BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.3 Saran
5.3.3 Saran Bagi Peneliti Lain
Analisis wacana kritis propaganda Ajeg Bali adalah kajian yang cukup menarik karena ia menyangkut ideologi yang lahir paska tragedi bom Bali mengenai penguatan identitas orang Bali. Seberapa berhasil propaganda ini? Apakah bisa propaganda ini disebut berhasil? Apakah keberhasilan propaganda ini cukup baik bagi masyarakat Bali dan masyarakat luar yang tinggal di Bali? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini masih sering ditanyakan dan masih sedikit yang mencoba untuk menjawabnya. Jika ada kesempatan untuk melakukan penelitian tentang Ajeg Bali, penelitian yang menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan lebih menyempurnakan penelitian Ajeg Bali yang telah banyak dilakukan baik dari segi sejarah, antropologi, sosiologi, dan komunikasi.
155
DAFTAR PUSTAKA
Adrian, Mirza. 2011. “Mengenai Pelestarian Budaya Indonesia”. Diunduh dari http://percikanrenungan.blogspot.com/ pada Oktober 3, 2013 pukul 12.12
Akhtar, Sajid. 2013. “War of Afganishtan in The Eyes of American New York Times and Pakistani Jang”. MA Thesis Global Journalism. Department of Humanities and Social Sciences. Orebro University
Allal, Belaid. 2010. “American Cultural Imperialism: Propaganda and Impact in Contemporary China”. Thesis. Department of English. Faculty of Letters and Human Sciences. Mentoury University of Constantine. Allen, Pamela & Carmencita Palermo. 2004. “If Ajeg is The Answer, Then What
is The Question?: New Identity Discourse in Bali”. 15th Biennial Conference of the Asian Studies Association of Australia. Canberra: 29 Juni – 2 Juli 2004.
Babbie, Earl. 2008. The Basic of Social Research: 4th Edition. California:Thomson Wadsworth
Berelson, Bernard. 1954. “What “Missing the Newspaper” Means. Communication Research. New York: Harper & Brothers. Hlm 263-270
Black, Jay. 2001. “Semantics & Ethics of Propaganda”. Journal of Mass Media Ethics Vol 16. 127-131
Camatte, Jacques. 1977. Invariance Series I. “The Democratic Mystification”. No 6. Diunduh dari https://www.marxists.org/ pada Desember 8, 2013 pukul 17.10
Craig, Robert T and Heidi L.Muller. 2007. Theorizing Communication: Reading Across Traditions. California: Sage Publications
Cunningham, Stanley B. 2001. “Responding to Propaganda: An Ethical Enterprise”. Journal of Mass Media Ethics. Vol. 16 (2&3). Pg 138-147 Durham, Meenakshi Gigi & Douglas M. Kellner. 2002. Media and Cultural
Studies: Keyworks. Massachussets: Blackwell Publishers Ltd Fairclough, Norman. 1989. Languange and Power. New York: Longman ________________. 1995. Media Discourse. London: Arnold
Fox, Richard. 2011. Critical Reflections on Religion and Media in Contemporary Bali. Leiden: Brill
156
Fraser, Lindley. 1957. Propaganda. London: Oxford University Press
Grossberg, Lawrence. 1998. Media Making. Thousand Oaks: Sage Publications. Herdiansyah, Haris. 2010. Metode Penelitian Kualitatif: Untuk Ilmu Ilmu Sosial.
Jakarta: Salemba Humanika
Herman, Edward S. & Noam Chomsky. 2002. Manufacturing Consent: The Political Economy of The Mass Media. New York:Pantheon Book Hummel, William & Keith Huntress 1959. The Analysis of Propaganda. New
York : Henry Holt and Company, Inc
Laing, R.D. “Mystification, Confusion, and Conflict”. Society for Laingin
Studies. Dilihat pada 8 Desember 2013.
http://laingsociety.org/biblio/mystification.htm
Lauk, Epp & Tiiu Kreegiipu. 2010. “Was It All Pure Propaganda? Journalistic Practices of ‘Silent Resistance’ in Soviet Estonian Journalism. Acta Historica Tallinensia. Vol 15. Hlm. 167-190
Lee, Alfred McClung. 1953. How to Understand Propaganda. New York: Rinehart & Company, Inc.
