• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran Bagi Peneliti Lain

Dalam dokumen Tesis Ni Nyoman Okrina (Halaman 168-179)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.3 Saran

5.3.3 Saran Bagi Peneliti Lain

Analisis wacana kritis propaganda Ajeg Bali adalah kajian yang cukup menarik karena ia menyangkut ideologi yang lahir paska tragedi bom Bali mengenai penguatan identitas orang Bali. Seberapa berhasil propaganda ini? Apakah bisa propaganda ini disebut berhasil? Apakah keberhasilan propaganda ini cukup baik bagi masyarakat Bali dan masyarakat luar yang tinggal di Bali? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini masih sering ditanyakan dan masih sedikit yang mencoba untuk menjawabnya. Jika ada kesempatan untuk melakukan penelitian tentang Ajeg Bali, penelitian yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan lebih menyempurnakan penelitian Ajeg Bali yang telah banyak dilakukan baik dari segi sejarah, antropologi, sosiologi, dan komunikasi.

155

DAFTAR PUSTAKA

Adrian, Mirza. 2011. “Mengenai Pelestarian Budaya Indonesia”. Diunduh dari http://percikanrenungan.blogspot.com/ pada Oktober 3, 2013 pukul 12.12

Akhtar, Sajid. 2013. “War of Afganishtan in The Eyes of American New York Times and Pakistani Jang”. MA Thesis Global Journalism. Department of Humanities and Social Sciences. Orebro University

Allal, Belaid. 2010. “American Cultural Imperialism: Propaganda and Impact in Contemporary China”. Thesis. Department of English. Faculty of Letters and Human Sciences. Mentoury University of Constantine. Allen, Pamela & Carmencita Palermo. 2004. “If Ajeg is The Answer, Then What

is The Question?: New Identity Discourse in Bali”. 15th Biennial Conference of the Asian Studies Association of Australia. Canberra: 29 Juni – 2 Juli 2004.

Babbie, Earl. 2008. The Basic of Social Research: 4th Edition. California:Thomson Wadsworth

Berelson, Bernard. 1954. “What “Missing the Newspaper” Means. Communication Research. New York: Harper & Brothers. Hlm 263-270

Black, Jay. 2001. “Semantics & Ethics of Propaganda”. Journal of Mass Media Ethics Vol 16. 127-131

Camatte, Jacques. 1977. Invariance Series I. “The Democratic Mystification”. No 6. Diunduh dari https://www.marxists.org/ pada Desember 8, 2013 pukul 17.10

Craig, Robert T and Heidi L.Muller. 2007. Theorizing Communication: Reading Across Traditions. California: Sage Publications

Cunningham, Stanley B. 2001. “Responding to Propaganda: An Ethical Enterprise”. Journal of Mass Media Ethics. Vol. 16 (2&3). Pg 138-147 Durham, Meenakshi Gigi & Douglas M. Kellner. 2002. Media and Cultural

Studies: Keyworks. Massachussets: Blackwell Publishers Ltd Fairclough, Norman. 1989. Languange and Power. New York: Longman ________________. 1995. Media Discourse. London: Arnold

Fox, Richard. 2011. Critical Reflections on Religion and Media in Contemporary Bali. Leiden: Brill

156

Fraser, Lindley. 1957. Propaganda. London: Oxford University Press

Grossberg, Lawrence. 1998. Media Making. Thousand Oaks: Sage Publications. Herdiansyah, Haris. 2010. Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Ilmu Ilmu Sosial.

Jakarta: Salemba Humanika

Herman, Edward S. & Noam Chomsky. 2002. Manufacturing Consent: The Political Economy of The Mass Media. New York:Pantheon Book Hummel, William & Keith Huntress 1959. The Analysis of Propaganda. New

York : Henry Holt and Company, Inc

Laing, R.D. “Mystification, Confusion, and Conflict”. Society for Laingin

Studies. Dilihat pada 8 Desember 2013.

http://laingsociety.org/biblio/mystification.htm

Lauk, Epp & Tiiu Kreegiipu. 2010. “Was It All Pure Propaganda? Journalistic Practices of ‘Silent Resistance’ in Soviet Estonian Journalism. Acta Historica Tallinensia. Vol 15. Hlm. 167-190

Lee, Alfred McClung. 1953. How to Understand Propaganda. New York: Rinehart & Company, Inc.

