• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

2. Saran Berkaitan dengan Manfaat Penelitian

a. Saran kepada siswa-siswi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi bullying

dengan pendekatan level kelas berpengaruh terhadap pengetahuan mengenai tindak bullying. Siswa-siswi SMK diharapkan untuk mampu mengembangkan hal-hal yang ada didalam program preventif dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan tindak bullying.

b. Saran kepada sekolah

Berdasarkan hasil dari penelitian ditemukan bahwa program mengenai tindak bullying dengan pendekatan level kelas berpengaruh terhadap pengetahuan mengenai tindak bullying. Hal ini dapat mengurangi berkembangnya perilaku bullying di sekolah, sehingga diharapkan program serupa dapat dilakukan secara berkala dan dapat dimasukkan ke dalam program sekolah untuk setiap tingkat kelasnya. Dengan melakukan hal ini akan mengontrol perkembangan perilaku

bullying di kelas maupun sekolah.

63

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, G. (2013). Mental Imegery Mengenai Lingkungan Sosial yang Baru Pada Korban Bullying. eJournal Psikologi, 1: 23-37.

Ali, M. (2009). Psikologi Remaja : Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT Bumi Aksara.

American Institute for Research. (2000). Social and Emotional Learning and Bullying Prevention.

Anggraini, G.B. (2009). Efektivitas Program Intervensi Bullying Dalam Meningkatkan Pengetahuan Mengenai Bullying dan Kepercayaan Diri Pada Remaja. Skripsi (tidak diterbitkan). Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma.

Azwar, S (2004) . Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Azwar, S (2005). Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2008). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Bauman, S. and Rio, A.D. (2006). Preservice Teachers’ Responses to Bullying

Scenarios:Comparing Physical, Verbal, and Relational Bullying. University of Arizona, Journal of Educational Psychology, American Psychologycal Association, 98 (1) : 219-231.

Berthold, K.A. and Hoover, J.H. (2000). Correlates of Bullying and Victimization among Intermediate Students in the Midwestern USA. School Psychology International, SAGE Publication, 21(1) : 65-78.

Craig, W. M., Pepler, D. and Atlas, R. (2000). Observation of Bullying in the Playground and in the Classroom. School Psychology International SAGE Publication, 21(1) : 22-36.

Crothers, L. M., Levenson, E. M. (2004). Assesment of Bullying : A Riview of Methodes and Instruments. Journal of Counseling and Development,

ProQuest Journal : 496.

Dake, J.A. (2003). The Nature and Extent of Bullying at School. Journal of School Health, ProQuest Journal.

Fleiser, WP. (2003). Mental Health Sequelae Of Bullying : A Review and Case Report. Departement of Psychiatry University of Manitoba, 12 : 13-17

64

Gini, G. (2004). Bullying in Italian Schools : An Overview of Intervention Programmes. London. School Psychology International, 25 : 106-116. Gini, G., Pozzoli, T. (2013). Association Between Bullying and Psychosomatic

Problem : A Meta-analysis. Pediatrics, 123(3)

Hu, S. (2004). Design An Effective Model for Training The Trainers. Ljubljana : University of Ljubljana.

Hendar, C. (2009). Kematian Praja IPDN, Diduga Tewas Karena Dianiaya

[Online] Tersedia http://www.indosiar.com/fokus/kematian-praja-ipdn-diduga-tewas-karena-dianiaya_60271.html Diakses pada tanggal 20 Februari 2013.

Jahja, Y. (2011). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Lismawati, Ita., Afrista, R.S. (2012, 25 Februari). “Bocah 9 Tahun Bunuh Diri KarenaBullying”[Online]Tersediahttp://dunia.news.viva.co.id/news/read/ 392954-bocah-9-tahun-bunuh-diri-karena-bullying Diakses pada tanggal 27 Februari 2013.

