BAB V PENUTUP
C. Saran
Kegiatan Orientasi Praktek Lapangan Konseling Pendidikan di Luar Sekolah (PLKP-LS) bagi mahasiswa lebih lama waktunya. Sehingga mahasiswa benar-benar siap terjun ke lapangan dan tujuan orientasi tercapai,
yaitu agar mahasiswa bisa menyatukan kesamaan pemahaman terhadap apa yang akan dilakukan di lapangan dan mampu menyiapkan diri.
Lampiran 1 : Kegiatan Harian Mahasiswa Praktek Lapangan Konseling Pendidikan Luar Sekolah (PLKP-LS) Nama : Fitria Osnela
Lokasi PLKP-LS : Pengadilan Agama Koto Baru Solok
No Hari/ Tanggal Uraian Kegiatan Tempat Peserta Jumlah Tanda
Tangan PJ 1 Senin/ 02 Juni
2014
- Serah terima Mahasiswa PL Dari STAIN Batusangkar Oleh DPL kepada Ketua Pengadilan Agama Koto Baru
Ruang ketua Ketua PA, DPL, Pamong,
Mahasiswa
10 orang
- Melihat proses sidang Ruang sidang Hakim, Panitera
Penggugat, Mahasiswa
7 orang
2 Selasa/03 Juni 2014
- Menerima tamu yang datang ke Pengadilan Agama Meja Tamu Mahasiswa, Pegawai
10 orang - Wawancara Konseling dengan tamu yang
mengajukan permohonan cerai dengan inisial AM
Teras Kantor PA Mahasiswa, Klien 8 orang 3 Rabu/04 Juni
2014
- Membantu Pegawai mencatat nomor-nomor surat beserta tanggal
Ruang Kepaniteraan
Mahasiswa 1 orang
- Olahraga Tenis Meja Ruang sidang Mahasiswa,
Pegawai
8 orang
4 Kamis 05 Juni 2014
- Membantu Pegawai mencatat pemakaian barang-barang ATK per Maret-April 2014
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 2 orang 5 Jum’at/ 06 Juni
2014
- Olahraga Tenis Meja Ruang sidang Pegawai,
Mahasiswa
10 Orang - Membantu pegawai merapikan buku-buku pustaka Ruang Pustaka Pegawai,
Mahasiswa
8 orang - Membantu pegawai memberi nomor berkas Ruang Mahasiswa, 2 orang
perkara cerai Kepaniteraan Pegawai - Membantu Pegawai Melanjutkan Pencatatan
Barang-Barang ATK Per Mei 2014 (barang masuk)
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 1 orang
- Pembagian tugas oleh KAUR Umum dalam rangka pengawasan Pengadilan Agama oleh Pejabat berwenang Ruang Kesekretariatan Mahasiswa, Pegawai 8 orang
Diketahui Oleh Koto Baru, ……… 2014
Dosen Pembimbing PLKP-LS, Irman, S.Ag., M. Pd NIP. 19710201 200604 1 016 Pamong, Dra. Hamidayati NIP. 19551008 199303 2 001
Lampiran 1 : Kegiatan Harian Mahasiswa Praktek Lapangan Konseling Pendidikan Luar Sekolah (PLKP-LS) Nama : Fitria Osnela
Lokasi PLKP-LS : Pengadilan Agama Koto Baru Solok No Hari/
Tanggal
Uraian Kegiatan Tempat Peserta Jumlah Tanda
Tangan PJ 6 Senin/ 09 Juni
2014
- Membantu pegawai meminta tanda tangan untuk pengadaan barang dalam ruangan oleh pegawai yang bertanggung jawab
Ruang Pengadilan Agama
Mahasiswa 1 orang
- Membantu pegawai melanjutkan pencatatan barang-barang ATK per Mei 2014 (barang Keluar)
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 1 orang
- Mendengarkan sidang ke dua Sisri Wahyuni dengan perkara No. 110/ Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Majelis Hakim, Penitera, Mahasiswa, Penggugat
11 orang
- Mendengarkan sidang kedua Andi Mulya perkara No.121/Pdt.P/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Majelis Hakim, Penitera, Mahasiswa, Penggugat
11 orang
- Mendengarkan proses mediasi antara Lusi Puspita Sari dengan Agustam, adapun sebagai mediator adalah hakim Liza Roihanah, S.H.I, M.H
