• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

4.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan di atas, maka penulis dapat memberikan beberapa saran khusus kepada Balai Taman Nasional Karimunjawa untuk penyelenggaraan Program Pemberdayaan Masyarakat yang berupa Pelatihan Interpretasi selanjutnya, yaitu sebagai berikut.

1. Melakukan persiapan yang lebih matang untuk menentukan metode seperti apa yang sebaiknya diterapkan dalam melakukan kegiatan pelatihan agar lebih efektif dan dapat diterima oleh peserta pelatihan

2. Perpanjangan waktu pelatihan tetapi dengan membagi waktu dalam beberapa hari sehinga peserta pelatihan dapat menerima materi secara perlahan dengan efektif

3. Penyampaian materi dapat dilakukan dengan teoritis juga praktis, agar peserta pelatihan tidak merasa bosan dan tetap berantusias. Perlunya kegiatan pelatihan di lapangan juga akan mendorong semangat dan antusias para peserta pelatihan, sehingga dapat memaksimalkan hasil dari pelatihan tersebut

4. Mengadakan kegiatan untuk melakukan pengamatan atau controlling kepada peserta untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan kemampuan yang dialami oleh peserta setelah mengikuti kegiatan pelatihan, agar dapat memudahkan penyelenggara untuk melakukan evaluasi program kerja selanjutnya

5. Menyediakan aplikasi praktis untuk menunjang proses belajar pada saat pelatihan, agar dapat memaksimalkan proses belajar para peserta sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal juga

6. Memberikan modul pembelajaran untuk peserta berupa softfile dan hardfile, agar peserta yang memiliki keterbatasan untuk mengakses modul

berupa softfile juga tetap dapat mempelajari materi dengan modul berupa

DAFTAR PUSTAKA

Balai Taman Nasional Karimunjawa. 2019. Statistik Balai Taman Nasional

Karimunjawa 2019. Semarang: Balai Taman Nasional Karimunjawa.

Balai Taman Nasional Karimunjawa. 2018. Laporan Pelatihan Interpretasi 2018. Karimunjawa: Balai Taman Nasional Karimunjawa.

Bangun, W. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga. Bernardin, H. Jhon, Russel, Joyce E. A. 2013. Human Resources: An Expimetal

Approach. Singapore: Mc. Graw-Hillbook.co.

BPS Kabupaten Jepara. 2018. Kecamatan Karimunjawa Dalam Angka 2018. Jepara: BPS Kabupaten Jepara.

Ghosh, P., Joshi, J.P., Mukherjee, U., Ranjan, R. & Satyawadi, R. 2011. Evaluating

Effectiveness of A Training Programme with Trainee Reaction. Journal

Industrial and Commercial Training, 43(4): 247-255.

HPI Karimunjawa. 2019. Data Statistik HPI Karimunjawa. Karimunjawa: HPI Karimunjawa.

Mardikanto, Totok, Poerwoko Soebiato. 2012. Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: CV. Alfabeta.

Moleong, Lexy J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2009. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Pemerintah Indonesia. 2009. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Lembaran Negara RI Tahun 2009 No. 10. Jakarta: Sekretariat Negara.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif

dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sumodiningrat, Gunawan. 1999. Pemberdayaan Masyarakat dan Jaringan

Pengaman Sosial (JPS). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suwena, I Ketut dan I Gusti Ngurah Widyatmaja. 2017. Pengantar Dasar Ilmu

Pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan.

Widjaja, D., Jokom, R., Santoso S dan Johnathan, B. 2018. Analisa Efektivitas

Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Bumi Surabaya City Resort. Jurnal

DAFTAR LAMAN

Afifah, Durotul. 2014. Upaya Masyarakat dalam Menumbuhkan Kesadaran akan

Pentingnya Pendidikan Formal. Diakses pada laman http://digilib.uin-

suka.ac.id/13546/1/BAB%20I%2C%20IV%2C%20DAFTAR%20PUSTAK A.pdf pada tanggal 9 Desember 2019.

Aryati, Wuri. 2015. Dampak Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha

Kerajinan Tangan Rumput Aji Terhadap Peningkatan Ekonomi Keluarga Di Dusun Tanjunggunung Desa Tanjungharho Nanggulan Kulon Progo.

Diakses pada laman

http://eprints.uny.ac.id/26117/2/Skripsi_Wuri%20Aryati_11102241026.pdf

pada tanggal 10 April 2020.