Monks, F.J. Knoers, A.M.P., 7 Haditomo, S.R. (2002). Psikologi Perkembangan : Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Namovanma (2007. 28 Juni 2008). “Fenomena Geng Nero : Perilaku Bullying”

[Online]Tersedia:“http://arahbalik.blogspot.com/2008/06/fenomena -geng-neroperilaku-bullying.html Diakses pada tanggal 2 Mei 2013. Orphinas, P. Horne, M., Arthur. (2006). Bullying Prevention. American

Psychology Assosiation. Washington, DC.

Oyaziwo, A., Adeleke F., Omoike D., Afen-Akpaida J. (2008). A Riview of the Extent, Nature, Characteristik and Effect of Bullying Behaviour in School. ProQuest Psychology Journals : 151.

Pallegrini, AD., Bartini, M. (2000). A Longitudinal Studi of Bullying, Victimization, and Peer Affiliation during the Transition from Promary School to Middle School . American Educational Research Journal, 37(3): 669-725

Pearce, J.B. and Thompson, A.E. (1998). Practical approaches to reduce the impact of bullying. Arch Dis Child : 528-531. Nottingham.

Pepler, D.J dan Craig W (2000). Understanding Bullying. From Research to Practice Canadian Psychology, 48(2) : 86-93.

Pepler, D.J dan Craig W (2000). Making Difference in Bullying.

Pereira, B., Mendonça, D., Neto, C., Valente, L. and Smith, P.K. (2004). Bullying in Portuguese Schools : School Psychology International. SAGE Publication, 25(1) : 241-254.

Purwanto. (2008). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Reni, O. (2008.24 Juni 2008). “Bullying : Kekersan Teman Sebaya di Balik Pilar Sekolah”[Online]

Tersedia:http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=13&dn=200806 23203208 Diakses pada tangga 2 Mei 2013.

Rose, C.A. (2012). Bullying and Victimization Among Student With Disabilities : Effetive Strategies for Clasroom Teachers. SAGE Journal : 99-107. Santoso, A. (2010). Statistik Untuk Psikologi. Yogyakarta : Universitas Sanata

Dharma.

Santrock, J.W. (2003). Adolescence. Jakarta : Erlangga.

Santrock, J.W. (1995). Life Span Development, ed-5. Jakarta : Erlangga. Sarwono, S. (1989). Psikologi Remaja. Jakarta : CV Rajawali.

Sears, D.O., Freedman, J.L., Peplau, L.A. (2004). Psikologi Sosial. Edisi kelima. Jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Singgih, Y. (2009). Psikologi Remaja. Jakarta : Gunung Mulia.

Seniati, L., Yulianto, A., Setiadi B.N. (2008) . Psikologi Eksperimen. Indeks Smith, P.K. and Brain, P. (2000). Bullying in School : Lessons From Two

Decades of Research. 26 : 1-9. United Kingdom : Department of Psychology, Goldsmith College.

Supraktiknya (2008). Merancang Program dan Modul Psikoedukasi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma

66

Suryanis, A. (2012, 27 Juli).” Begini Kronologi Bullying di SMA Don Bosco”

[Online]Tersediahttp://www.tempo.co/read/news/2012/07/27/064419786 /Begini-Kronologi-Bullying-di-SMA-Don-Bosco Diakses pada tanggal 27 Februari 2013.

Swearer, S., Espelage, D., Vaillancourt, T., Hymel, S. (2010). What Can Be Done About School Bullying? Linking Research to Educational Practice. 39(1) : 38-47.

Tani F., S Paul, Greeman, H Barry, Schneider, Fregoso M. (2003). Bullying and the Big Five. Canada : University of Florence.

Ttofi, MM., Farington, DP. (2010). Successful Bullying Prevention Program : Influence of Research Design, Implementation Features, and Program Components. International Journal of Conflict and Violence. 6(2) : 273-283.

