39
1. Padila. Keperawatan Maternitas. 1st ed. (Padila, ed.). Nuha Medika; 2016.
2. manuaba. Ilmu Kandungan. 1st ed. (Saifudiin, ed.). EGC; 2016.
3. Dillasamola D, A A, Desri A, Diliarosta S. Uji Efek Teratogenik dari Yoghurt Terhadap Fetus Mencit Putih (Mus musculus). J Sains Farm Klin.
2018;5(1):28. doi:10.25077/jsfk.5.1.28-32.2018
4. Anisa IN, Muslimah I, Sutjiatmo AB, Soemardji A. Uji Teratogenik Ekstrak Air Daun Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens Bercht &
Presl.) Pada Tikus Wistar. Kartika J Ilm Farm. 2014;2(1):21-27.
doi:10.26874/kjif.v2i1.8
5. Aruan DGR, Barus T, Haro G, Simanjuntak P. Toxicity and antioxidant activities of extract of N-hexane, H2 O, and ethyl acetate from the leaves of durian, durio zibethinus L. Rasayan J Chem. 2019;12(2):947-950.
doi:10.31788/RJC.2019.1225204
6. Lestari Dian, Intan L, Fathnur KS. Uji efektivitas ekstrak etanol daun ekor naga (Rhaphidophora pinnata (L.f) Schott) sebagai antihiperglikemia terhadap mencit putih jantan yang diinduksi sukrosa. J Ilm Manuntung.
2021;7(1):100-110.
7. Heyne K. Matter I. Translators:. Badan. (Litbang Kehutanan., ed.).
Yayasan Means Wanajaya; 1987.
8. Lemmens, R. BN. Plant Resourse Of Souht Asia Medicinal and Poisonous.
J Ethnopharmacol. Published online 2003:87(119).
9. Yuzammi. Keladi Kanker (Epipremnum Pinnatum (L.) Engl.): Alternatif Mengobati Berbagai Macam Penyakit. 1st ed.; 2008.
10. Rayani I. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Beberapa Fraksi Daun Ekor Naga (Rhapidophora Pinnata (L.f.) Schott.) Terhadap Bakteri Streptococcus Muntans Dan Pseudononas Aeruginosa.; 2012.
11. Syafridah. Analisis Kandungan Mineral Esensial Pada Daun Ekor Naga (Rhaphidophora Pinnata (L.f) Schott) Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Medan Univ Sumatera Utara. Published online 2011.
12. Masfria M, Lubis SA, Lenny L. Uji Aktivitas Antelmintik Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Rhaphidophora pinnata (L.) Schott) Secara In Vitro.
Talent Conf Ser Trop Med. 2018;1(3):090-094. doi:10.32734/tm.v1i3.268.
14. Masfria, Sumaiyah, Dalimunthe A. Antimutagenic activity of ethanol extract of Rhaphidophora pinnata (L.f) schott leaves on mice. Sci Pharm.
2017;85(1):5-8. doi:10.3390/scipharm85010007
15. Siallagan A. UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Poliklinik UNIVERSITAS SUMATERA UTARA. Vol 1.; 2021.
16. Markham K. Cara Mengidentifikasi Flavonoid,. (Diterjemahkan Oleh Kosasih Padmawinata, ed.).; 1998.
17. Achmad S. Kimia Organik Bahan Alam, Materi 4: Ilmu Kimia Flavonoid.
4th ed.; 1986.
18. Harborne J. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modem Menganalisis
41
Tumbuhan.; 1987.
19. Robinson T. The Organic Constituent of Higher Plants. IV. (Diterjemahkan Oleh Kosasih Padmawinata Dan Iwang Soediro, ed.).; 1985.
20. Ghulam H, Azhar R, Haseeb A et al. Role of Plant Derived Alkaloids and Their Mechanism in Neurodegenerative Disorders. Int J Biol.
2018;14(1):341-345.
21. yiah. Kimia Organik Bahan Alam. Kuala University Press; 2018.
22. Sumardjo D. Pengantar Kimia: Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran Dan Program Strata / Fakultas Bioeksakta. Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2008.
23. Francis G, Kerem Z, Makkar HP. BK. The Biological Action of . Saponins in Animal System. (Nurt., ed.).; 2002.
24. PR C. Actual and Potential Applications of Yucca Schidigera and . Quillaja Saponaria Saponins in Human and Animal Nutrition. (J Anim Sci, ed.).;
2000.