Hayati, Fatimah Zahrotul. 2016. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program

Desa Vokasi di Kelurahan Gedungsari Kecamatan Magelang Utara Kota

Magelang. Diakses pada laman http://digilib.uin-

suka.ac.id/23347/1/12230077_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

pada tanggal 12 April 2020.

Jagad.id. Pengertian Taman Nasional: Ciri-Ciri dan Contohnya. Diakses pada laman https://jagad.id/pengertian-taman-nasional-ciri-ciri-dan-contohnya/

pada tanggal 10 Desember 2019.

Kementenrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2016. Peta Wisata 51 Taman

Nasional Indonesia. Diakses pada laman

http://ppid.menlhk.go.id/informasi_kemenlhk/browse/51 pada tanggal 24 Juni 2020.

Ramadhoan. 2015. Analisis Dampak Program Pemberdayaan Masyarakat

(Community Development) PT. Sumbawa Timur Mining (STM) Terhadap Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus di Kecamatan Hu’u

http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jep/article/download/3696/4181 pada tanggal 12 April 2020.

Tribun Jateng. 2015. Kremun-Kremun. Diakses pada laman

https://jateng.tribunnews.com/2015/08/28/kremun-kremun pada tanggal 13 April 2020.

Tnkarimunjawa.id. 2020. Profil Taman Nasional Karimunjawa. Diakses pada laman http://tnkarimunjawa.id/profil/index pada tanggal 12 April 2020.

Tnkarimunjawa.id. 2020. Organisasi Balai Taman Nasional Karimunjawa. Diakses pada laman http://tnkarimunjawa.id/profil/kelembagaan pada tanggal 12

LAMPIRAN

Lampiran 1 Daftar Narasumber

No. Nama Posisi Usia

1. Taufik Maliki Peserta Pelatihan (Pemandu Wisata)

30 Tahun

2. Eko Ari Wijianto Peserta Pelatihan (Wirausaha Pembuat Cinderamata dan Pemandu Wisata)

27 Tahun

3. Muhammad Rizky Raharjo

Peserta Pelatihan (Biro Perjalanan Wisata)

29 Tahun

4. Kristiawan Ketua Panitia Pelatihan

Interpretasi 2018 (Wakil Kepala SPTN Wil. II Karimunjawa)

38 Tahun

Lampiran 2 Pedoman Wawancara

A. Pertanyaan untuk penyelenggara

1. Kenapa pelatihan tersebut diberi nama Pelatihan Interpretasi? 2. Kapan ketentuan diadakannya pelatihan interpretasi?

3. Apa akan ada lagi penyelenggaraan Program Pelatihan Interpretasi?

4. Bagaimana cara menentukan peserta Pelatihan Interpretasi? 5. Bagaimana proses Pelatihan Interpretasi?

6. Menurut bapak, Bagaimana dampak dari pelatihan interpretasi terhadap kemampuan atau pengetahuan peserta pelatihan? 7. Apa faktor penghambat dari penyelenggaraan Program Pelatihan

Interpretasi?

B. Pertanyaan untuk peserta pelatihan

1. Sudah berapa kali anda mengikuti Pelatihan Interpretasi? 2. Apakah anda mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga

selesai?

3. Kenapa anda mengikuti Pelatihan Interpretasi?

4. Bagaimana proses pembelajaran saat Pelatihan Interpretasi berlangsung?

5. Bagaimana pengisi materi dalam menyampaikan materi saat pelatihan?

7. Apakah materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan dan atau dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu? 8. Bagaimana metode pelatihan yang digunakan oleh pengisi materi

saat pelatihan?

9. Apakah peserta pelatihan diberikan modul untuk pembelajaran? 10. Bagaimana sarana prasarana saat pelatihan berlangsung?

11. Bagaimana dampak yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan baik dari segi ekonomi atau sosial?

12. Apakah wawasan dan pengetahuan peserta bertambah setelah mengikuti pelatihan?

13. Apakah anda menjadi lebih percaya diri dalam bekerja setelah mengikuti pelatihan?

14. Apakah anda setuju jika Pelatihan Interpretasi diadakan kembali? 15. Apa kritik dan saran anda untuk penyelenggaraan pelatihan

Lampiran 3 Transkrip Verbaltim

Narasumber 1 : Taufik Maliki (Peserta Pelatihan)

Durasi : 20 menit

Tanggal : 19 Maret 2020

Tempat : Kediaman Taufik Maliki

1. Sudah berapa kali anda mengikuti Pelatihan Interpretasi? Jawaban:

Pelatihan Interpretasi tahun 2018 merupakan Pelatihan Interpretasi pertama saya.