Uyanto, S. (2006). Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Vander Wal, M., M de Wit, C., Hirasing, R. (2003). Psychology Health Among Young Victim and Offenders of Direct and Indirect Bullying. 111(6). Wahana, P. (2010). Filsafat Imu Pengetahuan. Yogyakarta : Pustaka Diamond. Yayasan Sejiwa (2008). Bullying : Mengatasi Kekerasan di Sekolah dan

Lingkungan Sekitar Anak. Jakrta : Grasindo.

Yusuf, S. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung : Remaja Rosdakarya.

67

DAFTAR

LAMPIRAN

68

Lampiran 1

Tes Pengetahuan

Mengenai Bullying

69

TES PENGETAHUAN MENGENAI PERILAKU BULLYING

Untuk Penyelesaian Tugas Akhir

Disusun oleh :

Amelia Noviani Arminingtyas

(099114056)

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2013

70

Yogyakarta, November 2013 Kepada:

Yth.Saudara yang berpartisipasi dalam penelitian ini.

Dengan hormat, saya:

Nama : Amelia Noviani Arminingtyas Fakultas : Psikologi

Universitas : Sanata Dharma

Dalam rangka penyusunan tugas akhir, guna menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai seorang mahasiswa. Maka saya mohon kesedian Saudara untuk memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang telah tersusun dalam skala ini. saudara juga diminta untuk mengisi data diri yang sesuai dengan keadaan Saudara. Semua data yang Saudara berikan akan terjaga kerahasiaannya. Sebelum dan sesuadahnya saya ucapkan terimakasih atas kesediaan Saudara untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.

Hormat saya, (Penyusun)

Nama lengkap : Tempat /tanggal lahir :

Usia : Jenis kelamin : No. Absen : Kelas : Tinggi badan : Berat badan :

Kekurangan fisik (jika ada) :

1. Pemasukan uang saku (harian/mingguan/bulanan/lain-lain...)* 2. Pengeluaran rata-rata tiap minggu Rp...

3. Besar uang saku yang di dapat Rp...

4. Pendapatan tambahan yang didapat Rp...(hari/minggu/bulan)*, jenis pekerjaan yang dilakukan...

5. Kendaraan yang dipakai untuk ke sekolah... 6. Jarak dari rumah ke sekolah... km

7. Pekerjaan ayah... 8. Pekerjaan ibu... 9. Anak ke ... dari ... bersaudara 10. Pendapatan rata-rata orang tua

Rp...(hari/minggu/bulan)* 11. Status (Berpacaran/Tidak berpacaran)*

72

Cara Pengisian Skala

Pada skala ini terdapat 40 buah pertanyaan yang harus Saudara jawab sesuai dengan apa yang Saudara mengerti atau pahami mengenai tindak / perilaku

bullying.

Setiap pertanyaan yang ditunjukkan memiliki enpat pilihan jawaban (a, b, c, dan d). Saudara cukup memilih salah satu jawaban yang dianggap benar dari setiap pertanyaan tersebut dengan membuat tanda silang (x) pada salah satu huruf sebagai pilihan jawaban.

Contoh :

1. Bullying berasal dari kata bull yang berarti...

a. Banteng c. Monyet

b. Kucing d. Serigala

Untuk mengganti pilihan jawaban yang telah Saudara pilih sebelumnya, Saudara cukup memberikan tanda sama dengan (=) pada huruf yang telah Saudara pilih, kemudian berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban yang benar.

Contoh :

2. Bullying berasal dari kata bull yang berarti...

c. Banteng c. Monyet

d. Kucing d. Serigala

SELAMAT MENGERJAKAN DAN JANGAN ADA PERTANYAAN YANG TERLEWATKAN

1. Tindakan yang dilakukan secara berulang, dengan maksud menyakiti orang lain disebut dengan

a. Tindak bullying c. Tindakan melanggar

b. Tindak tercela d. Tindakan yang biasa dilakukan orang 2. Tindakan yang dimana terjadi pemaksaan atau adanya usaha menyakiti secara

psikologis dan fisik terhadap seseorang atau kelompok disebut a. Tindakan fisik c. Tindak bullying