Ruang Mediasi Penggugat, Tergugat, Mediator, Mahasiswa 4 orang 7 Selasa/10 Juni 2014
- Mengikuti Sidang pertama Elvi Yenti atas Perkara No. /Pdt. G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Majelis Hakim, Panitera, Penggugat,
Mahasiswa - Membantu pegawai mengetik Pakta Integritas
Pegawai
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 1 orang - Membantu Pegawai Mengadministrasikan ke
dalam komputer biaya-biaya berupa gaji, sewa dan pengadaan barang-barang kantor lainnya
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 2 orang
- Wawancara Konseling dengan Ibu Gusdeli dari Talang atas perkara No. /Pdt. P/2014/PA.KBr
Teras Mahasiswa,
Klien
2 orang
- Bermain Tenis Meja Ruang Sidang Ketua PA,
Pegawai, Mahasiswa
7 orang
8 Rabu/ 11 Juni 2014
- Bertemu Pamong Ruang Sekretaris Pamong,
Mahasiswa
8 orang - Membantu Pegawai Mengetik Peraturan BMN
(Barang Milik Negara)
Ruang IT/Server Mahasiswa 2 orang - Mengikuti Proses Mediasi anatara Am bin
Bandaro Mudo dengan Asni binti Malin Kayo adapun sebagai mediator adalah hakim Drs. H. Djahidin, S.H atas perkara No.288/Pdt.G/2014/PA.KBr Ruang Wakil Ketua Mediator, Penggugat, Tergugat, Mahasiswa 5 orang
- Mengikuti proses mediasi Maida Afeni binti Jamaher dengan Gunawan bin Sine adapun sebagai mediator adalah hakim Drs. H. Djahidin atas perkara No.0198/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Wakil Ketua Mediator, Penggugat, Tergugat, Mahasiswa 5 orang
- Wawancara Konseling dengan Gunawan bin Sine sebagai tergugat atas perkara No. 0198/Pdt.G/2014/PA.KBr
Teras Kantor PA Mahasiswa, Klien
3 orang
peraturan BMN (Barang Milik Negara)
9 Kamis/ 12 Juni 2014
- Membantu pegawai melakukan sensus BMN (Barang Milik Negara)
Pengadilan Agama Koto Baru
Mahasiswa 7 orang
- Kuliah mediasi bersama Bapak Drs, Asfawi, M.H Ruang Ketua Bpk. Drs. Asfawi, M.H, Mahasiswa 7 orang 10 Jum’at/ 13 Juni 2014
- Menghadiri Wirid mingguan di Masjid bersama pamong dan pegawai
Masjid Pamong,
Pegawai, Mahasiswa
± 30 orang
- Membantu Pegawai mengetik hasil sensus BMN ke dalam komputer
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 1 orang
Diketahui Oleh Koto Baru, ………2014
Dosen Pembimbing PLKP-LS, Irman, S.Ag., M. Pd NIP. 19710201 200604 1 016 Pamong, Dra. Hamidayati NIP. 19551008 199303 2 001
Lampiran 1 : Kegiatan Harian Mahasiswa Praktek Lapangan Konseling Pendidikan Luar Sekolah (PLKP-LS) Nama : Fitria Osnela
Lokasi PLKP-LS : Pengadilan Agama Koto Baru Solok
No Hari/ Tanggal Uraian Kegiatan Tempat Peserta Jumlah Tanda
Tangan PJ 11 Senin/ 16 Juni
2014
- Melanjutkan Pengetikan Sensus BMN Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 1 orang - Pemeriksaan Ulang BMN yang telah di sensus Pengadilan
Agama
Mahasiswa 4 orang 12 Selasa/17 Juni
2014
- Pengetikan Final dan mem-Print Sensus BMN yang telah diketik
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 1 orang 13 Rabu/ 18 Juni
2014
- Menyesuaikan Input Sensus BMN (Barang Milik Negara) dengan Daftar Barang Ruangan yang sudah ada
Ruang
Kesekretariatan
Mahasiswa 1 orang
- Mengikuti sidang Daswirman bin Jamalus dengan
Lili Marlisni atas Perkara
No.0210/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
12 orang
