIL KUISIONER EVALUASI

APLIKASI PERAWATAN SEPEDA MOTOR OTOMATIS BERINJEKSI BERBASIS MOBILE

Soal No

Hasil Persentase

Ya Cukup Tidak Ya Cukup Tidak

1 4 1 0 80% 20% 0% 2 3 2 0 60% 40% 0% 3 1 3 1 20% 60% 20% 4 2 3 0 40% 60% 0% 5 4 1 0 80% 20% 0% 6 3 2 0 60% 40% 0% 7 4 1 0 80% 20% 0% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%

Point 1 Point 2 Point 3 Point 4 Point 5 Point 6 Point 7

Ya Cukup Tidak

Coding ArrayAdapterUtama.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.view.LayoutInflater; import android.view.View; import android.view.ViewGroup; import android.widget.ArrayAdapter; import android.widget.ImageView; import android.widget.TextView;

public class ArrayAdapterUtama extends ArrayAdapter<String>{ private final Activity context;

private final String[] names;

public ArrayAdapterUtama(Activity context, String[] names) { super(context, R.layout.row_menu, names); this.context = context;

this.names = names; }

// static to save the reference to the outer class and to avoid access to // any members of the containing class

static class ViewHolder {

public ImageView imageView; public TextView textView; }

@Override

public View getView(int position, View convertView, ViewGroup parent) { // ViewHolder will buffer the assess to the individual fields of the row

// layout

ViewHolder holder;

// Recycle existing view if passed as parameter // This will save memory and time on Android

// This only works if the base layout for all classes are the same View rowView = convertView;

if (rowView == null) {

LayoutInflater inflater = context.getLayoutInflater(); rowView = inflater.inflate(R.layout.row_menu, null, true); holder = new ViewHolder();

holder.textView = (TextView) rowView.findViewById(R.id.label); holder.imageView = (ImageView) rowView.findViewById(R.id.icon);

rowView.setTag(holder); }

else {

holder = (ViewHolder) rowView.getTag(); }

holder.textView.setText(names[position]); // Change the icon

String s = names[position]; if (s.startsWith("Injeksi")){ holder.imageView.setImageResource(R.drawable.inject); } else if (s.startsWith("Honda")){ holder.imageView.setImageResource(R.drawable.honda); } else if (s.startsWith("Yamaha")){ holder.imageView.setImageResource(R.drawable.yamaha); }

else if (s.startsWith("Suzuki")){ holder.imageView.setImageResource(R.drawable.suzuki); } else if (s.startsWith("Profil")){ holder.imageView.setImageResource(R.drawable.profile); } else if (s.startsWith("Keluar")){ holder.imageView.setImageResource(R.drawable.exit); } return rowView; } } MainSplash.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.os.Handler; import android.widget.ProgressBar;

public class MainSplash extends Activity{

private static int progress = 0; private int status = 0; ProgressBar progressBar; Handler handler = new Handler();

public void onCreate (Bundle savedInstanceState){ super.onCreate(savedInstanceState);

progressBar = (ProgressBar) findViewById(R.id.progg); new Thread(new Runnable() {

public void run() {

// TODO Auto-generated method stub while(status < 100){

status = loading();

handler.post(new Runnable() {

public void run() {

// TODO Auto-generated method stub progressBar.setProgress(status); }

});

}

if (status >= 100) {

// TODO Auto-generated method stub

Intent intent = new Intent(MainSplash.this, MenuUtama.class); MainSplash.this.startActivity(intent); MainSplash.this.finish(); } } }).start(); }

public int loading(){ try

{

Thread.sleep(60);

ie.printStackTrace(); } return progress++; } } MenuUtama.java package com.apps.injection; import android.app.AlertDialog; import android.app.ListActivity; import android.content.DialogInterface; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.KeyEvent; import android.view.View; import android.widget.ListView; import android.widget.Toast;

public class MenuUtama extends ListActivity { /** Called when the button next is taping. */

static final String[] items = {"Injeksi","Honda","Yamaha","Suzuki","Profil","Keluar"};