Lia Susanthi, Nyoman. 2010. Spasialisasi Kelompok Media Bali Post (KMB), berkonsep Ajeg Bali. Diunduh dari http://www.isi-dps.ac.id/ pada November 3, 2013 pukul 15.06
Littlejohn, Stephen W & Karen A. Foss. 2010. Theories of Human Communication. Waveland Press Inc.
MacRae, Graeme. 2010. “If Indonesia is Too Hard to Understand, Let’s Start with Bali”. Journal of Social Science of and Humanities. Vol.3, pp. 11-36. Diunduh dari http://www.kitlv-journals.nl/index.php/jissh/index pada Juni 2, 2013 pukul 22.49.
Mahjunir. 1967. Mengenal Pokok-pokok Antropologi dan Kebudayaan. Jakarta:Bharatara
McQuail, Denis. 2000. McQuail’s Mass Communication Theory: 4th Edition. London: Sage Publications Ltd
McNally, Mark and John Schwarzmantel. 2009. Gramsci and Global Politics: Hegemony and Resistance. New York: Routledge
Moleong, Lexy J. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Muhajir, Anton. 2007. “Kerajaan Media Bali Post”. Diunduh dari http://rumahtulisan.wordpress.com/ pada Oktober, 2013
157
Ngurah Bagus, I Gusti. 2002. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djamabatan
Nordholt, Henk Schulte. 2007. Renegotiating Boundaries: Local Politics in Post-Soeharto Indonesia. Leiden: KITLV Press.
Norris, Pippa, dkk. 1999. On Message: Communicating the Campaign. London: Sage Publications, Ltd.
Nurudin. 2002. Komunikasi Propaganda. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Mulder, Niels. 2005. Inside Indonesian Society: Cultural Change in Java.
Yogyakarta:Kanisus
Pedro, J. 2011. The Propaganda Model in the Early 21st Century. International Journal of Communication. Vol. 5. Hlm. 1865-1905
Pemerintah Kota Denpasar. 2002. “Penertiban Pendatang Dimulai”. Denpasar. Diunduh dari http://www.denpasarkota.go.id/index.php/baca-berita/415/ pada September 12, 2014 pukul 14.35
Putra, Gusti. 2013. “Pramuwisata di Bali Diskriminatif Terhadap Wisatawan Lokal”. Dilihat dari http://popbali.com/pramuwisata-di-bali-diskriminatif-terhadap-wisatawan-lokal/ pada Desember 27, 2014 pukul 17.00
O’Sullivan, Tim. 1994. Key Concepts in Communication and Cultural Studies. London: Routledge
Raharjo, Supraktino, dkk. 1998. “Sejarah Kebudayaan Bali: Kajian Perkembangan dan Dampak Pariwisata”. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI
Rahmawati, Farida Nurul. 2008. “Kultur Madura dalam Media Massa Lokal: Analisis Wacana Kritis Terhadap Representasi Identitas Kultural Madura dalam Radar Madura-Jawa Pos”. Surakarta: Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret
Salim, Rana. 2013. “Cultural Identity and Self Presentation in Ancient Egyptian Fictional Narratives: An Intertextuality Study of Narrative Motifs from the Middle Kingdom to Roman Period”. Department of Cross Cultural and Regional Studies. University of Copenhagen
Shoemaker, Pamela J. & Stephen D. Reese. 1996. Mediating The Message: Theories of Influences on Mass Media Content. New York: Longman Sudjana, Ivy. 2013. “Jadi Malu Aku Sebagai Penduduk Bali”. Dilihat dari
http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2013/01/05/jadi-malu-aku-sebagai-penduduk-bali.html pada Desember 27 pukul 17.00
158
Suryawan, I Ngurah. 2007. Di Balik Layar Ajeg Bali. Diunduh dari http://www.balebengong.net/topik/budaya/2007/09/15/di-balik-layar-ajeg-bali.html pada 12 Juni 2013 pukul 20.11.
