• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 PENUTUP

5.2 Saran

1. Penelitian ini bisa dikembangkan dengan uji coba pada spesies larva nyamuk lain.

2. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menguji toksisitas pada ikan secara in vitro.

3. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan uji coba ekstrak dalam bentuk sediaan zat ekstrak yang lain.

4. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan mengenai senyawa-senyawa lain yang terkandung dalam biji bintaro, selain yang sudah dijelaskan diatas yang berfungsi sebagai larvasida.

39

DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. Global strategy for dengue prevention and control 2012–2020. WHO Press.Geneva; 2012.

2. Murray, Anne NE, Quam MB, Smith AW. Epidemiology of dengue: past, present, and future prospects.Clinical Epidemiology. 2013; 5:299–309.

3. Shinta, Sukowati S. Pengunaan metode survei pupa untuk memprediksi risiko penularan demam berdarah dengue di lima wilayah endemis di Jakarta. Media Litbangkes. Maret 2013; 23(1):31- 40.

4. Rohimatun, Suriati,S. Warta penelitian dan pengembangan tanaman industri. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.April 2011; 17(1):1-6.

5. World Health Organization. Operation manual on the application of insecticides for control of the mosquoto vectors of malaria and other disease.WHO Press.Geneva;1996

6. Yudha WH. Efektivitas ekstrak buah bintaro (Cerbera odollam) sebagai larvasida lalat rumah (Musca domestica).Skripsi Program Sarjana.Institut Pertanian Bogor;2013.

7. Swastiningrum, Ambar. Uji efektivitas pestisida nabati bintaro (Cerbera manghas) terhadap hama ulat grayak (Spodoptera litura) pada tanaman kedelai. UMY. Yogyakarta; 2012.

8. Sa’diyah, NA. Purwani KI, Wijayawati L. Pengaruh ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam) terhadap perkembangan ulat grayak (Spodoptera litura). Jurnal Sains Dan Seni Pomits. 2013; 2(2):2337-3520.

9. Utami, Sri. Aktivitas insektisida bintaro terhadap hama Eurema sp. pada skala laboratorium.Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. Oktober 2010; 7(4):211-220.

10.Ahmed F, et al. Antibacterial, cytotoxic, and neuropharmacological activities of Cerbera odollam seeds. Oriental Pharmacy and Experimental Medicine. 2008; 4:323-328. 11.Chopra RN, Nayar SL, Chopra IC. Glossary of Indian medicinal

plants. CSIR, New Delhi; 1956.

12.Sa’diyah, NA. Purwani KI, Wijayawati L. Pengaruh ekstrak daun bintaro (Cerbera odollam) terhadap perkembangan ulat grayak (Spodoptera litura). Jurnal Sains Dan Seni Pomits. 2013; 2(2):2337-3520.

13.Cheenpracha S, Karalai C, Rat-A-Pa Y, Ponglimanont C, Chantrapromma K. New cytotoxic cardenolide glycoside from the seeds of Cerbera manghas. Chem Pharm Bull. 2004; 52:1023-5. 14.Liu, PC, Liu MH, Chen SY, Cherng WJ, Wang CH . Sea mango

cardiac intoxication. Acta Cardiol Sin. 2008;24:9-56.

15.Utami, Sri. Aktivitas insektisida bintaro terhadap hama Eurema sp. pada skala laboratorium. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman.Oktober 2010; 7(4):211-220.

16.Gaillard, Y, Khrisnamoorthy, A, Bevalot, F.Cerbera odollam: a suicede tree and cause of death in the state of Kerala, India. Journal of Ethnopharmacology. 2004; 95:123-126.

17.Chang LC, Gills JJ, Bhat KP, Luyengi L, Farnsworth NR, Pezzuto JM, Kinghorn AD. Activity-guided isolation of constituents of

Cerbera manghas with antiproliferative and antiestrogenic activities. Bioorganical Medical Chemical Letter. 2000;10: 2431–

2434.

18.Tomlinson, CB. The Botany of Mangroves. Cambridge University

Press. Cambridge;1986.

19.Dono D, Hidayat S, Nasahi C, Anggraini E. Pengaruh ekstrak biji

Barringtonia asiatica L. (Kurz) (Lecythidaceae) terhadap mortalitas larva dan fekunditas Cricodolomia pavonana F. (Lepidoptera: Pyralidae). J Agri.2008; 19(1):5-14.

41

20.Rohimatun, Suriati S. Bintaro (Cerbera manghas) sebagai pestisida nabati. Warta penelitian dan pengembangan tanaman industri. 2011;17(1):1-4.

21.Soesanty F, Indriati G. Hama ulat pemakan daun tanaman bintaro (Cerbera manghas). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. 2011; 17(1):6-9.

22.Haditomo, I.2010.Efek Larvasida Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Terhadap Aedes aegypti L.Skripsi Program Sarjana. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. 23.Novizan. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah

Lingkungan. Agro Media Pustaka. Jakarta; 2002, pp: 37-40.

24. Kuddus MR, Rumi F, Masud MM. Phytochemical screening and antioxidant activity Studies of Cerbera odollamGaetrn. Int J Pharm Bio Sci. 2011; 2(1):413-418.

25.Yunita EA, Suprapti NH, Hidayat JW. Pengaruh ekstrak daun teklan (Eupatorium riparium) terhadap mortalitas dan perkembangan larva Aedes aegypti. Bioma. 2009; 11(1):11-17. 26.Hagerman AE. The Tannin Handbook. Miami (US): Miami

University; 2002.

27.Haditomo, I. Efek Larvasida Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) Terhadap Aedes aegypti L.Skripsi Program Sarjana. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret; 2010. 28.World Health Organization. Comprehensive Guidelines for

Prevention and Control of Dengue/DHF. WHO Regional Publication, SEARO.no 29.