@Override

public void onCreate (Bundle savedInstanceState){ super.onCreate(savedInstanceState); setContentView(R.layout.menu);

ArrayAdapterUtama adapter = new ArrayAdapterUtama(this, items); setListAdapter(adapter);

}

* Method ini akan meng-override method onListItemClick yang ada pada class List Activity * method ini akan dipanggil apabila ada salah satu item dari list menu yang dipilih */

protected void onListItemClick(ListView l, View v, int position, long id) { super.onListItemClick(l, v, position, id);

// Menangkap nilai text yang dklik

Object objek = this.getListAdapter().getItem(position); String pilihan = objek.toString();

// Menampilkan hasil pilihan menu dalam bentuk Toast tampilkanPilihan(pilihan);

}

/*

* Tampilkan activity sesuai dengan menu yang dipilih */

protected void tampilkanPilihan(String pilihan) { try {

//Intent digunakan untuk sebagai pengenal suatu activity Intent i = null;

if (pilihan.equals("Injeksi")) {

i = new Intent(this, MenuInjection.class); }

else if (pilihan.equals("Honda")) {

i = new Intent(this, MenuMotorHonda.class); }

else if (pilihan.equals("Yamaha")) {

i = new Intent(this, MenuMotorYamaha.class); }

else if (pilihan.equals("Suzuki")) {

i = new Intent(this, MenuMotorSuzuki.class); }

else if (pilihan.equals("Profil")) { i = new Intent(this, MenuProfil.class); }

else if (pilihan.equals("Keluar")) { new AlertDialog.Builder(this)

.setTitle("Keluar")

.setMessage("Apakah Anda ingin keluar dari aplikasi?") .setPositiveButton("Ya", new DialogInterface.OnClickListener() { public void onClick(DialogInterface dialog, int which) {

finish();

}

})

.setNegativeButton("Tidak", new DialogInterface.OnClickListener() { public void onClick(DialogInterface dialog, int which) {

return; } }) .show(); } else {

Toast.makeText(this,"NOT FOUND", Toast.LENGTH_LONG).show(); } startActivity(i); } catch (Exception e) { e.printStackTrace(); } }

public boolean onKeyDown(int keyCode, KeyEvent event) { if (keyCode == KeyEvent.KEYCODE_BACK) { keluarDenganBackKey();

//moveTaskToBack(false); }

return super.onKeyDown(keyCode, event); }

protected void keluarDenganBackKey() { new AlertDialog.Builder(this) .setTitle("Keluar")

.setMessage("Apakah Anda ingin keluar dari aplikasi?") .setPositiveButton("Ya", new DialogInterface.OnClickListener() {

public void onClick(DialogInterface dialog, int which) { finish();;

} })

.setNegativeButton("Tidak", new DialogInterface.OnClickListener() { public void onClick(DialogInterface dialog, int which) { return; } }) .show(); } } MenuInjection.java package com.apps.injection; import android.app.ListActivity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.View; import android.widget.ArrayAdapter; import android.widget.ListView;

String[] items = {"Pengenalan", "Bagian", "Cara Kerja", "Kelebihan", "Kekurangan"};

@Override

public void onCreate(Bundle icicle) { super.onCreate(icicle); setContentView(R.layout.menu);

//this.setListAdapter(new ArrayAdapter<String>(this, android.R.layout.simple_list_item_1, items)); this.setListAdapter(new ArrayAdapter<String>(this, R.layout.activity_list, R.id.label, items)); }

protected void onListItemClick(ListView l, View v, int position, long id){ super.onListItemClick(l, v, position, id);

// Menangkap nilai text yang dklik

Object objek = this.getListAdapter().getItem(position); String pilihan = objek.toString();

// Menampilkan hasil pilihan menu dalam bentuk Toast tampilkanPilihan(pilihan);

