Agar penelitian yang dilakukan semakin lebih baik dan hasilnya semakin detail maka perlu dilakukan pengambilan data dan analisis sampel yang lebih banyak serta mewakili sebaran kontak batuan beku dan metamorf. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada daerah penelitian dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara vertikal (coring) sehingga hasil yang diperoleh lebih detail. Hal ini mengingat analisis tersebut dapat menentukan fasies yaitu umur pembentukan batuan di masa lampau dari event pertama (partial melting sampai naik ke permukaan) dan posisi batuan beku terhadap batuan metamorf di daerah Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara.
95
Systems : Structure, Alteration, and Mineralization, A Workshop Presented for the Society of Exploration Geochemists at Townville.
Cox, K.G., 1979, The Interpretation of Igneous Rocks, George Allen and Unwin.
Fisher, R. V. (1966). Rocks Composed of Volcanic Fragments. Earth Science Reviews, International Magazine fo Geo-Scientist, 1, p. 287-298.
Hamilton, W., 1979. Tectonics of The Indonesian Region, United State of Geological Survey Proffesional Paper 1078, U.S. Govern. Printing Office, Wshington. U.S.G.S. Proffesional Paper 1078: 345.
Hedenquist J.W., Izawa E., Arribas A.R. and White N.C., 1996, Epithermal Gold Deposits: Styles, Characteristics, and Exploration: The Society of Resource Geology: Resource Geology Special Publication Number 1.
Hedenquist J.W., Arribas A.R. and Gonzalez-Urien E., 2000, Exploration for Epithermal Gold Deposits, Society of Economic Geologists, Reviews in Economic Geology, v. 13.
Ikatan Ahli Geologi Indonesia, 1996, Sandi Stratigrafi Indonesia, Bidang Geologi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta.
Janousek, V., Farrow, C.M., and Erban, V., 2006, Interpretation of Whole–
rock Geochemical Data in Igneous Geochemistry: Introducing Geochemical Data Toolkit (GCDkit), Czech Geological Survey, Czech Republic.
Kadarusman, A., Miyashita, S., Maruyama, S., Parkinson, C. D., dan Ishikawa, A., 2004, Petrology, Geochemistry and Paleogeographic Reconstruction of the East Sulawesi Ophiolite, Indonesia, Tectonophysics, h. 55-83.
Mawaleda, M., Suparka, E., Abdullah, C.I., Basuki, N.I., Jamal, Kaharuddin
& Forster M. A. (2016). Hydrothermal alteration and timing of gold mineralisation in the Rumbia Complex, Southeast Arm of Sulawesi, Indonesia, Proceeding of 2nd International Conference of
Asia (TREPSEA) 2016.
McPhie, J., Doyle, M., and Allen, R., 1993, Volcanic Texture, Centre for Ore Deposit and Exploration Studies, Universty of Tasmania, Australia.
Mulyaningsih. S., 2013, Vulkanologi , Jurusan Teknik Geologi IST AKPRIND
Noor, Djauhari. 2009. Mineral dan batuan. Jakarta : Erlangga.
Noor, Djauhari. 2012. Pengantar Geologi. Bogor: Universitas Pakuan.
Pettijohn F. J. 1975. Sedimentary Rocks: Harper & Row Publishers, New York-Evanston-San Fransisco-London.
Pirajno, F. 1992. Hydrothermal Mineral Deposits: Principles and Fundamental Concepts for the Exploration Geologist. Afrika Selatan:
Springer-Verlag.
Pirajno, F., 2009. Hydrothermal Processes and Mineral System, Springer – Verlag Berlin Heidelberg, Germany.
Rangin, C., Jolivet, L., Pubellier, M., the Tethys Pacific Working Group, 1990a. A simple model for the tectonic evolution of Southeast Asia and Indonesia region for the past 43 M. Y. Bull. Soc. Géol. Fr. 8, p.
889-905.
Rollinson, H.R., 1993, Using Geochemical Data: Evaluation, Presentation, Interpretation, J. Wiley & Sons Inc., New York, USA.
Rusmana, E. Sukido, D. Sukarna, E. Haryono dan T.O. Simandjuntak, 1984, memetakan geologi lembar Lasusua – Kendari.
Schmid R., Fettes D., Harte B., Davis E., and Desmons J., 2007. A systematic nomenclature for metamorphic rocks. 1. How to name a metamorphic rock. Recommendations by the IUGS Subcommission on the systematics of metamorphic rocks. SCMR website (www.bgs.ac.uk/SCMR).