2. Apakah anda mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga selesai? Jawaban:

Iya, saya mengikuti kegiatan pelatihan hingga selesai. 3. Kenapa anda mengikuti Pelatihan Interpretasi?

Jawaban:

Ada undangan yang dikirim ke HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Karimunjawa untuk mengirim beberapa perwakilan untuk menghadiri kegiatan pelatihan tersebut. Sebenernya saya juga ada keinginan dari sendiri dan kebetulan beberapa teman juga tertarik dengan kegiatan pelatihan tersebut dan kami sebagai pelaku wisata juga merasa perlu untuk mengikuti pelatihan itu.

4. Bagaimana proses pembelajaran saat Pelatihan Interpretasi berlangsung? Jawaban:

Seperti proses pembelajaran pada umumnya, penyampaian materi biasa oleh pembicara tentang terumbu karang, macam-macam jenisnya dan jumlahnya, tentang macam-macam ikan dan letak-letaknya di kawasan

Taman Nasional Karimunjawa. Kami sebagai peserta pelatihan ya mendengarkan dan mencatat. Terdapat juga sesi diskusi pada saat membahas materi tentang “Pentingnya Sadar Pariwisata”, kami diajak untuk berdiskusi dan berpendapat. Adapun sesi tanya jawab dengan pembicara. 5. Bagaimana pengisi materi dalam menyampaikan materi saat pelatihan?

Jawaban:

Pembicara menyampaikan materi dengan baik, juga terlihat sudah menguasai dan memahami materi yang disampaikan.

6. Bagaimana komunikasi pengisi materi dengan peserta pelatihan? Jawaban:

Pada saat pelatihan, pembicara ya biasa menyampaikan materinya kami sebagai peserta juga diajak berdiskusi dan berpendapat memberi tanggapan. 7. Apakah materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan dan

atau dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu? Jawaban:

Kalau menurut saya materi yang disampaikan pada saat pelatihan sudah sangat sesuai dengan kondisi masyarakat di sini, karena pelatihan itu sangat membantu sekali ya kami juga membutuhkan pengetahuan terakait materi tersebut. Materi yang disampaikan juga dapat membantu kami bagaimana cara yang baik untuk tetap melindungi habitat laut, kami jadi tau tindakan- tindakan yang tidak boleh dilakukan saat berada di laut, beserta aturan- aturan yang harus diperhatikan saat berada di laut.

8. Bagaimana metode pelatihan yang digunakan oleh pengisi materi saat pelatihan?

Penyampaian materi seperti biasa di ruangan saja, menggunakan proyektor lalu kami mencatat materi yang sedang dijelaskan, lalu kami dapat bertanya jika belum paham betul.

9. Apakah peserta pelatihan diberikan modul untuk pembelajaran? Jawaban:

Seinget saya waktu itu kayaknya mau diberikan modul tapi tidak jadi, lalu akhirnya kami diberikan buku tulis dan bagi peserta pelatihan yang mau minta modul pembelajaran berupa softfile dapat meminta ke panitia atau pembicara. Tapi peserta yang minta filenya ya hanya peserta yang membawa flashdisk saja.

10. Bagaimana sarana prasarana saat pelatihan berlangsung? Jawaban:

Sudah baik kok, tempat pelatihan juga sudah nyaman dan kami juga

mendapat konsumsi seperti coffee break. Ada juga waktu untuk beristirahat. 11. Bagaimana dampak yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan baik dari

segi ekonomi atau sosial? Jawaban:

Kalau dampaknya ya setelah saya mengikuti kegiatan pelatihan itu cukup banyak ya yang positif, karena dari mulai pengetahuan saya bertambah luas, saya jadi ya cukup lumayan baik pada saat tur laut membawa wisatawan. Saya jadi lebih mengusahakan untuk memberikan layanan yang maksimal untuk wisatawan, karena saya pun dapat lebih percaya diri ketika menjelaskan tentang keadaan taman nasional, ekosistem laut, bagaimana cara snorkeling dan menyelam. Kami sebagai pemandu wisata juga harus bertanggung jawab untuk keselamatan wisatawan kan, jadi kami harus menjelaskan dengan penjelasan yang baik dan jelas kepada wisatawan. Dari sana, Alhamdulillah banyak wisatawan yang merasa puas

sudah menggunakan jasa saya, jadi terkadang ada wisatawan yang merekomendasikan jasa saya untuk keluarga atau kerabat mereka yang mau berkunjung ke Karimunjawa. Alhamdulillah berdampak sekali ke perekonomian saya, karena terkadang juga wisatawan yang merasa puas atas pelayanan yang kita berikan juga akan memberikan bonus berupa tip. Pendapatan saya pun ya Alhamdulillah meningkat karena itu.