- Mengikuti sidang Siska Yulia binti Zulkarnaini dengan Musrinaldi bin Kandinar atas Perkara No.0219/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
12 orang
- Mengikuti sidang Wildawati binti Nawailir dengan David Pakiah Marajo atas Perkara No.0195/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
12 orang
- Mengikuti sidang Jalius bin Jahidin dengan Marita atas Perkara No.0194/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
- Mengikuti sidang Yusnayati binti Samiak dengan Jamaris bin Syahril atas Perkara No.0164/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
12 orang
- Mengikuti sidang Am bin Bandaro Mudo dengan Asni binti Malin Kayo atas Perkara No.0208/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
12 orang
- Mengikuti proses mediasi Anis dengan Syafridas bin Mangkudun adapun sebagai mediator adalah hakim Drs. H. Djahidin atas perkara No.212/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Mediator, Penggugat, Tergugat, Mahasiswa
7 orang
- Wawancara Konseling dengan Itrawati (42 tahun) yang merupakan Ibu dari Pemohon atas perkara No. /Pdt.G/2014/PA.KBr
Teras Mahasiswa, Klien 2 orang
- Menerima tamu atas nama Lana Fransiska dengan keperluan mengurus cerai
Meja Tamu Mahasiswa, Tamu 2 orang - Mengetik Lembar Pengesahan Reguler Pengadilan
Agama Koto Baru tahun 2014
Meja Informasi Mahasiswa 4 orang - Pertemuan dengan Ketua Pengadilan Agama
mengenai Persiapan Praktek Mediasi
Ruang Ketua Ketua, Mahasiswa
7 orang 14 Kamis/ 19 Juni
2014
- Mengikuti sidang Nely Afniza dengan
Burhanuddin atas Perkara
No.0215/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat, tergugat
11 orang
- Mengikuti proses mediasi Nely Afniza dengan Burhanuddin adapun sebagai mediator adalah hakim Dra. Elfayari atas perkara No.0215/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Hakim Mediator, penggugat, tergugat, Mahasiswa
4 orang
No.0179/Pdt.G/2014/PA.KBr Mahasiswa, Penggugat - Wawancara Konseling dengan Bermailovera yang
merupakan Saksi 1 Yusni dan Boyke Sasiakirti atas perkara No. 201 /Pdt. G/2014/PA.KBr
Teras Ruang Sidag
Mahasiswa, Klien 3 orang
- Menerima Tamu atas nama Hendri Lefi, S.Ag dalam rangka konfirmasi Isbath Nikah di Tigo Lurah
Meja Tamu Mahasiswa, Tamu 2 orang
- Menerima tamu atas nama Weri dalam rangka konfirmasi Akta Cerai
Meja Tamu Mahasiswa, Tamu 2 orang - Membantu Pegawai memindahkan Buku Kendali
Perkara Voluntair tahun 2014 dari Wakil Panitera ke Buku Kendali Perkara Voluntair 2014 Meja II
Ruang Kepaniteraan
Mahasiswa 1 orang
15 Jum’at/ 20 Juni 2014
- Izin atas Keperluan Pengurusan Syarat Ujian Kompre
Kampus Mahasiswa 1 Orang
Diketahui Oleh Koto Baru, ………2014
Dosen Pembimbing PLKP-LS, Irman, S.Ag., M. Pd NIP. 19710201 200604 1 016 Pamong, Dra. Hamidayati NIP. 19551008 199303 2 001
Lampiran 1 : Kegiatan Harian Mahasiswa Praktek Lapangan Konseling Pendidikan Luar Sekolah (PLKP-LS) Nama : Fitria Osnela
Lokasi PLKP-LS : Pengadilan Agama Koto Baru Solok
No Hari/ Tanggal Uraian Kegiatan Tempat Peserta Jumlah Tanda
Tangan PJ 16 Senin, 23 Juni
2014
- Izin atas Keperluan Pengurusan Pengambilan Beasiswa Kampus dan BSM Mahasiswa 1 Orang 17 Selasa, 24 Juni 2014
- Menerima tamu yang datang ke Pengadilan Agama Teras dan Meja Tamu
Mahasiswa, Tamu 10 orang 18 Rabu, 25 Juni