25. Heinrich M, Barnes J GSWE. Fundamentals of 28. 24. 34 Pharmacognosy and Phytotherapy.; 2004.
26. Mills S BK. Statis Dermatitis and Statis Ulceration In Principles and 34.
Practice of Phytotherapy Modern Herbal Medicine.; 2000.
27. Ansel HC. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. 4th ed.; 1989.
28. Mukhriani. Ekstraksi, Pemisahan Senyawa dan Identifikasi Senyawa . Aktif. J Kesehat. Published online 2014:7(2):361-367.
29. Nugroho. Buku Ajar Teknologi Bahan Alam. : University Press; 2017.
30. RI. B. Pedoman Uji Toksisitas Nonklinik Secara In Vivo. In Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Published online 2014.
31. Lu. FC. Toksikologi Dasar : Asas Organ sasaran dan penilaian risiko. Univ Indones. 1995;IX (1):1-8.
32. Sundaryono A. Teratogenitas Senyawa Flavonoid Dalam Ekstrak Metanol Daun Benalu (Dendrophthoe pentandra (L.) Miq.) pada Mus musculus. J Exacta. 2011;IX(1):1-8.
33. o’rahilli R& MF. Human Embryologi and Teralogi. 1st ed.; 2001.
34. Kemenkes RI. Pedoman Pelayanan Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui.
Kemenkes RI; 2006.
35. Wilson, J.G. and Warkany J. Teratology -Principles and Techniques. Univ Chicago Press. 1965;(Chicago and London):p 16-18.
36. Priyambodo S. Pengendalian Hama Tikus Terpadu Seri Agrikat. Penebar Swadaya; 2003.
37. Evelyn C P. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. PT Gramedia; 2006.
38. Depkes RI. Farmakope Herbal Indonesia. 3rd ed. (Depkes RI, ed.).; 2017.
39. Najib A, Malik A, Ahmad AR, Handayani V, Syarif RA, Waris R.
Standardisasi Ekstrak Air Daun Jati Belanda Dan Daun Jati Hijau. J Fitofarmaka Indones. 2018;4(2):241-245.
40. Departemen Kesehatan RI. Informatorium Obat Nasional Indonesia.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2000.
41. Andriyanto BE, Ardiningsih P, Idiawati N. Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Belimbing Hutan (Baccaurea angulata Merr.). J Jur Pendidik Kim
Ekstrak Etanol Daun Leilem ( Clerodendrum. J Pharm Med Sci.
2017;2(1):32-39.
43. Azizah B, Salamah N. Standarisasi Parameter Non Spesifik Dan Perbandingan Kadar Kurkumin Ekstrak Etanol Dan Ekstrak Terpurifikasi
Rimpang Kunyit. Pharmaciana. 2013;3(1).
doi:10.12928/pharmaciana.v3i1.416
44. Purnomo T, Santoso LM. Efek Teratogenik Ekstrak Ciplukan ( Physalis Minima Linn .) Terhadap Fetus Mencit ( Mus Musculus ). Published online 1982:8-21.
45. Hilmarni. Uji Efek Teratogenik Infusa bunga Lawang (Illicium verum Hook.f) Pada Mencit Putih. Akad Farm Pray. 2019;4(1):16-23.
46. Setyawati I. Morfologi Fetus Mencit (Mus musculus L.) Setelah Pemberian Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees). J Biol.
2009;13(2):41-44. http://ojs.unud.ac.id/index.php/BIO/article/view/583/386 47. Widyastuti N, Widiyani T, Listyawati S. Efek Teratogenik Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Winstar. Bioteknologi. 2006;3(2):56-62.
doi:10.13057/biotek/c030204
48. Setyawati I, Sudatri NW. Uji Teratogenik Ekstrak Minyak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa) pada Mencit (Mus musculus l.) Bunting. J Riau Biol.
2016;1(15):95-101.
49. Bakri A, Pujiliningsih E, Hambali M, Kanedi M. Pengaruh Lama Perendaman Alizarin Red Terhadap Kadar Warna Rangka Fetus Mencit (Mus musculus L) untuk Bahan Praktikum dan Penelitian di Laboratorium.
Int Multiling J Sci Technol. 2020;5(11):1925-1929.