12. Apakah wawasan dan pengetahuan peserta bertambah setelah mengikuti pelatihan?

Jawaban:

Jelas itu, wawasan saya mengenai habitat laut semakin berkembang tidak hanya tau jenis ikan dan terumbu karang saja tapi juga jadi tau bagaimana merawatnya yang baik dan benar, apa saja yang perlu diperhatikan ketika sedang berada di laut agar tidak merusak ekosistem laut apalagi membawa wisatawan karena saya sebagai pemandu wisata juga harus mengedukasi wisatawan.

13. Apakah anda menjadi lebih percaya diri dalam bekerja setelah mengikuti pelatihan?

Jawaban:

Tentu, karena saya kan jadi paham banyak hal tentang ekosistem laut jadi ketika menyampaikan informasi kepada wisatawan, saya dapat lebih percaya diri karena sudah tau bahwa apa yang saya sampaikan itu ya informasi yang akurat gitu.

14. Apakah anda setuju jika Pelatihan Interpretasi diadakan kembali? Jawaban:

Sangat setuju, karena itu merupakan kegiatan yang bagus ya buat masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai pelaku wisata dan akan lebih baik jika kegiatan pelatihan tersebut menjadi kegiatan atau agenda tahunan agar masyarakat juga terus teredukasi. Semakin sering nanti juga

kami akan semakin sadar dan dapat membantu taman nasional untuk menjaga alam Karimunjawa ini.

15. Apa kritik dan saran anda untuk penyelenggaraan pelatihan interpretasi selanjutnya?

Jawaban:

Kalau untuk saran mungkin lebih sering aja diadakan kegiatan pelatihannya kalua bisa ya jadi agenda tahunan agar semakin banyak masarakat yang sadar akan pentingnya pariwisata juga menjaga ekosistem laut. Sama kalau bisa lebih banyak melibatkan masyarakat aja sih. Satu lagi kalua bisa ada kegiatan dilapangan atau prakteknya supaya lebih jelas karena kalau hanya teori kita kan jadi cuma bisa bayangin aja ketika di laut.

Narasumber 2 : Eko Ari Wijianto (Peserta Pelatihan)

Durasi : 20 menit

Tanggal : 19 Maret 2020

Tempat : Balai Desa Karimunjawa

1. Sudah berapa kali anda mengikuti Pelatihan Interpretasi? Jawaban:

Baru pertama kali saya mengikuti Pelatihan Interpretasi pada tahun 2018. 2. Apakah anda mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga selesai?

Jawaban:

3. Kenapa anda mengikuti Pelatihan Interpretasi? Jawaban:

Karena pada waktu itu saya merupakan anggota kelompok masyarakat SEGORO (Semangat Gotong Royong) Karimunjawa. Kebetulan, kelompok masyarakat SEGORO itu mendapatkan undangan dari BTN (Balai Taman Nasional) untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan Pelatihan Interpretasi, jadi saya merupakan perwakilan anggota kelompok masyarakat SEGORO untuk menghadiri undangan tersebut.

4. Bagaimana proses pembelajaran saat Pelatihan Interpretasi berlangsung? Jawaban:

Gini ya kalau sebenarnya semua anak Karimunjawa pada dasarnya paham apa itu biota laut secara umum. Nah, dari pelatihan itu saya dapat mempelajari banyak hal ya tidak hanya ekosistem laut melainkan juga tentang kawasan Taman Nasional Karimunjawa dan kepariwisataannya. Cukup banyak pengetahuan yang bisa saya dapat dari pelatihan itu, dari situ saya sadar bahwa kegiatan seperti itu memang diperlukan ya namun yang cukup disayangkan dari pelatihan itu tidak ada keberlanjutan dari materi- materi yang sudah disampaikan pada saat pelatihan. Jadi ya hanya seperti penyampaian materi biasa di kelas gitu.

5. Bagaimana pengisi materi dalam menyampaikan materi saat pelatihan? Jawaban:

Kalau pengisi materi saya percaya bahwa mereka orang yang sudah berkompeten ya pada bidangnya. Pengisi materinya sendiri juga dapat menjelaskan materi dengan baik.