Lia Susanthi, Nyoman. 2010. Spasialisasi Kelompok Media Bali Post (KMB), berkonsep Ajeg Bali. Diunduh dari http://www.isi-dps.ac.id/ pada November 3, 2013 pukul 15.06

Littlejohn, Stephen W & Karen A. Foss. 2010. Theories of Human Communication. Waveland Press Inc.

MacRae, Graeme. 2010. “If Indonesia is Too Hard to Understand, Let’s Start with Bali”. Journal of Social Science of and Humanities. Vol.3, pp. 11-36. Diunduh dari http://www.kitlv-journals.nl/index.php/jissh/index pada Juni 2, 2013 pukul 22.49.

Mahjunir. 1967. Mengenal Pokok-pokok Antropologi dan Kebudayaan. Jakarta:Bharatara

McQuail, Denis. 2000. McQuail’s Mass Communication Theory: 4th Edition. London: Sage Publications Ltd

McNally, Mark and John Schwarzmantel. 2009. Gramsci and Global Politics: Hegemony and Resistance. New York: Routledge

Moleong, Lexy J. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Muhajir, Anton. 2007. “Kerajaan Media Bali Post”. Diunduh dari http://rumahtulisan.wordpress.com/ pada Oktober, 2013

157

Ngurah Bagus, I Gusti. 2002. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djamabatan

Nordholt, Henk Schulte. 2007. Renegotiating Boundaries: Local Politics in Post-Soeharto Indonesia. Leiden: KITLV Press.

Norris, Pippa, dkk. 1999. On Message: Communicating the Campaign. London: Sage Publications, Ltd.

Nurudin. 2002. Komunikasi Propaganda. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Mulder, Niels. 2005. Inside Indonesian Society: Cultural Change in Java.

Yogyakarta:Kanisus

Pedro, J. 2011. The Propaganda Model in the Early 21st Century. International Journal of Communication. Vol. 5. Hlm. 1865-1905

Pemerintah Kota Denpasar. 2002. “Penertiban Pendatang Dimulai”. Denpasar. Diunduh dari http://www.denpasarkota.go.id/index.php/baca-berita/415/ pada September 12, 2014 pukul 14.35

Putra, Gusti. 2013. “Pramuwisata di Bali Diskriminatif Terhadap Wisatawan Lokal”. Dilihat dari http://popbali.com/pramuwisata-di-bali-diskriminatif-terhadap-wisatawan-lokal/ pada Desember 27, 2014 pukul 17.00

O’Sullivan, Tim. 1994. Key Concepts in Communication and Cultural Studies. London: Routledge

Raharjo, Supraktino, dkk. 1998. “Sejarah Kebudayaan Bali: Kajian Perkembangan dan Dampak Pariwisata”. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI

Rahmawati, Farida Nurul. 2008. “Kultur Madura dalam Media Massa Lokal: Analisis Wacana Kritis Terhadap Representasi Identitas Kultural Madura dalam Radar Madura-Jawa Pos”. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Salim, Rana. 2013. “Cultural Identity and Self Presentation in Ancient Egyptian Fictional Narratives: An Intertextuality Study of Narrative Motifs from the Middle Kingdom to Roman Period”. Department of Cross Cultural and Regional Studies. University of Copenhagen

Shoemaker, Pamela J. & Stephen D. Reese. 1996. Mediating The Message: Theories of Influences on Mass Media Content. New York: Longman Sudjana, Ivy. 2013. “Jadi Malu Aku Sebagai Penduduk Bali”. Dilihat dari

http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2013/01/05/jadi-malu-aku-sebagai-penduduk-bali.html pada Desember 27 pukul 17.00

158

Suryawan, I Ngurah. 2007. Di Balik Layar Ajeg Bali. Diunduh dari http://www.balebengong.net/topik/budaya/2007/09/15/di-balik-layar-ajeg-bali.html pada 12 Juni 2013 pukul 20.11.