b. Tindakan psikologis d. Tindak psikologis dan fisik 3. Bullying merupakan tindakan

a. Dinamis c. Pasif

b. Agresif d. Tindakan yang wajar dilakukan 4. Yang menjadi korban bullying adalah orang yang merasa dirinya, kecuali

a. Mempunyai banyak teman c. Rendah diri

b. Tidak berdaya dan lemah d. Kurang percaya diri

5. Antok mengurung Yoni dengan sengaja di kamar mandi sekolah. Hal ini termasuk dalam tindak bullying

a. Psikologis c. Seksual

b. Fisik d. Psikis dan fisik

6. Anin dengan sengaja menyebarkan gosip kepada teman-teman di sekolahnya bahwa Lisa adalah anak seorang tukang ojek karena penampilan Lisa yang dianggap seperti gembel. Hal ini termasuk dalam tindak

a. Kriminal c. Bullying verbal

b. Bullying psikologis d. Bullying verbal dan psikologis

7. Yudha dan Andi selalu merasa bahwa kedudukannya sebagai pengurus OSIS membuat mereka memiliki kekuasaan yang lebih dari teman-teman lainnya. Hal ini membuat mereka sering mengganggu temannya dengan cara merendahkan teman-temannya yang dianggap miskin. Hal ini termasuk dalam a. Bullying psikologis c. Bullying verbal tidak langsung

b. Bullying verbal-psikologis d. Bullying verbal

8. Jika Rani adalah korban dari perbuatan yang dilakukan oleh Yudha dan Andi (no.7), maka dampak yang terjadi adalah sebagi berikut kecuali

a. Ingin pindah sekolah

b. Tidak ada niatan untuk pergi ke sekolah c. Rendah diri dan merasa tidak berdaya d. Merasa senang karena diperhatikan

74

9. Bentuk badan Diva memang berbeda dengan teman-temannya yang lain, karena Diva mengalami obesitas sejak kecil. Hal ini menyebabkan Diva

mendapat julukan “si kingkong” dari teman-temannya. Hal ini termasuk dalam tindak

a. Bullying non-verbal c. Bullying verbal

b. Bullying tidak langsung d.Bullying non-verbal langsung

10. Perbuatan yang tidak pantas dilakukan kepada teman di sekolah adalah sebagai berikut kecuali

a. Sengaja melempar sampah ke muka teman b. Memberikan kritikan yang bersifat membangun

c. Memberikan julukan kepada teman dengan maksud untuk menjatuhkan d. Dengan sengaja menyebarkan fitnah tentang seorang teman

11. Dampak yang dialami Dila karena ejekan dari temannya tersebut merupakan dampak secara

a. Fisik c. Materi

b. Psikologis d. Fisik dan materi

12. Sita baru saja pindah ke sekolah baru. Namun baru satu minggu dia selalu mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari temannya. Sita mempunyai tinggi badan yang lebih dari teman yang lain, dan kurus. Hal ini yang menjadi bahan ejekan teman-temannya. Dari kejadian ini dampak yang terjadi pada Sita, kecuali

a. Ingin pindah sekolah karena merasa tidak nyaman b. Menarik diri dari teman-temannya

c. Bersikap wajar apa adanya

d. Menjadi murung dan mengurung diri di kamar

13. Dibawah ini yang merupakan dampak secara fisik dari tindak bullying antara lain, kecuali

a. Luka lebam karena dipukul

b. Mata yang bengkak karena dipukul dengan sengaja c. Luka-luka di tangan karena jatuh di dorong

d. Baju sobek, atau tas yang rusak karena sengaja dirusak

14. Lingkungan yang paling dasar yang menjadi faktor penting penyebab terjadinya seseorang menjadi pelaku tindak bullying adalah level

a. Ekosistem c. Mesosistem

b. Macrosistem d. Microsistem

15. Yang dapat menyebabkan terjadinya tindak bullying dibawah ini , kecuali a. Frustrasi atau kemarahan c. Proses belajar masa lalu b. Murid berprestasi di sekolah d. Proses modelling