50. Oktavia S, Ifora I, Aprianto A. Uji Efek Antifertilitas Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga (Epipremium pinnatum (L.) Engl.) pada Mencit Betina. J Farm
Higea. 2020;12(1):1-8.
http://jurnalfarmasihigea.org/index.php/higea/article/view/258
51. Elwuar W, Baszary chomsa dintasari umi, Samson E. POTENSI EKSTRAK ETANOL AKAR SUKUN ( Artocarpus altilis ( Park ) Fosberg ) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN FETUS MENCIT ( Mus musculus ) Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pattimura Corresponding autho. Molluca Medica.
2020;13(1):29-37.
52. Sari D. Uji Teratogenik Ekstrak Daun Jambu BiJI ( Psidium guajava L .) Terhadap Fetus Mencit ( Mus musculus L .). Published online 2021.
43 LAMPIRAN Lampiran 1. Alur Penelitian
Pembuatan simplisia tanaman
Pembuatan ekstrak etanol daun ekor naga
Uji efek teratogenitas ekstrak etanol daun ekor naga
Analisis Data
Sortasi basah
Dicuci dengan air bersih Dirajang
Dikeringkan Disortasi kering
Dihaluskan menggunakan mesin glinder Daun Ekor Naga
Serbuk kering daun ekor naga
45
Lampiran 3. Ekstrak Etanol Daun Ekor Naga
Diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etano 70% P selama 24 jam . dengan tiga kali pengulangan
Diaduk setiap 6 jam sekali
Disaring menggunakan kertas saring Diulangi proses maserasi
sebanyak dua kali dengan jenis dan jumlah pelarut yang sama Diuapkan dengan rotary evaporator Maserat
Ekstrak etanol daun ekor naga
Serbuk kering daun ekor naga
Diaklimatisasi 1 minggu Diberi makan Dan
minum secara ad libitum
Dikawinkan dengan mencit jantan (1:4)
Dilakukan pemeriksaa
Ditimbang tiap mencit
Diberi perlakuan pada hari ke-6 secara oral
Didislokasi pada hari ke 18 kehamilan Dibersihkan fetus mencit
Dilakukan pewarnaan kerangka menggunakan Allizarin merah (1/3 bagian fetus
Direndam 2/3 bagian fetus didalam larutan Bouin’s
Diamati dan analisis data Fetus Mencit
Kelompok P1 diberikaan ekstrak
etanol daun ekor naga dengan dosis
1000mg/KgBB Kelompok P12
diberikaan ekstrak etanol daun ekor naga dengan dosis
500mg/KgBB Kelompok P1
diberikaan ekstrak etanol daun ekor naga dengan dosis
250mg/KgBB Kelompok
kontrol normal, diberikan Na
CMC
Mencit Hamil Mencit Betina
47
Lampiran 5. Perhitungan Rumus Federer Perhitungan
Rumus Federer (n-1)(t-1) ≥15 (n-1)(4-1) ≥ 15 (n-1)(3) ≥ 15 3n – 3 ≥ 15 + 3 3n ≥ 18
n ≥ 6
sehingga dalam penelitian ini digunakan mencit sebanyak 6 ekor per kelompok perlakuan.