Suyadnya, I Wayan. 2011. “Securitization, Belonging, and Politics of Belonging in Bali”. Jurnal Kajian Bali, Vol. 1. Hlm 73-87

Wijaya, I Nyoman. 2012. “Melawan Ajeg Bali: Seabad Praktek Hegemoni

Intelektual Organik Bali. Diunduh dari

http://www.tspkantorsejarawan.com/melawan-ajeg-bali-2.html/

Wimmer, Roger D & Joseph R Dominick. 1991. Mass Media Research: An Introduction 3rd Edition. California:Wadsworth Publishing Company Wood, Julia T.1996. Communication Theories in Action : An Introduction.

California: Wadsworth Publishing Company

Berita-berita di Bali Post

Bali Post. 2003. Rapatkan Barisan Menuju Bali Ajeg. Januari. Denpasar Bali Post. 2003. Jangan Hanya Berwacana Ajeg Bali. Januari. Denpasar

Bali Post. 2003. Tjok Rat Putuskan tak Ikut Pilgub: Sang Pahlawan Ajeg Bali. Juli. Denpasar

Bali Post. 2003. Jaga Ajeg Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Upayakan Karawitan Bali Ajeg. Agustus. Denpasar Bali Post. 2003. Ajeg Bali Bukan Antimodernisasi. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Dari Dialog Ajeg Bali: Rakyat Jangan Terpinggirkan Di Pulaunya Sendiri. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Masyarakat Inginkan Bali Ajeg. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Dewa Bharata, Ratmadi, Puspayoga Bersatu Demi Ajeg Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Strategi Menuju Ajeg Bali: Mewujudkan Cita Cita Proklamasi. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali: Siapa Yang Mestinya Menyelamatkan. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali: Kehancuran Mesti Dihindari. Agustus. Denpasar

commit to user

159

Bali Post. 2003. Ajeg Bali: Tanah Bali Telah Habis Terjual. Agustus. Denpasar Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agama) Menghayati Hakikat Hidup dalam Orientasi

Keajegan Hindu. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agama) Perlu Grand Design Pembangunan Manusia Hindu. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Seni-Budaya) Menuju Kepercayaan Diri Kultural. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pariwisata) Perkuat Jati Diri, Tetap Pada Koridor Budaya. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pariwisata) Strategi Bertumpu Pada Tiga Aspek. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pariwisata) Pelaku Pariwisata Harus Intropeksi. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Ekonomi) Diperlukan "Masterplan" Keajegan Ekonomi Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Ekonomi) Wirausaha Lokal Yang Tangguh. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agrobisnis) Bangun Ekonomi Bali dengan Suasana yang Religius. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agrobisnis) Aktifkan ITPC, Atasi Kebuntuan Pasar Ekspor. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Lingkungan) Ajeg Bali Melalui Paruman Agung Satu Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Transportasi) Mengatasi Masalah Transportasi Memotong Lingkaran Setan. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Transportasi) Sudah Macet, Kesadaran Masyarakat Rendah. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Politik) Menggugat Keberanian Berpolitik Manusia Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Politik) Meningkatkan Posisi Tawar Politik. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Lingkungan) Ajeg Bali Melalui Paruman Agung Satu Bali. Agustus. Denpasar

160

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Daerah) Tahan Pariwisata, Pacu Pertanian. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Daerah) Membangun Kedekatan Pemimpin Masyarakat. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pendidikan) Strategi Pendidikan Menuju Ajeg Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Tata Ruang) Rumah Susun Tidak Sesuai dengan Filosofi Orang Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kesehatan) Ditentukan Perilaku Masyarakatnya. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kependudukan) Memberdayakan Adat, Menekan Konflik Kependudukan. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kependudukan) Langkah Strategis Mengelola Urban. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kriminal) Strategi Jaringan Regional Hadapi Kriminalitas di Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Jajak Pendapat) Hentikan Jual Palemahan Bali.. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Jajak Pendapat) Jangan Ada Lagi Pemerkosaan Alam Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2004. Cegah Penjualan Tanah Demi Ajeg Bali. April. Denpasar