6. Bagaimana komunikasi pengisi materi dengan peserta pelatihan? Jawaban:

Pada saat pelatihan kami ada sesi diskusi ya tapi hanya sebentar. Ada sesi tanya jawab juga itu juga hanya sebentar karena terbatas oleh waktu. Mungkin di sini juga yang kurang ya keterlibatan peserta dalam diskusi jadi peserta cenderung pasif dan hanya mendengarkan pengisi materi menyampaikan materinya.

7. Apakah materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan dan atau dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu?

Jawaban:

Kalau sesuai jelas, tapi kalau masalah yang dibutuhkan sepertinya yang lebih diuntungkan yaitu peserta yang berprofesi sebagai pemandu wisata karena ya kebanyakan penjelasan materinya juga materi yang perlu dipahami oleh pemandu wisata.

8. Bagaimana metode pelatihan yang digunakan oleh pengisi materi saat pelatihan?

Jawaban:

Metode pelatihan ya mungkin seperti tadi yang sudah saya bilang bahwa penyampaian materi hanya biasa seperti belajar dalam kelas.

9. Apakah peserta pelatihan diberikan modul untuk pembelajaran? Jawaban:

Modul kami tidak diberikan ya, tapi bisa minta softfile tentang materi yang disampaikan untuk lebih dalamnya. Tapi ya kita juga banyak yang tidak bawa flashdisk jadi ya kalau saya tidak minta.

10. Bagaimana sarana prasarana saat pelatihan berlangsung? Jawaban:

Untuk lokasi pelatihan kan karena di Hotel d’Season ya tentu nyaman saja sih, kami juga dapat kopi dan makan siang.

11. Bagaimana dampak yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan baik dari segi ekonomi atau sosial?

Jawaban:

Sebenarnya jika ditanya bagaimana dampak yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan, ya sebenarnya biasa saja. Dampak yang saya rasakan ya tidak begitu signifikan dan tidak begitu berpengaruh dengan perekonomian saya. Saya hanya merasakan bahwa pengetahuan dan wawasan saya terkait dengan pariwisata, ekosistem laut, dan aturan-aturan untuk menyelam menjadi bertambah. Mungkin juga faktor waktu yang terlalu singkat jadi saya sendiri pun tidak bisa menangkap banyak. Tapi ya kegiatan pelatihan itu saya rasa sangat bagus ya untuk diadakan lagi dengan catatan ya mungkin dapat diperpanjang waktunya agar kami sebagai peserta juga dapat menerima ilmunya dengan baik.

12. Apakah wawasan dan pengetahuan peserta bertambah setelah mengikuti pelatihan?

Jawaban:

Oh iya tentu, banyak ilmu pengetahuan baru yang bisa saya dapat dari kegiatan pelatihan tersebut. Saya menjadi tau apa yang dapat merusak terumbu karang dan bagaimana merawat dan menjaga terumbu karang yang baik dan benar.

13. Apakah anda setuju jika Pelatihan Interpretasi diadakan kembali? Jawaban:

Sangat setuju. Kegiatan positif seperti itu tetap diperlukan juga untuk masyarakat Karimunjawa, karena bagi saya kegiatan seperti itu merupakan suatu yang luar biasa ya sebenernya. Saya dan teman-teman juga senang kalau ada kegiatan seperti itu kami jadi merasa dianggap gitu. Kalau bisa ya diadakan setahun sekali.

14. Apa kritik dan saran anda untuk penyelenggaraan pelatihan interpretasi selanjutnya?

Jawaban:

Kritik dan sarannya ya itu tadi, yang pertama waktu untuk pelatihannya mungkin bisa dibuat 2-3 hari supaya ada keberlanjutan gitu bisa lebih mendalam, karena terlihat begitu formalitas saja seperti ini ada dana lalu buat pelatihan sehari aja. Menurut saya itu kurang begitu efektif ya. Kedua, melibatkan lebih banyak masyarakat agar orangnya tidak itu-itu saja. Mungkin tema pelatihannya tidak tentang pelaku wisata saja bisa lebih luas agar dapat lebih banyak masyarakat yang bisa ikut. BTN (Balai Taman Nasional) juga bisa melibatkan desa untuk membantu agar lebih banyak masyarakat yang mau berpartisipasi untuk menjaga alam. Semakin banyak yang ikut juga akan semakin banyak yang sadar untuk saling menjaga dan merawat alam. Ketiga, kegiatan pelatihan tidak hanya penyampaian teoritis tetapi juga ada prakteknya, karena saat ini kan banyak pemuda-pemudi Karimunjawa yang juga butuh kesadaran wisata dan juga menjaga apa yang menjadi potensi wisata itu sendiri nah dari situ juga masyarakat perlu juga untuk prakteknya supaya tidak hanya teori terus biar bisa langsung action. Kalau masyarakat banyak yang sadar dan paham kan enak juga buat ke depannya.