2014
- Wawancara Konseling dengan Penggugat dengan nama Maida Afeni atas perkara No.0198/Pdt.G/2014/PA.KBr
Teras Kantor PA Mahasiswa, Klien 2 orang
- Mengikuti sidang Rosi Handisi dengan Suherman atas Perkara No.0190/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
9 orang
- Mengikuti sidang Amir bin Lu’in dengan Upik
binti Suki atas Perkara
No.0197/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Pemohon
11 orang
- Mengikuti sidang Maridi bin Labu dengan Iyan binti Tanjaman atas Perkara
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa,
No.0008/Pdt.G/2014/PA.KBr Pemohon, termohon
- Mengikuti sidang Ghaiyurnalis bin Ma’da’in
dengan Lendrawati binti Basri atas Perkara No.0166/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Pemohon, termohon
10 orang
- Mengikuti sidang Maida Afeni binti Jamaher Ma’da’in dengan Gunawan bin Sine atas Perkara No.0198/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
9 orang
- Bertemu DPL Ruang sidang Mahasiswa, dosen 8 orang
19 Kamis, 26 Juni 2014
- Pertemuan seluruh Pegawai PA dalam rangka menyambut bulan Ramdhan
Musholla Pegawai, Mahasiswa
± 45 orang - Mengikuti sidang Renti dengan Firman atas
Perkara No.0108/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat
10 orang
- Mengikuti sidang Ratna Puspita dengan Nofrizal Yonif atas Perkara No.01888/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa, Penggugat, tergugat
11 orang
- Mengikuti sidang Mawardi dengan Dewi Lestari atas Perkara No.0226/Pdt.G/2014/PA.KBr
Ruang Sidang Hakim, Panitera, Mahasiswa,
Penggugat, tergugat - Kuliah Mediasi kedua dengan Ketua Pengadilan
Agama Ruang Kepaniteraan Mahasiswa, Ketua PA 8 orang 20 Jum’at, 27 Juni 2014
- Izin kepulangan pada Pamong dan Ketua PA Ruang Sekretaris dan ruang Ketua
Mahasiswa,
Ketua PA,
Pamong
8 orang
- Salam-salaman dengan pegawai dan staf PA Ruang PA Mahasiswa, Pegawai, Staf
±25 orang
Diketahui Oleh Koto Baru, ………2014
Dosen Pembimbing PLKP-LS, Irman, S.Ag., M. Pd NIP. 19710201 200604 1 016 Pamong, Dra. Hamidayati NIP. 19551008 199303 2 001
Lampiran 2
SKENARIO MEDIASI DI PENGADILAN AGAMA
Oleh Fitria Osnela
Penggugat bernama Lusi Puspita Sari binti Akuk berumur 24 tahun dan tergugat bernama Agustam bin Ilyas berumur 48 tahun. Adapun pada gugatannya, Lusi Puspita sari menyatakan bahwa ia dan tergugat merupakan pasangan suami istri yang telah sah menikah pada tanggal 23 April 2010 di Jorong Galagah, Kenagarian Galagah, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Penggugat dan tergugat telah dikaruniai seorang anak perempuan yang lahir pada tanggal 4 Agustus 2011. Semenjak tahun 2012, rumah tangga penggugat dan tergugat tidak lagi harmonis yang ditandai dengan seringnya terjadi perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan karena tergugat kurang bertanggung jawab terhadap nafkah keluarga dan seringkali tidak jujur mengenai masalah keuangan. Hingga sekarang, penggugat dan tergugat telah berpisah lebih kurang selama 11 bulan. Pada sidang pertama, kedua belah pihak menghadiri sidang sehingga mediasi dapat dilaksanakan. Hakim kemudian menunjuk salah seorang mediator untuk melaksanakan mediasi tersebut. Setelah penunjukan mediator, proses mediasi pun dilangsungkan.