16. Di sekolah Rani terkenal dengan “tukang gosip”. Setiap ada berita terbaru di sekolah Rani akan selalu tahu dan menyebarkan berita itu ke semua teman di

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

sekolahnya. Selain itu Rani adalah seorang yang gemar menyebarkan gosip-gosip tentang salah satu teman di sekolahnya. Manik adalah salah satu korban Rani. Rani dengan sengaja menyebarkan gosip yang tidak benar tentang Manik. Rani menyebarkan gosip bahwa Manik adalah anak angkat di keluarganya. Dari hal tersebut Rani dapat dikategorikan dalam pelaku

a. Relationship bullies c. Verbal bullies

b. Reactive victim d. Psysical bullies

17. Doni selalu pulang sekolah dengan keadaan lecet pada tubuhnya. Lecet di kaki maupun lecet di tangannya. Jika ditanya Doni selalu menjawab jatuh di perjalanan pulang sekolah. Hal ini terjadi karena Agus temannya selalu mendorong atau sengaja memukul Doni karena Doni tidak pernah memberi uang sakunya kepada Agus. Dalam kasus ini Agus dapat dikategorikan sebagai pelaku

a. Relationship bullies c. Verbal bullies b. Reactive victim d. Psysical bullies

18. Boni siswa kelas 3 adalah seseorang yang suka menindas adik kelas yang lemah seperti siswa yang miskin, siswa yang berbadan kurus dan kecil, dan siapa saja yang berani dengan Boni akan ditindas olehnya. Boni seseorang yang tidak mau mengalah, keras kepala dan kurang memiliki kontrol diri yang baik. karena hal ini, Boni tidak memiliki temandi sekolah. Tidak ada yang mau berteman bahkan berbicara dengan Boni. Dari pernyataan ini Boni termasuk dalam pelaku

a. The anxious bully c. The aggressive bully

b. The passive bully d. Reactive victim

19. Reni adalah siswa baru di sekolah Dita. Reni masuk di sekolah tersebut terhitung baru dua minggu. Namun Dita melihat Reni selalu saja diperlakulan oleh Sisca secara tidak baik. Reni menjadi tidak memiliki teman dekat. Reni menjadi minder dan tidak mau berteman dengan siapapun. Karena tidak tahan diperlakukan Sisca, akhirnya Reni meminta orang tuanya agar dipindahkan dari sekolahnya. Orang tua Reni menjadi bingung karena Reni tidak pernah menceritakan kenapa dia ingin pindah sekolah. Yang dilakukan Dita sebaiknya

a. Membujuk Reni agar tidak pindah sekolah b. Meminta Reni agar melawan Sisca

c. Meminta Reni sabar dan mencoba bertahan dengan perbuatan Sisca d. Bercerita kepada orang tua dan guru tentang yang dialami Reni di sekolah

76

Lampiran 2

Data Postes-PreTes Tes

Pengetahuan Bullying

Data Postes-PreTes Tes Pengetahuan Bullying

No

Post

Test Pre Test

Gain Skor 1 16 6 10 2 17 6 11 3 16 6 10 4 13 6 7 5 15 14 1 6 15 4 11 7 17 4 13 8 13 7 6 9 12 0 12 10 11 3 8 11 16 16 0 12 13 3 10 13 10 2 8 14 9 3 6 15 16 16 0 16 12 5 7 17 17 17 0 18 17 16 1 19 16 5 11 20 17 9 8 21 14 2 12 22 17 12 5 23 16 18 -2 24 12 2 10 25 16 12 4 26 14 9 5 27 15 11 4 28 16 13 3 29 11 3 8 30 10 3 7 31 13 1 12 32 13 3 10 33 12 3 9 34 13 1 12 35 12 4 8 36 13 11 2 37 14 4 10 38 14 10 4 39 18 16 2 40 14 3 11 41 13 5 8 42 16 3 13 43 11 7 4 44 14 5 9 45 16 14 2 46 15 3 12 47 16 6 10 48 16 3 13 49 15 3 12 50 13 2 11 51 13 4 9 52 13 3 10 53 14 3 11 54 17 4 13 55 15 3 12 56 14 4 10 57 16 9 7