Suyadnya, I Wayan. 2011. “Securitization, Belonging, and Politics of Belonging in Bali”. Jurnal Kajian Bali, Vol. 1. Hlm 73-87
Wijaya, I Nyoman. 2012. “Melawan Ajeg Bali: Seabad Praktek Hegemoni
Intelektual Organik Bali. Diunduh dari
http://www.tspkantorsejarawan.com/melawan-ajeg-bali-2.html/
Wimmer, Roger D & Joseph R Dominick. 1991. Mass Media Research: An Introduction 3rd Edition. California:Wadsworth Publishing Company Wood, Julia T.1996. Communication Theories in Action : An Introduction.
California: Wadsworth Publishing Company
Berita-berita di Bali Post
Bali Post. 2003. Rapatkan Barisan Menuju Bali Ajeg. Januari. Denpasar Bali Post. 2003. Jangan Hanya Berwacana Ajeg Bali. Januari. Denpasar
Bali Post. 2003. Tjok Rat Putuskan tak Ikut Pilgub: Sang Pahlawan Ajeg Bali. Juli. Denpasar
Bali Post. 2003. Jaga Ajeg Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Upayakan Karawitan Bali Ajeg. Agustus. Denpasar Bali Post. 2003. Ajeg Bali Bukan Antimodernisasi. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Dari Dialog Ajeg Bali: Rakyat Jangan Terpinggirkan Di Pulaunya Sendiri. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Masyarakat Inginkan Bali Ajeg. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Dewa Bharata, Ratmadi, Puspayoga Bersatu Demi Ajeg Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Strategi Menuju Ajeg Bali: Mewujudkan Cita Cita Proklamasi. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali: Siapa Yang Mestinya Menyelamatkan. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali: Kehancuran Mesti Dihindari. Agustus. Denpasar
commit to user
159
Bali Post. 2003. Ajeg Bali: Tanah Bali Telah Habis Terjual. Agustus. Denpasar Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agama) Menghayati Hakikat Hidup dalam Orientasi
Keajegan Hindu. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agama) Perlu Grand Design Pembangunan Manusia Hindu. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Seni-Budaya) Menuju Kepercayaan Diri Kultural. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pariwisata) Perkuat Jati Diri, Tetap Pada Koridor Budaya. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pariwisata) Strategi Bertumpu Pada Tiga Aspek. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pariwisata) Pelaku Pariwisata Harus Intropeksi. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Ekonomi) Diperlukan "Masterplan" Keajegan Ekonomi Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Ekonomi) Wirausaha Lokal Yang Tangguh. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agrobisnis) Bangun Ekonomi Bali dengan Suasana yang Religius. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Agrobisnis) Aktifkan ITPC, Atasi Kebuntuan Pasar Ekspor. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Lingkungan) Ajeg Bali Melalui Paruman Agung Satu Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Transportasi) Mengatasi Masalah Transportasi Memotong Lingkaran Setan. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Transportasi) Sudah Macet, Kesadaran Masyarakat Rendah. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Politik) Menggugat Keberanian Berpolitik Manusia Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Politik) Meningkatkan Posisi Tawar Politik. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Lingkungan) Ajeg Bali Melalui Paruman Agung Satu Bali. Agustus. Denpasar
160