}

private void tampilkanPilihan(String pilihan) { // TODO Auto-generated method stub

//Toast.makeText(this, pilihan, Toast.LENGTH_LONG).show(); try {

String kirim;

if(! pilihan.equals("(tidak ada data)")){

kirim = pilihan;

String txtkirim = String.valueOf(kirim);

// membuat Bundle

Bundle bundle = new Bundle();

// menentukan parameter Bundle (id,isi) bundle.putString("dataKirim", txtkirim);

// menambahkan bundle pada intent kirimIntent.putExtras(bundle); startActivityForResult(kirimIntent, 0); MenuInjection.this.finish(); } } catch (Exception e) { e.printStackTrace(); } } } TampilInjection.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.KeyEvent; import android.widget.Button; import android.widget.TextView; import android.widget.Toast;

public class TampilInjection extends Activity{ String title;

TextView txtTitle, txtContent;

/** Called when the activity is first created. */ @Override

public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState);

try {

setContentView(R.layout.activity_tampil_injection);

Bundle bundle = this.getIntent().getExtras();

title = bundle.getString("dataKirim"); txtTitle = (TextView)findViewById(R.id.txtTitle); txtContent = (TextView)findViewById(R.id.txtContent); getContent(title); } catch (Exception e) {

// TODO: handle exception

Toast.makeText(TampilInjection.this, "Error: "+e.getMessage(), Toast.LENGTH_LONG).show(); }

}

public boolean onKeyDown(int keyCode, KeyEvent event) { if (keyCode == KeyEvent.KEYCODE_BACK) { BackKey();

}

return super.onKeyDown(keyCode, event); }

Intent intent = new Intent(TampilInjection.this, MenuInjection.class); startActivity(intent);

TampilInjection.this.finish(); }

public void getContent(String pilihan){ String content = null;

if (pilihan.equals("Pengenalan")) {

content = "Injeksi adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam mesin pembakaran untuk mencampur bahan bakar dengan udara sebelum dibakar. Penggunaan injeksi bahan bakar akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan penggunaan karburator, karena injektor membuat bahan bakar tercampur secara homogen. Hal ini, menjadikan injeksi bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara yang lebih tepat, baik dalam proporsi dan keseragaman.\n\nInjeksi bahan bakar dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran dari keduanya. Sistem awal berupa mekanikal, namun sekitar tahun 1980-an mulai banyak menggunakan sistem elektronik. Sistem elektronik modern menggunakan banyak sensor untuk memonitor kondisi mesin, dan sebuah unit kontrol elektronik untuk menghitung jumlah bahan bakar yang diperlukan. Oleh karena itu, injeksi bahan bakar dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi polusi, dan juga memberikan tenaga keluaran yang lebih.";

}

else if (pilihan.equals("Bagian")) {

content = "1. Sistem bahan Bakar \n\na. Fuel suction filter; menyaring kotoran agar tidak terisap pompa bahan bakar.\n\nb. Fuel pump module; memompa dan mengalirkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke injektor. Penyaluran bahan bakarnya harus lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan mesin supaya tekanan dalam sistem bahan bakar bisa dipertahankan setiap waktu walaupun kondisi mesin berubah-ubah.\n\nc. Fuel pressure regulator; mengatur tekanan bahan bakar di dalam sistem aliran bahan bakar agar tetap/konstan.\n\nd. Fuel feed hose; slang untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Slang dirancang harus tahan tekanan bahan bakar akibat dipompa dengan tekanan minimal sebesar tekanan yang dihasilkan oleh pompa.\n\ne. Fuel Injector; menyemprotkan bahan bakar ke saluran masuk (intake manifold) sebelum, biasanya sebelum katup masuk, namun ada juga yang ke throttle body. Volume penyemprotan disesuaikan oleh waktu pembukaan nozel/injektor. Lama dan banyaknya penyemprotan diatur oleh ECM (Electronic/Engine Control Module) atau ECU (Electronic Control Unit).\n\n2. Sistem Elektronik\n\na. ECU/ECM; menerima dan menghitung seluruh informasi/data yang diterima dari masing-masing sinyal sensor yang ada dalam mesin. Informasi yang diperoleh dari sensor antara lain berupa informasi tentang suhu udara, suhu oli mesin, suhu air pendingin, tekanan atau jumlah udara masuk, posisi katup throttle/katup gas, putaran mesin, posisi poros engkol, dan informasi yang lainnya. Pada umumnya sensor bekerja pada tegangan antara 0 volt sampai 5 volt. Selanjutnya ECU/ECM menggunakan informasi-informasi yang telah diolah tadi untuk menghitung dan menentukan saat (timing) dan lamanya injektor bekerja/menyemprotkan bahan bakar dengan mengirimkan tegangan listrik ke solenoid injektor. Pada beberapa mesin yang sudah lebih sempurna, disamping mengontrol injektor, ECU/ECM juga bisa mengontrol sistem pengapian.\n\nb.