Narasumber 3 : Muhammad Rizky Raharjo (Peserta Pelatihan)

Durasi : 20 menit

Tanggal : 19 Maret 2020

Tempat : Balai Desa Karimunjawa

1. Sudah berapa kali anda mengikuti Pelatihan Interpretasi? Jawaban:

Pelatihan Interpretasi tahun 2018 merupakan pelatihan interpretasi pertama saya.

2. Apakah anda mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga selesai? Jawaban:

Iya betul, saya mengikuti sampai selesai. 3. Kenapa anda mengikuti Pelatihan Interpretasi?

Jawaban:

Saya waktu itu jadi perwakilan dari paguyuban SEGORO, karena BTN kirim undangan ke paguyuban SEGORO untuk mengirim perwakilan buat mengikuti kegiatan pelatihan begitu.

4. Bagaimana proses pembelajaran saat Pelatihan Interpretasi berlangsung? Jawaban:

Kalau menurut saya proses pembelajarannya agak monoton ya dan agak membosankan karena hanya berupa penyampaian materi biasa dan menurut saya juga timbal baliknya dari peserta masih kurang gitu. Tapi itu menurut saya ya, tiap orang beda-beda.

5. Bagaimana pengisi materi dalam menyampaikan materi saat pelatihan? Jawaban:

Pengisi materi saya liat ada yang dari balai ya itu sudah bisa dilihat kalau memang memumpuni untuk menjadi narasumber.

6. Bagaimana komunikasi pengisi materi dengan peserta pelatihan? Jawaban:

Sama seperti yang saya katakan tadi, komunikasinya masih kurang dua arah, masih kurang ada timbal balik dari peserta jadi proses belajar terkesan kurang hidup suasananya gitu jadi ya beberapa peserta ada yang merasa bosan sehingga kurang fokus pada saat kegiatan.

7. Apakah materi yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan dan atau dibutuhkan oleh masyarakat pada saat itu?

Jawaban:

Sebenarnya cukup sesuai dengan kondisi di lapangan, tetapi latar belakang pekerjaan masyarakat itu kan berbeda-beda mungkin ya topik yang diangkat bisa lebih bervariasi.

8. Bagaimana metode pelatihan yang digunakan oleh pengisi materi saat pelatihan?

Jawaban:

Metode saya rasa seperti penyampaian materi biasa dan cukup monoton ya. Kami hanya sebagai pendengar, materi disampaikan oleh narasumber lalu di akhir ada sesi tanya jawab. Sudah seperti itu saja.

9. Apakah peserta pelatihan diberikan modul untuk pembelajaran? Jawaban:

Seingat saya tidak, kami hanya diberikan alat tulis berupa buku, bolpoin, sepaket alat tulis.

10. Bagaimana sarana prasarana saat pelatihan berlangsung? Jawaban:

Sarana dan prasarananya bagus, kan penyelenggaraanya di hotel jadi sudah cukup lengkap dan nyaman, tidak ada masalah. Kami juga dapat konsumsi makan siang dan coffee break, itu yang penting.

11. Bagaimana dampak yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan baik dari segi ekonomi atau sosial?

Jawaban:

Dampaknya bagus ya tapi kalau menurut saya tidak terlalu kelihatan, hanya putus begitu saja. Seperti hanya nih ada pengetahuan, lalu ya putus begitu saja tidak ada controlling lebih lanjut gitu. Tapi saya juga cukup merasakan bahwa materi-materi yang disampaikan pada waktu pelatihan juga memperluas wawasan saya mengenai terumbu karang dengan nama latinnya, jenis-jenis ikan, penyebab kerusakan terumbu karang.

12. Apakah wawasan dan pengetahuan peserta bertambah setelah mengikuti pelatihan?

Jawaban:

Iya betul, seperti tadi yang sudah saya bilang bahwa dampak yang paling saya rasakan itu ya bertambah luasnya wawasan saya terkait materi yang sudah dijelaskan pada waktu pelatihan seperti terumbu karang, jenis-jenis

Dokumen terkait