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Daerah) Tahan Pariwisata, Pacu Pertanian. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Daerah) Membangun Kedekatan Pemimpin Masyarakat. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Pendidikan) Strategi Pendidikan Menuju Ajeg Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Tata Ruang) Rumah Susun Tidak Sesuai dengan Filosofi Orang Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kesehatan) Ditentukan Perilaku Masyarakatnya. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kependudukan) Memberdayakan Adat, Menekan Konflik Kependudukan. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kependudukan) Langkah Strategis Mengelola Urban. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Kriminal) Strategi Jaringan Regional Hadapi Kriminalitas di Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Jajak Pendapat) Hentikan Jual Palemahan Bali.. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2003. Ajeg Bali (Jajak Pendapat) Jangan Ada Lagi Pemerkosaan Alam Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2004. Cegah Penjualan Tanah Demi Ajeg Bali. April. Denpasar
Bali Post. 2004. Simakrama Calon Kapolres: Swadharmaning Umat Jaga Ajeg Bali. April. Denpasar
Bali Post. 2004. Ajegkan Budaya Bali Lewat Pelestarian Bahasa Daerah. Mei. Denpasar
Bali Post. 2004. Bangun Ajeg Bali: Alit Putra Jadi Penyanyi Pop Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2004. Kiat Mengelola BPR untuk Ajeg Bali. Mei. Denpasar
Bali Post. 2004. Masyarakat sehat Menuju Ajeg Bali: Memprioritaskan Kesehatan Hanya Pemanis Bibir. Juli. Denpasar
Bali Post. 2004. Masyarakat Sehat Menuju Ajeg Bali: Yang Miskin Asuransikan Saja. Juli. Denpasar
161
Bali Post. 2004. Menekan Kriminalitas Menuju Ajeg Bali: Akarnya Kependudukan dan Kemiskinan Kolektif. Juli. Denpasar
Bali Post. 2004. Tanda Tangani Prasasti: Mega Berkomitmen Ajegkan Bali dan Jaga Kebhinekaan. Juli. Denpasar
Bali Post. 2004. Demi Ajeg Bali. Juli. Denpasar
Bali Post. 2004. Senam Ajeg Bali Diluncurkan. September. Denpasar
Bali Post. 2004. Ajeg Bali Harus Diartikan Ajeg Hindu. November. Denpasar Bali Post. 2004. Potret Guru Ajeg Bali: Memberi Sentuhan Intelektual dan
Spiritual. November. Denpasar
Bali Post. 2004. OTDA Tantangan Berat Ajegkan Bali. November. Denpasar Bali Post. 2004. Budaya Lestari, Bali Ajeg. November. Denpasar
Bali Post. 2004. Finalis Guru Ajeg Bali Akhiri Masa "Bhiksuka Asrama". November. Denpasar
Bali Post. 2004. Jadikan Ajeg Bali Gerakan Bersama. December. Denpasar Bali Post. 2005. Cita Citanya Menjadikan Bali Ajeg. Januari. Denpasar Bali Post. 2005. Bangkitkan Semangat Jaga Keajegan Bali. Januari. Denpasar Bali Post. 2005. Ajegkan Bali dan Nusantara. Maret. Denpasar
Bali Post. 2005. Dari Ajeg Bali Harmonikan Indonesia. April. Denpasar Bali Post. 2005. 50 Siswa Segera Masuk Pasraman Ajeg Bali. Juni. Denpasar Bali Post. 2005. Antusias Peserta Pasraman Ajeg Bali. Juni. Denpasar
Bali Post. 2005. Pemilihan Teruna Teruni Buleleng Untuk Ajeg Bali. Juni. Denpasar
Bali Post. 2005. PTT Buleleng Libatkan Siswa Ajeg Bali. Juli. Denpasar
Bali Post. 2005. Ajegkan Hindu, Sulinggih Dididik Bahasa Sansekerta. Juli. Denpasar
Bali Post. 2005. Seleksi I Siswa Ajeg Bali: 45 Peserta Lulus. November. Denpasar Bali Post. 2005. 347 Peserta Ikuti Pemilihan Siswa Ajeg Bali. Novemer. Denpasar Bali Post. 2005. Bhujangga Waisnawa Ikut Wujudkan Bali yang Ajeg. November.