MAP (Manifold absolute pressure) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tekanan udara yang masuk ke intake manifold. Selain tipe MAP sensor, pendeteksian udara yang masuk ke intake manifold bisa dalam bentuk jumlah maupun berat udara. Jika jumlah udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air flow meter, sedangkan jika berat udara yang dideteksi, sensornya dinamakan air mass sensor.\n\nc. IAT (Intake air temperature) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang suhu udara yang masuk ke intake manifold. Tegangan referensi/suplai 5 Volt dari ECU selanjutnya akan berubah menjadi tegangan sinyal yang nilainya dipengaruhi oleh suhu udara masuk.\n\nd. TP (Throttle Position) sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang posisi katup throttle/katup gas. Generasi yang lebih baru dari sensor ini tidak hanya terdiri dari kontak-kontak yang mendeteksi posisi idel/langsam dan posisi beban penuh, akan tetapi sudah merupakan potensiometer (variable resistor) dan dapat memberikan sinyal ke ECU pada setiap keadaan beban mesin. Konstruksi generasiterakhir dari sensor posisi katup gas sudah full elektronis, karena yang menggerakkan katup gas adalah elektromesin yang dikendalikan oleh ECU tanpa kabel gas yang terhubung dengan pedal gas. Generasi terbaru ini memungkinkan pengontrolan emisi/gas buang lebih bersih karena pedal gas yang digerakkan hanyalah memberikan sinyal tegangan ke ECU dan pembukaan serta penutupan katup gas juga dilakukan oleh ECU secara elektronis.\n\ne. Engine oil temperature sensor; memberikan sinyal ke ECU berupa informasi (deteksi) tentang suhu oli mesin.\n\nf. Bank angle sensor; merupakan sensor sudut kemiringan. Pada sepeda motor yang menggunakan sistem EFI biasanya dilengkapi dengan bank angle sensor yang bertujuan untuk pengaman saat kendaraan terjatuh dengan sudut kemiringan 5 derajat\n\n3. Sistem Induksi Udara\n\nKomponen yang termasuk ke dalam

sistem ini antara lain; air cleaner/air box (saringan udara), intake manifold, dan throttle body (tempat katup gas). Sistem ini berfungsi untuk menyalurkan sejumlah udara yang diperlukan untuk pembakaran.";