78

Lampiran 3

Hasil Seleksi item

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Seleksi Item Reliabilitas Item Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 18.6491 27.910 .460 .771 VAR00002 18.7018 27.177 .705 .763 VAR00003 18.6667 27.190 .649 .764 VAR00004 18.6491 27.803 .484 .770 VAR00005 18.1930 29.766 .031 .788 VAR00006 17.9825 30.160 -.033 .787 VAR00007 18.6491 27.946 .451 .771 VAR00008 17.9474 30.408 -.116 .788 VAR00009 18.6667 27.190 .649 .764 VAR00010 18.0000 28.929 .311 .778 VAR00011 18.5965 27.924 .421 .772 VAR00012 18.5439 29.324 .116 .785 VAR00013 18.5965 27.459 .522 .768 VAR00014 18.5614 27.358 .523 .768 VAR00015 18.0702 28.995 .231 .780 VAR00016 18.5965 29.959 -.004 .790 VAR00017 18.4035 28.174 .321 .776 VAR00018 18.4386 29.143 .139 .784 VAR00019 18.5614 30.393 -.091 .793 VAR00020 17.9825 29.410 .190 .781 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .783 40

80 VAR00021 18.3684 30.201 -.056 .793 VAR00022 18.1404 28.694 .263 .779 VAR00023 17.9474 29.408 .240 .780 VAR00024 18.0526 29.694 .073 .785 VAR00025 18.0000 28.929 .311 .778 VAR00026 18.1754 29.647 .057 .787 VAR00027 18.5263 29.004 .175 .783 VAR00028 18.7368 30.626 -.156 .792 VAR00029 18.5965 27.459 .522 .768 VAR00030 18.6140 27.098 .616 .764 VAR00031 18.5789 28.998 .188 .782 VAR00032 17.9649 29.499 .182 .781 VAR00033 18.6667 28.083 .434 .772 VAR00034 18.6491 27.910 .460 .771 VAR00035 18.4561 29.788 .020 .790 VAR00036 18.7018 28.356 .402 .774 VAR00037 18.5263 30.075 -.031 .791 VAR00038 18.0175 29.518 .133 .783 VAR00039 18.3684 29.844 .009 .790 VAR00040 18.6667 27.190 .649 .764

81

Lampiran 4

Reliabilitas Aitem dan

Normalitas Aitem

82

Reliabiltas aitem setelah seleksi

Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .903 19 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted VAR00001 6.2632 20.805 .634 .895 VAR00002 6.3158 20.720 .734 .893 VAR00003 6.2807 20.741 .673 .894 VAR00004 6.2632 20.840 .624 .896 VAR00005 6.2632 21.055 .566 .897 VAR00006 6.2807 20.741 .673 .894 VAR00007 5.6140 22.634 .219 .905 VAR00008 6.2105 20.955 .548 .898 VAR00009 6.2105 20.598 .639 .895 VAR00010 6.1754 20.219 .710 .893 VAR00011 6.0175 21.910 .269 .907 VAR00012 5.7544 22.617 .146 .909 VAR00013 5.6140 22.634 .219 .905 VAR00014 6.2105 20.598 .639 .895 VAR00015 6.2281 20.501 .680 .894 VAR00016 6.2807 21.063 .583 .897 VAR00017 6.2632 20.805 .634 .895 VAR00018 6.3158 21.577 .479 .900 VAR00019 6.2807 20.741 .673 .894

Normalitas aitem setelah seleksi

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total N Percent N Percent N Percent VAR00020 57 100.0% 0 .0% 57 100.0%