M (Mediator) : Selamat siang, Pak, Bu… perkenalkan saya Fitria Osnela, mediator yang akan membantu proses mediasi Bapak dan Ibu. Di sini, Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir atau takut untuk menceritakan permasalahan yang Bapak dan Ibu alami, saya akan merahasiakan permasalahan Bapak dan Ibu. Sebagai mediator posisi saya di sini tidak memihak pada salah satu pihak. Saya hanya berusaha sepenuhnya agar Bapak dan Ibu dapat berdamai kembali. Nah, di sini siapa yang mengajukan perceraian ke Pengadilan?
P (Penggugat) : Saya, Bu.
M : Nama Ibu siapa? P : Lusi Puspita Sari, Bu. M : Kalau nama Bapak siapa? T (Tergugat) : Agustam, Bu.
M : Ibu dan Bapak tinggalnya dimana?
P : Saya di Jorong Galagah, Kenagarian Galagah, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.
T : Saya di Jorong Pasar, Kenagarian Alahan Panjang, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten solok.
M : Berarti Bapak dan Ibu sudah pisah rumah. Sejak kapan itu Pak, Bu?
P&T : Lebih kurang sudah 11 bulan, Bu.
M : Sudah berapa lama Bapak dan Ibu menikah? P : Menikah 23 April tahun 2010 lalu
T : Sudah 4 tahun, Bu.
M : Bapak dan Ibu umur berapa menikah? P : Saya 20 tahun.
T : 44 tahun.
M : Sudah dikaruniai berapa orang anak, Bu? P : 1 orang, perempuan.
M : Hmm.. begini, Pak.. Bu. Sebelum kita melanjutkan apakah Bapak dan Ibu merasa perlu untuk berbicara berdua saja dengan saya?
T : Maksudnya, Bu?
M : Begini, Pak, Bu. Dalam proses mediasi ini ada yang namanya kaukus. misalkan, Bapak ada yang ingin dibicarakan tanpa ingin diketahui oleh Ibu, maka bapak bisa bicara berdua saja dengan saya tanpa perlu khawatir bahwa
Ibu akan mengetahui apa yang bapak bicarakan tentang masalah yang bapak hadapi saat ini. Begitupun dengan Ibu. Bagaimana Pak, Bu?
P : Tidak usah, Bu. Kan dia sudah tahu. M : Bagaimana dengan Bapak?
T : Tidak ada yang perlu disembunyikan, Bu.
M : Baiklah, sekarang saya ingin bertanya kepada Ibu terlebih dahulu. Apa yang Ibu pikirkan sehingga mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan ini?
P : Sudah ndag tahan lagi, karena kurang nafkah dan sering ndag jujur masalah keuangan.
M : Sejak kapan itu, Bu?
P : Sudah lama, sejak anak lahir dan sekarang anak sudah hampir umur tiga tahun.
T : Itu bohong, Bu… Saya…
M : Tunggu dulu, Pak. Saya bertanya pada Ibu. Nanti giliran Bapak.
T : Ya, Bu.
M : Apa kerja Bapak, Bu?
P : Macam-macam. Kadang sopir, kadang tukang gigi keliling, kadang tukang perabot.
M : Banyak kerja sampingan Bapak, ya Bu… Berapa
penghasilan Bapak, Bu?
P : kurang tau, gak pernah diceritakan. M : Pernah ditanya?
P : Pernah. Katanya kadang ada kadang ndag. Uangnya katanya habis untuk oto dan dibagi juga untuk anak-anaknya yang lain.
M : Maksudnya, Bapak duda? P : Iya, ada tiga orang anaknya.
M : Kapan Ibu tahu bahwa bapak ternyata duda dan punya tiga orang anak?
P : Beberapa bulan siap nikah, anaknya datang ke rumah. M : Apa yang Ibu rasakan ketika mengetahui kenyataan itu?
P : Marah, Sakit hati…
M : Sekarang gimana? P : Masih sakit hati.