}

else if (pilihan.equals("Cara Kerja")) {

content = "Teknologi injeksi bahan bakar adalah salah satu dimana bahan bakar secara langsung dipasok ke dalam ruang silinder intake manifold. Pada kendaraan bermotor yang sudah menerapkan sistem injeksi, memiliki bagian yang berfungsi untuk mengontrol dan mengatur pasokan udara dan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran secara efektif dan efisien. Bagian kontrol ini terdapat sensor (berupa elektronik) yang akan mengatur jumlah udara dan bahan bakar secara homogen sesuai dengan kebutuhan mesin. Selama sensor bekerja dengan baik, kemungkinan kerusakan sangat kecil. Sistem throttle body pasokan bahan bakar yang terletak di throttle body langsung ke ruang asupan sedangkan sistem titik tunggal akan memasok bahan bakar dari injektor tunggal.\n\nSensor ini akan membaca putaran mesin dan jumlah udara kemudian akan mengirimkan hasil pembacaannya tersebut kepada ECU (Engine Control Unit). ECU akan menghitung dan mengolah selanjutnya akan menentukan jumlah bahan bakar yang akan disemprotkan ke dalam ruang bakar.\n\nSaat bahan bakar mengalir dari tangki bahan bakar menuju proses atomisasi,atau proses pengkabutan bahan bakar yang akan disemburkan melalui throttle valve. Proses pengkabutan bahan bakar tersebut terjadi karena bahan bakar mengalami pemampatan dan memperoleh tekanan yang cukup tinggi, sehingga diperoleh hasil berupa asap atau kabut. Bahan bakar berbentuk kabut ini akan dikeluarkan lewat lubang injektor canonical yang posisinya menghadap ke ruang bakar mesin.\n\nDengan sistem injeksi ini bisa dipastikan bahwa bahan bakar secara efisien bercampur dengan udara dan dipasok ke ruang bakar untuk menghasilkan tenaga yang efisien.";

}

else if (pilihan.equals("Kelebihan")) {

content = "1. Emisi gas buang rendah\nTerjadinya pembakaran yang sempurna pada ruang bakar, sehingga emisi gas buang yang dihasilkan relatif lebih sedikit apalagi knalpot dilengkapi catalic converter.\n\n2. Daya lebih besar\nKonstruksi injektor tepat pada intake manifold sehingga pencampuran bahan bakar lebih homogen\n\n3. Lebih hemat bahan bakar\nAir-fuel ratio sangat mempengaruhi kesempurnaan pembakaran pada mesin. Standar AFR pada motor adalah 14,7:1 yang artinya 14,7 udara dan 1 bensin. AFR dapat berubah-ubah, misalnya pada saat kondisi mesin dingin AFR 5:1, pada saat idle AFR 11:1, akselerasi 8:1, dan pada saat pemakaian ekonomis 40-60 km/jam AFR 16-18:1. Sehingga konsumsi bahan bakar pada motor injeksi lebih irit dibandingkan karburator.\n\n4. Tidak memerlukan Cok (Choke)\nInjeksi bahan bakar dilengkapi sensor temperatur yang akan melaporkan suhu mesin ke engine control module (ECM) yang akan memerintahkan injektor untuk memperkaya campuran bensin pada suhu mesin dingin.\n\n5. Perawatan yang lebih praktis\nTeknologi injeksi bahan bakar berkonsep bebas perawatan. Pada saat servis, pembersihan dilakukan hanya pada bagian penyaring udara, busi, dan pengaturan klep.";

}

else if (pilihan.equals("Kekurangan")) {

content = "1. Akselerasi kurang responsif\nTerjadinya proses yang panjang dari sensor pengatur jumlah udara dan laporan dari sensor-sensor lainnya, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berakselerasi\n\n2. Kurangnya tenaga ahli\nInjeksi bahan bakar termasuk teknologi baru, tidak semua bengkel umum mampu memperbaiki di saat terjadi permasalahan pada kendaraan.\n\n3. Sensitif terhadap benturan atau guncangan\nSemua perangkat terutama engine control module menggunakan elektronik, sehingga rentan mati apabila mengalami guncangan atau benturan keras. Pada saat terjadi hal tersebut, kendaraan berpeluang tidak bisa dihidupkan kembali, karena mengalami kerusakan pada engine control module. Biaya perbaikan membutuhkan biaya yang relatif masih mahal\n\n4. Sensitif Bahan Bakar\nUjung injektor berukuran mikro, sehingga sistem injeksi bahan bakar mudah terjadi penyumbatan karena bahan bakar yang kotor. Hal ini akan mempengaruhi kinerja kendaraan sehingga bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar sedikit.\n\n5. Sensitif