Simandjuntak T.O, Surono, Sukido, 1993, Peta Geologi Lembar Kolaka, Sulawesi, Skala 1: 250.000, PPPG, Bandung
Surono, 2010, Geologi Lengan Tenggara Sulawesi. Publikasi Khusus, Badan Geologi. Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.161p.
Surono, 2013, Geologi Lengan Tenggara Sulawesi, Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan
Sutarto. 2004. Petunjuk Praktikum Endapan Mineral Edisi Kedua.
Laboratorium Endapan Mineral, Jurusan Teknik Geologi, UPN Veteran Jogjakarta.
Thompson, A.J.B. dan Thompson, JF.H., 1996. Atlas of Alteration. A Field and Petrographic Guide to Hydrothermal Alteration Minerals.
Geological Association of Canada, Kanada.
Travis, R.B., 1955, Classification of Rocks, The Colorado School of Mines, Golden Colorado, USA, p. 1 – 12.
Wilson, M., 1989, Igneous Petrogenesis, A Global Tectonic Approach, Department of Earth Sciences, University of Leeds, Netherland.
White, L.T., Hall, R., Armstrong, R.A., 2014. The age of undeformed dacite intrusions within the Kolaka fault zone, SE Sulawesi, Indonesia.
Journal of Asian Earth Sciences.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 98
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan beku ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu kehitaman pada kenampakan nikol silang. Tekstur kristalinitas hipokristalin, granularitas porfiroafanitik, bentuk mineral euhedral – anhedral, relasi inequigranular, tekstur khusus porfiritik dan struktur masif dengan ukuran mineral 0,02 – 2,4 mm. Terdiri dari mineral plagioklas, epidot, hornblende, ortoklas, biotit, mineral opak dan massa dasar berupa kristalit plagioklas dan gelas.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Plagioklas (1H) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas lemah, bentuk euhedral – subhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme dwikroik, indeks bias nm > ncb, kembaran albit, sudut gelapan 30˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,08 – 0,84 mm, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas labradorit.
Hornblende (5G) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat kehitaman, bentuk euhedral – subhedral, belahan tidak ada, pecahan tidak ada, relief tinggi, intensitas kuat, pleokroisme monokroik, indeks bias nm > ncb, sudut gelapan 25˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,38 – 1,24 mm, warna interferensi maksimum orange kecoklatan.
Ortoklas (3H) 25
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas sedang, bentuk subhedral – anhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme tidak ada (-), kembaran carlsbad, sudut gelapan 12˚, jenis gelapan paralel, ukuran mineral 0,04 – 1,0 mm, dan warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman.
Biotit (3E) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna coklat, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,5 – 1,82 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 90˚, jenis gelapan paralel, warna interferensi maksimum orange-coklat.
Epidot (2J, 4B) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna orange kecoklatan, bentuk granular, ukuran mineral 0,08 – 0,36 mm, pleokrisme monokroik, relief tinggi, intensitas kuat, belahan satu arah, sudut gelapan 28˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum hijau kecoklatan.
Mineral Opak (1B) 3 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, isotropik.
Massa Dasar
− Kristalit Plagioklas (4D)
− Gelas (6I)
12
15
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, relief rendah, pleokroisme tidak ada (–), dan ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, kembaran albit, dan sudut gelapan 24˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas andesin.
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless) dengan warna interferensi maksimum abu–abu kehitaman, dan ukuran mineral <0,02 mm.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 99
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan metamorf ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu kehitaman pada kenampakan nikol silang. Bentuk mineral euhedral – anhedral, tekstur lepidoblastik dan struktur schistose (foliasi) dengan ukuran mineral 0,02 – 2,8 mm. Terdiri dari mineral kuarsa, muskovit, epidot, klorit dan mineral opak.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Kuarsa (3E) 45
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,5 – 2,8 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 3˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Muskovit (2A) 25
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat transparan, bentuk euhedral – subhedral, ukuran mineral 0,5 – 0,96 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 18˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum coklat.
Epidot (1H, 5C) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat, bentuk granular, ukuran mineral 0,84 – 1,26 mm, pleokrisme monokroik, relief tinggi, intensitas kuat, belahan satu arah, sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum orange kecoklatan.
Klorit (1D) 7
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat, bentuk hypidioblast, ukuran 0,2 – 2,48 mm, pleokroisme dwikroik, relief sedang, belahan sempurna, pecahan rata, indeks bias Nm>Nbk, sudut gelapan 7˚, gelapan miring, warna interferensi maksimum hijau kehitaman.