Denpasar
162
Bali Post. 2005. Calon Siswa Ajeg Bali Ikuti Tes Wawancara. November. Denpasar
Bali Post. 2005. Calon Siswa Ajeg Bali Ikuti Tes Wawancara. November. Denpasar
Bali Post. 2006. Ajeg Bali Akan Terwujud. Februari. Denpasar
Bali Post. 2006. SMP PGRI 2 Denpasar Gelar Pasraman Ajeg Bali. Juli. Denpasar
Bali Post. 2006. Pasraman Ajeg Bali Makin Menarik. Juni. Denpasar
Bali Post. 2006. Pasraman Ajeg Bali Berakhir: Peserta Pulang Dengan Semangat Baru. Juni. Denpasar
Bali Post. 2007. Cao Fuk Miao, Peduli Kearifan Lokal Ajeg Bali. Februari. Denpasar
Bali Post. 2007. Ajegkan Budaya Bali, Perkuat Jati Diri. September. Denpasar Bali Post. 2007. Ajegkan Budaya Bali, Perkuat Jati Diri. September. Denpasar Bali Post. 2007. Ajegkan Bali, Saraswati Ngayah di Pura Sakenan. September.
Denpasar
Bali Post. 2007. 200 Peserta Ikuti Seleksi Siswa & Guru Ajeg Bali. September. Denpasar
Bali Post. 2007. 30 Guru & Siswa Ajeg Bali Masuk Nominasi. September. Denpasar
Bali Post. 2007. Ajeg Bali Tanggung Jawab Semua pihak. November. Denpasar Bali Post. 2007. Mengajegkan Bali : Membebaskan Masyarakat dari Penyakit
Panca Ma. November. Denpasar
Bali Post. 2008. Ajegkan Bali Lewat Siaran Bahasa Bali. Januari. Denpasar Bali Post. 2008. Ikut Ajegkan Bali Ciptakan Tari "Ardha Nara Swari". Februari.
Denpasar
Bali Post. 2008. Grand Final Putra Putri Kampus Ajeg Bali: Mahendradatta Raih Duta Bali. Mei. Denpasar
Bali Post. 2008. SD 4 Saraswati Gelar Pameran Ajeg Bali. Juli. Denpasar
Bali Post. 2008. Putra Putri Kampus Ajeg Bali ke 5: Ajang Bergengsi Angkat Citra Kampus di Bali. Juli. Denpasar
163
Bali Post. 2009. Jadikan Bali Ajeg. Maret. Denpasar
Bali Post. 2009. Perjuangkan Desa Pakraman Demi Ajeg Bali. April. Denpasar Bali Post. 2009. Ajeg Bali: Masih Perlu Bantuan. Mei. Denpasar
Bali Post. 2009. Ajeg Bali : Sisa "Canang" Jadi "Amerta". November. Denpasar Bali Post. 2009. Calon Siswa Ajeg Bali Ikuti Tes Wawancara. Juni. Denpasar Bali Post. 2009. Gubernur Mangku Pastika Teguhkan Komitmen Ajegkan Bali.
Desember. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kintamani Kehilangan Ikon, Petani Masih Jadi Penonton. Juli. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Pembangunan yang Lupakan Rakyat. Juli. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kerusakan Lingkungan Siapa Peduli. Juli. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Alih Fungsi Tak Terbendung. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Badung Sulit Hindari Masalah. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Pembangunan Jiwa Raga Terabaikan. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Tak Ada Pemutus Konflik Adat. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kebanggaan Tabanan Terancam. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Jadi Dagangan Politik, Petani Tetap Miskin. Agustus Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Penguatan Desa Pekraman Tak Cukup Dengan Bansos. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Memajukan Pertanian Setengah Hati. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Paru Paru Jembrana Kian Keropos. Agustus. Denpasar
164
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Sinergisitas Jaga Hutan Mesti Dibangun. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Kepercayaan Diri Rendah, Kerdilkan Daya Saing Manusia Bali. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Spirit Jengah Perlu Direvitalisasi. Agustus Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Blue Print Perlu Copy Paste. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Mengajegkan Bali dari Kabupaten: Memajukan Pertanian Setengah Hati. Agustus. Denpasar
Bali Post. 2011. Ikut Mengajegkan Bali, Pujian Pun Mengalir. Agustus. Denpasar
165