M : Apakah yang membuat Ibu sakit hati, kenyataan dibohongi ataukah kenyaataan bahwa suami sudah pernah menikah sebelumnya?
P : Kalau dia pernah menikah tidak masalah. Kan sudah cerai. Tapi dia tidak jujur tentang masalah itu. Dan dia tidak pernah minta maaf dengan tulus kepada saya juga keluarga besar saya.
M : Berarti Ibu hanya ingin agar Bapak minta maaf dengan tulus. Kembali mengenai nafkah tadi, Ibu dikasih berapa tiap minggunya?
P : 100 ribu untuk 2 minggu, kadang-kadang cuma 20 ribu seminggu.
M : Bagaimana dengan kebutuhan mingguan Ibu? P : Gak cukup.
M : Trus apa yang Ibu lakukan?
P : Cari uang tambahan dengan ngupas bawang milik oranglain.
M : Sejak kapan Ibu mulai kerja sampingan itu? P : Sudah lama.
M : Kalau uang jajan anak gimana? P : Dikasih Bapak, 10 ribu perhari.
M : Nah, sekarang saya ingin bertanya pada Bapak. Sejauh ini, dari percakapan antara saya dan Ibu, bagian mana yang
ingin Bapak klarifikasi?
T : Hmm… begini, Bu. Sebagai kepala rumah tangga, saya
sadar bahwa umur istri jauh terpaut dari saya, saya juga memahami bahwa pendidikan istri lebih rendah dari saya, dengan pengalaman yang juga masih minim. Berkaitan dengan nafkah tadi, terus terang dia lebih suka foya-foya, uang banyak digunakan untuk makan-makan..
P : Ndag ada foya-foya..
M : Ibu kan tadi sudah, sekarang giliran Bapak. Makan-makan yang Bapak maksud itu gimana?
T : Ya… Belanja-belanja yang gak tentu, Bu…
M : Maksudnya belanja kebutuhan sehari-hari?
T : Iya… Selain ngasih uang, saya kan juga ngasih barang
-barang kebutuhan sehari-hari, Bu. Misalkan sambal, beras. Jadi buat apa lagi belanja-belanja itu.
M : Mana yang lebih sering Bapak ngasih uang daripada barang?
T : Sering barang, Bu. Kalau ada uang tip baru di kasih uang. Uang kalau banyak-banyak untuk apa.
M : Barang kebutuhan pokok yang Bapak berikan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan berapa lama?
T : Dua hari
M : Nah, itu dia. Untuk kekurangan itu Ibu perlu uang. Sekarang Ibu sudah ada inisiatif cari uang tambahan dengan mengupas bawang tetangga. Apa yang Bapak pikirkan mengenai hal ini?
T : Saya keberatan kalau dia kerja ngupas bawang itu, karena kerjanya itu gak di rumah. Kadang ke ladang tetangga yang jauh, kadang ke rumah tetangga. Sudah sering dibilangin jangan sering-sering keluar rumah, tapi gak mau.
M : Bapak mau kalau Ibu tu kerjanya di rumah?
T : Iya… trus sebenarnya saya ingin ngasih istri itu pancing, bukan ikan.
M : Maksudnya?
T : Begini, Bu… umur dia kan sudah mulai meningkat, jadi
saya ingin dia belajar berdagang. Saya kan kerjanya pergi ngantar dagangan orang ke Pasar Muaro Labuah.
M : Jadi, maksudnya bapak ngasih Ibu modal buat dagang? T : Bukan, tapi ikut saya.
M : Iya… Ibu ikut dengan Bapak berdagang. Berarti barang
-barang dagangan itu Bapak kan yang belikan?
T : Iya…
M : Trus kalau Bapak dan Ibu pergi, anak tinggal dengan siapa? T : Dengan saya, saya kan gak kerja.
M : Maksudnya?
T : Saya cuma sopir yang ngantar orang-orang buat dagang. Sampai di pasar tu kan saya gak kerja. Cuma nunggu orang-orang tu nanti pulang. Nah, di situlah saya ingin bawa istri buat dagang. Sembari nyopir, kan saya juga bisa bantu istri dagang dan jaga anak. Ini kan juga pengalaman agar dia tau bagaimana caranya berdagang, tau untung rugi.