Bali Post. 2004. Simakrama Calon Kapolres: Swadharmaning Umat Jaga Ajeg Bali. April. Denpasar

Bali Post. 2004. Ajegkan Budaya Bali Lewat Pelestarian Bahasa Daerah. Mei. Denpasar

Bali Post. 2004. Bangun Ajeg Bali: Alit Putra Jadi Penyanyi Pop Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2004. Kiat Mengelola BPR untuk Ajeg Bali. Mei. Denpasar

Bali Post. 2004. Masyarakat sehat Menuju Ajeg Bali: Memprioritaskan Kesehatan Hanya Pemanis Bibir. Juli. Denpasar

Bali Post. 2004. Masyarakat Sehat Menuju Ajeg Bali: Yang Miskin Asuransikan Saja. Juli. Denpasar

161

Bali Post. 2004. Menekan Kriminalitas Menuju Ajeg Bali: Akarnya Kependudukan dan Kemiskinan Kolektif. Juli. Denpasar

Bali Post. 2004. Tanda Tangani Prasasti: Mega Berkomitmen Ajegkan Bali dan Jaga Kebhinekaan. Juli. Denpasar

Bali Post. 2004. Demi Ajeg Bali. Juli. Denpasar

Bali Post. 2004. Senam Ajeg Bali Diluncurkan. September. Denpasar

Bali Post. 2004. Ajeg Bali Harus Diartikan Ajeg Hindu. November. Denpasar Bali Post. 2004. Potret Guru Ajeg Bali: Memberi Sentuhan Intelektual dan

Spiritual. November. Denpasar

Bali Post. 2004. OTDA Tantangan Berat Ajegkan Bali. November. Denpasar Bali Post. 2004. Budaya Lestari, Bali Ajeg. November. Denpasar

Bali Post. 2004. Finalis Guru Ajeg Bali Akhiri Masa "Bhiksuka Asrama". November. Denpasar

Bali Post. 2004. Jadikan Ajeg Bali Gerakan Bersama. December. Denpasar Bali Post. 2005. Cita Citanya Menjadikan Bali Ajeg. Januari. Denpasar Bali Post. 2005. Bangkitkan Semangat Jaga Keajegan Bali. Januari. Denpasar Bali Post. 2005. Ajegkan Bali dan Nusantara. Maret. Denpasar

Bali Post. 2005. Dari Ajeg Bali Harmonikan Indonesia. April. Denpasar Bali Post. 2005. 50 Siswa Segera Masuk Pasraman Ajeg Bali. Juni. Denpasar Bali Post. 2005. Antusias Peserta Pasraman Ajeg Bali. Juni. Denpasar

Bali Post. 2005. Pemilihan Teruna Teruni Buleleng Untuk Ajeg Bali. Juni. Denpasar

Bali Post. 2005. PTT Buleleng Libatkan Siswa Ajeg Bali. Juli. Denpasar

Bali Post. 2005. Ajegkan Hindu, Sulinggih Dididik Bahasa Sansekerta. Juli. Denpasar

Bali Post. 2005. Seleksi I Siswa Ajeg Bali: 45 Peserta Lulus. November. Denpasar Bali Post. 2005. 347 Peserta Ikuti Pemilihan Siswa Ajeg Bali. Novemer. Denpasar Bali Post. 2005. Bhujangga Waisnawa Ikut Wujudkan Bali yang Ajeg. November.