Kelistrikan\nKondisi kendaraan dilaporkan oleh sensor, dan sensor terhubung menggunakan kabel berkonektor. Konektor sering menjadi penyebab pelaporan sensor ke engine control module menjadi kacau. Pengiriman laporan sensor ke engine control module menggunakan sistem pengaman. Apabila konektor kabel terjadi korosi, hal ini akan meningkatkan sistem pengamanan sehingga laporan dari sensor mengakibatkan engine control module berfungsi";

}

txtTitle.setText(pilihan); txtContent.setText(content);

} MenuMotorHonda.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.View; import android.view.View.OnClickListener; import android.widget.Button;

public class MenuMotorHonda extends Activity implements OnClickListener{ Button btnMenu1, btnMenu2, btnMenu3;

/** Called when the activity is first created. */ @Override

public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState); setContentView(R.layout.activity_honda); btnMenu1 = (Button)findViewById(R.id.btnMenu1); btnMenu2 = (Button)findViewById(R.id.btnMenu2); btnMenu3 = (Button)findViewById(R.id.btnMenu3); btnMenu1.setOnClickListener(this); btnMenu2.setOnClickListener(this); btnMenu3.setOnClickListener(this); } @Override

public void onClick(View v) {

Intent intent = null;

switch(v.getId()){ case R.id.btnMenu1:

intent = new Intent(MenuMotorHonda.this, BeatFiSpesifikasi.class); break;

case R.id.btnMenu2:

intent = new Intent(MenuMotorHonda.this, BeatFiPerawatan.class); break;

case R.id.btnMenu3:

intent = new Intent(MenuMotorHonda.this, BeatFiDealer.class); } startActivity(intent); MenuMotorHonda.this.finish(); } } BeatFiSpesifikasi.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.KeyEvent;

public class BeatFiSpesifikasi extends Activity {

/** Called when the activity is first created. */ @Override

public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_beatfi_spesifikasi); }

public boolean onKeyDown(int keyCode, KeyEvent event) { if (keyCode == KeyEvent.KEYCODE_BACK) { BackKey();

}

return super.onKeyDown(keyCode, event); }

protected void BackKey() {

Intent intent = new Intent(BeatFiSpesifikasi.this, MenuMotorHonda.class); startActivity(intent); BeatFiSpesifikasi.this.finish(); } } BeatFiPerawatan.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.KeyEvent;

public class BeatFiPerawatan extends Activity {

/** Called when the activity is first created. */ @Override

public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState);

}

public boolean onKeyDown(int keyCode, KeyEvent event) { if (keyCode == KeyEvent.KEYCODE_BACK) { BackKey();

}

return super.onKeyDown(keyCode, event); }

protected void BackKey() {

Intent intent = new Intent(BeatFiPerawatan.this, MenuMotorHonda.class); startActivity(intent); BeatFiPerawatan.this.finish(); } } BeatFiDealer.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.KeyEvent;

public class BeatFiDealer extends Activity {

/** Called when the activity is first created. */ @Override

public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState);

setContentView(R.layout.activity_beatfi_dealer); }

public boolean onKeyDown(int keyCode, KeyEvent event) { if (keyCode == KeyEvent.KEYCODE_BACK) { BackKey();

}

return super.onKeyDown(keyCode, event); }

protected void BackKey() {

Intent intent = new Intent(BeatFiDealer.this, MenuMotorHonda.class); startActivity(intent); BeatFiDealer.this.finish(); } } MenuMotorYamaha.java package com.apps.injection; import android.app.Activity; import android.content.Intent; import android.os.Bundle; import android.view.View; import android.view.View.OnClickListener; import android.widget.Button;

public class MenuMotorYamaha extends Activity implements OnClickListener{ Button btnMenu1, btnMenu2, btnMenu3;

Dokumen terkait