Descriptives

Statistic Std. Error

VAR00020 Mean 6.4912 .64117

95% Confidence Interval for Mean Lower Bound 5.2068 Upper Bound 7.7757 5% Trimmed Mean 6.2290 Median 4.0000 Variance 23.433 Std. Deviation 4.84076 Minimum .00 Maximum 18.00 Range 18.00 Interquartile Range 6.50 Skewness 1.000 .316 Kurtosis -.226 .623 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. VAR00020 .207 57 .000 .852 57 .000 a. Lilliefors Significance Correction

84

Lampiran 5

Hasil Uji Hipotesis

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Hasil Pired Sample T test (Uji Hipotesis)

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 post test 14.2456 57 2.10680 .27905

pre test 6.4912 57 4.84076 .64117

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig. Pair 1 post test & pre test 57 .562 .000

Paired Samples Test

Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper

Post Test – Post Test 7.7543 4.0500 .53644 6.6797 8.82901 14.45 56 .000

86

Lampiran 6

Modul Rancangan Kegiatan

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

No Sessi Tujuan Rincian Kegiatan Indikator Tujuan Materi Durasi 1. Menciptakan suasana - Membangun suasana hati perserta supaya siap untuk mengikuti program pelatihan. - Peserta memahami tujuan kegiatan dan manfaat dariprogram pelatihan. - Memberikan gambaran tentang isi kegiatan dan manfaatnya. - Membuat kesepakatan dengan peserta - Peserta telah memasuki ruangan yang telah disiapkan, kemudian peserta duduk melingkar di bangku yang telah disediakan. - Trainer kemudian

memperkenalkan diri dan membuka acara. - Peserta diminta

menuliskan nama di cocard yang telah disediakan dan menempelkan di baju masing-masing. - Peserta diminta untuk

membuat kesepakatan selama kegiatan berlangsung. Seperti menonaktifkan HP, saling mengahrgai, dan aktif dalam kegiatan.

- Trainer memberikan gambaran tentang

- Peserta mengetahui tujuan dan manfaat dari kegiatan atau program pelatihan

- Peserta menonaktifkan HP, mengikuti kegiatan dengan aktif dan saling menghargai selama kegiatan berlangsung. - Perkenalan - Bercerita - Diskusi kecil 15’

88

tujuan dan manfaat dari kegiatan atau program pelatihan. 2. Ice breaking - Peserta merasa

rileks dan akrab dengan trainer. - Peserta semakin dekat dengan teman-temannya. - Peserta merasa nyaman mengikuti kegiatan.

- Peserta diminta untuk saling berkenalan kepada teman-teman yang lain yang belum dikenalnya.

- Peserta mengikuti kegiatan dengan aktif dan mau saling

mengenal satu sama lain dengan

teman-temannya.

- Peserta menjadi lebih proaktif dan terbuka terhadap teman dan trainer.

- Peserta menajdi lebih semangat untuk mengikuti program pelatihan Games 15’ - Trainer mengajak peserta bermain tepuk semangat. Peserta diminta mengikuti instrusi trainer. Ketika trainer mengatakan tepuk sekali maka peserta bertepuk tangan sekali. kemudian jika terdapat instruksi tepuk dua kali, peserta bertepuk tangan dua kali dan begitu seterusnya. - Kemudian setelah

suana menjadi lebih santai, trainer mengajak peserta

bermain Aram Zam Zam, yaitu

permainan gerak dan lagu. 3. Penjelasan mengenai bullying - Peserta mengetahui perilaku bullying yang seringkali muncul tanpa disadari. - Peserta mampu membedakan dan mengetahui bentuk-bentuk perilaku bullying. - Peserta mengetahui tipe-tipe pelaku bullying. - Peserta mengetahui dampak perilaku bullying. - Peserat mengetahui penyebab perilaku bullying terjadi atau - Trainer menjelaskan mengenai materi tantang tindak bullying. - Peserta kemudian diminta untuk melihat film-film mengenai tindak bullying.