Denpasar

162

Bali Post. 2005. Calon Siswa Ajeg Bali Ikuti Tes Wawancara. November. Denpasar

Bali Post. 2005. Calon Siswa Ajeg Bali Ikuti Tes Wawancara. November. Denpasar

Bali Post. 2006. Ajeg Bali Akan Terwujud. Februari. Denpasar

Bali Post. 2006. SMP PGRI 2 Denpasar Gelar Pasraman Ajeg Bali. Juli. Denpasar

Bali Post. 2006. Pasraman Ajeg Bali Makin Menarik. Juni. Denpasar

Bali Post. 2006. Pasraman Ajeg Bali Berakhir: Peserta Pulang Dengan Semangat Baru. Juni. Denpasar

Bali Post. 2007. Cao Fuk Miao, Peduli Kearifan Lokal Ajeg Bali. Februari. Denpasar

Bali Post. 2007. Ajegkan Budaya Bali, Perkuat Jati Diri. September. Denpasar Bali Post. 2007. Ajegkan Budaya Bali, Perkuat Jati Diri. September. Denpasar Bali Post. 2007. Ajegkan Bali, Saraswati Ngayah di Pura Sakenan. September.

Denpasar

Bali Post. 2007. 200 Peserta Ikuti Seleksi Siswa & Guru Ajeg Bali. September. Denpasar

Bali Post. 2007. 30 Guru & Siswa Ajeg Bali Masuk Nominasi. September. Denpasar

Bali Post. 2007. Ajeg Bali Tanggung Jawab Semua pihak. November. Denpasar Bali Post. 2007. Mengajegkan Bali : Membebaskan Masyarakat dari Penyakit

Panca Ma. November. Denpasar

Bali Post. 2008. Ajegkan Bali Lewat Siaran Bahasa Bali. Januari. Denpasar Bali Post. 2008. Ikut Ajegkan Bali Ciptakan Tari "Ardha Nara Swari". Februari.

Denpasar

Bali Post. 2008. Grand Final Putra Putri Kampus Ajeg Bali: Mahendradatta Raih Duta Bali. Mei. Denpasar

Bali Post. 2008. SD 4 Saraswati Gelar Pameran Ajeg Bali. Juli. Denpasar

Bali Post. 2008. Putra Putri Kampus Ajeg Bali ke 5: Ajang Bergengsi Angkat Citra Kampus di Bali. Juli. Denpasar

163

Bali Post. 2009. Jadikan Bali Ajeg. Maret. Denpasar

Bali Post. 2009. Perjuangkan Desa Pakraman Demi Ajeg Bali. April. Denpasar Bali Post. 2009. Ajeg Bali: Masih Perlu Bantuan. Mei. Denpasar

Bali Post. 2009. Ajeg Bali : Sisa "Canang" Jadi "Amerta". November. Denpasar Bali Post. 2009. Calon Siswa Ajeg Bali Ikuti Tes Wawancara. Juni. Denpasar Bali Post. 2009. Gubernur Mangku Pastika Teguhkan Komitmen Ajegkan Bali.

Desember. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kintamani Kehilangan Ikon, Petani Masih Jadi Penonton. Juli. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Pembangunan yang Lupakan Rakyat. Juli. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kerusakan Lingkungan Siapa Peduli. Juli. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Alih Fungsi Tak Terbendung. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Badung Sulit Hindari Masalah. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Pembangunan Jiwa Raga Terabaikan. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Tak Ada Pemutus Konflik Adat. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kebanggaan Tabanan Terancam. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Jadi Dagangan Politik, Petani Tetap Miskin. Agustus Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Penguatan Desa Pekraman Tak Cukup Dengan Bansos. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Memajukan Pertanian Setengah Hati. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Paru Paru Jembrana Kian Keropos. Agustus. Denpasar

164

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Sinergisitas Jaga Hutan Mesti Dibangun. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kepercayaan Diri Rendah, Kerdilkan Daya Saing Manusia Bali. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Spirit Jengah Perlu Direvitalisasi. Agustus Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Blue Print Perlu Copy Paste. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Memajukan Pertanian Setengah Hati. Agustus. Denpasar

Bali Post. 2011. Ikut Mengajegkan Bali, Pujian Pun Mengalir. Agustus. Denpasar

165

commit to user

Dalam dokumen Tesis Ni Nyoman Okrina (Halaman 168-179)

Dokumen terkait