M : Hmm… bagaimana tanggapan Ibu tentang keinginan Bapak
ini?
T : Dia tidak mau. M : Alasannya?
T : Dia tidak bisa dagang, katanya.
M : Kesimpulannya, Bapak ingin istri ikut dagang dengan Bapak. Tapi, istri tidak mau karena tidak bisa dagang dan tetap kerja ngupas bawang. Benar begitu, Bu?
M : Kan nanti diajari Bapak caranya dagang, Bu. P : Saya gak mau.
T : Itulah, dia gak mau dibilangin.
M : Usia Bapak terpaut jauh dari Ibu. Ibu butuh bimbingan lebih dari Bapak.
T : Soal bimbingan itu tergantung orangnya, mau atau tidak dibimbing. Ini kan kelihatan kalau dia sama sekali tidak mau dibimbing.
M : Bapak musti berusaha lebih lagi agar bapak bisa meluluhkan hati Ibu. Nah, tadi Ibu bilang bahwa bapak bohong mengenai status Bapak sebelum menikah dengan Ibu. Bapak juga sudah dikaruniai tiga orang anak sebelumnya. Mengetahui ini, sampai sekarang Ibu masih merasa sakit hati pada Bapak. Apa tanggapan Bapak mengenai hal ini?
T : Kalau itu… Dia gak pernah bilang pada saya kalau masih
sakit hati. Tiap kali bertengkar atau berselisih dengan dia, masalahnya pasti selalu masalah ekonomi, bukan masalah itu. Jadi saya tidak tahu.
M : Sekarang kan Bapak sudah tahu, trus apa yang akan Bapak lakukan?
T : Ya tentu saya minta maaf. Kan bukan maksud saya untuk bohongi dia, saya Cuma ingin cari waktu yang tepat buat jujur sama dia, tapi nyatanya anak-anak saya datang ke rumah sebelum saya sempat jujur padanya. Waktu itu, setelah saya jelaskan, saya pikir dia bisa menerimanya.
M : Hmm… bagaimana, Bu? Bapak sudah minta maaf..
P : Tapi kan yang dibohongi bukan Cuma saya, tapi juga keluarga besar saya.
kepada keluarga besar Ibu? P : Iya..
M : Bagaimana, Pak? T : Itu bisa saya lakukan.
M : Bapak katanya akan meminta maaf, apakah ibu tetap akan melanjutkan gugatan ini?
P : Iya.. M : Kenapa?
P : Kan tadi saya bilang masalah ekonomi dan dia gak jujur masalah keuangan.
M : Kalau masalah ekonomi tadi Bapak bilang bahwa beliau ingin ajak Ibu berdagang. Kalau kita mau, masalah ekonomi ini bisa diusahakan. Toh, untuk sukses itu kita perlu proses dari bawah, Bu… nah, sekarang saya tanya pada Bapak, berapa gaji Bapak?
T : Gaji saya itu memang gak tentu, Bu. Kadang ada, kadang gak. Kadang dapat banyak, kadang sedikit. Saya gak pernah bohong soal gaji.
M : Kan Ibu dengar sendiri, apa yang bapak bilang…
P : Tapi, uang yang di kasih tu gak pernah cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
M : Ya itulah, Bu.. makanya Bapak mengajak Ibu berdagang. Kalau Ibu ikut Bapak, kan Bapak bisa lihat Ibu terus, beda kalau Ibu kerja ngupas bawang orang yang sering keluar rumah. Insyaallah, kalau Ibu dan Bapak sungguh-sungguh, bisa kog rubah nasib. Kalau Bapak gimana, ingin bercerai dengan Ibu?
T : Tidak. Menurut saya, ekonomi itu cuma alasan yang dicari-cari aja sama dia. Alasan lainnya tu dia selingkuh, makanya dia ingin cerai.
M : Apa Ibu benar selingkuh?
P : Iya, karena saya sakit hati sama dia yang udah bohongi saya.
M : Sudah sejauhmana hubungan Ibu dengan laki-laki tersebut?