- Peserta melihat film-fil yang menunjukkan tentang tindak-tindak

bullying.

- Peserta mengatahui bentuk, jenis pelaku, dampak, dan penyebab

bullying.

Analisis kasus (power point)

90

terbentuk. 4. Role play Peserta memhami

tindak bullying

secara lebih mendalam.

Peserta diminta dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian peserta diminta untuk menmbuat drama kecil yang menunjukkan tindak bullying dengan skenario yang telah ditentukan dari trainer.

- Peserta mampu

menggambarkan tindak

bullying.

Skenario drama 25’

5. Diskusi Peserta memahami tentang tindak

bullying setelah melakukan role play

Peserta diminta

mendiskusikan apa yang di dapat dengan melihat film dan melakukan role play mengenai tindak

bullying

- Peserta mampu

memahami dan mampu menjawab pertanyaan mengenai tindak bullying kemudian mendiskusikan dengan teman-temannya. - Peserta mampu menemukan cara-cara yang efektif yang dapat mencegah ataupun menangai tindak bullying di sekolah mereka. Lembar kerja 15’ 6. “Let’s make

friendship” Membuat usaha pencegahan tindak

bullyingdi sekolah

Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda dengan

kelompok role play.

- Peserta mampu membuat mading atau poster mengenai program anti bullying.

Peralatan membuat mading

30’

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Kemudian peserta diminta untuk membuat mading atau poster mengenai tindakan anti

bullying dan menciptakan relasi pertemanan yang baik.

92

“BULLYING”

1. PENGERTIAN

Bullying berasal dari kata bull yang memiliki arti banteng, yang suka menanduk. Dari kata bull ini kemudian orang yang suka melakukan tindakan atau perilaku bullying desebut bully. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk menjatuhkan orang lain, baik fisik maupun psikisnya dan dilakukan secara berulang-ulang.

2. BENTUK-BENTUK PERILAKU BULLYING

a. Kontak fisik : memukul, menendang, menampar, mendorong, mencakar, menjabak, mencubit, menggigit, dll.

b. Kontak verbal : mengancam, memanggil nama tidak sesuai dengan nama sebenarnya, membentak, mamaki, melecehkan, menghina, merendahkan, menyebarkan gosip, memfitnah, dll.

c. Kontak non-verbal : melihat dengan sinis, menjulurkan lidah tanda mengejek, dan menampilkan ekspresi muka merendahkan oang lain, dll

d. Pelecehan seksual : perilaku agresif secara fisik maupun verbal berbuat cabul, dan exsibisionisme.

e. Bullying secara psikologis : mengintimidasi, mengucilkan atau mengisolasi, mengabaikan, menolak, memfitnah, memanipulasi teman, menekan teman sebaya dan diskriminasi, dll.

3. FAKTOR PENYEBAB PERILAKU BULLYING

Teori Ekologi Bronfenbrenner

a. Microsystem : lingkungan keluarga

b. Mesosystem : pengalaman di lingkungan sekolah c. Ekosystem : mengenai aturan-aturan yang ada

d. Macrosystem : lingkungan masyarakat, budaya, lingkungan yang lebih luas

e. Kronosystem : lingkungan yang lebih luas lagi dimana seseorang dapat dengan mudah mengakses internet dan jejaring sosial.

Faktor-faktor lain pembentuk perilaku bullying a. Frustrasi dan kemarahan

b. Proses belajar masa lalu c. Penguatan atau reinforcement

d. Modelling

4. CIRI-CIRI PERILAKU BULLYING

a. Ada perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban

b. Ada niat dan secara sengaja menimbulkan penderitaan atau rasa sakit c. Perilaku itu dilakukan berulang kali

5. DAMPAK DARI PEILAKU BULLYING

a. Dari 26% anak perempuan korban tindak bullying hanya 8% yang tidak mengalami depresi. Kemudian dari 16% anak laki-laki yang menjadi korban

Dokumen terkait