Mineral Opak
(4C, 5C) 3 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral ≤0,02 mm, isotropik.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 100
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan metamorf ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu kehitaman pada kenampakan nikol silang. Bentuk mineral subhedral – anhedral, tekstur lepidoblastik dan struktur schistose (foliasi) dengan ukuran mineral 0,02 – 4,26 mm.
Terdiri dari mineral kuarsa, muskovit, epidot, klorit, kalsit, serisit dan mineral opak.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Kuarsa (1B, 6A) 25
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,08 – 1,82 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 3˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Muskovit (5C) 30
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat transparan, bentuk euhedral – subhedral, ukuran mineral 0,64 – 3,62 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 17˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum coklat.
Epidot
(3D, 4F, 6J) 15
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat, bentuk granular, ukuran mineral 0,84 – 4,26 mm, pleokrisme monokroik, relief tinggi, intensitas kuat, belahan satu arah, sudut gelapan 30˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum orange hingga ungu kecoklatan.
Klorit (1F) 12
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna abu-abu kehitaman, bentuk hypidioblast, ukuran 0,08 – 1,24 mm, pleokroisme dwikroik, relief sedang, belahan sempurna, pecahan rata, indeks bias Nm>Nbk, sudut gelapan 9˚, gelapan miring, warna intervensi maksimum hijau kehitaman.
Kalsit (2C) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna putih keabu-abuan, bentuk subhedral – anhedral, ukuran mineral 0,04 – 1,62 mm, sudut gelapan 6˚, jenis gelapan miring, dengan warna interferensi maksimum ungu kecoklatan.
Serisit (3J, 4A) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas sedang – lemah, bentuk anhedral, belahan tidak ada (-), pecahan tidak rata, pliokrisme tidak ada (-), sudut gelapan 2˚, jenis gelapan bergelombang dan ukuran mineral 0,04 – 0,42 mm, warna interferensi maksimum abu-abu hingga coklat kehitaman.
Mineral Opak (4H) 3 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral ≤0,02 mm, isotropik.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 101
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan beku ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu kehitaman pada kenampakan nikol silang. Tekstur kristalinitas hipokristalin, granularitas faneroporfiritik, bentuk mineral euhedral – anhedral, relasi inequigranular, tekstur khusus porfiritik dan struktur masif dengan ukuran mineral 0,02 – 2,84 mm. Terdiri dari mineral plagioklas, hornblende, biotit, ortoklas, kuarsa, mineral opak dan massa dasar berupa kristalit plagioklas dan gelas.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Plagioklas (3D) 15
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas lemah, bentuk euhedral – subhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme dwikroik, indeks bias nm > ncb, kembaran albit, sudut gelapan 30˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,04 – 1,16 mm, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas labradorit.
Hornblende
(5H, 6G) 25
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat kehitaman, bentuk euhedral – subhedral, belahan tidak ada, pecahan tidak ada, relief tinggi, intensitas kuat, pleokroisme monokroik, indeks bias nm > ncb, sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,46 – 2,84 mm, warna interferensi maksimum orange kecoklatan.
Ortoklas (2F) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas sedang, bentuk subhedral – anhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme tidak ada (-), kembaran carlsbad, sudut gelapan 12˚, jenis gelapan paralel, ukuran mineral 0,04 – 1,26 mm, dan warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman.
Biotit (2B) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna coklat, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,08 – 2,24 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 90˚, jenis gelapan paralel, warna interferensi maksimum orange – coklat.
Kuarsa (5A) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,04 – 0,08 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 3˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Mineral Opak
(1C, 6I) 2 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, isotropik.
Massa Dasar
− Kristalit Plagioklas (2A)
− Gelas (1G)
23
5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, relief rendah, pleokroisme tidak ada (–), dan ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, kembaran albit, dan sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas andesin.
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless) dengan warna interferensi maksimum abu–abu kehitaman, dan ukuran mineral ≤0,02 mm.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 102
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan beku ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu kehitaman pada kenampakan nikol silang. Tekstur kristalinitas hipokristalin, granularitas porfiroafanitik, bentuk mineral euhedral – anhedral, relasi inequigranular, tekstur khusus porfiritik dan struktur masif dengan ukuran mineral 0,02 – 2,26 mm. Terdiri dari mineral plagioklas, hornblende, biotit, sanidin, kuarsa, mineral opak dan massa dasar berupa kristalit plagioklas dan gelas.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Plagioklas
(2A, 6E) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas lemah, bentuk euhedral – subhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme dwikroik, indeks bias nm > ncb, kembaran albit, sudut gelapan 26˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,04 – 2,26 mm, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas andesin.