Keterangan :
t = Jumlah perlakuan
n = Jumlah minimal pengulangan dari tiap perlakuan
Volume penyuntikan mencit : 1% dari BB mencit Mis. BB mencit 20 gr
1% dari BB = 1 mL/100 grBB
a. Dosis Ekstrak etanol daun ekor naga 250 mg/kgBB 250mg
1000 𝑔𝑥 𝑥 20 𝑔𝑟 𝐵𝐵
250 𝑋 20 𝑔
1000 𝑔 = 5 mg/ 20 gr BB Ekstrak = 10 𝑚𝐿
0,2 𝑚𝐿 𝑋 5 𝑚𝑔
= 250 mg
b. Dosis Ekstrak etanol daun ekor naga 500 mg/kgBB 500 mg
1000 𝑔𝑥 𝑥 20 𝑔𝑟 𝐵𝐵
500 𝑋 20 𝑔
1000 𝑔 = 10 mg/ 20 gr BB Ekstrak = 10 𝑚𝐿
0,2 𝑚𝐿 𝑋 10 𝑚𝑔
=500 mg
c. Dosis Ekstrak etanol daun ekor naga 1000 mg/kgBB 1000 mg
1000 𝑔 𝑥 𝑥 20 𝑔𝑟 𝐵𝐵
1000 𝑋 20 𝑔
1000 𝑔 = 20 mg/ 20 gr BB Ekstrak = 10 𝑚𝐿
0,2 𝑚𝐿 𝑋 20 𝑚𝑔
= 1000 mg
d. Pembuatan Na CMC 0,5%
0,5 g / 100 mL
Jadi, dilarurkan 20 x 0,5 = 10 gr
= 1o mL air panas, kemudian as 100 mL aquades
49
Lampiran 7. Perhitungan Susut Pengeringan dan Kadar Abu
51
Lampiran 9. Surat Keterangan Lolos Kaji Etik
Lampiran 10. Surat Keterangan Sehat Hewan
53
Lampiran 11. Dokumentasi Skrining
Ekstrak etanol daun ekor naga Vagina mencit sebelum mengalami kehamilan
Vagina mencit pada saat hamil Uretus mencit kelompok kontrol
Uretus mencit kelompok perlakuan 250mg/kgBB
Uretus mencit kelompok perlakuan 500mh/kgBB
Uretus mencit kelompok perlakuan 1000mg/kgBB
Pengukuran panjang berat badan fetus mencit kelompok
kontrol negatif
55
Pengukuran panjang berat
badan fetus mencit kelompok kperlakuan 250mg/kgBB
Pengukuran panjang berat badan fetus mencit kelompok
kperlakuan 500mg/kgBB
Pengukuran panjang berat badan fetus mencit kelompok
perlakuan100mg/kgBB
Fetus mengalami tubuh kredil pada kelompok P2
Fetus yang mengalami hemoragi pada leher
Fetus yang mengalami hemoragi pada punggung
Fetus yang megalami hemoragi pada tlinga
57
Hasil pewarnaan kerangka Alizarin kelompok NaCMC
Hasil pewarnaan kerangka Alizarin kelompok
250mg/kgBB
Hasil pewarnaan kerangka Alizarin kelompok
500mg/kgBB
Hasil pewarnaan kerangka Alizarin kelompok
1000mg/kgBB
Larutan induk Uji Saponin
Uji steroid Uji Flavonoid
59
Uji Tanin Uji Alkaloid dengan freaksi
mayer
Uji Alkaloid dengan Freaksi Dragendrof
Berat_Badan_Fetus
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 1.155 3 .385 11.064 .000
Within Groups 6.752 194 .035
Total 7.907 197
Berat_Badan_Fetus Duncana,b
Kelompok N
Subset for alpha = 0.05
1 2
Dosis 3 47 .9257
Dosis 2 51 .9710
Kontrol Negatif 49 1.0612
Dosis 1 51 1.1222
Sig. .229 .106
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 49.443.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is used. Type I error levels are not
guaranteed.
Test of Homogeneity of Variances Panjang_Badan_Fetus
Levene Statistic df1 df2 Sig.
1.644 3 194 .181
ANOVA Panjang_Badan_Fetus
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 1.826 3 .609 4.894 .003
Within Groups 24.127 194 .124
Total 25.953 197
61
Panjang_Badan_Fetus Duncana,b
Kelompok N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3
Dosis 3 47 3.2723
Dosis 2 51 3.3529 3.3529
Kontrol Negatif 49 3.4776 3.4776
Dosis 1 51 3.5137
Sig. .257 .081 .611
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 49.443.
b. The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.
Ranks
Kelompok_Litter_size N Mean Rank
Litter_Size Kontrol negatif 6 10.58
Dosis 1 6 14.08
Dosis 2 6 13.50
Dosis 3 6 11.83
Total 24
Test Statisticsa,b
Litter_Size Chi-Square 1.003
df 3
Asymp. Sig. .801 a. Kruskal Wallis Test b. Grouping Variable:
Kelompok_Litter_size
BB_Induk
Levene Statistic df1 df2 Sig.
1.038 3 20 .397
ANOVA BB_Induk
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 16.614 3 5.538 .252 .859
Within Groups 440.387 20 22.019
Total 457.001 23
BB_Induk Duncana
kelompok_BB_Induk N
Subset for alpha
= 0.05 1
Dosis 2 6 21.3083
Dosis 3 6 22.1350
kontrol Negatif 6 23.1817
Dosis 1 6 23.3667
Sig. .495
Means for groups in homogeneous subsets are displayed.
a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 6.000.