29.Sudarto. Atlas Entomologi Kedokteran. EGC. Jakarta; 1972.

30.Ningtiyas DR. Uji toksisitas akut ekstrak daun dan batang sereh wangi sebagai pestisida botani pembasmi larva nyamuk Aedes aegypti. Skripsi Program Sarjana.IKIP PGRI Semarang;2008. 31.James MT, Harwood RF. Herm’s Medical Entomology. 6th

32.Gandahusada S, dkk. Parasitologi Kedokteran, Cetakan ke-VI.FKUI: Jakarta;2006.

33.Soegijanto, Soegeng. Demam Berdarah Dengue. Surabaya : Airlangga University Press; 2004.

34.Kusnindar. Pemberantasan penyakit demam berdarah ditinjau dari berbagai penelitian.Cermin Dunia Kedokteran.1990;10-60.

35.Bar A, Andrew J. Morphology and morphometry of Aedes aegypti

Larvae.Annual Review and Research in Biology.2013;3(1):1-21. 36.Sembel DT. Entomologi Kedokteran. Penerbit ANDI Yogyakarta;

2009.

37.Poorwosudarmo S. Demam Berdarah Dengue pada Anak. Jakarta:UI Press;1993, p24.

38.Sudigdo S, Ismael. Dasar-Dasar Metode Dalam Penelitian Klinis. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta:Sagung Seto;2002.

39.World Health Organization . Guidelines For Laboratory And Field Testing Of Mosquito Larvacides. World Health Organization Communicable Disease Control, Prevention, And Eradication WHO Pesticide Evaluation Scheme.WHO Press.Geneva;2005,p10. 40. Hadar AK. Efek larvasida ekstrak etanol biji jeruk keprok (Citrus

nobilis) terhadap larva Aedes sp. Skripsi Program Sarjana. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya; 2004.

41.Agnetha, A.Y. Efek ekstrak bawang putih (Allium sativum L.) sebagai larvasida nyamuk Aedes sp. Skripsi Program Sarjana.FKUB; 2005.

42.Kusmiyati, Sri Agustini NW. Uji aktivitas senyawa antibakteri dari mikroalga Porphyridium cruentum. Biodiversitas. 2007; 8(1): 48-53.

43.Fitri, A.R. Efek Antibakteri ekstrak etanol pegagan (Cantella asiatica (L.) Urban) sebagai alternatif medikamen saluran akar terhadap Enterococcus faecalis (Secara In Vitro).Skripsi FKG USU; 2012.

43

44. Susanna D, Rahman A, Pawenang ET. Potensi daun pandan wangi untuk membunuh larva nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Ekologi Kesehatan.2003; 2(2):228-231.

45. Kardinan, A, 2002. Pestisida Nabati, Ramuan dan Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya.

46.Aisah S, Sulistyowati E, Sari, YDA. Potensi ekstrak biji bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.) sebagai larvasida Aedes aegypti L. instar III.Kaunia.2013; 9(1):1-11.

47.Cania B, Setyanimgrum E. Uji efektivitas ekstrak daun legundi (Vitex trifolia) terhadap larva Aedes aegypti. Medical Journal of Lampung University.2013; 2(4):52-60.

48.Komisi Pestisida. 1995. Metode Standar Pengujian Efikasi Pestisida. Bandung: Komisi Pestisida Bandung.

49.World Health Organization. 2005. Guidelines for Laboratory and Field Testing of Mosquito Larvicides. Geneva.

50. Turk FM. Saponins versus plant fungal pathogens. J Cell Mol Biol.2006; 5:13-17.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Keterangan Pembelian Telur Aedes aegypti

45

Lampiran 2 Surat Keterangan Determinasi

Lampiran 3 Surat Keterangan Maserasi

47

Lampiran 4 Foto- foto kegiatan penelitian

Biji bintaro Proses Maserasi

Proses Maserasi Rotavapor

Ekstrak biji bintaro yang sudah diencerkan

Ekstrak biji bintaro yang sudah diencerkan dalam berbagai

(Lanjutan...)

Hasil ekstraksi biji bintaro

Penimbangan ekstrak saat pengenceran

Proses pengenceran

Penetasan telur

Fish food Ttelur Aedes aegypti dari

49 (Lanjutan...) Pemeliharaan larva

Aedes aegypti Pengukuran ph air

Air conditioner portable untk penyesuaian suhu ruangan

Identifikasi larva Aedes aegypti

Pengukuran larva

Aedes aegypti

Larva Aedes aegypti yang masih hidup saat perlakuan sebagai

kontrol

Larva Aedes aegypti yang mati setelah perlakuan

Perlakuan uji utama pada larva

Aedes aegypti instar III/IV dengan berbagai konsenttrasi

Perlakuan uji eksplorasi pada larva

Aedes aegypti instar III/IV dengan berbagai konsenttrasi

51

Lampiran 5 Riwayat Penulis

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

PERSONAL DATA

Nama : Yoga Eka Prayuda Jenis Kelamin : Laki-Laki

Tempat Tanggal Lahir: Jakarta, 11 Desember 1992 Status : Belum Menikah

Agama : Islam

Alamat : Perumahan Pondok Timur Indah Blok G No.38 Bekasi Timur, Jawa Barat.

Nomor Telepon/HP : 087877036490

Email : [email protected]

RIWAYAT PENDIDIKAN

1997 – 1999 : Taman Kanak-Kanak Aulia 1999 – 2005 : SD Abdi Negara

2005 – 2008 : SMP-IT Al-Binaa Islamic Boarding School 2008 – 2011 : SMA-IT Al-Binaa Islamic Boarding School 2011 – Sekarang : Program Studi Pendidikan Dokter,

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dokumen terkait