Hornblende
(4G) 25
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat kehitaman, bentuk euhedral – subhedral, belahan tidak ada, pecahan tidak ada, relief tinggi, intensitas kuat, pleokroisme monokroik, indeks bias nm > ncb, sudut gelapan 29˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,46 – 1,84 mm, warna interferensi maksimum orange kecoklatan.
Sanidin (3F) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas sedang, bentuk subhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme tidak ada (-), kembaran carlsbad, sudut gelapan 5˚, jenis gelapan paralel, ukuran mineral 0,04 – 1,26 mm, dan warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman.
Biotit (4A) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna coklat, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,06 – 1,84 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 90˚, jenis gelapan paralel, warna interferensi maksimum orange – coklat.
Kuarsa (5D) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,06 – 0,08 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 3˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Mineral Opak
(1J, 3A) 5 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, isotropik.
Massa Dasar
− Kristalit Plagioklas (4I)
− Gelas (1A)
20
10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, relief rendah, pleokroisme tidak ada (–), dan ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, kembaran albit, dan sudut gelapan 28˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas andesin.
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless) dengan warna interferensi maksimum abu–abu kehitaman, dan ukuran mineral <0,02 mm.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 103
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan beku ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu kehitaman pada kenampakan nikol silang. Tekstur kristalinitas hipokristalin, granularitas porfiroafanitik, bentuk mineral euhedral – anhedral, relasi inequigranular, tekstur khusus porfiritik dan struktur masif dengan ukuran mineral 0,02 – 2,38 mm. Terdiri dari mineral plagioklas, hornblende, ortoklas, kuarsa, mineral opak dan massa dasar berupa kristalit plagioklas dan gelas.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Plagioklas (1C, 5F) 15
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas lemah, bentuk euhedral – subhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme dwikroik, indeks bias nm > ncb, kembaran albit, sudut gelapan 30˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,04 – 0,08 mm, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas labradorit.
Hornblende
(4G, 6B) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat kehitaman, bentuk euhedral – subhedral, belahan tidak ada, pecahan tidak ada, relief tinggi, intensitas kuat, pleokroisme monokroik, indeks bias nm > ncb, sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,74 – 2,38 mm, warna interferensi maksimum orange kecoklatan.
Ortoklas (6C) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas sedang, bentuk subhedral – anhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme tidak ada (-), kembaran carlsbad, sudut gelapan 10˚, jenis gelapan paralel, ukuran mineral 0,04 – 0,58 mm, dan warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman.
Kuarsa (4I) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 3˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Mineral Opak
(1H) 3 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,08 – 0,1 mm, isotropik.
Massa Dasar
− Kristalit Plagioklas (5A)
− Gelas (5H)
27
10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, relief rendah, pleokroisme tidak ada (–), dan ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, kembaran albit, dan sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas andesin.
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless) dengan warna interferensi maksimum abu–abu kehitaman, dan ukuran mineral <0,02 mm.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 104
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan beku ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu kehitaman pada kenampakan nikol silang. Tekstur kristalinitas hipokristalin, granularitas porfiroafanitik, bentuk mineral euhedral – anhedral, relasi inequigranular, tekstur khusus porfiritik dan struktur masif dengan ukuran mineral 0,02 – 2,84 mm. Terdiri dari mineral plagioklas, sanidin, hornblende, biotit, kuarsa, mineral opak dan massa dasar berupa kristalit plagioklas dan gelas.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Plagioklas (5F) 15
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), pleokreisme dwikroik, intensitas lemah, bentuk mineral subhedral-euhedral, relief rendah, belahan mineral sempurna satu arah, pecahan rata, ukuran mineral 0,04 –0,98 mm, indeks bias nm > ncb, kembaran albit, sudut gelapan 32°, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas labradorit.
Hornblende
(5H, 6G) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat kehitaman, bentuk euhedral – subhedral, belahan tidak ada, pecahan tidak ada, relief tinggi, intensitas kuat, pleokroisme monokroik, indeks bias nm > ncb, sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, ukuran mineral 0,46 – 2,84 mm, warna interferensi maksimum orange kecoklatan.
Sanidin (2D, 6I) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief sedang, intensitas sedang, bentuk subhedral, belahan satu arah, pecahan rata, pleokrisme tidak ada (-), kembaran carlsbad, sudut gelapan 5˚, jenis gelapan paralel, ukuran mineral 0,46 – 1,26 mm, dan warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman.
Biotit (6F) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna coklat, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,08 – 0,86 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 90˚, jenis gelapan paralel, warna interferensi maksimum orange – coklat.
Kuarsa (5A) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,04 – 0,08 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 3˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Mineral Opak
(6B) 2 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, isotropik.
Massa Dasar
− Kristalit Plagioklas (1J)
− Gelas (3C)
23
15
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, relief rendah, pleokroisme tidak ada (–), dan ukuran mineral 0,02 – 0,04 mm, kembaran albit, dan sudut gelapan 28°, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum abu-abu kehitaman, jenis plagioklas andesin.
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless) dengan warna interferensi maksimum abu–abu kehitaman, dan ukuran mineral <0,02 mm.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 105
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan metamorf ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu keunguan pada kenampakan nikol silang. Bentuk mineral subhedral – anhedral, tekstur lepidoblastik dan struktur schistose (foliasi) dengan ukuran mineral 0,04 – 3,8 mm. Terdiri dari mineral kuarsa, muskovit, klorit, epidot dan mineral opak.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Kuarsa (2D, 5I) 30
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,2 – 3,8 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 4˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Muskovit (4I) 35
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat transparan, bentuk euhedral – subhedral, ukuran mineral 0,2 – 1,5 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 28˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum biru keunguan.
Epidot (1B, 1J) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna orange kecoklatan, bentuk granular, ukuran mineral 0,82 – 2,42 mm, pleokrisme monokroik, relief tinggi, intensitas kuat, belahan satu arah, sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum ungu kecoklatan.
Klorit (6B) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna abu-abu kehitaman, bentuk hypidioblast, ukuran 0,08 – 0,4 mm, pleokroisme dwikroik, relief sedang, belahan sempurna, pecahan rata, indeks bias Nm>Nbk, sudut gelapan 7˚, gelapan miring, warna intervensi maksimum hijau kehitaman.
Mineral Opak
(1G, 1I) 5 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral 0,04 – 0,08 mm, isotropik.
Lampiran 1: Deskripsi Petrografi 106
X-Nikol //-Nikol
Perbesaran Total : 100X
Mikroskopis : Sayatan batuan metamorf ini berwarna putih kecoklatan pada kenampakan nikol sejajar dan abu-abu keunguan pada kenampakan nikol silang. Bentuk mineral subhedral – anhedral, tekstur lepidoblastik dan struktur schistoe (foliasi) dengan ukuran mineral ≤0,02 – 3,84 mm. Terdiri dari mineral kuarsa, muskovit, epidot, serisit, klorit, kalsit dan mineral opak.
Komposisi Material Jumlah
(%) Deskripsi Mineral
Kuarsa (5C) 35
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), bentuk anhedral, ukuran mineral 0,6 – 2,8 mm, tidak memiliki pleokroisme, relief rendah, tidak mempunyai belahan, sudut gelapan 3˚, jenis gelapan bergelombang, warna interferensi maksimum putih sampai keabu-abuan.
Muskovit (4G) 20
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat transparan, bentuk anhedral – subhedral, ukuran mineral 0,08 – 1,14 mm, pleokroisme monokroik, relief sedang, belahan satu arah, sudut gelapan 27˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum orange kecoklatan.
Epidot (2C, 3H) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna coklat, bentuk granular, ukuran mineral 1,82 – 3,84 mm, pleokrisme monokroik, relief tinggi, intensitas kuat, belahan satu arah, sudut gelapan 28˚, jenis gelapan miring, warna interferensi maksimum kuning kecoklatan.
Serisit (3C) 15
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini tidak berwarna (colourless), relief rendah, intensitas sedang – lemah, bentuk anhedral, belahan tidak ada (-), pecahan tidak rata, pliokrisme tidak ada (-), sudut gelapan 2˚, jenis gelapan bergelombang dan ukuran mineral 0,04 – 0,42 mm, warna interferensi maksimum abu-abu hingga coklat kehitaman.
Klorit (1C) 10
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berwarna abu-abu kehitaman, bentuk hypidioblast, ukuran 0,04 – 0,32 mm, pleokroisme dwikroik, relief sedang, belahan sempurna, pecahan rata, indeks bias Nm>Nbk, sudut gelapan 9˚, gelapan miring, warna intervensi maksimum hijau kehitaman.
Kalsit (3I) 5
Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna putih keabu-abuan, bentuk subhedral – anhedral, ukuran mineral 0,04 – 0,86 mm, sudut gelapan 4˚, jenis gelapan miring, dengan warna interferensi maksimum otrange kecoklatan.
Mineral Opak (2E) 5 Pada kenampakan nikol sejajar mineral ini berawarna hitam, bentuk subhedral, ukuran mineral ≤0,02 mm, isotropik.